CV Papua Sejahtera Bersama | 0954688735951000 | Rp 5,614,999,995 |
| 0316598903951000 | - | |
CV Indo Papua Jaya | 04*9**9****51**0 | - |
CV Serafim Papua | 07*7**4****51**0 | - |
| 0940022171951000 | - | |
| 0026905166955000 | - | |
CV Danbira | 00*6**7****51**0 | - |
| 0913810594951000 | - | |
Albiru Rabanni | 06*7**6****51**0 | - |
| 0949030803951000 | - | |
| 0750638777955000 | - | |
| 0750944233955000 | - | |
| 0666144837951000 | - | |
| 0021385992955000 | - | |
| 0025658808951000 | - | |
| 0927807669956000 | - |
METODE PELAKSANAAN
A. LINGKUP, PENERAPAN, MAKSUD DAN TUJUAN METODE PELAKSANAAN
1. LINGKUP
Lingkup Metode Pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Kantor
Dinas Kesehatan Kota Sorong:
a. Penyiapan tenaga kerja sesuai dengan bidang tugas dan keahlian yang dimiliki.
b. Pengadaan bahan/material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan
sebagaimana yang di isyratkan dalam dokumen pelelangan.
c. Pengadaan peralatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan tersebut diatas.
2. PENERAPAN
Penerapan metode pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Kantor
Dinas Kesehatan Kota Sorong dilaksanakan melalui tahapan yaitu :
a. Tahap penyiapan, yaitu kegiatan awal penyelenggaraan pekerjaan untuk
memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan untuk memulai pekerjaan.
b. Tahap Pengerjaan, merupakan serangkaian kegiatan pelaksanaan fisik yang
menghasilkan mutu pekerjaan sebagaimana yang diisyaratkan dalam Spesifikasi
Teknik Pekerjaan.
c. Tahap Penyelesaian, kegiatan akhir penyelengggaraan pekerjaan, dengan
menyampaikan laporan akhir pekerjaan sebagaimana termuat dalam Berita Acara
Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO) setelah diadakan pemeriksaan pekerjaan
dan Berita Acara Kedua Pekerjaan ( FHO ) setelah masa pemeliharaan selesai.
3. MAKSUD
Penyusunan metode pelaksanaan pelaksanaan Paket Pekerjaan
Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong dimaksudkan untuk memberikan
Acuan atau Kerangka pelaksanaan pekerjaan serta pemahaman cara menangani
pekerjaan,dengan didasarkan pada ketentuan tentang keteknikan, keamanan,
keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tentang kerja, serta tata lingkungan
setempat untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan pekerjaan.
4. TUJUAN
Penyusunan metode pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Kantor
Dinas Kesehatan Kota Sorong, bertujuan untuk menyampaikan pemahaman
kontraktor dalam melaksanaan pekerjaan.
Pekerjaan dimaksud dengan mempergunakan tenaga kerja yang
professional sesuai bidang tugas dan keahlian yang dimiliki mempergunakan mutu
bahan/material yang baik dan mempergunakan peralatan dengan kondisi yang baik
sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan sehingga mendapat kualitas
bangunan dengan mutu yang di inginkan.
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN
Dalam melaksanakan pekerjaan ini, terdapat 2 (dua) tahapan pekerjaan sebagai
berikut :
1. Pekerjaan Penyiapan Lahan.
2. Pekerjaan Pembangunan Fisik.
1. PEKERJAAN PENYIAPAN LAHAN/ PEMBERSIHAN LOKASI
Karena kondisi lahan yang masih dipenuhi rumput dan Bangunan lama
maka untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanan maka Penyiapan lahan perlu
dilakukan. Dalam pelaksanaan pekerjaan penyiapan lahan menggunakan tenaga
manusia dan peralatan bantu/mesin excavator untuk merubuhkan bangunan yang
lama.
Dalam proses penyiapan lahan ini terdiri dari ;
1. Pembersihan lokasi
2. Pembongkaran Bangunan lama
3. Penimbunan lahan
4. Pengukuran lokasi
5. Membangun tempat penampungan material dan tenaga kerja
6. Penyiapan air kerja.
7. Pembuatan Papan Nama Proyek.
8. Pengadaan Alat-alat yang dibutuhkan.
9. Pembuatan pagar keliling
2. PEKERJAAN PEMBANGUNAN FISIK
a. Pekerjaan Persiapan
Dalam pekerjaan persiapan ini ada beberapa item pekerjaan yang akan dilaksanakan
antar lain :
1. Pemasangan Bouwplank.
Tiang bouwplank dibuat dari kayu 5/5 matoa dan papan matoa, dimana tiang
bouwplank dipasang/ ditanam kuat kedalam tanah sehingga tidak mudah dicabut,
setelah itu papan matoa yang ada diketam halus dan lurus pada sisi atas lalu
ditaruh alat ukur waterpas diatasnya untuk mengetahui kerataannya.
