KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DAERAH JAWA TENGAH
BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT
SPESIFIKASI TEKNIS
Pekerjaan :
PENGADAAN PAKET PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN
KAMERA BIDHUMAS POLDA JATENG T.A. 2025
1. Nama Organisasi a. K/L/D : Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pengadaan Barang b. Satker : Bidang Hubungan Masyarakat
/ Jasa
c. KPA : KOMBES POL. ARTANTO, S.I.K., M.Si.
d. PPK : KOMBES POL. ARTANTO, S.I.K., M.Si.
e. PP : DEAN KRISMARTANTO.
2. Sumber Dana dan DIPA Ditreskrimum Tahun 2025
Pembiayaan Total Perkiraan Biaya Pekerjaan / HPS :
Rp 60.000.000,- (Enam Puluh Juta Rupiah ).
3. Jenis Kontrak Harga satuan
4. Jangka Waktu 160 (Seratus Enam Puluh hari kalender sejak ditandatangani Surat
Pelaksanaan Perintah Kerja)
Pekerjaan
5. Ruang Lingkup, a. Ruang lingkup : Pengadaan Paket Pemeliharaan dan
Lokasi Pekerjaan Perawatan Kamera Polda Jateng T.A.
2025.
b. Lokasi pekerjaan : Bidhumas Polda Jateng, Jl. Pahlawan 1
Semarang 50243.
6. Tenaga Ahli / Ahli Service Kamera
Teknis
SPESIFIKASI TEKNIS
Pengadaan Paket Pemeliharaan dan Perawatan Kamera Bidhumas Polda Jateng T.A. 2025
7. Spesifikasi Teknis
Demikian Spesifikasi teknis ini dibuat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya:
a. Harwat Kamera
Spesifikasi teknis "harwat kamera" kemungkinan merujuk pada perawatan perangkat
keras kamera. Perawatan kamera meliputi menjaga kamera tetap kering, menghindari
perubahan suhu mendadak, menjauhkannya dari medan magnet kuat, membersihkan
lensa dan jendela bidik secara teratur, serta menyimpan kamera di tempat yang memiliki
sirkulasi udara baik. Selain itu, hindari menjatuhkan kamera, mengarahkan lensa ke
matahari langsung, dan menyentuh sensor gambar secara langsung.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait perawatan kamera:
1) Hindari benturan dan jatuh:
Kamera sangat rentan terhadap kerusakan fisik akibat benturan atau jatuh.
Jaga kelembaban dan suhu:
Hindari menyimpan kamera di tempat yang lembab atau terkena perubahan suhu yang
drastis, karena dapat menyebabkan kondensasi dan kerusakan.
Lindungi dari medan magnet:
Jauhkan kamera dari sumber medan magnet kuat yang dapat mengganggu fungsi
kamera atau merusak data di kartu memori.
Perawatan lensa:
Bersihkan lensa secara rutin menggunakan kain microfiber atau kain pembersih khusus
lensa. Hindari menyentuh lensa secara langsung dan jangan mengarahkan lensa ke
matahari langsung.
Perawatan sensor:
Sensor gambar sangat sensitif. Jangan menyentuhnya secara langsung dan bersihkan
hanya jika diperlukan menggunakan alat pembersih khusus.
Penyimpanan:
Simpan kamera di tempat yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang
baik. Gunakan tas kamera yang empuk untuk melindungi kamera dari benturan saat
dibawa bepergian.
Penggunaan yang tepat:
Perhatikan petunjuk penggunaan kamera dan hindari penggunaan di luar batas
kemampuan kamera, seperti dalam kondisi ekstrim.
b. Harwat Lensa kamera
Spesifikasi teknis lensa kamera merujuk pada informasi rinci mengenai karakteristik fisik
dan optik lensa. Informasi ini penting untuk memahami kemampuan lensa dan
bagaimana ia akan berkinerja dalam berbagai situasi pemotretan. Berikut adalah
beberapa spesifikasi teknis yang umum ditemukan pada lensa kamera:
1. Tipe Dudukan (Mount Type):
Menunjukkan kompatibilitas lensa dengan bodi kamera tertentu (misalnya, Canon
EF, Nikon F, Sony E, dll.). Setiap merek kamera biasanya memiliki dudukan lensa
yang berbeda.
