| 0723473518922000 | Rp 346,999,014 | |
CV Mitra Kareloko | 04*7**3****26**0 | - |
| 0020905014926000 | - | |
| 0027433036922000 | - | |
| 0316937234922000 | - | |
CV Haumeni Mollo | 04*1**2****22**0 | - |
| 0029586799926000 | - | |
CV Kuda Mas | 0021637780926000 | - |
PT Anggun Karya Sejatera | 09*5**9****22**0 | - |
| 0021637913926000 | - | |
| 0016461030926000 | - | |
| 0630262236922000 | - | |
| 0029588860926000 | - | |
| 0021640115926000 | - | |
| 0627551880922000 | - | |
| 0946929866922000 | - | |
| 0719822488926000 | - | |
| 0018080408926000 | - | |
CV Jeveirsan Jaya | 01*7**2****22**0 | - |
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT TEKNIS
REHABILITASI RUMAH JABATAN WAKIL KETUA II DPRD KABUPATEN SUMBA TENGAH
BAB I
SPESIFIKASI BAHAN
A. PEKERJAAN STRUKTUR
NO. URAIAN BAHAN PENJELASAN
1. PONDASI Pondasi Batu batu gunung dengan
batu gunung dengan ukuran ± 20 x 20 x 20
cm;
Pasir cor; PC
Pondasi PC; Pasir beton; Split/koral Ukuran besi tulangan beton
beton beton; yang dipergunakan adalah
bertulang Besi beton dan Kawat Berdrat 12 mm
(Pondasi
Telapak)
2. SLOOF Sloof Beton bertulang; PC; Pasir; Sloof ukuran 15/20
Kawat Bendrat; Tulangan merupakan
KOLOM utama pasangan beton bertulang
min 12 mm; Beugel min. 8 besi yang dipasang diatas
RINGBALK mm; pondasi dan dipasang
Mutu Beton K175 sepanjang pondasi (sesuai
gambar rencana)
Kolom Beton bertulang; PC; Pasir; ⇾ Kolom Praktis ukuran 15/15
Kawat Berdrat; Tulangan dan Kolom Struktur 15/20.
utama
min 12 mm; Beugel min. 8
mm;
Mutu beton K175
Ringbalk Beton bertulang; PC; Pasir; Ring Balk 15/20 dan Ring
Kawat Berdrat, Tulangan Balk Gewel 15/15
utama Beton K-175 merupakan
min 12 mm; Beugel min 8 campuran semen, pasir dan
mm; kerikil dengan perbandingan
Mutu beton K175 semen : pasir : kerikil = 1:2:3
yang mempunyai kekuatan
tekanan 175 kg/cm2, setara
dengan beton K175 yang di
pergunakan untuk sloof,
kolom dan ring balok
3. ATAP Rangka Baja Ringan C075 Spesifikasi sesuai standar
Kuda-kuda Pabrikan
Baja
Ringan
Penutup Spandek (0.30 mm) Mempunyai ketebalan yang
Atap cukup dan kuat menahan
injakan kaki
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 1
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
B. PEKERJAAN ARSITEKTUR
NO. URAIAN BAHAN PENJELASAN
1. DINDING Dinding Batu Batako; Pasir Pasang dan Tidak mudah patah (retak-
PC retak)
Bagian sisinya harus tajam
dan siku, permukaan kasar
dan bunyinya nyaring
apabila diketuk.
Agar mutu Batako tetap
terjamin, harus disusun
teratur dan terlindung dari
hujan dan terik matahari.
Pemasangan dinding
dengan
campuran spesi/ adukan
sesuai spesifikasi teknis,
dilakukan secara bertahap
dengan ketinggian tertentu
Plesteran Spesi dipakai 1 PC : 5 PS Pekerjaan harus rata dan
untuk rapi
pasangan dinding.
Acian PC Campuran untuk melapisi
plesteran agar tidak retak
dan menjadi halus dan
memudahkan pekerjaan
pengecatan.
2. PINTU Kusen Kayu Kelas II (Kayu Lokal Sebaiknya batang kayu
Kelas I ) yang
dipilih adalah yang lurus
tanpa cacat.
Kayu dengan mata kayu
yang lepas atau busuk akan
mengurangi kekuatan dan
menyulitkan pekerjaan.
Kayu yang retak melintang
sebaiknya tidak digunakan.
