URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KEGIATAN : PEMBERDAYAAN KELURAHAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUANG PERTEMUAN RW. 02
KELURAHAN TAMBRAN TAHAP II
LOKASI : KEL TAMBRAN KAB. MAGETAN
T.A : 2025
1.1. Lingkup Pekerjaan
1.1.1. Persyaratan Teknis Umum ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang secara umum berlaku
untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini bisa diterapkan untuk pelaksanaan kegiatan
PEMBANGUNAN GEDUNG PERTEMUAN RW 02 KELURAHAN TAMBRAN TAHAP II Kab.
Magetan.
Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan / dilihat dan tercantum pada Bill
Of Quantity (BQ).
1.1.2. Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen-dokumen dimaksud berikut, lingkup pekerjaan yang
ditugaskan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
a. Pengadaan tenaga kerja .
b. Pengadaan Bahan / Material.
c. Pengadaan peralatan & alat bantu, sesuai dengan kebutuhan lingkup pekerjaan yang
ditugaskan.
d. Koordinasi dengan Pemborong / pekerja lain yang berhubungan dengan pekerjaan pada bagian
pekerjan yang ditugaskan.
e. Penjagaan kebersihan, kerapian, dan keamanan kerja.
f. Pembuatan As Built drawing (Gambar terlaksana).
1.1.3. Persyaratan Teknis Umum menjadi satu kesatuan dangan persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan
dan secara bersama – sama merupakan persyaratan dari segi teknis bagi seluruh pekerjaan
sebagaimana diungkapkan dalam satu atau lebih dari dokumen-dokumen berikut ini :
a. Gambar-gambar pelelangan / pelaksanaan.
b. Persyaratan Teknis Umum / pelaksanaan pekerjaan / bahan.
c. Rincian Volume Pekerjaan / Rincian Penawaran.
d. Dokumen-dokumen pelelangan / pelaksanaan yang lain.
1.1.4. Dalam hal mana ada bagian dari Persyaratan Teknis Umum ini, yang tidak dapat diterapkan pada
bagian pekerjaan sebagaimana diungkapkan di atas, maka bagian dari persyaratan teknis umum
tersebut dengan sendirinya dianggap tidak berlaku.
1.2. Pelaksanaan
a. Dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak ditandatanganinya Surat Perintah Kerja (SPK) oleh kedua belah pihak,
pemborong harus menyerahkan kepada Direksi / Pengawas sebuah “Network Planning” mengenai
seluruh kegiatan yang perlu dilakukan untuk melaksanakan pekerjaan ini dalam diagram mana
dinyatakan pula urutan serta kaitan / hubungan antara seluruh kegiatan-kegiaan tersebut.
b. Kegiatan kegiatan Pemborong untuk / selama masa pengadaan / pembelian serta waktu pengiriman /
pengangkutan dari :
1. Bahan, elemen, komponen dari pekerjaan maupun pekerjaan persiapan / pembantu.
2. Peralatan dan perlengkapan untuk pekerjaan
c. Kegiatan kegiatan Pemborong untuk / selama waktu fabrikasi, pemasangan dan pembangunan.
d. Pembuatan gambar-gambar kerja.
e. Permintaaan persetujuan atau bahan serta gambar kerja maupun rencana kerja.
f. Harga borongan dari masing masing kegiatan tersebut.
g. Jadwal untuk seluruh kegiatan tersebut.
h. Direksi / Pengawas akan memeriksa rencana kerja Pemborong dan memberikan tanggapan dalam waktu
2 (dua) minggu.
i. Pemborong harus memasukkan kembali perbaikan / penyempurnaan atau rencana kerja kepada Direksi
/ Pengawas dan meminta diadakannya perbaikan / penyempurnaan atau rencana kerja tadi paling lambat
4 (empat) hari sebelum dimulainya pelaksanaan.
j. Pemborong tidak dibenarkan memulai suatu pelaksanaan atau pekerjaan sebelum adanya persetujuan
dari Direksi / Pengawas atau rencana kerja ini. Kecuali dapat dibuktikan bahwa Direksi / Pengawas telah
melalaikan kewajibannya untuk memeriksa rencana kerja Pemborong pada waktunya, maka kegagalan
Pemborong untuk memulai pekerjaan sehubungan dengan belum adanya rencana kerja yang memulai
pekerjaan yang disetujui Direksi, sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pemborong bersangkutan.
1.3 Metode Pelaksanaan
Adalah metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari awal sampai
akhir meliputi tahapan/urutan pekerjaan utama dan uraian/cara kerja dari masing-masing jenis kegiatan
pekerjaan utama yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, meliputi:
(1) Tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar dan uraian/cara kerja dari masing-
masing jenis pekerjaan utama;
(2) Kesesuaian antara metode kerja dengan peralatan utama yang ditawarkan/diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
(3) Kesesuaian antara metode kerja dengan spesifikasi/volume pekerjaan yang disyaratkan.
Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja, untuk paket pekerjaan ini ditetapkan sebagai berikut :
No Pekerjaan Utrama Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
1. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan ini di mulai dengan mengundang konsultan pengawas dan
pemimpin kegiatan untuk bersama sama kelapangan menentukan titik
lokasi yang akan di kerjakan dan di lanjutkan pembersihan lokasi yang akan
di kerjakan, setelah lokasih sudah besih di mulai dengan pekerjaan
pengukuran dan memasang patok dan sesuai dengan ukuranya di lanjutkan
memasang bouwplang yang mana papan bouwplang yang di pakai di ketam
satu sisi yang permukaanya ke atas dan bouwplang ini harus siku dan
jaraknya dari titik bangunan 1 meter. Pada pekerjaan persiapan ini di ajukan
semua contoh material yang akan di pakai dalan pelaksanaan proyek ini
dan apabila material yang di ajukan di setujui maka material tersebut di
masukan ke lokasi proyek dengan tetap membuat laporan jumlah material
yang masuk dan rencana pemakainaya. pekerjaan bouwplang ini harus di
jaga sampai selesai pekerjaan struktur lantai satu.
2. Galian Tanah Setelah mendapatan hasil dari pengukurang bowplank tersebut dan telah
disetujui oleh konsultan pengawas, maka dilanjutkan dengan pekerjaan galian
tanah. Lebar panjang dan dalam dari galian ini telah sesuai dengan dokumen
yang telah ada sebelumnya. Tanah hasil galian tersebut ditempatkan tidak
jauh dari galian tanah karna bisa digunakan kembali pada saat pengurugan
tanah kembali. Apabila didalam hasil penggalian tersebut terdapat sampah-
sampah atau benda-benda yang nantinya dapat merusak dari hasil
penggalian ini dibuang ditempat yang aman dan tidak menganggu pekerjaan
yang lainnya. Gunakan water pass untuk mendapatkan lubang yang horizontal
yang rata. Jika kemiringan lahan besar, maka bangunan harus dibagi menjadi
2 bagian dengan ketinggian lantai yang berbeda, untuk menjaga agar pondasi
letaknya tidak terlalu tinggi.
3. Rabat lantai kerja Pekerjaan beton tumbuk ini dimulai dengan mengaduk adukan campuran
PC:1 PS:3 KR: 5. Setelah itu adukan diletakkan kedasar galian yang telah di
taburkan pasir urug dengan ketebalan sesuai pada gambar perencanan.
Peralatan yeng di gunakan antara lain molen,ember,skrop dll
4. Pekerjaan Bekisting Bekesting merupakan konstruksi sementara yang berfungsi sebagai cetakan
atau mal dari beton cair hingga mengeras sebagai struktur bangunan, dan
akan dibongkar setelah beton sampai umur tertentu.
5. Pembesian Pekerjaan pembesian terdiri dari pekerjaan pemotongan, pembengkokan,
penyetelan dan perakitannya.Untuk memudahkan dalam pelaksanaannya
dibuat jadwal penulangan dalam bentuk tabel yang memuat kode tulangan,
bentuk dan ukuran, jumlah batang, panjang dan dimeter tulangan.Dengan
demikian penggunaan bahan dapat terkontrol (ekonomis dan memudahkan
dalam bekerja). Untuk pekerjaan pembesian diperlukan ketelitian serta
penghematan bahan dan untuk mempercepat produksi digunakan mesin ( bar
bender dan bar cutter).
- 2 -
No Pekerjaan Utrama Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
6. Pekerjaan Pondasi Pekerjaan ini di awali dengan galian tanah terlebih dahulu dan setelah galian
pel sesuai ukuran pada dimensi gambar maka tahap berikutnya yaitu urugan
pasir bawah astampeng dengan ketebalan 5cm,setelah itu pemasangan
astampeng dan selanjutnya pemasangan pondasi batu 1pc : 5ps. Alat yang
digunakan yaitu bodem,palu,cetok,ember molen dll.
7. Pekerjaan Timbunan Tanah Pada pekerjaan urugan bekas galian ini dikerjakan setelah pekerjaan pondasi
Kembali selesai, yaitu menimbunkan tanah sisa bekas galian pondasi pada lubang
yang sudah selesai dikerjakan pekerjaan pondasi.
8. Pekerjaan Sloof Untuk pekerjaan sloof di mulai dengan melakukan pengukuran elevasi sloof
dari permukaan tanah sesuai softdrawing dan dilakukan penarikan benang
sebagai pedoman lurus dan sikunya bagunan dan juga elevasi permukaan
lantai. Kemudian dilanjutkan dengan memasang besi tulangan sloof yang
menghubungakan atara pondasi yang satu dengan yang lain, besi tersebut di
ikat dengan besi tulangan yang dari pondasi dan selanjutnya di pasang
bekistingya.
