METODE PELAKSANAAN
1. Umum
Uraian syarat-syarat ini menjelaskan mengenai pemasangan/pelaksanaan pekerjaan
konstruksi pembangunan secara keseluruhan baik struktur dan perlengkapannya. Pekerjaan
ini meliputi :
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Struktur
Pekerjaan Lantai
Pekerjaan Dinding
Pekerjaan Plafond
Pekerjaan Atap
Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan Pintu, Jendela, Ventilasi
Dengan demikian pelaksana diwajibkan menyesuaikan pekerjaan sesuai dengan ruang
lingkup pekerjaan yang dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak tercakup dalam
spesifikasi dapat dilaksanakan berdasarkan Ketentuan-ketentuan praktis yang berlaku di
Indonesia atau sesuai dengan petunjuk direksi.
2. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pemasangan Plank Proyek
Pelaksana harus membuat dan memasang plank proyek sesuai anggaran.
3. PEKERJAAN STRUKTUR
a. Pada pekerjaan ini meliputi beton sloof, kolom struktur ,kolom praktis, ring balok untuk
pekerjaan beton bukan struktur, seperti yang ditunjukan dalam gambar.
Peralatan yang digunakan yaitu:
1. Palu
2. Gergaji
3. Sekop Semen
4. Sekop
5. Argo/ Gerobak sorong
Resiko kecelakaan kerja antara lain:
1. Terjatuh dari ketinggian
2. Kaki tertimpa puing-puing batu
3. Tangan terpukul palu
4. Kaki tertusuk paku
5. menghirup debu semen
Cara penanggulangan kecelakaan kerja antara lain:
1. Selalu menggunakan perancah yang kokoh dan diikat secara kuat agar tidak
goyang/runtuh saat terkena puing-puing bongkaran rangka atap
2. Selalu menngunakan sepatu savety, sarung tangan, savty belt.
1. Pek. Pemasangan Atap
A. Alat
Siku biasa
Siku rangka
Siku yang dapat disetel
Pensil
Perusut
Gergaji potong
Pahat tusuk
Palu kayu
Martil
B. Bahan
Kayu berukuran 8/12 – 400 cm (Gording)
Kayu berukuran 2/3 – 300 cm (Reng)
Kayu berukuran 5/7 – 300 cm (Usuk/ Kaso)
Papan Listplank 20 cm
Atap Metal
Prabung
Paku reng kayu
Paku Usuk
C. Metode Pelaksanaan
1. Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda, nok, gording, usuk dan
reng, balok tembok ( murplat ) dan plisir ( lisplank ), serta pemasangan penutup atap (
genteng/seng gelombang / atap metal lainya, dsb ).
2. Karena lebar ruangan 7 atau 8 m sedangkan kayu yang ada di pasaran pada umumnya
ukuran panjang 4 m, maka di perlukan sambungan pada rangka kuda-kuda, balok
bubungan/nok, maupun gording.
3. Untuk perkuatan pada sambungan kayu disarankan dipasang plat besi ( beugel ) dan di
baut.
4. Untuk usug umumnya digunakan kayu berukuran 5/7 cm, dan untuk reng dapat
digunakan kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm. pemasangan usuk dan reng hendaknya
dipasang pada jarak sesuai dengan kebutuhan.
5. Masing-masing jenis kebutuhan atap memiliki ukuran yang berbeda sehingga
penggunaan ukuran kayu baik untuk kuda-kuda , nok dan gording serta jarak usuk dan
reng harus menyesuaikan. Apabila menggunakan penutup atap standart pabrik/pabrikan,
di sarankan untuk memeriksa ketentuan pemasangan usuk dan reng yang tertera pada
brosur.
4. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pek. Pemasangan Plafon + Rangka
Metode pemasangan yaitu dengan menggunakan perancah sementara yang daat
digeser agar memudahkan pekerja saat melakukan pemasangan. Proses pemasangan dimulai
dari membuat rangka penutup plafond.
2. Pek. Pemasangan Plafon + Rangka
A. Alat
Palu
Paku paku
Waterpass
Alat bantu pertukangan
B. Bahan
GRC Board
Rangka Plafond Kayu Kelas II
Paku
Cat Plafond
Kompon atau dempul
C. Metode Pelaksanaan
1. Pengukuran spasi pemasangan rangka dan gantungan sesuai dengan spesifikasi teknis
yang dianjurkan.
2. Pengukuran tinggi plafond untuk disesuaikan komponen MEP yang akan di
pasangkan diatas plafon.
3. Pekerjaan pasang plafond pada plat lantai / balok yang pertama dilakukan pasang
penggantung rangka dengan menggunan paku .
4. Bila pemasangan pada bagian top / tanpa plat lantai maka gantungan dibuat pada
rangka atap.
5. Mengukur kedataran penggantung diperlukan agar menghasilkan plafond yang tidak
gelombang.
