| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029625704913000 | Rp 1,155,980,040 | - | |
| 0317026953913000 | Rp 1,162,910,094 | - | |
| 0019464809913000 | Rp 1,165,600,000 | - | |
| 0032345886913000 | Rp 1,241,240,979 | Tidak dilakukan evaluasi karena Pokja Pemilihan telah mendapatkan 3 penawar terendah yang memenuhi persyaratan Penawaran dan persyaratan Kualifikasi. | |
| 0015137573911000 | Rp 1,168,610,931 | Tidak dilakukan evaluasi karena Pokja Pemilihan telah mendapatkan 3 penawar terendah yang memenuhi persyaratan Penawaran dan persyaratan Kualifikasi. | |
| 0825667454913000 | Rp 1,235,000,376 | Tidak dilakukan evaluasi karena Pokja Pemilihan telah mendapatkan 3 penawar terendah yang memenuhi persyaratan Penawaran dan persyaratan Kualifikasi. | |
| 0725692834913000 | Rp 1,086,862,867 | Berdasarkan hasil klarifikasi kami (Pokmil 124) kepada UD. Sentral Mesin Terkait Nota pembelian tertanggal 3 Juni 2022 yaitu Pembelian Peralatan berupa 1 Unit Stamper Kuda Honda Oshima Rm 90 Ha 5,5 Hp diperoleh keterangan dari pemilik UD Sentral mesin yaitu: 1) Pemilik UD Sentral mesin menyatakan bahwa nota pembelian tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh mereka; 2). Pemilik UD Sentral mesin menyatakan bahwa tidak pernah menjual barang berupa Stamper dengan merk Kuda Honda Oshima Rm 90 Ha 5,5 Hp, tetapi Merk lain. Sehingga berdasarkan Dokumen Pemilihan BAB III IKP hurup E;29.12 tidak dapat memenuhi persyaratan teknis. Berdasarkan hasil penelusuran bahwa kapasitas alat Stamper Kuda Honda Oshima Rm 90 Ha 5.5 Hp memiliki Kapasitas 10 KN - 12 KN atau setelah dikonversi sama dengan 1019.72 Kg impact force - 1223.66 Kg impact force, sedangakan yang dipersyaratkan di dokumen pemilihan BAB IV LDP huruf F yaitu: ±7000 kg (Impact force). | |
| 0708841572913000 | Rp 1,166,785,295 | Tidak dilakukan evaluasi karena Pokja Pemilihan telah mendapatkan 3 penawar terendah yang memenuhi persyaratan Penawaran dan persyaratan Kualifikasi. | |
| 0029628047913000 | - | - | |
| 0017519745912000 | - | - | |
| 0662728609911000 | - | - | |
| 0018840546912000 | - | - | |
| 0825712508912000 | - | - | |
| 0318212545915000 | - | - | |
CV Mely Octa Sejahtera | 07*9**7****13**0 | - | - |
| 0011447653913000 | - | - | |
| 0854898236913000 | - | - | |
| 0317475648913000 | - | - | |
| 0028273274643000 | - | - | |
| 0018914531913000 | - | - | |
| 0014926307912000 | - | - | |
CV Karya Perdana | 0012379708911000 | - | - |
| 0915246458915000 | - | - | |
| 0026748202913000 | - | - | |
CV Safira Pasyah | 09*3**9****13**0 | - | - |
| 0801173998915000 | - | - | |
| 0012132684911000 | - | - | |
| 0764282679913000 | - | - | |
| 0017058439912000 | - | - | |
| 0015135171915000 | - | - | |
| 0969818558911000 | - | - |
Pekerjaan Pemasangan Bronjong
Bronjong adalah batu-batu yang diisi ke dalam jaring berbentuk keranjang
yang terbuat dari besi yang telah digalvanisir yang digunakan untuk
menstabilkan tanah dan mencegah erosi. Keranjang dari jaring
tersebut mempunyai berbagai ukuran tapi pada prinsipnya untuk menciptakan
suatu kepadatan, fleksibel, permeable dan membentuk suatu batuan yang
besar yang disatukan oleh sebuah jaring. Bronjong digunkan
untuk menstabilisasikan slope untuk mencegah longsor, disebabkan oleh erosi
atau berdasarkan desain perencanaan tangga slope. Contohnya digunakan
untuk tepi sungai, timbunan jalan, timbunan rel, dinding/tepi laut dan dinding
penahan dari erosi dan control banjir. Seandainya bronjong mempunyai
nilai ketinggian yang kecil dalam hubungannya ke dimensi lateral, ini disebut
gabion mattress. Worksheet ini menggambarkan prosedur dasar dari
pembangunan sebuah bronjong termasuk penggalian, pemasangan bronjong
dan pelaksanaan penggalian kembali.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Bronjong
METODE KERJA
1. Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan
daerah penggalian untuk pemasangan bronjong berdasarkan
