| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0424536035432000 | Rp 3,721,108,000 | - | |
| 0023517618311000 | Rp 3,721,108,000 | - | |
| 0946176161311000 | Rp 3,861,599,637 | - | |
CV Syahla Anaira | 08*5**5****01**0 | - | - |
Hydrosix | 02*1**7****23**0 | - | - |
| 0015810799201000 | - | - | |
| 0030567432105000 | Rp 4,622,572,786 | Telah diperoleh 3 (tiga) peserta dengan penawaran terendah (tidak di Evaluasi) | |
| 0963458740311000 | - | - | |
| 0810938126311000 | - | - | |
| 0753632660811000 | - | - | |
| 0940253834646000 | - | - | |
| 0015274095327000 | - | - | |
| 0412111494604000 | - | - | |
| 0023521792311000 | - | - | |
| 0867478117822000 | - | - | |
PT Pangestu Buming Konsultan | 09*0**5****11**0 | - | - |
Dua Dara Aceh Mandiri | 00*6**8****01**0 | - | - |
| 0834596850201000 | - | - | |
| 0841655335127000 | - | - | |
| 0018040089036000 | - | - | |
| 0021241849102000 | - | - | |
| 0822711123301000 | - | - | |
| 0955369376307000 | - | - | |
Rap Gabe Tama | 09*5**9****09**0 | - | - |
| 0032663163323000 | - | - | |
| 0423432251529000 | - | - | |
| 0936362607707000 | - | - | |
| 0018490177308000 | - | - | |
| 0032587636322000 | - | - | |
| 0030309736203000 | - | - | |
CV Yumindo Konstruksi | 0024770885327000 | - | - |
| 0012062253327000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi dimana kesejahteraan
masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem - setara dengan USD 1.9
PPP (purchasing power parity). Kemiskinan ekstrem diukur menggunakan "absolute
poverty measure" yang konsisten antar negara dan antar waktu. Menggunakan
definisi tersebut, pada tahun 2021 tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 4
persen atau 10,86 juta jiwa. Tingkat kemiskinan ekstrem tersebut lebih rendah bila
dibandingkan dengan tingkat kemiskinan nasional yang didasarkan pada data Susenas
yang dirilis secara berkala oleh BPS, yang pada Maret 2021 adalah 10,14 persen atau
27,54 juta jiwa. Pada tahun 2021, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia sebesar 4%.
Berdasarkan arahan Presiden dalam Rapat Terbatas tanggal 4 Maret 2020 tentang
Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan serta Rapat Terbatas tanggal 21 Juni
2021 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kronis, agar pengentasan
kemiskinan dilakukan secara terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran melalui
kolaborasi intervensi, sehingga kemiskinan ekstrem dapat mencapai tingkat nol persen
pada 2024.
Sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden dalam Rapat Terbatas Strategi
Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada tanggal 4 Maret 2021, agar kemiskinan
ekstrem (extreme poverty) pada 2024 dapat mencapai 0%, maka diperlukan upaya
percepatan penanganan kemiskinan ekstrem yang harus dilakukan secara terintegrasi
melalui kolaborasi intervensi, serta upaya validasi data dan mempertajam basis data
untuk mencapai ketepatan target dan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan
ekstrem. Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang
Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem merupakan langkah percepatan
pemberantasan kemiskinan ekstrem di Indonesia yang ditargetkan tuntas pada 2024
mendatang
Upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem dilaksanakan melalui upaya khusus
berupa multiple interventions. Upaya tersebut dilakukan dengan dua pendekatan
utama yaitu: pertama, mengurangi beban pengeluaran kelompok miskin dan rentan
melalui berbagai program perlindungan sosial dan subsidi. Kedua, melakukan
pemberdayaan dalam rangka meningkatkan produktivitas kelompok miskin dan rentan
untuk meningkatkan kapasitas ekonomi atau pendapatan. Upaya percepatan dilakukan
di wilayah yang memiliki kantong-kantong kemiskinan, mengingat kemiskinan ekstrem
banyak terdapat di wilayah tersebut.
Pembangunan infrastruktur permukiman dengan meningkatkan akses kebersihan
lingkungan (air dan sanitasi) termasuk utilitas pendukung lainnya merupakan salah
satu upaya untuk menurunkan stunting. Melalui pembangunan infrastruktur
permukiman ini pula diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan secara
langsung meningkatkan pendapatan sehingga diharapkan dapat menurunkan tingkat
kemiskinan.
Desa Banjarsari dan Desa Kaana menjadi lokasi yang mendapat alokasi Kegiatan
Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) Tahun 2023 sesuai dengan Keputusan
Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 63/KPTS/DC/2023 Tentang Penetapan Lokasi
Kegiatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem Terintegrasi Direktorat Jenderal Cipta
Karya Tahun Anggaran 2023. Kecamatan Enggano merupakan sebuah kecamatan di
Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan luas 400,6 Km2 dan jumlah
penduduk mencapai 4.112 Jiwa. Adapun lingkup pekerjaan, terdiri dari:
A. Pekerjaan Persiapan
B. Pekerjaan Konstruksi
1. Desa Banjarsari
a. Infrastruktur Air Minum
- Pembangunan Sumur Gali
b. Infrastruktur Sanitasi
- Penanganan Lengkap (Bilik Toilet, Septictank dan Resapan, Penangkap
Lemak)
- Penanganan Bangunan Bawah (Septictank dan Resapan, Penangkap
Lemak)
2. Desa Kaana
a. Infrastruktur Air Minum
- Pengadaaan dan Pemasangan Sambungan Rumah (SR)
- Pembangunan Sumur Gali
b. Infrastruktur Sanitasi
- Penanganan Lengkap (Bilik Toilet, Septictank dan Resapan, Penangkap
Lemak)
- Penanganan Bangunan Bawah (Septictank dan Resapan, Penangkap
Lemak)
c. Pekerjaan Lain - Lain