| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0841489438814000 | Rp 320,940,766 | Tidak menghadiri Pembuktian kualifikasi sesuai Jadwal undangan tanpa ada Konfirmasi | |
| 0396929184806000 | Rp 350,149,451 | - | |
| 0653939108814000 | - | - | |
CV Bombardir Matra | 00*5**3****14**0 | - | - |
| 0427478557802000 | - | - | |
| 0017321720811000 | - | - | |
Pallogai Perkasa | 05*4**5****14**0 | - | - |
CV Tandukkalua' | 0742683436813000 | - | - |
| 0669877276801000 | - | - | |
CV Malolo | 0437623150814000 | - | - |
| 0020145884814000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
SATKER : DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAMASA
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN PUSTU PANGANDARAN
LOKASI : KECAMATAN TABULAHAN KAB. MAMASA
TAHUN ANGGARAN : 2024
1. PEKERJAAN UMUM
Pekerjaan Persiapan :
1. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank.
Sebelum melakukan pengukuran dan pematokan, maka terlebih dahulu kita
menyiapkan alat dan bahan balok 5/7, gergaji kayu, parang, palu cat atau spidol
dan meter . setelah itu maka pengukuran dan pematokan dapat dilakukan dengan
jarak anatara STA disesuaikan dengan gambar Design dengan menghadirkan
konsultan pengawas atau pengawas lapangan dan dilanjutkan dengan pembuatan
shop drawing atau gambar kerja.
2. Pembuatan Papan Nama Kegiatan.
Pemasangan papan nama proyek dapat dilakukan setelah sampai dilokasi pekerjaan
yang telah disiapkan dikantor setelah menerima SPMK.
3. Perataan, Pembersihan Lokasi dan Pembersihan Akhir.
Membersihkan lokasi / lapangan kerja bangunan dan bangunan yang akan
dikerjakan dari kotoran-kotoran, rerumputan, semak belukar, pepohonan, tonggak-
tonggak (sampai dengan kedalaman 1 m dari permukaan tanah), dan semua
rintangan permukaan kecuali bangunan-bangunan sampai permukaan tanahnya
kelihatan. Hasil-hasil dari pembersihan (rerumputan, semak belukar, pepohonan,
tonggak-tonggak dan sampah lainnya) akan dibakar sampai habis pada lokasi yang
aman, dijaga dan tidak membahayakan/merugikan lingkungan sekitarnya. Sisa
pembakaran yang dipastikan tidak ada lagi api yang menyala/membara ditanam
dan diurug kembali secara rapi.
4. Direksi Keet/Bangsal Kerja.
Alat dan bahan yang diperlukan disiapkan yaitu gergaji kayu, pahat, palu, meter,
selang ukur, balok 10/10 untuk tiang, 5/7 untuk rangka dan dinding sedangkan
lantai digunakan papan 2/20 dan seng untuk penutup atap. Setelah alat dan bahan
sudah disiapkan maka pekerjaan pembuatan direksi keet/bangsal kerja dapat
dilakukan dan perlua diadakan perlengkapan yaitu meja dan kursi, buku tamu dan
kotak P3K.
5. Dokumentasi dan Pelaporan.
Kegiatan Dokumentasi dan Pelaporan dilakukan dengan pembuatan :
a. Buku tamu, dibuat untuk diisi oleh tamu atau pengawas lapangan pada saat
mengadakan inspeksi ke lokasi pekerjaan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan
dan diperbaiki jika terjadi kesalahan.
b. Laporan harian untuk mencatat jumlah personil yang bekerja, alat yang dipaki,
volume pekerjaan yang dilaksanakan, material yang masuk dan terpakai, serta
pencatatan waktu pekerjaan dan keadaan cuaca.
c. laporan Mingguan di buat untuk merekap laporan harian sehingga jika
disesuaikan dengan time schedule yang telah telah direncanakan.
d. Laporan Bulanan, dibuat untuk merekap laporan mingguan.