Harus menggunakan kayu
yang kering
Pemasangan kusen pintu
dan jendela dilakukan
setelah pemasangan
pasangan dinding mencapai
ketinggian 1,2 m
Untuk menghindari
terjadinya retakan dinding,
di atas kusen pintu/ jendela
diberi pasangan balok lantai
atau pasangan batako
roolag
Daun Daun pintu panel; Minimal Kayu pejal/ solid (panel)
Pintu Kayu kelas II (Kayu Lokal Tidak boleh ada mata kayu
Kelas I)/ Kayu Jati Finishing rapi (diamplas)
Lapis Almunium (kamar
mandi)
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 2
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Daun Kayu kusen mutu kelas II
Jendela Kayu Kelas II (Kayu Lokal Kayu Lokal Kelas I
Kelas I) Tidak boleh ada mata kayu
Kaca polos 5 mm Finishing rapi (diamplas)
sampai rata
3. PENGGANTUN Engsel Untuk pintu yang membuka
G ke dalam, dipakai engsel
& kupu-kupu
PENGUNCI Untuk pintu yang membuka
keluar, dipakai engsel H
Grendel Kualitas Baik
Hak angin Kualitas Baik
Pengunci Kualitas Baik
4. PLAFOND Rangka Besi Hollow Terlebih dahulu diberi anti
Plafond rayap
Finishing rapi
Penutup PVC Lebar PVC 20cm
Plafond
List List Plafond Profil dan Lebar 5 PVC Standar Pabrikan
Plafond cm.
5. LANTAI Lantai Keramik Lantai Ukuran 60 x 60 cm (Putih
Keramik Polos) Granit
Keramik Dinding Ukuran
30 x 30 cm
Keramik Nonsleep Ukuran
40 x 40 cm
Warna dan tekstur keramik
disesuaikan dengan fungsi
ruang
6. PENGECATA Pengecata Cat tembok dan plamir tembok Sebelum pengecatan
N n dilakukan pekerjaan plamir
Dinding terlebih dahulu
Pengecata Sebelum pengecatan
n dilakukan pekerjaan plamir
Plafond terlebih dahulu
Pengecata Sebelum pengecatan
n dilakukan pekerjaan plamir
List plank terlebih dahulu
Pengcatan
Kusen
Pengecata
n
Daun
Pintu
Pengecata
n
Jendela
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 3
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
BAB II
PEDOMAN PELAKSANAAN
A. SYARAT TEKNIS BAHAN
1. Air
Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih yang tidak mengandung minyak, asam,
alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang merusak bangunan.
2. Pasir urug
Pasir untuk pengurugan, peninggian dan lain-lain tujuan, harus bersih dan keras.
3. Pasir Pasang
a) Butiran-butiran harus halus dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari.
b) Kadar lumpur harus kurang dari 5 %.
c) Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan persegi # 3 mm.
d) Pasir laut tidak boleh digunakan walaupun sudah dicuci berkali-kali.
4. Portland Cement
a) Portland Cement (PC) yang digunakan harus dalam kantong utuh.
b) Tipe semen yang digunakan adalah Tipe I.
c) Dalam pengangkutan PC ke lokasi pekerjaan, harus dijaga agar tidak menjadi lembab dan tidak
kena air. Penempatan atau penyimpanannya harus ditempat yang terlindung, kering dan pada
ketinggian minimum 25 cm dari lantai.
d) PC yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai.
5. Pasir Beton
a) Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan organis, lumpur dan
sebagainya.
b) Butiran-butiran pasir harus tajam dan keras, serta tidak dapat dihancurkan dengan jari.
c) Kadar lumpur harus kurang dari 5 %.
d) Pasir laut tidak boleh digunakan walaupun sudah berkali-kali dicuci.
6. Batu Kerikil/ Split
a) Digunakan batu kerikil kualitas A (cor) atau batu pecah/split yang bersih, dan bermutu baik, serta
tidak berpori.
b) Butiran-butiran split/batu kerikil harus dapat melalui ayakan berlubang persegi 20 mm.
c) Batu kerikil/split tidak boleh mengandung lumpur melebihi 1 %.
d) Warna harus hitam mengkilap keabu-abuan.
7. Batu Gunung
a) Digunakan batu gunung yang bermutu baik, tidak berpori.
b) Ukuran batu gunung yang digunakan yaitu antara 10 cm sampai 30 cm berdasarkan panjang sisi.
Bentuk batu kali diusahakan mendekati bentuk bujur sangkar atau agak bulat.
8. Kayu
a) Pada umumnya kayu harus berkualitas baik, dengan mutu kayu kelas II (Kayu Lokal Kelas I ).
b) Yang dimaksud kayu mutu kelas I adalah kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Harus kering udara (kadar lepas 5 %)
Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3,5 cm.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 4
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar dari 1/10 dari tinggi balok.
Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi ¼ tebak kayu, dan retak-retak menurut lingkaran
tidak melebihi 1/5 tebal kayu.
Miring arat serat (tangensial) tidak melebihi 1/10 tebal kayu.
b) Yang dimaksud dengan mutu kayu kelas II adalah kayu yang memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut:
Kadar lengas kayu 30 %.
Besar mata kayu tidak melebihi ¼ dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 5 cm.
Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.
Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi 1/3 tebal kayu, dan retak-retak menurut
lingkaran tidak melebihi ¼ tebal kayu.
