METODE PELAKSANAAN
SATUAN KERJA : DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MINAHASA
PEKERJAAN : REHABILITASI SEDANG/ BERAT RUANG KELAS SD NEGERI 4 TONDANO
LOKASI : SD NEGERI 4 TONDANO
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pas. Papan Proyek
Tahap awal adalah menyiapkan material untuk membuat papan proyek. Balok kayu kls II
di potong dengan panjang yang sesuai kemudian dirakit menjadi tiang dan bingkai untuk
papan nama. Papan nama yang berisikan informasi utama mengenai paket pekerjaan
dipesan dan dibawah ke lokasi pekerjaan untuk dipasang pada bingkai yang telah dibuat.
Papan proyek dipasang pada titik dekat lokasi pekerjaan yang tidak terhalangi dan tidak
menggangu aktivitas pelaksanaan pekerjaan maupun aktivitas masyarakat disekitar
lokasi pekerjaan.
2. Biaya Pekerjaan Penyelenggaraan keamanan, kesehatan kerja dan
keselamatan konstruksi
Kontraktor diwajibkan menyediakan alat keselamatan kerja helm kerja, Sepatu Safety
sepatu bot karet, rompi jala dan kotak P3K untuk para pekerja konstruksi
3. Pembersihan Awal
Pembersihan awal dilokasi pekerjaan dilakukan secara manual dengan menggunakan
tenaga orang. Para pekerja dibawah arahan mandor melakukan pembersihan lokasi
pekerjaan menggunakan alat bantu. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat dan
memindahkan barang – barang atau material yang dapat menghalangi kelancaran
pekerjaan nanti. Hasil bongkaran dikumpulkan kemudian dibuang ke tempat
pembuangan yang telah ditentukan.
4. Pas. Steger/ Perancah
Metode kerja Pas. Steger/ Perancah adalah sebagai berikut :
• Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
• Siapkan bambu dan gebalan ijuk atau tali plastik
• Potong bagian bambu sesuai tinggi bangunan dan kelas
• Rancang perancah sesuai kenyamanan para pekerja dan di ikat dengan simpul
yang kuat
• Pastikan kekuatan steger/ perancah sebelum bolak balik naik turun.
B. REHAB RUANG KELAS 2 LANTAI
1. Cor Ring Balok Beton Mutu F’c=14,5 MPa uk. 12x15
2. Pas. Bekisting Ring Balok
3. Pas. Pembesian Ring Balok
Pekerjaan cor ring balok beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan kolom selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Buat bekisting dari kayu kelas III. Papan dan balok kayu dirangkai menjadi
bekisting sesuai dengan ukuran/dimensi seperti pada gambar kerja.
• Bekisting dipasang secara kuat dan kaku agar menghasilkan bidang permukaan
beton yang rata dan tidak keropos. Sambungan antara panel bekisting dibuat
rapat agar tidak bocor pada saat pengecoran
• Besi yang telah diangkut ke lokasi dipotong dan dibengkokkan di loos kerja oleh
tukang besi sesuai dengan ukuran yang terdapat pada gambar. Besi dipotong
dengan alat bar cutter dan dibengkokkan dengan bar bendder
• Besi dipasang dengan jarak antar besi mengacu pada gambar kerja. Sambungan
antar besi diikat dengan kawat beton.
• Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran dengan compressor untuk menghilangkan kotoran-
kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil pengecoran.
• Campuran Beton yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur
pencampuran komposisi campuran (1:2:3), diangkut dengan memakai alat angkut
untuk dicorkan ke media cor.
• Bekisting maupun perancah diperiksa secara kontinu untuk memastikan tidak ada
kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
• Bekisting dan perancah dilepas ketika umur beton memenuhi spesifikasi.
4. Cor Kolom Beton Mutu F’c= 14,5 MPa uk. 12x12
5. Pas. Bekisting Kolom
6. Pas. Pembesian Kolom
Pekerjaan cor kolom beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan pas. Dinding
fullbrick selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Buat bekisting dari kayu kelas III. Papan dan balok kayu dirangkai menjadi
bekisting sesuai dengan ukuran/dimensi seperti pada gambar kerja.
• Bekisting dipasang secara kuat dan kaku agar menghasilkan bidang permukaan
beton yang rata dan tidak keropos. Sambungan antara panel bekisting dibuat
rapat agar tidak bocor pada saat pengecoran
• Besi yang telah diangkut ke lokasi dipotong dan dibengkokkan di loos kerja oleh
tukang besi sesuai dengan ukuran yang terdapat pada gambar. Besi dipotong
dengan alat bar cutter dan dibengkokkan dengan bar bender
• Besi dipasang dengan jarak antar besi mengacu pada gambar kerja. Sambungan
antar besi diikat dengan kawat beton.
• Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-
sempurnaan hasil pengecoran.
• Campuran Beton yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedur
pencampuran komposisi campuran beton mutu F’c=14,5 MPa atau setara camp
(1:2:3), diangkut dengan memakai alat angkut untuk dicorkan ke media cor.
• Bekisting maupun perancah diperiksa secara kontinu untuk memastikan tidak ada
kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting.
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
• Bekisting dan perancah dilepas ketika umur beton memenuhi spesifikasi.
7. Pasangan Dinding Fullbrick Sp. 1:4
Pekerjaan pasangan Fullbrick dikerjakan untuk pasangan dinding bangunan. Metode
kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Dipasang tanda jalur pemasangan dinding fullbrick dengan benang pada kedua
sisi dinding.
• Pasang fulbrick di atas sloof dan pada jalur yang ditandai.
• Pasang fullbrick lapis demi lapis sampai mencapai tinggi dinding sesuai gambar
kerja.
• Fullbrick dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1:4.
• Adukan mortar diratakan dipermukaan fullbrick kemudian lapisan fullbrick
berikutnya disusun diatas campuran beton.
• Tekan fullbrick atau dipukul dengan palu karet sampai mencapai elevasi yang
sesuai.
• Setelah fullbrick terpasang seluruhnya periksa kelurusan pasangan secara vertical
dan horizontal.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pasangan fullbrick
8. Plesteran Dinding Sp. 1:4
Pekerjaan plesteran dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan fullbrick selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diatur rapih di daerah dekat lokasi
pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan diplester dari kotoran yang dapat menyebabkan
adukan plesteran tidak menempel dengan sempurna.
• Basahi dengan air permukaan yang akan diplester.
• Campur semen, pasir dan air dengan komposisi 1 semen : 4 pasir.
• Ratakan adukan mortar pada seluruh permukaan dengan menggunakan roskam
kayu.
• Periksa kerataan dan tebal plesteran agar sesuai dengan persyaratan
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan plesteran.
9. Acian Dinding
Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan plesteran selesai dikerjakan. Metode
kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan di atur rapih di daerah dekat lokasi
pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan diaci dari kotoran yang dapat menyebabkan
adukan air semen tidak menempel dengan sempurna.
• Campur semen dan air sedemikian rupa agar menghasilkan permukaan acian
bagus, tidak terjadi retak dan agar mudah dikerjakan.
• Ratakan adukan air semen pada seluruh permukaan dengan menggunakan
roskam baja.
• Padatkan acian dengan roskam baja sampai benar – benar rata dan halus.
• Periksa kerataan agar sesuai dengan persyaratan.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan acian.
10. Pas. Rangka atap baja ringan C.75.75
11. Perkuatan Rangka Atap baja Ringan C.75.75
Kontruksi rangka atap baja ringan dikerjakan diworkshop kemudian diangkut ke lokasi
untuk dilakukan pemasangan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
• Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan
dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
• Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar
rencana atap.
• Mengukur jarak antar kuda-kuda.
• Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan kerusakan
pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
• Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan
kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-
kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja
disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
• Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalok
menggunakan benang dan lot (unting-unting).
• Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4
buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
• Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
• Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
• Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,5 meter).
• Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar).
• Memasang balok nok.
• Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin.
Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
• Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap
yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah.
12. Pas. Penutup Spandek tbl 0,3 Warna
Pekerjaan pemasangan atap seng spandek dilaksanakan setelah rangka atap selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Spandek dipasang dengan cara dibaut pada rangka atap yaitu pada balok reng.
Sebelum baut dipasang, balok reng dan spandek dibor pada titik pemasangan
baut.
• Pasang baut dan mur dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, agar
spandek tersebut lebih rapat dan menempel dengan kuat pada permukaan
rangka atap (balok reng).
• Berikan sealent pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur.
• Periksa kembali kerapihan pasangan atap dan lakukan uji terhadap kebocoran.
13. Pasangan Bubungan
Pekerjaan pemasangan bubungan dilaksanakan setelah penutup atap spandek selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Nok aluminium dipasang pada garis pertemuan atap yaitu bubungan dan jurai
luar dengan paku ulit diatas sayap nok bagian samping.
• Periksa kembali kerapihan pasangan bubungan dan lakukan uji terhadap
kebocoran.
