| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0016413650823000 | Rp 252,925,668 | - | |
| 0626261127823000 | Rp 231,228,407 | dokumen penawaran teknis tidak memenuhi syarat | |
| 0763586096823000 | - | - | |
| 0755131877821000 | - | - | |
CV Walelang | 04*1**2****23**0 | - | - |
| 0016412819823000 | - | - | |
| 0027004464823000 | - | - | |
| 0427774484823000 | - | - | |
| 0731941266823000 | - | - | |
| 0420612798823000 | - | - | |
| 0032212789823000 | - | - | |
| 0749263000823000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN : Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah
SD Inpres Sendangan
LOKASI : MINAHASA
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Biaya Pekerjaan K- 3
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan protokol
kesehatan. Kontraktor juga menyediakan helm kerja, sepatu boot karet, rompi jala dan kotak
P3K untuk para pekerja konstruksi
2. Pek. Papan Nama
Tahap awal adalah menyiapkan material untuk membuat papan proyek. Balok kayu kls
II di potong dengan panjang yang sesuai kemudian dirakit menjadi tiang dan bingkai untuk
papan nama. Papan nama yang berisikan informasi utama mengenai paket pekerjaan
dipesan dan dibawah ke lokasi pekerjaan untuk dipasang pada bingkai yang telah dibuat.
Papan proyek dipasang pada titik dekat lokasi pekerjaan yang tidak terhalangi dan tidak
menggangu aktivitas pelaksanaan pekerjaan maupun aktivitas masyarakat disekitar lokasi
pekerjaan.
3. Pembersihan Lapangan
Pembersihan lapangan merupakan pekerjaan untuk pembersihan awal di lokasi sebelum
dilakukan pekerjaan, untuk lokasi pembuangan tentu saja telah di sepakati oleh stakeholder
terkait.
4. Pengukuran dan Pemasangan 1 m’ Bouwplank
Sebelum bouwplank dipasang, dilakukan pengukuran awal secara bersama – sama
dengan Direksi Pekerjaan. Pengukuran dilakukan untuk memastikan kesesuaian ukuran di
lapangan dengan yang tercantum di gambar kerja. Pengukuran menggunakan alat – alat
ukur sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Setelah pengukuran selesai dilaksanakan maka
dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan bouwplank. Metode kerja pemasangan
bouwplank adalah sebagai berikut :
• Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
• Siapkan balok kayu kls III untuk pembatas.
• Ukur bagian yang akan dikerjakan.
• Tancapkan kayu pertama dengan menggunakan palu.
• Pasang kayu penahan kayu utama dengan menggunakan paku.
• Ukur ketinggian batas bouwplank menggunakan meteran.
• Pasang kayu pada bagian pojok-pojok bidang yang akan dikerjakaan dengan
menggunakn unting-unting supaya tegak.
• Pasang tali pada batas bouwplank tadi sampai kayu berikutnya.
• Sambungkan tali-tali tadi sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Periksa kembali
ketinggian tali-tali tadi agar pas dengan batas.
B. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Pondasi
Pekerjaan galian dikerjakan tepat setelah pemasangan bouwplank, sebelumnya
pelajari shop drawing untuk mengetahui posisi dan dimensi galian baik pondasi telapak atau
pondasi batu belah. Kemudian siapkan tenaga penggali beserta alat penggali seperti:
cangkul, sekop, excavator dan lain lain mengikuti kondisi lapangan dan efisiensi kerja.
Penggalian harus dilakukan secara hati – hati, terutama penempatan hasil gali agar
ditempatkan lebih jauh dari lokasi galian untuk menghindari galian tertimbun kembali. Ada
baiknya jika lebar dasar galian dibuat lebih besar agar tukang dapat leluasa bekerja.
Kemudian rapikan lubang galian tanah oleh pekerja untuk pekerjaan selanjutnya.
2. Pek. Pondasi Batu Kali 1 Pc : 4 Ps
Dasar saluran digali dikedua belah sisinya, dilanjutkan dengan pekerjaan pasangan
pondasi batu belah camp. 1 Semen : 4 Pasir dengan menggunakan beberapa tenaga kerja
dengan arahan mandor pemasangan dibuat secara menjalur. Material batu yang digunakan
yaitu batu pecah dengan ukuran sekitar lebar 15 cm dan tinggi 20 cm. Dimana prosesnya
batu disusun satu persatu dari bawah dengan perekatan spesi 1:4 hingga ketinggian yang
sudah ditentukan dalam gambar rencana dan atas persetujuan pengawas.
