PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LANDAK DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROGRA M :
Pengelolaan Pendidikan
KEGIATAN :
Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
PEKERJAAN:
Pembangunan Rumah Dinas SD NEGERI 36 UPT
BAKUN G
LOKASI :
Kecamatan Mempawah Hulu
TAHUN ANG GARAN :
2025
METODE PELAKSANAAN
I. PEKERJAAN FISIK
I.1. PEKERJAAN MOBILISASI / PERSIAPAN
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
1.1 Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp,pembuatan kantor
Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan
pelaksaan pekerjaan.
1.2 Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu
Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai disetiap kegiatan lapangan.Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada
saat pelaksanaan.
1.3 Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan
kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
1.4 Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun
ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang
akan digunakan untuk proses pembuatan.
1.5 Jadwal Konstruksi & Shop Drawing ( Gambar Kerja )
2 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat
dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
1.6 Papan Nama Proyek
1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi
mengenai proyek.
2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
pekerjaan
3. Bahan yang dipakai : kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku,
split, cat minyak, semen, dan lain-lain.
4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
2. Relokasi Utilitas dan Pelayanan antara lain:
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya
melalui beberapa tahapan :
a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang
sudah ditetapkan
b. Pelaporan terhadap Depertemen terkait
c. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen
terkait
I.2. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
a. Galian Biasa
Pekerjaan Galian biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak
Diklasifikasikan sebagai galian batu, galian structur, galian sumber bahan
(borrow excavation), Galian perkerasan beraspal, galian perkerasan berbutir,
dan galian perkerasan beton.
Pelaksanaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman
galian. Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur theodolit
dengan mempedomani hasil rekayasa yang telah ditentukan oleh
konsultan dan pihak proyek.
Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari pengukuran disetujui
oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
2. Penggalian secara Manual
3 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam
hal ini penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali secara manual
dikumpulkan ke tepi galian dan selanjutnya diletakkan pada tepi jalan.
b. Urugan Pasir Alas
Pekerjaan urugan pasir alas harus mencakup keseluruhan penanganan
jalan,
Pelaksanaan urugan pasir alas ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan penanganan
urugan pasir alas. Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari
pengukuran disetujui oleh pihak Konsultan dan direksi Pekerjaan.
2. Pengurugan secara Manual
Pengurugan dilakukan secara manual degan ditaburkan diatas permukaan
tanah yang sudah digali. Pengurukan pasir alas dilakukan sebelum
pengerjaan pengecoran dan disetujui oleh konsultan pengawas.
➢ Panjang pengurugan mengikuti panjang penanganan pagar rencana.
➢ Lebar pengurugan mengikuti lebar galian trencana.
➢ Tebal pengurukan 5 cm dari permukaan tanah yang sudah digali.
I.3. STRUKTUR
• BETON
Pekerjaan yang diatur dalam seksi ini harus mencakup pelaksanaan seluruh
struktur beton, sesuai dengan spesifikasi dan gambar rencana atau
sebagaimana yang disetujui aleh Direksi Pekerjaan.
➢ Pasir :
Pasir beton harus tajam, keras, bersih dari kotoran-kotoran dan
bahan kimia, bahan organik dan susunan diameter butirnya
memenuhi persyaratan-persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002)
jumlah butiran lumpur lembut harus kurang dari 5%
keseluruhannya.
➢ Batu Kerikil :
Ukuran maksimum dari batu pecah/split adalah 2 cm dengan bentuk
lebih kurang seperti kubus dan mempunyai “bidang pecah”
minimum 3 muka dan split harus bersih, keras dan bebas dari
4 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
kotoran-kotoran lain yang dapat mengurangi mutu beton dan
memenuhi persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002).
➢ Air :
Untuk adukan, air yang dipergunakan harus bebas dari asam,
garam, bahan alkali dan bahan organik yang dapat mengurangi
mutu beton.
• Asumsi :
▪ Menggunakan alat { Concrete Mixer)
▪ Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima seluruhnya dilokasi
pekerjaan
▪ Prasedur Pelaksanaan :
▪ Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton
dengan menggunakan Concrete Mixer
▪ Beton dicor kedalam perancah yang telah disiapkan
▪ Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
▪ Pada pekerjaan sambungan beton harus dikerjakan dengan kemiringan
45° pada bagian akhir pengecoran.
• BEKISTING
• Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang
ditentukan dalam gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan
baik, teliti dan kokoh.
• Bekesting dibuat dari papan yang berkwalitas baik dan tidak pecah-
pecah.
