Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Muntei - Puro

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4101489
Date: 24 February 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 5,563,967,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 5,563,868,752
Winner (Pemenang): PT Surya Rafli Mandiri
NPWP: 312449787201000
RUP Code: 41590868
Work Location: Kecamatan Siberut Selatan - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 34
Applicants
Reason
PT Surya Rafli Mandiri
0312449787201000Rp 4,670,000,000-
0020083242101000Rp 4,877,990,921-
PT Nadya Ratu Permata
09*2**4****05**0Rp 5,000,000,027-
0911108843203000--
PT Mahameru Citra Perkasa
0029171865713000Rp 5,111,042,619Tidak Dilakukan evaluasi karena telah telah mendapatkan calon pemenang dan pemenang cadangan
0012298113201000--
0011292067201000--
0020451852217000--
0015499957201000--
0023817760202000--
0028382729201000--
0030750210201000--
0028382489201000--
0017597220311000--
0015536113009000--
0015212921201000--
0028050763203000--
0965134836201000--
CV Pongairangan
06*2**8****05**0--
0012686754201000--
0028788941201000--
CV Pesona Rizky
06*5**3****01**0--
0026258525122000--
0018942979218000--
0015597883831000--
0028506913222000--
0015807415201000--
0744879834205000--
CV Muara Gunung
09*6**3****01**0--
CV Berlian
08*7**8****03**0--
0031469018201000--
0033084690201000--
0730500006201000--
0025513227201000--
Attachment
METODE  PELAKSANAAN PEKERJAAN                          
                                                                      
Program       : Penyelenggaraan Jalan                                 
Kegiatan      : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota                  
                                                                      
Sub Kegiatan  : Rekronstruksi Jalan                                   
Lokasi        : Kecamatan Siberut Selatan                             
Tahun Anggaran : 2023                                                 
Lingkup       : Pemeliharaan Berkala Ruas Jalan Muntei - Puro         
Pekerjaan                                                             
                                                                      
                                                                      
 Semua  item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai  
                                                                      
 1.  DIVSI 1 UMUM                                                     
     1.2        Mobilisasi                                            
     SKh.1.1.22 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi               
 2.  DIVISI 2 DRAINASE                                                
     2.1.(1)    Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air         
     2.2.(1)    Pasangan Batu dengan Mortar                           
     2.3.(10)   Gorong-gorong Pipa Baja Bergelombang                  
 3.  DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                         
                                                                      
     3.1.(1)    Galian Biasa                                          
     3.2.(1a)   Timbunan Biasa dari Sumber Galian                     
     3.3.(1)    Penyiapan Badan Jalan                                 
 4.  DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR                                     
     5.1.(2)    Lapis Fondasi Agregat Kelas B                         
     5.3.(1.a)  Perkerasan Beton Semen (Fc’ 20 Mpa/K-250)             
     5.3.(3)    Lapis Fondasi bawah Beton Kurus                       
 5.  DIVISI 7 STRUKTUR                                                
     7.9.(1)    Pasangan Batu                                         
                                                                      
 6.  DIVISI 10 PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                         
     10.1.(22)  Pengendalian Tanaman                                  
                                                                      
 spesifikasi teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar
 Kuantitas dan Harga.                                                 
                                                                      
 A. URAIAN TAHAPAN PELAKSANAAN                                        
                                                                      
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini metode pelaksanaan pekerjaan secara  
 umum  dapat dilaksanakan setelah ada Serah Terima Lapangan maka      
 Pekerjaan Pembangunan Jalan Monganpoula - Sotboyak dapat dilaksanakan.
                                                                      
 Pekerjaan pendahuluan adalah  pekerjaan awal, yang meliputi          
 kegiatan-kegiatan untuk mendukung permulaan pelaksanaan konstruksi.  
 Pada Pekerjaan ini meliputi :                                        
                                                                      
 a. PCM (Pre Construction Meeting).                                   
 Dalam waktu 7 hari setelah Penandatangan Kontrak, di adakan Rapat Pra
 Pelaksanaan (Pre Construction Meeting), Rapat yang diusulkan oleh salah satu
                                                                      
 dari para Pihak yang terdapat di dalam Kontrak suatu Pekerjaan. Rapat ini
 bisa diusulkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) atau bisa juga
 diusulkan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Rapat ini dihadiri oleh semua
 pihak yang terkait pekerjaan: PPK beserta Direksi Pekerjaan, Kontraktor, dan
 Konsultan Pengawas.                                                  
                                                                      
 Hal-hal yang dibahas di dalam Rapat PCM adalah antara lain:          
    - Mobilisasi Peralatan dan Material,                              
                                                                      
    - Pengukuran Ulang (Uitzet),                                      
                                                                      
    - Pembuatan Laporan Pekerjaan,                                    
    - Tata Cara Opname,                                               
                                                                      
    - Prosedur Penagihan Prestasi Pekerjaan,                          
    - Serah Terima Pekerjaan, dan lain-lain.                          
                                                                      
 Di bawah ini akan disinggung masing-masing secara singkat dan sederhana.
 Setelah semua disetujui dilakukan rekayasa lapangan guna melihat secara
 langsung langkah- langkah yang akan dikerjakan, serta metode-metode yang
 digunakan.                                                           
                                                                      
 b. Pekerjaan Rekayasa Lapangan dan Pengukuran                        
                                                                      
 Rekayasa Lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan proyek untuk
 menuju penanganan jalan secara optimal dari sisi mutu, biaya dan waktu.
   a. Pekerjaan Rekayasa Lapangan                                     
                                                                      
   Pekerjaan rekayasa lapangan di awal suatu pekerjaan untuk memastikan
   berapa besar perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan dari perencanaan
   yang ada. Suatu perencanaan masih mengandung galat. Pelaksana      
   Pekerjaan, Direksi Lapangan, dan Konsultan Pengawas harus memastikan
                                                                      
   lagi legalitas kepastian pekerjaan. Rekayasa Lapangan dan Pengukuran
   ulang ini menghasilkan Laporan MC-0 yang dilampiri Gambar Rencana  
   Pelaksanaan Kerja, Kurva S, Foto Pekerjaan 0%, dan Lampiran-lampiran
   yang diperlukan. Semua dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran    
   Ulang ini wajib disetujui oleh para pihak. Dan Pekerjaan rekayasa lapangan
   dilaksanakan guna untuk mengetahui tentang ada atau tidak perubahan
   volume pekerjaan jika ada besarnya perubahan yang ditemukan dibuatkan
   Dokumen Perubahan. Dokumen perubahan bisa berbentuk Dokumen        
                                                                      