2. Panjang Fokus (Focal Length):
Diukur dalam milimeter (mm) dan menunjukkan sudut pandang lensa.
Lensa dengan panjang fokus lebih pendek (misalnya, 24mm) memiliki sudut
pandang lebar (wide-angle), cocok untuk pemandangan atau foto grup.
Lensa dengan panjang fokus lebih panjang (misalnya, 200mm) memiliki sudut
pandang sempit (telephoto), cocok untuk subjek yang jauh atau potret.
3. Bukaan (Aperture):
Ukuran bukaan lensa diukur dengan f-number (misalnya, f/1.8, f/2.8, f/5.6).
Bukaan yang lebih kecil (angka f-number yang lebih besar, misalnya f/5.6)
menghasilkan gambar dengan kedalaman bidang yang lebih luas (lebih banyak
bagian gambar yang terlihat tajam).
Bukaan yang lebih besar (angka f-number yang lebih kecil, misalnya f/1.8)
menghasilkan gambar dengan kedalaman bidang yang lebih dangkal (hanya subjek
yang difokuskan yang terlihat tajam, latar belakang menjadi buram).
SPESIFIKASI TEKNIS
Pengadaan Paket Pemeliharaan dan Perawatan Kamera Bidhumas Polda Jateng T.A. 2025
4. Jarak Fokus Minimum (Minimum Focusing Distance):
Jarak terdekat dari lensa di mana subjek dapat difokuskan dengan tajam.
Lensa dengan jarak fokus minimum yang pendek (misalnya, 0.25m) memungkinkan
pemotretan close-up yang lebih baik.
5. Jumlah Bilah Diafragma (Number of Diaphragm Blades):
Mempengaruhi bentuk bokeh (area blur pada latar belakang).
Lensa dengan lebih banyak bilah diafragma cenderung menghasilkan bokeh yang
lebih halus dan bulat.
6. Ukuran Filter (Filter Size):
Ukuran filter yang dapat dipasang pada lensa (misalnya, 52mm, 67mm, 77mm).
Filter digunakan untuk berbagai tujuan, seperti melindungi lensa dari goresan,
mengurangi silau, atau menambahkan efek khusus.
7. Dimensi dan Berat:
Ukuran fisik lensa (panjang, diameter) dan beratnya.
Penting untuk dipertimbangkan saat membawa dan menggunakan lensa, terutama
untuk fotografer yang sering bepergian.
8. Stabilisasi Gambar (Image Stabilization):
Beberapa lensa dilengkapi dengan sistem stabilisasi gambar yang membantu
mengurangi getaran kamera dan menghasilkan gambar yang lebih tajam, terutama
pada kondisi pencahayaan rendah atau saat menggunakan lensa telefoto panjang.
9. Tipe Motor Fokus (Focusing Motor Type):
Menentukan kecepatan dan kehalusan fokus otomatis (misalnya, USM, STM, dll.).
Motor fokus yang lebih canggih (misalnya, USM atau STM) biasanya lebih cepat dan
lebih sunyi saat melakukan fokus otomatis.
10. Material Lensa dan Lapisan (Lens Elements and Coatings):
Kualitas bahan lensa (misalnya, kaca, plastik) dan lapisan optik (misalnya, anti-
refleksi) mempengaruhi kualitas gambar dan ketahanan lensa.
Lapisan optik membantu mengurangi silau dan ghosting.
c. Drone Kamera
Spesifikasi teknis drone kamera mencakup berbagai aspek, termasuk resolusi kamera,
sensor, waktu terbang, jarak transmisi, dan fitur lainnya seperti penghindaran
rintangan. Beberapa contoh drone dengan spesifikasi tinggi adalah DJI Phantom 4 Pro
V2 dan DJI Mavic 3 Pro.
Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis umum yang perlu diperhatikan:
1. Kamera:
Resolusi:
Drone kamera biasanya memiliki resolusi foto dan video yang berbeda-
beda. Resolusi foto bisa mulai dari 12MP hingga 20MP atau lebih, sementara video
bisa mencapai 4K atau bahkan 8K.
Sensor:
Sensor kamera adalah komponen penting yang mempengaruhi kualitas
gambar. Sensor yang lebih besar (misalnya, 1 inci) umumnya menghasilkan gambar
yang lebih baik dalam kondisi cahaya rendah.
Lensa:
Lensa juga mempengaruhi kualitas gambar. Beberapa drone dilengkapi dengan
lensa zoom optik yang memungkinkan pengguna untuk memperbesar gambar tanpa
kehilangan kualitas.
Aperture:
Aperture adalah bukaan lensa yang mengatur jumlah cahaya yang masuk. Lensa
dengan aperture yang lebih besar (misalnya, f/2.8) memungkinkan lebih banyak
cahaya masuk, yang berguna dalam kondisi minim cahaya.
2. Sensor Lainnya:
Sensor GPS:
Sensor GPS digunakan untuk menentukan posisi drone dan memungkinkan fungsi
seperti penerbangan otomatis dan pemetaan.
Sensor Penglihatan:
Sensor penglihatan membantu drone mendeteksi rintangan dan menghindari
tabrakan.
SPESIFIKASI TEKNIS
Pengadaan Paket Pemeliharaan dan Perawatan Kamera Bidhumas Polda Jateng T.A. 2025
Sensor Inframerah:
Beberapa drone dilengkapi dengan sensor inframerah untuk pemetaan termal atau
pengawasan dalam kondisi gelap.
3. Performa:
Waktu Terbang:
Waktu terbang drone bervariasi tergantung pada jenis baterai dan beban yang
dibawa. Beberapa drone dapat terbang hingga 30 menit atau lebih.
Jarak Transmisi:
Jarak transmisi adalah jarak maksimum di mana drone dapat dikendalikan dari
pengendali. Beberapa drone memiliki jangkauan hingga beberapa kilometer.
Kecepatan:
Kecepatan drone juga bervariasi, tergantung pada jenis drone dan penggunaannya.
Sistem Propulsi:
Sistem propulsi pada drone bisa berupa motor listrik dengan baling-baling, atau
bahkan teknologi yang lebih canggih seperti turbin gas pada drone yang lebih
besar.
4. Fitur Tambahan:
Penghindaran Rintangan:
Fitur ini menggunakan sensor untuk mendeteksi rintangan dan secara otomatis
menghindari tabrakan.
Mode Penerbangan Cerdas:
Banyak drone memiliki mode penerbangan otomatis seperti mengikuti objek, terbang
mengelilingi titik, atau membuat peta 3D.
Konektivitas:
Drone dapat terhubung ke perangkat lain seperti smartphone atau tablet melalui Wi-
Fi atau Bluetooth untuk melihat langsung rekaman kamera atau mengontrol drone.
5. Desain dan Konstruksi:
Bahan:
Bahan pembuatan drone dapat mempengaruhi berat, kekuatan, dan daya tahan
drone. Beberapa drone menggunakan bahan seperti serat karbon untuk
meningkatkan kekuatan dan mengurangi berat.
Desain Aerodinamis:
Desain aerodinamis dapat meningkatkan efisiensi penerbangan dan mengurangi
konsumsi daya.
Perlindungan Lingkungan:
Beberapa drone dirancang untuk tahan terhadap cuaca buruk, seperti hujan atau
debu, dengan sertifikasi IP (Ingress Protection).
Semarang, Agustus 2024
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BIDHUMAS POLDA JATENG
ARTANTO, S.I.K., M.Si.
KOMISARIS POLISI NRP 69080585
SPESIFIKASI TEKNIS
Pengadaan Paket Pemeliharaan dan Perawatan Kamera Bidhumas Polda Jateng T.A. 2025