URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Paket : DED Peningkatan Kapasitas Tampung Waduk Lumpur
Pagu : Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta
Rupiah)
Lokasi Pekerjaan : Tanggul Penahan Lumpur Sidoarjo, Kecamatan
Porong, Kabupaten Sidoarjo
Lingkup Pekerjaan : Lingkup Pekerjaan dari kegiatan DED Peningkatan
Kapasitas Tampung Waduk Lumpur, yaitu :
• Tahap I Pendahuluan:
- Persiapan kantor/alat, tenaga ahli dan
administrasi perijinan
- Pengumpulan data sekunder dan sosialisasi
- Inspeksi lapangan pendahuluan
- Survei inventarisasi kondisi lapangan
• Tahap II Survey Pengukuran & Investigasi Geologi :
- Survey Pengukuran, meliputi kegiatan :
o Survei pendahuluan
o Pemasangan patok-patok tetap (BM/CP) dan
patok-patok sementara
o Pengukuran kerangka kontrol horisontal dan
vertikal
o Pengukuran situasi
o Pengukuran bathimetri
o Pengolahan data
o Penyajian hasil dan pelaporan
- Investigasi Geologi, meliputi kegiatan :
o Survey pendahuluan
o Sondir Cone Penetration Test (CPT)
o Geo Drilling
o Tes laboratorium mektan
o Rekomendasi hasil investigasi geoteknik
o Penggambaran
• Tahap III Analisa Data :
- Analisa hujan dan banjir rancangan
- Analisa sedimentasi
- Analisa geologi teknik
- Analisa stabilitas
- Daftar usulan kegiatan
• Tahap IV Pembuatan Desain Rinci :
- Analisa hidrolika
- Analisa stabilitas bangunan analisa struktur
- Penggambaran desain dengan Auto CAD
- Perhitungan BOQ dan RAB
- Penyusunan spesifikasi teknik dan metode
pelaksanaan
Tahapan pekerjaan DED Peningkatan Kapasitas
Tampung Waduk Lumpur, sebagai berikut :
TAHAP I : PENDAHULUAN, meliputi kegiatan :
• Persiapan kantor / alat, tenaga ahli dan
administrasi perijinan
- Pengecekan personil, kantor / perlengkapan
- Koordinasi dengan instansi terkait
- Administrasi perijinan
• Pengumpulan data sekunder dan sosialisasi
• Survei pendahuluan
- Survei pendahuluan dilaksanakan untuk
memperoleh informasi mengenai lokasi
pekerjaan dan data-data lain yang diperlukan
• Survey inventarisasi kondisi lapangan
- Kondisi lapangan, meliputi topografi dan kondisi
waduk lumpur
- Mencatat kondisi dan perilaku / karakteristik
yang selama ini terjadi dan lain-lain yang
ditemukan di sekitar lokasi kegiatan
- Catatan kerusakan dan kebutuhan perbaikan
sarana dan prasarana yang ada agar berfungsi
optimal
TAHAP II : SURVEI PENGUKURAN DAN
INVESTIGASI GEOTEKNIK, meliputi kegiatan :
• Survei Pengukuran
Pekerjaan yang dilaksanakan mengikuti ketentuan
sebagaimana tersebut di bawah ini, dengan
berpedoman pada:
- Acuan/Pedoman yang digunakan:
o PT-02, SK. DJ Pengairan
No.185/KPTSA/A/1986, Persyaratan Teknis
bagian Pengukuran Topografi
o SNI 7646:2010, Survei Hidrografi
Menggunakan Singgle Beam Echosounder
o SNI 19-6724-2002, Jaring Kontrol Horisontal
o SNI 19-6988-2004, Jaring Kontrol Vertikal
dengan Metode Sipat Datar
o KP–07, Kriteria Perencanaan bagian Standar
Penggambaran
- Lingkup Pekerjaan yang dilaksanakan:
o Pengukuran dilaksanakan pada waduk
lumpur Sidoarjo
o Batas-batas pengukuran ditentukan lebih
lanjut boleh Supervisi/Direksi Pekerjaan
- Jenis Pekerjaan yang dilaksanakan:
o Survei Pendahuluan, meliputi:
▪ Pengumpulan peta-peta dan data
pendukung yang diperlukan untuk
perencanaan survei pengukuran
▪ Peninjauan lokasi, untuk mengetahui
kondisi titik-titik ikat pengukuran yang
diperlukan dan titik-titik lokasi yang
memungkinkan untuk pemasangan BM,
serta mengetahui kondisi lokasi untuk
keperluan perencanaan jalur survai
▪ Melaksanakan pengambilan data
ephemeris untuk perencanaan survai GPS
untuk pengikatan koordinat
- Pemasangan Patok-Patok Tetap (BM/CP) dan
Patok-Patok Sementara dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:
o Benchmark (BM) dan Control Point (CP)
dibuat dari beton dengan tulangan
o Ukuran BM adalah 20 x 20 x 100 cm, dengan
sayap bagian bawah ukuran 40 x 40 x 15 cm.
