| 0425702024119000 | Rp 1,980,600,629 | |
| 0724180179121000 | - | |
| 0021068242127000 | - | |
| 0612942961125000 | - | |
| 0633492574128000 | - | |
| 0015380603119000 | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - |
| 0317559029119000 | - | |
| 0830042792119000 | - | |
| 0844622894122000 | - | |
| 0535732952111000 | - | |
CV Publik Cahaya Brigitha | 03*7**4****21**0 | - |
| 0312782808119000 | - | |
| 0763876570121000 | - | |
CV Al Maarif Mandiri | 00*1**5****19**0 | - |
| 0314728494125000 | - | |
| 0030606875112000 | - | |
| 0614642783118000 | - | |
| 0801845207121000 | - | |
PT Pontia Jaya Indotama | 02*7**1****24**0 | - |
| 0837689819121000 | - |
METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN PENDOPO SPN POLDA SUMATERA UTARA
KECAMATAN HINAI
A. DIVISI 1. UMUM
1. MOBILISASI
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi semua acara mobilisasi peralatan dan personil yang di
perlukan dan semua falitas pendukung selama dalam masa pelaksanaan pekerjaan
serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap semua terhadap semua
peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
b. Persiapan Pekerjaan
Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan dimulai.
Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Tahapan Pekerjaan
d. Metode Pelaksanaan
Peralatan merupakan hal yang sangat vital dalam pelaksanaan suatu pekerjaan
konstruksi maka ketepatan waktu mobilisasi sangat penting untuk dijadwalkan
dengan baik
Mobilisasi alat dilakukan sehabis menerima ijin dari Direksi atau maksimal 7
hari sehabis menerima surat perintah mulai kerja (SPMK).
Peralatan yang dipakai akan diubahsuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan.
Peralatan tersebut di atas di simpan di lokasi pekerjaan dan di jaga sehingga
sanggup dipergunakan pada waktunya tanpa ada hambatan yang sanggup
mengganggu pekerjaan, misalkan terjadi kerusakan pada alat yang akan
digunakan.
Demobilisasi alat akan dilakukan sehabis semua pekerjaan selesai.
2. MANAJEMEN DAN KESELAMATAN PEKERJAAN
Penyedia Jasa akan menyediakan perlengkapan Keselamatan sementara dan tenaga
manajemen keselamatan untuk mengendalikan dan melindungi pekerja dan pengguna
area pembangunan yang melalui daerah konstruksi, termasuk lokasi sumber bahan
dan rute pengangkutan, sesuai dengan spesifikasi.
a. Tahapan pelaksanaan :
Menyerahkan Program K3
Menyediakan, memasang rambu-rambu peringatan disekitar lokasi proyek dan
memfasilitasi pelaksana K3 dengan atribut dan hal hal lain yang dibutuhkan
dalam menjalankan program K3 dilokasi proyek.
Menerapkan metode yang telah ditentukan dalam penerapan K3 dilokasi
proyek.
Penyedia jasa menyiapkan perlengkapan keselamatan kerja selama periode
konstruksi sesuai dengan ketentuan di dalam kontrak.
Penyedia jasa akan meminta Direksi Pekerjaan untuk mengkaji semua
peraturan K3 sebagaimana mestinya sesuai dengan kondisi kerja yang khusus.
Tenaga/Personil
Koordinator/pengatur penerapan K3
b. Peralatan Rambu-Rambu:
Rambu larangan
Rambu peringatan
Rambu kewajiban
Pita barikade
c. Aspek K3 :
Sarung tangan
Helm
Baju Rompi
Sepatu Safety
d. Tindakan Keselamatan
Kontrol keamanan selama pelaksanaan pekerjaan
Keselamatan personil, menggunakan helm, sepatu,rompi,sarung tangan dan
lainnya
Pada pekerjaan ini tidak memiliki masalah lingkungan dan sosial yang rumit, jika
ada masalah, diskusi bisa dilakukan dengan masyarakat.
3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3l) dalam pelaksanaan pekerjaan.
b. Pedoman Standar
Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 1135/MEN/1987 tentang
Bendera Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.245/MEN/1990 tentang
Hari Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Nasional
Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.05/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
c. Kesehatan Keselamatan Kerja
Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan dan
keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi dengan
perlengkapan keselamatan kerja seperti safety line, rambu - rambu,
papan promosi keselamatan, dan lain - lain.
Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam
pelaksanaan pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan
memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang
berlaku (Jamsostek).
Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan,
untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dari
pekerja lapangan.
Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan
di lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APO) berupa safety
belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja dan pekerjaan yang beresiko tertimpa
benda keras.
Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi
semua petugas dan pekerja. Membuat tempat penginapan di lapangan
pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan, kecuali atas ijin PPK.
Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada
Konsultan danmengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban
korban kecelakaan itu.
d. Prosedur Operasional Standar (SOP) Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)
Membuat SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
SOP diajukan kepada Konsultan untuk dievaluasi.
Menyampaikan laporan pelaksanaan SOP kepada Direktur Keselamatan,
Ditjen Perkeretaapian, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian, PPK,
dan Konsultan.
e. Metrik Program K3L
Safety Health and Environmental Induction Kegiatan ini dilaksanakan setiap
ada tamu ataupun pekerja baru yang memasuki wilayah kerja proyek
Safety Health and Environmental Talk Program ini bertujuan untuk sosialisasi
dan pembahasan mengenai seluruh permasalahan penerapan K-3L dan
Lingkungan selama masa pelaksanaan proyek. Pelaksanaan Safety talk setiap
1 minggu sekali
Safety Health and Environmental Patrol / Inspection Kegiatan ini
dilaksanakan secara rutin, bertujuan untuk memonitor pelaksanaan K-3L di
seluruh lingkungan proyek dan menjaga konsistensi pelaksanaan K-3L.
Safety Health and Environmental Meeting Program SHE meeting
dilaksanakan seminggu sekali dimana dalam kegiatan ini membahas
permasalahan dan kejadian yang terjadi dan rencana tindak lanjut untuk
memperbaikinya serta membahas permasalahan yang mungkin terjadi serta
langkah-langkah pencegahannya.
SSaaffeettyy HHeeaalltthh aanndd EEnnvviirroonnmmeennttaall AAuuddiitt PPrrooggrraamm iinnii ddiillaakkssaannaakkaann insidental
bbeerrttuujjuuaann uunnttuukk melakukan aauuddiitt tteerrhhaaddaapp kkeeddiissiipplliinnaann ddaallaamm ppeellaakkssaannaaaann
standar K--33LL ddii lliinnggkkuunnggaann pprrooyyeekk tteerrhhaaddaapp ppeerraattuurraann yyaanngg ddiibbeerrllaakkuukkaann
ddaallaamm lliinnggkkuunnggaann ppeerruussaahhaaaann..
SSaaffeettyy HHeeaalltthh aanndd EEnnvviirroonnmmeennttaall TTrraaiinnnniinngg PPeellaattiihhaann tteerrhhaaddaapp sseelluurruuhh
kkkooommmpppooonnneeennn ppprrroooyyyeeekkk yyyaaaiiitttuuu kkkaaarrryyyaaawwwaaannn,,, sssuuubbbkkkooonnn,,, mmmaaannndddooorrr dddaaannn ssseeellluuurrruuuhhh pppeeekkkeeerrrjjjaaa
mmeennggeennaaii KK-33LL,, PP33KK ddaann rreessppoonn tteerrhhaaddaapp kkeeaaddaaaann ddaarruurraatt
HHoouusseekkeeeeppiinngg KKeeggiiaattaann ini dilaksanakan setiap hhaarrii bertujuan untuk
menjaga kkeebbeerrssiihhaann,, kkeerraappiihhaann,, kkeennyyaammaannaann ddii lliinnggkkuunnggaann kkeerrjjaa..\
B. DIVISI 2. PONDASI
1. GALIAN PPPOOONNNDDDAAASSSIII TTTEEELLLAAAPPPAAAKKK DDDAAANNN PPPOOONNNDDDAAASSSIII MMMEEENNNEEERRRUUUSSS
PPPeeekkkeeerrrjjjaaaaaannn iiinnniii aaadddaaalllaaahhh ttteeerrrmmmaaasssuuukkk dddaaalllaaammm dddiiivvviiisssiii 222 iiittteeemmm ssspppeeesssiiifffiiikkkaaasssiii ttteeekkknnniiisss uuunnntuk pekerjaan
pondasi. tteerrmmaassuukk ppeekkeerrjjaaaann uuttaammaa,, nnaammuunn sseebbaaggaaii bbaaggiiaann ddaarrii bbaanngguunnaann ssttrruukkttuurr
uuttaammaa ppeekkeerrjjaaaann iinnii ssaannggaatt hhaarruuss ddiikkeerrjjaakkaann ddeennggaann tteelliittii ..TTaahhaapp-tahap pelaksanaan
ppeekkeerrjjaaaann iinnii sseebbaaggaaii bbeerriikkuutt:
a. Pekerjaan Persiapan
Detail hasil pengukuran dilokasi, harus diberikan kepada konsultan dan
direksi untuk diperiksa dan disetujui sebelum pekerjaan dilakukan.