Miring arah serat (tangensial) tidak melebihi 1/7 tebal kayu.
c) Kayu untuk keperluan struktur seperti kuda-kuda, rangka atap, tiang, kantilever harus
menggunakan kayu kelas II (Kayu Lokal Kelas I).
d) Kayu untuk keperluan non struktur seperti perancah, bekisting, rangka plafond kayu kelas III .
e) Kusen pintu/ jendela, panel pintu dan jendela maupun jalusi menggunakan kayu kelas II (Kayu
Lokal Kelas I).
f) Furniture/ Meubelair digunakan bahan kayu kelas II atau multiplex 6 mm-18 mm. Permukaan
kayu dan multipleks harus halus dan rata. Finishing akhir harus menggunakan plitur.
g) Bahan kayu berlapis tripex harus berkualitas baik, warnanya merata dengan susunan lapisan yang
padat.
9. Beton Non Struktur
a) Pekerjaan ini meliputi kolom praktis, balok dinding/ balok praktis dan latai kerja.
b) Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang minimal K-175.
c) Perbandingan campuran yang digunakan yaitu 1PC : 3PS : 5Krkl.
10. Beton Struktur
a) Pekerjaan ini meliputi sloof, kolom utama, ring balok.
b) Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang minimal K-175.
c) Perbandingan campuran yang digunakan yaitu 1PC : 2 PS : 3 Krkl.
11. Besi Beton
a) Besi beton yang digunakan adalah besi beton minimal mutu U-24.
b) Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/ lemak , asam alkali dan bebas dari cacat seperti
serpih-serpih serta tidak berkarat.
c) Pembengkokan besi yang terjadi diijinkan yaitu maksimal 4 kali pada titik pembengkokan yang
sama.
d) Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan:
Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, NI-2.
Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961, NI-5.
Peraturan Semen Portland Indonesia 1972, NI-8.
Ketentuan-ketentuan Umum untuk Pelaksanaan Pemborong Pekerjaan Umum (AV) No.9.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 5
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
12. Batu Potong
a) Batu Potong harus satu ukuran, satu warna dan satu kualitas.
b) Bidang-bidangnya harus rata atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat dan tidak
boleh retak-retak.
13. Anti Rayap
Untuk daerah yang banyak terdapat rayap maka perlu dilakukan perlindungan bangunan dengan anti
rayap.
Jenis obat anti rayap yang digunakan yaitu:
Anti rayap pada tanah
Anti rayap untuk kayu
14. Keramik
Keramik lantai ruangan
Jenis : Keramik lantai dan plint lanatai.
Ukuran : (60 x 60)cm;
Merk : --
Ketebalan : Minimum 6 mm
Daya serap : Max 1 %
Kekerasan : Minimum 6 skala mochs
Kekuatan tekanan : Minimum 900 kg/cm2
Daya Tahan Lengkung : Minimum 350 kg/cm2
Mutu : Extruded Single Firing, tahan asam dan basa
Chimical Resistance : Konsisten terhadap PUBB-1970/ NI -3
Warna : Ditentukan kemudian
15. Cat
a) Cat Dinding/ cat plafond
Tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak mudah retak/ terkelupas setelah kering.
b) Cat kayu besi
Tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak mudah retak/ terkelupas setelah kering.
16. Penutup Atap
Bahan yang digunakan untuk penutup atap harus kuat, awet dan tahan lama terhadap gangguan iklim/
cuaca serta tidak gampang bocor atau berkarat.
No Jenis Uraian
1 Spandek Sincalum Spandek Sincalum 0.3 mm
B. TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. TAHAP PERSIAPAN
a) Pembersihan lahan;
Meliputi penebangan pohon, pembuangan sampah dan hal-hal yang tidak diperlukan untuk
pekerjaan.
b) Pengukuran Lahan;
Meliputi penentuan batas-batas lokasi, kontur (kemiringan) tanah.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 6
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
c) Pematangan Lahan (Cut and fill);
Meliputi pemotongan, penimbunan dan pemadatan tanah yang dianggap perlu.
d) Pembuatan Jalan Menuju Lokasi;
Dilakukan untuk mempermudah sirkulasi barang dan tenaga kelokasi kerja.
e) Pembuatan Direksi Keet;
Dipergunakan sebagai kantor dilapangan
f) Pembuatan Gudang;
Diperlukan untuk menyimpan dan mengamankan material.
g) Pembuatan Bedeng Kerja;
Dipergunakan sebagai tempat beristirahat para pekerja.
h) Penyediaan Air;
Dilakukan untuk menyediakan air yang dibutuhkan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan.
i) Penyediaan Listrik;
Dilakukan untuk menyediakan listrik yang dibutuhkan untuk membantu pelaksanaan pekerjaan.
j) Pembuatan Los/area kerja
Dilakukan untuk fabrikasi komponen-komponen (contoh: kusen, pintu dan jendela) dan untuk
mempermudah pekerja dalam melakukan pembuatan dan pemasangan komponen kerja.
k) Penentuan Peil lantai (±0.00)/ titik duga;
Dilakukan untuk menentukan ketinggian lantai bangunan. Ketinggian lantai bangunan adalah
minimal 40 cm dari muka tanah atau permukaan air tertinggi jika pada lokasi terdapat genangan
air.
l) Pemasangan Bouwplank;
Dilakukan untuk menentukan as bangunan pada gedung yang akan dibangun. Untuk menentukan
siku as bangunan dipakai segitiga siku-siku dengan perbandingan sisi 3:4:5.
