| Reason | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0802459040322000 | Rp 1,116,999,000 | 90.03 | - | |
| 0211503628013000 | Rp 1,156,065,000 | 83.86 | - | |
| 0015399199027000 | Rp 1,339,881,000 | 78.92 | - | |
| 0669612608424000 | Rp 1,377,232,500 | 93.1 | - | |
| 0022038970429000 | Rp 1,387,444,500 | 92.8 | - | |
| 0014643134542000 | Rp 1,395,436,500 | 92.6 | - | |
| 0018885178061000 | - | - | - | |
| 0016385304008000 | - | - | - | |
| 0015933427061000 | - | - | Peserta tidak mengirimkan Persyaratan Kualifikasi Tambahan | |
| 0013996814061000 | - | - | Peserta tidak mengirimkan Persyaratan Kualifikasi Tambahan | |
PT Megacipta Nusantara Engineering | 07*4**3****21**0 | - | - | - |
| 0315185652015000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan pembuktian Kualifikasi | |
| 0015673247015000 | - | - | Peserta tidak memenuhi ambang batas | |
| 0419675616504000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan pembuktian Kualifikasi | |
| 0016147290722000 | - | - | - | |
| 0019777937016000 | - | - | - | |
PT Multidaya Bersama Sejahtera | 06*4**1****03**0 | - | - | - |
| 0968935528429000 | - | - | - | |
| 0023140759019000 | - | - | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | |
| 0951978683643000 | - | - | - | |
| 0210199626623000 | - | - | - | |
| 0015881097821000 | - | - | - | |
| 0811292689951000 | - | - | - | |
| 0807755970528000 | - | - | - | |
| 0744675075541000 | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | |
| 0016158834952000 | - | - | - | |
| 0013282173013000 | - | - | - | |
| 0868621426627000 | - | - | - | |
Arihta Teknik Persada Jakarta | 07*2**1****22**0 | - | - | - |
| 0725694020009000 | - | - | - | |
| 0862484714031000 | - | - | - |
Kementerian Transmigrasi adalah sebuah lembaga pemerintahan di Indonesia
yang bertanggung jawab atas program transmigrasi, yaitu pemindahan penduduk dari
daerah padat ke daerah yang kurang penduduknya untuk pemerataan pembangunan
dan kesejahteraan.
Kementerian ini beberapa kali mengalami perubahan nomenklatur, baik itu
berdiri sendiri, digabungkan dengan kementerian lain maupun pernah dihapus.
Kementerian Transmigrasi dipulihkan Kembali di periode kepemimpinan Presiden
Prabowo Subianto & Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tahun 2024 – 2029, yang
sebelumnya Kementerian ini berada dalam satu unit kerja pada Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di era Presiden Joko Widodo.
Kementerian Transmigrasi masih berdomisili di lokasi yang sama seperti
sebelumnya, yaitu berada di dalam satu kawasan yang berdampingan dengan
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, di Jl. TMP Kalibata No. 17,
Jakarta Selatan. Dalam Kawasan ini, jajaran pegawai Kementerian Transmigrasi yang
baru terbentuk memanfaatkan Gedung C dan beberapa bangunan kecil lainnya untuk
kebutuhan ruang bekerja, yang mana kebutuhan ruang bekerja masih sangat kurang
untuk menampung seluruh pegawai di Kementerian Transmigrasi. Untuk itu diperlukan
sebuah bangunan baru yang mana akan dipergunakan oleh satuan kerja Inspektorat
Jenderal Kementerian Transmigrasi guna memberikan ruang bekerja lebih ideal untuk
pegawai satuan kerja Inspektorat Jenderal Kementerian Transmigrasi.
Pembangunan Gedung Inspektorat Jenderal Kementerian Transmigrasi adalah
pembangunan baru gedung kantor mulai dari struktur dasar hingga interior dan eksterior
yang nantinya akan berfungsi sebagai ruang kerja pimpinan, dan pegawai pada satuan
kerja Inspektorat Jenderal Kementerian Transmigrasi. Pembangunan gedung kantor
ini tentunya membutuhkan sebuah perencanaan yang baik sehingga mampu diperoleh
bangunan yang kokoh dan layak pakai. Dimana setiap bangunan Gedung Negara harus
diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memenuhi secara optimal
fungsi/bangunannya, dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya. Setiap bangunan
Gedung Negara harus direncanakan dan dirancang dengan sebaik - baiknya, sehingga
dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria
administrasi bagi bangunan negara.
Sesuai dengan tahap pelaksanaan kegiatan Perencanaan Gedung Inspektorat
Jenderal dalam prosesnya yang terdiri dari kegiatan perencanaan hingga pelaksanaan
memerlukan pengendalian yang bertujuan agar tercapainya hasil pekerjaan yang
optimal baik ditinjau dari segi kualitas, biaya dan waktu.