9. Pekerjaan Kolom Pekerjaan ini dimulai dengan mesang besi tulangan kolom yang sudah dirakit
dan disambung dengan besi stek dari pondasi dan sambungannya diikat
dengan kawat ikat, selanjutnya memasang bekisting dan bekisting ini di ukur
dua sisi untuk menentukan pertikal nya. Setelah pertikalnya sudah dapat di
pasang penyangga bekisting.
10. Pekerjaan Balok Pekerjaan balok ini di mulai dengan mengukur ketinggian antara muka lantai
dengan elevasi dan membuat tanda pada ujung kolom. Sesuai dengan tanda
dipasang bekisting Balok yang dimulai dengan memasang
skafolding/perancah sebagai penyangga bekisting, diatas bekisting Balok
dipasang pembesian balok dalam pekerjaan di perhatikan pemasangan begel
dan jarak besi yang disesuaikan dengan gambar perencanaan
11. Pekerjaan Dinding Dinding dibuat dari pasangan batu bata dengan adukan spesi 1 : 5, sebelum
pasangan bata terlebih dahulu kami buat profil-profil dari kayu yang lurus
sebagai pedoman dalam pekerjaan, pasangan harus tegak lurus dan siku
secara horizontal dan vertikal. Pemasangan dinding bata ini dapat dimulai
setelah bekisting kolom dan balok dibuka. pemasangan dinding disesuaikan
denah dalam gambar kerja.
12. Pekerjaan Atap baja ringan Pekerjaan ini di mulai dengan mengukur ketinggian dan lebar bentangan kuda
kuda. Sesuai ukuran ini dimulai merakit kuda kudanya dipermukaan tanah
sampai selesai semuanya dan selesai dilanjutkan menaikan satu persatu
keatas ring balok untuk di dinabolt sebagai pemegangnya. Setelah kuda kuda
terpasang dilanjutkan dengan pemasangan kasau, dan reng. Setelah semua
terpasang dilanjutkan dengan pemasangan atap bitumen Onduline.
13. Pekerjaan Kusen Pintu dan Pekerjaan Kusen pintu dan jendela dipabrikasi diluar lokasi kerja, dimana
Jendela bahan yang dipakai haruslah disesuaikan dengan gambar kerja.
Pemasangan kusen dilakukan setelah pekerjaan pasangan bata dan finshing
plesteran , kusen alumunium distel kesikuan dan kelurusannya terhadap
bidang dinding dan arak tegak lurusnya serta diberi angker mur pada bidang
horizontal.
14. Pekerjaan Finishing Dinding Pekerjaan Finishing dinding eksterior dengan finishing cat eksterior, serta
untuk dinding interior finishing cat. Pekerjaan finishing dikerjakan setelah
pekerjaan plesteran dinding yang tingkat kerataan permukaan dinding diukur
menggunakan waterpas.
15. Pekerjaan Finishing Lantai Pekerjaan Finishing lantai hanya berada di lantai 1, yaitu, pertama bangunan
utama menggunakan Granit tile 60x60 Polished sedangkan bagian tangga
dan teras menggunakan Granit tile 60x60 Unpolished. Sebelum pemasang
finishing lantai terlebih dahulu pekerjaan rabat lantai dan penambahan spesi
campuran 1:5. Tingkat kedataran dan tegak lurus pasangan menggunakan
benang dan waterpas sebagai pedoman.
16. Pekerjaan Utilitas Pekerjaan Utilitas untuk Mekanikalmeliputi pemasangan pipa air bersih, air
kotor, pemasangan sanitair di lantai 1 saja, serta pekerjaan sumur resapan
dan septictank. Sedangkan untuk Elektrikal meliputi pemasangan tiang listrik,
Pasang Listrik baru beserta kelengkapan instalasi
- 3 -
PENUTUP
1. Apabila dalam Spesifikasi Teknis ini untuk uraian pekerjaan tidak disebutkan dalam perkataan atau kalimat
“diselenggarakan“ oleh Kontraktor Pelaksana, maka hal ini harus dianggap seperti disebutkan.
2. Guna mendapat hasil yang baik, maka pada bagian-bagian yang nyata nyata termasuk atau yang disebut kata
demi kata dalam Spesifikasi Teknis ini haruslah diselenggarakan oleh Kontraktor Pelaksana, dan diterima
sebagaimana hal yang disebutkan.
3. Hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan ini, akan ditentukan lebih lanjut oleh pihak Pemberi Tugas,
bilamana perlu diadakan perbaikan dalam peraturanSpesifikasi Teknis ini.
Magetan, Juni 2025
LURAH TAMBRAN
Selaku
Pejabat Pembuat Komitmen ( P P K )
Kabupaten Magetan
DIDIK SETIAWAN, SE
NIP. 19780320 200312 1 002
- 4 -