Kegiatan Dokumentasi dilakukan dengan mengambil :
1. Foto nol, yaitu foto lokasi atau lapangan sebelum melaksanakanaktifitas
2. Foto pelaksanaan yaitu pengambilan foto setiap pelaksanaan suatu item
pekerjaan.
3. Foto 50% yaitu pengambilan foto jika pekerjaan sudah mencapai bobot 50%
4. Foto 100% yaitu pengambilan foto jika pekerjaan sudah selesai dan siap
untuk diserahkan kepada kuas pengguna anggaran.
5. Pembuatan As Buil Drawing.
Sebelum membuat as built drawing, maka terlebih dahulu kita mengambil
ukuran atau dimensi pekerjaan yang telah dilaksanakan, setelah itu maka
dilanjutkan dengan pembuatan as buit drawing dengan ukuran sesuai dengan
data pengukuran yang telah diambil atau dikerjakan 100%, dinyatakan
dengan berita acara pemeriksaan pekerjaan oleh pihak pengguna barang dan
jasa.
II. PEKERJAAN UTAMA
A. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR (GALIAN DAN URUGAN)
a. Pekerjaan Tanah
Dalam pelaksanaan pekerjaan tanah, baik pekerjaan galian, urugan maupun
mendatangkan material tanah/pasir urugan rekanan pelaksana harus
memperhatikan dan menghindari kemungkinan pengaruh negative terutama
terhadap bangunan disekitarnya.
Pekerjaan galian tanah harus dilaksanakan secara hati-hati agar tidak terjadi
longsor dan keretakan tanah disekitar galian.
Lebar dan kedalaman galian dikerjakan sesuai rencana gambar.
Kelebihan kedalaman galian harus diisi pasir timbunan dan dipadatkan dengan
siraman air sampai jenuh.
Lapisan top soil tapak bangunan yang mengandung humus dan kotoran harus
dikupas sesuai petunjuk Direksi.
b. Pekerjaan Urugan
Sebelum melaksanakan pekerjaan Urugan (uragan pasir dibawah pondasi atau
lantai) terlebih dahulu harus dilaksanakan pemadatan lapisan tanah landasan
dengan menggunakan alat pemadatan/compactor.
Bahan urugan lubang sisi pondasi dan tapak bangunan dapat digunakan tanah
bekas galian.
Bahan urugan dibawah lantai atau Urugan Peninggian lantai dapat
menggunakan pasir urugan, diratakan serta dipadatkan.
Urugan peninggian lantai digunakan pasir urug atau sirtu yang dipadatkan
dengan menggunakan compactor dan disiram air hingga jenuh.
Pemadatan dengan menggunakan alat compactor harus menghindari keretakan
pada bangunan lama.
B. PEKERJAAN PONDASI
Pelaksanaan
Memberi Pasir alas (urugan pasir bawah pondasi) dipadatkan dengan menyiram
air sampai bersih.
Batu kosong disusun berdiri, disosok dengan pasir dan disiram air sampaih
jenuh
Pasangan pondasi harus diukur dengan cermat dan dilaksanakan sesuai dengan
gambar (lapis demi lapis).
Peil pondasi harus selalu dikontrol pada duga peil pada papan bouwplank.
Nat pada sisi luar pondasi harus ditutup rapat dengan spesi campuran,
termasuk badan pondasi tidak boleh berongga.
Pondasi yang muncul diatas permukaan diplester 1 PC : 3 PS.
Pasangan yang sudah berumur 24 jam dibasahi minimum selama 7 hari.
C. PEKERJAAN BETON
Pelaksanaan
Pengadukan beton harus menggunakan beton molen.
Dimensi Joint konstruksi bangunan lama dengan bangunan baru harus harus
harus rapi dengan bentuk dan ukuran mengikuti gambar rencana.
Bekisting harus dibuat sedemikian rupa hingga kuat dan sesuai ukuran, bentuk
yang diinginkan dan mudah membongkarnya.
Sebelum pekerjaan pengecoran dimulai rekanan pelaksana harus mendapat
persetujuan dan pemeriksaan pihak Direksi serta menyediakan strybond (bahan
pembantu perekat bagian konstruksi lama dengan bagian konstruksi baru).
