| 0960155414951000 | Rp 1,720,135,000 | |
Papua Berkah Dynamic | 01*4**9****51**0 | - |
| 0026905901951000 | - | |
CV Putra Kofiau | 06*0**5****51**0 | - |
CV Humayndo Papua | 04*7**6****51**0 | - |
| 0944889815955000 | - | |
| 0439480138824000 | - | |
| 0030825954951000 | - | |
PT Binota Jaya Nusantara | 07*4**3****77**0 | - |
CV Putri Mihrimah | 06*2**1****51**0 | - |
CV Purajam Dua | 09*2**5****51**0 | - |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT
DINAS PERHUBUNGAN
Kompleks Kantor Bupati dan Otonom Daerah, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat
KERANGKA ACUAN KERJA
PEMBANGUNAN DERMAGA MINI DI KAMPUNG YENANAS
Nama Paket : Pembangunan Dermaga Mini Di kampung Yenanas
Tender
Jangka Waktu : 100 (seratus)Hari Kalender
Pelaksanaan
Sumber Dana : APBD DTI, OTSUS PAPUA BARAT DAYA
Nilal Total HPS : Rp 1.760.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Enam Puluh juta
rupiah)
Satuan Kerja : Dinas Perhubunngan Kabupaten Raja Ampat.
A. UMUM
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dalam metode – metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Penggunaan metode yang tepat , praktis, cepat dan aman, sangat membantu dalam
penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek, sehingga target 3 T yaitu tepat mutu/kualitas,
tepat biaya/kuantitas dan tepat waktu sebagaimana ditetapkan dapat tercapai.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, ada kalanya juga diperlukan suatu metode
terobosan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan lapangan. Khususnya pada saat menghadapi
kendala – kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai dengan dugaan
sebelumnya. Untuk itu penerapan metode pelaksanaan yang dibuat harus sesuai kondisi
lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan ini.
Pembangunan Dermaga memerlukan teknis khusus dalam pembuatannya. Oleh sebab itu
maka metode pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu persyaratan sangat diperlukan
dalam proses tender dan juga sebagai garis besar dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan
dan juga untuk mengatasi masalah – masalah yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan di
lapangan.
A.1. Latar Belakang
Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata bahari dunia yang kaya akan
keanekaragaman hayati laut. Kampung Yenanas, yang terletak di wilayah distrik tertentu
(disesuaikan), memiliki potensi perikanan, pariwisata, dan transportasi laut yang besar
Namun, saat ini fasilitas dermaga yang memadai belum tersedia sehingga kegiatan bongkar
muat barang, mobilitas masyarakat, serta akses kapal wisata menjadi kurang optimal.
Pembangunan dermaga mini di Kampung Yenanas diharapkan dapat:
Mendukung kelancaran transportasi laut.
Meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Mempermudah akses bagi wisatawan dan kapal pengangkut.
Menunjang kegiatan pemerintahan, sosial, dan darurat
A. 2 Maksud dan Tujuan
Maksud:
Melaksanakan pekerjaan pembangunan dermaga mini yang representatif, aman, dan sesuai
standar teknis.
Tujuan:
Menyediakan fasilitas sandar kapal dengan kapasitas memadai.
Memperbaiki konektivitas antar kampung dan kabupaten.
Mendukung pengembangan potensi kelautan dan perikanan
B. LINGKUP PEKERJAAN
B.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Pelaksanaan pengukuran tersebut disaksikan oleh pengawas/pihak Direksi yang
menunjukkan titik referensi. Sebagai patokan tinggi peil (level) dermaga dan
rumah dermaga , adalah peil 0,00 bangunan existing. Pelaksanaan pekerjaan akan
menggunakan alat – alat yang sesuai dengan keperluan untuk mendapatkan
ukuran, sudut ukuran tegak secara tepat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dilanjutkan dengan pemasangan bouwplank sebagai referensi untuk dasar
patokan elevasi lantai dermaga dan rumah dermaga.