Ukuran CP adalah 15 x 15 x 100 cm, dengan
sayap bagian bawah ukuran 35 x 35 x 15 cm
o BM dan CP dipasang pada tempat yang
stabil, aman dari gangguan, mudah dicari,
bercat warna biru dan diberi notasi pada
papan marmer secara urut (ketentuan untuk
konstruksi BM dapat dilihat pada gambar)
o Pemasangan BM adalah pada kerangka
pengukuran vertikal/horisontal, setiap
selang jarak 2 km, sedangkan CP dipasang
pada rencana bangunan, atau lokasi tertentu
disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan
o Setiap BM/CP yang dipasang dibuatkan
dokumentasinya, meliputi foto, denah dan
deskripsi lokasi, serta posisinya dalam sistem
koordinat. Foto tiap BM terdiri dari 2 (dua)
buah, yaitu foto jarak dekat (papan marmer
dengan nomor BM terbaca dengan jelas), dan
foto BM dengan latar belakang lokasi yang
dapat dikenali
o Jumlah BM direncakan sebanyak 9
(sembilan) buah
- Pengukuran Kerangka Kontrol Horisontal dan
Vertikal
Pengukuran kerangka kontrol horisontal dan
vertikal secara umum mengacu pada PT-02,
Persyaratan Teknis bagian Pengukuran
Topografi dan secara khusus mengacu pada SNI
19-6724-2002, Jaring Kontrol Horisontal,
sedangkan kerangka vertikal mengacu pada SNI
19-6988-2004, Jaring Kontrol Vertikal dengan
Metode Sipat Datar. Peralatan yang digunakan
untuk keperluan pengukuran kerangka
mendapatkan sertifikat terkalibrasi.
o Pengukuran Kerangka Horisontal
Pengukuran kerangka kontrol horizontal
menggunakan spesifikasi orde-4 (poligon),
Titik kerangka polygon diikatkan ke Sistem
Referensi Geodesi Indonesia (SRGI) 2013,
dengan menggunakan GPS Geodetik, dengan
ketentuan sebagai berikut : Metode
pengamatan GPS adalah survai GPS secara
radial yang terikat pada Sistem Referensi
Geodesi Indonesia 2013 (SRGI 2013).
Pengamatan GPS dilakukan pada BM,
sebagai kontrol koordinat pemetaan, jumlah
titik GPS yang diamati minimal 4 titik,
dengan memperhatikan kekuatan geometri
satelit dan konfigurasi jaringan untuk
pemetaan. Adapun ketentuan untuk
pengamatan GPS adalah sebagai berikut
(mengacu pada SNI 19-6724-2002-Jaring
Kontrol Horisontal)
o Pengukuran Poligon
Pengukuran poligon meliputi pengukuran
sudut dan jarak, untuk perapatan titik
kontrol pemetaan. Koordinat titik kontrol
dinyatakan dalam system proyeksi peta UTM.
Alat yang digunakan mempunyai ketelitian
pembacaan 1”, pengukuran jarak disarankan
menggunakan pengukur jarak elektronis,
dan lebih disarankan untuk menggunakan
ETS (electronic total station). Pengukuran
sudut dilakukan dengan dua seri (B dan LB)
pada titik simpul. Selisih pengukuran sudut
biasa dan luar biasa tidak boleh berbeda
lebih dari 5 detik. Pengukuran jarak
dilakukan minimal dua kali pada satu titik
pengamatan dengan satu seri bacaan sudut
vertikal (B dan LB). Metode pengolahan data
dengan hitung perataan kuadrat terkecil
metode parameter atau metode bowditch.