   Tambah Kurang (Change Contract Order) atau Dokumen Tambahan        
   (Addendum). Hal ini tergantung mazab yang digunakan di suatu satuan
   kerja. Selain itu, terkadang Dokumen Perubahan ini bisa berbentuk serial
   sepanjang pekerjaan dilaksanakan, sehingga tim yang diusulkan dalam
   Dokumen Perubahan ini pun disesuaikan dengan tingkat perubahan yang
   dialami. Semakin berat tingkat perubahan, maka Tim yang diusulkan  
   (dibentuk) semakin lengkap dan lintas sektoral. Jika perubahan hanya kecil,
                                                                      
   maka Tim yang dibentuk cukup sesuai dengan yang ada di Dokumen     
   Kontrak. Jika perubahan yang ditemukan besar bahkan berpengaruh    
   terhadap pasal-pasal dalam Kontrak, maka harus melibatkan Bidang   
   Hukum, Perencanaan, dan lain-lain. Selain itu, dokumen perubahan yang
   besar, diperlukan Justifikasi Teknis dan Tim Negosiasi Harga. Dokumen
   Perubahan tidak akan dibahas pada kesempatan ini, karena terdapat  
   berbagai pendapat tentang dokumen perubahan (tambah-kurang) sesuai 
   jenis kontrak, tingkat perubahan, dan kepentingan pekerjaan.       
                                                                      
                                                                      
                                                                      
   b. Pekerjaan Pengukuran/Uitzet                                     
                                                                      
   Pengukuran dan pematokan daerah batas pekerjaan dan ketinggiannya  
   untuk perencanaan dan pembuatan gambar kerja (shop drawing) sebagai
   acuan lapangan, dengan berpedoman pada dokumen tender dengan       
   menyesuaikan kondisi di lapangan, jika terjadi perubahan-perubahan 
   dilakukan asistensi ke direksi lapangan.                           
                                                                      
                     Pengecekan titik referensi                       
                         (Benc Mark)                                  
                                                                      
                                                                      
                        Pembuatan dan                                 
                      pemasangan patok TBM                            
                     (Temporary Bench Mark)                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                      Pengukuran cross dan                            
                       Longitudinal section                           
                        kondisi existing                              
                                                                      
                                                                      
                      Survey dan Penandaan                            
                        Lokasi Pekerjaan                              
                                                                      
 Pekerjaan Pengukuran (setting out) akan dilaksanakan untuk mengetahui :
                                                                      
 1. Batas - batas pekerjaan                                           
                                                                      
 2. Posisi bangunan yang ada.                                         
 3. Menentukan elevasi dan koordinat konstruksi yang akan dikerjakan. 
                                                                      
 Pelaksanaan pekerjaan :                                              
 Tim pengukuran yang bertugas untuk mengecek gambar yang ada dan      
 membuat data awal. Data awal akan dipakai dalam pembuatan Shop Drawing
                                                                      
 untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.                             
                                                                      
 Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan theodolite dan waterpass
 sehingga dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya
 lalu dibandingkan dengan data-data titik BM dalam gambar untuk mengatahui
 apakah BM tersebut masih baik atau sudah rusak.                      
                                                                      
 Pembuatan / pemasangan BM permanent di tempat yang aman dan mudah    
 terlihat agar tidak terganggu selama masa pekerjaan.                 
                                                                      
 Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir
 oleh seorang surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya.       
                                                                      
 Alat yang digunakan adalah Total Station/Theodolite dan Waterpass lengkap
 dengan baak ukur allumunium panjang 4 m. Hasil pengukuran akan       
 dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan untuk     
 mendapatkan comments atau approval. Untuk selanjutnya data hasil     
 pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk
 menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC-0, serta  
 sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik.                     
 3. Pembuatan Shop Drawing                                            
 Untuk menjaga hal – hal yang tidak di inginkan di dalam pelaksanaan  
 pekerjaan, maka kontraktor Akan membuat shop drawing yang di setujui oleh
                                                                      
 Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, dan Owner. Shop drawing harus
 di periksa dan disetujui oleh direksi pekerjaan untuk dilakukan perhitungan
 volume actual (MC-0) dan pelaksanaan dilapangan. Shop drawing        
 dibuat/didesain berdasarkan data hasil pengukuran lapangan yang telah
 dilakukan.                                                           
                                                                      
 4. Fasilitas Kantor Lapangan/Direksikeet dan Barak Kerja/Gudang      
 Sebelum melangkah kepada pekerjaan Fisik Bangunan akan dibuat        
                                                                      
 Direksikeet atau Kantor Lapangan, yang dilengkapi dengan Furniture   
 Sederhana, Papan Tulis, Rak Buku. Untuk Penempatan Direksikeet akan  
 ditempatkan pada area yang strategis terhadap pekerjaan dan tidak    
 mengganggu kelancaran kendaraan logistik ke dalam dan dari luar Lokasi
 Pekerjaan. Gudang harus dibuat tertutup dan terlindung dari pengaruh cuaca,
 dan memenuhi persyaratan, dan kondisinya harus dijaga agar tetap kering dan
 tidak lembab. Penyimpanan bahan harus diatur sedemikian rupa agar material
 yang lebih dulu datang dapat lebih awal digunakan.                   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 5. Listrik dan Air Kerja                                             
                                                                      
 Dalam pelaksanaan proyek maka pengadaan air bersih yang sesuai dengan
 spesifikasi yang diminta menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran
 kegiatan. Dalam pelaksanaan karena bekerja dalam lingkungan yang padat
 akan lalulintas maka penerangan disekitar proyek pada malam hari harus
 terjaga dengan baik. Dengan penerangan yang memadai maka diharapkan  
 tidak terjadi kecelakaan lalulintas akibat tidak ada penerangan disekitar lokasi
 proyek. Selain itu juga penerangan berfungsi untuk memberikan kenyamanan
                                                                      
 dan suasana yang terang untuk pekerjaan bilamana diperlukan kerja lembur.
 Untuk pelaksanaannya maka digunakan genset dan lampu yang ditempatkan
 sesuai keperluan.                                                    
                                                                      