2. TAHAP PEKERJAAN STRUKTUR
3.1. Pekerjaan Pondasi
a. Pondasi Batu Kali/ Batu Karang
1) Lingkup Pekerjaan;
Pemasangan profil pondasi, pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan anti rayap
untuk daerah yang terdapat banyak rayap) dan pembuatan pondasi.
2) Bahan yang digunakan;
Batu kali/batu belah dengan ukuran antara 10 cm s/d 20 cm, Pasir Cor dan PC.
3) Penjelasan Pekerjaan;
Siapkan lantai kerja dari pasir kosong tebal ± 5cm, kemudian lakukan penyemprotan
anti rayap. Letakkan batu kosong (aanstamping) dengan posisi berdiri, batu kali/ batu
karang yang digunakan berdiameter antara 20-25 cm. Pasangan batu kali/batu karang
menggunakan adukan spesi 1PC : 5 Ps. Pada lokasi-lokasi yang tidak menemukan
tanah keras, maka dapat dibantu dengan pemasangan cerucuk dari kayu atau bambu
dipancang sampai tanah keras.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 7
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
b. Pondasi Beton Bertulang (Pondasi Telapak)
1) Lingkup Pekerjaan;
Pekerjaan galian dan urugan tanah, pekerjaan anti rayap (untuk daerah yang terdapat
banyak rayap) dan pembuatan pondasi.
2) Bahan yang digunakan;
PC, pasir, split/koral beton, besi beton dan kawat bendrat.
3) Penjelasan Pekerjaan;
Siapkan lantai kerja dari spesi 1 PC: 5 Ps setebal ± 5 cm, letakkan pembesian dengan
ukuran minimal 12 mm untuk tulangan utama dan 8 mm untuk begel, cor campuran
beton dengan spesi 1PC : 2Ps : 3Krkl.
Pada lokasi-lokasi yang tidak menemukan tanah keras, maka dapat dibantu dengan
meruncingkan ujung kayu yang akan dipancang sampai mencapai tanah keras.
3.2. Pekerjaan Sloof, Ringbalk,Kolom.
1) Lingkup Pekerjaan;
Pekerjaan bekesting
Pembesian
Pengecoran
2) Bahan yang digunakan;
Kayu bekesting, PC, pasir beton, besi beton dan kawat bendrat.
3) Penjelasan Pekerjaan;
a. Pekerjaan Papan Bekesting;
Bekesting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof ,ringbalk dan kolom
sesuai gambar. Dengan perkuatan yang cukup kokoh agar bentuk sloof ,ringbalk dan
kolom tidak berubah dan tetap pada kedudukannya.
Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas dari kotoraan-kotoran seperti
serbuk gergaji, potongan kayu, tanah dan sebagainya. Selain itu permukaan
dalamnya sebaiknya sebaiknya dilapisi oli/ pelumas bekas agar setelah pengecoran
selesai, bekisting mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton.
Setelah pengecoran, tidak dizinkan mengganggu proses pengerasan beton dengan
menghindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam.
Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-
pekerjaan lain. Bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus
selalu dibasahi dengan air secara terus-menerus minimal 3 hari.
b. Pekerjaan Pembesian
Perakitan besi tulangan sesuai dengan gambar.
Diameter besi untuk tulangan pokok minimal 12 mm, untuk lantai minimal 10 mm,
dan untuk beugel minimal 8 mm.
Pemasangan sengkang (beugel) berjarak 20 cm, untuk balok di dekat tumpuan
jaraknya dibuat lebih rapat antara 7,5 cm – 15 cm.
Tulangan beton harus diikat dengan kawat beton (bendraat) untuk menjaga ketebalan
selimut beton maka antara tulangan pokok dan bekisting perlu dipasang beton tahu
(deking) setebal kurang lebih 2 cm.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 8
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk dilanjutkan, maka
pembesian harus dilebihkan minimal 40 x d (bentangan).
c. Pengecoran Beton
Pengadukan beton struktur harus menggunakan mesin molen atau ready mix dengan
mutu beton yang telah ditentukan. Untuk beton bukan struktur dapat menggunakan
manual.