• Konstruksi dari bekesting seperti sokongan-sokongan perancah dan
lain-lain yang memerlukan perhitungan
• Cetakan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk,
ukuran dan tepi-tepi yang sesuai dengan gambar-gambar rencana dan
syarat-syarat pelaksanaan.
• Dolken atau Kaso disarankan tidak digunakan sebagai tiang cetakan,
disamping kekuatan dan kekakuan dari cetakan juga stabilitas perlu
diperhitungkan dengan baik, terutama terhadap berat beton sendiri serta
bahan-bahan lainnya yang timbul selama pengecoran.
• Sebelum pengecoran dimulai, bagian dalam dari bekesting harus bersih
dan kering dari air limbah, minyak dan kotoran lainnya.
5 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Bekesting yang digunakan boleh di lepaskan setelah semua pengecoran
selesai. (Bekesting digunakan hanya untuk sekali pakai)
1.4 PEKERJAAN PEMBESIAN
• Mudah dilaksanakan agar mendapat hasil rapih dan sesuai dengan
perhitungan serta gambar.
• Diameter tulangan yang diguunakan 12 mm, 8 mm.
• Bentuk atau segmen penulangan sederhana, praktis, dan dapat dipakai
pada beberapa segmen atau metode pemasangan di lapngan.
• Pembengkokan dan penempatan tulangan (lihat gabar kerja penulagan)
direncanakan sedemikian rupa agar dapat di lasanakan dengan mudah
serta tidak membahayakan pekerja dan masyarakat sekitar.
1.5 PEKERJAAN ATAP BAJA RINGAN
Pada intinya proses instalasi sistem struktur cold formed steel adalah sebagai berikut:
1. Menggambarkan sistem struktur (truss, wall framing, dan floor framing) dengan
skala 1:1 (sesuai dengan ukuran yang sebenarnya). Untuk pengerjaannya di
lapangan, harus disediakan sarana yang memungkinkan penggambaran dengan
akurat dan presisi.
2. Meletakkan batang-batang profil/ member sesuai dengan desain dan mengukur
serta memberi tanda pada ujung-ujung batang yang akan dipotong/ digunting
sesuai dengan bentuk yang telah ditetapkan dalam desain.
3. Setelah proses tersebut di atas selesai, aksesoris yang diperlukan , sebagai
contoh pelat diagframa pada sistem truss, ditentukan sesuai dengan desain dan
pemasangannya langsung dikerjakan.
4. Perakitan member struktur.
Ereksi
Proses ereksi sebagai tahap akhir memerlukan penanganan yang baik untuk
menjaga kualitas produk yang akan dipasang, juga dari segi keselamatan
pekerjanya. Elemen struktur harus diereksi dengan bidang vertikal dan sejajar
satu sama lain, terpasang akurat pada tempatnya sesuai jarak pada saat desain.
Untuk elemen struktur yang dipasang di atas harus disediakan alat pengangkat
yang sesuai dengan ukuran dan tipe struktur yang digunakan. Pemasangan alat
pengangkat sebaiknya pada titik pengangkatan yang direkomendasi oleh
fabricator. Setelah struktur terpasang pada tempatnya sediakan bracing
6 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
sementara untuk mencegah robohnya struktur, bracing sementara harus tetap
terpasang hingga keseluruhan struktur terakit dan terpasang dengan kokoh secara
permanen. Selanjutnya angkurlah truss pada titik perletakkannya dengan baik
sesuai dengan desain dan toleransi yang maksimum.
Alat Bantu Instalasi dan Ereksi
1. Gunting untuk memotong profil sesuai ukuran desain
2. Bor untuk memasang self drilling screw
3. Palu untuk memasukan dynabolt ke dalam ring balok
4. Kunci 10 untuk memasang dynabolt
5. Benang
Pemasangan atap genteng metal
Berbahan baku Zincalume sama dengan bahan baku baja ringan, memiliki
kelebihan diantaranya bobot yang sangat ringan sehingga tidak membebani kontruksi
atap rumah anda, tahan karat, tahan lama, lebih ekonomis, pemasangan yang relative
cepat dan lebih rapih dan sesuai dengan estetika atap rumah anda.
Genteng metal yang beredar di pasaran saat ini sangat banyak, baik motif dan ukuran
jarak reng yang digunakan oleh pabrikator genteng metal. Jika anda ingin
menggunakan genteng metal dan mengaplikasikan dengan rangka kayu , juga tidak
masalah . Anda hanya menyesuaikan jarak reng dengan genteng metal yang anda
gunakan.