2. Papan Nama Proyek
Pada lokasi pekerjaan perlu dipasang papan nama proyek yang bertujuan untuk
menerangkan, jumlah dan jenis pekerjaan. Bahan yang digunakan untuk papan
nama proyek adalah bahan yang telah disetujui oleh konsultan pengawas.
3. Dokumentasi Laporan
Untuk mengumpulkan data – data/info seputaran pekerjaan yang sedang
dilaksanakan
4. Rencana Keselamatan Kerja
Peduli dalam mempromosikan pemahaman akan kebutuhan keselamatan
konstruksi dan membudayakan keselamatan konstruksi dalam seluruh
kegiatan pelaksanaan konstruksi
Peduli dalam melakukan sosialisasi tentang keselamatan konstruksi
terhadap seluruh tenaga kerja maupun masyarakat didalam lingkungan kerja
konstruksi
Peduli dalam melaksanakan implementasi sesuai rencana keselamatan
konstruksi berdasarkan perundang-undangan yang berlaku dalam
keselamatan konstruksi nasional
Mencegah kecelakaan, kebakaran, sakit akibat kerja, keamanan dan
pencemaran lingkungan
Memantau dan mengevaluasi terhadap kinerja keselamatan konstruksi serta
melakukan perbaikan secara berkelanjutan
B.2. PEKERJAAN DERMAGA
1. Lingkup pekerjaan pembuatan tiang pancang, pekerjaan gelagar beton 20/30,
pemancangan tiang beton 20/20, gelagar kayu 6/12, skor palang kayu 5/10, kayu
penjepit kreb lantai 5/10, lantai papan kayu 4/20 dan pasang maut mur 17,5 cm.
a. Uraian
Perlu diketahui bahwa lokasi pekerjaan berada di pinggir laut, yang
proses pelaksanaan khusus item pekerjaan ini perlu perhitungan yang
matang akan pasang surutnya air laut dan ada beberapa item pekerjaan
yang harus dilaksanakan bersamaan.
Sebelum dilaksanakan penggalian untuk dudukan tiang pancang beton,
terlebih dahulu dibuatkan mall untuk pengecoran tiang pancang sesuai
ukuran dimensi dan perakitan besi beton sesuai dengan
dimensinya.Dimensi /ukuran tiang pancang dermaga adalah 20/20,
sementara gelagar beton 20/30, pelaksanaannya lihat gambar kerja.
Setelah itu juga memperhatikan akan pasang surutnya air laut karena
pekerjaan dilaksanakan di pinggir laut sehingga mempermudah saat
penggalian dan pada saat pengecoran tiang pancang.
b. Material
Semen PC
Semua semen yang digunakan adalah semen Portland yang memenuhi
syarat – syarat yang telah ditentukan dalam RKS. Semua semen
disimpan di dalam gudang yang tertutup dan terlindung dari
kerusakan – kerusakan akibat salah penyimpanan dan cuaca.
Pasir beton/kerikil dan pasir pasang
Semua pasir beton/kerikil dan pasir pasang yang akan digunakan
disesuaikan dengan syarat – syarat tang ditentukan dalam RKS.
Gradasi dari agregat – agregat tersebut secara keseluruhan dapat
menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja
yang baik dengan air dalam proporsi campuran yang akan digunakan
dapat dilakukan pengujian sebelum digunakan.
Baut
Baut dipasang /diikat dengan tulangan besi beton sebelum dilakukan
pengecoran agar menjadi kuat dan kaku dengan jarak antar baut
disesuaikan dengan gambar, fungsi baut dipasang adalah sebagai
dudukan pengikat skor kayu yang dipasang antara tiang pancang lalu
dikancing dengan mur agar terlihat kuat dan tidak mudah lepas.
Air
Air yang digunakan untuk semua pekerjaan di lapangan adalah air
bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan – bahan kimia dan
tidak mengandung zat organis atau bahan lainnya yang dapat
memberikan efek merusak beton dan tulangan serta tidak
mengandung minyak atau lemak.
c. Besi Beton
Semua besi beton yang digunakan baik ukuran dan bentuknya sesuai
dengan syarat – syarat dan ketentuan yang sesuai dengan spesifikasi
yang ada pada gambar kerja.
