Peningkatan Jalan Mabukkuk - Taileleu & Peningkatan Jalan Dermaga Peipei - Simpang Trans Mentawai

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4106489
Date: 26 February 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 14,897,290,445
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 14,896,751,064
Winner (Pemenang): PT Surya Rafli Mandiri
NPWP: 312449787201000
RUP Code: 41582669
Work Location: Kecamatan Siberut Barat Daya - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 41
Applicants
Reason
PT Surya Rafli Mandiri
0312449787201000Rp 12,210,000,000-
0031666647952000Rp 12,347,774,162-
0023608821201000Rp 12,521,269,845-
0033084690201000Rp 12,062,191,930Daftar isian peralatan utama Peserta Tender tidak Sesuai dengan LDP pada Dokumen Pemilihan
0032565442201000--
0847783438437000--
0017597220311000Rp 12,000,000,000Tidak Melampirkan Bukti kepemilikan peralatan yang berupa milik sendiri atau sewa
0012051652101000Rp 11,917,444,444Tidak menghadiri undangan Klarifikasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga
0030451611219000Rp 11,917,400,851Bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa beli yaitu surat perjanjian sewa yang diterbitkan oleh pemberi sewa tidak benar berdasarkan hasil klarifikasi ke pemberi sewa
0012298113201000Rp 11,917,400,851Peralatan yang ditawarkan telah terpakai pada paket pekerjaan lain yang sedang berkontrak
0013249859201000Rp 13,014,213,014Evalusi Tidak dilanjutkan Karena telah ada Calon pemeng dan Pemenang Cadangan
0742816176442000Rp 11,934,425,979Bukti kepemilikan peralatan yang berupa milik sendiri yaitu STNK, BPKB, invois, kuitansi, bukti pembelian, surat perjanjian jual beli atau bukti kepemilikan lainnya tidak dilampirkan Bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa beli yaitu surat perjanjian sewa beli, invois uang muka, kuitansi uang muka, angsuran, atau bukti sewa beli lainnya; tidak dilampirkan
0317176451201000--
0026258525122000--
0435220231437000--
0020083242101000--
PT Mahameru Citra Perkasa
0029171865713000--
0946009628443000--
0022011985122000--
CV Aliran Mas
08*6**0****05**0--
0313244378404000--
0028382729201000--
0025191115403000--
0031953466202000--
0017367160202000--
CV Rancamaya Farmindo Raya
0021665150425000--
0839143435211000--
0015597883831000--
0752763599333000--
0730500006201000--
0669025702201000--
0031192701201000--
0026681148201000--
0413340357205000--
PT Nadya Ratu Permata
09*2**4****05**0--
0029841350201000--
0015205289202000--
0022020895218000--
0744879834205000--
0859139412437000--
0626689004205000--
Attachment
METODE  PELAKSANAAN PEKERJAAN                          
                                                                      
Program       : Penyelenggaraan Jalan                                 
Kegiatan      : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota                  
                                                                      
Sub Kegiatan  : Rekronstruksi Jalan                                   
Lokasi        : Kecamatan Siberut Barat Daya                          
Tahun Anggaran : 2023                                                 
Lingkup       : Peningkatan Jalan Mabukkuk - Taileleu dan Peningkatan 
Pekerjaan                                                             
                Jalan Dermaga Peipei - Simpang Trans Mentawai         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 Semua  item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai  
 1.  DIVSI 1 UMUM                                                     
     1.2        Mobilisasi                                            
     1.8.(2)    Jembaatan Sementara                                   
                                                                      
     SKh.1.1.22 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksii              
 2.  DIVISI 2 DRAINASE                                                
     2.1.(1)    Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air         
     2.2.(1)    Pasangan Batu dengan Mortar                           
 3.  DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                         
     3.1.(1)    Galian Biasa                                          
     3.2.(1a)   Timbunan Biasa dari Sumber Galian                     
     3.2.(2a)   Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                   
                                                                      
     3.3.(1)    Penyiapan Badan Jalan                                 
 4.  DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR                                     
     5.3.(1.a)  Perkerasan Beton Semen (Fc' 20 Mpa / K-250) (+ Dowel  
                bar dan Tie bar)                                      
     5.3.(3)    Lapis Fondasi bawah Beton Kurus                       
 5.  DIVISI 7 STRUKTUR                                                
     7.9.(1)    Pasangan Batu                                         
 6.  DIVISI 10 PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                         
                                                                      
     10.1.(7)   Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah          
                                                                      
 spesifikasi teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar
 Kuantitas dan Harga.                                                 
                                                                      
 A. URAIAN TAHAPAN PELAKSANAAN                                        
                                                                      
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini metode pelaksanaan pekerjaan secara  
 umum  dapat dilaksanakan setelah ada Serah Terima Lapangan maka      
 Pekerjaan Pembangunan Jalan Monganpoula - Sotboyak dapat dilaksanakan.
 Pekerjaan pendahuluan adalah  pekerjaan awal, yang meliputi          
 kegiatan-kegiatan untuk mendukung permulaan pelaksanaan konstruksi.  
                                                                      
 Pada Pekerjaan ini meliputi :                                        
 a. PCM (Pre Construction Meeting).                                   
                                                                      
 Dalam waktu 7 hari setelah Penandatangan Kontrak, di adakan Rapat Pra
 Pelaksanaan (Pre Construction Meeting), Rapat yang diusulkan oleh salah satu
 dari para Pihak yang terdapat di dalam Kontrak suatu Pekerjaan. Rapat ini
 bisa diusulkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) atau bisa juga
                                                                      
 diusulkan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Rapat ini dihadiri oleh semua
 pihak yang terkait pekerjaan: PPK beserta Direksi Pekerjaan, Kontraktor, dan
 Konsultan Pengawas.                                                  
 Hal-hal yang dibahas di dalam Rapat PCM adalah antara lain:          
                                                                      
