| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0749763173913000 | Rp 184,300,000 | 93.98 | 95.18 | - | |
| 0809626393911000 | Rp 185,014,800 | 87.64 | 90.04 | - | |
CV Citra Adi Daya Consultan | 0022950059911000 | Rp 186,129,240 | 92.85 | 94.08 | - |
CV Inti Area Persada Consultant | 09*4**6****13**0 | Rp 195,702,250 | 87.59 | 88.9 | - |
CV Totalindo Tata Wahana | 08*5**7****11**0 | - | - | - | telah mendapatkan 7 (tujuh) peserta yang lulus evaluasi kualifikasi dengan skor kualifikasi tertinggi |
| 0015138076911000 | - | - | - | - | |
| 0030043053915000 | - | - | - | - | |
| 0018914754913000 | - | - | - | - | |
CV Master Inovasi | 09*3**8****13**0 | - | - | - | - |
| 0016957201908000 | - | - | - | - | |
CV Rekayasa Design Indonesia | 07*5**8****15**0 | - | - | - | - |
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Bung Karno Komplek KTC No. 5 Telp. (0372) 81600 Taliwang – Sumbawa Barat
LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang harus ditangani oleh Konsultan dapat dikelompokkan dalam kegiatan-
kegiatan sebagai berikut :
a. Tahap pengumpulan data-data yang ada dan evaluasi Lembar Kerja Kegiatan Fisik
(i) Tahap ini dimaksudkan dalam rangka persiapan Dokumen Lelang dengan
melakukan pengumpulan data-data yang ada dan mengevaluasi sesuai dengan
kebutuhan kegiatan fisik.
(ii) Menyusun ketentuan-ketentuan yang akan diterapkan dalam
proses pelaksanaan.
b. Pengumpulan data Lapangan
(i) Inventarisasi Geometrik Jalan berikut photo dokumentasi
(ii) Inventarisasi Sumber Material di sekitar lokasi kegiatan
(iii) Inventarisasi Jalan berikut photo dokumentasi
(iv) Mengumpulkan data perhitungan lalu lintas, peta lokasi dan data-data lain yang
perlu untuk pembuatan desain
c. Analisa Data Lapangan, Desain dan Gambar
(i) Menentukan Unique Section yang akan dipakai dalam proses desain
(ii) Mementukan Tebal Lapisan Tambahan Perkerasan jalan untuk setiap Unique
Section yang telah ditentukan
(iii) Menentukan Volume Pekerjaan dan Perkiraan Biaya
(iv) Membuat gambar-gambar standar dan gambar-gambar khusus
d. Pengadaan Dokumen Lelang
(i) Dari hasil Analisa Data Lapangan, Desain dan Gambar Rencana, dituangkan
dalam bentuk Dokumen Lelang yang terdiri dari :
BAB I : Instruksi Kepada Peserta Lelang
BAB II : Bentuk Penawaran, Informasi Kualifikasi, Surat Penunjukan dan
Perjanjian
BAB III : Syarat-Syarat Umum Kontrak
BAB IV : Data Kontrak
BAB V : Spesifikasi Umum
BAB VI : Daftar Kuantitas
BAB VII : Gambar Rencana
BAB VIII : Bentuk Jaminan Penawaran
(ii) Mencetak Dokumen Lelang sebanyak 6 ( enam ) rangkap
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
Selama berlangsungnya pekerjaan perencanaan, setiap kemajuan pekerjaan sesuai
dengan lingkup tugasnya dilaporkan kepada pelaku aktivitas dalam bentuk Laporan
Pendahulan dan Laporan Akhir.
Setiap hasil desain harus disetujui oleh Pemimpin Kegiatan / Kepala Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa Barat sebelum hasil tersebut dituangkan
dalam Dokumen Lelang.
Hasil desain akhir dituangkan dalam Final Design termasuk Dokumen Lelang yang
mencakup seluruh bagian jalan yang didesain berikut gambar-gambarnya.
