| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0753101666728000 | Rp 898,725,353 | - | |
| 0903410405722000 | Rp 890,223,839 | KAPASITAS DAN BUKTI ALAT TIDAK SESUAI DENGAN YANG DISYARATKAN DALAM LDP | |
CV Kohap Jaya Utama | 01*7**4****28**0 | Rp 899,026,772 | KAPASITAS DAN BUKTI ALAT TIDAK SESUAI DENGAN YANG DISYARATKAN DALAM LDP |
| 0901805556728000 | - | - | |
| 0733138127809001 | - | - | |
| 0633627757444000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
BIDANG BINA MARGA
Jl. Sendawar III Komplek Perkantoran Kabupaten Kutai Barat
SENDAWAR
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
JASA KONSTRUKSI
KABUPATEN KUTAI BARAT
KEGIATAN :
PENINGKATAN JALAN DALAM KAMPUNG TONDOH
SUMBER DANA :
APBD KABUPATEN KUTAI BARAT
TAHUN ANGGARAN 2024
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KEGIATAN
PENINGKATAN JALAN DALAM KAMPUNG TONDOH
Divisi 1 – Umum;
1. Mobilisasi dan Demobilisasi
Keperluan – Keperluan untuk pelaksanaan pekerjaan berupa peralatan, tenaga kerja dan lain-lain yang
mendukung pekerjaan sudah dimobilisasi pada minggu awal jadwal pelaksanaan pekerjaan, Khususnya
alat dan bahan kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan awal, sehingga tidak
mengganngu rencana pekerjaan selanjutnya. Kebutuhan alat digunakan sesuai dengan sepesifikasi
pekerjaan, bila terdapat perubahan pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan perubahan alat harus
mendapat persetujuan direksi.
2. Serobong Kerja
Serobong kerja dibuat setelah mobilisasi peralatan dan personil,
3. Plank Nama Proyek
Plank Nama Proyek berisi data-data informasi dan warna sesuai dengan standar dari Pengawas, dan
dipasang sejak awal pelaksanaan proyek.
4. Pengukuran
Sebelum melaksanakan pekerjaan, terlebih dulu dilakukan kembali pengukuran dan pemberian
tanda/patok-patok STA baik untuk menentukan panjang maupun detail melintang. Pengukuran
dilaksanakan dengan alat ukur Teodolite dan Water pass atau Total station untuk penggambaran profil
memanjang dan melintang, dan digunakan untuk menyesuaikan dengan gambar desain.
5. Pengamanan Lalu-Lintas
Selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengamanan akan arus lalu lintas
6. Administrasi dan Dokumentasi
Pelaporan dan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan, akan secara kontinyu tiap bulan
Divisi 3 – Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
1. Penyiapan Badan Jalan
- Pekerjaan dilakukan sepanjang jalan
- Pekerjan dilakukan secara manual menggunakan alat bantu (cangkul, sekop, dll)
- Sekelompok pekerja melakukan pembersihan dan pembentukan badan jalan dengan menggunakan alat
bantu
Divisi 5 – Perkerasan berbutir dan Perkerasan Beton Semen
1. Perkerasan Beton Semen
◦ Menggunakan alat manual ( Concrete mixer )
◦ Lokasi sesuai panjang penanganan
◦ Semua material, Pasir, agregat kasar, plastik dan semen disiapkan dilokasi pengecoran
◦ Semua material pasir, batu pecah 3/4, semen PCC tipe II (ex. Tonasa) air dicampur dan diaduk dengan
menggunakan concrete mixer.
◦ Sebelum pengecoran dilakukan, terlebih dahulu dipasangi bekisting dan plastic cor dengan baik
◦ Campuran beton dituang kedalam cetakan begisting yang telah disiapkan setelah pembesian selesai
dilaksanakan.
◦ Beton harus dipadatkan menggunakan concrete vibrator dari dalam atau dari luar yang telah disetujui.
Bilamana diperlukan, dan bilamana disetujui oleh Pengawas Pekerjaan, pemadatan harus disertai
penusukan secara manual dengan alat yang cocok untuk menjamin pemadatan yang tepat dan
memadai.
◦ Pengecoran beton dilaksanakan secara terus menerus hingga batas sambungan pelaksanaan
(construction joint) yang telah disetujui oleh Direksi pekerjaan.
◦ Setelah pengecoran selesai, segera dilakukan perawatan dalam masa proses pengerasan beton.
◦ Selama proses pengerasan beton, beberapa orang pekerja akan memelihara proses pengerasan dengan
cara menyiramkan air ke permukaan beton atau menutupi dengan bahan yang menyerap air (karung
goni) untuk menjaga suhu beton.
◦ Setelah Pengeringan beton, segera dipotong dengan concrete cutter pada sambungan memanjang dan
melintang sebagaimana tertuang dalam gambar dan segera diisi aspal sebagai bahan penutup
sambungan.
2. Baja Tulangan
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Besi yang digunakan : besi diameter 12 mm, besi (ulir) diameter 16 mm dan besi diameter 19 mm
(sesuai yang tercantum dalam gambar rencana)
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Besi tulangan dipotong dengan bar cutter dan dibengkokkan sesuai dengan gambar rencana desain.
◦ Besi tulangan dirangkai dan disusun kemudian diikat dengan menggunakan kawat beton (bendrat).
Perapihan rangkaian tulangan akan dilaksanakan sebelum pengecoran dilaksanakan dan begisting
◦
telah terpasang.
3. Pekerjaan Bekisting
◦ Pekerjaan dilakukan secara manual
◦ Lokasi pekerjaan dilaksanakan ditempat yang telah disiapkan
◦ Kayu perancah serta plywood dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan serta harus sesuai
dengan gambar rencana.
◦ Semua bahan kemudian di rangkai sesuai dengan gambar rencana
◦ Yang perlu diperhatikan adalah dalam merangkai bekisting harus dibuat sebaik mungkin, agar pada
saat di lakukan pengecoran bekisting tidak terbongkar.
◦ Bekistingyangsudah di rangkai kemudian di pasangpada posisi dindingsaluran yangakan di cor,dan
di perkuat dengan suai-suai penahan agar tidak rusak pada saat pengecoran dilakukan.
◦ Perapihan bekisting setelah pemasangan.
4. Pekerjaan Pipa PVC 3/4
◦ Diameter Pipa PVC yang digunakan sesuai dengan keterangan gambar rencana
◦ Pipa dipotong dengan panjang sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar rencana.
◦ Pada kedua Ujung pipa dibungkus dengan Lakban