    - Mobilisasi Peralatan dan Material,                              
                                                                      
    - Pengukuran Ulang (Uitzet),                                      
    - Pembuatan Laporan Pekerjaan,                                    
                                                                      
    - Tata Cara Opname,                                               
    - Prosedur Penagihan Prestasi Pekerjaan,                          
                                                                      
    - Serah Terima Pekerjaan, dan lain-lain.                          
                                                                      
 Di bawah ini akan disinggung masing-masing secara singkat dan sederhana.
 Setelah semua disetujui dilakukan rekayasa lapangan guna melihat secara
 langsung langkah- langkah yang akan dikerjakan, serta metode-metode yang
 digunakan.                                                           
                                                                      
 b. Pekerjaan Rekayasa Lapangan dan Pengukuran                        
 Rekayasa Lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan proyek untuk
 menuju penanganan jalan secara optimal dari sisi mutu, biaya dan waktu.
                                                                      
   a. Pekerjaan Rekayasa Lapangan                                     
                                                                      
   Pekerjaan rekayasa lapangan di awal suatu pekerjaan untuk memastikan
   berapa besar perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan dari perencanaan
   yang ada. Suatu perencanaan masih mengandung galat. Pelaksana      
   Pekerjaan, Direksi Lapangan, dan Konsultan Pengawas harus memastikan
   lagi legalitas kepastian pekerjaan. Rekayasa Lapangan dan Pengukuran
   ulang ini menghasilkan Laporan MC-0 yang dilampiri Gambar Rencana  
                                                                      
   Pelaksanaan Kerja, Kurva S, Foto Pekerjaan 0%, dan Lampiran-lampiran
   yang diperlukan. Semua dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran    
   Ulang ini wajib disetujui oleh para pihak. Dan Pekerjaan rekayasa lapangan
   dilaksanakan guna untuk mengetahui tentang ada atau tidak perubahan
   volume pekerjaan jika ada besarnya perubahan yang ditemukan dibuatkan
   Dokumen Perubahan. Dokumen perubahan bisa berbentuk Dokumen        
   Tambah Kurang (Change Contract Order) atau Dokumen Tambahan        
   (Addendum). Hal ini tergantung mazab yang digunakan di suatu satuan
                                                                      
   kerja. Selain itu, terkadang Dokumen Perubahan ini bisa berbentuk serial
   sepanjang pekerjaan dilaksanakan, sehingga tim yang diusulkan dalam
   Dokumen Perubahan ini pun disesuaikan dengan tingkat perubahan yang
   dialami. Semakin berat tingkat perubahan, maka Tim yang diusulkan  
                                                                      
   (dibentuk) semakin lengkap dan lintas sektoral. Jika perubahan hanya kecil,
   maka Tim yang dibentuk cukup sesuai dengan yang ada di Dokumen     
   Kontrak. Jika perubahan yang ditemukan besar bahkan berpengaruh    
   terhadap pasal-pasal dalam Kontrak, maka harus melibatkan Bidang   
   Hukum, Perencanaan, dan lain-lain. Selain itu, dokumen perubahan yang
   besar, diperlukan Justifikasi Teknis dan Tim Negosiasi Harga. Dokumen
   Perubahan tidak akan dibahas pada kesempatan ini, karena terdapat  
   berbagai pendapat tentang dokumen perubahan (tambah-kurang) sesuai 
                                                                      
   jenis kontrak, tingkat perubahan, dan kepentingan pekerjaan.       
                                                                      
                                                                      
   b. Pekerjaan Pengukuran/Uitzet                                     
                                                                      
   Pengukuran dan pematokan daerah batas pekerjaan dan ketinggiannya  
   untuk perencanaan dan pembuatan gambar kerja (shop drawing) sebagai
   acuan lapangan, dengan berpedoman pada dokumen tender dengan       
   menyesuaikan kondisi di lapangan, jika terjadi perubahan-perubahan 
   dilakukan asistensi ke direksi lapangan.                           
                                                                      
                     Pengecekan titik referensi                       
                         (Benc Mark)                                  
                                                                      
                                                                      
                        Pembuatan dan                                 
                      pemasangan patok TBM                            
                     (Temporary Bench Mark)                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                      Pengukuran cross dan                            
                       Longitudinal section                           
                        kondisi existing                              
                                                                      
                                                                      
                      Survey dan Penandaan                            
                        Lokasi Pekerjaan                              
                                                                      
                                                                      
 Pekerjaan Pengukuran (setting out) akan dilaksanakan untuk mengetahui :
 1. Batas - batas pekerjaan                                           
                                                                      
 2. Posisi bangunan yang ada.                                         
 3. Menentukan elevasi dan koordinat konstruksi yang akan dikerjakan. 
                                                                      
                                                                      
 Pelaksanaan pekerjaan :                                              
 Tim pengukuran yang bertugas untuk mengecek gambar yang ada dan      
 membuat data awal. Data awal akan dipakai dalam pembuatan Shop Drawing
                                                                      
 untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.                             
                                                                      
 Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan theodolite dan waterpass
 sehingga dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya
 lalu dibandingkan dengan data-data titik BM dalam gambar untuk mengatahui
 apakah BM tersebut masih baik atau sudah rusak.                      
                                                                      
 Pembuatan / pemasangan BM permanent di tempat yang aman dan mudah    
 terlihat agar tidak terganggu selama masa pekerjaan.                 
                                                                      
 Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir
 oleh seorang surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya.       
                                                                      
 Alat yang digunakan adalah Total Station/Theodolite dan Waterpass lengkap
 dengan baak ukur allumunium panjang 4 m. Hasil pengukuran akan       
 dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan untuk     
 mendapatkan comments atau approval. Untuk selanjutnya data hasil     
 pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk
 menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC-0, serta  
 sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik.                     
 3. Pembuatan Shop Drawing                                            
 Untuk menjaga hal – hal yang tidak di inginkan di dalam pelaksanaan  
 pekerjaan, maka kontraktor Akan membuat shop drawing yang di setujui oleh
                                                                      
 Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, dan Owner. Shop drawing harus
 di periksa dan disetujui oleh direksi pekerjaan untuk dilakukan perhitungan
 volume actual (MC-0) dan pelaksanaan dilapangan. Shop drawing        
 dibuat/didesain berdasarkan data hasil pengukuran lapangan yang telah
 dilakukan.                                                           
                                                                      
 4. Fasilitas Kantor Lapangan/Direksikeet dan Barak Kerja/Gudang      
 Sebelum melangkah kepada pekerjaan Fisik Bangunan akan dibuat        
                                                                      
 Direksikeet atau Kantor Lapangan, yang dilengkapi dengan Furniture   
 Sederhana, Papan Tulis, Rak Buku. Untuk Penempatan Direksikeet akan  
 ditempatkan pada area yang strategis terhadap pekerjaan dan tidak    
 mengganggu kelancaran kendaraan logistik ke dalam dan dari luar Lokasi
 Pekerjaan. Gudang harus dibuat tertutup dan terlindung dari pengaruh cuaca,
 dan memenuhi persyaratan, dan kondisinya harus dijaga agar tetap kering dan
 tidak lembab. Penyimpanan bahan harus diatur sedemikian rupa agar material
 yang lebih dulu datang dapat lebih awal digunakan.                   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 5. Listrik dan Air Kerja                                             
                                                                      
 Dalam pelaksanaan proyek maka pengadaan air bersih yang sesuai dengan
 spesifikasi yang diminta menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran
 kegiatan. Dalam pelaksanaan karena bekerja dalam lingkungan yang padat
 akan lalulintas maka penerangan disekitar proyek pada malam hari harus
 terjaga dengan baik. Dengan penerangan yang memadai maka diharapkan  
 tidak terjadi kecelakaan lalulintas akibat tidak ada penerangan disekitar lokasi
 proyek. Selain itu juga penerangan berfungsi untuk memberikan kenyamanan
                                                                      
 dan suasana yang terang untuk pekerjaan bilamana diperlukan kerja lembur.
 Untuk pelaksanaannya maka digunakan genset dan lampu yang ditempatkan
 sesuai keperluan.                                                    
                                                                      
 6. Papan Nama Proyek                                                 
 Papan Nama Proyek di buat untuk memberikan informasi seluas luas nya 
 kepada masyarakat tentang keberadaan pekerjaan. Papan nama terbuat dari
 multyplek dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 B. PEKERJAAN  KONSTRUKSI                                             
 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan 
 geosintetik, perkerasan berbutir, struktur, dan pekerjaan pemeliharaan
 kinerja.                                                             
 1. DIVISI I UMUM                                                     
    1.2. PEKERJAAN MOBILISASI                                         
                                                                      
    A. Pekerjaan Persiapan                                            
                                                                      
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
      kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
                                                                      
      1. Pembuatan Job Mix Design                                     
         Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu         
                                                                      
         dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di
         lokasi setempat atau yang didatangkan, diantaranya : batu, pasir
         dan bahan Timbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium
         job mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan
         kerja dalam pelaksanaan proyek.                              
                                                                      
      2. Material dan Penyimpanan                                     
         Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus memenuhi  
                                                                      
         spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
         ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material
         yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil  
         dari quarry sungai yang berada di lokasi setempat.           
                                                                      
      3. Mobilisasi Personil                                          
         Selama proses pelaksanaan pekerjaan wajib menghadirkan personil
         sebagi berikut :                                             
         No Posisi Penugasan Jumlah Pendidikan Pengalaman Kualaifikasi
                                                                      
         1  Manajer Pelaksana/ 1 Org S.1 - Sipil ≥ 4 Tahun SKA Ahli   
            General Superintendent                      Teknik        
                                                        Jalan         
                                                        Madya         
                                                                      
         2  Manager Teknik   1 Org  S.1 - Sipil ≥ 3 Tahun SKT         
                                                                      
                                                       Pelaksana      
                                                       Lapangan       
                                                       Pekerjaan      
                                                      Jalan (028)     
         3  Manager Keuangan 1 Org   S.1 -   ≥ 1 Tahun                
                                    Keuangan                          
                                                                      
         4  Ahli K3          1 Org    S.1    ≥ 1 Tahun  SKA           
                                                      Ahli Muda       
         5  Quality Engineer 1 Org    D3     ≥ 2 Tahun  SKT           
                                                        Teknisi       
                                                      Laboratorium    
                                                        Beton         
         6  Surveyor         1 Org    D3     ≥ 1 Tahun  SKT           
                                                       Juru Ukur      
                                                       Pekerjaan      
                                                        Jalan /       
                                                       Jembatan       
                                                                      
                                                                      
      4. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                             
                                                                      
         Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi alat-alat yang digunakan
         adalah:                                                      
                                                                      
                  Uraian Alat             Jumlah Unit                 
                                                                      
       CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3            2 Unit                    
       DUMP TRUCK 3 - 4 M3                  6 Unit                    
                                                                      
       EXCAVATOR 80-140 HP                  4 Unit                    
                                                                      
       GENERATOR SET                        1 Unit                    
                                                                      
       MOTOR GRADER >100 HP                 1 Unit                    
       WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3              1 Unit                    
                                                                      
       VIBRATORY ROLLER 5-8 T.              1 Unit                    
       RUBBER CRAWLER CARRIER TRUCK         2 Unit                    
                                                                      
       CONCRETE VIBRATOR                    1 Unit                    
                                                                      
       WATER PUMP 70-100 mm                 1 Unit                    
       WATER TANKER 3000-4500 L.            1 Unit                    
                                                                      