Waktu yang disediakan untuk Pekerjaan Perencanaan Teknik Jalan ini adalah selama
60 (enam puluh) hari kalender.
PERSYARATAN TEKNIS
1. Untuk Pekerjaan Perencanaan jalan pada prinsipnya menggunakan metode desain yang
disederhanakan dengan umur rencana desain untuk Penyelenggaraan Jalan
Kabupaten/Kota 10 (sepuluh) tahun dan untuk Pembangunan 5 (lima) tahun dengan
menggunakan program komputer yang telah dikembangkan oleh Bina Marga dalam Road
Design System (RDS)
2. Sedang dalam perencanaan jembatan yang terdiri dari dua bagian struktur, yaitu struktur
atas (top Structure) dan struktur bawah (botom Structure), untuk struktur atas digunakan
standar bina marga BM 100, sedang bangunan bawah menggunakan program yang telah
dikembangkan oleh Direktorat Bina Marga dalam hal ini Bipran (Bina Program)
3. Untuk maksud tersebut di atas, Konsultan terikat kepada metode yang telah ditetapkan,
yaitu :
a. Petunjuk Pengambilan Data Lapangan untuk Program Pembangunan Berkala dan
Peningkatan diterbitkan oleh Sub Direktorat Teknik Jalan Dit. BIPRAN Bina Marga
b. Optimizing of Overlay Design in Indonesia, Come 1983
c. Bahan-Bahan Overlay Design Course yang diselenggarakan oleh Central Design
Office - BIPRAN pada Bulan April 1987
d. Anggapan-anggapan dasar yang ditetapkan dalam gambar
4. Untuk mendapatkan keseragaman metode dan hasil desain, Konsultan harus membuat
desain dengan paket program komputer yang telah disediakan oleh Dit. BIPRAN.
PENJELASAN LINGKUP DAN TEKNIS PEKERJAAN
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
1. Pengumpulan Data Yang Ada (Data Sekunder)
1.1 Sebelum memulai kegiatan pekerjaan, Konsultan harus mengadakan konsultasi dengan
pelaku aktivitas, yaitu untuk mendapatkan konfirmasi mengenai ruas jalan yang akan
ditangani.
1.2 Konsultan harus berusaha untuk mendapatkan informasi umum mengenai kondisi ruas
jalan yang akan ditangani sehingga dapat mempersiapkan hal-hal yang akan diperlukan
dalam pelaksanaan perencanaan untuk ruas jalan.
2. Pengumpulan Data Lapangan (Data Primer)
Pengumpulan Data Lapangan yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini dikakukan dengan
menggunakan cara yang disederhanakan (Simplified Method), yaitu cara pengumpulan data
lapangan yang telah dikembangkan oleh Bina Marga sejak 1983.
Untuk pekerjaan pembuatan rencana teknik jalan dalam Paket Peningkatan dan
Pembangunan ini, pekerjaan pengumpulan data lapangan terdiri dari :
2.1 Reconaissance Survey (Survei Pendahuluan)
Untuk pelaksanaan survei ini, Konsultan diwajibkan untuk membuat suatu team di mana
personil-personilnya sudah mempunyai pengalaman dan saling kerja sama dalam
mewujudkan hasil pekerjaan perencanaan.
Team tersebut diharapkan berkonsultasi dengan pajabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Sumbawa Barat untuk mendiskusikan segala hal yang
berkaitan dengan rencana penanganan ruas-ruas jalan tersebut.
Konsultan diwajibkan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin data-data yang
diperlukan untuk menentukan langkah-langkah desain.
Semua hasil survei pendahuluan harus dilaporkan dalam bentuk Laporan Pendahuluan
yang dilengkapi dengan photo asli.
2.2 Survei Topografi
Pengukuran topografi adalah sebagai proses pengumpulan data permukaan bumi yang
selanjutnya data hasil pengukuran tersebut digunakan untuk penggambaran rencana jalan.
