METODE PELAKSANAAN
SATUAN KERJA : DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MINAHASA
PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG KELAS DENGAN TINGKAT KERUSAKAN MINIMAL SEDANG
BESERTA PERABOTNYA
LOKASI : SD INPRES TANDENGAN
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pas. Papan Proyek
Tahap awal adalah menyiapkan material untuk membuat papan proyek. Balok kayu kls II
di potong dengan panjang yang sesuai kemudian dirakit menjadi tiang dan bingkai untuk
papan nama. Papan nama yang berisikan informasi utama mengenai paket pekerjaan
dipesan dan dibawah ke lokasi pekerjaan untuk dipasang pada bingkai yang telah dibuat.
Papan proyek dipasang pada titik dekat lokasi pekerjaan yang tidak terhalangi dan tidak
menggangu aktivitas pelaksanaan pekerjaan maupun aktivitas masyarakat disekitar
lokasi pekerjaan.
2. Biaya Pekerjaan Penyelenggaraan keamanan, kesehatan kerja dan
keselamatan konstruksi
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan protokol
kesehatan Covid 19 seperti masker dan tempat untuk mencuci tangan.
Kontraktor juga menyediakan helmet kerja, sepatu boot karet, rompi jala dan kotak P3K
untuk para pekerja konstruksi
3. Pembersihan Awal
Pembersihan awal dilokasi pekerjaan dilakukan secara manual dengan menggunakan
tenaga orang. Para pekerja dibawah arahan mandor melakukan pembersihan lokasi
pekerjaan menggunakan alat bantu. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat dan
memindahkan barang – barang atau material yang dapat menghalangi kelancaran
pekerjaan nanti. Pembesihan awal juga mencakup pembersihan lahan tempat
pembangunan dari semak atau tumbuhan liar yang ada. Material/tumbuhan liar hasil
pembersihan dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat pembuangan yang telah
ditentukan.
4. Pas. Steger/ Perancah
Metode kerja Pas. Steger/ Perancah adalah sebagai berikut :
• Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
• Siapkan bambu dan gebalan ijuk atau tali plastik
• Potong bagian bambu sesuai tinggi bangunan dan kelas
• Rancang perancah sesuai kenyamanan para pekerja dan di ikat dengan simpul
yang kuat
• Pastikan kekuatan steger/ perancah sebelum bolak balik naik turun.
B. PEKERJAAN BONGKARAN
1. Bongkaran Atap
• Sebelum dilakukan pembongkaran atap, dilaksanakan pengambilan dokumentasi
0% .
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah naik turun ke
atap.
• Bongkaran atap dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran atap dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan, agar
tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
2. Bongkaran Plafond
• Sebelum dilakukan pembongkaran plafond, dilaksanakan pengambilan
dokumentasi 0%
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah melakukan
bongkaran plafond
• Bongkaran plafond dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran plafond dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan,
agar tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
3. Bongkaran Rangka Atap dan Kuda - Kuda
• Sebelum dilakukan pembongkaran rangka atap dan kuda - kuda, dilaksanakan
pengambilan dokumentasi 0%
• Bongkaran rangka atap dan kuda – kuda dilakukan secara bertahap dan dengan
penuh hati – hati agar tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran rangka atap dan kuda - kuda langsung di angkut keluar lokasi
pekerjaan, agar tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
4. Bongkaran Sloof, Tiang dan ring balok kayu
• Sebelum dilakukan pembongkaran Sloof, tiang dan ring balok kayu dilaksanakan
pengambilan dokumentasi 0%
• Lakukan pembongkaran secara bertahap dimulai dari sloof dan tiang
• Lakukan pengecoran sloof dan tiang baru membongkar ring balok kayu
5. Angkutan Material Bongkaran
- Semua hasil bongkaran langsung di angkut ke luar lokasi pekerjaan agar tidak
menggangu tahapan proses kerja selanjutnya
6. Pengikisan dan pengerokan cat lama
• Sebelum melakukan pengecatan diperlukan mengikis cat lama dan dinding yang
sudah berlumut
• Gunakan kertas pasir halus untuk mengerok permukaan cat
C. PEKERJAAN LANTAI, BETON DAN DINDING
1. Cor Lantai Beton Mutu F’c= 7,4 MPa
Pekerjaan cor lantai bagunan/selasar dilaksanakan setelah urugan pasir pada area
lantai bangunan/selasar selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Pekerja mengambil semen, pasir, kerikil dan air dengan komposisi campuran 1
semen : 3 pasir : 5 kerikil.
