| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0601589484955000 | Rp 8,465,260,708 | - | |
| 0943722462955000 | Rp 8,138,796,922 | SBU (KBLI 41014 - Konstruksi Gedung Perbelanjaan) yang dipersyaratkan dalam dokumen tender, tidak tercantum dalam Akta Pendirian Perusahaan yang diupload. | |
| 0955032511811000 | - | - | |
Cvkoreri | 06*5**6****55**0 | - | - |
| 0758415608955000 | - | - | |
CV Wokam Star | 09*3**0****55**0 | - | - |
CV Chaterine | 09*3**1****55**0 | - | - |
CV Irhom Irom Homi | 04*2**5****51**0 | - | - |
| 0608279782953000 | - | - | |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - | - |
DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
KABUPATEN MANOKWARI
SELATAN
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN :
Kawasan Wisata Manggrove di Kampung
Oransbari Distrik Oransbari Kabupaten
Manokwari Selatan
TAHUN ANGGARAN
2024
KAK BIDANG PARIWISATA 2024
URAIAN SINGKAT
Kawasan Wisata Manggrove di Kampung Oransbari Distrik
Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan
1. LATAR BELAKANG
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang menambah devisa negara. Hampir seluruh
negara berlomba-lomba untuk memajukan pariwisatanya. Terlebih bagi negara berkembang
seperti Indonesia. Perkembangan pariwisata di Indonesia semakin meluas, ini terlihat dari
pertumbuhan industri pariwisata Indonesia mencapai 7,2 persen per tahun. Angka ini bahkan
lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia yaitu sebesar 4,7 persen (sumber:
kemenpar.go.id). Sektor pariwisata dianggap sebagai sektor unggulan yang akan meningkatkan
serta menggerakkan sektor-sektor lain di negaranya masing-masing.
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sektor pariwisata merupakan sektor
unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan sektor-sektor lain secara signifikan. Dampak
berganda (multiplier effect) dimana suatu sector (pariwisata) berkembang, maka akan
menyebabkan sector lain pun ikut berkembang, contoh : wisatawan berkunjung ke suatu daerah,
menyebabkan banyak penduduk mulai menyiapkan fasilitas-fasilitas baik berupa makanan dan
minuman serta barang-barang kerajinan untuk oleh-oleh. Mulai bermunculan hotel / penginapan,
restoran dan penjual-penjual souvenir atau kue-kue dan sebagainya. Artinya sector pariwisata
menyebabkan sector lain pun berkembang (industri, perikanan, pertanian, kehutanan,
perhubungan dan PU).
Seiring berkembangnya pariwisata di Indonesia, daerahdaerah di Indonesia mengupayakan
berbagai cara untuk menunjukkan diferensiasi dibandingkan dengan kota-kota lainnya sesuai
dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah. Undang-undang ini
menyebutkan bahwa dengan adanya potensi, keanekaragaman daerah, peluang dan persaingan
global maka dari itu diberikanlah wewenang yang seluas-luasnya kepada daerah, serta pemberian
hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah. Melalui undang-undang tersebut banyak
pemerintah daerah mulai menawarkan potensi daerahnya masing-masing sebagai upaya
meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya adalah Pemerintah Daerah Manokwari
Selatan.
Kabupaten Manokwari Selatan merupakan salah satu Kabupaten di antara 13 (tiga belas)
Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, terletak diantara kepala burung Pulau Papua. Secara
geografis, Kabupaten Manokwari Selatan terletak pada 1°5′ – 2°5′ Lintang Selatan dan 133°45′ –
KAK BIDANG PARIWISATA 2024
134°25′ Bujur Timur. Ibukota kabupaten ini terletak di Ransiki. Kabupaten Manokwari Selatan
terdiri dari 6 Distrik. Diantaranya, Distrik Dataran Isim, Distrik Momi Waren, Distrik Neney,
Distrik Oransbari, Distrik Ransiki, Distrik Tahota.
Wilayah Kabupaten Manokwari Selatan mempunyai potensi daya tarik wisata yang dapat
dikembangkan untuk meningkatkan sektor perekonomian daerah. Kabupaten Manokwari Selatan
memiliki potensi pariwisata yang menawarkan keindahan panorama alam, keanekaragaman flora
dan fauna, daya tarik budaya, dan atraksi seni budaya. Pada umumnya daya tarik wisata yang
terdapat di Manokwari Selatan merupakan objek yang mengandalkan daya tarik alam salah
satunya adalah wisata hutan bakau atau yang biasa disebut hutan mangrove. Ekosistem
mangrove sering disebutkan sebagai hutan payau atau hutan bakau. Ekosistem mangrove
merupakan tipe hutan daerah tropis yang khas tumbuh disepanjang pantai atau muara sungai
yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
a) Umum
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi pelaksana konstruksi
(kontraktor) yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus
dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan konstruksi.
Dengan penugasan ini diharapkan penyedia jasa konstruksi dapat melaksanakan
tanggungjawabnya dengan baik untuk menghasilkan pekerjaan fisik yang memadai
b) Khusus
Melaksanakan Pekerjaan Pembangunan yang sesuai dengan Detail Engineering Design
(DED) dan Spesifikasi Teknis yang telah ditetapkan sebagai dasar acuan pada saat
pelaksanaan proses pembangunan pekerjaan fisik.
3. TARGET/SASARAN
Target atau sasaran yang ingin dicapai dalam pekerjaan ini terbangunnya bangunan gedung atau
sarana jalan yang memenuhi dan sesuai dengan spesifikasi persyaratan teknis.
4. LOKASI PEKERJAAN
Kegiatan paket pekerjaan pada Kawasan Wisata Manggrove Kampung Oransbari Distrik
Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan.
KAK BIDANG PARIWISATA 2024
5. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan pekerjaan swakelola:
a.
Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)
Nama : YUPITER MANDABAYAN
NIP : 19690424 199003 1 006
Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen
b.
Satuan Kerja : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manokwari
Selatan
6. PAKET PEKERJAAN
Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Fisik Kawasan Wisata Manggrove di Kampung Oransbari
Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat
Lokasi Pekerjaan : Kampung Oransbari Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan
Ransiki, Juni 2024
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kabupaten Manokwari Selatan
Pejabat Pembuat Komitmen
YUPITER MANDABAYAN
NIP. 19690424 199003 1 006| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 1 July 2024 | Penanganan Long Segment (Samate - Smk) | Kab. Raja Ampat | Rp 6,566,402,000 |
| 11 May 2023 | Peningkatan Jalan Aurmios (Reguler) | Kab. Manokwari | Rp 5,601,200,000 |
| 2 July 2024 | Peningkatan Jalan Desa Strategis (Waijan - Wailabu) Dak | Kab. Raja Ampat | Rp 4,700,275,749 |
| 4 May 2024 | Penanganan Long Segmen (Pemeliharaan Rutin, Pemeliharaan Berkala, Peningkatan/Rekonstruksi) Di Jalan Melintang I Sp 4. | Kab. Manokwari | Rp 3,911,935,850 |