| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0016183691951000 | Rp 13,956,461,857 | - | |
| 0839328259955000 | Rp 13,879,830,623 | Penyedia dinyatakan TIDAK LULUS karena Surat Perjanjian Sewa Peralatan Tidak Sesuai ( Surat perjanjian dengan PT. BUMI SARANA UTAMA dengan nama alat ASPHALT DISTRIBUTOR setelah POKJA melakukan klarifikasi ternyata tidak menyediakan dalam bentuk sewa kendaraan ASPHALT DISTRIBUTOR dan hanya sebagai SUPLAY MATERIAL ASPAL ) | |
| 0017222308951000 | Rp 11,322,402,186 | Penyedia dinyatakan TIDAK LULUS karena Surat Perjanjian Sewa Peralatan Tidak Sesuai ( Surat perjanjian dengan PT. BUMI SARANA UTAMA dengan nama alat ASPHALT DISTRIBUTOR setelah POKJA melakukan klarifikasi ternyata tidak menyediakan dalam bentuk sewa kendaraan ASPHALT DISTRIBUTOR dan hanya sebagai SUPLAY MATERIAL ASPAL ) | |
| 0017224387951000 | - | - | |
| 0032774812951000 | - | - | |
| 0014179758951000 | - | - | |
Wersar Papua Jaya | 06*8**7****51**0 | - | - |
| 0028589174951000 | - | - | |
| 0940095128951000 | - | - | |
Albiru Rabanni | 06*7**6****51**0 | - | - |
CV Raska Karya Bangun | 06*0**6****05**0 | - | - |
| 0017221532951000 | - | - | |
CV Sain Wijaya | 09*0**5****51**0 | - | - |
| 0025655978951000 | - | - | |
| 0650047665952000 | - | - | |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - | - |
| 0437447279951000 | - | - | |
CV Jefman Makmur Papua | 03*1**9****51**0 | - | - |
| 0015115744951000 | - | - | |
| 0021127303951000 | - | - | |
| 0031761745951000 | - | - | |
| 0933817199951000 | - | - | |
| 0954392221951000 | - | - | |
CV Kharisma | 00*8**9****51**0 | - | - |
| 0530662162955000 | - | - | |
CV Papua Sejahtera Bersama | 0954688735951000 | - | - |
| 0023167760951000 | - | - | |
Semesta Indah Papua | 03*7**7****55**0 | - | - |
PEMERINTAH PROVIN SI PAPUA BARAT DAYA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
Jl. Tanjung Pinang, Malaingkedi, Distrik Soro ng Utara, Kota Sorong – Provinsi Papua Barat Daya
URAIAN PEKERJAAN
PEKERJAAN:
PENINGKATAN JALAN TEMINABUAN (KEYEN)
– BOLDON - AYAMARU
TAHUN ANGGARAN
2024
URAIAN PEKERJAAN
PENINGKATAN JALAN TEMINABUAN (KEYEN) –
BOLDON - AYAMARU
2.1. DIVISI I. UMUM
2.1.1 Mobilisasi
1. Mobilisasi sebagaimana ditentukan dalam kontrak ini
meliputi pengadaan alat-alat yang akan digunakan pada
pekerjaan. Ini juga mencakup demobilisasi setelah
penyelesaian pelaksanaan pekerjaan yang memuaskan.
2. Mobilisasi harus diselesaikan segera setelah penanda
tanganan kontrak, kecuali dinyatakan lain secara tertulis oleh
Pemimpin Proyek.