Pada prinsipnya pengukuran topografi untuk pekerjaan perencanaan teknik jalan terbagi
dalam 2 (dua) tahap pengukuran, yaitu :
a. Pekerjaan Perintisan untuk Pengukuran (bila diperlukan)
b. Pekerjaan Pengukuran untuk Perencanaan, antara lain
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
- Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal
- Pengukuran situasi
- Pengukuran penampang memanjang dan melintang
- Pengukuran-pengukuran khusus
- Perhitungan dan penggambaran peta
2.2.1 Pekerjaan Perintisan untuk Pengukuran
Pekerjaan perintisan berupa merintis atau membuka sebagian daerah yang akan diukur
sehingga pengukuran akan dapat berjalan lancar.
Peralatan yang dipakai untuk pekerjaan perintisan adalah gergaji mesin atau sejenisnya
dan peralatan konvensional (parang, kapak dan sebagainya)
Perintisan diusahakan mengikuti koridor yang telah diplot di atas peta topografi atau
atas petunjuk dari Pihak Kegiatan / Pemimpin Kegiatan.
2.2.2 Pekerjaan Pengukuran untuk Perencanaan
Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan sepanjang rencana jalan
(mengikuti koridor rintisan) dengan mengadakan pengukuran-pengukuran tambahan
pada daerah persilangan dengan sungai sehingga memungkinkan diperoleh as jalan
sesuai dengan standar yang ditentukan.
Titik awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal dan aman. Titik awal
dan titik akhir hendaknya diikatkan pada titik-titik tetap, jika tidak terdapat titik tetap
digunakan koordinat lokal.
Pengukuran lain yang dilakukan, antara lain:
- Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal
- Pengukuran situasi
- Pengukuran penampang memanjang dan melintang
- Pengukuran-pengukuran khusus
- Perhitungan dan penggambaran peta
a. Pengukuran Titik Kontrol Horizontal
- Pengukuran titik kontrol dilakukan dalam bentuk poligon
- Sisi poligon atau jarak antara titik poligon maksimal 100 m diukur dengan
pegas ukur (meteran) atau alat ukur elektronik
- Patok-patok untuk titik poligon adalah patok kayu, sedang patok-patok untuk
titik ikat adalah dari beton
- Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur Theodolite dengan ketelitian
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
dalam second (yang dipakai adalah Theodolite jenis T2 Wild, TH2 Zeiss atau
yang setingkat)
b. Pengukuran Titik Kontrol Vertikal
- Jenis alat yang dipergunakan untuk pengukuran ketinggian adalah Waterpass
Orde II
- Untuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan double stand 2 x berdiri alat
- Batas ketelitian tidak boleh lebih besar dari 10 akar D mm, dalam arti
pembagian skala jelas dan sama
- Setiap kali pengukuran dilakukan pembacaan rangkap 3 (tiga) benang dalam
satuan milimeter, Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT) dan Benang
Bawah (BB) . Kontrol pembacaan : 2 BT = BA + BB
c. Pengukuarn Situasi
- Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem Tachymetri
- Ketelitian alat yang dipakai adalah 30" (sejenis dengan Thedolite - TO)
Pengukuran situasi daerah sepanjang rencana jalan harus mencakup semua
keterangan yang ada di daerah sepanjang rencana jalan tersebut
- Untuk tempat-tempat jalan atau perpotongan dengan jalan lain, pengukuran
harus diperluas (lihat pengukuran khusus)
- Tempat-tempat sumber material jalan yang terdapat di sekitar jalur jalan perlu
diberi tanda di atas peta dan difoto (lokasi jenis material)
d. Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang
Pengukuran penampang memanjang dan melintang dimaksudkan untuk
menentukan volume penggalian dan penimbunan.