6. Dilanjutkan dengan memasang rangka plafond Kayu Kelas II, lakukan juga
pengecekan kedataran posisi rangka dengan waterpass.. Setiap rangka diikat dengan
menggunakan screw # 1/8 dengan menggunakan bor / obeng.
7. Jarak pemasangan Rangka Plafond harus sesuai spesifikasi.
8. Kemudian dilanjukan dengan pemasangan GRC Board .
9. Selanjutnya adalah pekerjaan menutupi sambungan antar GRC Board dengan paper
tape / kasa plafond untuk menghindari keretakan.
10. Setelah selesai dilakukan pekerjaan compound pada sambungan GRC Board dan titik-
titik sekrup.
11. Lalu dilanjutkan dengan pengecatan plafon
5. PEKERJAAN DINDING
1. Pek. Dinding
Pelaksanaan pekerjaan dinding batako melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan
material dan alat, pemasangan batako, hingga plesteran dan finishing. Penting untuk memastikan
kualitas batako, menggunakan peralatan yang tepat, dan mengikuti teknik pemasangan yang
benar agar dinding kokoh dan rapi. .
Peralatan yang digunakan yaitu :
Meteran
Sekop
Ember
Air
Resiko kecelakaan kerja:
1. Tangan terkena pukulan martil
2. Mata terkena serpihan bongkaran
3. Kaki terkena pecahan puing-puing bongkaran dinding
Penanggulangan kecelakaan kerja:
1. Selalu menggunakan masker, sarung tangan dan sepatu savety.
2. Pek. Plesteran Dinding
A. Alat
meteran
sekop semen
ember
air.
B. Bahan
semen PC
pasir
air, dll..
C. Metode Pelaksanaan
1. Pilih batako yang bentuknya mulus, tidak retak atau pecah, dan memiliki ukuran
yang Presisi
2. Siapkan alat-alat seperti cangkul, sekop, sendok semen, waterpass, jidar (kayu atau
aluminium), benang, dan bak adukan. Bahan yang dibutuhkan meliputi batako, pasir,
semen, air, dan mungkin bahan tambahan (additive)
3. Bersihkan area yang akan dipasangi dinding dari kotoran, puing-puing, dan hal-hal
lain yang dapat mengganggu proses pemasangan.
4. Campurkan pasir dan semen dengan perbandingan yang sesuai, tambahkan air sedikit
demi sedikit hingga membentuk adukan yang kental dan mudah diaplikasikan
5. Letakkan adukan di atas pondasi atau lapisan pertama, lalu pasang batako pertama
sebagai acuan. Pastikan batako terpasang lurus dan rata
6. Pasang batako berikutnya di atas adukan, pastikan ada spasi antar batako sekitar 1-2
cm (sesuai kebutuhan). Gunakan waterpass dan jidar untuk memastikan kelurusan
dan kerataan
7. Aplikasikan adukan plester secara merata pada seluruh permukaan dinding. Gunakan
sendok semen untuk meratakan dan menghaluskan plesteran
8. Setelah plesteran mengering, lakukan finishing sesuai kebutuhan, misalnya dengan
mengecat dinding atau memasang keramik
6. PEKERJAAN PINTU, JENDELA DAN VENTILASI
A. Bahan
Kayu cukup kuat dan tua.
Kayu harus mempunyai tekstur yang sama, serat-serat lurus.
Kayu bersih dari retakan-retakan, serangan jamur, pelapukan dan cacat-cacat lain (
mata bolong, bengkok, melintir dan sebagainya ).
Kayu dijamin tidak akan retak / pecah / melengkung dalam ruangan.
Kayu dipotong menurut ukuran, tegak lurus sesamanya menurut gambar rencana.
B. Metode Pelaksanaan
Periksalah semua ukuran-ukuran yang kritis di lapangan sebelum memulai pekerjaan
ini. Perbedaan-perbedaan dan hal-hal lain yang tidak memuaskan, akan dapat
mempengaruhi pekerjaan ini, supaya dilaporkan dan diajukan cara pemecahannya
untuk disetujui oleh Tenaga Fasilitator Lapangan dan Konsultan Perencana.
Pintu-pintu harus mempunyai kerenggangan pada tepi samping, atas dan bawah
sebesar 1,58 mm.
7. PEKERJAAN PENGECATAN
A. Persyaratan Bahan
Produk : Untuk cat tembok setara dengan Nippon Paint.
Untuk cat kilat setara dengan Nippon Paint.
Warna : Ditentukan kemudian.
Kwalitas : Baik.
B. Metode Pelaksanaan
Sebelum memulai dengan pekerjaan pengecatan, semua hardware, accessories, fixtures
dan sejenisnya harus disingkirkan dulu dan baru dikembalikan lagi setelah pekerjaan
selesai. Seluruh pelaksanaan pekerjaan cat harus sesuai dengan persyaratan yang
tercantum dalam PTI 1961.