Beton yang sudah berumur 24 jam dibasahi minimun 14 hari.
Mutu beton adalah sesuai dengan spesifikasi campuran beton dan memenuhi
syarat/petunjuk PBI-71 atau K-225.
D. PEKERJAAN DINDING
Pelaksanaan
Setelah pekerjaan struktur lantai satu selesai, maka pekerjaan dinding dapat
segera dimulai. Sebelum dinding dipasang, batu bata yang digunakan terlebih
dahulu di rendam di dalam air sebentar.
Proses Pengerjaan dinding bata yaitu :
Adukan spesi terlebih dahulu diaduk, sesuai dengan campuran yang terdapat
pada gambar kerja dan spesifikasi teknis.
Dilakukan pengukuran terhadap posisi yang akan dipasangi bata.
Dibuat kepala pada sisi sebelah kiri dan kanan kemudian ditarik benang
Bata yang akan dipasang , harus siku dan ditegak luruskan oleh surveyor.
Sebelum dipasang batu bata dibasahi terlebih dahulu kemudian baru dipasang.
Batu bata disatukan dengan menggunakan spesi yang sudah disiapkan.
Terakhir dilakukan penguukuran dengan menggunakan waterpass. Hal ini
bertujuan untuk melihat apakah batu bata yang dipasang telah lurus.
Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop, ember, benang,
sipatan, pacul, dan cetok.
E. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN
Pelaksanaan
Permukaan tembok yang akan diplester, harus bersih dari kotoran dapat
merusak daya rekat plesteran.
Adukan dapat menggunakan beton mlen sebagai adukan kering, atau cara
konvensional yang disetujui oleh Direksi.
Jumlah adukan basah (adonan) harus diperhitungkan sehingga dapat
dihabiskan dalam waktu 2 jam.
Pengadukan secara merata harus berlangsung terus sampai adukan habis dan
adukan yang sudah didiamkan selama setengah jam tidak boleh dipakai lagi.
Permukaan plesteran harus rata dengan menggunakan papan les yang lurus
dan benang timbangan sebagai alat bantu.
Plesteran yang sudah berumur 5 jam supaya mulai dibasahi selama minimun 7
hari.
Perlindungan terhadap cuaca dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi.
F. PEKERJAAN LANTAI
Pelaksanaan
Lantai beton tumbuk dipasang dengan ketebalan 5 cm dan diplester setebal 1
cm. Adukan perekat lantai dipakai 1 PC : 3 PS :5 KR dengan plesteran 1 PC : 3
PS.
Lantai keramik/granit dipasang diatas dasar lantai beton tumbuk tebal 5cm
dengan campuran tersebut diatas. Di atas dasar lantai beton tersebut
diletakkan perekat untuk keramik dengan campuran seperti tersebut pada
analisa untuk lantai keramik. Kemudian keramik diletakkan di atas bahan di
atas dan diratakan dengan mengetuk keramik dengan kayu hingga merata
dengan sekelilingnya. Setelah pemasangan selesai keramik harus dibersihkan
dengan kain lap basah.
Adukan perekat untuk lantai harus betul-betul padat/penuh agar tidak terdapat
rongga-rongga di bawah lantai keramik yang dapat melemahkan konstruksi.
Sambungan antara keramik dengankeramik harus sama lebarnya, lurus dan
harus diisi dengan airsemen yang warnanya sesuai dengan warna keramik.
Hasil pasangan akhir harus rata tidak bergelombang dan waterpass.
Pekerjaan yang telah selesai tidak boleh ada retak, noda dan cacat-cacat
lainnya. Apabila terjadi cacat pada lantai, maka bagiancacat tersebut harus
dibongkar sampai berbentuk bujur sangkar dan pasangan baru harus rata
dengan sekitarnya.
G. PEKERJAAN ATAP
Pelaksanaan
Pemasangan atap dipakukan langsung pada gording baja ringan dengan
menggunakan paku ulir (paku khusus untuk atap).