• Campuran diangkut dengan memakai alat angkut untuk dicorkan ke area lantai
bangunan dan daerah selasar.
• Selama pengecoran beton digetarkan dengan vibrator agar hasil pengecoran
benar – benar padat.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
2. Cor Sloof Beton mutu F’c=14,5 MPa, uk 12x15
3. Pas. Bekisting Sloof
4. Pembesian Sloof
Pekerjaan cor sloof beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Buat bekisting dari kayu kelas III. Papan dan balok kayu dirangkai menjadi
bekisting sesuai dengan ukuran/dimensi seperti pada gambar kerja.
• Bekisting dipasang secara kuat dan kaku agar menghasilkan bidang permukaan
beton yang rata dan tidak keropos. Sambungan antara panel bekisting dibuat
rapat agar tidak bocor pada saat pengecoran
• Besi yang telah diangkut ke lokasi dipotong dan dibengkokkan di loos kerja oleh
• tukang besi sesuai dengan ukuran yang terdapat pada gambar. Besi dipotong
dengan alat bar cutter dan dibengkokkan dengan bar bendder
• Besi dipasang dengan jarak antar besi mengacu pada gambar kerja. Sambungan
antar besi diikat dengan kawat beton.
• Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-
kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran.
• Campuran beton yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur
pencampuran dan komposisi campuran beton mutu f’c=14,5 MPa setara camp
(1:2:3), diangkut dengan memakai alat angkut untuk dicorkan ke media cor.
• Bekisting maupun perancah diperiksa secara kontinu untuk memastikan tidak ada
kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting.
• Selama pengecoran beton digetarkan dengan vibrator agar hasil pengecoran
benar – benar padat.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
• Bekisting dan perancah dilepas ketika umur beton memenuhi spesifikasi.
5. Cor Kolom Beton Mutu F’c= 14,5 MPa uk. 15x15
6. Pas. Bekisting Kolom 15x15
7. Pembesian Kolom 15x15
Pekerjaan cor kolom beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan sloof selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Buat bekisting dari kayu kelas III. Papan dan balok kayu dirangkai menjadi
bekisting sesuai dengan ukuran/dimensi seperti pada gambar kerja.
• Bekisting dipasang secara kuat dan kaku agar menghasilkan bidang permukaan
beton yang rata dan tidak keropos. Sambungan antara panel bekisting dibuat
rapat agar tidak bocor pada saat pengecoran
• Besi yang telah diangkut ke lokasi dipotong dan dibengkokkan di loos kerja oleh
tukang besi sesuai dengan ukuran yang terdapat pada gambar. Besi dipotong
dengan alat bar cutter dan dibengkokkan dengan bar bender
• Besi dipasang dengan jarak antar besi mengacu pada gambar kerja. Sambungan
antar besi diikat dengan kawat beton.
• Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-
sempurnaan hasil pengecoran.
• Campuran Beton yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur
pencampuran komposisi campuran beton mutu F’c=14,5 MPa atau setara camp
(1:2:3), diangkut dengan memakai alat angkut untuk dicorkan ke media cor.
• Bekisting maupun perancah diperiksa secara kontinu untuk memastikan tidak ada
kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
• Bekisting dan perancah dilepas ketika umur beton memenuhi spesifikasi.
8. Cor Ring Balok Beton Mutu F’c=14,5 MPa setara Camp. 1:2:3 (12x15 cm)
9. Pas. Bekisting Ring Balok uk. 12x15
10. Pembesian Ring Balok 12x15
Pekerjaan cor ring balok beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan kolom selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Buat bekisting dari kayu kelas III. Papan dan balok kayu dirangkai menjadi
bekisting sesuai dengan ukuran/dimensi seperti pada gambar kerja.
• Bekisting dipasang secara kuat dan kaku agar menghasilkan bidang permukaan
beton yang rata dan tidak keropos. Sambungan antara panel bekisting dibuat
rapat agar tidak bocor pada saat pengecoran
• Besi yang telah diangkut ke lokasi dipotong dan dibengkokkan di loos kerja oleh
tukang besi sesuai dengan ukuran yang terdapat pada gambar. Besi dipotong
dengan alat bar cutter dan dibengkokkan dengan bar bendder
• Besi dipasang dengan jarak antar besi mengacu pada gambar kerja. Sambungan
antar besi diikat dengan kawat beton.
• Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-
kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran.
• Campuran Beton yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur
pencampuran komposisi campuran (1:2:3), diangkut dengan memakai alat angkut
untuk dicorkan ke media cor.
• Bekisting maupun perancah diperiksa secara kontinu untuk memastikan tidak ada
kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
• Bekisting dan perancah dilepas ketika umur beton memenuhi spesifikasi.
11. Pasangan Dinding Fullbrick Sp. 1:4
Pekerjaan pasangan Fullbrick dikerjakan untuk pasangan dinding bangunan. Metode
kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Dipasang tanda jalur pemasangan dinding fullbrick dengan benang pada kedua
sisi dinding.
• Pasang fulbrick di atas sloof dan pada jalur yang ditandai.
• Pasang fullbrick lapis demi lapis sampai mencapai tinggi dinding sesuai gambar
kerja.
• Fullbrick dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1:4.
• Adukan mortar diratakan dipermukaan fullbrick kemudian lapisan fullbrick
berikutnya disusun diatas campuran beton.
• Tekan fullbrick atau dipukul dengan palu karet sampai mencapai elevasi yang
sesuai.
• Setelah fullbrick terpasang seluruhnya periksa kelurusan pasangan secara vertical
dan horizontal.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pasangan fullbrick
12. Plesteran Dinding Sp. 1:4
Pekerjaan plesteran dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan fullbrick selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diatur rapih di daerah dekat lokasi
pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan diplester dari kotoran yang dapat menyebabkan
adukan plesteran tidak menempel dengan sempurna.
• Basahi dengan air permukaan yang akan diplester.
• Campur semen, pasir dan air dengan komposisi 1 semen : 4 pasir.
• Ratakan adukan mortar pada seluruh permukaan dengan menggunakan roskam
kayu.
• Periksa kerataan dan tebal plesteran agar sesuai dengan persyaratan
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan plesteran.
13. Acian Dinding
Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan plesteran selesai dikerjakan. Metode
kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan di atur rapih di daerah dekat lokasi
pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan diaci dari kotoran yang dapat menyebabkan
adukan air semen tidak menempel dengan sempurna.
• Campur semen dan air sedemikian rupa agar menghasilkan permukaan acian
bagus, tidak terjadi retak dan agar mudah dikerjakan.
• Ratakan adukan air semen pada seluruh permukaan dengan menggunakan
roskam baja.
• Padatkan acian dengan roskam baja sampai benar – benar rata dan halus.
• Periksa kerataan agar sesuai dengan persyaratan.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan acian.
D. PEKERJAAN ATAP
1. Pas. Rangka atap baja ringan C.75.75
Kontruksi rangka atap baja ringan dikerjakan diworkshop kemudian diangkut ke lokasi
untuk dilakukan pemasangan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
• Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan
dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
• Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar
rencana atap.
• Mengukur jarak antar kuda-kuda.
• Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan
pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
• Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan
kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-
kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja
disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
• Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalok
menggunakan benang dan lot (unting-unting).
• Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4
buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
• Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
• Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
• Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,5 meter).
• Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar).
• Memasang balok nok.
• Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin.
Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
• Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap
yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah.
2. Pas. Penutup Atap Seng Gelombang tbl 0,3 Warna
Pekerjaan pemasangan atap seng gelombang dilaksanakan setelah rangka atap
selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Seng dipasang dengan cara dibaut pada rangka atap yaitu pada balok reng.
Sebelum baut dipasang, balok reng dan seng dibor pada titik pemasangan baut.
• Pasang baut dan mur dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, agar seng
tersebut lebih rapat dan menempel dengan kuat pada permukaan rangka atap
(balok reng).
• Berikan sealent pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur.
• Periksa kembali kerapihan pasangan atap dan lakukan uji terhadap kebocoran.
3. Pasangan Bubungan Atap
Pekerjaan pemasangan bubungan dilaksanakan setelah penutup atap seng gelombang
selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Nok aluminium dipasang pada garis pertemuan atap yaitu bubungan dan jurai
luar dengan paku ulit diatas sayap nok bagian samping.
• Periksa kembali kerapihan pasangan bubungan dan lakukan uji terhadap
kebocoran.
4. List plank GRC L = 30 cm
Pekerjaan pemasangan list plank dilaksanakan setelah pekerjaan atap selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Potong papan GRC sesuai dengan ukuran list plank
• Tandai letak/posisi pemasangan dengan memperhatikan kerataan pasangan
listplank.