3. Semua alat – alat untuk pelaksanaan pekerjaan, baik berupa
alat-alat kecil maupun yang besar, harus disediakan oleh
Pelaksana dalam keadaan baik dan siap pakai sebelum
pekerjaan fisik bersangkutan dimulai antara lain :
a. Dump Truck 4 Ton (2-3 M3)
b. Excavator 80-140 Hp
c. Motor Grader > 100 Hp
d. Wheel Loader 1.00 – 1.60 M3
e. Tandem Roller 6-8 Ton
f. Tire Roller 8-10 Ton
g. Water Tanker 3.000 – 4.500 Liter
h. Pulvi Mixer Tractors
i. Rock Drill Breaker
j. Asphalt Distributor
2.1.2 Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
1. sebelum memulai pekerjaan kontraktor wajib melakukan
manajemen pengaturan lalu lintas dilokasi pekerjaan;
2. kontraktor wajib mematuhi peraturan lalu lintas didaerah
setempat
3. kontraktor wajib memperhatikan keselamatan pengendara
yang melintas dilokasi pekerjaan.
2.1.3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1. Sisem Manajemen Keselamatan Konstruksi adalah bagian
dari sistem manajemen pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
dalam rangka penerapan keamanan, keselamatan,
Kesehatan dan keberlanjutan pada Pekerjaan Konstruksi
2. Penangan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah
kecelakaan kerja dan perlindungan Kesehatan kerja
konstruksi
3. Kegiatan penyelenggaraan system manajemen
Keselamatan konstruksi, mencakup :
− Sosialisasi dan Promosi K3
− Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD)
− Fasilitas Sarana Kesehatan
4. Dalam hal terdapat perbaikan pekerjaan pada masa
pemeliharaan, tanggung jawab Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi tetap menjadi tanggung jawab
Pelaksana
5. Bukti penerapan kegiatan penyelenggaraan Sistem
Manajemen Konstruksi harus didokumentasikan dan
menjadi bagian dari laporan hasil pelaksanaan pekerjaan.
2.2. DIVISI II. DRAINASE
2.2.1 Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
1. Galian tanah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi
teknis dan dokumen kontrak. Galian dilaksanakan sesuai
profil dan elevasi yang ditunjukkan oleh gambar kerja dan
sesuai dengan pengukuran, guna untuk
membendung/menutup pasir urug .
2. Penggalian dilakukan secara bertahap yang sesuai dengan
panjang pekerjaan dan galian harus dibuat dengan dimensi
disesuikan dengan gambar kerja dan menggunakan alat
yang sesuai untuk penggalian tanah, seandainya pada saat
menggali ditemukan genangan air maka harus
melaksanakan pengeringan.
2.2.2 Pasangan Batu dengan Mortar
1. Penghapusan material tidak terpakai, perbaikan permukaan
dasar jika diperlukan, dan persiapan area kerja.
2. Menentukan jenis, ukuran, dan kualitas batu yang akan
digunakan. Komposisi dan proporsi campuran mortar yang sesuai
untuk lapisan pasangan batu.
3. Cara menempatkan batu secara akurat sesuai dengan pola yang
ditentukan. Prosedur pencampuran mortar, termasuk
penggunaan bahan tambahan jika diperlukan. Penggunaan
mortar dengan teknik yang benar untuk memastikan
keseimbangan antara kekuatan dan kemudahan dalam proses
pemasangan batu.
4. Penempatan batu dengan pola yang tepat, baik itu pola
serangkaian atau modul, sesuai dengan desain yang ditetapkan.
Pemeliharaan jarak yang konsisten antara batu-batu serta
penyusunan batu-batu agar rapi dan estetis.
5. Proses pemadatan mortar di antara batu-batu untuk memastikan
adhesi yang baik dan penghilangan gelembung udara.
Penyikatan atau pengecatan permukaan jika diperlukan, untuk
memperbaiki tampilan estetis dan melindungi mortar dari cuaca.
2.3. DIVISI III. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
2.3.1 Galian Biasa
1. Galian tanah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi
teknis dan dokumen kontrak. Galian dilaksanakan sesuai
profil dan elevasi yang ditunjukkan oleh gambar kerja dan
sesuai dengan pengukuran, guna untuk
membendung/menutup pasir urug .
2. Penggalian dilakukan secara bertahap yang sesuai dengan
panjang pekerjaan dan galian harus dibuat dengan dimensi
disesuikan dengan gambar kerja dan menggunakan alat
yang sesuai untuk penggalian tanah, seandainya pada saat
menggali ditemukan genangan air maka harus
melaksanakan pengeringan.