Salah penutup sudut ≤ 0√n, dimana n adalah
jumlah titik poligon. Salah penutup linier
jarak ≤ 1/6.000
o Pengukuran Kerangka Vertikal
Kerangka kontrol vertikal (JKV)
menggunakan spesifikasi kelas LC, dengan
pengecualian kesalahan penutup maksimum
(pergi-pulang) 10mm √d (d dalam km), tanpa
pengukuran gaya berat dan koreksi tinggi
ortometrik. Untuk lokasi pengukuran dimana
tidak tersedia titik ikat JKV dengan orde lebih
tinggi (karena berbagai hal tidak
dimungkinkan untuk dilakukan
pengikatan/tidak termasuk dalam lingkup
pekerjaan), maka ditentukan tinggi
sementara (lokal) dengan kontrol prosedur
pengukuran sebagaimana kelas yang telah
ditentukan
- Pengukuran Situasi
Pengukuran mengacu pada PT-02, Persyaratan
Teknis bagian Pengukuran Topografi. Detil
situasi yang diukur mengacu pada KP–07,
Kriteria Perencanaan bagian Standar
Penggambaran
- Pengukuran Bathimetri
Pengukuran bathimetri mengacu pada SNI
7646:2010, Survei Hidrografi menggunakan
singglebeam echosounder. Koordinat
planimetris titik fix perum (X,Y) apabila tidak
dapat diikatkan dengan titik control horisontal
di darat,maka ditentukan secara lokal dengan
menggunakan GPS, sedangkan untuk
pengukuran kedalaman dilakukan dengan
menggunakan bak ukur, atau kabel baja,
maupun echo sounder sesuai dengan keperluan
dan efektifitas penggunaan alat
- Pengolahan Data
Pengolahan data mengacu pada dengan kriteria
dan spesifikasi yang ditentukan untuk masing-
masing pekerjaan berdasarkan SNI atau
Pedoman Teknis
- Penggambaran dan Pelaporan
Penggambaran dan pelaporan meliputi :
o Album Peta ukuran A2. Penyajian hasil pada
peta mengacu pada KP–07, Kriteria
Perencanaan bagian Standar Penggambaran,
dengan sistem grid UTM dan standar
ketelitian pengambaran sebagaimana
tersebut pada PT-02
o Buku Ukur: Data hasil pengukuran lapangan
(raw data), data terkoreksi (hasil
perhitungan)
o Buku Laporan Topografi: berisi tentang
rencana pekerjaan, metode pengukuran yang
dilaksanakan, progres pekerjaan yang telah
dicapai, kendala/ permasalahan yang
ditemui, serta hasil-hasilnya
o Buku Deskripsi BM/CP: berisi tentang
deskripsi BM/CP, foto dokumentasi (2 buah,
terlihat papan marmer penomoran BM dan
foto terlihat latar belakang), serta denah
situasi lokasi BM/CP. Pada bagian lampiran
dilengkapi dokumentasi pembuatan dan
pemasangan CP
• Investigasi Geologi
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mendapatkan
data tanah dasar di sekitar lokasi bangunan utama
dan pelengkap yang akan digunakan untuk
pekerjaan detail desain bangunan. Spesifikasi
kegiatan penyelidikan geoteknik tersebut secara
umum seperti diuraikan pada uraian berikut :
- Survey Pendahuluan
Menentukan lokasi titik bor dan hal-hal yang
diperlukan untuk pekerjaan penyelidikan
geoteknik di lapangan
- Sondir Cone Penetration Test (CPT)
Sondir sebanyak 8 (delapan) titik dengan
kedalaman sampai tanah keras dan untuk
mengetahui jenis tanah
- Geo Drilling (Shelby Tube Sample)
Pengambilan Sampel tanah yang ditentukan /
titik pengambilan sampel di bagian inti tanggul
yang di lakukan dengan mesin bor dan Shelby
tube atau piston sampler yang pengeborannya
dilakukan hingga kedalaman target dengan hati-
hati agar lubang tetap stabil serta mendapatkan
sampel tanah Undisturb
- Tes Laboratorium Mekanika Tanah
Soil Properties
o Natural water content (8 sampel)
o Unit weight (8 sampel)
o Natural Density (8 sampel)
o Atterberg Limit (8 sampel)
o Grain Size Analysis (Hidro) (8 sampel)
o Specific Gravity (8 sampel)
Engineering Properties
o Compaction test (8 sampel)
o Triaxial Compaction Tes (CU) (8 sampel)
o Consolidation Test (8 sampel)
o Permeability Test (8 sampel)
o Direct Shear Test (8 sampel)
Rekomendasi Hasil Investigasi Geoteknik
Mengkaji hasil dari Kegiatan Investigasi
Lapangan dan Tes Lab Mekanika Tanah untuk
memberikan masukan kepada perencana
mengenai kondisi tanah yang ada.