       TRUK MIXER (AGITATOR)                4 Unit                    
                                                                      
       TANDEM ROLLER 8-10 T.                1 Unit                    
                                                                      
       CONCRETE CUTTER                      1 Unit                    
       CONCRETE BATCHING PLANT              1 Unit                    
                                                                      
       MOBIL PICK UP                        1 Unit                    
                                                                      
       SEWA PONTON MOBILISASI (PP)          1 Unit                    
                                                                      
                                                                      
 1.8.(2). Jembatan Sementara                                          
                                                                      
    1. Lingkup Pekerjaan                                              
      Lingkup pekerjaan ini mencakup pengadaan material jembatan,     
      pembukaan jalur jalan baru, perakitan jembatan.                 
                                                                      
    2. Persiapan Pekerjaan                                            
                                                                      
        a.  Mengirim program kerja (Workplan) termasuk metoda kerja,  
            schedule, perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan
            digunakan untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan dan 
            Direksi sebelum pekerjaan dimulai.                        
                                                                      
        b.  Mengajukan persetujuan penggunaan bahan material.         
                                                                      
        c.  Memberitahu konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam
            sebelum tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan (Request
            For Work).                                                
                                                                      
    3. Uraian Pekerjaan                                               
         a. Pemasangan bowplank                                       
                                                                      
         b. Membuka jalan masuk baru,untuk digunakan sebagai jalur    
           masuk ke jembatan sementara.                               
                                                                      
         c. Pemadatan jalur masuk ke jembatan sementara dengan urugan 
           pilihan dari sumber galian (quarry)                        
                                                                      
         d. Mendatangkan material jembatan yang akan digunakan.       
         e. Mera kit Jembatan sementara.                              
 SKh.1.1.22. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)           
                                                                      
 Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap
 tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan
 akhir kegiatan di lapangan diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman.
 Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk keselamatan dan kesehatan
 kerja ddiantaranya :                                                 
                                                                      
    1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK                               
                                                                      
      Rencana keselamatan kerja di tuangkan dalam dokumen rencana     
      keselamatan kerja, selanjutnya pembuatan prosedur dan instruksi kerja
      serta ppenyiapan formulir K3.                                   
                                                                      
    2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan                             
      Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction), Pengarahan   
      Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing), Simulasi Keselamatan  
                                                                      
      Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi Keselamatan    
      Konstruksi.                                                     
    3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri                   
                                                                      
    - Topi pelindung (Safety Helmet)                                  
                                                                      
    - Sarung tangan (Safety Gloves)                                   
    - Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
                                                                      
    - Rompi keselamatan (Safety Vest)                                 
                                                                      
    4. Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi          
                                                                      
    - Asuransi (Construction All Risk/CAR)                            
    5. Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K
                                                                      
    6. Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen
      lalu lintas                                                     
                                                                      
      Rambu yang di buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan, 
      rambu peringatan dan rambu kewajiban.                           
                                                                      
                                                                      
 2. DIVISI 2. DRAINASE                                                
                                                                      
 Pekerjaan drainase dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan,
 pekerjaan drainase dilakukan setelah dilakukan pembersihan dan       
 pengupasan lahan dan penyesuaian grade jalan (galian /Timbunan) dengan
 gambar kerja selesai dilaksanakan.                                   
 2.1.(1). Galian untuk Saluran Drainase dan Saluran Air               
                                                                      
 Pekerjaan ini meliputi panggalian, penanganan, pembuangan atau       
 penumpukan tanah atau bahan lainnya.                                 
                                                                      
 Cara Pelaksanaan :                                                   
                                                                      
 a. Sebelum penggalian dimulai harus memperhatikan bangunan utilitas  
   dibawah tanah                                                      
 b. Semua lahan dalam batas pelaksanaan diadakan pembersihan, dan     
                                                                      
   material hasil pembersihan dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan  
   persetujuan direksi.                                               
 c. Setelah diadakan pengukuran, dibuat shop drawing maka pekerjaan   
   penggalian siap dimulai dengan persetujuan Direksi.                
                                                                      
 d. Material hasil galian dibuang ke lokasi pekerjaan yang telah disediakan oleh
   kontraktor.                                                        
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 2.2.1(1). Pasangan Batu dengan Mortar                                
 Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilakukan baik pada sisi kanan dan
                                                                      
 kiri jalan sepanjang jalan yang akan dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
 Pekerjaan ini baiknya dilakukan setelah pekerjaan tanah selesai dilaksakan.
 Pelaksanaan pasangan batu dengan mortar meliputi :                   
                                                                      
  1. Penyiapan pondasi atau galian parit untuk tumit (cut off wall) dari
    pasangan batu dengan mortar                                       
                                                                      
  2. Penyiapan batu untuk pasangan batu dan adukan mortar             
                                                                      
  3. Pekerja memasang lapisan batu sedemikian rupa sesuai dengan pekerjaan
    pasangan batu mortar dalam spesifikasi umum 2018                  
  4. Pelapisan pasangan batu dengan mortar yang telah dikerjakan dengan
                                                                      
    acian                                                             
  5. Sekelompok pekerja melakukan perawatan pasangan batu dengan mortar
    yang telah dikerjakan seperti perawatan untuk pekerjaan beton     
                                                                      
                                                                      
 3. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                          
                                                                      
 Pekerjaan tanah dan geosintetik dimulai dengan pelaksanaan pembersihan
 dan pengupasan lahan dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan tanah
 sesuai dengan ketentuan yang ada .                                   
 3.1.(1) Galian Biasa                                                 
                                                                      
 Penggalian dilakukan sesuai gambar kerja. Penggalian dapat dilaksanakan
 setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan
 disetujui oleh direksi. Selanjutnya dilakukan pembersihan lokasi dari
 rintangan atau halangan yang mengganggu pekerjaan galian tanah.      
                                                                      
 Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga 
 manusia dengan linggis dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat
 digali dengan excavator. Tanah hasil galian dibuang menggunakan dump truck
 ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.                          
                                                                      
 Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa:                  
                                                                      
 a. Periapan                                                          
                                                                      
   -  Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan dan data pendukungnya. 
   -  Menyerahkan gambar detail penampang melintang (Shop Drawing)    
      kepada Direksi Pekerjaan                                        
   -  Cek kondisi/keadaan exsiting terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa
      air, kabel, listrik, kabel telepon dan lain-lain.               
   -  Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari
      kesiapan yang telah dilakukan.                                  
   -  Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan
                                                                      
      tidak ada perubahan ari kesipan yang telah dilakukan            
   -  Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi
      kondisi khusus                                                  
   -  Pastikan ada pengendalian keselamatan dan Kecelakaan KErja (K3) 
   -  Pastikan ada kesiapan penegndalian lalu-lintas                  
   -  Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.                    
                                                                      
 b. Persiapan Pekerjaan Galian                                        
                                                                      
   -  Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok
      batas galian dan penggalian yang akan dilaksanakan              
   -  Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah  
      yang benar-banar aman. Sehingga apabila terjadi pergerakan bidang
      galian dapat segera diketahui.                                  
   -  Serahkan Gambar detai seluruh struktur sementara yang diusulkan 
      atau yang diperintahkan untuk digunakan, seperti penyokong (shoring)
      pengaku (brancing), cofferdam dan dinding penahan rembesan (cutoff
                                                                      
      wall)                                                           
   -  Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan  
      pekerja, maka galian yang lebih dari 5 meter harus dibuat bertangga
      dengan teras sebesar 1 meter.                                   
   -  Semua galian terbuka harus diberi rambu peringtan dan penghalang
      (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh
      kedalamnya.                                                     
   -  Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan,
      harus diberi rambu  tambahan pada  malam  hari berupa           
                                                                      
      drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau
      kuning guna menjamin keselamatan pengguna jalan.                
   -  Siapkan pompa air untuk dewatering pada penggalian tanah dibawah
      elevasi muka air tanah.                                         
                                                                      
                                                                      
 c. Penggalian                                                        
                                                                      
   -  Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi
      yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukan oleh Direksi Pekerjaan
      dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun      
      yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu,
                                                                      
      bhan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai lagi.
   -  Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk
      daerah galian tanah yang dalam . Sedang untuk galian yang bersifat
      pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan       
      Bulldozer atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa 
      dijangkau oleh alat berat (Excavator/Bulldozer/Motor Grader) lakukan
      penggalian secara manual.                                       
   -  Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian
      tersebut keluar area / lokasi kerja.                            
                                                                      
   -  Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan bulldozer. 
   -  Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas 
      galian dan elevasi yang sudah ditentukan                        
   -  Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala  
      bahan yang lepas yang akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan  
      selesai                                                         
   -  Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam  
      keadaan stabil.                                                 
                                                                      
 d. Pemeriksaan                                                       
   -  Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan
   -  Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan     
                                                                      
      pengendalian dan perbaikan pengukuran saat proses. Pastikan     
      dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur           
 e. Cek Kesesuaian                                                    
   -  Seluruh permukaan hasil galian harus rata.                      
                                                                      
   -  Kemiringan lereng galian/pemotongan harus seuai dengan elevasi yang
      direncanakan                                                    
   -  Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian
      pada hasil akhirnya.                                            
 f. Perbaikan                                                         
                                                                      
   -  Jika hasil galian/pemotongan belum sesuai dengan elevasi yang   
      direncanakan, lakukan penggalian ulang sehingga elevasi hasil galian
      sesuai dengan rencana.                                          
   -  Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran selanjutnya dengan
                                                                      
      perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang ada      
      ataupun penambahan turap yang baru. Jika ada gangguan air, maka air
      harus segera dikeringkan/disalurkan                             
   -  Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian     
      maupun material lainya.                                         
 g. Peralatan                                                         
                                                                      
      Peralatan yang digunakan diantaranya, excavator, Dump Truck, Alat
      Bantu dan Alat Ukur. Peralata kesehatan dan keselamatan kerja   
      diantaranya, Alat Pelindung diri, Rambu Peringatan dan lainnya. Untuk
      tenaga kerja yang dibutuhkan adalah Pengawas Lapangan, Juru Ukur,
      opertor dan lalu lintas                                         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian                          
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari
                                                                      
 bahan tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
 sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan   
 yang dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari    
 karakteristik daya dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan
 ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain
 (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering 
 maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008).          
                                                                      
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
 prosedur sebagai berikut:                                            
                                                                      
    a. Pengangkutan Material                                          
                                                                      
      Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
      pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
      menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume      
      material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi    
      kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat
      lain.                                                           
                                                                      
    b. Penghamparan Material                                          
                                                                      
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader.
      Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan     
      material, diantaranya :                                         
      1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                              
      2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
                                                                      
         dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
         kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan        
         spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal      
         hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi   
         Pekerjaan.                                                   
      3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada  
         lokasi yang ditetapkan.                                      
                                                                      
                                                                      
    c. Pemadatan Material                                             
      Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari
      bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika 
                                                                      
      dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan 
      alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
      galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro  
      roller. Timbunan biasa dari sumber galian (quarry) dipadatkan mulai
      dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
      rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus
      terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha   
      pemadatan dari lalu lintas tersebut.                            
                                                                      
      Dasar perhitungan analisis adalah:                              
                                                                      
      1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
         sepanjang jalan yang dikerjakan                              
          - Urutan kerja/metode kerja :                               
          - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan       
          menggunakan whell loader                                    
          - Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck
                                                                      
          dari quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM  
          - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor 
          grader                                                      
          - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank
          truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan 
          menggunakan vibro roller                                    
      Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi       
      hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.     
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 3.2.2. (a) Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                       
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari
                                                                      
 bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level    
 timbunan biasa dan sabagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang
 tergantung dari maksud penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui
 oleh Direksi pekerjaan. Dalam segala hal, seluruh timbunan pilihan harus
                                                                      
 diuji dan memiliki CBR paling sedikit 10 % setelah 4 hari perendaman dan bila
 dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum.                    
 Pekerjaan Timbunan pelihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
                                                                      
   a. Pengangkutan Material                                           
                                                                      
     Pengangkutan material timbunan pilihan ke lokasi pekerjaan       
     menggunakan dump  truck dan  loadingnya dilakukan dengan         
     menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
     dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
     disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.             
                                                                      