Perletakan lembaran atap yang pertama harus dipasang berlawanan arah
angin. Maksud dari berlawanan arah angin adalah tepi gelombang yang
mempunyai kaki atap harus dipasang berlawanan arah angin, kemudian baru
ditimpa dengan atap yang tepi gelombang tanpa kaki atap dan seterusnya
diikuti oleh lembaran lembaran yang berikutnya.
Apabila dalam 1 (satu) span terdapat 2 (dua) lembar atau lebih, tata
peletakan/penyusunan atap harus selalu dipasang mulai dengan
pemasangan pada lajur bawah hingga selesai baru dilanjutkan ke lajuratas.
Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Alur atap harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir
pasangan akan rapi.
Bubungan ditutup dengan nok metal bubungan. Tindisan antara satu
lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai
dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm.
Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
mengakibatkan kebocoran. Apabila terjadi kebocoran setelah
pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan
dipasang baru
H. PEKERJAAN PLAFOND
Pelaksanaan
Pekerjaan pambuatan Rangka dan Flafond dikerjakan di Workshop permanen
(Fabrikasi) dengan menggunakan mesin rakit (Jig) dan pemasangan sekrup
dilakukan dengan mesin screw driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi.
Pekerjaan pemasangan seluruh rangka plafond meliputi struktur rangka
hollow (truss), balok tembok (top plate/murplat), reng, sekur overhang,
ikatan angin,bracing (ikatan pengaku) dan pemasangan jurai dalam (valley
gutter).
Pelaksanaan rangka plafond dan penutup plafond dilakukan oleh tenaga ahli
atau disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas
I. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
Pelaksanaan
Pengukuran
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
dipasang kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau
belum.
Fabrikasi kusen alumunium
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan
apabila ada perbaikan. Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai
menggunakan sekrup galvanis. Alumunium yang sudah di fabrikasi di
proteksi dengan menggunakan protection tape (blue sheet) dan diberi tanda
untuk memudahkan waktu pemasangan.
Pemasangan kusen alumunium
Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan
siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan
dengan di screw fisher menggunakan fisher S8. Sebelum kusen dimatikan ke
dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen alumunium dengan
alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama. Untuk
mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di
isi silicone sealant.
J. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pelaksanaan
Pekerjaan instalasi khususnya pemasangan pipa jaringan harus dilaksanakan
sebelum atau sejalan pekerjaan plesteran dengan letak/posisi sesaui gambar
rencana.
Pekerjaan instalasi listrik dilaksanakan sampai menyala.
Pekerjaan listrik harus dikerjakan oleh instalator yang diakui PLN dan disetujui
oleh Direksi dan.
Kontaktor wajib berpedoman pada gambar rencana.
Pemasangan pipa listrik harus secara inbow, didalam tembok diatas plafon
sehingga tidak terlihat.
Kabel yang menuju ke titik lampu dan stop kontak harus terdiri dari 3 (tiga)
kabel dimana masing-masing berfungsi sebagai phase, kabel netral dan kabel
grounding.
Sambungan kabel hanya dibolehkan pada terminal.
Kawat arde dilindungi pipa GIP pada tanah.
K. PEKERJAAN INSTALASI AIR
Pelaksanaan
Sama halnya dengan instalasi listrik, Pekerjaan instalasi/jaringan pipa harus
dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dengan letak/posisi sesaui gambar
rencana.
Pekerjaan instalasi air dites sebelum pipa instalasi tertutup plesteran terutama
setiap sambungan dan batangan pipa apakah ada yang bocor atau tidak.
Pemasangan setiap sambungan harus kuat dan tidak bocor.
Pemasangan shock drak untuk joint kran harus menggunakan shock drak
galvanis D ½”
Pekerjaan Air Bersih harus dikerjakan oleh instalator yang diakui PAM dan
disetujui oleh Direksi dan.
Kontaktor wajib berpedoman pada gambar rencana.