2.3.2 Galian Batu Lunak
1. Galian tanah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi
teknis dan dokumen kontrak. Galian dilaksanakan sesuai
profil dan elevasi yang ditunjukkan oleh gambar kerja dan
sesuai dengan pengukuran, guna untuk
membendung/menutup pasir urug .
2. Penggalian dilakukan secara bertahap yang sesuai dengan
panjang pekerjaan dan galian harus dibuat dengan dimensi
disesuikan dengan gambar kerja dan menggunakan alat
yang sesuai untuk penggalian tanah, seandainya pada saat
menggali ditemukan genangan air maka harus
melaksanakan pengeringan.
2.3.3 Timbunan Pilihan dari sumber galian (Bahu Jalan)
Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah
disiapkan dan disebar dalam lapisan yang merata yang bila
dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal lapisan yang
disyaratkan. Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis,
lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga
sama tebalnya.
2.4. DIVISI V. PERKERASAN BERBUTIR
2.4.1 Lapis Fondasi Tanah Semen
1. Penghapusan material tidak terpakai, perbaikan permukaan dasar
jika diperlukan, dan persiapan area kerja.
2. Menentukan jenis dan karakteristik tanah yang akan digunakan
sebagai bahan dasar. Komposisi dan proporsi campuran semen
yang sesuai untuk mencapai kekuatan dan ketahanan yang
dibutuhkan.
3. Penyebaran tanah dengan ketebalan yang sesuai di atas
permukaan dasar yang telah dipersiapkan. Pencampuran semen
dengan tanah menggunakan alat pencampur atau metode
lainnya untuk menciptakan campuran homogen.
4. Distribusi dan kompaksi campuran tanah-semen di tempat dengan
menggunakan alat-alat berat seperti gilas atau alat pemadat
lainnya. Pembentukan permukaan dengan profil yang tepat
sesuai dengan perencanaan, termasuk penghalusan dan
penyesuaian permukaan.
5. Pemadatan awal menggunakan pemadat berat untuk mencapai
kepadatan yang diperlukan dan untuk menghilangkan kelebihan
udara.
2.5. DIVISI VI. PERKERASAN ASPAL
2.5.1 Pekerjaan Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
1. Penghapusan vegetasi, pengangkatan material tidak terpakai, dan
persiapan dasar yang diperlukan.
2. Menentukan jenis dan karakteristik aspal cair atau emulsi yang akan
digunakan, termasuk gradasi dan sifat fisik- kimianya. Memilih
agregat yang sesuai dengan gradasi yang direkomendasikan
untuk menciptakan campuran yang optimal.
3. Proses penyebaran aspal cair atau emulsi secara merata di atas
permukaan dasar yang telah dipersiapkan. Penyebaran agregat di
atas lapisan aspal atau emulsi yang masih basah untuk
membentuk lapisan resap pengikat.
4. Penggunaan pemadat seperti gilas pneumatik atau gilas tandem
untuk memadatkan lapisan agar mencapai kepadatan yang
optimal dan menjamin adhesi yang baik antara aspal atau emulsi
dengan agregat.
2.5.2 Pekerjaan Lapis Penetrasi Macadam
1. Penghapusan material tidak terpakai, perbaikan permukaan dasar
jika diperlukan, dan persiapan area kerja.
2. Menentukan jenis dan gradasi agregat yang akan digunakan,
termasuk sifat fisik dan kekuatan yang diperlukan. Menentukan
jenis dan sifat fisik aspal yang akan digunakan sebagai bahan
pengikat.
3. Proses pencampuran agregat dengan aspal cair atau emulsi secara
merata menggunakan alat pencampur yang sesuai. Penyebaran
campuran agregat-asphalt di atas permukaan dasar yang telah
disiapkan dengan menggunakan alat penyebar yang tepat.
4. Pemadatan awal menggunakan pemadat seperti gilas pneumatik
atau gilas tandem untuk mengurangi kepadatan dan
meningkatkan ketahanan. Pemadatan akhir untuk mencapai
kepadatan yang optimal dan menjamin kualitas lapisan.