Bila diaduk secara manual, pengadukan harus dilakukan dalam wadah pengadukan,
tidak boleh dilakukan langsung diatas tanah.
Ukuran tempat pengadukan beton yaitu 2m x 2,5 m, tinggi tanggulan 20 cm. Bila
menggunakan molen, tempat ini bisa juga digunakan sebagai tempat penuangan
adukan beton dan molen.
Sebelum dilakukan pengecoran, cetakan wajib dibersihkan dan disiram, kekentalan
adukan beton (slump) harus diawasi.
Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dan untuk menjamin beton cukup padat
digunakan alat penggetar (vibrator).
Apabila terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai maka harus berhenti
pada jarak 1/5 bentang dan sebelum dilanjutkan pengecoran harus diberikan pasta
semen (air semen) terlebih dahulu pada permukaan yang akan dilanjutkan.
3.3. Pekerjaan Atap
Pekerjaan atap meliputi pembuatan rangka atap dan penutup atap.
a. Pekerjaan Rangka Kuda-Kuda Kayu
1) Lingkup Pekerjaan;
Pekerjaan kayu, pekerjaan anti rayap (untuk daerah yang terdapat banyak rayap).
2) Bahan yang digunakan;
Kayu, paku, beugel, obat anti rayap.
3) Penjelasan Pekerjaan;
Kayu yang digunakan pada pekerjaan struktur adalah jenis kelas II ( Kayu Lokal Kelas
I ). Kayu yang digunakan untuk kuda-kuda, rangka atap, tiang maupun kantilever
sebelumnya harus diawetkan terlebih dahulu dan untuk daerah yang terdapat rayap
harus diberikan obat anti rayap.
Setelah kuda-kuda tertumpu diatas kolom atau ring balk harus dijepit dengan angkur
16 mm.
b. Pekerjaan Penutup Atap
1) Lingkup Pekerjaan;
Pemasangan penutup atap.
2) Bahan yang digunakan;
Untuk atap dapat digunakan bahan seng anti karat 0.20 atau bahan-bahan lain yang
setara.
3) Penjelasan Pekerjaan;
Pemasangan penutup atap seng 0.20 tanah disusun rapi dengan bertumpu pada
gording.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 9
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Bubungan ditutup dengan bahan yang sama dan disusun rapi.
Apabila menggunakan penutup atap seng dipakukan pada rangka atap/langsung pada
gording dengan menggunakan paku seng.
Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Minimal tindisan
antara satu lembaran dengan lembaran lainnya 2,5 alur. Alur harus dipasang merata
(tidak bolak-balik) sehingga hasil akhir pasangan akan rapi.
Bubungan ditutup dengan bahan yang sama. Tindisan antara satu lembaran bubungan
dengan lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik.
Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak berakibat bocor.
Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut
harus dibongkar dan dipasang baru.
3. TAHAP PEKERJAAN ARSITEKTUR
3.1 Pekerjaan Dinding
1) Lingkup Pekerjaan;
Pemasangan dinding, plesteran, dan acian.
2) Bahan yang digunakan;
Batu potong, pasir pasang, PC.
3) Penjelasan Pekerjaan;
Untuk pasangan dinding dipakai spesi 1PC : 5PS.
Ketinggian perhari dalam pemasangan dinding batako untuk menjaga kekuatan dinding
batako adalah 1,5 m .
Bidang dinding yang luasnya lebih besar 12 m2 harus ditambahkan kolom praktis atau
dengan tulangan besi 4 10, beugel 8-20.
Bagian pasangan batu potong yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton
(kolom) harus diberi penguat stek 10 mm, jarak 50 cm, yang terlebih dahulu ditanam
dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan bata
sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali ditentukan lain.
4.3 Pekerjaan Pintu dan Jendela
1) Lingkup Pekerjaan:
Pemasangan kusen; daun pintu; daun jendela dan teralis.
2) Bahan yang digunakan:
Kayu mutu kelas II, besi dan kaca.
3) Penjelasan Pekerjaan:
a. Pekerjaan Kusen
Kayu harus dalam keadaan utuh dan tidak cacat. Kayu maupun kusen harus
dihindarkan/ dilindungi dari hujan dan pengharuh pekerjaan lain supaya terhindar
dari cacat dan rusak.
Semua kayu yang jelas terlihat bekas pemakuannya harus didempul atau sejenisnya.
Hindari terlalu banyak pemakuan pada permuakaan kayu.
Setiap bahan yang digunakan, harus terlebih dahulu diberikan obat anti rayap agar
tidak terjadi kerusakan dimasa datang.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 10
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Ambang batas bawah jendela pada dinding dimuka selasar bangunan adalah 1.50 cm
dan tinggi ambang batas bawah jendela yang berada pada sisi lainnya (belakang)
adalah 1.20 cm.
