| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0411059942307000 | Rp 697,635,000 | 74.8 | 79.84 | - | |
| 0814157772307000 | - | - | - | - | |
| 0030058705307000 | - | - | - | - | |
| 0019482462307000 | - | - | - | - | |
| 0032480766307000 | - | - | - | - | |
| 0731478988307000 | - | - | - | - | |
| 0802986539307000 | - | - | - | Tidak memenuhi ambang batas kualifikasi teknis | |
| 0016692162301000 | - | - | - | - | |
| 0030235949301000 | - | - | - | - | |
| 0032954109309000 | - | - | - | - | |
CV Berlian Hutama Bakri | 00*4**9****09**0 | - | - | - | - |
| 0315392357542000 | - | - | - | - | |
| 0018658740302000 | - | - | - | - | |
CV Al-Qasim Cahaya Arch | 04*1**8****07**0 | - | - | - | - |
CV Sekira Indo Prima | 10*0**0****75**3 | - | - | - | - |
| 0868832452313000 | - | - | - | - | |
| 0026713834307000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0032360463009000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kajian Teknis dan DED Bangunan Perkuatan Tebing Sungai Enim
( Desa Bedegung sampai Desa Pulau Panggung Enim )
1. Maksud dan Tujuan
Maksud dari pelaksanaan pekerjaan Kajian Teknis dan DED Bangunan Perkuatan Tebing
Sungai Enim (desa Bedegung sd Desa Pulau Panggung Enim) adalah untuk melakukan
berbagai kegiatan survey & investigasi di lapangan dengan melakukan
pengambilan data sekunder dan data primer yang diperlukan dalam proses perencanaan
perkuatan tebing sungai sehingga permasalahan kerusakan tebing sungai akan dapat
teratasi
Tujuan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan Dokumen
perencanaan berupa gambar perencanaan (desain drawing), perkiran Rencana
Anggaran Biaya (RAB), Spesifikasi Teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan, yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan fisiknya.
2. Lingkup Kegiatan yang dilaksanakan:
Lingkup pelaksanaan pekerjaan untuk Detail Desain Perkuatan Tebing adalah sebagai
berikut
a) Menyusun rencana persiapan pelaksanaan pekerjaan,
b) Melakukan pengumpulan data sekunder
c) Melakukan survey lapangan untuk Detail Desain Perkuatan Tebing
1. Pengumpulan data topografi, hidrometri, dan data-data lain.
2. Pengukuran topografi
3. Survei hidrometri dan hidrologi
4. Survei mekanika tanah
d) Melakukan analisa data lapangan,
e) Melakukan pemodelan matematis hidrologi, hidrodinamik, dan stabilitas
perkuatan tebing
f) Melakukan proses penggambaran,
g) Melakukan perhitungan BOQ dan RAB, dan
h) Menyusun spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan.
3. Ruang Lingkup Pekerjaan :
1. Rincian kegiatan untuk Detail Desain Perkuatan Tebing meliputi sbb :
a. Melakukan pengumpulan data-data sekunder, seperti peta dasar topografi, peta
geologi regional, data curah hujan di sekitar lokasi pekerjaan, data pengamatan
debit, data AWLR, dan studi terdahulu (jika ada),
b. Melakukan survey pengukuran topografi detail pada Sungai Enim di Sekitar
Lokasi Rencana Perkuatan Tebing Sungai Enim, terutama pengukuran situasi
dilakukan pada alur sungai dan di sekitar tebing sungai. Pengukuran dilakukan
pada bagian hulu dan hilir rencana perkuatan tebing,
1. Pengukuran Topografi (situasi detail perkuatan tebing)
Penentuan titik referensi
Sebagai acuan pengukuran harus diambil titik refrensi (control vertikal dan
horizontal)yang dikeluarkan oleh BIG (Titik Triangulasi Geodesi/TTG) yang
terdapat di lokasi pekerjaan.
a) Pengukuran kerangka dasar pemetaan
1) Pengukuran kerangka dasar pemetaan dilakukan dengan (i)
pengukuran poligon , sebagai kerangka horizontal, dan (ii)
pengukuran sebagai kerangka vertikal. Pengukuran kerangka dasar
pemetaan ini harus terikat dengan benchmark-benchmark yang
dipasang lebih dahulu dan dibagi dalam beberapa loop/kring sesuai
dengan kebutuhan serta data pada titik referensi terdekat atau yang
ditentukan oleh pengawas / direksi pekerjaan.
b) Pengukuran trase berikut penampang-penampang
1) Pengukuran trase dilakukan pada profil melintang di Sekitar
Lokasi Rencana Perkuatan Tebing sesuai dengan situasi (lay out)
2) Pengukuran trase akan mencakup profil memanjang dan profil
melintang Sungai dengan interval ruas sungai yang lurus 50 dan 25 -
untuk sungai berbelok belok dengan kerapatan titik pada profil
melintang sesuai kebutuhan untuk menentukan lokasi-lokasi yang
tepat.