2. Pembongkaran Bangunan Lama.
Lahan yang akan dipakai untuk Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan Kota
Sorong berada tepat pada bangunan kantor dinas yang lama, sehingga untuk
melakukan pembangunan maka perlu dilakukan terlebih dahulu pembongkaran
bangunan yang lama. Pembongkaran bangunan yang lama menggunakan alat
berat excavator untuk mempercepata pekerjaan dan meminilisir terjadi kecelakaan
pada saat dilakukannya pembongkaran.
3. Pengadaan Air dan Listrik Kerja Lapangan.
Air kerja lapangan yang dipakai memenuhi syarat PBI – 71 NI – 2 dan akan
diambil dari sumber air bersih yang ada terdekat dengan lokasi proyek, kemudian
ditampung pada tempat-tempat penampungan yang disediakan sehingga dapat
mencukupi setiap kebutuhan dalam melaksanakan pekerjaan, jika penyediaan air
bersih tidak didapatkan dari sumber yang ada terdekat, maka akan didatangkan air
bersih dari luar kemudian ditampng pada tempat-tempat penampungan.
Listrik sangat diperlukan untuk pekerjaan ini maka akan di lakukan penarikan
listrik dari tempat-tempat terdekat dan akan dibantu juga dengan menggunakan
genset.
4. Mobilisasi peralatan.
Pada pekerjaan ini membutuhkan ala berat untuk pembongkaran dan
pemancangan tiang pancang serta alat-alat pekerjaan bangunan lainnya, untuk itu
mobilisasi alat berat / excavator dilakukan terlebih dahulu untuk melakukan
pekerjaan pembongkaran dan pemancangan tiang pancang, alat-alat yang lainnya
akan di masukkan sambil pekerjaan berjalan.
5. Administrasi dan Dokumentasi.
Setiap pelaksanaan suatu item pekerjaan akan didokumentasikan sesuai
dengan prosentasi pekerjaan dan akan dilaksanakan terus menerus sampai selesai
pekerjaan, pencatatan setiap bahan yang terpakai, tamu, dan surat menyurat akan
terus dilakukan selama pekerjaan dilakukan.
b. Pekerjaan Tanah
Dalam pekerjaan pendahuluan ini ada beberapa item pekerjaan yang akan
dilaksanakan antar lain :
1. Galian Tanah Pondasi Batu Kali.
Setelah pembersihan lahan, pengukuran dan pemasangan bouwplank
dilakukan, maka langkah selanjutnya yaitu dilakukan pengalian untuk
pemasangan pondasi batu kali, dimana untuk ukuran kedalam dan lebar galian
disesuaikan dengan gambar rencana, dan penggalian dilakukan dengan
menggunakan tenaga manusia.
2. Urugan Tanah Kembali.
Pondasi batu kali yang sudah dikerjakan akan diisi dengan urugan tanah
dari bekas galian sehingga benar-benar tertutup, urugan kembali dilakukan
dengan menggunakan tenaga manusia.
3. Urugan Pasir.
Urugan pasir dilakukan dibawah pondasi, dimana sebelum dilakukan
pemasangan pondasi maka terlebih dahulu diurug dengan menggunakan pasir
urug dimana ketebalannya disesuaikan dengan gambar rencana.
4. Timbunan Tanah
Untuk pekerjaan timbunan tanah dilakukan secara bertahap, antara lain
penimbunan Lahan yang dilakukan sambil pekerjaan dijalankan dan timbunan
dalam bangunan setelah Pondasi dan Pasangan Bata Merah untuk saluran
selesai di kerjakan, dimana tanah diambil dari lokasi pengambilan tanah timbunan
dengan menggunakan Truck lalu di timbunan di lahan pekerjaan dan dipadatkan
degan menggunakan alat berat excavator sedangkan untuk dalam bangunan
tanah didorong dengan menggunakan gerobak kedalam bangunan secara
bertahap-tahap sambil dipadatkan.
c. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran.