Diatas ambang atas kusen pintu dan jendela harus dipasang balok lantai atau rolaag
bata yang dipasang miring.
b. Pekerjaan Daun Pintu dan Jendela
Sebelum pemasangan, daun pintu dan jendela harus disimpan pada ruang/ tempat
dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari
kerusakan dan kelembaban.
Semua kayu harus diserut halus,rata,lurus dan antara satu sisi lainnya harus siku-siku
serta dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/ pemasangan.
Harus diperhatikan semua sambungan siku/ sudut untuk rangka kayu dan penguat lain
yang diperlukan hingga terjamin kekuataannya, dengan memperhatikan/ menjaga
kerapihan terutama untuk bidang-bidang yang tampak, tidak boleh ada lubang-
lubang atau bekas penyetelan.
Seluruh daun pintu harus terbuat dari papan kayu
Daun jendela dibuka keluar dengan engsel diletakkan diambang atas, ketebalan kaca
jendela adalah 5 mm polos.
c. Pemasangan teralis
Teralis dipasang pada ruang-ruang yang memerlukan pengamanan lebih tinggi seperti
ruang praktek.
Desain teralis harus cukup rapat dan kuat untuk meningkatkan keamanan.
3.3 Pekerjaan Penggantung & Pengunci
1) Lingkup Pekerjaan:
Pemasangan engsel, handle, hak angin, pengunci.
2) Bahan yang digunakan:
Engsel, handle, hak angin, pengunci.
3) Penjelasan Pekerjaan:
a. Semua kunci, engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya setelah
dicoba. Pemasangannya dilakukan setelah bangunan selesai dicat.
b. Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup, cara
mencocokkannya hanya diputar sampai ujung, sekrup yang rusak waktu dipasang harus
dicabut kembali dan diganti.
c. Engsel untuk pintu kayu dipasang 30 cm dari tepi atas dan bawah sedang untuk engsel ke
3 (tiga) dipasang ditengah-tengah.
d. Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pint, dipasang
setinggi 90-100 cm dari lantai atau sesuai dengan gambar. Jenis kunci tanam yang
digunakan adalah kunci tanam besar.
e. Untuk daun pintu yang membuka kedalam dapat menggunakan engsel kupu-kupu
sedangkan yang membuka keluar menggunakan engsel H.
3.4 Pekerjaan Plafond
1) Lingkup Pekerjaan
Pemasangan plafond dan list plafond.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 11
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
2) Bahan yang digunakan
Kayu Usuk 5/7, Gedek Kulit Bambu Suling dengan lebar bilah bambu 1 cm, list plafond
Profil lebar 5 cm.
3.4. Pekerjaan Lantai
1) Lingkup Pekerjaan
Pemasangan Keramik Lantai.
2) Bahan yang digunakan
Keramik uk. 40 x 40 cm;
3) Penjelasan Pekerjaan
a. Pekerjaan Lantai Keramik
Untuk pasangan yang langsung diatas tanah, tanah yang akan di-sub lantai harus
dipadatkan sehingga terdapat permukaan yang rata dan untuk memperoleh daya
dukung tanah yang maksimal, dipergunakan alat terimbis (pemadat).
Pasir urug dibawah lantai disyaratkan harus pasir yang keras, bersih dan bebas alkali,
asam maupun bahan organik lainnya dengan tebal minimal 10 cm atau sesuai dengan
gambar dan disiram dengan air kemudian ditrimbis untuk memperoleh kepadatan
yang maksimal. Setelah pekerajan pasir urug selesai maka harus dilakukan
penyemprotan obat anti rayap
Diatas pasir urug diberi adukan rabat beton setebal 6 cm dengan campuran 1 Pc : 3Psr :
5 Krkl.
Adukan pengikat pengikat lantai keramik menggunakan PC. Adukan harus cukup
padat sehingga dipermukaan bawah keramik tidak terdapat rongga udara.
Untuk menghindari terjadinya “ledakan” pada lantai keramik maka sebelum keramik
dipasang, terlebih dahulu harus direndam dalam air sampai jenuh.
Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata, jika dianggap perlu
dengan memperhatikan kemiringan lantai untuk memudahkan pengaliran air.
Bahan keramik yang terpasang dihindarkan dari injakan selama 3 x 24 jam setelah
pemasangan.
b. Pekerjaan lantai keramik
Untuk lantai beton pada bengkel/ workshop umumnya dibuat dari beton bertulang,
dengan campuran 1Pc : 2Psr : 3Krkl atau mutu beton K-175 dan disarankan
difinishing dengan floor hardener sehingga mudah dibersihkan dari minyak pelumas.
3.5 Pengerjaan Pengecatan
1) Lingkup Pekerjaan:
Pengecatan dinding, plafond, lisplank, kusen, daun pintu dan jendela.