Pengajuan kesiapan kerja dan jadwal pelaksanaan diperlukan untuk
memastikan setiap pelaksanaan pekerjaan mendapatkan pengawasan dan
dilakukan sesuai rencana yang disetujui.
Melaksanakan pembersihan sebelum dimulainya proyek, selama pekerjaan
berlangsung dan sebelum selesainya proyek.
Menyiapkan dan medatangkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi pekerjaan.
Peralatan tersebut disiapkan sesuai dengan analisa harga satuan pekerjaan.
Pengukuran dan peberian stack out pada area yang akan dikerjakan.
b. Tahap Pelaksanaan
Pengerukan kedalaman galian sesuai gambar rencana kerja. Tinggi rendah
pada kedalaaman galian diukur dengan acuan elevasi tanah pada pembuangan
akhir.
Bangunan, sumber air bersih, drainase yang berdekatan dengan lokasi galian
tidak boleh diganggu tanpa persetujuan direksi pekerjaan. Namun bila
pekerjaan tidak dapat dihindari, kanal,sungai atau sumber air yang tercemar
harus dikembalikan pada kondisi semula.
Bilamana terdapat utilitas atau bangunan lain disekitar lokasi pekerjaan, maka
pelaksana harus mengupayakan untuk dilakukan relokasi atau penanganan
secara khusus agar tidak berdampak pada gangguan publik.
Seluruh bahan hasil galian dibuang sesuai petunjuk direksi pekerjaan, agar
dapat mencegah dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
c. Pekerjaan Akhir
Pengukuran untuk pekerjaan ini dilakukan untuk pembayaran dalam satuan meter
kubik. Dan perbaikan pekerjaan harus dilakukan bilamana terdapat kesalahan atau
ketidak sesuaian pekerjaan dengan rencana dalam gambar kerja.
Pembersihan akhir dan perapian area galian dan Pengembalian perlatan.
C. DIVISI 3. PEKERJAAN BETON/STRUKTUR
a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini mencakup pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, kolom
praktis, pekerjaan balok dan ring balok.
b. Persiapan Pekerjaan
Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan dan Direksi sebelum pekerjaan
dimulai.
Mengajukan persetujuan penggunaan bahan material.
Memberitahu konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan (Request For Work).
c. Uraian Pekerjaan
Sebelum melakukan pekerjaan, lokasi harus di bersihkan dan ukur sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan dan dalam waktu yang cukup sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan.
Menghamparkan pasir urug untuk pekerjaan sloof dilakukan dengan tebal
yang telah ditentukan konsultan perencana.
Pemasangan bekisting untuk pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, kolom praktis,
pekerjaan balok dan ring balok dilakukan sesuai dengan acuan gambar
rencana dan akan dilakukan pengecekan oleh konsultan pengawas/direksi.
Perakitan pembesian dilakukan pararel sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
Ada beberapa yang dilakukan perakitan pada area workshop, ada pula yang
dilakukan di lokasi sesuai dengan kebutuhan.
Pengecoran dilakukan setelah seluruh kegiatan pembesian telah dilaksanakan,
pengecoran dilaksanakan setelah mendapat izin/pengecekan oleh pihak
konsultan/direksi.
Beton mutu yang digunakan ialah dengan mutu K-225 dengan ketentuan yang
telah dicantumkan didalam perencanaan.
Pembongkaran bekisting hasil pengecoran dapat di izinkan minimal 21 hari
setelah pekerjaan selesai atau dapat dilakukan konversi sesuai dengan kaidah-
kaidah yang berlaku.
D. DIVISI 4. PEKERJAAN DINDING
1. PEMASANGAN BATA
Kemudian pada bagian beton yang akan dilakukan pemasangan bata harus dilakukan
pembersihan pada permukaan nya terlebih dahulu. Tahap-tahap pelaksanaan ini
sebagai berikut:
a. Persiapan
Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada
Direksi Pekerjaan.
Cek kondisi lokasi yang akan dilakukan pemasangan bata.
Cek dan amati ulang kesiapan alat dan pekerja, pastikan tidak ada perubahan
dari kesiapan yang telah dilakukan.
Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada
perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi
khusus.
Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
b. Persiapan Pekerjaan pasangan bata.
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan bata.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis lurus untuk pekerjaan.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Pemasangan bata dengan campuran semen 1:4 dilakukan secara site mix.
Tingkat kerapian pemasangan bata sangat berpengaruh terhadap hasil
finishing di akhir.
Seteleh pemasangan bata selesai tidak dapat langsung dilakukan pekerjaan
plasteran/acian.
Pekerjaan plasteran dapat dilakukan minimal 5 hari setelah pekerjaan
pemasangan bata telah dilakukan.
Pekerjaan plasteran harus dilakukan finishing menggunakan penggaris lurus
agar didapat hasil yang rata dan maksimal.
Pembayaran terdapat pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
E. DIVISI 5. PEKERJAAN ATAP
Pada tahap pekerjaan ini harus sangat diperhatikan pekerjaan pemasangan pengikat
untuk baja ringan yang akan digunakan sebagai penopang atap yang akan dipasang.
Tahap-tahap pelaksanaan ini sebagai berikut:
a. Penyiapan lokasi
Sebelum Pekerjaan atap dimulai sebaiknya kontraktor melakukan pemeriksaan
struktur atas guna kesiapan untuk penopangan baja ringan yang akan digunakan
untuk penopang atap yang akan dikerjakan. Pengerjaan baja ringan dapat
dilakukan di workshop dengan acuan gambar kerja dan bahan-bahan yang telah
ditentukan.
Persiapan Pemasangan Atap
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan rangka
atap dan atap.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis lurus untuk pekerjaan.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Pekerjaan baja ringan dapat dilakukan di area kontruksi atau di workshop.
Menaikan baja ringan dapat dilakukan ketika pengunci-pengunci rangka baja
ringan telah dilakukan di lokasi perletakan baja ringan.
Melakukan reposisi setiap rangka baja ringan yang akan dipasang sesuai
dengan titik-titik yang telah di tentukan. Dan jarak yang telah ditentukan oleh
perencana.
Pemasangan reng dilakukan pararel dengan pemasangan rangka atap baja
ringan.
Atap dapat dibenarkan dipasang jika seluruh pekerjaan rangka atap telah
selesai dilaksanakan di lokasi.
Pemasangan atap dilakukan sesuai dengan petunjuk pada gambar kerja.
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
F. DIVISI 6 . PERKERJAAN PINTU DAN VENTILASI
1. PEKERJAAN PINTU DAN VENTILASI
Pekerjaan ini hanya dilakukan pada area kamar mandi pada kanan dan kiri bangunan.
Pekerjaan ini hanya sebagai pekerjaan pendukung dan bukan pekerjaan
utama. Adapun Tahap-tahap pelaksanaan ini sebagai berikut:
Persiapan Pemasangan Pintu dan Ventilasi
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan kusen
pintu dan ventilasi.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis lurus untuk pekerjaan
pintu dan ventilasi.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Proses pembuatan pintu dan ventilasi mengunakan bahan UPVC dengan spek
yang telah ditentukan perencana.
Pengerjaan dapat dilaksanakan di workshop dan pemasangan dilokasi sesudah
pintu dan ventilasi telah selesai seluruhnya.
Pemasangan harus sudah mendapatkan izin dari pengawas/direksi
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan Unit.
G. DIVISI 7 . PERKERJAAN KERAMIK
2. PEKERJAAN KERAMIK
Pekerjaan ini dilakukan diseluruh lantai rencana pekerjaan dan juga diarea lantai
bendera eksisting. Pekerjaan ini merupakan salah satu pekerjaan utama. Adapun
Tahap-tahap pelaksanaan ini sebagai berikut:
Persiapan Pemasangan keramik lantai
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan keramik
lantai.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis untuk pekerjaan
pemasangan keramik.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Proses pekerjaan didahulukan dengan pekerjaan penimbunan peninggian
lantai.
Pengurugan pasir dibawah lantai dilakukan dengan parallel dan pemerataan
yang sesuai dengan gambar rencana.
Pekerjaan rabat beton dengan mutu K-100 dilakukan setelah pekerjaan
pengurugan pasir telah selesai dilaksanakan.
Pemasangan lantai dilakukan setelah pekerjaan rabat beton lantai kerja telah
selesai dikerjakan dan dalam kondisi sudah kering.
Pengambilan titik awal pemasangan keramik lantai dapat melakukan
pengajuan izin kepada pihak konsultan pengawas/direksi terkait.