Cat tembok
Permukaan bidang dinding dengan plesteran sebelumnya harus dibersihkan dengan cara
menggosoknya memakai kain yang dibasahi dengan air. Setelah kering diberi
dempul/filter coat pada tempat-tempat yang berlobang sehingga tertutup, dan
permukaannya rata. Sesudah kering dan keras lapisan ini digosok dengan ampelas agar
halus, licin, kemudian dicat paling sedikit 2 (dua) kali dengan roller 20 cm sampai baik
atau dengan cara yang telah ditentukan oleh pabrik. Selewat minimum 12 jam lapisan cat
berikutnya dapat dilaksanakan setelah lapisan pertama. Lapisan terakhir adalah cat anti
kotor.
Cat Kilat
Pengecatan dilakukan dengan cara sesuai petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan
pengecatan dimulai, permukaan kayu harus diampelas atau digosok dengan batu
kambang kemudian dibersihkan dari semua kotoran. Setelah diberi cat dasar, lubang-
lubang dari bekas paku, retak-retak dan cat-cat lain harus didempul dengan warna dempul
yang sesuai dengan warna cat hingga permukaannya menjadi rata dan halus/licin baru
kemudian dicat minimum 2 (dua) kali. Pengecatan dilakukan ditempat yang bebas dari
panas matahari langsung, lapis demi lapis dengan jarak waktu minimum 12 jam setelah
pengecatan pertama dimulai.
8. PEKERJAAN LANTAI
Pek. Lantai Rabat Beton
Metode pelaksanaan pekerjaan lantai rabat beton meliputi beberapa tahap, mulai
dari persiapan lahan, pemasangan lapisan pasir urug, pemasangan bekisting (jika diperlukan),
pengecoran beton, pemadatan, perawatan, hingga pembersihan akhir.
Peralatan yang digunakan yaitu :
1. Cangkul
2. Skop
3. Gerobak
Resiko kecelakaan kerja:
1. Tangan terkena pukulan martil
2. Mata terkena serpihan debu semen
3. menghirup debu semen
4. Kaki terkena cangkul
Penanggulangan kecelakaan kerja:
1. Selalu menggunakan masker, sarung tangan dan sepatu savety.
Pek. Pembuatan Lantai rabat beton
1. Alat
meteran
waterpass
benang
selang dan air.
sekop
2. Bahan
semen PC
pasir
semen grouting nat
air, dll..
3. Metode Pelaksanaan
1. Tentukan batas area lantai rabat beton sesuai gambar kerja dan bersihkan lahan dari
sampah, tumbuhan liar, dan material lainnya.
2. Pasang lapisan pasir urug setebal minimal 5 cm (atau sesuai spesifikasi) dan padatkan
hingga rata dan padat.
3. Campurkan bahan-bahan beton (semen, pasir, kerikil, dan air) sesuai dengan proporsi
yang telah ditentukan dalam desain atau spesifikasi teknis.
4. Tuangkan adukan beton ke dalam area yang telah dipersiapkan, ratakan dengan alat
perata (seperti mistar atau jidar) dan pastikan ketebalan beton sesuai dengan yang
direncanakan.
9. PEKERJAAN LAIN – LAIN
Pekerjaan ini meliputi pengadaan furniture ruang guru meliputi :
Meja Guru sebanyak 7 buah
Kursi Guru Sebanyak 7 buah
Lemari Arsip ssebanyak 1 buah
10. PENUTUP
a. Semua ketentuan yang belum tercantum di dalam persyaratan ini akan dijelaskan
kemudian.
b. Bahan-bahan yang dipergunakan harus berkualitas baik sesuai dengan persyaratan.
c. Semua sisa-sisa bahan bangunan / alat-alat bantu harus dikeluarkan dari kompleks /lokasi
pekerjaan segera setelah pekerjaan selesai atas biaya Pelaksana.
Demikian persyaratan teknis pekerjaan ini dibuat untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana
mestinya dengan penuh rasa tanggung jawab.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 23 June 2023 | Rehabilitasi Ruang Kelas Beserta Perabotnya Sd Negeri 03 Aur | Pemerintah Daerah Kabupaten Landak | Rp 470,784,000 |
| 15 June 2023 | Rehabilitasi Ruang Kelas Beserta Perabotnya Sd Negeri 53 Tampalaas | Pemerintah Daerah Kabupaten Landak | Rp 470,784,000 |
| 14 September 2025 | Rehabilitasi Ruang Kelas Baru Beserta Perabotnya Sd Swasta Keranji Paidang | Kab. Landak | Rp 200,000,000 |
| 26 August 2025 | Rehab Ruang Perpustakaan Beserta Perabotnya Sd Negeri 36 Serimbang | Kab. Landak | Rp 172,531,000 |