| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0012444055517000 | Rp 428,104,800 | 80.75 | 84.6 | - | |
| 0867914285543000 | - | - | - | - | |
Adicaraka Semesta | 08*0**1****43**0 | - | - | - | - |
Sinar Bintang November | 04*3**0****16**0 | - | - | - | tidak memliki SBU sesuai yang di persyartakan dalam dokumen kualifikasi |
CV Natural Plan Konsultan | 0026787242811000 | - | - | - | - |
| 0743828998811000 | - | - | - | - | |
| 0026787291811000 | - | - | - | Tidak Memenuhi ambang Batas | |
| 0949039796811000 | - | - | - | - | |
| 0869365569518000 | - | 13 | - | Tidak memenuhi ambang batas unsur Pengalaman sesuai yang dipersyaratkan dalam dokumen BAB.V lembar kriteria Evaluasi | |
| 0028574333816000 | - | - | - | tidak memliki SBU sesuai yang di persyartakan dalam dokumen kualifikasi | |
| 0401941398542000 | - | - | - | - | |
CV Mitra Ananda Consultant | 05*9**3****16**0 | - | - | - | - |
| 0033523598815000 | - | - | - | - | |
CV Cahaya Hadija Construction | 02*4**0****16**0 | - | - | - | - |
PT Geoinfotech Indonesia | 01*5**5****05**0 | - | - | - | - |
| 0903461101816000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0814905402816000 | - | - | - | - | |
| 0032694143816000 | - | - | - | - | |
CV Saara Putria | 10*1**1****22**0 | - | - | - | - |
Kosong Tiga Belas Consultant | 09*9**9****11**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting pembangunan nasional yang memiliki
kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan
pembangunan. Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan pariwisata dengan mengusung
paradigma pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara
pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Paradigma ini
menjadi arah utama dalam transformasi pariwisata Indonesia pascapandemi menuju sektor yang lebih
tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan global.
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi
unggulan berbasis alam, budaya, dan maritim. Destinasi seperti Wakatobi, Labengki, Tomia, dan
berbagai kawasan pesisir serta perdesaan lainnya menyimpan kekayaan sumber daya wisata yang
belum tergarap secara optimal. Namun, ditengah besarnya potensi tersebut, tingkat investasi swasta
langsung, khususnya pada destinasi pariwisata, masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan
terbatasnya pembangunan amenitas skala menengah-besar, minimnya infrastruktur pendukung di
kawasan wisata, serta rendahnya partisipasi pelaku usaha dalam pengembangan produk dan jasa
wisata.
Beberapa penyebab rendahnya investasi swasta antara lain adalah kurangnya informasi proyek
yang siap ditawarkan kepada investor, belum optimalnya sinergi lintas sektor dalam penyediaan
infrastruktur dasar, serta ketiadaan dokumen investasi yang kredibel, terstruktur, dan mampu
meyakinkan investor dari sisi kelayakan teknis, ekonomi, dan regulasi. Selain itu, masih banyak proyek
wisata yang bersifat potensial namun belum dikemas sebagai peluang investasi yang konkret dan
bankable.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan penyusunan dokumen Investment Project
Ready to Offer (IPRO) di sektor pariwisata Sulawesi Tenggara, sebagai upaya untuk menghadirkan
portofolio proyek yang siap ditawarkan kepada calon investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Dokumen IPRO akan memuat informasi penting seperti lokasi dan legalitas lahan, skema
pengembangan, estimasi kebutuhan investasi, proyeksi pasar, hingga bentuk kemitraan yang
memungkinkan.
Penyusunan IPRO ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan
daya saing investasi di sektor pariwisata, mendorong percepatan pembangunan destinasi prioritas dan
unggulan, serta memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai tujuan investasi yang ramah, prospektif,
dan berkelanjutan. Melalui dokumen ini, diharapkan ekosistem investasi pariwisata di Sulawesi
Tenggara dapat tumbuh lebih aktif, inklusif, dan selaras dengan arah pembangunan pariwisata
nasional.