Pemasangan besi dilakukan sesuai dengan gambar – gambar yang
ada. Hubungan antara besi beton satu dengan yang lain dengan
menggunakan kawat beton , diikat dengan erat , tidak menggeser
selama pengecoran beton dan bebas dari tanah ataupun papan
bekisting.
Pembengkokan besi beton dilakukan secara hati – hati dan teliti,
tepat pada ukuran posisi pembengkokan sesuai dengan gambar.
Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga/pekerja yang
terampil dengan menggunakan alat – alat sedemikian rupa , sehingga
tidak menimbulkan cacat, patah, retak – retak dan sebagainya.
Pemasangan dan penyetelan berdasarkan peil – peil sesuai dengan
gambar dan sudah memperhitungkan mengenai toleransi
penurunnya.
d. Bekisting
Bekisting dan perancah dibuat dari kayu dengan memenuhi syarat –
syarat kekuatan, daya tahan dan mempunyai permukaan yang baik
untuk pekerjaan finishing.
Beksiting dipasang sesuai dengan ukuran – ukuran jadi yang ada di
dalam gambar dan dapat menjamin ukuran – ukuran tersebut tidak
akan berubah sebelum dan selama pengecoran.
Beksiting dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi
kebocoran atau hilangnya air selama pengecoran , tetap lurus (tidak
berubah bentuk) dan tidak bergoyang.
Bekisting untuk bagian konstruksi (tiang pancang, poer dan balok
gelagar) memakai multiplek dengan ketebalan minimal 9 mm dan
cukup kuat, disesuaikan dengan jarak rusuk – rusuk pengaku bekisting.
Pembongkaran bekisting dilakukan sesuai dengan standar. Bagian –
bagian konstruksi yang akan dibongkar beksistingnya sudah dapat
memikul berat sendiri dan beban – beban pelaksanaan.
e. Pengecoran
Adukan beton menurut komposisi campuran yang sesuai dengan mutu
dan kekuatan beton yang diisyaratkan menurut jenis pekerjaan.
Pengadukan dilakukan di dalam suatu mesin pengaduk dari tipe yang
disetujui dan berputar pada kecepatan yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat mesin tersebut.
Untuk mendapatkan kekuatan dan mutu beton seperti yang
diisyaratkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Gambar Kerja,
akan diadakan pengujian sesuai dengan petunjuk konsultan pengawas
dan direksi.
Pembuatan, pengadukan beton cor dilakukan dekat dengan lokasi
pengecoran sehingga tidak terjadi pengendapan agregat dan
tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari laur.
Untuk beton bertulang, pengecoran beton akan dilakukan setelah besi
beton selesai dipasang dan diperiksa oleh konsultan pengawas ,
sebelum pengecoran dimulai dipasang baut dengan cara mengikat
dengan kawat beton antara rakitan besi beton dan jarak antara baut
disesuaikan dengan gambar kerja serta membersihkan dari segala
kotoran – kotoran (potongan kayu,batu,tanag dan lain – lain) lalu
dibasahi dengan air semen.
Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dengan menuangkan
adukan dari suatu ketinggian tertentu untuk menghindari
pengendapan agregat. Pengecoran dilakukan terus – menerus.
Beton dipadatkan dengan menggunakan alat tongkat yang panjang
dengan jumlah sesuai kebutuhan selama pengecoran berlangsung dan
dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun
posisi tulangan.
Beton yang dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
terhadap sinar matahari, angin hujan, atau aliran air dan pengerusakan
secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya, dengan
menyemprotkan air atau menggenang air pada permukaan beton
tersebut.
2. Pekerjaan Gelagar Beton Bertulang
Uraian pelaksanaan gelagar beton bertulang dengan dimensi/ukuran 20/30, proses
pelaksanaan pekerjaannya sama dengan point no 1. Fungsi utama gelagar beton
bertulang selain sebagai pengikat antara tiang pancang beton bertulang juga
sebagai dudukan balok gelagar lantai yang berbahan kayu 6/12.