• Pasang listplank pada tepi atap dengan menggunakan paku skrup sesuai dengan
posisi yang telah ditandai sebelumnya.
• Terakhir lakukan pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank.
E. LANGIT – LANGIT
1. Pas. Rangka Plafond besi hollow 40.40.20 mdl 60x60
Pekerjaan pemasangan rangka plafond besi hollow 40.40.20 dilaksanakan setelah
penutup atap selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Ukur sisi –sisi dinding ruangan yang akan dipasang rangka plafond
• Potong besi hollow sesuai dengan panjang sisi – sisi dinding.
• Dipasang tanda jalur pemasangan besi hollow dengan benang pada kedua sisi
dinding.
• Pasang rangka hollow pada keempat sisi dinding dengan cara dibor.
• Pasang rangka besi hollow memanjang pada bagian tengah yang menumpu pada
rangka bagian depan dan belakang.
• Pasang rangka besi hollow melintang bagian tengah yang menumpu pada rangka
bagian kiri dan kanan.
• Pasang rangka plafond besi hollow dengan modul 60x60 dan sesuai gambar
perencanaan.
2. Pas. Plafond GRC tbl 3,5mm
Pekerjaan pemasangan plafond GRC 3,5 mm dilaksanakan setelah rangka plafond besi
hollow selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Dipasang tanda jalur pemasangan plafond GRC dengan benang pada kedua sisi
• Pasang papan GRC mulai dari tepi ruangan dengan cara dibor pada rangka plafon
• Isi celah sambungan antara papan GRC dengan compound GRC.
• Tempelkan pita kertas yang sudah diolesi compound GRC pada lapisan compound
bagian sambungan plafon.
• Lapis kembali dengan compound sehingga menutupi pita kertas.
• Haluskan lapisan compound dengan kertas ampelas.
3. Pasang List Plafon SP. 4
Pekerjaan pemasangan list plafon dilaksanakan setelah pemasangan plafond dan
selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Ukur sisi –sisi dinding ruangan yang akan dipasang list plafon
• Potong list profil kayu sesuai dengan panjang sisi – sisi dinding.
• Pasang list plafon dengan cara dipaku pada kerangka plafon.
• Terakhir periksa kerataan dan kerapihan pasangan plafon.
F. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan Dinding Lama
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas
menjangkau daerah yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan dinding.
2. Pengecatan Mengkilat Kayu Lama
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dengan menggunakan cat mengkilat kayu. Pengecatan
menggunakan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas menjangkau daerah
yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan kayu.
3. Pengecatan Dinding Baru
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas
menjangkau daerah yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan dinding.
4. Pengecatan Plafon
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas
menjangkau daerah yang sempit. Untuk pengecatan plafon digunakan perancah
agar permukaan plafon yang tinggi dapat dijangkau.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan plafon.
G. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
1. Pas. Kusen Pintu dan Jendela Kayu kls. II
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Balok kayu kelas II dipotong dan dibentuk sesuai dengan ukuran kusen yang
disyaratkan
• Lakukan penyambungan sesuai dengan bentuk dan ukuran kusen. Sambungan
menggunakan jenis pen dan lubang.
• Tentukan kedudukan kusen dengan cara merentangkan benang berjarak separuh
dari tebal kusen terhadap as bouwplank.
• Pasang angker pada kusen secukupnya.
• Dengan menggunakan unting – unting, atur kedudukan kusen pintu dan jendela
agar berdiri tegak.
• Pasang skur agar kedudukan kusen stabil dan kokoh
• Terakhir periksa kerapihan pasangan kusen.
2. Pasang Engsel Pintu (1 Pintu 2 bh)
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Beri tanda titik pemasangan engsel pintu pada kusen dan daun pintu
• Pasang engsel dengan cara disekrup pada titik yang telah ditandai.
• Periksa kembali apakah engsel sudah terpasang kuat dan tidak mudah bergeser.
3. Pasang Kunci Tanam Pintu
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Beri tanda titik pemasangan kunci pintu pada kusen dan daun pintu
• Pasang kunci pintu dengan cara disekrup pada titik yang telah ditandai.
• Periksa kembali apakah kunci pintu sudah terpasang kuat dan tidak mudah
bergeser.