 6. Papan Nama Proyek                                                 
 Papan Nama Proyek di buat untuk memberikan informasi seluas luas nya 
 kepada masyarakat tentang keberadaan pekerjaan. Papan nama terbuat dari
 multyplek dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 B. PEKERJAAN  KONSTRUKSI                                             
 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan 
 geosintetik, perkerasan berbutir, struktur, dan pekerjaan pemeliharaan
 kinerja.                                                             
 1. DIVISI I UMUM                                                     
    1.2. PEKERJAAN MOBILISASI                                         
                                                                      
    A. Pekerjaan Persiapan                                            
                                                                      
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
      kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
                                                                      
      1. Pembuatan Job Mix Design                                     
         Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu         
                                                                      
         dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di
         lokasi setempat atau yang didatangkan, diantaranya : batu, pasir
         dan bahan Timbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium
         job mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan
         kerja dalam pelaksanaan proyek.                              
                                                                      
      2. Material dan Penyimpanan                                     
         Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus memenuhi  
                                                                      
         spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
         ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material
         yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil  
         dari quarry sungai yang berada di lokasi setempat.           
                                                                      
      3. Mobilisasi Personil                                          
         Selama proses pelaksanaan pekerjaan wajib menghadirkan personil
         sebagi berikut :                                             
         No Posisi Penugasan Jumlah Pendidikan Pengalaman Kualaifikasi
                                                                      
         1  Manajer Pelaksana/ 1 Org S.1 - Sipil ≥ 4 Tahun SKA Ahli   
            General Superintendent                      Teknik        
                                                        Jalan         
                                                        Madya         
                                                                      
         2  Manager Teknik   1 Org  S.1 - Sipil ≥ 3 Tahun SKT         
                                                                      
                                                       Pelaksana      
                                                       Lapangan       
                                                       Pekerjaan      
                                                      Jalan (028)     
         3  Manager Keuangan 1 Org   S.1 -   ≥ 1 Tahun                
                                    Keuangan                          
                                                                      
         4  Ahli K3          1 Org    S.1    ≥ 1 Tahun  SKA           
                                                      Ahli Muda       
         5  Quality Engineer 1 Org    D3     ≥ 2 Tahun  SKT           
                                                        Teknisi       
                                                      Laboratorium    
                                                        Beton         
         6  Surveyor         1 Org    D3     ≥ 1 Tahun  SKT           
                                                       Juru Ukur      
                                                       Pekerjaan      
                                                        Jalan /       
                                                       Jembatan       
                                                                      
                                                                      
      4. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                             
                                                                      
         Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi alat-alat yang digunakan
         adalah:                                                      
                                                                      
                                                                      
                   Uraian Alat             Jumlah Unit                
        CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3            1 Unit                   
                                                                      
        DUMP TRUCK 3 - 4 M3                  2 Unit                   
                                                                      
        EXCAVATOR 80-140 HP                  1 Unit                   
        GENERATOR SET                        1 Unit                   
                                                                      
        MOTOR GRADER >100 HP                 1 Unit                   
                                                                      
        VIBRATORY ROLLER 5-8 T.              1 Unit                   
                                                                      
        CONCRETE VIBRATOR                    1 Unit                   
        WATER PUMP 70-100 mm                 1 Unit                   
                                                                      
        WATER TANKER 3000-4500 L.            1 Unit                   
                                                                      
        TRUK MIXER (AGITATOR)                2 Unit                   
        CONCRETE CUTTER 130 feet/mnt         1 Unit                   
                                                                      
        CONCRETE BATCHING PLANT              1 Unit                   
                                                                      
        MOBIL PICK UP                        1 Unit                   
                                                                      
                                                                      
 SKh.1.1.22. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)           
                                                                      
 Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap
 tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan
 akhir kegiatan di lapangan diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman.
 Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk keselamatan dan kesehatan
 kerja ddiantaranya :                                                 
                                                                      
    1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK                               
                                                                      
      Rencana keselamatan kerja di tuangkan dalam dokumen rencana     
      keselamatan kerja, selanjutnya pembuatan prosedur dan instruksi kerja
      serta ppenyiapan formulir K3.                                   
                                                                      
    2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan                             
      Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction), Pengarahan   
                                                                      
      Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing), Simulasi Keselamatan  
      Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi Keselamatan    
      Konstruksi.                                                     
                                                                      
    3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri                   
    - Topi pelindung (Safety Helmet)                                  
                                                                      
    - Sarung tangan (Safety Gloves)                                   
                                                                      
    - Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
    - Rompi keselamatan (Safety Vest)                                 
                                                                      
    4. Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi          
                                                                      
    - Asuransi (Construction All Risk/CAR)                            
                                                                      
                                                                      
    5. Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K
                                                                      
    6. Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen
      lalu lintas                                                     
      Rambu yang di buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan, 
      rambu peringatan dan rambu kewajiban.                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 2. DIVISI 2. DRAINASE                                                
                                                                      
 Pekerjaan drainase dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan,
 pekerjaan drainase dilakukan setelah dilakukan pembersihan dan       
 pengupasan lahan dan penyesuaian grade jalan (galian /Timbunan) dengan
 gambar kerja selesai dilaksanakan.                                   
                                                                      
 2.1.(1). Galian untuk Saluran Drainase dan Saluran Air               
 Pekerjaan ini meliputi panggalian, penanganan, pembuangan atau       
 penumpukan tanah atau bahan lainnya.                                 
                                                                      
 Cara Pelaksanaan :                                                   
                                                                      
 a. Sebelum penggalian dimulai harus memperhatikan bangunan utilitas  
   dibawah tanah                                                      
                                                                      
 b. Semua lahan dalam batas pelaksanaan diadakan pembersihan, dan     
   material hasil pembersihan dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan  
   persetujuan direksi.                                               
                                                                      
 c. Setelah diadakan pengukuran, dibuat shop drawing maka pekerjaan   
   penggalian siap dimulai dengan persetujuan Direksi.                
 d. Material hasil galian dibuang ke lokasi pekerjaan yang telah disediakan oleh
                                                                      
   kontraktor.                                                        
 2.2.1(1). Pasangan Batu dengan Mortar                                
                                                                      
 Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilakukan baik pada sisi kanan dan
 kiri jalan sepanjang jalan yang akan dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
 Pekerjaan ini baiknya dilakukan setelah pekerjaan tanah selesai dilaksakan.
                                                                      
 Pelaksanaan pasangan batu dengan mortar meliputi :                   
                                                                      
  1. Penyiapan pondasi atau galian parit untuk tumit (cut off wall) dari
    pasangan batu dengan mortar                                       
  2. Penyiapan batu untuk pasangan batu dan adukan mortar             
                                                                      
  3. Pekerja memasang lapisan batu sedemikian rupa sesuai dengan pekerjaan
    pasangan batu mortar dalam spesifikasi umum 2018                  
                                                                      
  4. Pelapisan pasangan batu dengan mortar yang telah dikerjakan dengan
    acian                                                             
                                                                      
  5. Sekelompok pekerja melakukan perawatan pasangan batu dengan mortar
    yang telah dikerjakan seperti perawatan untuk pekerjaan beton     
 2.3.(3). Gorong-gorong Pipa Baja Bergelombag                         
                                                                      
                                                                      
 Pekerjaan Gorong-gorong pipa baja bergelombang yang digunakan adalah pipa
 baja bergelombang diameter 2 meter dengan berat perkiraan 2,06 Ton.  
 Pembuatan Gorong-gorong pipa baja bergelombang meliputi :            
 1. Gorong-goarang pipa baja bergelombang didatangkan dari penyedia   
 2. Flat bed truck mengankut gorong-gorong pipa baja bergelombang ke  
    lapangan                                                          
 3. Dasar gorong-gorong digali sesuai kebutuhan dan material backfill 
    dipadatkan dengan tamper                                          
                                                                      
 4. Tebal lapis porus pada dasar gorong-gorong pipa 11 cm             
 5. Material pilihan untuk penimbunan kembali (padat)                 
 6. Sekelompok pekerja akan melaksanakan pekerjaan dengan cara mnual  
    dengan menggunakan alat bantu                                     
                                                                      
 3. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                          
                                                                      
 Pekerjaan tanah dan geosintetik dimulai dengan pelaksanaan pembersihan
 dan pengupasan lahan dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan tanah
 sesuai dengan ketentuan yang ada .                                   
                                                                      
 3.1.(1) Galian Biasa                                                 
                                                                      
 Penggalian dilakukan sesuai gambar kerja. Penggalian dapat dilaksanakan
 setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan
 disetujui oleh direksi. Selanjutnya dilakukan pembersihan lokasi dari
 rintangan atau halangan yang mengganggu pekerjaan galian tanah.      
                                                                      
 Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga 
 manusia dengan linggis dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat
 digali dengan excavator. Tanah hasil galian dibuang menggunakan dump truck
 ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.                          
                                                                      
 Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa:                  
 a. Periapan                                                          
                                                                      
   -  Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan dan data pendukungnya. 
   -  Menyerahkan gambar detail penampang melintang (Shop Drawing)    
      kepada Direksi Pekerjaan                                        
   -  Cek kondisi/keadaan exsiting terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa
                                                                      
      air, kabel, listrik, kabel telepon dan lain-lain.               
   -  Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari
      kesiapan yang telah dilakukan.                                  
   -  Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan
      tidak ada perubahan ari kesipan yang telah dilakukan            
   -  Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi
      kondisi khusus                                                  
   -  Pastikan ada pengendalian keselamatan dan Kecelakaan KErja (K3) 
   -  Pastikan ada kesiapan penegndalian lalu-lintas                  
                                                                      
   -  Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.                    
 b. Persiapan Pekerjaan Galian                                        
                                                                      
   -  Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok
      batas galian dan penggalian yang akan dilaksanakan              
   -  Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah  
      yang benar-banar aman. Sehingga apabila terjadi pergerakan bidang
      galian dapat segera diketahui.                                  
                                                                      
   -  Serahkan Gambar detai seluruh struktur sementara yang diusulkan 
      atau yang diperintahkan untuk digunakan, seperti penyokong (shoring)
      pengaku (brancing), cofferdam dan dinding penahan rembesan (cutoff
      wall)                                                           
   -  Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan  
      pekerja, maka galian yang lebih dari 5 meter harus dibuat bertangga
      dengan teras sebesar 1 meter.                                   
   -  Semua galian terbuka harus diberi rambu peringtan dan penghalang
                                                                      
      (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh
      kedalamnya.                                                     
   -  Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan,
      harus diberi rambu  tambahan pada  malam  hari berupa           
      drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau
      kuning guna menjamin keselamatan pengguna jalan.                
   -  Siapkan pompa air untuk dewatering pada penggalian tanah dibawah
      elevasi muka air tanah.                                         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 c. Penggalian                                                        
   -  Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi
                                                                      
      yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukan oleh Direksi Pekerjaan
      dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun      
      yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu,
      bhan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai lagi.
   -  Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk
      daerah galian tanah yang dalam . Sedang untuk galian yang bersifat
      pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan       
      Bulldozer atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa 
                                                                      
      dijangkau oleh alat berat (Excavator/Bulldozer/Motor Grader) lakukan
      penggalian secara manual.                                       
   -  Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian
      tersebut keluar area / lokasi kerja.                            
   -  Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan bulldozer. 
   -  Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas 
      galian dan elevasi yang sudah ditentukan                        
                                                                      
   -  Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala  
      bahan yang lepas yang akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan  
      selesai                                                         
   -  Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam  
      keadaan stabil.                                                 
                                                                      
 d. Pemeriksaan                                                       
                                                                      
   -  Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan
   -  Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan     
      pengendalian dan perbaikan pengukuran saat proses. Pastikan     
      dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur           
                                                                      
 e. Cek Kesesuaian                                                    
   -  Seluruh permukaan hasil galian harus rata.                      
   -  Kemiringan lereng galian/pemotongan harus seuai dengan elevasi yang
      direncanakan                                                    
                                                                      
   -  Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian
      pada hasil akhirnya.                                            
 f. Perbaikan                                                         
                                                                      