                                                                      
                                                                      
   b. Penghamparan Material                                           
     Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. 
                                                                      
     Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,
     diantaranya :                                                    
     1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                               
                                                                      
     2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
       dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan 
       kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi,
       semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan
                                                                      
       petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.               
     3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
       yang ditetapkan.                                               
                                                                      
   c. Pemadatan Material                                              
                                                                      
     Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari
     bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika  
     dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan  
     alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
     galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro roller.
     Timbunan Pilihan dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak 
                                                                      
     menuju ke arah sumbu jalan sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan,
     lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat
     menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.  
     Dasar perhitungan analisis adalah:                               
                                                                      
       1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
          sepanjang jalan yang dikerjakan                             
       2. Urutan kerja/metode kerja :                                 
          - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan       
           menggunakan whell loader                                   
                                                                      
          - Pengangkutan material timbunan pilihan dilakukan drump    
           truck dari quarry, dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6
           KM                                                         
          - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor 
           grader                                                     
          - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water   
           tank truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan  
           dengan menggunakan vibro roller                            
                                                                      
          - Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi 
           hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat       
           bantu.                                                     
                                                                      
                                                                      
 3.3. (1) Penyiapan Badan Jalan                                       
    Pekerjaan penyiapan badan jalan dilakukan setelah seluruh pekerjaan
    galian tanah (cutting) untuk lereng-lereng gunung selesai dan telah
                                                                      
    memenuhi ketentuan elevasi yang ditentukan dalam perencanaan serta
    telah disetujui oleh Direksi Lapangan barulah dilakukan penyiapan badan
    jalan dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana/bestek           
                                                                      
    Prosedur pelaksanaan penyiapan badan jalan sebagai berikut:       
    1. Motor Grader meretakan permukaan hasil galian                  
    2. Vibro roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan
       oleh motor grader                                              
    3. Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan  
       alat bantu                                                     
                                                                      
 3.4.(1) Pembersihan dan Pengupasan Lahan                             
                                                                      
                                                                      
 Pekerjaan Pembersihan dan Pengupasan Lahan dilakukan pada awal       
 pelaksanaan pekerjaan dengan tujuan untuk mencapai elevasi realita yang
 dapat dijadikan acuan pengukuran baik untukm pekerjaan galian maupun 
 pekerjaan timbunan.                                                  
 Prosedur pelaksanaan pembersihan dan pengupasan jalan menggunakan alat
 berupa Buldozer untuk pengupasan dan perataan, Excavator untuk       
 membersihkan dan muat material bekas pembersihan pengupasan, dan dump
 truck untuk membuang material buangan.                               
                                                                      
 Pekerjaan ini dilaksanakan sampai dengan permukaan tanah existing bersih
 dari rumput, gulma maupun humus.                                     
 4. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                     
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 5.3.(1a) Perkerasan Beton Semen (Fc’ 20 Mpa/ K-250) (+ Dowel bar dan Tie
 bar)                                                                 
                                                                      
 Persyaratan dan pemeriksaan bentuk akhir sebelum dilakukan penghamparan
 beton, tanah dasar atau lapisan pondasi bawah diperiksa kepadatan dan
 bentuk penampang melintangnya. Permukaan lapisan yang akan dicor beton
 harus senantiasa bebas dari benda-benda asing, sisa-sisa beton, dan  
 kotoran-kotoran lainnya. Selanjutnya dilakukan pemasangan membran kedap
 air. Membran kedap air harus terdiri dari lembaran plastik yang kedap air
 setebal 125 micron yang berguna agar air semen dari plat beton yang dicor
 tidak meresap ke dalam lapisan di bawahnya, dan juga untuk mencegah  
                                                                      
 adanya ikatan antara plat beton dengan lapis pondasi bawah yang akan 
 mengakibatkan terjadinya retak-retak pada plat beton setelah terjadinya
 penyusutan pada waktu pengerasan beton. Membran kedap air tersebut   
 dipasang di atas permukaan lapis pondasi bawah yang telah siap.      
 Lembar-lembar yang berdampingan dipasang overlap, dengan lebar       
 tumpang-tindih tidak kurang dari 10 cm pada arah lebar dan 30 cm pada arah
 memanjang. Pemasangan lembar kedap air harus dilakukan secara hati-hati
 untuk mencegah sobeknya lembar-lembar tersebut, dan harus dipaku ke  
                                                                      
 permukaan lapis pondasi bawah agar tidak mudah tergulung akibat tiupan
 angin.                                                               
 1. Lingkup Pekerjaan Perkerasan Beton Semen:                         
                                                                      
   Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya
   untuk melaksanakan pekerjaan perkerasan beton seperti yang dinyatakan
   dalam gambar, dengan hasil yang baik dan rapi.                     
                                                                      
 2. Bahan-bahan untuk Adukan Beton dan Ketentuan                      
                                                                      
   a. Portland Cement (Lihat syarat-syarat teknis bahan)              
   b. Pasir Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan)                  
                                                                      
   c. Split/Koral Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan) Penyimpanan /
      penimbunan pasir dan split harus dipisahkan satu dengan yang lain
      hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk 
      mendapatkan perbandingan adukan beton yang tepat .              
                                                                      
   d. Air yang digunakan (Lihat syarat-syarat teknis bahan)           
                                                                      
   e. Besi Beton (Lihat syarat-syarat teknis bahan)                   
                                                                      
  3. Syarat-syarat Pelaksanaan                                        
    - Kualitas Pekerjaan                                              
      Kualitas beton yang digunakan adaiah K.300 dan harus memenuhi   
      ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang
                                                                      
      1971 (PBI .1971).                                               
     - Pengecoran Beton                                               
                                                                      