14. Pas List plank GRC L = 20 cm
Pekerjaan pemasangan list plank dilaksanakan setelah bubungan selesai dikerjakan.
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Tandai letak/posisi pemasangan dengan memperhatikan kerataan pasangan
listplank.
• Pasang listplank pada tepi atap dengan menggunakan paku skrup sesuai dengan
posisi yang telah ditandai sebelumnya.
• Terakhir lakukan pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank.
15. Bongkaran Plafond
• Sebelum dilakukan pembongkaran plafond, dilaksanakan pengambilan
dokumentasi 0%
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah melakukan
bongkaran plafond
• Bongkaran plafond dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran plafond dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan,
agar tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
16. Bongkaran Atap Lama
• Sebelum dilakukan pembongkaran atap, dilaksanakan pengambilan dokumentasi
0% .
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah naik turun ke
atap.
• Bongkaran atap dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran atap dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan, agar
tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
17. Pas. Rangka Plafond hollow 40.40.20 mdl 60x60
Pekerjaan pemasangan rangka plafond hollow 40.40.20 dilaksanakan setelah penutup
atap selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Ukur sisi –sisi dinding ruangan yang akan dipasang rangka plafond
• Potong besi hollow sesuai dengan panjang sisi – sisi dinding.
• Dipasang tanda jalur pemasangan besi hollow dengan benang pada kedua sisi
dinding.
• Pasang rangka hollow pada keempat sisi dinding dengan cara dibor.
• Pasang rangka besi hollow memanjang pada bagian tengah yang menumpu pada
rangka bagian depan dan belakang.
• Pasang rangka besi hollow melintang bagian tengah yang menumpu pada rangka
bagian kiri dan kanan.
• Pasang rangka plafond besi hollow dengan modul 60x60 dan sesuai gambar
perencanaan.
18. Pas. Penutup Plafond GRC tbl 3,5mm
Pekerjaan pemasangan plafond GRC 3,5 mm dilaksanakan setelah rangka plafond besi
hollow selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Dipasang tanda jalur pemasangan plafond GRC dengan benang pada kedua sisi
• Pasang papan GRC mulai dari tepi ruangan dengan cara dibor pada rangka plafon
• Isi celah sambungan antara papan GRC dengan compound GRC.
• Tempelkan pita kertas yang sudah diolesi compound GRC pada lapisan compound
bagian sambungan plafon.
• Lapis kembali dengan compound sehingga menutupi pita kertas.
• Haluskan lapisan compound dengan kertas ampelas.
19. Pas. List Plafon SP. 4
Pekerjaan pemasangan list plafon dilaksanakan setelah pemasangan plafond dan
selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Ukur sisi –sisi dinding ruangan yang akan dipasang list plafon
• Potong list profil kayu sesuai dengan panjang sisi – sisi dinding.
• Pasang list plafon dengan cara dipaku pada kerangka plafon.
• Terakhir periksa kerataan dan kerapihan pasangan plafon.
20. Pas. Lantai keramik uk. 40x40
Pekerjaan pasangan tegel lantai dikerjakan setelah cor beton lantai selesai dikerjakan,
sesuai dengan gambar. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Tegel direndam terlebih dahulu.
• Bersihkan lantai dasar dari kotoran/debu dan basahi dengan air sebelum
diratakan adukan pasangan keramik.
• Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan tegel yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
• Buat adukan untuk mortar semen sebagai perekat.
• Buat kepalan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m
• Pasang tegel untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
diratakan pada permukaan lantai dengan perekat mortar semen.
• Lanjutkan pemasangan tegel lainnya dengan cara ditekan atau dipukul dengan
palu karet untuk menghasilkan pasangan yang rata.
• Periksa kerataan pasangan agar sesuai dengan persyaratan.
• Lakukan perapihan garis nad
• Terakhir bersihkan permukaan tegel dari kotoran dan sisa-sisa material yang
menempel.
21. Pas. Instalasi Listrik
Pertama disediakan gambar-gambar sistem instalasi listrik yang menunjukan secara
umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan
memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada dan mempertimbangkan juga
kemudahan service/maintenance jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.
Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan instalasi titik lampu, stop kontak dan
saklar. Semua hantaran (kabel) ditarik dalam pipa/cabelduct dan diusahakan tidak
tampak dari luar (tertanam). Pemasangan pipa dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas balok dan kolom beton dipasang
terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel dimasukkan bersamaan dengan
pemasangan sparing. Penempatan sambungan/percabangan pada daerah yang
mudah dicapai untuk perbaikan (perawatan). Sambungan menggunakan klem / isolasi
kabel supaya terlindung dengan baik dan tidak tersentuh. Jaringan arde harus
dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal petir. Pemasangan stop kontak
setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai (atau sesuai
dengan spesifikasi).
