| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0903885986951000 | Rp 9,174,989,667 | - | |
| 0954392221951000 | Rp 9,270,000,000 | - | |
| 0960155414951000 | Rp 8,889,000,000 | calon peserta tidak memasukan pengalaman pekerjaan | |
| 0025656323951000 | Rp 8,549,082,162 | Referensii kerja ahi k3 yang dimasukkan tidak dapat dihitung sebagai pengalaman kerja sesuai dengan Dokumen pemilihan IKP 28.12 evaluasi teknis | |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - | - |
| 0430627604951000 | - | - | |
| 0919023093955000 | - | - | |
Papua Berkah Dynamic | 01*4**9****51**0 | - | - |
| 0804220242951000 | - | - | |
| 0438385569951000 | - | - | |
CV Cristhie Jaya Konstruksi | 06*9**4****51**0 | - | - |
| 0750944233955000 | - | - | |
CV Bintang Daud Papua | 00*3**8****52**0 | - | - |
| 0023167661951000 | - | - | |
CV Humayndo Papua | 04*7**6****51**0 | - | - |
CV Alfan Ombin | 0719102741951000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Kompleks Kantor Bupati dan Otonom Daerah, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat
URAIAN PEKERJAAN
PEKERJAAN :
Penanganan Long Segment (Kabare-Yenbekaki) - DAK
LOKASI:
Distrik Waigeo Utara
Kabupaten Raja Ampat
TAHUN ANGGARAN 2024
URAIAN PEKERJAAN
Pekerjaan : Penanganan Long Segment (Kabare-Yenbekaki) - DAK
Lokasi : Kampung Kabare, Waigeo Utara-Kabupaten Raja Ampat,
Tahun anggaran : 2024
LINGKUP PEKERJAAN :
1. DIVISI I. UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8 Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas
Rambu Peringatan
Rambu Petunjuk
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pembuatan Dokumen RKK, RKPPL, RMLLP, RMPK
Spanduk (Banner)
APD antara lain :
Topi Pelindung (Safety Helmet)
Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker, Masker Respirator)
Sarung Tangan Pelindung (Safety Gloves)
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes, Rubber Safety Shoes and Toe Cap)
Rompi Keselamatan (safety Vets)
Ahli Keselamatan Konstruksi,Ahli K3 Konstruksi
Ahli Lingkungan
2. DIVISI II. DRAINASE
2.1.(1) Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
3. DIVISI III. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(1) Galian Biasa
3.2.(1b) Timbunan Biasa dari Hasil Galian
3.2.(2a) Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
3.3.(1) Penyiapan Badan jalan
4. DIVISI V. PERKERASAN BERBUTIR DAN BETON SEMEN
5.3.(1a) Perkerasan Beton Semen [tidak pakai finisher]
5. DIVISI VII. STRUKTUR
7.1.(7a) Beton Struktur fc’ 20 Mpa
7.1.(10) Beton fc’10 Mpa
7.3.(1) Baja Tulangan Polos BjTP 280
7.3.(2) Baja Tulangan Sirip BjTS 280
7.8.(1) Pasangan Batu
6. DIVISI IX. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.2.(1) Marka Jalan Termoplastik
Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan
menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
1. DIVISI I. UMUM
1.2 MOBILISASI
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
1.1. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan Kantor Lapangan
dan fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi
peralatan yang diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
1.2. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
1.3. Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan
untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada
dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang
terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
1.4. Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan
standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk
Direksi Teknis. Pengambilan sampel material diadakan testing di Laboratorium yang
disetujui oleh Direksi dan menyerahkan sertifikasi mutu bahan kepada Direksi
untuk mendapat persetujuan. Semua material yang akan digunakan untuk proses
penghamparan Jalan diambil dari Quary yang berada pada lokasi pekerjaan berupa
Tanah dan Batu sedangkan untuk material lainnya seperti Semen PC, Besi Beton,
Kawat Beton, Agregat Kasar, Agregat halus, Paku, Papan Kayu, BBM dan Pelumas.