Pemasangan genteng metal dengan cara di bor dan kemudian dipasangkan mur dengan
jarak di sesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga genteng metal tersebut lebih rapat
dan menempel dengan permukaan atap dengan kuat. Setelah pengeboran selesai
dilakukan, berilah sealent pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur tersebut
sehingga mencegah kebocoran pada saat hujan. Pemotongan genteng metal lebih
terlihat rapih jika dilakukan pada bagian atas atau titik pertemuan dengan NOK.
Pemasangan lisplank
• Papan lisplank dipaku atau dipasang baut pada rangka listplank
• Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus.
• Setelah selesai pemasangan tahap berkutnya yaitu dilakukan pendempulan dan
pengecatan.
7 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
1.6 PEKERJAAN PLAFOND
Pemasangan rangka Plafond
• Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafon sesuai dengan
shopdrawing. (untuk menentukan ketinggian plafond).
• Pasang benang nylon dua sisi dan sejajarsebagai pedoman kelurusan &
ketinggian rangka, sesuai elevasi yang telah dibuat.
• Pasang instalasi terlebih dahulu sebelum memasang rangka plafond.
• Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong) sesuai
marking yang telah dibuat.
• Periksa kelurusan dan kerataan rangkamenggunakan waterpass & siku besi.
Pemasangan plafon Triplek
• Potong Triplek dengan gergaji sesuai shop drawing.
• Haluskan bekas potongan Triplek dengan amplas.
• Pasang panel plafond Triplek tersebut dengan mengatur kelurusan & kerapatan
nad plafond dan kerataan plafond
• Pemasangan plafond dimulai dari tepi(mengikuti gambar kerja) dan diperkuat
dengan paku triplek yang diketok dengan palu besi.
• Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
• Rapikan & haluskan permukaan plafond yang telah terpasang dengan amplas
sampai rata / licin.
• Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap.
Pekerjaan plafond meliputi rangka plafond dan plafond itu sendiri. Kayu yang
digunakan ukuran 5/7 untuk rangka plafond sementara untuk plafond di gunakan
Triplek t = 6 mm.
1.7 PEKERJAAN DINDING
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pemasangan batako yaitu
dengan menarik benang lurus yang ditarik dari titik nol pondasi. Untuk memasang
benang harus menggunakan meteran,tidak bisa hanya diduga-duga saja. Bila perlu
menggunakan slang ukur agar antara titik awal dan akhir bisa sama rata,sebagai
tiang bantu untuk menarik benang kita bisa menggunakan kayu kasso 5/7 yang
8 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
tegak lurus sehingga kita dengan mudah dapat menarik benang tersebut dengan
lurus,sehingga pemasangan batako itupun ikut lurus. Tidak jarang dalam
pemasangan batako batakonya banyak yang berbeda ukuran meskipun itu dibeli
dari suplayer yang sama.
Adapun alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemasangan batako yaitu :
• Palu
• Paku
• Centong semen
• Benang
• Slang air
• Water machine
• Cangkul
• Ember
• Troli sorong
Selain alat-alat kerja tentunya bahan material juga harus ada seperti :
• Semen
• Pasir
• Air
Pekerjaan Cat Tembok
Pekerjaan pengecatan dilakukan apabila permukaan acian pada dinding tidak
basah lagi akibat penguapan air dari pasngan dinding.
Tahapan pelaksanaan pengecatan dilaksanakan sebagai berikut :
• Permukaan dinding dibersihkan dari debu dan kotoran menggunakan kain kasa.
• Permukaan dinding dihaluskan dengan menggunakan amplas.
• Permukaan dinding ditutup dengan menggunakan plamir.
• Permukaan plamir dihaluskan dengan amplas sehingga pori-pori tembok terisi
dengan baik.
• Untuk pengecatan bahan besi, terlebih dahulu permukaannya dibersihkan
dengan amplas.
• Cat dasar diberi pada permukaan tembok dan besi dengan satu lapis, dan
permukaanya dihaluskan dengan amplas.
9 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Cat tembok atau cat besi diberi pada permukaan tembok atau besi sehingga
permukaannya terlihat rata dan halus.
Material yang digunakan :
• Cat tembok : Setara Mowilex
Alat yang digunakan
• Kuas dan Rool Paint
Pekerjaan Cat Plafond
Cara mengecat plafond sama dengan pengecatan pada tembok. Jenis cat yang
digunakan adalah cat tembok. Hanya bedanya adalah plafond terletak di bagian
atas dalam posisi mendatar, sehingga diperlukan cara khusus dalam pengecatan
plafond.