3. Pek. Pondasi Batu Kosong/ Aanstamping
Seluruh permukaan batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai jenuh sebelum ditem-
patkan. Beton harus diletakkan di atas batu yang telah dipasang sebelumnya selanjutnya
batu yang baru akan diletakkan di atasnya. Batu harus ditanamkan secara kokoh pada
lereng dan dipadatkan sehingga bersinggungan dengan batu-batu yang berdekatan sampai
membentuk ketebalan pasangan batu kosong yang diperlukan. Celah-celah antar batu
dapat diisi sebagian dengan batu baji atau batu-batu kecil, sedemikian hingga sisa dari
rongga-rongga tersebut harus diisi dengan beton sampai padat dan rapi dengan ketebalan
tidak lebih dari 10 mm dari permukaan batu-batu tersebut.
4. Pek. Urugan Kembali
Pengurugan tanah ini adalah melaksanakan pekerjaan penimbunan kembali pada lokasi
yang telah ditentukan dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat
yang telah ditentukan dapat menggunakan compactor / alat pemadat tanah lainnya.
5. Pek. Timbunan dan Pemadatan tanah
Setelah dilakukan penimbunan tanah urug dilakukan pemadatan dengan menggunakan
alat/ stamper atau dengan menggarahkan mobil untuk dapat melewati daerah timbunan
tersebut.
6. Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai
Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm, kemudian pasir
diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir
tersebut. Basahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata, pengurugan pasir ini
pekerjakan bersamaan dengan lantai kerja pondasi.
C. PEKERJAAN PONDASI DAN BETON
1. Pekerjaan Cor Lantai Beton mutu F’c = 7,4 Mpa
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 7,4 Mpa
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja serta
RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan
acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada
sarang tawon. Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum
siap.
2. Pekerjaan Cor Sloof Beton mutu F’c = 14,5 Mpa
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja serta
RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan
acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada
sarang tawon. Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum
siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting sloof dipotong dan disesuaikan dengan gambar
rencana, papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti
baut yang berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah
penggunaan dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan
pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan
dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang sesuai gambar
rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar
rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan
vibrator agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang
diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran ada baiknya
dilakukan curring beton.
3. Pekerjaan Cor Kolom Beton mutu F’c = 14,5 Mpa
4. Pekerjaan Cor Kolom Praktis Beton mutu F’c = 14,5 Mpa
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja serta
RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan
acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada
sarang tawon. Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum
siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting sloof dipotong dan disesuaikan dengan gambar
rencana, papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti
baut yang berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah
penggunaan dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan
pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan
dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang sesuai gambar
rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar
rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan
vibrator agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang
diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran ada baiknya
dilakukan curring beton.
5. Pekerjaan Cor Ring Balok Beton mutu F’c = 14,5 Mpa Uk. 15 x 20
6. Pekerjaan Cor Ring Balok Beton mutu F’c = 14,5 Mpa Uk. 10 x 15
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja serta
RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan
acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada
sarang tawon. Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum
siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting sloof dipotong dan disesuaikan dengan gambar
rencana, papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti
baut yang berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah
penggunaan dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan
pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan
dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang sesuai gambar
rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar
rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan
vibrator agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang
diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran ada baiknya
dilakukan curring beton.
D. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
1. Pek. Dinding Batako/ Fullbrick 1 Pc : 4 Ps
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
dinding full brick, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
Memasang full brick pada jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu di
ujung jalur dinding. Pemasangan dilakukan lapis demi lapis sampai ketinggian sesuai
gambar, dengan menggunakan adukan 1 pc : 4ps. Pada pelaksanaannya, adukan semen
pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan full brick. Kemudian full brick
disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan pasangannya.
Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan. Lalu
dilakukan pemeriksaan kelurusan horizontal serta vertikal pasangan full brick, apabila
sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah dinding terpasang dilanjutkan
dengan plesteran pada seluruh permukaan dinding.
2. Pek. Plesteran 1 Pc : 4 Ps
Semua pekerjaan dinding pondasi saluran terpasang dengan baik dilanjutkan dengan
pekerjaan plesteran dengan ketebalan yang telaah direncanakan. Mula-mula permukaan
dinding saluran disiram dengan air sampai permukaannya basah jika sudah sangat kering,
atau jika masih lembab dapat langsung dilakukan plesteran dinding saluran dengan
menggunakan spesi campuran 1 Semen : 4 Pasir. Prosedur plesteran dapat dimulai dari
atas atau bawah lalu dengan bantuan “Seterika” kayu mulai diratakan permukaan secara
berulang-ulang pada semua permukaan dinding hingga selesai.
