URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REHABILITASI D.I. KELARA KARALLOE KAB. JENEPONTO
Daerah Irigasi Kelara-Karalloe diairi oleh 2 buah bendung yang ada pada dua (2) sungai, yaitu
sungai Kelara dan Sungai Karalloe. Bendung Kelara dibangun di Sungai Kelara pada tahun
1972 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1973. Pada awalnya Bendung Kelara saja
yang harus melayani areal untuk DI. Kelara. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata
ketersediaan air ini semakin berkurang. Sungai Kelara tidak mampu lagi melayani kebutuhan
air yang diharapkan, dan untuk mengatasi masalah tersebut, maka pada tahun 1980 dibangun
Bendung Karalloe yang terletak di Sungai Karalloe.
Daerah irigasi kelara direncanakan seluas 7.004 Ha, namun kenyataannya pada musim
kemarau D.I. Kelara Karalloe seluas 7.004 Ha tidak dapat terairi seluruhnya karena
keterbatasan air di S. Kelara dan S. Karalloe sehingga dibangun lagi Bendungan Karalloe di
hulu bendung karalloe untuk meningkatkan luas tanam 7.004 Ha.
Berdasarkan hasil penelusuran aset irigasi tahun 2011 dari total panjang saluran Induk Kelara-
Karalloe kurang lebih 10.718 m dengan kondisi yang mana saat ini saluran induk B.KL. 7
sepanjang 3.000 m yang diakibatkan salah satunya yaitu kebocoran pada saluran yang
mengakibatkan jenuhnya lapisan tanah yang ada di sekitarnya dan saluran dinding saluran
yang rusak berat. Untuk itu Satker SNVT PJPA Pompengan Jeneberang Prov. Sul-Sel akan
melakukan Rehabilitasi D.I. Kelara Karalloe Kab. Jeneponto pada tahun 2025