TAHAP III : ANALISA DATA
Setelah memperhatikan serta mengkaji segala aspek
dari hasil kegiatan di atas, penyedia jasa harus
menyusun analisa penanganan dari masalah-masalah
yang dihadapi yang meliputi :
• Analisa Hujan / Banjir Rancangan
Untuk menghitung luasan dann tinggi genanangan
pada waduk (Inflow Air) dengan kala ulang tertentu
sesuai dengan kriteria perencanaan bangunan ini
• Analisa Sedimentasi
Untuk menghitung volume lumpur secara periode
dan kapasitas lumpur yang berada dalam waduk
• Analisa Geologi Teknik
Menganalisa hasil penyelidikan geologi sebagai
masukan dalam menentukan kedalaman tanah
keras dan jenis tanah serta daya dukung dan
stabiltas tanggul bangunan utama maupun
bangunan pelengkap
• Analisa Stabiltas
Berdasarkan kondisi topografi dan geologi,
kemudian menentukan stabilitas dari bangunan
yang paling optimal dalam aspek kuantitas serta
keamanan, sehingga dihasilkan rekomendasi yang
tepat dalam dan yang paling efektif untuk
peningkatan kapasitas waduk
• Daftar Usulan Kegiatan
Konsultan dapat menyusun daftar usulan kegiatan
dan skala prioritasnya yang dibutuhkan dalam
perencanaan desain
TAHAP IV : PEMBUATAN DESAIN RINCI
Setelah memperhatikan serta mengkaji segala aspek
dari hasil kegiatan tahap I, II dan III, kemudian
dilanjutkan pembuatan desain rinci. Dalam
pembuatan desain rinci, penyedia jasa harus
memperhatikan Standar Perencanaan serta Pedoman
dan Kriteria Desain yang dikeluarkan oleh
lembaga/instansi berwenang seperti buku KP, SNI dll.
Desain rinci meliputi kegiatan :
• Analisa Geodesi dan Pembuatan Gambar Kontur
Waduk
• Analisa Hidrologi, Hidrolika dan Mekanikal untuk
model tampungan dan metode untuk mengalirkan
atau mengeruk / normalisasi kapasitas waduk
menjadi meningkat
• Analisa Stabilitas Bangunan
• Analisa Geologi dan Geoteknik
• Penggambaran Desain dengan Auto CAD
- Album gambar desain harus disajikan sesuai
dengan urutan standar perencanaan dan
kriteria perencanaan
- Seluruh gambar desain harus dirinci secara
lengkap, untuk digunakan sebagai dokumen
lelang dan pelaksanaan konstruksi
- Semua gambar desain digambar menggunakan
computer (software AutoCAD) dan dicetak
dengan ukuran kertas A2 dan A3
• Perhitungan BOQ dan RAB
- Daftar kuantitas pekerjaan terinci yang
menguraikan kuantitas (volume) masing-masing
item bangunan
- Perkiraan biaya konstruksi pekerjaan (RAB)
yang didesain harus dihitung berdasarkan
kuantitas pekerjaan, analisa harga satuan
pekerjaan, metode pelaksanaan pekerjaan dan
spesifikasi teknik
• Penyusunan Spesifikasi Teknik dan Metode
Pelaksanaan
- Spesifikasi khusus harus dibuat untuk
menjelaskan tentang lokasi pekerjaan, titik
tinggi patok tetap dan hal-hal lain. Juga harus
dijelaskan setiap jenis pekerjaan yang tidak
tercakup dalam spesifikasi standar yang dibuat
untuk pekerjaan tersebut antara lain bangunan
dengan teknologi khusus
- Metode Pelaksanaan Pekerjaan harus disusun
sebagai pedoman/acuan untuk mengatur tata
cara serta urutan pelaksanaan pekerjaan dari
awal hingga akhir pekerjaan
Keluaran : Keluaran yang dihasilkan dari pekerjaan ini adalah
tersedianya Laporan DED Peningkatan Kapasitas
Tampung Waduk Lumpur dan laporan-laporan
penunjang.
• Laporan Program Mutu
• Laporan Pendahuluan
• Laporan Bulanan
• Laporan Antara
• Konsep Laporan Akhir
• Laporan Akhir
• Executive Summary
• Laporan Topografi
• Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi dan
Hidrolika
• Laporan Investigasi Geoteknik
• Laporan Nota Desain
• Laporan BOQ / Engineering Estimate
• Laporan RKS, Spesifikasi Teknis, dan Dokumen
Pelelangan
• Album Gambar
• External Hardisc