| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0018885178061000 | Rp 2,480,585,154 | 75.59 | 80.48 | - | |
| 0017848649429000 | Rp 2,490,142,254 | 72.93 | 78.27 | - | |
| 0811292689951000 | - | - | - | Penyedia dinyatakan TIDAK LULUS karena : Pada saat pembuktian penyedia tidak membawa bukti KONTRAK & PHO asli pengalaman perusahaan dengan Nilai pekerjaan sejenis tertinggi dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai total HPS/Pagu Anggaran. | |
| 0664994720603000 | - | - | - | - | |
| 0828415752951000 | - | - | - | - | |
PT Geoinfotech Indonesia | 01*5**5****05**0 | - | - | - | - |
| 0014362461429000 | - | - | - | - | |
| 0413300641402000 | - | - | - | - | |
Arfak Desain Konsultan | 09*3**0****51**0 | - | - | - | - |
| 0030515597801000 | - | - | - | - | |
| 0721944726955000 | - | - | - | - | |
| 0831137294911000 | - | - | - | - | |
CV Mozzano Karibo Konsultan | 01*6**3****53**0 | - | - | - | - |
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
KOTA SORONG
URAIAN PEKERJAAN SINGKAT
PEKERJAAN :
PENYUSUNAN RENCANA INDUK SISTEM JARINGAN DRAINASE DI
KOTA SORONG
LOKASI : KOTA SORONG
TAHUN ANGGARAN 2025
URAIAN PEKERJAAN SINGKAT
PENYUSUNAN RENCANA INDUK SISTEM JARINGAN DRAINASE DI
KOTA SORONG
1. LATAR BELAKANG
Wilayah Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya permasalahan banjir merupakan
bencana yang paling sering terjadi pada masa musim penghujan. Penyebab terjadinya
banjir dikarenakan fungsi dari drainase belum maksimal serta pola perilaku
masyarakat yang sembarang dalam membuang sampah yang mengakibatkan terjadi
penyumbatan pada saluran drainase.
Berdasarkan kondisi fisik, Kota Sorong terletak pada koordinat 131˚17’ Bujur Timur
dan 0˚53’ Lintang Selatan dengan luas 110.501 Ha, ketinggian 3 (tiga) meter dari
permukaan laut, terdiri dari pegunungan, lereng, bukit–bukit dan sebagian adalah
dataran rendah ditandai dengan jurang, dan wilayah ini dialiri sungai-sungai sedang,
kecil seperti sungai Rufei, sungai Klabala, sungai Duyung, sungai Remu, sungai
Klagison, sungai Klawiki, sungai Klasaman dan sungai Klabtin, sebelah timur dikelilingi
hutan lebat yang merupakan hutan lindung dan hutan wisata. Luas kawasan hutan
menurut fmungsi dan statusnya di Kota Sorong pada tahun 2011, untuk fungsi
Kawasan Konservasi seluas 1.322,02 Ha, Hutan Lindung seluas 4.275,50 Ha, Hutan
Produksi seluas 5.015,52 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas 6.680,97 Ha, Hutan
Produksi yang dapat dikonservasi seluas 17.639,19 Ha dan Areal Penggunaan Lainnya
(APL) seluas 98,77 Ha dari total luas hutan di Kota Sorong seluas 35.031,97 Ha. dan
suhu udara minimum di Kota Sorong sekitar 23,1˚C dan suhu udara maksimum di
Kota Sorong sekitar 33,7˚C. Curah hujan tercatat 2.911 mm. Curah hujan cukup
merata sepanjang tahun. Tidak terdapat bulan tanpa hujan, banyaknya hari hujan
setiap bulan antara 9 – 27 hari. Kelembaban udara rata-rata tercatat 84%. Untuk
batasan wilayah Kota Sorong memiliki batasan-batasan wilayah administrasi, yaitu:
• Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Dampir dan Kabupaten Sorong (Distrik
Makbon);
• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sorong (Distrik Aimas) dan
Kabupaten Raja Empat;
• Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sorong (Distrik Makbon);
• Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Dampir.