(i) Pengukuran Penampang Memanjang
- Pengukuran penampang memanjang dilakukan sepanjang sumbu rencana
jalan
- Peralatan yang dipakai untuk pengukuran penampang sama dengan yang
dipakai untuk pengukuran titik kontrol vertikal
(ii) Pengukuran Penampang Melintang
- Pengukuran penampang melintang pada daerah yang lurus dan landai
dibuat antara 50 meter s/d 200 meter dan pada daerah tikungan atau
pegunungan dibuat antara 25 meter s/d 50 meter
- Pada daerah tikungan, dari as jalan ke arah luar 25 meter dan ke arah
dalam 75 meter
- Lebar pengukuran melintang dibuat antara 25 meter sld 75 meter ke kiri
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
dan ke kanan as jalan
- Khusus untuk perpotongan dengan as sungai dipakai ketentuan khusus
(lihat pengukuran khusus)
- Peralatan yang dipergunakan untuk pengukuran penampang melintang
sama dengan yang dipakai dalam pengukuran situasi
e. Perhitungan dan Penggambaran Perencanaan Jalan
- Perhitungan koordinat poligon utama didasarkan pada titik-titik ikat yang
dipergunakan
- Penggambaran titik-titik poligon harus didasarkan pada hasil perhitungan
koordinat, penggambaran titik-titik poligon tersebut tidak boleh secara grafis
- Gambar ukuran yang berupa gambar situasi akan digambar pada kertas kalkir
ukuran A3 dengan skala 1:2000 dan, gambar potongan melintang dengan
skala 1:100
- Gambar potongan memanjang dengan skala horizontal 1:2000 dan skala
vertikal 1:200 ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur,
begitu pula keterangan-keterangan lain yang penting.
- Titik ikat atau titik mati serta titik-titik baru harus dimasukkan ke dalam
gambar dengan diberi tanda khusus. Ketinggian titik tersebut perlu juga
dicantumkan.
- Gambar situasi dilengkapi dengan data existing yang ada seperti tata guna
lahan, bangunan, batas wilayah, fasilitas umum dan lain-lain dilengkapi
dengan legenda standar Bina Marga DPUPR.
- Penggambaran desain untuk pekerjaan Simplyfied Design dituangkan dalam
kertas standar A3 dan digambar dengan menggunakan program AutoCad.
- Gambar potongan memanjang dengan skala horizontal 1:500 dan skala
vertikal 1:200 ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur,
begitu pula keterangan-keterangan lain yang penting.
- Titik ikat atau titik mati serta titik-titik baru harus dimasukkan ke dalam
gambar dengan diberi tanda khusus. Ketinggian titik tersebut perlu juga
dicantumkan.
- Gambar situasi dilengkapi dengan data existing yang ada seperti tata guna
lahan, bangunan, batas wilayah, fasilitas umum dan lain-lain dilengkapi
dengan legenda standar Bina Marga DPUPR.
- Penggambaran desain untuk pekerjaan dituangkan dalam kertas kalkir standar
A1 dan digambar dengan menggunakan program AutoCad
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
f. Pengukurun Khusus
Pekerjaan Perencanaan Jalan
Pengukuran sekitar perpotongan dengan sungai.
Daerah sekitar sungai diukur:
- 100 m dikiri kanan sepanjang sungai
- 200 m dikiri kanan as jalan/pada daerah sungai
Pengukuran sekitar perpotongan jalan
- Daerah yang diukur yaitu daerah persilangan jalan 100m dikiri kanan
jalan yang dimaksud.
- Pengukuran titik kontrol horizontal berupa poligon tertutup.
- Pengukuran penampang memanjang dibuat pada sumbu jalan.
- Pengukuiran situasi sama dengan pengukuran jalan utama.
- Pengukuran penampang melintang dibuat untuk setiap jarak 10 m dengan
profil 50 m kekiri kanan jalan.
Pekerjaan Perencanaan Jalan
• 200 m dari kanan kiri sungai sepanjang jalan
• 100 m dikiri kanan as jalan, sepanjang jalan
• 50 m pada arah hulu dan hilir sungai
Pengukuran sekitar perpotongan jalan
Daerah yang diukur yaitu daerah persilangan jalan 100 m dikiri kanan
jalan yang dimaksud.