   -  Jika hasil galian/pemotongan belum sesuai dengan elevasi yang   
      direncanakan, lakukan penggalian ulang sehingga elevasi hasil galian
      sesuai dengan rencana.                                          
   -  Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran selanjutnya dengan
      perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang ada      
      ataupun penambahan turap yang baru. Jika ada gangguan air, maka air
      harus segera dikeringkan/disalurkan                             
   -  Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian     
                                                                      
      maupun material lainya.                                         
 g. Peralatan                                                         
      Peralatan yang digunakan diantaranya, excavator, Dump Truck, Alat
      Bantu dan Alat Ukur. Peralata kesehatan dan keselamatan kerja   
                                                                      
      diantaranya, Alat Pelindung diri, Rambu Peringatan dan lainnya. Untuk
      tenaga kerja yang dibutuhkan adalah Pengawas Lapangan, Juru Ukur,
      opertor dan lalu lintas                                         
                                                                      
 3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian                          
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari
 bahan tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
 sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan   
                                                                      
 yang dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari    
 karakteristik daya dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan
 ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain
 (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering 
                                                                      
 maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008).          
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
 prosedur sebagai berikut:                                            
                                                                      
    a. Pengangkutan Material                                          
                                                                      
      Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
      pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
      menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume      
      material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi    
      kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat
      lain.                                                           
                                                                      
    b. Penghamparan Material                                          
                                                                      
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader.
      Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan     
      material, diantaranya :                                         
                                                                      
      1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                              
      2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
         dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
         kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan        
         spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal      
         hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi   
                                                                      
         Pekerjaan.                                                   
      3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada  
         lokasi yang ditetapkan.                                      
                                                                      
    c. Pemadatan Material                                             
                                                                      
      Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari
      bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika 
      dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan 
      alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
      galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro  
      roller. Timbunan biasa dari sumber galian (quarry) dipadatkan mulai
      dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
                                                                      
      rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus
      terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha   
      pemadatan dari lalu lintas tersebut.                            
                                                                      
      Dasar perhitungan analisis adalah:                              
      1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
         sepanjang jalan yang dikerjakan                              
          - Urutan kerja/metode kerja :                               
          - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan       
                                                                      
          menggunakan whell loader                                    
          - Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck
          dari quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM  
          - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor 
          grader                                                      
          - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank
          truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan 
          menggunakan vibro roller                                    
                                                                      
      Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi       
      hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.     
                                                                      
                                                                      
 3.3. (1) Penyiapan Badan Jalan                                       
    Pekerjaan penyiapan badan jalan dilakukan setelah seluruh pekerjaan
    galian tanah (cutting) untuk lereng-lereng gunung selesai dan telah
                                                                      
    memenuhi ketentuan elevasi yang ditentukan dalam perencanaan serta
    telah disetujui oleh Direksi Lapangan barulah dilakukan penyiapan badan
    jalan dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana/bestek           
    Prosedur pelaksanaan penyiapan badan jalan sebagai berikut:       
                                                                      
    1. Motor Grader meretakan permukaan hasil galian                  
    2. Vibro roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan
       oleh motor grader                                              
    3. Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan  
       alat bantu                                                     
                                                                      
 4. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                     
                                                                      
 5.1.(2). Lapis Pondasi Agregat Kelas B                               
                                                                      
 Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan
 pemadatan bahan utuk pelaksanaan perkerasan berbutir. Tanpa lpis     
 permukaan agregat dan lapis pondasi agregat diatas permukaan tanah yang
 telah disiapkan dan diterima sesuai dengan ketentuan dan detail yang 
 ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan perintah Direksi pekerjaann.
 Pemasokan bahan akan mencakup, jika perlu pemecahan, pengayakan,     
 pencampuran dan  operasi-operasi lainnya yang diperlukan, untuk      
                                                                      
 memperoleh bahan yang memenuhi ketentuan dari spesifikasi ini.       
 Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas B dengan prosedur sebagai berikut:
                                                                      
 a. Pengangkutan Material                                             
                                                                      
 Pengangkutan material dari base camp atau quarry ke lokasi pekerjaan 
 menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan   
 wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada
 saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan
                                                                      
 kekurangan material ditempat lain.                                   
 b. Penghamparan Material                                             
                                                                      
 Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Ada 
 beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,    
 diantaranya :                                                        
                                                                      
    1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                                
                                                                      
    2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
       dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan 
       kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi,
       semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan
       petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.               
                                                                      
    3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
       yang ditetapkan.                                               
                                                                      
 c. Pemadatan Material                                                
 Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller dan tandem roller,
 dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Setelah pemadatan selesai alat
                                                                      
 pemadatan dipindahkan kejalur sebelahnya dengan over leving 1/8 panjang
 drum  dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan      
 dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction.
                                                                      
 Dasar perhitungan untuk analisa harga satuan:                        
    1. Asumsi:                                                        
                                                                      
      -  Pekerjaan pelaksanaan ini mengguakan alat berat (secara mekanik)
                                                                      
      -  Lokasi pekerjaan sepanjang jalan                             
      -  Material agregat dicampur di base camp kontraktor atau pada lokasi
         quarry                                                       
                                                                      
    2. Prosedur pelaksanaan :                                         
                                                                      
      -  Pelaksanaan agregat kelas B dilakukan setelah subgarde siap  
                                                                      
      -  Pekerjaan persiapan subgrade. Apabila sudah siap maka dilakukan
         pengukuran menggunakan alat ukur seperti TS, theodolit maupun
         waterpass.                                                   
                                                                      
      -  Proses pemecahan batu menjadi fraksi 1, 2 dan 3 sesuai komposisi
         JMF. Blending bisa menggunakan alat blending plant. Jika tidak
         tersdia blending, bisa menggunakan excavator maupun wheel loader
      -  Proses pengangkutan dari stockpile menuju lokasi penghamparan
         menggunakan dump truck.                                      
                                                                      
      -  Penghamparan agregat menggunakan motor grader. Tebal         
         hamparan agregat maksimum 20 cm                              
                                                                      
      -  Proses pemadatan menggunakan alat berat vibro roller. Pada saat
         pemadatan perlu menjaga kadar air. Oleh karena itu perlu dilakukan
         penyiraman menggunakan truck water tank.                     
                                                                      