      Cara pengadukan harus menggunakan beton molen. Takaran untuk    
      semen, pasir dan split harus disetujui terlebih dahulu oleh Pemberi
      Tugas / Konsultan Management Konstruksi . Pengecoran harus      
      dilakukan sebaik mungkin dengan menggunakan alat penggetar untuk
      merjamin beton cukup padat dan haws dihindarkan terjadinya cacad
                                                                      
      pada beton seperti kropos dan sarang spilt yang dapat memperlemah
      konstruksi. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan
      pada hari berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui
      oleh Pemberi Tugas / Konsultan Management Konstruksi.           
                                                                      
  4. Pemasangan Dowel Bar dan Tie bar                                 
    Batangan dowel besi ini dapat dimasukan secara manual oleh pekerja ke
    dalam sendi konstruksi (constraction joint). Bagian struktur inilah yang
                                                                      
    sebelumnya dimaksud dengan sambungan. Pekerja akan memasangnya    
    dengan separuh-dari-panjang-dowel-terikat, sementara separuh lainnya
    dilumasi, diberi plastik/kondom atau dicat yang bertujuan untuk   
    memberikan kebebasan bergeser.                                    
                                                                      
    Sedangkan besi tie bar digunakan jika konstruksi jalan yang dibuat terdiri
    dari dua lajur. Fungsinya adalah untuk meminimalisir terjadinya   
    keretakan dan mengakomodasi gerakan plat beton arah memanjang.    
                                                                      
  5. Pekerjaan Acuan I Bekisting                                      
    Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang  
    telah ditetapkan / diperlukan dalam gambar. Acuan harus dipasang  
                                                                      
    sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup kokoh dan dijamin
    tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukan selama pengecoran.  
    Acuan harus rapat dan tidak bocor, permukaannya rata, bebas dari  
    kotoran-kotoran seperti serbuk gergaji, potongan potongan kayu tanah dan
    sebagainya, sebelum pengecoran dilakukan diteliti terlebih dahulu 
    bekistingnya dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan    
    beton.                                                            
                                                                      
  6. Pekerjaan Pembongkaran Acuan Bekisting                           
                                                                      
    Pembongkaran bekisting hanya boleh dilaksanakan dengan izin tertulis
    dari Pemberi Tugas / Konsultan Manajemen Konstruksi.              
                                                                      
    Setelah bekisting dibuka, tidak diizinkan mengadakan perubahan apapun
    pada permukaan beton tanpa persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas /
    Konsultan Management Konstruksi.                                  
  7. Contoh Bahan                                                     
                                                                      
    Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pemborong harus memberikan         
    contoh-contoh material: besi, koral / split pasir, PC , untuk mendapatkan
    persetujuan dari Pemberi Tugas / Konsultan Manajemen Konstruksi.  
    Contoh-contoh yang teiah disetujui oleh Pemberi Tugas / Konsultan 
                                                                      
    Management Konstruksi akan dipakai sebagai standard / pedoman untuk
    memeriksa / menerima material yang dikirim oleh Pemborong ke site.
  8. Syarat Pengiriman dan Penyimpanan                                
                                                                      
    Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan
    tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak /
    kemasan aslinya yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Bahan harus
    disimpan di tempat terlindung dan tertutup, kering dan tidak lembab dan
                                                                      
    bersih, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh      
    pabrik.Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan      
    dilindungi sesuai dengan jenisnya. Pemborong bertanggung jawab    
    terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Bila ada    
    kerusakan Pemborong wajib mengganti atas biaya Pemborong.         
                                                                      
  9. Pengujian Kualitas Pekerjaan                                     
    Sebelum dilaksanakan pemasangan Pemborong diwajibkan memberikan   
                                                                      
    pada Pemberi Tugas / Konsultan Management Konstruksi "Certificate Test"
    bahan besi dari produsen / pabrik. Bila tidak ada Certificate Test, maka
    Pemborong harus melakukan pengujian atas besi / kubus beton di    
    laboratorium yang akan ditunjuk kemudian atas biaya Pemborong sendiri.
                                                                      
    Kualitas beton tersebut harus dibuktikan oleh Pemborong dengan    
    mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai   
    dengan syarat-syarat/ketentuan dalam PBI. 1971. Pembuatannya harus
    disaksikan oleh Pengawas dan diperiksa di laboratorium konstruksi beton
    yang ditunjuk Pemberi Tugas/Konsultan Management Konstruksi. Jumlah
    dan frekuensi pembuatan kubus beton serta ketentuan-ketentuan lainnya
    sesuai dengan PBI.1 971. Pemborong diwajibkan membuat trial mix   
    terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan beton.                  
                                                                      
    Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Pemberi       
    Tugas/Konsultan Management Konstruksi secepatnya. Seluruh biaya yang
    berhubungan dengan pengujian bahan tersebut. Menjadi tanggungjawab
                                                                      
    Pemborong.                                                        
  10. Syarat Pengamanan Pekerjaan                                     
                                                                      
    Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras minimal
    selama 3 x 24 jam setelah pengecoran. Beton harus dilindungi dari 
    kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.Bila
    terjadi kerusakan Pemborong diwajibkan untuk memperbaikinya dengan
    tidak mengurangi kualitas pekerjaan, seluruh biaya perbaikan menjadi
    tanggung jawab Pemborong.                                         
                                                                      
    Bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu
    dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih
    (sesuai ketentuan dalam Peraturan Beton bertulang, PBI.1971)      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus                             
                                                                      
 Tujuan penghamparan Lapis pondasi beton kurus ini adalah sebagai lapis
 pondasi dan juga perkerasan pada bahu jalan.                         
     1. Peralatan :                                                   
                                                                      
       - CONCRETE  MIXER 0.3-0.6 M3                                   
       - WATER TANKER 3000-4500 L.                                    
       - Algilator Truck                                              
       - Batching Plant                                               
                                                                      
     2. Bahan :                                                       
       - Semen                                                        
       - Pasir                                                        
       - Agregat Kasar                                                
                                                                      