22. Pasang Saklar Tunggal
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Pasang saklar tunggal pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Box saklar dipasang menempel pada dinding
• Pasang panel saklar pada box yang telah ditempelkan pada dinding.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
23. Pasang Stop Kontak
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Pasang stop kontak pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Box stop kontak dipasang menempel pada dinding
• Pasang panel stop kontak pada box yang telah ditempelkan pada dinding.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
24. Pasang Lampu LED Tampal 6 Watt
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Buatlah lubang pada plafond sesuai dengan besaran lubang lampu
• Pasang Lampu Led pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
25. Pasang Lampu LED Tampal 12 Watt
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Buatlah lubang pada plafond sesuai dengan besaran lubang lampu
• Pasang Lampu Led pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
26. Pengecatan Plafon
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas
menjangkau daerah yang sempit. Untuk pengecatan plafon digunakan perancah
agar permukaan plafon yang tinggi dapat dijangkau.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan plafon.
27. Pengecatan Dinding Lama
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dengan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas
menjangkau daerah yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan dinding.
28. Pengecatan Mengkilat Kayu
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dengan menggunakan cat mengkilat kayu. Pengecatan
menggunakan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas menjangkau daerah
yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
• Terakhir dilakukan perapihan hasil pekerjaan pengecatan kayu.
C. REHABILITASI BANGUNAN LAMA
1. Pas. Kayu Kuda-kuda Kls. II
Pas. Kontruksi kayu kuda-kuda dilaksanakan setelah bongkaran atap selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Kuda-kuda dan Rangka Atap dengan material Kayu, dipasang sesuai spek serta
kuat/kokoh.
• Mengganti setiap kuda – kuda kayu yang sudah lapuk dimakan rayap dengan kayu
yang baru dan kualitas baik sesuai besaran dilapangan
• Skorlah kuda-kuda sebelum melakukan bongkaran untuk di ganti dengan yang
baru
• Rangka Atap dipasang oleh tukang berpengalaman dengan peralatan yang
lengkap dan dipasang sesuai bestek/gambar yang ada.
2. Pas. Rangka Atap Kayu Kls. II
Pas. Rangka Atap Kayu dilaksanakan setelah bongkaran atap selesai dikerjakan.
Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Kuda-kuda dan Rangka Atap dengan material Kayu, dipasang sesuai spek serta
kuat/kokoh.
• Rangka Atap dipasang oleh tukang berpengalaman dengan peralatan yang
lengkap dan dipasang sesuai bestek/gambar yang ada.
3. Pas. Penutup Spandek tbl 0,3 Warna
Pekerjaan pemasangan atap seng spandek dilaksanakan setelah rangka atap selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Spandek dipasang dengan cara dibaut pada rangka atap yaitu pada balok reng.
Sebelum baut dipasang, balok reng dan spandek dibor pada titik pemasangan
baut.
• Pasang baut dan mur dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, agar
spandek tersebut lebih rapat dan menempel dengan kuat pada permukaan
rangka atap (balok reng).
• Berikan sealent pada setiap lubang yang telah dipasangkan mur.
• Periksa kembali kerapihan pasangan atap dan lakukan uji terhadap kebocoran.
4. Pas. Rangka Plafond Kayu Kls. II
Pas. Rangka Plafond kayu dilaksanakan setelah bongkaran plafond lama selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Rangka Plafond dengan material Kayu, dipasang sesuai spek serta kuat/kokoh.
• Rangka Plafond dipasang oleh tukang berpengalaman dengan peralatan yang
lengkap dan dipasang sesuai bestek/gambar yang ada.
5. Pas. Plafond Tripleks 6mm
Pekerjaan pemasangan plafond tripleks 6mm dilaksanakan setelah rangka plafond
kayu selesai dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Dipasang tanda jalur pemasangan plafond tripleks dengan benang pada kedua sisi
• Pasang tripleks mulai dari tepi ruangan dengan cara dipaku pada rangka plafon
• Plafond tripleks dipasang oleh tukang berpengalaman dengan peralatan yang
lengkap dan dipasang sesuai bestek/gambar yang ada.