Dalam pekerjaan pendahuluan ini ada beberapa item pekerjaan yang akan
dilaksanakan antar lain :
1. Pekerjaan Pondasi.
Pekerjaan pondasi terdiri dari pasangan pondasi pondasi batu kali dengan
campuran 1 Pc : 4 Psr, pasangan pondasi batu kosong dilakukan setelah galian
diurug dengan pasir urug lalu dimasukkan batu kali ukuran 30-50 cm lalu celah-
celah batu diisi dengan pasir urug, pasangan pondasi batu kali dilakukan dengan
Komposisi campuran semen dan pasir adalah 1 : 4 sesuai dengan yang
direncanakan, serta menggunakan batu gunung yang masuk klasifikasi rencana
agar semuanya itu mendapatkan hasil pasangan pondasi batu yang kuat.
Adapun bahan yang digunakan adalah batu gunung, pasir pasang, semen.ukuran
disesuaikan dengan gambar rencana yang ada.
2. Pasangan Dinding Bata Merah.
Dalam pekerjaan ini menggunakan Bata Merah sebagai pasangan batu
untuk dinding, bata merah sebelum dipasang terlebih dibersihkan dari kotoran
gunanya untuk pengikat dengan campuran semen, air dan pasir. Campuran yang
dipakai untuk pasangan batu bata adalah campuran 1 : 4 sesuai dengan
perencanaan, campuran pasir dan semen dipasang pada spesi antara setiap batu
sebagai pengikat bata merah.
3. Pekerjaan Plesteran.
Setelah bata merah terpasang dengan campuran/adukan, kemudian
pasangan batu bata merah tersebut dibersihkan dari bekas campuran yang
menempel pada batu bata merah dan disiram sebelum dimulai pekerjaan
plesteran dengan campuran 1 pc : 4 psr. Plesteran dinding dilakukan untuk
menutup bata merah dan batu gunung dari kerusakan yang diakibatkan oleh
cuaca dan sebagai pengikat luar dari batu bata merah sehingga dinding menjadi
kuat serta dinding harus lurus dan sama rata. Sebagai penutup luar dari plesteran
dinding adalah acian air semen, acian air semen dilakukan untuk menutup pori-
pori/lubang kecil pada dinding sehingga permukaan dinding menjadi halus dan
tidak berpori.
d. Pekerjaan Beton
Pekerjaan Sloof, Kolom, Ring Balok menggunakan beton bertulang pada
Pekerjaan ini menggunakan campuran beton 1pc : 2 Psr : 3 Krkl, sedangkan untuk
Pekerjaan Cor Lantai menggunakan beton tumbuk dengan campuran beton 1pc : 3
Psr : 5 Krkl. Sebelum dilaksanakan pengecoran, terlebih dahulu dibuat bakesting
dengan bahan yang dipakai yaitu kayu balok 5/5, papan matoa dan tripleks 9 mm.
Pengecoran beton dilakukan dengan cara manual/tenaga manusia dan Mesin untuk
mencampur sesuai dengan takaran semen, kerikil, pasir dan air untuk mendapatkan
kekentalan campuran/adukan yang diinginkan. Pada saat pengecoran, Sloof, Kolom
dan Ring Balok yang akan dicor terlebih dahulu ditimbang dengan selang waterpass
sesuai dengan ketinggian yang direncanakan, dipadatkan dan dibersihkan dari
kotoran-kotoran. Setelah tahapan diatas barulah dimulai pengecoran dengan
menggunakan campuran/adukan yang sudah disiapkan.
Bahan yang digunakan untuk pengecoran antara lain Semen, dimana
menggunakan Porland Semen menurut NI – 8 tahun 1972 dan PUBBI – 1986, dan
semen yang digunakan benar-benar masih bagus (tidak keras). Pasir, adapun pasir
yang dipakai adalah pasir cor yang memiliki butir-butir yang tajam dank eras, bebas
dari bahan organic, lumpur dan sejenisnya serta memenuhi syarat-syarat yang
tercantum dalam PBI 1971 atau pedoman beton 1989.
e. Pekerjaan Lantai
Pekerjaan pemasangan lantai dalam ruangan, rabat dan teras
menggunakan granit ukuran 60 x 60, sedangkan lantai KM/WC menggunakan keramik
40 x 40, pekerjaan pemasangan granit dan keramik dilakukan setelah pengecoran
lantai kerja. Setiap celah antar granit/ keramik diisi dengan menggunakan semen nat.