3. Pek. Acian Dinding
Jika pekerjaan plesteran dinding saluran mengering dengan baik dilanjutkan dengan
melicinkan kedua sisi bagian dinding menggunakan campuran Semen dan Air .Saat acian
akan dilakukan dan didapati bidang plesteran dinding dan cor kolom sangatlah kering maka
sebaiknya permukaan dinding disiram terlebih dahulu dengan air agar nantinya proses
pengikatan antara semen dengan plesteran dinding menjadi baik dan kuat.
4. Pek. Lantai Interior 40 x 40 cm
Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material keramik, serta
alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang, selang dan
air. Selanjutnya lantai dasar dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan keramik. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air
sampai jenuh sebelum dipasang. Buat adukan untuk mortar semen sebagai perekat
keramik. Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang
rata dan garis siar/nat yang lurus. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan
yang ditebar permukaannya rata/flat. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan
terjadi rongga.
Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat mortar semen. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai
lainnya dengan acuan kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat. Pada saat
pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan permukaan
lantai keramik yang rata. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan
waterpass. Setelah pemasangan lantai keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan mortar semen. Setelah itu baru dilanjutkan
dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat. Pekerjaan terakhir adalah pembersihan
permukaan lantai keramik dari kotoran.
5. Pek. Lantai Kusen Exterior 40 x 40 cm
Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material keramik, serta
alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang, selang dan air.
Selanjutnya lantai dasar dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum
ditebar adukan pasangan keramik. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh
sebelum dipasang. Buat adukan untuk mortar semen sebagai perekat keramik. Pasang
benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang rata dan garis
siar/nat yang lurus. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar
permukaannya rata/flat. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat mortar semen. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai
lainnya dengan acuan kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat. Pada saat
pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan permukaan
lantai keramik yang rata. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan
waterpass. Setelah pemasangan lantai keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan mortar semen. Setelah itu baru dilanjutkan
dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat. Pekerjaan terakhir adalah pembersihan
permukaan lantai keramik dari kotoran.
E. PEKERJAAN KUDA – KUDA DAN ATAP
1. Pas. Rangka Atap Baja Canai Dingin Profil C75.75
Rangka baja difabrikasi di workshop sesuai dengan shop drawing/gambar kerja.
Diangkut ke lokasi dan diletakkan dekat lokasi pemasangan, diganjal dan dilindungi dengan
terpal plastik. Dengan menggunakan alat untuk menaikkan bahan ke tempat pemasangan,
rangka atap baja dipasang sesuai dengan shop drawing. Sambungan antar rangka
menggunakan baut dan sambungan las. Kemudian dilakukan fixing. Setelah selesai,
dilanjutkan dengan pekerjaan penutup atap.
Pemasangan dikerjakan dengan cara di-bor pada reng. Kemudian dipasangkan mur
dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga genteng metal tersebut lebih
rapat dan menempel dengan permukaan atap (balok reng) dengan kuat. Setelah
pengeboran selesai dilakukan, diberikan sealent pada setiap lubang yang telah
dipasangkan mur tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat hujan. Pemotongan
genteng metal dilakukan pada bagian atas atau titik pertemuan dengan nok agar lebih
terlihat rapih.
2. Pas. Seng gelombang
Pemasangan genteng seng seng gelombang dikerjakan dengan cara di-bor pada reng.
Kemudian dipasangkan skrup dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga
seng seng gelombang tersebut lebih rapat dan menempel dengan permukaan atap (balok
reng) dengan kuat. Setelah pengeboran selesai dilakukan, diberikan sealent pada setiap
lubang yang telah dipasangkan skrup tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat
hujan. Pemotongan seng seng gelombang dilakukan pada bagian atas atau titik pertemuan
dengan nok agar lebih terlihat rapi.
3. Pas. Bubungan Atap
Bubungan atau nok seng dipasang pada garis pertemuan atap yaitu bubungan dan jurai
luar. Setelah penutup atap genteng metal telah terpasang seluruhnya, pasang nok dengan
paku ulit tepat di atas sayap nok bagian samping.
4. Pas. Listplank uk. 20 cm, GRC 9 mm
Pertama dilakukan penyiapan papan list plank papan. Kemudian tandai letak/posisi
pemasangan serta kerataan pasangan listplank. Pasang listplank pada tepi atap sesuai
dengan posisi yang telah ditandai sebelumnya dengan menggunakan paku skrup. Terakhir
dilakukan pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank.
F. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pek. Rangka Plafond besi hollow 40. 40. 20
Untuk pekerjaan pemasangan rangka plafon, setelah ketinggian pemasangan plafon
ditentukan, pasang wall angle (siku metal) sebagai penyangga metal furing/hollow. Siku
metal dibor pada dinding dengan jarak sekrup/baut sesuai gambar. Setelah siku metal telah
terpasang seluruhnya, pasang hollow di atas siku metal, kencangkan dengan baut. Rangka
utama digantung pada kawat penggantung dengan menggunakan U clamp dan
ditempatkan di atas metal furing dengan posisi menyilang. Kaitkan persilangan kedua jenis
hollow tersebut dengan menggunakan channel clamp. Tahap terakhir dari pemasangan
rangka adalah penguatan rangka tersebut dengan pemasangan bracket dan hanger.
2. Pek. Penutup Plafond GRC
Pemasangan plafon GRC dimulai dari pinggir. Papan GRC dipasang pada rangka plafon
dengan cara disekrup pada rangka hollow yang telah terpasang. Kemudian celah antara
papan GRC yang telah terpasang diisi dengan compound. Selanjutnya pita kertas yang
telah diolesi compound ditempelkan menutupi celah yang telah diisi compound tadi. Lapis
kembali bagian sambungan dengan lapisan tipis compound. Tunggu sampai lapisan
compound kering, kemudian haluskan permukaan sambungan dengan kertas amplas.
Terakhir dilakukan pemeriksaan kerataan plafond.
3. Pek. List Plafond Sp. 4
List GRC dengan warna yang senada dengan warna plafond.Ukur plafond yang akan
dilapisi list. Potong-potong dan sambungkan lis sesuai dengan ukuran. Upayakan agar
sambungan sesuai dengan bentuk list agar tidak terputus dan mengurangi keindahannya.
Pasang lis dengan cara diskrup dengan skrup (1 cm). Perhatikan letak skrup agar tidak
keluar dari kayu. Boleh juga dipasang memakai lem.
G. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan Dinding Tembok
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan dinding telah bersih dan rata,
selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar tersebut
sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai dengan
Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan dan spesifikasi
teknis yang tercantum dalam kontrak.
2. Pengecatan mengkilat Kayu
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan kusen kayu, jendela dan ventilasi
telah bersih dan rata, selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat
rol pada bidang yang luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer.
Jika cat dasar tersebut sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan
cat sesuai dengan Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan
dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
3. Pengecatan Plafond
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan plafond telah bersih dan rata,
selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar tersebut
sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai dengan
Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan dan spesifikasi
teknis yang tercantum dalam kontrak.
H. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
1. Pas. Kusen Pintu dan Kusen Jendela Kls, II
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen. Pasang angker pada kusen secukupnya. Dirikan kusen dan
tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.Pasang patok untuk diikat
bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh. Cek kembali kedudukan kusen
pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
2. Pas. Daun Pintu Panel Kls. II
Ukur lebar dan tinggi kusen pintu. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.Ketam dan potong
daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi). Masukkan/pasang daun pintu pada
kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar
maupun kearah tinggi. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang
daun pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas
25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3
engsel)Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada
daun pintu.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen. Pasang kembali daun pintu pada kusennya
dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga
terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya. Coba daun pintu dengan cara membuka dan
menutup. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.
3. Pas. Daun Jendela Kayu Kls. II
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen. Pasang angker pada kusen secukupnya. Dirikan kusen dan
tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting.
Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.Pasang patok untuk diikat bersama
dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh. Cek kembali kedudukan kusen pintu,
apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen. Bersihkan
tempat sekelilingnya.
4. Pas. Kaca tebal 5 mm
Kaca yang akan dipasang harus merupakan kaca agak gelap dari jenis “ Sheet Glass”
yang mempunyai permukaan rata dan tidak bergelombang dengan ketebalan 3 mm.
semua kaca harus disimpan pada tempat yang bersih dan tidak lembab.