Pemasangan keramik lantai menggunakan spek keramik sesuai dengan request
yang telah disetujui oleh oihak owner.
Pemasangan dapat dilakukan secara parallel dengan melihat kondisi
dilapangan.
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
H. DIVISI 8 . PERKERJAAN PLAFOND
3. PEKERJAAN PLAFOND
Pekerjaan ini dilakukan diseluruh area langit-langit rencana joglo. Pekerjaan ini
merupakan salah satu pekerjaan utama. Adapun Tahap-tahap pelaksanaan ini sebagai
berikut:
Persiapan Pemasangan plafond
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan plafond.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis untuk pekerjaan
pemasangan plafond.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Pekerjaan pemasangan rangka plafond harus dilakukan setelah pengambilan
garus lurus untuk area yang telah ditentukan telah dilaksanakan.
Penggunaan furing sebagai rangka plafond harus sesuai dengan spek yang
ditentukan pada perencanaan.
Pengikat furing terhadap langit-langit maksimal berjarak 1 meter.
Pemasangan plafond dapat dilakukan setelah pemasangan furing telah selesai
dilaksanakan.
Plafond yang digunakan menggunakan plafond PVC sesuai dengan
perencanaan.
Adapun dapat dibenarkan pemasangan secara parallel jika kontraktor dapat
melakukan pengukuran rata terhadap garis plafond secara parallel juga.
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
I. DIVISI 9 . PERKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
4. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
Pekerjaan ini dilakukan diseluruh area yang telah ditentukan di area rencana joglo.
Pekerjaan ini merupakan salah satu pekerjaan utama. Adapun Tahap-tahap
pelaksanaan ini sebagai berikut:
Persiapan Pemasangan Mekanikal Dan Elektrikal
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pemasangan
Mekanikal Dan Elektrikal.
Buat titik pekerjaan dan sudah memiliki acuan garis untuk pekerjaan
pemasangan Mekanikal Dan Elektrikal.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Pekerjaan pemasangan mekanikal dapat dilakukan sebelum pekerjaan
pemasangan keramik lantai dikerjakan, hal tersebut dikarenakan pekerjaan
mekanikal harus berada dibawah lantai.
Pekerjaan mekanikal harus sesuai dengan hasil perencanaan, adapun spek
yang telah ditentukan oleh perencana telah mendapat persetujuan dari direksi
terkait.
Penyambungan air bersih dapat dilakukan menggunakan sumber air bersih
eksiting yang dimili oleh SPN POLDA SUMUT KECAMATAN HINAI.
Pekerjaan elektrikal dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah
ditentukan oleh perencana.
Pekerjaan elektrikal kiranya dapat dilaksanakan sebelum pekerjaan plafond
dan plasteran dinding dilakukan. Hal tersebut karena pekerjaan elektrikal akan
dilaksanakan diatas plafond dan didalam plasteran untuk penempatan kabel
titik api dan titik saklar.
Penyambungan titik api harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah
ditentukan/berlaku.
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
J. DIVISI 10. PERKERJAAN PENGECATAN
5. PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan ini dilakukan diseluruh area yang telah ditentukan di area rencana joglo.
Pekerjaan ini merupakan salah satu pekerjaan utama. Adapun Tahap-tahap
pelaksanaan ini sebagai berikut:
Persiapan Pekerjaan Pengecatan.
Cek kondisi permukaan yang akan dilakukan pengerjaan pengecatan.
Bersihkan seluruh permukaan area plasteran/acian yang telah ditentukan untuk
dilakukan pengecatan.
Serahkan Gambar Detil seluruh pekerjaan sementara yang diusulkan atau
yang diperintahkan untuk digunakan, seperti pengunaan waterpass dan
peralatan pendukung lainnya.
Pekerjaan pengecatan dapat dilakukan setelah pekerjaan-pekerjaan yang
lainnya telah selesai dilakukan. Hal tersebut agar kiranya dapat dihasilkan
hasil pengecatan yang maksimal.
Pendempulan pada area-area yang tidak rata harus dilakukan pelaksana sesuai
dengan kebutuhan dilapangan. Hal tersebut agar ketika finishing cat
dilakukan, hasil yang di dapatkan menjadi maksimal.
Setelah memastikan permukaan telah rata dan bersih, kontraktor harus
mengajukan request warna cat yang akan digunakan kepada direksi dan
owner.
Pengecatan siller dilakukan sebelum pengecatan dasar dilakukan.
Pengecatan dasar dapat dilaksanakan 1 hari setelah pengecatan siller
dilaksanakan.