H. PEKERJAAN MECHANICAL ELEKTRIKAL
1. Pas. Instalasi Listrik
Pertama disediakan gambar-gambar sistem instalasi listrik yang menunjukan secara
umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan
memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada dan mempertimbangkan juga
kemudahan service/maintenance jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.
Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan instalasi titik lampu, stop kontak dan
saklar. Semua hantaran (kabel) ditarik dalam pipa/cabelduct dan diusahakan tidak
tampak dari luar (tertanam). Pemasangan pipa dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas balok dan kolom beton dipasang
terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel dimasukkan bersamaan dengan
pemasangan sparing. Penempatan sambungan/percabangan pada daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan). Sambungan menggunakan klem / isolasi
kabel supaya terlindung dengan baik dan tidak tersentuh. Jaringan arde harus
dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal petir. Pemasangan stop kontak
setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai (atau sesuai
dengan spesifikasi).
2. Pasang Saklar Tunggal
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Pasang saklar tunggal pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Box saklar dipasang menempel pada dinding
• Pasang panel saklar pada box yang telah ditempelkan pada dinding.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
3. Pasang Stop Kontak
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Pasang stop kontak pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Box stop kontak dipasang menempel pada dinding
• Pasang panel stop kontak pada box yang telah ditempelkan pada dinding.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
4. Pasang Lampu LED Tampal 6 Watt
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Buatlah lubang pada plafond sesuai dengan besaran lubang lampu
• Pasang Lampu Led pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
5. Pasang Lampu LED Tampal 12 Watt
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Buatlah lubang pada plafond sesuai dengan besaran lubang lampu
• Pasang Lampu Led pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
I. PEKERJAAN MEBELER
1. Meja guru ½ Biro ( p=120 cm X l=60 cm X t=71 cm )
Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Penyedia jasa memesan Meja guru dengan jenis dan spesifikasi sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan
• Meja Guru yang telah dipesan diangkut ke lokasi pekerjaan.
• Meja Guru diletakkan pada tempat yang ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan
2. Kursi guru ( p=45 cm X l=40 cm X t=45 cm )
Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Penyedia jasa memesan Kursi Guru dengan jenis dan spesifikasi sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan
• Kursi Guru yang telah dipesan diangkut ke lokasi pekerjaan.
• Kursi Guru diletakkan pada tempat yang ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan
3. Meja Siswa Tunggal (p = 60cm X l = 55 cm X t = 65 cm )
Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Penyedia jasa memesan Meja Siswa dengan jenis dan spesifikasi sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan
• Meja Siswa yang telah dipesan diangkut ke lokasi pekerjaan.
• Meja Siswa diletakkan pada tempat yang ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan
4. Kursi Siswa (p = 44cm X l = 40 cm X t = 40 cm )
Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Penyedia jasa memesan Kursi Siswa dengan jenis dan spesifikasi sesuai dengan
petunjuk Direksi Pekerjaan
• Kursi Siswa yang telah dipesan diangkut ke lokasi pekerjaan.
• Kursi Siswa diletakkan pada tempat yang ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan
J. PEKERJAAN AKHIR/ LAIN-LAIN
1. Pembersihan Akhir
Pembersihan akhir dilakukan di akhir masa pelaksanaan proyek, pada pekerjaan ini
termasuk membersikan lokasi pekerjaan dari sampah-sampah bekas pelaksanaan
konstruksi dan di buang ke disposal area.
2. Pas. Sopi – sopi grc 3,5mm samping kiri dan kanan
• Dipasang tanda jalur pemasangan sopi - sopi GRC dengan benang pada kedua sisi
• Pasang sopi - sopi GRC mulai dari tepi dengan cara dibor pada rangka plafon
• Isi celah sambungan antara papan GRC dengan compound GRC.
• Tempelkan pita kertas yang sudah diolesi compound GRC pada lapisan
compound bagian sambungan plafon.
• Lapis kembali dengan compound sehingga menutupi pita kertas.
• Haluskan lapisan compound dengan kertas ampelas.
3. Administrasi/Dokumentasi
Pekerjaan administrasi dilakukan pada awal pelaksanaan proyek, akhir pelaksanaan
dan selama masa pelaksanaan proyek yaitu pembuatan pelaporan yang dilakukan
secara berkala sesuai dengan persyaratan dalam kontrak. Sedangkan dokumentasi
dilaksanakan sepanjang jalannya proyek sebagai rekaman bukti pelaksanaan
pekerjaan.