      -  Pengujian ketebalan LPB atau tes spit                        
                                                                      
      -  Pengujian kepadatan agregat menggunakan metode sand cone.    
         Tingkat kepadatan sampai 100%.                               
      -  Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai CBR minimal 60%.   
                                                                      
 5.3.(1.a) Perkerasan Beton Semen                                     
                                                                      
 Persyaratan dan pemeriksaan bentuk akhir sebelum dilakukan penghamparan
 beton, tanah dasar atau lapisan pondasi bawah diperiksa kepadatan dan
 bentuk penampang melintangnya. Permukaan lapisan yang akan dicor beton
 harus senantiasa bebas dari benda-benda asing, sisa-sisa beton, dan  
 kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya dilakukan pemasangan membran kedap
 air. Membran kedap air harus terdiri dari lembaran plastik yang kedap air
                                                                      
 setebal 125 micron yang berguna agar air semen dari plat beton yang dicor
 tidak meresap ke dalam lapisan di bawahnya, dan juga untuk mencegah  
 adanya ikatan antara plat beton dengan lapis pondasi bawah yang akan 
 mengakibatkan terjadinya retak-retak pada plat beton setelah terjadinya
 penyusutan pada waktu pengerasan beton. Membran kedap air tersebut   
 dipasang di atas permukaan lapis pondasi bawah yang telah siap.      
 Lembar-lembar yang berdampingan dipasang overlap, dengan lebar       
 tumpang-tindih tidak kurang dari 10 cm pada arah lebar dan 30 cm pada arah
                                                                      
 memanjang. Pemasangan lembar kedap air harus dilakukan secara hati-hati
 untuk mencegah sobeknya lembar-lembar tersebut, dan harus dipaku ke  
 permukaan lapis pondasi bawah agar tidak mudah tergulung akibat tiupan
 angin.                                                               
                                                                      
   1. Lingkup Pekerjaan Perkerasan Beton Semen:                       
      Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu 
      lainnya untuk melaksanakan pekerjaan perkerasan beton seperti yang
                                                                      
      dinyatakan dalam gambar, dengan hasil yang baik dan rapi.       
   2. Bahan-bahan untuk Adukan Beton dan Ketentuan                    
                                                                      
      a. Portland Cement (Lihat syarat-syarat teknis bahan)           
                                                                      
      b. Pasir Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan)               
      c. Split / Koral Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan) Penyimpanan
         / penimbunan pasir dan split harus dipisahkan satu dengan yang
                                                                      
         lain hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur
         untuk mendapatkan perbandingan adukan beton yang tepat .     
      d. Air yang digunakan (Lihat syarat-syarat teknis bahan)        
                                                                      
      e. Besi Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan)                
                                                                      
   3. Syarat-syarat Pelaksanaan                                       
                                                                      
    - Kualitas Pekerjaan                                              
      Kualitas beton yang digunakan adaiah K.300 dan harus memenuhi   
      ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang
      1971 (PBI .1971).                                               
                                                                      
    - Pengecoran Beton                                                
                                                                      
      Cara pengadukan harus menggunakan beton molen. Takaran untuk    
      semen, pasir dan split harus disetujui terlebih dahulu oleh Pemberi
      Tugas / Konsultan Management Konstruksi . Pengecoran harus      
      dilakukan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk
      merjamin beton cukup padat dan haws dihindarkan terjadinya cacad
      pada beton seperti kropos dan sarang spilt yang dapat memperlemah
                                                                      
      konstruksi. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan
      pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui
      oleh Pemberi Tugas / Konsultan Management Konstruksi.           
                                                                      
   4. Pekerjaan Acuan I Bekisting                                     
      Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang
      telah ditetapkan / diperlukan dalam gambar. Acuan harus dipasang
      sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup kokoh dan      
                                                                      
      dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukan selama    
      pengecoran. Acuan harus rapat dan tidak bocor, permukaannya rata,
      bebas dari kotoran-kotoran seperti serbuk gergaji, potongan potongan
      kayu tanah dan sebagainya, sebelum pengecoran dilakukan diteliti
      terlebih dahulu bekistingnya dan harus mudah dibongkar tanpa    
      merusak permukaan beton. Tiang-tiang acuan di atas papan atau baja
      untuk memudahkan pemindahan perletakan. Tiang-tiang tidak boleh 
      disambung lebih dari satu. Tiang-tiang dari dolken Æ 8-10 cm.   
                                                                      
      Tiang-tiang satu dengan lain harus diikat dengan palang papan / balok
      secara menyilang. Pembukaan acuan baru dibuka setelah memenuhi  
      syarat-syarat yang dicantumkan dalam PB1.1971                   
                                                                      
   5. Pekerjaan Pembongkaran Acuan Bekisting                          
      Pembongkaran bekisting hanya boleh dilaksanakan dengan izin tertulis
      dari Pemberi Tugas / Konsultan Manajemen Konstruksi.            
      Setelah bekisting dibuka, tidak diizinkan mengadakan perubahan  
      apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi
                                                                      
      Tugas / Konsultan Management Konstruksi.                        
   6. Contoh Bahan                                                    
                                                                      
      Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pemborong harus memberikan       
      contoh-contoh material: besi, koral / split pasir, PC, untuk    
      mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas / Konsultan Manajemen
      Konstruksi. Contoh-contoh yang teiah disetujui oleh Pemberi Tugas /
      Konsultan Management Konstruksi akan dipakai sebagai standard / 
                                                                      
      pedoman untuk memeriksa / menerima material yang dikirim oleh   
      Pemborong ke site.                                              
   7. Syarat Pengiriman dan Penyimpanan                               
                                                                      
      Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh  
      dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam
      kotak / kemasan aslinya yang masih disegel dan berlabel pabriknya.
      Bahan harus disimpan di tempat terlindung dan tertutup, kering dan
                                                                      
      tidak lembab dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah   
      ditentukan oleh pabrik.Tempat penyimpanan harus cukup, bahan    
      ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. Pemborong    
      bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan      
      penyimpanan. Bila ada kerusakan Pemborong wajib mengganti atas  
      biaya Pemborong.                                                
                                                                      