Pengukuran titik kontrol horizontal berupa poligon tertutup.
Pengukuran penampang memanjang dibuat pada sumbu jalan.
Pengukuiran situasi sama dengan pengukuran jalan utama.
Pengukuran penampang melintang dibuat untuk setiap jarak l0 m
dengan profi1 50 m kekiri kanan jalan.
2.3 Pemeriksaan Lokasi Sumber Material
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai bahan-bahan
perkerasan yang dapat dipakai untuk pelasanaan pembangunan pada ruas-ruas jalan
tertentu.
Informasi yang harus diperoleh dari pemeriksaan ini adalah :
a. Jenis bahan perkerasan yang ada misalnya : Pasir, kerikil, tanah timbunan, batu.
b. Lokasi quarry setiap jenis bahan perkerasan berikut perkiraan jumlah yang ada.
c. Perkiraan harga satuan setiap jenis bahan perkerasan.
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga
d. Perkiraan jarak pengangkutan bahan dari quarry ke base camp kegiatan (biasanya
ditengah-tengah lokasi kegiatan).
e. Peta lokasi quarry berikut keterangan lokasinya (Km atau Sta).
f. Data yang diperoleh dicatat dalam formulir .
2.4 Inventarisasi Geometrik Jalan
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai kondisi jalan
yang terdapat pada ruas jalan yang ditinjau.
Informasi yang harus diperoleh dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut :
a. Nama dan lokasi jalan.
b. Dimensi jalan yang meliputi : bentang, lebar, freeboard, jenis deck, kondisi jalan.
c. Perkiraan volume pekerjaan bila diperlukan pekerjaan perbaikan atau
pembangunan.
d. Data yang diperoleh dicatat dalam formulir .
e. Foto dokumentasi sebanyak 2 (dua) lembar untuk setiap jalan yang diambil dari
arah melintang dan memanjang, foto ditempel pada kertas.
2.5 Pemeriksaan CBR Lapangan
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menetukan nilai CBR lapangan yang dilakukan
pada ruas-ruas jalan yang belum beraspal, seperti jalan tanah, jalan kerikil.
Pemeriksaan ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a. Alat yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan
b. Pemeriksaan dilakukan pada sumbu jalan.
c. Selama pemeriksaan harus dicatat kondisi-kondisi khusus yang perlu diperhatikan,
seperti : timbunan, kondisi drainase, cuaca, waktu dan sebagainya. g. Lokasi awal
dan akhir harus dicatat dengan jelas.
d. Data yang diperoleh dari pemeriksaan ini, dicatat.
Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota - Bidang Bina Marga| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 19 March 2024 | Pengawasan Penataan Alun Alun Taliwang Lanjutan | Kab. Sumbawa Barat | Rp 250,000,000 |
| 13 March 2023 | Ded Peningkatan Jalan Desa Zona I | Kab. Sumbawa Barat | Rp 200,000,000 |
| 26 July 2023 | Ded Pembangunan Jalan Senayan-Tapir-Lamusung | Kab. Sumbawa Barat | Rp 200,000,000 |
| 2 August 2024 | Pengawasan Rekonstruksi Paket 16 (Jalan Desa Se Kec. Maluk, Ponpes Ibnu Hafiz Dan Jalan Balas) | Kab. Sumbawa Barat | Rp 180,000,000 |
| 24 February 2022 | Pengawasan Penggantian Bangunan Atas Jembatan Banjar Kec.Taliwang | Kab. Sumbawa Barat | Rp 148,750,000 |
| 29 March 2022 | Desain Perencanaan Jalan Rempe Seloto | Kab. Sumbawa Barat | Rp 125,000,000 |
| 2 February 2018 | Pengawasan Peningkatan Jalan Moteng A - Bangkat Monteh | Kab. Sumbawa Barat | Rp 75,000,000 |
| 26 February 2018 | Pengawasan Peningkatan Jalan Taliwang - Kertasari | Kab. Sumbawa Barat | Rp 65,000,000 |