Untuk material ini semua diangkut dari luar lokasi pekerjaan yang diangkut
menggunakan LCT yang menempuh waktu kurang lebih 1-3 hari
1.5. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan kegiatan ini mobilisasi meliputi :
a. Alat-alat yang digunakan adalah:
No.
Uraian TKDN Jumlah
1 Motor Greader 22,57% 1 Unit
2 Excavator 30,17% 1 Unit
3 Vibratory Roller 42,29% 1 Unit
4 Dump Truck 4 Ton 38,00% 2 Unit
5 Generator set 25,72% 1 Unit
6 Concrete Mixer 52,05% 1 Unit
7 Truck Mixer 98,15% 2 Unit
8 Water Tanker 49,92% 1 Unit
1.6. Papan Nama Proyek
1. Papan Nama ini digunakan sebagai informasi mengenai proyek dan dibuat
dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan seperti :
- Bahan yang dipakai : kayu kaso, baliho dan lain-lain.
- Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
- Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
1.7. Manajemen dan Keselamatan Kerja
Menyiapkan rambu – rambu lalu lintas dan dipasang pada tempat yang rawan
kecelakaan atau lokasi dimana sedang dilaksanakan pekerjaan dan di lakukan
pengalihan arus lalu lintas.
1.8. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Melengkapi semua personil/tenaga kerja dengan Alat pelindung diri (APD)
diantaranya Helmet, Rompi, Sepatu dan lain sebagainya selama melaksanakan
pekerjaan.
2. DIVISI II. DRAINASE
2.1.(1) GALIAN UNTUK SELOKAN DRAINASE DAN SALURAN AIR
A. Pekerjaan Persiapan
Detail hasil pengukuran kelandaian untuk penampang saluran, harus diberikan
kepada konsultan dan direksi untuk diperiksa dan disetujui sebelum pekerjaan
dilakukan.
Pengajuan kesiapan kerja dan jadwal pelaksanaan diperlukan untuk memastikan setiap
pelaksanaan pekerjaan mendapatkan pengawasan dan dilakukan sesuai rencana yang
disetujui.
Melaksanakan pembersihan sebelum dimulainya proyek, selama pekerjaan berlangsung
dan sebelum selesainya proyek.
Menyiapkan dan medatangkan peralatan yang dibutuhkan di lokasi pekerjaan. Peralatan
tersebut disiapkan sesuai dengan analisa harga satuan pekerjaan.
Pengukuran dan peberian stack out pada area yang akan dikerjakan.
B. Tahapan Pelaksanaan
1. Penggalian dilakukan dengan menggunakan Exavator
2. Selanjutnya Exavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck.
3. Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan.
4. Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian
Pengerukan kedalaman galian sesuai gambar rencana kerja. Tinggi rendah pada
kedalaaman galian diukur dengan acuan elevasi tanah pada pembuangan akhir. Kanal,
sungai dan sumber air yang berdekatan dengan lokasi galian tidak boleh diganggu tanpa
persetujuan direksi pekerjaan.. Bilamana terdapat utilitas atau bangunan lain disekitar
lokasi pekerjaan, maka pelaksana harus mengupayakan untuk dilakukan relokasi atau
penanganan secara khusus agar tidak berdampak pada gangguan publik.
Seluruh bahan hasil galian dibuang sesuai petunjuk direksi pekerjaan, agar dapat
mencegah dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
C. Pekerjaan Akhir
Pembersihan akhir dan perapian area galian.
Pengembalian peralatan dan demobilisai alat berat.
a. Peralatan yang digunakan
- Exavator (PDN/TKDN 30,17%)
- Dump Truck (PDN/TKDN 38,00%)
- Alat Bantu
b. Tenaga kerja
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Operator/Supir (WNI)
- Pekerja (WNI)
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri (PDN/TKDN 83,02)
- Rambu Lalu lintas (PDN/TKDN 41,71%)
3. DIVISI III. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1(1) GALIAN BIASA
Pekerjaan galian untuk pelebaran badan jalan tidak hanya mencakup pekerjaan
penggalian, namun juga harus mencakup pekerjaan penanganan, pembuangan atau
penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan dan sekitarnya, dan pekerjaan
lain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan galian pelebaran ini.
