URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI AIR TANAH PADA
KAB MERAUKE
TAHUN ANGGARAN 2025
A. Gambaran Umum
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, pemerintah dalam hal ini
melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke senantiasa berupaya melaksanakan pengelolaan
dibidang Sumber Daya Air diantaranya yang menyangkut aspek Penyediaan Air Tanah bagi
masyarakat pertanian.
Kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam menunjang usaha pertanian merupakan salah
satu upaya pengembangan sumber air irigasi untuk usaha pertanian, baik untuk usaha tani,
tanaman pangan hortikultura, peternakan maupun perkebunan. Curah hujan merupakan sumber air
andalan utama untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi. Curah hujan yang jatuh ke permukaan bumi
sebagian dapat digunakan secara langsung untuk air irigasi, sebagian tersimpan dalam waduk,
danau, di lahan usaha tani dan sebagian lagi ke dalam tanah, tersimpan sebagai air tanah.
Pemerintah bersama masyarakat telah membangun berbagai fasilitas irigasi dengan berbagai
sumber air irigasi. Salah satu sumber air irigasi potensial yang belum optimal digunakan adalah
pemanfaatan sumber air tanah. Pengembangan irigasi air tanah dalam menjadi pilihan yang
menjanjikan apabila di lokasi tersebut ketersediaan sumber air permukaan sangat terbatas
sehingga secara teknis, sosial dan ekonomi tidak layak dilakukan.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, PPK Air Tanah dan Air Baku II SNVT Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Balai Wilayah Sungai Papua Merauke melaksanakan program kerja
untuk mengatasi keterbatasan air tersebut. Selain melaksanakan pengeboran di daerah yang air
tanahnya tersedia dan air permukaannya tidak tersedia, juga melaksanakan program pembangunan
jaringan pengairan, sumur bor dan mesin/pompa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
pengembangan jaringan irigasi air tanah.
Upaya ini dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, pemerintah
dalam hal ini melalui Balai Wilayah Sungai Papua Merauke senantiasa berupaya melaksanakan
pengelolaan dibidang Sumber Daya Air diantaranya yang menyangkut aspek Penyediaan Air
Tanah bagi masyarakat pertanian.
B. Relevansi dengan RPJMN/ RPJMD/Renstra/ RKP/ K/L
Mengacu pada RPJMN 2025-2029, bahwa Visi RPJMN yaitu “Bersama Indonesia Maju Menuju
Indonesia Emas 2045”. Untuk mencapai visi tersebut, maka terdapat Asta Cita sebagai Misi
Presiden yang akan menjadi Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025-2029. Misi tersebut yaitu
“Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui
swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi
biru”. Selain misi tersebut, dalam RPJMN terdapat 17 Program Prioritas Presiden, salah satunya
yaitu “mencapai swasembada pangan, energi dan air”.
Rehabilitasi jaringan irigasi, termasuk jaringan irigasi air tanah (JIAT) merupakan salah satu
upaya dalam rangka mendukung Misi Presiden dan 17 Program Prioritas Presiden.
C. Maksud dan Tujuan Pekerjaan
Proyek Pembangunan Jaringan Air Tanah Pada Kab Merauke dalam Rangka Mendukung
Swasembada Pangan secara umum dimaksudkan untuk pengambilan air melalui sumur air
tanah.
Proyek ini bertujuan untuk:
a. Menjaga ketersediaan air di lahan pertanian sehingga kebutuhan air bagi
pertanian tercukupi;
b. Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) semula 100% menjadi 200% dengan pola
tanam MT I - IP 100% dan MT II - IP 100%.
D. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat khususnya di Kab Merauke yang
sebagian besar lahan merupakan sawah/lahan tadah hujan mendapatkan air sepanjang
tahun walaupun dalam musim kering/kemarau. Sehingga masyarakat dapat terhindar
dari penyakit dan menumbuhkan kreativitas bercocok tanam dengan tanaman yang
memiliki nilai jual tinggi dan meningkatkan perekonomian desa.
E. Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup proyek ini terdiri atas pembangunan sumur bor JIAT yang meliputi:
1) Pekerjaan Persiapan
2) Pekerjaan Penerapan SMKK
3) Pekerjaan Pengeboran
4) Pekerjaan Reservoir Kapasitas 18 M3
5) Pekerjaan Pengadaan Pompa Air Tenaga Surya
6) Pekerjaan Perpipaan dan Hidran Umum
7) Pekerjaan Pengaman Sumur
8) Pekerjaan Pagar dan Rumah Pompa
F. Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan
Lokasi pekerjaan proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah Pada Kab Merauke
di 2 (dua) Distrik yaitu:
1. Distrik Merauke Kampung Wasur dan Kampung Nasem (2 titik).
2. Distrik Kurik Kampung Sumber Rejeki dan Kampung Salor Indah (4 titik).
G. Personil dan Peralatan
Penyedia jasa mengajukan struktur organisasi pelaksanaan lapangan kepada pengguna
jasa yang didalamnya tercantum beberapa tenaga inti penyedia jasa pelaksana dengan
posisi minimal seperti berikut:
Jabatan dalam
Pekerjaan Jumlah Pengalaman
No Profesi/Keahlian
yang akan Personil Kerja
dilaksanakan
1 Manajer 1 Org 3 Tahun SKA Ahli Manajemen Proyek Jenjang
Pelaksanaan/ 8 atau SKK Ahli Madya Manajemen
Proyek Proyek Jenjang 8/
SKA Ahli Bidang Keahlian Manajemen
Konstruksi Jenjang 8 atau SKK Ahli
Madya Bidang Keahlian Manajemen
Konstruksi Jenjang 8
2 Manajer Teknik 1 Org 3 Tahun SKA Ahli Bidang Keahlian Teknik
Sumber Daya Air Jenjang 7 atau SKK
Ahli Muda Bidang Keahlian Teknik
Sumber Daya Air Jenjang 7
3 Manajer 1 Org 3 Tahun -
Keuangan
Jabatan dalam
Pekerjaan Jumlah Pengalaman
No Profesi/Keahlian
yang akan Personil Kerja
dilaksanakan
4 Ahli K3 1 Org 3 Tahun SKA Ahli K3 Konstruksi Jenjang 7
Konstruksi atau atau SKK Ahli Muda K3 Konstruksi
0 Tahun Jenjang 7 /
SKA Ahli K3 Konstruksi Jejang 8 atau
SKK Ahli Madya K3 Konstruksi
Jenjang 8
Jumlah peralatan utama minimal adalah :
No Jenis Jumlah Kapasitas Kepemilikan
(Sewa/Sewa
1 Mesin Bor 1 Unit 50 HP Beli/Milik)
(Sewa/Sewa
2 Kompressor 1 Unit 8 Bar
Beli/Milik)
(Sewa/Sewa
3 Mud Pump 1 Unit 12 Kw
Beli/Milik)
H. Kualifikasi Peserta
Paket pekerjaan konstruksi ini dapat dilaksanakan oleh Penyedia yang memiliki Sertifikat
Badan Usaha (SBU) dengan persyaratan sebagai berikut:
a. Klasifikasi Jasa Pelaksanaan Spesialis;
b. Jasa Pelaksana Pekerjaan Sumur Air Tanah Dalam SP 008 (KBLI 2015) atau Jasa
Pembuatan/ pengeboran Sumur Air Tanah PL005 (KBLI 2020).
I. Tahapan dan Waktu Pelaksanan
a. Tahapan Pelaksanaan dan Waktu Pelaksanaan
Masa pelaksanaan proyek yaitu 4 (empat) bulan dengan rincian sebagaiberikut:
No Uraian Kerja
Ags Sep Okt Nov Des
I
Pekerjaan Persiapan
II Pekerjaan Penerapan SMKK
III
Pekerjaan Pengeboran
IV Pekerjaan Reservoir Kapasitas 18 M3
Pekerjaan Pengadaan Pompa Tenaga
V
Surya
VI Pekerjaan Perpipaan dan Hidran Umum
VII Pekerjaan Pengaman Sumur
VIII Pekerjaan Pagar dan Rumah Pompa
b. Rencana Pembayaran Pekerjaan
Pembayaran prestasi pekerjaan dilaksanakan dengan system Termin.
Tahapan Besaran
No Termin Keterangan
Pembayaran Pembayaran dari
(milestone) Harga Kontrak (%)
Diberikan pada saat
1 Uang Muka 20
pengajuan Uang Muka
Progres Pekerjaan Persiapan,
Pekerjaan telah Pekerjaan Penerapan
mencapai di atas SMKK, Pekerjaan
2 Termin 1 50
50% Pengeboran dan
Pekerjaan Pengadaan
Pompa Tenaga Surya
Progres Pekerjaan Perpipaan dan
Pekerjaan telah Hidran Umum, Pekerjaan
mencapai 100% Pengaman Sumur, dan
3 Termin 2 100
Pekerjaan Pagar dan
Rumah Pompa
Progres
4 Termin 3 5 Jaminan Retensi 5%
Pekerjaan telah
mencapai 100%
J. Rencana Anggaran Biaya
Kebutuhan biaya untuk Melaksanakan pekerjaan konstruksi Pembangunan Jaringan Air Tanah
Pada Kab Merauke dibutuhkan total anggaran sebesar Rp12.000.000.000,00 (Dua belas miliar
rupiah), dimana didalamnya sudah termasuk PPn 11%. Biaya yang diperlukan dalam
kegiatan Pembangunan Jaringan Air Tanah Pada Kabupaten Merauke dibebankan pada DIPA
SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BWS Papua Merauke APBN Tahun Anggaran
2025.
Merauke, 12 Agustus 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
Air Tanah dan Air Baku II
SNVT PJPA Papua Merauke Provinsi Papua
Angga Eko Putranto, S.T., M.T.
NIP. 19910413 201802 1 001