Penyelenggaraan Pekerjaan
- Sebelum memulai pekerjaan pemasangan kaca, pelaksana harus memeriksa
semua sponingan pada kaca yang akan dipasang, untuk meyakinkan
kelurusannya, kesikuannya, dan kerataannya. Sponingan juga hurus bebas dari
tonjolan yang dapat mengganggu pemasangan.
- Semua ukuran kaca harus diambil dari ukuran yang terdapat dilapangan, pada
mana kaca akan dipasang. Pelaksana bertanggung jawab ketepatan kaca yang
dipasang.
- Ukuran kaca harus sedemikian rupa sehingga terdapat celah yang cukup untuk
memungkinkan kaca bergerak tanpa refraksi dari sponing yang ada. Kaca yang
dipasang tidak boleh bergetar.
5. Pas. Engsel Pintu 4”
Syarat Bahan : Engsel Pintu 4 ”
• Engsel pintu dari type “ Butt Hinge” yang dilengkapi dengan ring plastic, panjang engsel
4”
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan
kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
6. Pas. Kunci Tanam Pintu
Syarat Bahan : Kunci Tanam Pintu
• Sediakan Kunci Pintu
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan
kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
7. Pas. Engsel Jendela
Syarat Bahan : Engsel Pintu
• Engsel jendela dari type, tapi ukuran panjangnya 3”.
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan
kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
8. Pas. Grendel Jendela
Syarat Bahan : Grendel Jendela
• Sediakan Grendel Jendela
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan
kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
9. Pas. Kait/ Hak Angin
Syarat Bahan : Hak Angin
• Sediakan Hak angin/ kait
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan
kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
I. PEKERJAAN MECHANICAL ELECTRICAL
1. Pas. Titik Instalasi Penerangan
Pekerjaan panel distribusi dengan menyiapkan gambar rencana tataletak instalasi listrik
yaitu letak sambungan, jalur kabel dan posisi titik - titik lampu, saklar, stop kontak dan
sekring box. Selanjutnya dikerjakan pemasangan instalasi dengan mengacu pada gambar
rencana. Pemasangan jaringan kabel dimasukkan di dalam pipa yang ditanam dalam
beton/dinding. Pipa yang ditanam pada dinding diklem dengan kuat. Pemasangan jaringan
kabel diatas plafon dapat dengan cara terbuka (tanpa pipa). Kabel - kabel daya yang menuju
stop kontak atau sakelar dilindingi dengan pipa khusus instalasi dan diklem.
2. Pas. Saklar Tunggal
Pekerjaan ini diawali dengan penyiapan saklar tunggal yang akan dipasang. Selanjutnya
dilakukan pemasangan fitting dan lampu pada titik - titik yang telah terpasang instalasi
listriknya. Pemasangan ini dilakukan oleh tukang listrik.
3. Pas. Stop Kontak
Pekerjaan ini diawali dengan penyiapan stop kontak yang akan dipasang. Selanjutnya
dilakukan pemasangan fitting dan lampu pada titik - titik yang telah terpasang instalasi
listriknya. Pemasangan ini dilakukan oleh tukang listrik.
4. Pas. Lampu
Pekerjaan ini diawali dengan penyiapan lampu downlight dan fitting yang akan dipasang.
Selanjutnya dilakukan pemasangan fitting dan lampu pada titik - titik yang telah terpasang
instalasi listriknya. Pemasangan ini dilakukan oleh tukang listrik.
J. PEKERJAAN FURNITURE
1. Meja Guru
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan kursi guru dapat
disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan memesan kepada tukang kayu
setempat.
2. Lemari Buku
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan kursi guru dapat
disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan memesan kepada tukang kayu
setempat.
3. Kursi Guru
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan kursi guru dapat
disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan memesan kepada tukang kayu
setempat.
K. PEKERJAAN LAIN – LAIN
1. Pembersihan Akhir
Pembersihan akhir merupakan pekerjaan untuk pembersihan sisa-sisa pelaksanaan
pekerjaan. Sisa - sisa material yang berada dilokasi dibersihkan dan diangkut ke tempat
buangan yang telah ditentukan.
2. Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan administrasi, pelaporan dan dokumentasi akan dikoordinir oleh staf
administrasi dan dokumentasi. Selain mengerjakan pekerjaan adminstrasi pokos, staf
adminstrasi dan keuangan juga akan mengidentifikasi kebutuhan kendaraan dan
sebagainya. Perlengkapan pemeliharaan pekerjaan di sediakan secukupnya dan dokumen
– dokumen administrasi proyek dan lain – lain yang berhbungan dengan pekerjaan.