Pelaksanaan pekerjaan pengecatan plafond
• Pastikan permukaan plafond sudah dalam keadaan rata.
• Proteksi area kerja dengan plastik terutama pada bagian lantai dan pintu
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
• Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan amplas.
• Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer ( untuk pengikat cat).
• Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Pekerjaan Cat Kilat
Cat kayu berfunsi untuk mempertahankan kayu dari cuaca dan panas matahari
sehingga memperpanjang umur kayu itu sendiri.
Langkah kerja.
• Bersihkan bidang yang akan dicat dari kotoran yang menempel, gunakan kapek
kayu, dan haluskan dengan amplas ukuran sedang.
• Bersihkan permukaan kayu dari debu bekas amplas menggunakan kain ball
politur (kain limbah kaos)
• Lakukan pengecatan dengan cat dasar kayu yang diencerkan dengan thinner.
Cat dasar gunanya untuk melapisi permukaan kayu agar plamur kayu
menempel dengan baik dan menyatu, sehingga dalam waktu yang lama cat
finishing tidak retak dan mengelupas. Kayu yang akan dicat harus benar-benar
10 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
kering (kayu oven). Kayu yang kurang kering hasil pengecatannya kurang
baik, dan pada jangka waktu tertentu akan retak-retak dan keriput.
• Menutup cat dasar dengan plamur kayu. Kerjakan pekerjaan plamur kayu
dengan teliti dan rapi agar permukaannya benar-benar rata dan menutup pori-
pori kayu. Mengerjakan pekerjaan ini setelah cat dasar minimum 2 hari.
• Permukaan kayu yang sudah diplamur, kemudian diamplas dengan amplas
ukuran sedang. Pekerjaan ini dilakukan setelah lapisan plamur kayu benar-
benar kering (2 hari). Apabila masih ada yang terlewat (pori-pori kayu masih
terlihat), lakukan plamur ulang.
• Setelah lapisan plamur sudah diamplas, benar-benar halus dan rata, tidak ada
yang terlewat, lakukan pengecatan masih menggunakan cat dasar yang
diencerkan dengan thinner (lebih encer dari campuran no. 1).
Pengecatan dengan cat finishing (3X), atau 3 lapis. Lakukan setelah cat dasar
benar-benar kering. Setiap lapisan dicat dengan cat yang dicampur thinner sehingga
cat tidak mengental. Setelah beberapa saat cat di dalam kaleng akan mengental,
lakukan pengenceran ulang dengan thinner secukupnya, jangan terlalu encer dan
jangan terlalu kental.
Pekerjaan Keramik Lantai
• Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air selama 1 jam.
• Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan /tatakan
keramik, setelah proses perendaman.
• Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk
seluruh kesatuan
• Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop
drawing.Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada
adalah dindingkeramik, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan
yang ada pada dinding.
• Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan,sepanjang garis dasar yang telah
terpasang
• Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan
waterpass.
• Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi.
11 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
• Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las – lasan.
• Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu
karet untuk mendatarkan / meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak /
cacat.
• Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass
• Bersihkan permukaan pasangan keramik yangtelah terpasang dengan kain / lap
basah sampai bersih.
• Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka buatlah
delatasi
• Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air (ember) dan aduklah
hingga rata
• Setelah adukan rata,isi selasela nad denganbahan cor nad dengan menggunakan
sendok spesi ( sekop ).
• Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah
kering.
• Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
• Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar -benar kering.
Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah
dipasang nad dari sisa – sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain /
lap basah sampai bersih.direnanakan.
1.8 PEKERJAAN LAIN – LAIN
• Administrasi / Dokumentasi + Vidio
Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan
akan dikerjakan :
➢ Laporan berkala secara menyeluruh
➢ Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditandatangani oleh Direksi
Pekerjaan / Pemilik.
➢ Dokumen Foto & Vidio, meliputi :
▪ Pekerjaan sebelum dilaksanakan
▪ Pekerjaan sedang dilaksanakan
▪ Pekerjaan setelah dilaksanakan
12 | M e t o d e P e l a k s a n a a n
Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto
bangunan diambil dari empat arah.
1.9 DEMOBILISASI
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir / finishing pelaksanaan
pekerjaan segera dilakukan Demobilisasi kembali kepada Pemberi Dukungan
Alat.
1.10 PEMBERSIHAN AKHIR
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan
melakukan pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain
akan di bongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi.
Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat efek dari
pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan
pengawas/Direksi, PPTK dan KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam
jangka waktu masa pemeliharaan segala sesuatu yang terjadi dari hasil
pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan
perawatan.
13 | M e t o d e P e l a k s a n a a n