2) Bahan yang digunakan:
Cat tembok, cat kayu dan besi, plamur tembok
3) Penjelasan Pekerjaan:
a. Pengecatan dinding dan plafond
Sebelum dicat permukaan dinding haru diplamur rata dan halus.
Pekerjaan plamur dilakukan sampai poro-pori permukaan dinding tertutup rapat.
Pekerjaan pengecatan dinding dilaksanakan setelah pemasangan plafond.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 12
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Pekerjaan pengecatan dinding harus merata, berwarna sama dan setelah mengering
tidak mengelupas.
Urutan pekerjaan pengecatan dengan cat pada permukaan plafond sebagai berikut:
• Bidang plafond dibersihkan dan diplamur sebelum sebelum dipasang.
• Pengecatan plafond harus merata, berwarna sama dan setelah mengering tidak
mengelupas.
b. Pengecatan kayu dan besi
Pekerjaan meni, residu harus betul-betul rata, berwarna sama, pengecatan minimal 2
(dua) kali.
Urutan pekerjaan pengecatan dengan cat pada permukaan kayu/ besi sebagai berikut:
• 2 (dua) kali pengerjaan meni kayu/ cat dasar
• 1 (satu) kali lapis pengisi dengan plamur kayu
• Penghalusan dengan amplas hingga rata
• Pengecatan dengan cat kayu sampai rata minimal 2 (kali) kali
Urutan pengerjaan pengecatan dengan politur pada permukaan kayu/ besi sebagai
berikut:
• Lubang-lubang pada permukaan kayu ditutup dengan dempul
• Penghalusan dengan amplas
• Pengelapan dengan kain compound (kompon)
• Pemelituran dengan politur sampai rata
4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
4.1 Pekerjaan Elektrikal
1) Lingkup Pekerjaan Listrik:
Pekerjaan listrik yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah seluruh system listrik secara
lengkap, sehingga instalasi ini dapat bekerja dengan sempurna dan aman.
2) Bahan yang digunakan:
Kabel daya teganagan rendah, stop kontak, saklar, lampu dan armature, junction box dan
bahan isolasi.
Kabel daya tegangan yang dipakai adalah bermacam-macam ukuran dan type yang
sesuai dengan gambar rencana (NYA, NYM, NYY), kabel daya tegangan rendah ini
harus sesuai dengan standard SII atau SPLN. Sebelum dan sesudah dipasang, kabel TR
harus dites dengan pengujian-pengujian sebagai berikut:
Test Isolasi
Test kontinuitas
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi peraturan
PUIL/LMK. Semua kabel/ kawat harus baru dan harus jelas ditandai dengan ukuran,
jenis kabelnya, nomor dan jenis pintalannya.
Semua armature lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal pentahanan
(grounding).
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 13
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Semua lampu flourescent dan lampu tabung gas harus dilengkapi dengan kapasitor
sehingga diperoleh faktor daya 0,8.
Box tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block harus cukup besar dan
dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak mengganggu
kelangsungan kerja dan unsur komponen lampu itu sendiri.
Ventilasi di dalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel-kabel dalam box harus
diberikan saluran atau klem-klem tersendiri, sehingga tidak menempel pada ballast atau
kapasitor.
Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar tahan karat, kemudian
difinish dengan cat akhir oven warna putih.
Ballast harus jenis “Low Loss Ballast” dan harus juga digunakan single lamp ballast (
satu ballast untuk satu satu lampu flourescent).
3) Penjelasan Pekerjaan:
a. Semua kawat dengan penampang 16 mm2 ke atas haruslah terbuat secara dipilin
(stranded), instalasi ini tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil dari
2,5 mm2.
b. Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai adalah dari type:
Untuk instalsi penerangan adalah NYA/ NYM dengan conduit pipa PVC.
Untuk kabel distribusi digunakan NYY, untuk penerangan taman dan pompa air
digunakan kabel NYFGBY.
c. Semua kabel NYY yang ditanam di dalam perkerasan (tembok, jalan, beton dll) harus
berada di dalam conduit PVC class AW yang disesuaikan dengan ukurannya.
d. Tidak diperkenankan adanya “splice” pencabangan ataupun sambungan-sambungan baik
dalam feeder maupun cabang-cabang kecuali pada outlet atau pada kotak-kotak
penghubung yang biasa dipakai (acceptable).
e. Dalam membuat pencabangan connector harus dihubungkan pada konduktor-konduktor
dengan baik, sehingga semua konduktor tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang
yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.
f. Semua sambungan kabel, baik didalam juction box, panel ataupun tempat lainnya harus
mempergunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselin
atau bakelit ataupun PVC, yang diameternya disesuaikan dengan diameter kabel.
g. Semua bahan isolasi untuk percabangan, conector dan lain-lain seperti karet, PVC asbes
tipe sintesis, resin, splice case, composition dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui
untuk penggunaan, lokasi voltage dan lain-lain tertentu itu harus dipasang memakai cara
yang disetujui menurut anjuran atau manufacturer.