L. PEKERJAAN CAT
Pelaksanaan
Permukaan akan dicat harus bersih dari kotoran.
Permukaan dinding/bahan dicat dasar, diplamur/dempul kemudian diamplas.
Untuk selanjutnya dicat akhir sebanyak 2x berulang.
Permukaan plesteran sebelum dicat harus diplamur, diaci licin/rata dan
dibiarkan kering maksimun bersama plesteran kemudian pengecatan dengan
cat tembok sebanyak 2x berulang.
Plafond yang sudah dibersihkan di cat langsung dengan cat tembok sebanyak
2x berulang.
Pengecatan cat tembok dengan air dilaksanakan sesuai petunjuk patent dari
pabrik.
Pengecatan akhir dari cat tembok dan cat kayu dilaksanakan hanya 1x
berulang.
Sedangkan untuk Pengecatan Kayu, harus dilaksanakan bertahap sesuai
tuntutan tahapan pengecatan kayu yang benar, yaitu harus diawali dengan
pembersihan, cat dasar/meni, dempul dan digosok hingga rata dan halus.
M. KETENTUAN TAMBAHAN.
1. KWALITAS, CORAK, WARNA DAN UKURAN BAHAN.
a. Semua bahan yang akan digunakan terlebih dahulu diperiksa dan diteliti oleh unsur
teknik/Direksi.
b. Semua bahan yang digunakan harus dimasukkan contohnya.
c. Bahan-bahan yang ditolak segera dikeluarkan dari kompleks pekerjaan selambat-
lambatnya 2 x 24 jam.
d. Warna/corak akan ditentukan kemudian oleh direksi.
2. PEKERJAAN SELESAI.
a. Pembersihan telah selesi dikerjakan .
b. Penyempurnaan pekerjaan sesuai dengan gambar/bestek sesuai petunjuk Direksi.
c. Sisa bahan galian dan timbunan harus diangkut/diratakan.
3. ATURAN TAMBAHAN.
a. Selain Metode ringkas ini, semua ketentuan administrasi pemeriksaan bahan dan
mutu pekerjaan serta ketentuan lain dari pemerintah menyangkut pelaksanaan
pekerjaan bangunan termasuk pula sebagi pedoman penyelenggaraan yang harus
ditaati oleh pemborong.
b. Utama Satu dan lain hal menurut petunjuk Direksi yang tidak bertentangan dengan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini.
Mamasa, 2023
Penawar,
PT./CV. …………….….
NAMA JELAS
Jabatan| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 19 May 2024 | Konsolidasi Pemb/Rehab Sdn 129 Bunu (Dak) 2024 | Kab. Enrekang | Rp 1,419,000,000 |
| 19 May 2024 | Konsolidasi Pemb/Rehab Sdn 125 Datte Bola (Dak) 2024 | Kab. Enrekang | Rp 1,242,872,000 |
| 24 September 2023 | Rehab Gedung Pusdiklat Olahraga Natiro Mata | Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang | Rp 350,000,000 |
| 13 June 2024 | Pembangunan Unit Pengolahan Pakan Silase Pentawanan | Kab. Enrekang | Rp 200,000,000 |
| 23 November 2025 | Peningkatan Jalan Ruas Lumbaja - Garassik | Kab. Enrekang | Rp 200,000,000 |
| 10 September 2024 | Pembangunan Tangki Septik Skala Individual Perdesaan Paket 4 | Kab. Enrekang | Rp 170,000,000 |
| 10 September 2024 | Pembangunan Tangki Septik Skala Individual Perdesaan Paket 5 | Kab. Enrekang | Rp 170,000,000 |
| 17 September 2024 | Talud Salu Mandalan Desa Pasui | Kab. Enrekang | Rp 150,000,000 |
| 6 September 2024 | Pengecoran Jalan Lingkungan Pekuburan Galotok-Jawi Jawi Kel. Baraka | Kab. Enrekang | Rp 150,000,000 |
| 21 August 2024 | Gedung Pertemuan Desa Pariwang | Kab. Enrekang | Rp 150,000,000 |