Pesatnya Perkembangan Kota Sorong dari tahun ke tahun semakin meningkat hal ini
menyebabkan berubahnya karakteristik fisik Kota Sorong. Perkembangan di
berbagai bidang tersebut tentunya akan beriringan dengan bertambahnya jumlah
penduduk dan secara langsung akan berdampak pada pertumbuhan kebutuhan
penduduk tersebut, antara lain perkembangan pembangunan perumahan dan
permukiman serta sarana prasarana lainnya agar menjadi hunian yang layak dan sehat
menjadi cukup pesat. Sebagai akibat dari perkembangan dan pertumbuhan Kota
Sorong yang tentunya secara langsung akan mempengaruhi tata guna lahan,
dampaknya akan semakin memperluas bagunan kedap air yang kemudian akan
meningkatkan koefisien limpasan air permukaan (run off) kawasan yang
bersangkutan.
Di Kota Sorong dengan proses urbanisasi berlangsung cepat sering menimbulkan
gangguan terhadap alur/ beban aliran air dan juga karena kurangnya kesadaran
masyarakat dalam memelihara drainase yang ada pada lingkungan permukiman
masing-masing serta adanya pelanggaran terhadap sepadan sungai ditambah dengan
saluran drainase permukiman yang kurang memadai dan tidak diterapkan tingkat dan
klasifikasi saluran yang jelas, maka dengan kondisi tersebut diatas maka Kota Sorong
menghadapi beberapa masalah yang diantaranya yaitu masalah genangan dan banjir.
Kegiatan ini merupakan wujud dari perhatian terhadap upaya peningkatan kualitas
permukiman bagi masyarakat yang secara tidak langsung meningkatkan kualitas
hidup masyarakat. dokumen program pengendalian banjir ini disusun berdasarkan
survey lapangan dengan melihat kondisi eksisting drainase yang tersebar di Kota
Sorong, memperhatikan isu-isu di SKPD maupun di tingkat masyarakat terkait dengan
kawasan rawan genangan atau banjir, berdasarkan dengan keadaan kontur tanah di
Kota Sorong, rencana tata ruang wilayah, kondisi kawasan serta rencana
pengembangan prioritas yang telah ditentukan.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud Penyusunan Rencana Induk Jaringan Drainase Kota Sorong ini dimaksudkan
untuk membantu Pemerintah Kota Sorong dalam menyiapkan Rencana Induk program
permasalahan drainase di Kawasan perkotaan yang sesuai dengan kondisi saat ini dan
kondisi di masa yang akan datang, sehingga kawasan ibukota kecamatan dan
perkotaannya terhindar dari genangan dan kerusakan fisik akibat curahan air yang
tidak tertampung.
Adapun tujuan dari Pekerjaan ini adalah :
1. Menyediakan data kondisi eksisting sistem drainase Kota Sorong meliputi
panjang, lebar dan kondisi saluran, arah aliran, koneksi antar jaringan dan
koneksi antara jaringan dan koneksi anatara jaringan drainase jalan dan badan
penerima akhir
2. Mengurangi resiko dan melindungi infrastuktur dan sarana umum dari bahaya
bencana
3. Tersedianya dokumen rencana induk untuk acuan sebagai penyusun dokumen
rencana rinci
3. SASARAN
Sasaran yang hendak dicapai dalam menyelesaikan Penyusunan Rencana Induk
Sistem Jaringan Drainase di Kota Sorong ini adalah :
1. Terstrukturnya sistem jaringan drainase di Kota Sorong;
2. Tersedianya gambar acuan pelaksanaan penanganan permasalahan banjir dan
sistem drainase di Kota Sorong;
3. Tersedianya suatu konsep pengelolaan untuk saluran drainase perkotaan secara
terpadu yang berwawasan lingkungan di Kota Sorong
4. Pengidentifikasian kondisi wilayah perencanaan terhadap aspek fisik dan social
dengan menekankan proses identifikasi terhadap kondisi prasarana drainase;
5. Dapat mengatasi dampak daya rusak air yang mengakibatkan terganggunya
sarana dan prasarana umum (pengaman jalan, pengamanan permukiman
penduduk dan pengamanan prasarana umum, dll);