   8. Pengujian Kualitas Pekerjaan                                    
                                                                      
      Sebelum dilaksanakan pemasangan Pemborong diwajibkan memberikan 
      pada Pemberi Tugas / Konsultan Management Konstruksi "Certificate
      Test" bahan besi dari produsen / pabrik. Bila tidak ada Certificate Test,
      maka Pemborong harus melakukan pengujian atas besi / kubus beton
      di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian atas biaya Pemborong
      sendiri.                                                        
                                                                      
      Kualitas beton tersebut harus dibuktikan oleh Pemborong dengan  
      mengambil benda uji berupa kubus / silinder yang ukurannya sesuai
      dengan syarat-syarat / ketentuan dalam PBI. 1971. Pembuatannya  
      harus disaksikan oleh Pengawas dan diperiksa di laboratorium    
      konstruksi beton yang ditunjuk Pemberi Tugas / Konsultan        
                                                                      
      Management Konstruksi. Jumlah dan frekuensi pembuatan kubus     
      beton serta ketentuan-ketentuan lainnya sesuai dengan PBI.1 971.
      Pemborong diwajibkan membuat trial mix terlebih dahulu sebelum  
      memulai pekerjaan beton.                                        
                                                                      
      Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Pemberi Tugas /
      Konsultan Management Konstruksi secepatnya. Seluruh biaya yang  
      berhubungan dengan  pengujian bahan  tersebut. Menjadi          
      tanggungjawab Pemborong.                                        
                                                                      
   9. Syarat Pengamanan Pekerjaan                                     
                                                                      
      Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras minimal
      selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Beton harus dilindungi dari
      kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.Bila
      terjadi kerusakan Pemborong diwajibkan untuk memperbaikinya     
      dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan, seluruh biaya perbaikan
      menjadi tanggung jawab Pemborong.                               
                                                                      
      Bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu
      dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih
      (sesuai ketentuan dalam Peraturan Beton bertulang, PBI.1971)    
                                                                      
 5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus                             
                                                                      
 Tujuan penghamparan Lapis pondasi beton kurus ini adalah sebagai lapis
 pondasi dan juga perkerasan pada bahu jalan.                         
                                                                      
     1. Peralatan :                                                   
       - CONCRETE  MIXER 0.3-0.6 M3                                   
       - WATER TANKER 3000-4500 L.                                    
                                                                      
       - Algilator Truck                                              
       - Batching Plant                                               
                                                                      
                                                                      
     2. Bahan :                                                       
                                                                      
       - Semen                                                        
       - Pasir                                                        
       - Agregat Kasar                                                
       - Begisting/mal                                                
                                                                      
     3. Pelaksanaan pekerjaan                                         
                                                                      
        a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan 
          bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja. 
          Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.                
        b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu 
          beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam Spesifikasi
          Teknik.                                                     
                                                                      
        c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
          kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi     
          Pekerjaan.                                                  
        d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
          dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan 
                                                                      
          persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.                       
        e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu
          jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak  
          kurang dari 1,8 m                                           
        f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
          setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut yaitu
          dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai      
          lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot
                                                                      
          merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh  
          permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban  
          dijaga agar tetap selama masa perawatan.                    
                                                                      
                                                                      
 5. DIVISI 7. STRUKTUR                                                
                                                                      
      7.9 Pasangan Batu                                               
                                                                      
        a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang       
          ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan    
          Direksi pekerjaan, yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan
          harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh     
          formasi atau pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan  
          untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi ini dan
          memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang
          ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang diperintahkan 
                                                                      
          secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.                     
        b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur
          seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
          gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk 
          menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama  
          suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai penahan
          beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai    
          gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya
                                                                      
          pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas 
          pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat      
          digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared     
          Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).
                                                                      
        Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan                  
        Asumsi:                                                       
          1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)                  
          2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya   
           dilokasi pekerjaan                                         
          3. Prosedur Pelaksanaan:                                    
           Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
           dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
                                                                      
           debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan     
           perpihan setelah pemasangan                                
                                                                      
                                                                      
 7. DIIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                        
                                                                      
    10.1.(22) Pengendalian Tanaman                                    
    Pengendalian tumbuh-tumbuhan harus selesai dirapikan atau dipotong
    sesuai ketentuan selambat-lambatnya 7  hari, bebas  dari          
    tumbuh-tumbuhan disekitar ujung gorong-gorong, terusan gorong-gorong,
                                                                      
    saluran air yang diperkeras, kerb, sekitar rambu lalulintas, guardrails,
    patok pengarah, tiang lampu, bahu jalan, seluruh permukaan yang dilabur,
    pualu untuk lalulintas, bangunan bawah jembatan dan tepi deck     
    jembatan.                                                         
                                                                      
    Tumbuh-tumbuhan yang diijinkan mempunya tinggi minimal 2,5 cm dan 
    maksimum 10 cm                                                    
                                                                      
    a. Tahap Pelaksanaan                                              
 1. Persiapan                                                         
                                                                      
 2. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.     
                                                                      
 3. Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada
 Direksi Pekerjaan.                                                   
 4. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari
                                                                      
 kesiapan yang telah dilakukan.                                       
 5. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak
 ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.                    
                                                                      
 6. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi  
 kondisi khusus.                                                      
                                                                      
 7. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).  
                                                                      
 8. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.                   
 9. Sebelum dimulai pekerjaan Bahan telah mendapat persetujuan dari   
 direksi.                                                             
                                                                      
    b. Lingkup Pekerjaan                                              
                                                                      
      1. Penyedia Jasa harus melaksanakan pengendalian tanaman atau   
         tumbuh-tumbuhan di sepanjang Ruang Milik Jalan atau koridor  
         yang ditetapkan oleh Pengawas Pekerjaan jika patok-patok Rumija
         tidak lengkap atau tersedia, yang kiranya dapat mengganggu   
         jarak pandang bagi pengguna jalan untuk keselamatan dalam    
         berlalu lintas selama periode pelaksanaan sebagaimana yang   
                                                                      
         diuraikan pada Pasal 1.16.2.3) dari Spesifikasi.             
      2. Lokasi yang harus bebas dari tanaman di sekitar ujung        
         gorong-gorong, terusan gorong-gorong, selokan air yang dilapisi
                                                                      