f. Pekerjaan Kayu, atap dan kaca
Untuk pekerjaan pintu dalam ruangan menggunakan multipleks 18 mm dan
dilapisi finish hpl, sedangkan pekerjaan atap menggunakan konstruksi rangka baja
ringan dan penutup atap Genteng Metal Zincalume Berpasir, Lisplank dari GRC 25 cm
Kaca yang digunakan untuk pintu utama yaitu kaca tempered 12 mm full
kaca, untuk dinding kaca curtain wall menggunakan kaca penasap 8 mm, dan pada
kanopi teras menggunakan kaca tempered 10 mm. untuk jendela menggunakan kaca
biasa tebal 5 mm. Pekerjaan kusen jendela menggunakan alumunium.
Untuk daun jendela menggunakan alumunium kemudian digantung pada
kusen yang ada dengan menggunakan engsel yang kuat, sedangkan untuk daun
jendela yang menggunakan kaca dibuat lubang untuk dimasukkan kaca dimana untuk
tebal kacanya sesua dengan RKS. Untuk daun pintu dipasang juga kunci tanam.
Kusen jendela dan pintu KM/WC menggunakan alumunium.
g. Pekerjaan Plafond.
Untuk pekerjaan Plafond terlebih dahulu di timbang dari muka lantai dasar
sesuai ketinggian yang direncanakan setelah itu ditimbang dari dinding kedinding,
untuk rangka plafond di pasang dengan menggunakan besi hollow ukuran 4 x 4 dan 4
x 2 cm dan dipasang dengan jarak 60 x 60 cm, setelah rangka terpasang lalu ditutup
dengan menggunakan gypsum 9 mm.
h. Pekerjaan Pengecatan.
Untuk semua bidang yang akan dicat terlebih dahulu di bersihkan setelah itu
dicat dengan menggunakan cat dasar dan pada finishingnya menggunakan cat
penutup yang di cat sebanyak 3 kali.
i. Pekerjaan Pembersihan Akhir dan Lain-lain
Pembersihan akhir adalah akhir dari proses pekerjaan. Dalam prosesnya
dilakukan pengumpulan sampah sisa konstruksi baik material kayu maupun besi
harus dikumpul sehingga tidak mencelakaan orang lain.
Demikian metode pelaksanaan ini kami buat dan untuk penjelasan secara
teknik dilakukan pada saat pelaksanaan berdasarkan pada rencana kerja dan
gambar kerja yang di buat oleh konsultan perencana dan di koordinasikan dengan
pengawas lapangan baik dari instansi terkait maupun konsultan pengawas.
Sorong, …………. 2023
Dibuat Oleh :
…………………
Kontraktor
…………………
Direktur| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 22 June 2022 | Pembangunan Puskesmas Bikar | Kab. Tambrauw | Rp 8,633,455,410 |
| 4 June 2024 | Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Penyediaan Bantuan Fasilitas Bagi Pendidikan Di Luar Kewenangan Kabupaten/Kota | Kab. Sorong Selatan | Rp 5,450,000,000 |
| 27 May 2025 | Pengembangan Jaringan Distribusi Dan Sambungan Rumah Di Kelurahan Klawuyuk | Kota Sorong | Rp 3,600,000,000 |
| 20 June 2025 | Rehab Total 6 Ruang Kelas Smp Negeri 6 Kota Sorong (Konstruksi Tingkat) | Kota Sorong | Rp 2,899,999,998 |
| 15 October 2021 | Peningkatan Jalan Osok | Kab. Sorong | Rp 2,510,480,000 |
| 3 July 2024 | Pembangunan Pagar Kantor Dinas Kesehatan | Kota Sorong | Rp 1,650,000,000 |
| 21 October 2022 | Pembangunan Tk Hasada | Kota Sorong | Rp 1,500,000,000 |
| 9 April 2025 | Pembangunan Gudang | Kota Sorong | Rp 1,500,000,000 |
| 21 October 2022 | Rehab Total 4 Ruang Kelas Sd Ypk Elim Malanu | Kota Sorong | Rp 1,500,000,000 |
| 5 June 2024 | Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Pembangunan Ruang Kelas Baru Sd Inpres 11 Konda Beserta Perabotnya | Kab. Sorong Selatan | Rp 1,080,000,000 |