Tahapan pekerjaan Galian biasa adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan persiapan
- Mempersiapkan alat bantu kerja, baik peralatan yang digunakan secara manual
(termasuk alat ukur dan alat pelindung diri) atau peralatan bermesin (alat berat)
yang perlu digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan galian.
- Lakukan pemeriksaan pada kondisi lingkungan di sekitar lokasi penggalian mengenai
kemungkinan adanya jaringan pipa, kabel, dan kemungkinan adanya lokasi-lokasi
yang memerlukan penanganan khusus contohnya daerah yang rawan longsor atau
terendam air.
- Menentukan daerah atau batas pekerjaan galian yang akan dikerjakan.
2. Pelaksanaan
- Tanah digali menggunakan alat Exavator (PDN/TKDN 30,17%) dengan ukuran dan
kedalaman sesuai gambar kerja atau petunjuk direksi pekerjaan.
- Rapikan dasar galian secara manual dengan alat bantu seperti cangkul, sekop, dan
alat bantu lain yang diperlukan.
- Pasang rambu peringatan dan barikade di sekitar lokasi pekerjaan agar tidak
membahayakan para pengguna jalan
- Material hasil galian tanah termasuk hasil pembersihan dan pengupasan lapisan atas
tanah ini harus dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan dan disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
a. Peralatan yang digunakan :
- Exavator (PDN/TKDN 30,17%)
- Dump Truck (PDN/TKDN 38,00%)
- Alat bantu
b. Tenaga Kerja yang dibutuhkan:
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Operator(WNI)
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ( PDN/TKDN 83,02)
- Rambu Lalu lintas ( PDN/TKDN 41,71%)
3.2. (1b) TIMBUNAN BIASA DARI HASIL GALIAN
1. Pekerjaan persiapan
- Mempersiapkan alat bantu kerja, baik peralatan yang digunakan secara manual
(termasuk alat ukur dan alat pelindung diri) atau peralatan mekanis yang perlu
digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan timbunan.
2. Penyiapan Tempat Kerja
- Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
diperlukan harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
- Kecuali untuk derah tanah lunak atau tanah yang tidak dapat dipadatkan atau tanah
rawa, dasar pondasi timbunan harus dipadatkan seluruhnya (termasuk
penggemburan dan penggeringan atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm
bagian permukaan atas dasar atas pondasi memenuhi kepadatan yang disyaratkan.
- Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan sedemikian hingga
memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat yang efektif.
3. Penghamparan Timbunan
- Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
lapisan yang merata yang bila di padatkan akan memenuhi toleransi tebal yang
disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan
tersebut sedapat mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi galian setempat ke
permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan
tanah timbunan untuk persediaan, terutama selama musim hujan. biasanya tidak
diperkenankan, terutama selama musim hujan.
4. Pemadatan Timbunan
- Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi
Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan
- Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan
berikutnya dihampar.
a. Peralatan yang digunakan :
- Exavator (PDN/TKDN 30,17%)
- Dump Truck (PDN/TKDN 38,00%)
- Motor Grader (PDN/TKDN 22,57%)
- Vibrator Roller (PDN/TKDN 42,29%)
- Water tank Truck (PDN/TKDN 49,92%)
- Alat bantu
b. Tenaga Kerja yang dibutuhkan :
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ((PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas ((PDN/TKDN 41,71%)
3.2. (2a) TIMBUNAN PILIHAN DARI SUMBER GALIAN
1. Pekerjaan persiapan
- Mempersiapkan alat bantu kerja, baik peralatan yang digunakan secara manual
(termasuk alat ukur dan alat pelindung diri) atau peralatan mekanis yang perlu
digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan timbunan.
2. Penyiapan Tempat Kerja
- Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak
diperlukan harus dibuang sebagaimana diperintahkan oleh direksi pekerjaan.