h. Stop kontak biasa yang dipakai adalah stop kontak satu phasa, rating 250 volt, 13
ampere, untuk pemasangan rata dinding. Stop kontak yang dipasang didekat kran air
harus dilengkapi dengan tutup. Stop kontak dinding dipasang 120 cm dari permukaan
lantai.
i. Stop kontak khusus yang dipakai adalah stop kontak satu phasa. Untuk pemasangan rata
dinding dengan ketinggian 200 cm diatas lantai, SKK harus mempunyai terminal phasa,
netral dan pentanahan. SKK harus dilengkapi dengan saklar dan pilot lamp, dengan
rating 250 volt, 16 ampere.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 14
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
j. Saklar harus dari tipe untuk pemasangan rata dinding, tipe rocker dengan rating 250 volt,
10 ampere, single gang, double gangs atau saklar hotel. Saklar ditempatkan di dekat
pintu dan dipasang 150 cm diatas permukaan lantai.
k. Junction box harus terbuat dari bahan metal dengan kedalaman tidak kurang dari 35 mm.
Kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan.
l. Saklar atau stop kontak dinding terpasang pada junction box dengan menggunakan baut
atau ditamkan dalam dinding.
m. Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi stop kontak harus harus kabel
inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYM). Kabel harus mempunyai
penampang minimal 2,5 mm2.
n. Kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL sebagai berikut:
Fasa 1 : Merah
Fasa 2 : Kuning
Fasa 3 : Hitam
Netral : Biru
Tanda (ground) : Hijau – Kuning
o. Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah pipa PVC klas AW atau GIP.
p. Pipa, elbow, socket, junction box, clamp dan accessories lainnya harus sesuai satu
dengan yang lainnya, yaitu tidak kurang dari ¾ “.
q. Pipa fleksible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambungan (junction
box) dan armature lampu.
r. Penyempurnaan kabel:
Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan yang
khusus untuk itu (misalnya juction box dan lain-lain).
Kabel-kabel disambungkan sesuai dengan warna-warna atau nama-nama masing-
masing, dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah
penyambungan dilakukan.
Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan-penyambungan
tembaga yang dilapisi dengan timah putih dan kuat. Penyambungan-penyambungan
harus dari ukuran yang sesuai.
Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa PVC/ protolen
yang khusus untuk listrik.
s. Pemasangan kabel tanah
Kabel tanah yang dipasang di dalam tanah harus dilindungi terhadap kemungkinan
terjadinya gangguan mekanis dan kimiawi. Perlindungan terhadap gangguan
mekanis pada umumnya dianggap mencukupi dan aman jika kabelnya ditanam
minimum 60 cm di bawah permukaan tanah yang tidak dilalui kendaraan dan
ditanam minimum 80 cm dibawah permukaan tanah yang dilalui kendaraan.
Kabel tanah harus diletakkan di dalam pasir atau tanah lunak yang bebas dari batu-
batuan dan bebas dari benda-benda tajam, serta di atas galian tanah yang stabil, kuat
dan rata. Lapisan pasir atau tanah lunak harus sekurang-sekurangnya 5 cm
disekeliling kabel. Sebagai perlindungan tambahan di atas timbunan pasir atau tanah
lunak dapat dipasang beton atau batu bata sebagai pelindung.
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 15
RKS RUJAB WAKIL KETUA II DPRD
Kabel tanah yang dipasang keluar dari tanah pada tempat di luar bangunan harus
dipasang di dalam pipa atau dari bahan lain yang cukup kuat sampai diluar
jangkauan tangan, kecuali telah mendapatkan perlindungan lain yang sekurang-
kurangnya sederajat.
t. Proteksi dari kejut listrik
Proteksi dari kejut listrik harus diberikan dengan cara mentanahkan semua bagian
konduktif terbuka peralatan dan instalasi listrik. Pentanahan dilakukan sedemikian rupa
sehingga diperoleh tahanan pentanahan kurang dari 5 ohm.
u. Testing/ Pengujian
Testing dilakukan dengan disaksikan oleh Ketua Tim Perencana dan Pengawas disahkan
oleh lembaga yang berwenang. Pengujian tersebut meliputi:
Test ketahanan isolasi
Pengukuran tahanan pentanahan
Test kontinuitas
6. PENYELESAIAN
Pembersihan Akhir
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pelaksana lapangan diwajibkan membongkar gudang, bedeng
pekerja, membersihkan bahan-bahan bangunan, kotoran-kotoran bekas yang ada dalam lokasi
bangunan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan rapi.
Dibuat Oleh
Konsultan Perencana
CV. TRIPARTY TIRTA
ENGINEERING
ANUS K. LALU
Kepala Perwakilan
CV. TRIPARTY TIRTA ENGINEERING 16