2.6. DIVISI VII. STRUKTUR
2.6.1 Beton strukur, fc’20 Mpa (Gorong-Gorong)
Sesuai gambar dalam dokumen tender, maka volume pekerjaan
beton K-225 akan digunakan sesuai gambar atau petunjuk
Direksi dan atau pekerjaan lainnya sesuai hasil field engineering
yang telah disetujui Direksi Pekerjaan. Beton K-225 di produksi
secara semi mekanis (concrete mixer). Material berupa pasir,
semen dan agregat kasar diterima dilokasi pekerjaan. Secara
umum tahapan pelaksanaan pekerjaan beton K-225 untuk
pekerjaan diatas dapat diuraikan secara berikut :
1. Sebelum dilakukan pengecoran beton, maka area yang
akan dicor beton dibersihkan terlebih dahulu dan dimintakan
persetujuannya dari Direksi Pekerjaan.
2. Untuk menjaga agar tidak terjadi pemisahan agregat
(segredasi) dari beton, maka pengecoran beton akan
dilakukan dengan menggunakan luncuran manual.
3. Untuk mengetahui kondisi kekuatan beton, maka atas
persetujuan Direksi Pekerjaan, akan dilakukan pengambilan
dan pembuatan benda uji kubus/silinder.
2.6.2 Baja Tulangan Polos-BjTP 280 (Gorong-Gorong)
1. Menentukan jenis dan grade baja tulangan polos BjTP 280 yang
akan digunakan, sesuai
dengan standar yang berlaku (misalnya, SNI atau ASTM).
Spesifikasi diameter, panjang, dan karakteristik mekanis lainnya
dari baja tulangan yang dipilih.
2. Persiapan baja tulangan dengan memotong dan
mengelompokkannya sesuai dengan detail desain gorong-
gorong. Penyimpanan baja tulangan secara aman dan
terlindungi dari kontaminasi serta kelembaban untuk mencegah
korosi.
3. Menyusun baja tulangan di dalam cetakan gorong-gorong sesuai
dengan gambar rencana konstruksi. Memastikan baja tulangan
ditempatkan dengan akurat dan sesuai dengan ukuran dan
bentuk yang direncanakan.
4. Mengikat persilangan baja tulangan untuk membentuk jaringan
yang kokoh dan memenuhi ketentuan jarak dan posisi
pengikatan. Menjaga jarak antar batang baja tulangan agar
sesuai dengan spesifikasi desain untuk memaksimalkan
kekuatan struktur.
Sorong, 3 Juli 2024
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
NIKOLAS KEHEK., ST., MT.
NIP. 19701119 200012 1 003| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 2 July 2021 | Peningktan Jalan Katapop Pantai - Pelabuhan Seget (Kek) | Provinsi Papua Barat | Rp 15,952,421,000 |
| 22 September 2025 | Peningkatan Ruas Jalan Mapura-Kokas | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 9,500,000,000 |
| 16 February 2024 | Peningkatan Jalan Malaumkarta Baru | Kab. Sorong | Rp 8,209,944,000 |
| 23 April 2019 | Peningkatan Jalan Lingkungan Malawele | Kab. Sorong | Rp 4,675,000,000 |
| 26 August 2025 | Peningkatan Jalan Mangroholo - Kayabo | Kab. Sorong Selatan | Rp 4,500,000,000 |
| 12 October 2024 | Peningkatan Jalan Pos 17 - Kurnia | Kab. Sorong | Rp 2,972,866,000 |
| 2 October 2020 | Peningkatan Jalan Ruas Walal - Malaos | Kab. Sorong | Rp 2,931,100,000 |
| 21 February 2023 | Peningkatan Jalan Klamono - Segun | Kab. Sorong | Rp 2,820,380,000 |
| 31 May 2018 | Peningkatan Jalan Srer- Gamaro | Kab. Sorong Selatan | Rp 906,235,000 |