•
6. Pas. Lantai Papan Kayu Kls. II
Pas. Lantai Papan Kayu dilaksanakan setelah membongkar lantai lama selesai
dikerjakan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Bongkar Lantai papan lama yang sudah rusak
• Tidak bisa menggunakan kembali papan hasil bongkaran
• Papan Lantai Kayu dipasang oleh tukang berpengalaman dengan peralatan yang
lengkap dan dipasang sesuai bestek/gambar yang ada.
7. Pasang Kaca Polos 5mm
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Potong kaca sesuai ukuran bagian dalam bingkai. Haluskan bagian tepi kaca.
• Pasang kaca pada kusen dengan hati-hati
• Pasang lis pada keempat sisi kusen untuk menahan kaca agar tidak mudah lepas.
letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu
untuk menghindari goresan pada kaca.
20. Pas. Tegel Lantai Selasar uk. 40x40, anti selip
Pekerjaan pasangan tegel lantai dikerjakan setelah cor beton lantai selesai dikerjakan,
sesuai dengan gambar. Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Tegel direndam terlebih dahulu.
• Bersihkan lantai dasar dari kotoran/debu dan basahi dengan air sebelum
diratakan adukan pasangan keramik.
• Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan tegel yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
• Buat adukan untuk mortar semen sebagai perekat.
• Buat kepalan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m
• Pasang tegel untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah
diratakan pada permukaan lantai dengan perekat mortar semen.
• Lanjutkan pemasangan tegel lainnya dengan cara ditekan atau dipukul dengan
palu karet untuk menghasilkan pasangan yang rata.
• Periksa kerataan pasangan agar sesuai dengan persyaratan.
• Lakukan perapihan garis nad
• Terakhir bersihkan permukaan tegel dari kotoran dan sisa-sisa material yang
menempel.
9. Cor Beton Mutu F’c= 7,4 MPa, Perkuatan Kolom kayu
Pekerjaan cor Beton dilaksanakan setelah papan mall selesai dipasang. Metode
kerjanya adalah sebagai berikut:
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan disusun menjadi stock pile di daerah
dekat lokasi pekerjaan untuk memudahkan pelaksanaan.
• Pekerja mengambil semen, pasir, kerikil dan air dengan komposisi campuran 1
semen : 3 pasir : 5 kerikil.
• Campuran diangkut dengan memakai alat angkut untuk dicorkan ke area
pengecoran
• Setelah pengecoran selesai beton dirawat dengan cara dibasahi dengan air.
10. Pengecatan Cat kayu dinding bangunan
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Bersihkan permukaan yang akan dicat.
• Lakukan pengecatan dengan menggunakan cat mengkilat kayu. Pengecatan
menggunakan alat rol untuk bidang yang lebar/luar dan kwas menjangkau daerah
yang sempit.
• Lakukan pengecatan lapis berikutnya dengan jenis dan warna cat sesuai dengan
spesifikasi
• Jumlah lapis cat dan pemakaian jenis cat sesuai dengan spesifikasi yang melekat
pada kontrak.
11. Bongkaran Atap Lama
• Sebelum dilakukan pembongkaran atap, dilaksanakan pengambilan dokumentasi
0% .
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah naik turun ke
atap.
• Bongkaran atap dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran atap dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan, agar
tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
12. Bongkaran Plafond
• Sebelum dilakukan pembongkaran plafond, dilaksanakan pengambilan
dokumentasi 0%
• Pembuatan steleng kerja dari bambu agar pekerja dengan mudah melakukan
bongkaran plafond
• Bongkaran plafond dilakukan secara bertahap dan dengan penuh hati – hati agar
tidak menimbulkan kecelakaan pada pekerja lainnya
• Hasil bongkaran plafond dan kayu langsung di angkut keluar lokasi pekerjaan,
agar tidak menggangu saat pelaksanaan pekerjaan.
D. PEKERJAAN AKHIR/ LAIN-LAIN
1. Pembersihan Akhir
Pembersihan akhir dilakukan di akhir masa pelaksanaan proyek, pada pekerjaan ini
termasuk membersikan lokasi pekerjaan dari sampah-sampah bekas pelaksanaan
konstruksi dan di buang ke disposal area.
2. Administrasi/Dokumentasi
Pekerjaan administrasi dilakukan pada awal pelaksanaan proyek, akhir pelaksanaan
dan selama masa pelaksanaan proyek yaitu pembuatan pelaporan yang dilakukan
secara berkala sesuai dengan persyaratan dalam kontrak. Sedangkan dokumentasi
dilaksanakan sepanjang jalannya proyek sebagai rekaman bukti pelaksanaan
pekerjaan.