Pekerjaan pengecatan secara parallel dapat dilakukan oleh pelaksana.
Pengecatan dapat dinyatakan selesai/baik jika sudah tidak dapat terlihat
banyangan ataupun bercak noda pada area pengecatan.
Pengawas lapangan/direksi dapat menghentikan/meminta perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak sesuai/rusak.
Kemajuan pekerjaan ini dihitung dengan meter persegi.
K. DIVISI 10. PERKERJAAN PENGECATAN
6. PEKERJAAN TUGU
Pekerjaan tugu dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran pada
tugu lama. Pekerjaan tugu baru harus lebih dahulu dikerjakan karena pekerjaan yang
lain dapat terhambat oleh pekerjaan tugu ini. Hal tersebut dikarenakan bangunan
joglo yang akan dibagun akan mengenai bagian dari tugu yang lama. Dan tugu baru
harus dilaksanakan sesegera mungkin dikarenakan akan dilakukan
relokasi/pemindahan logo/tulisan “I LOVE SPN” dan bunga yang berada pada pot di
tugu tersebut.
1. Pengadaan Bahan dan Alat
Ajukan persetujuan material sesuai gambar dan speksifikasi.
Cek dan amati ulang kesiapan alat.
Granit dinding yang akan digunakan harus sesuai dengan gambar rencana dan
diharapkan untuk melakukan pengajuan mockup terlebih dahulu.
Setelah jenis material yang akan digunakan disetujui secara tertulis, lakukan
pengadaan material dengan jumlah sesuai kebutuhan.
2. Permohonan Ijin Design Sesuai Gambar
Ajukan gambar shopdrawing sesuai design rencana.
Setelah gambar shopdrawing disetujui secara tertulis, segera lakukan
pekerjaan persiapan pembuatan tugu baru.
3. Pekerjaan Persiapan
Sebelum penandaan atau pembuatan tugu dilakukan, pastikan bahwa lokasi
baru yang akan dibuat tugu telah di tentukan.
Untuk pembersihan area lokasi baru dapat langsung dilakukan dengan
bersamaan dengan penggalian untuk pekerjaan sloof.
4. pekerjaan sloof, kolom praktis, dan balok tugu
Pastikan galian sudah sesuai dengan ukuran yang akan dikerjakan.
Pengurugan pasir dilakukan setelah kondisi dari penggalian sudah sesuai dan
rata.
Pekerjaan pengecoran lantai kerja dengan mutu K-100 dilakukan diatas pasir
urug dan dilakukan perataan sesuai dengan tebal yang ditentukan oleh
perencana dan akan dilakukan pengecekan oleh pengawas/direksi.
Pemasangan bekisting sloof, kolom praktis, dan balok harus sesuai dengan
gambar perencanaan.
Perletakan pembesian harus diberi tahu beton agar tidak langsung bersentuhan
dengan lantai kerja dan akan memberikan ruang untuk agregat beton cor
masuk dan merata hingga kebagian dalam.
Pengecoran sloof, kolom praktis, dan balok dengan mutu K-225 dilakukan
secara perlahan dan dilakukan perataan/penggetaran dengan mengunakan alat
vibro, agar beton yang digunakan merata dan tidak timbul gelembung-
gelembung di dalam sloof, kolom praktis, dan balok.
1. Pekerjaan pemasangan Bata Dinding
Pastikan pengunaan material sudah sesuai dengan spek yang ada didalam
perencanaan.
Pemasangan bata dengan metode ½ bata 1:4
Pemasangan bata harus dengan adukan semen yang sesuai dengan kaidah-
kaidah yang telah ditentukan.
Pemasangan bata harus dengan perlahan dan dengan hasil yang rata.
Hasil dari pemasangan ini akan dilakukan pengecekan oleh pengawas/direksi.
2. Pekerjaan pemasangan keramik dinding
Pastikan area yang akan dilakukan pemasangan keramik dinding rata.
Bahan yang akan dipakai adalah granit dengan ukuran 60X60 cm dengan
jenis/motif sesuai dengan keinginan dari owner/ pemilik gedung.
Sebelum dilakukan pemasangan, pastikan kondisi granit tidak ada yang
cacat/pecah.
Jika hasil dari pekerjaan ini terdapat cacat/pecah, pengawas/direksi dapat
mengajukan pergantian oleh kontraktor.
Demikian metode pelaksanaan yang kami paparkan diatas, apabila ada kata atau kalimat yang
tidak berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih