| 0601766082013000 | Rp 2,276,279,918 | |
| 0313519415544000 | - | |
| 0700767767009000 | - | |
CV Thoyibah Makmur Sejahtera | 09*4**7****43**0 | - |
CV Jiwas Jaya Mandiri | 10*0**0****86**8 | - |
| 0926281692061000 | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - |
| 0862450624432000 | - | |
| 0027483502008000 | - | |
PT Putera Rawan Perkasa | 00*2**1****16**0 | - |
| 0425413234401000 | - | |
| 0023134265624000 | - | |
CV Semeru Ladang Karya | 01*8**9****43**0 | - |
| 0762059350101000 | - | |
PT Pra Bhas Koe | 09*0**9****06**0 | - |
| 0912304888627000 | - | |
| 0016698888009000 | - | |
| 0966880064656000 | - | |
| 0903139236644000 | - | |
PT Hana Caraka Insaat | 05*7**3****47**0 | - |
| 0016048928623000 | - | |
CV Adiguna Pratama | 05*4**0****54**0 | - |
| 0022993695517000 | - | |
| 0833473754643000 | - | |
Tata Bangun Presisi | 03*5**3****07**0 | - |
| 0016286619008000 | - | |
| 0530543263003000 | - | |
PT Mega Sakina Raya | 02*7**8****54**0 | - |
| 0804457232529000 | - | |
| 0722984598624000 | - | |
| 0809319528321000 | - | |
| 0916047582321000 | - | |
| 0433017589003000 | - | |
| 0410561153609000 | - | |
CV Agif Satria | 05*8**2****11**0 | - |
CV Mandawe | 00*8**1****15**0 | - |
| 0714520889609000 | - | |
| 0723391934503000 | - | |
Rajawali Berkat Agung | 09*0**5****27**0 | - |
CV Anugerah Jaya | 08*0**0****26**0 | - |
CV De_toekang | 0812416923644000 | - |
Dubay Utama | 0030200737608000 | - |
PT Trimitra Teknik Mandiri | 03*2**4****03**0 | - |
| 0806201257521000 | - | |
PT Ensargus Indra Utama | 02*0**0****01**0 | - |
| 0939639134101000 | - | |
| 0701053837625000 | - | |
| 0027551035543000 | - | |
| 0626732408542000 | - |
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
KANTOR WILAYAH JAWA TIMUR
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB PASURUAN
Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pasuruan 67115
Pos-el: umumlppas@gmail.com
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Permasalahan pokok yang dihadapi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI dalam pembinaan Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) diantaranya adalah tingginya jumlah penghuni Lapas dan Rutan
yang tidak sebanding dengan jumlah ketersediaan hunian atau kapasitas hunian sehingga
mengalami over capacity. Hal tersebut berakibat menurunnya kualitas kinerja tugas pokok
dan fungsi pemasyarakatan yang meliputi pembinaan, pelayanan, perawatan, dan
pengamanan serta tingginya resiko terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban hal ini
memerlukan sarana dan prasarana bangunan dan fasilitasnya yang cukup.
Permasalah lainnya yang tidak kalah penting adalah sarana dan prasarana
penunjang untuk mendukung kinerja pegawai Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,
sedemikian sehingga dapat meningkatkan kinerja dan memenuhi kebutuhan para
pegawai terkait tugasnya
Pada saat ini Bangunan Lembaga Pemasyarakatn Pasuruan dirasa sudah over
kapasitas dan kurang memadai, terutama dari segi kapasitas sudah tidak mencukupi, maka
perlu dilakukan perluasan/penambahan ruang hunian.
Kegiatan Pembangunan Lapas Terintegrasi Kota Pasuruan diawali dengan
Pekerjaan Pematangan Lahan dan Pekerjaan Turap yang merupakan Pembangunan
Tahap I dan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022. Dilanjutkan Pelaksanaan
Pembangunan Tahap II pada Tahun Anggaran 2023 serta Pelaksanaan Pembangunan
Tahap III pada Tahun Anggaran 2024. Pada Tahun Anggaran 2024 juga dilaksanakan
Tahap Perencanaan yang akan dipergunakan untuk pekerjaan Tahun Anggaran 2025
(Tahap IV).
Saat ini, pada tahun anggaran 2025 sedang dilaksanakan pekerjaan konstruksi yaitu
Pembangunan Poliklinik, Pembangunan Masjid, Pembangunan Gereja, Pembangunan
Pos Jaga Utama, Pekerjaan Sarana Prasarana Lingkungan.
Kemudian saat ini akan dilaksanakan tambahan pekerjaan konstruksi yaitu
Pembangunan Sarana dan Prasarana Lingkungan Penunjang Minimum Operasional untuk
memastikan bangunan Lembaga Pemasyarakatan Terintegrasi Kota Pasuruan selanjutnya
dapat memenuhi standart minimal operasional dari sisi keamanan serta fungsi pelayanan
pemasyarakatan.
Ruang Lingkup Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sarana Prasarana
Penunjang Minimum Operasional Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Terintegrasi
Kota Pasuruan Tahap Keempat pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasuruan -
Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 berdasarkan Jenis Pekerjaan Meliputi Pekerjaan
Persiapan, Pekerjaan Sipil dan Struktur, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Mekanikal,
Elektrikal dan Plumbing, dan Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung
yang tidak bisa dipisahkan dengan pekerjaan utama sesuai dengan dokumen perencanaan
teknis sebagai penunjang pemenuhan standart keamanan dan fungsi layanan
pemasyarakatan pada saat seluruh bangunan Lembaga Pemasyarakatan Terintegrasi Kota
Pasuruan yang telah ada saat ini difungsikan dalam waktu dekat ini.
Berdasarkan keluaran dari pekerjaan konstruksi yang dihasilkan nantinya diharapkan
dapat menunjang pemenuhan standart keamanan dan fungsi layanan pemasyarakatan
pada saat difungsikan, yaitu:
1. Pekerjaan Pemasangan Silinder pada Pagar Tembok Keliling.
2. Pekerjaan Eletrikal berupa pemasangan daya listrik beserta seluruh
kelengkapannya, penyambungan panel-panel kelistrikan serta peralatan
elektronikal sampai fungsi kelistrikan pada seluruh kawasan berfungsi.
3. Pekerjaan drainase dan halaman.
4. Pekerjaan pembangunan tembok antar bangunan serta kelengkapan
keamanannya.
Sesuai dengan yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bahwa
semua bangunan harus mengusung konsep Smart Prison yaitu sistem kontrol dan monitor
yang digunakan dalam bangunan atau area dan bangunan lain yang digunakan dalam
kegiatan pembinaan Warga Binaan yang bertujuan mengintegrasikan semua system yang
ada pada seluruh area seperti sistem pencahayaan, keamanan dan lain-lain. Smart Prison
ini tidak hanya untuk memonitor seluruh elektronik yang ada tetapi juga dapat
mengendalikan dan mengatur sistem-sistem sehingga dapat mengoptimalkan kerja
operator. Penggunaan Smart Prison ini merupakan gabungan dari dua jenis teknologi
yang terpisah yaitu system otomasi bangunan dan teknologi informasi.