3) Lebar potongan melintang sungai diukur 25 m kanan dan 25 m ke
kiri diluar tanggul / tebing sungai rencana atau sesuai keadaan di
lapangan (sesuai petunjuk Direksi).
c) Pengukuran situasi detail bangunan / rencana tapak bangunan
- Situasi tapak bangunan yang ada dengan skala 1 :200
- Pengukuran situasi tapak bangunan rencana dengan skala 1 : 200
- Pengukuran situasi tersebut dilakukan sesuai kebutuhan
d) Ketelitian
1. Ketelitian horisontal : minimal 90% titik yang mudah dikenal di
lapangan, digambar dengan toleransi kesalahan planimetris kurang
dari 0,80 mm pada skala peta.
2. Ketelitian Vertikal : jarak pengukuran semua titik dibagi dalam
ruas-ruas dengan panjang maksimum 2 km. Tiap ruas diukur pergi
pulang dengan toleransi kesalahan 10 D mm
3. Kontrol azimuth ditentukan dengan mengamati astronomi dengan
ketelitian 20”
4. Jumlah titik poligon antara 2 kontrol azimuth maksimum 50 buah
5. Koreksi sudut antara 2 kontrol azimuth adalah 20 “
6. Kesalahan penutup koordinat maksimum 1 : 5.000
7. Profil melintang diukur dengan alat waterpass untuk sungai dengan
lebar maksimum 10 m atau diukur dengan techeometri untuk sungai
dengan lebar lebih dari 10 m
e) Perhitungan / Penggambaran
- Pengolahan data awal dilakukan dilapangan untuk
mengetahui, menentukan ketelitian ukuran yang dicapai-
Penghitungan difinitip harus dilakukan untuk peralatan data lapangan
yang akan digunakan dalam proses penggambaran
- Penggambaran profil melintang, memanjang dan situasi trace dibuat
pada kalkir dengan ukuran 80/85
- Gambar dibuat dengan ukuran A1
- Peta ikhtisar digambar dengan skala 1 : 20.000. interval kontur 1,0 m
- Peta situasi detail dibuat dengan skala 1 : 2.000, interval
kontur
0,5 m
- Situasi trace dan profil memanjang digambar pada skala horizontal
1 :100 dan skala vertikal 1 : 100
2. Melakukan Survei Bathimetry pada sungai untuk mendapatkan kontur
3. Melakukan pengambilan data mekanika tanah, pengambilan data tanah
yang diperlukan antara lain adalah pengambilan sample tanah, dan
melakukan tes sondir (CPT-test), guna mendapatkan desain pondasi perkuatan
tebing yang mantap. Aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan analisa
dalam menentukan stabilitas perkuatan tebing adalah Geo-STUDIO
2000/PLAXIS atau aplikasi sejenis lainnya.
4. Penyelidikan mekanika tanah pada rencana konstruksi perkuatan tebing Sungai
dengan menggunakan bor dalam dengan kedalaman masing masing titik
bervariasi sesuai dengan kebutuhan dilapangan/setelah mencapai tanah keras.
a. Penyelidikan tanah dilapangan dengan sondir ringan
(i) Tahap Persiapan
(ii) Tahap Pengujian Sondir Lapangan
b. Pekerjaan Bor Dalam
(i) Pekerjaan Bor Dalam dilapangan
(ii) Penyelidikan tanah di laboratorium
1. Indeks Properties
2. Grain Size Analysis
3. Atterberg Limits
4. Test Konsolidasi
5. Test Triaxial
6. Test Kuat Tekan Bebas
7. Pengujian Kuat Geser Langsung
5. Menetapkan periode ulang (time return) debit rencana yang akan digunakan
dalam pembebanan pemodelan hidrodinamik. Penentuan besarnya debit ini
dapat dilakukan dengan perhitungan hidrologi (analitis) yang dikalibrasi dengan
data lapangan. Perhitungan matematis dilakukan dengan menggunakan model
matematis seperti HEC-HMS, atau dengan model sejenis lainnya.
6. Melakukan pemodelan hidrologi dan hidrodinamik guna mendapatkan beban
debit rencana serta untuk mengetahui karakteristik hidraulika sungai dan tingkat
sedimentasi serta besarnya scouring pada bangunan sungai yang direncanakan
(dengan bantuan aplikasi HEC-HMS dan HEC-RAS atau model sejenis lainnya)
7. Melakukan analisis keamanan / ketahanan konstruksi yang direncanakan
terhadap prilaku hidroulik aliran
8. Melakukan penggambaran desain dari hasil analisa yang telah dilakukan
sebelumnya. Gambar desain yang diperlukan antara lain adalah ; potongan
memanjang dan melintang sungai, peta situasi sungai, gambar denah lokasi &
situasi bangunan, gambar detail rencana perkuatan tebing, dan gambar detail
penunjang lainnya.
9. Melakukan perhitungan volume pekerjaan (BOQ) dan memperkirakan besarnya
anggaran biaya pelaksanaan perkuatan tebing yang direncanakan (RAB),
lengkap dengan analisa harga satuan pekerjaan, analisa teknik, metode
pelaksanaan pekerjaan serta daftar harga upah dan bahan dilokasi pekerjaan.
10. Membuat Spesifikasi Teknik pelaksanaan pekerjaan dan Metode Pelaksanaan.