- Dasar saluran yang ditimbun harus diratakan dan dilebarkan sedemikian hingga
memungkinkan pengoperasian peralatan pemadat yang efektif.
3. Penghamparan Timbunan
- Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam
lapisan yang merata yang bila di padatkan akan memenuhi toleransi tebal yang
disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan
tersebut sedapat mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan yang sudah
ditentukan ke permukaan yang telah disiapkan pada saat cuaca cerah dan
disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan, terutama selama musim
hujan. biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.
4. Pemadatan Timbunan
- Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus
dipadatkan dengan peralatan pemadat yang memandai dan disetujui Direksi
Pekerjaan sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan
- Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
diuji kepadatannya dan harus diterima oleh Direksi Pekerjaan sebelum lapisan
berikutnya dihampar.
a. Peralatan yang digunakan :
- Exavator (PDN/TKDN 30,17%)
- Dump Truck (PDN/TKDN 38,00%)
- Motor Grader (PDN/TKDN 22,57%)
- Vibrator Roller (PDN/TKDN 42,29%)
- Water tank Truck (PDN/TKDN 49,92%)
b. Tenaga Kerja yang dibutuhkan :
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ((PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas ((PDN/TKDN 41,71%)
3.3(1) PENYIAPAN BADAN JALAN
- Pembersihan lokasi pekerjaan dari material yang dapat mengganggu pekerjaan
seperti semak-semak, pepohonan, batu besar, dan material lainnya.
- Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat berat seperti
Exavator (PDN/TKDN 30,17%) maupun dengan cara manual untuk membentuk
tanah dasar sesuai Gambar atau sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan.
- Pemadatan Tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat vibratory roller atau
menggunakan Combination Vibratory Roller pada daerah pelebaran yang tidak
terlalu luas atau tidak memungkinkan pengunaan vibratory roller.
a. Alat-alat yang diperlukan :
- Motor Grader (PDN/TKDN 22,57%)
- Vibrator Roller (PDN/TKDN 42,29%)
- Alat Bantu
b. Tenaga yang dibutuhkan:
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
c. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ((PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas ((PDN/TKDN 41,71%)
4. DIVISI V. PERKERASAN BERBUTIR DAN BETON SEMEN
5.3.(1a) PERKERASAN BETON SEMEN [TIDAK PAKAI FINISHER]
Tahapan pelaksanaan pekerjaan
1. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
2. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan dengan
menggunakan Truck Mixer yang dituang dari corong batching plant.
3. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang bekisting dan benda-benda lain (pipa)
yang dimasukkan kedalam beton harus kuat sehingga tidak bergeser pada saat
pengecoran.
4. Material yang dibutuhkan semua dilakukan pencampuran dan selanjutnya
dialokasikan ke dalam cetakan.
5. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
6. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
7. Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
a. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
b. Bahan yang digunakan
- Semen Portland Tonasa (PDN/TKDN 90,89%)
- Pasir (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Aggregat Kasar (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Kayu Perancah (PDN/TKDN 58,75%)
- Paku (PDN/TKDN 58,75%)
- Air (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
c. Peralatan yang digunakan
- Water Tanker (PDN/TKDN 49,92%)
- Truck Mixer/Readymix
- Alat Bantu
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri (PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas (PDN/TKDN 41,71%)
Campuran Beton (Pasir, Semen, dan Air), pasir diambil di wilayah Republik Indonesia
yang nilai TKDN nya 100%. Dicampur secara manual
5. DIVISI VII. STRUKTUR
7.1.(7a) BETON Fc. 20 Mpa
Tahapan pelaksanaan pekerjaan
8. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
9. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan dengan
menggunakan Truck Mixer/ Readymix yang dituang dari corong batching plant.
10. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang pembesian dan bekisting. Pembesian,
bekisting dan benda-benda lain (pipa) yang dimasukkan kedalam beton harus diikat
kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
11. Material yang dibutuhkan semua dilakukan pencampuran dan selanjutnya
dialokasikan ke dalam cetakan.
12. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
13. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
14. Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
e. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
f. Bahan yang digunakan
- Semen Portland Tonasa (PDN/TKDN 90,89%)
- Pasir (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Aggregat Kasar (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Kayu Perancah (PDN/TKDN 58,75%)
- Paku (PDN/TKDN 58,75%)
- Air (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
g. Peralatan yang digunakan
- Water Tanker (PDN/TKDN 49,92%)
- Truck Mixer/Readymix
- Alat Bantu
h. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri (PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas (PDN/TKDN 41,71%)
Campuran Baton/Mortar (Pasir, Semen, dan Air), pasir diambil di wilayah Republik
Indonesia yang nilai TKDN nya 100%. Dicampur secara manual
7.1.(10) BETON Fc. 10 Mpa
1. Bahan-bahan untuk campuran beton (semen, pasir, aggregat kasar dan air)
2. Material (pasir, semen, aggregat kasar) pencampuran dilakukan menggunakan
Concrete Mixer/Molen.
3. Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang bekisting. Bekisting untuk cetakan beton
harus kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
4. Material yang dibutuhkan semua dilakukan pencampuran dan selanjutnya
dialokasikan ke dalam cetakan.
5. Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan menggunakan Towel dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
6. Perawatan dilakukan dengan menutupi permukaan beton menggunakan karung
basah.
7. Setelah minimal 12 jam pada saat pengecoran bekisting dibongkar.
a. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
b. Bahan yang digunakan
- Semen Portland Tonasa (PDN/TKDN 90,89%)
- Pasir (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Aggregat Kasar (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Kayu Perancah (PDN/TKDN 58,75%)
- Paku (PDN/TKDN 58,75%)
- Air (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
c. Peralatan yang digunakan
- Water Tanker (PDN/TKDN 49,92%)
- Concrete Mixer (PDN/TKDN 52,05%)
- Alat Bantu
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri (PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas (PDN/TKDN 41,71%)
Campuran Beton/Mortar (Pasir, Semen, dan Air), pasir diambil di wilayah Republik
Indonesia yang nilai TKDN nya 100%. Dicampur secara manual
7.3.(1) BAJA TULANGAN POLOS-BjTP 280 dan 7.3.(2) BAJA TULANGAN SIRIP-BjTS 280
Tahapan pelaksanaan pekerjaan
1. Pekerjaan ini merupakan tulangan untuk beton dan dilakukan dengan cara manual
dengan dimensi dan ukuran tertentu berdasarkan gambar ditempat lokasi
pekerjaan yang telah disetujui oleh direksi proyek.
2. Pembesian atau perakitan dikerjakan ditempat lain yang lebih nyaman, Baja
tulangan dipotong dengan alat seusai yang dibutuhkan dan dirangkai sesuai gambar
rencana, Selanjutnya pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan
utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan system silang
3. pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan sengkang, terlebih dahulu
dibentuk
4. baja tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi bagian luar
baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air
a. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
b. Bahan yang digunakan
- Besi Beton (PDN/TKDN 55,77%)
- Kawat Beton (PDN/TKDN 53,29%)
c. Peralatan yang digunakan
- Alat Bantu Pertukangan
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri (PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas (PDN/TKDN 41,71%)
7.8.(1) PASANGAN BATU
Tahapan pelaksanaan pekerjaan
1. Pembuatan galian untuk pasangan batu sesuai dengan yang ditunjukkan oleh
gambar rencana. Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat
berat
2. Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar atau lapisan yang
pertama dan pada sudut sudut dari pasangan batu tersebut.
3. Batu yang digunakan dibersihkan dan dibasahi sampai merata selama beberapa saat
agar air dapat meresap
4. Setiap rongga atau celah antar batu diisi dengan bahan adukan dari semen dan pasir
sesuai dengan komposisi campuran yang ditentukan. Bahan adukan atau mortar
dapat disiapkan menggunakan alat concrete mixer atau secara manual.