       - Begisting/mal                                                
                                                                      
                                                                      
                                                                      
     3. Pelaksanaan pekerjaan                                         
        a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan 
          bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja. 
          Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.                
                                                                      
        b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu 
          beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam Spesifikasi
          Teknik.                                                     
        c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
          kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi     
          Pekerjaan.                                                  
        d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
          dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan 
                                                                      
          persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.                       
        e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu
          jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak  
          kurang dari 1,8 m                                           
        f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
          setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut yaitu
          dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai      
          lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot
          merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh  
                                                                      
          permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban  
          dijaga agar tetap selama masa perawatan.                    
                                                                      
                                                                      
 5. DIVISI 7. STRUKTUR                                                
                                                                      
      7.9 Pasangan Batu                                               
        a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang       
                                                                      
          ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan    
          Direksi pekerjaan, yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan
          harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh     
          formasi atau pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan  
          untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi ini dan
          memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang
          ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang diperintahkan 
          secara tertulis oleh Direksi Prkerjaan.                     
                                                                      
        b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur
          seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
          gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk 
          menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama  
          suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan , bukan sebagai     
          penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai
          gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya
          pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas 
                                                                      
          pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat      
          digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared     
          Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).
                                                                      
        Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan                  
        Asumsi:                                                       
          1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)                  
          2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya   
           dilokasi pekerjaan                                         
          3. Prosedur Pelaksanaan:                                    
           Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
           dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
           debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan     
                                                                      
           perpihan setelah pemasangan                                
 7. DIIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                        
                                                                      
    10.1.(7) Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah             
                                                                      
      Peralatan dan Tenaga Kerja yang digunakan :                     
         Alat :                    Tenaga Kerja :                     
       1. Excavator 80-140 HP Dump                                    
                                 1. Pekerja Tukang                    
         truk                                                         
       2. Motor Grader           2. Mand or                           
       3. Alat bantu lainya      3. Operator                          
    Metode pelaksanaan                                                
    a. Menentukan batas perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah  
                                                                      
       rencana.                                                       
    b. Setelah batas ditentukan, dilanjutkan dengan perbaikan jalan tanah
       menggunakan Excavator 80-140 HP, tenaga orang dan alat bantu.  
       Kemudian  dilakukan perataan permukaan tanah  dengan           
       menggunakan Motor Grader dan pada akhlr pekerJaan dilaksanakan 
       pembersihan lahan dengan menggunakan tenaga mekanis dan        
       tenaga manusia.                                                
    c. Kedalaman dan penampang dikerjakan sesuai dengan gambar        
                                                                      
       pelaksanaan.                                                   
    d. Tanah sisa hasil pekerjaan untuk sementara dibuang disekitar lokasi
       galian yang akan dipakai untuk timbunan dan apabila tidak bisa 
       dipakai kembali sesuai persetujuan Direksi/Pengawai, maka tanah
       akan dibuang pada lokasi yang telah ditentukan menggunakan dump
       truk.                                                          
    e. Pemadatan dilaksanakan pada lokasi/lahan yang telah dilaksanakan
       perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah sehingga tanah    
                                                                      
       menjadi padat.                                                 
                                                                      
    PEKERJAAN LAIN-LAIN                                               
                                                                      
    Administrasi / Dokumentasi                                        
    Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan
    dikerjakan :                                                      
                                                                      
    1. Laporan berkala secara menyeluruh                              
    2. Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditadatangani oleh Direksi Pekerjaan
      /Pemilik                                                        
    3. Dokumentasi Foto, meliputi:                                    
      -  Pekerjaan sebelum dilaksanakan                               
                                                                      
      -  Pekerjaan sedang dilaksanakan                                
      -  Pekerjaan setelah dilaksanakan                               
    4. Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto diambil pada
      setiap STA.                                                     
    5. Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan
    6. Membuat Laporan harian, mingguan dan bulanan                   
                                                                      
    7. Membuat Back up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan. 
                                                                      
    Demobilsasi                                                       
    Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan  
    pekerjaan segera dilakukan demobilisasi kembali kepada pemberi    
    dukungan alat.                                                    
                                                                      
                                                                      
    Pembersihan Akhir                                                 
    Setelah semua pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan  
    melakukan pembersihan akhir dimana base camp, kantor direksi dan  
    lain-lain akan dibongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk
                                                                      
    direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
    efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak Pelaksana bersama-sama     
    konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA melakukan serah terima
    pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang 
    telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
    menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Tenders also won by PT Surya Rafli Mandiri
Authority
10 May 2021Penyertaan Modal Daerah (Pengadaan Barang, Pemasangan Jaringan Distribusi Dan Pemasangan Sambungan Rumah Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2021)Kab. Padang PariamanRp 20,000,000,000
9 May 2023,Paket I (Dau)Kab. AgamRp 11,639,000,000
8 March 2019Pembangunan Jaringan Irigasi Nemnemleleu (Sipora Selaatan) (Dak Penugasan 2019)Kab. Kepulauan MentawaiRp 6,972,204,850
24 February 2023Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Muntei - PuroKab. Kepulauan MentawaiRp 5,563,967,000
27 May 2015Peningkatan Jalan Sikakap-Taikako Sta 1+500 S/D 3+300 (Dak 2015)Rp 4,648,730,000
20 March 2017Pembangunan Penanggulangan Abrasi Pantai Siberut TengahPemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 3,500,000,000
5 May 2021Perluasan Spam Jaringan Perpipaan Tematik Penanggulangan Kemiskinan(dak Penugasan 2021)Kab. Kepulauan MentawaiRp 3,475,000,000
9 March 2016Peningkatan Jaringan Air Bersih Desa Saibi (Dak Ipd 2016)Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 3,200,000,000
12 June 2016Pmbg Penyediaan Air Minum Desa Betumonga (Muntei,baru-Baru,sabeu Gunggung)Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 2,600,000,000
14 April 2015Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Saibi (Dak)Rp 2,548,400,000