B.3. PEKERJAAN KAYU
1. Lingkup pekerjaan terdiri dari pekerjaan balok gelagar lantai 6/12, skor kayu 5/10,
balok penjepit lantai kayu 5/10 dan lantai papan 4/20,
a. Uraian
Penggunaan material kayu harus sesuai dengan yang diperisyaratkan
antara lain tidak cacat,pecah, tidak bengkok dan lain sebagainya yang
dapat memepengaruhi mutu kayu.
b. Pelaksanaan
Material kayu yang didatangkan harus betul – betul kayu besi dan tidak
ada cacatnya, tidak pecah dan tidak bengkok.
Penyetelan material kayu utamanya gelagar lantai harus betul – betul
diperhatikan dalam menyekap bagian atas kayu dan penyambungan
balok gelagar digunakan baut + mur hitam, di bagian atas kayu harus
terlihat rata karena pada saat pemasangan lantai papan dermaga
terlihat rapi.
Pemasangan skor kayu besi yang berfungsi sama dengan gelagar kayu
yaitu sebagai pengikat tiang pancang beton bagian tengah yang
dipasang menggunakan baut yang telah ditanam didalam tiang pancang
dan dikancing dengan mur agar skor terlihat kaku dan kuat.
Pekerjaan/pemasangan lantai papan dermaga disusun dengan celah
2cm dengan rapi dan dipaku dengan menggunakan paku beton, fungsi
celah agar air hujan tidak tergenang di lantai papan dermaga dan juga
dapat terlihat bagus dan rapi.
Balok penjepit kayu besi 5/10 dipasang diatas lantai papan dermaga
agar lantai papan dermaga menjadi lebih kuat, tidak gampang lepas dan
terlihat lebih bagus lagi.
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pada semua lokasi pekerjaan
akan dibersihkan segala sisa bahan bangunan dan kotoran lainnya yang
ada dilokasi pekerjaan hingga bersih dan rapih. Bahan sisa tersebut
akan dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disesuaikan.
C. OUTPUT KEGIATAN
1. Dermaga mini dengan panjang ± 112 meter, lebar ± 2 meter, dan terdapat
fasilitas pendukung seperti Tangga, lampu penerangan dermaga dan lain
lain.
2. Akses kapal nelayan, kapal penumpang kecil, dan kapal wisata menjadi
lancar.
3. Meningkatnya pelayanan transportasi laut di Kampung Yenanas.
D. METODE PELAKSANAAN
1. Pekerjaan dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi yang memiliki pengalaman
membangun fasilitas dermaga.
2. Metode konstruksi menggunakan pemancangan manual dan alat bantu pancang
berupa rakit yang di pasang tripot dan takel untul pemancangan tiang di
kedalaman air 3-6 meter
3. Material menggunakan material lokal dan melalui pengawasan.
4. Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sesuai standar
E. TENAGA AHLI
Penyedia wajib menyiapkan tenaga ahli seperti:
1. Site Manager.
2. SKK Kepala Tukang Pasang Perancah dan Acuan/Cetakan Beton( J2)
3. Petugas K3
F. JADWAL PELAKSANAAN
No Uraian Pekerjaan Durasi
1 Persiapan & Mobilisasi 10 hari
2 Pekerjaan Dermaga 50 hari
Pekerjaan Pelengkap
3 25 hari
Lainnya
4 Pekerjaan Finishing 10 hari
5 Uji Coba & Serah Terima 5 hari
100 hari
Total
kalender
G. PENUTUP
KAK ini menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan dermaga mini
di Kampung Yenanas, sehingga dihasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman,
dan bermanfaat bagi masyarakat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat
khususnya di bidang pariwisata.
Waisai, 30 Juli 2025
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS PERHUBUNGAN
JOHANNES B. RAHAYAAN, SH
NIP. 19740621 200212 1 005| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 16 July 2025 | Pembangunan Gereja Gki Waibon (Lanjutan ) | Kab. Raja Ampat | Rp 1,500,000,000 |
| 4 July 2024 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Waijan | Kab. Raja Ampat | Rp 1,289,933,750 |
| 7 July 2023 | Pembangunan Break Water Di Waigama | Kab. Raja Ampat | Rp 1,225,000,000 |