5. Setiap 2 meter dari panjang pasangan batu dibuat lubang sulingan. Kecuali
ditentukan lain oleh gambar atau direksi pekerjaan. Lubang sulingan dapat dibuat
dengan memasang pipa pvc yang berdiameter 50 mm.
a. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
b. Bahan yang digunakan
- Semen Portland Tonasa (PDN/TKDN 90,89%)
- Pasir (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Batu Gunung/Kali (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
- Air (PDN/TKDN 100%), Material Lokal
c. Peralatan yang digunakan
- Exavator (PDN/TKDN 30,17%)
- Water Tanker (PDN/TKDN 49,92%)
- Alat Bantu
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ((PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas ((PDN/TKDN 41,71%)
Campuran Beton/Mortar (Pasir, Semen, dan Air), pasir diambil di wilayah Republik
Indonesia yang nilai TKDN nya 100%. Dicampur secara manual
6. DIVISI IX. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.2.(1) MARKA JALAN TERMOPLASTIK
Tahapan pelaksanaan pekerjaan
1. Sebelum penandaan marka jalan atau pengecatan dilaksanakan, permukaan perkerasan
jalan yang akan diberi marka jalan harus bersih, kering dan bebas dari bahan yang
bergemuk dan debu,
2. Semua bahan cat yang digunakan harus dicampur terlebih dahulu menurut petunjuk
sebelum digunakan agar suspense pigmen merata di dalam cat, pengecatan tidak boleh
dilaksanakan pada suatu permukaan yang baru dibuat kurang dari 3 bulan setelah
pelaksanaan lapis permukaan.
3. Mengatur dan menandai semua marka jalan pada permukaan perkerasan dengan dimensi
yang presisi sebelum pelaksanaan pengecatan marka jalan, penyemprotan atau
penghamparan otomatis dengan katup mekanis yang mampu membuat garis putus-putus
dalam pengoperasian yang menerus. Mesin yang digunakan tersebut harus menghasilkan
suatu lapisan dengan tebal minimum 1,50 mm untuk “cat termoplastik” .
4. Butiran kaca harus ditaburkan di atas permukaan cat segera setelah pelaksanaan
penyemprotan atau penghamparan cat, dengan kadar 450 gram/m2 untuk semua jenis cat,
Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan ini dapat dilalui
oleh lalu lintas
a. Tenaga Kerja yang dibutuhkan
- Pelaksana lapangan (WNI)
- Pengawas lapangan (WNI)
- Petugas Ahli K3 (WNI)
- Pekerja (WNI)
- Mandor (WNI)
b. Bahan yang digunakan
- Cat Marka Thermoplastic (PDN/TKDN 43,59%)
- Glass Bead (PDN/TKDN 40,00%)
c. Peralatan yang digunakan
- Thermoplastic Road Marking Machine (PDN/TKDN 40,00%)
- Compressor (PDN/TKDN 20,17%)
- Dump Truck (PDN/TKDN 38,00%)
- Alat Bantu
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Alat pelindung diri ((PDN/TKDN 83,02%)
- Rambu Lalu lintas ((PDN/TKDN 41,71%)
8. PEKERJAAN LAIN – LAIN
Administrasi / Dokumentasi
Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan dikerjakan :
Laporan berkala secara menyeluruh
Catatan kemajuan pekerjaan,
Dokumen Foto, meliputi : Pekerjaan sebelum dilaksanakan, Pekerjaan sedang
dilaksanakan, Pekerjaan setelah dilaksanakan
Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto diambil pada setiap STA.
Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan
Membuat Laporan harian, mingguan dan bulanan
Membuat Back-up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan.
Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Waktu penyelesaian Penanganan Long Segment (Kabare-Yenbekaki) - DAK adalah
150 hari kalender.
Waisai, 21 Juni 2024
Di Tetapkan Oleh: Di Buat Oleh:
Pengguna Anggaran (PA) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat
Dr. MAURITS KRISTIAN RUMFAKER, SE.M.Si MUCHAMAD NUR UMLATI, ST
NIP. 19700616 200312 1 006 NIP. 19750123 200212 1 003