         (linedditch), kerb, sekitar rambu,guard rails, patok pengarah, tiang
         lampu, bahu jalan, seluruh permukaan yang dilabur, bangunan  
         bawah jembatan dan deck jembatan.                            
    c. Pelaksanaan :                                                  
                                                                      
      1. Tumbuh- tumbuhan yang diizinkan tinggi maksimum 10 cm di     
         sekitar patok-patok pengarah jalan dan rambu-rambu lalu lintas,
         ujung saluran melintang jalan,guardrails, tiang- tiang lampu,
                                                                      
         median yang ditinggikan, pulau-pulau untuk lalu-lintas dan trotoar
         termasuk tepi deck jembatan.                                 
      2. Sedangkan tumbuh- tumbuhan yang diijinkan mempunyai tinggi   
         minimal 2,5 cm dan maksimum 10 cm pada lokasi median jalan   
                                                                      
         yang direndahkan, lereng tepi jalan (diluar Ruang Manfaat Jalan),
         taman ditempat istirahat dan sekitarnya.                     
      3. Pada daerah timbunan dan galian jalan harus mencakup         
                                                                      
         pemotongan rumput, semak-semak, dan pohon-pohon kecil yang   
         tingginya sudah mencapai lebih dari 10 cm dan/atau untuk     
         memperbaiki penampilan di dalam atau di samping jalan yang   
         dibangun atau memperbaiki jarak pandang pada tikungan selama 
         periode pelaksanaan dan pekerjaan lain yang mencakup perbaikan
         lereng yang tidak stabil.                                    
                                                                      
      4. Penyedia Jasa harus memperhitungkan kuantitas pelaksanaan    
         pengendalian tanaman tersebut diatas selama periode pelaksanaan,
         yang harus dilaksanakan setiap saat hingga memenuhi kinerja  
         yang disyaratkan.                                            
                                                                      
    d. Peralatan yang digunakan                                       
                                                                      
         - Alat bantu lainya                                          
       Tenaga kerja yang dibutuhkan                                   
                                                                      
         - Pekerja                                                    
                                                                      
         - Mandor                                                     
         - Petugas K3 & Petugas Keselamatan lalu lintas               
                                                                      
       Kapasitas Produksi :                                           
                                                                      
         - Produksi yang menentukan tenaga manusia : 1000 m2/Hari     
       Rencana Keselamatan :                                          
                                                                      
       Perlengkapan K3 :                                              
                                                                      
         - Memasang rambu peringatan                                  
         - Menggunakan sarung tangan                                  
                                                                      
         - Menggunakan Baju rompi                                     
                                                                      
         - Menggunakan Helm                                           
                                                                      
         - Menggunakan Sepatu Safety                                  
       Tindakan Keselamatan                                           
                                                                      
         - Kontrol keamanan selama pelaksanaan pekerjaan              
                                                                      
         - Menempatkan petugas bendera untuk mengatur lalulintas      
         - Keselamatan personil, menggunakan helm, sepatu,rompi,sarung
           tangan dan lainnya                                         
                                                                      
    e. Pengendalian Mutu                                              
                                                                      
       Pengendalian mutu terhadap pekerjaan bahwa hasil pekerjaan     
       diperiksa dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam       
       spesifikasi.                                                   
                                                                      
                                                                      
    PEKERJAAN LAIN-LAIN                                               
                                                                      
    Administrasi / Dokumentasi                                        
    Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan
    dikerjakan :                                                      
                                                                      
    1. Laporan berkala secara menyeluruh                              
    2. Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditadatangani oleh Direksi Pekerjaan
      /Pemilik                                                        
    3. Dokumentasi Foto, meliputi:                                    
      -  Pekerjaan sebelum dilaksanakan                               
      -  Pekerjaan sedang dilaksanakan                                
                                                                      
      -  Pekerjaan setelah dilaksanakan                               
    4. Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto diambil pada
      setiap STA.                                                     
    5. Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan
    6. Membuat Laporan harian, mingguan dan bulanan                   
    7. Membuat Back up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan. 
    Demobilsasi                                                       
    Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan  
                                                                      
    pekerjaan segera dilakukan demobilisasi kembali kepada pemberi    
    dukungan alat.                                                    
                                                                      
                                                                      
    Pembersihan Akhir                                                 
    Setelah semua pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan  
    melakukan pembersihan akhir dimana base camp, kantor direksi dan  
    lain-lain akan dibongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk
    direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
    efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak Pelaksana bersama-sama     
    konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA melakukan serah terima
    pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang 
                                                                      
    telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
    menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Tenders also won by PT Surya Rafli Mandiri
Authority
10 May 2021Penyertaan Modal Daerah (Pengadaan Barang, Pemasangan Jaringan Distribusi Dan Pemasangan Sambungan Rumah Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2021)Kab. Padang PariamanRp 20,000,000,000
26 February 2023Peningkatan Jalan Mabukkuk - Taileleu & Peningkatan Jalan Dermaga Peipei - Simpang Trans MentawaiKab. Kepulauan MentawaiRp 14,897,290,445
9 May 2023,Paket I (Dau)Kab. AgamRp 11,639,000,000
8 March 2019Pembangunan Jaringan Irigasi Nemnemleleu (Sipora Selaatan) (Dak Penugasan 2019)Kab. Kepulauan MentawaiRp 6,972,204,850
27 May 2015Peningkatan Jalan Sikakap-Taikako Sta 1+500 S/D 3+300 (Dak 2015)Rp 4,648,730,000
20 March 2017Pembangunan Penanggulangan Abrasi Pantai Siberut TengahPemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 3,500,000,000
5 May 2021Perluasan Spam Jaringan Perpipaan Tematik Penanggulangan Kemiskinan(dak Penugasan 2021)Kab. Kepulauan MentawaiRp 3,475,000,000
9 March 2016Peningkatan Jaringan Air Bersih Desa Saibi (Dak Ipd 2016)Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 3,200,000,000
12 June 2016Pmbg Penyediaan Air Minum Desa Betumonga (Muntei,baru-Baru,sabeu Gunggung)Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 2,600,000,000
14 April 2015Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Saibi (Dak)Rp 2,548,400,000