dimensi jaring dan disain.Termasuk tempat ruangan untuk
pemadatan merial pada bagian luar penempatan bronjong,
dianjurkan lebar tempat 500 mm diukur dari bagian bawah
areabronjong. Pastikan kemiringan yang tepat dibuat padasaat
penggalian, paling tidak 1:2 (45º). Seandainya dibutuhkan gunakan
penopang dan lembaran papan untuk penahan. Pastikan daerah
penggalian selalu kering dengan menggunakan pompa air listrik
dan generator
2. Selama penggalian, letakkan jaring bronjong padapinggir slope dan
mulai pembentukan jaring. Biasanya jaring bronjong dikirim dalam
bentuk memanjang (seperti ditunjukkkan pada gambar), dan
dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 x 500. Bungkus
jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagiantepinya
menggunakan kawat yang telah digavanisir d=3 mm, jepit dan
ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang
3. Selama penggalian, letakkan jaring bronjong pada pinggir slope
dan mulai pembentukan jaring. Biasanya jaring bronjong dikirim
dalam bentuk memanjang (seperti ditunjukkkan pada gambar), dan
dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 x 500. Bungkus
jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagian tepinya
menggunakan kawat yang telah digavanisir d=3 mm, jepit dan
ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang.
4. Lanjutkan perletakan dan pengisian jaring bronjong dan tumpukan
dan ikatkan semua sesuai dengan gambar. Semakin banyak dinding
bagian dalam di dapat, maka bronjong semakin kuat, karena itu
maka setiap bronjong harus diikatkan secara bersama-sama
dengan sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan diatas
untuk setiap susunan harus dihubungkan juga dengan yang lainnya.
Seandainya bronjong mempunyai bentuk memanjang sisi bagian
baah jaring harus dipasang daya tahan dan memperkuat struktur
5. Rongga antara bagian belakang dinding bronjong dengan
kemiringan bekas galian harus ditimbun kembali dan dilakukan
pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0-
150mm. Seandainya menggunakan tamper, yaitu alat yang paling
sesuai digunakan untuk memadatkan material, tuangkan material
setebal 40 cm disekeliling bronjong.
6. Ketika struktur bronjong telas selesai, pastikan semua celah
disekeliling bronjong ditimbun kembali dan dipadatkan dengan baik
dan semua sambungan diikatkan dengan baik
Tenaga Kerja :
1 Orang pengawas
2 Orang pekerja untuk melakukan setting out
1 Grup pekerja untuk melaksanakan penggalian
1 Grup pekerja untuk memasang jaring kawat bronjong, mengikat
dan mengisi batu
Peralatan dan Alat bantu :
Meteran 50 M dan 5 M
Pato Kayu
Papan profil
Benang tukang
Sekop
Cangkul
Temper
Pompa Air
dll
Material :
Jaring dari besi yang telah digalvanisir diameter 2,5 – 3mm, ukuran
jaring 120 mm
Batu d>150mm
Quality Control :
Sebelum aktifitas dilaksanakan
Pastikan Semua material, peralatan dan alat bantu lainnya tersedia
dan dalam kondisi baik serta sesuai dengan spesifikasi;
Pastikan setting out dilakuakan dengan benar dan berdasarkan
suatu ketinggian yang telah ditentukan sebelumnya;
Kontrol jaring bronjong, perletakan batuan, diameter lubang jaring,
diameter kawat dan volume untuk perencanaan pekerjaan.
Ketika aktifitas dilaksanakan
Pastikan Semua tanah dipindahkan dari galian sampai dengan
kedalaman yang tepat;
Pastikan semua bongkahan dan batu-batu besar dipindahkan dari
bawah tempat penggalian dan seandianya butuh ratakan dengan
material yang lebih baik;
Periksa dinding penggalian dan kemiringan dinding galia 1:2 untuk
mencegah terjadinya longsor
Jagalah galian agar dalam keadaan kering sebisa mungkin;
Pastikan pengikat dilakukan dengan kawat yang telah digalvanisir
d>3mm dan dengan jumlah kawat yang cukup;
Pastikan batu dan kerikil yang digunakan mempunyai kualitas yang
baik dan dengan ukuran yang sesuai;
Pastikan bronjong terkunci dengan mengikatkannya secara
bersamaan;
pastikan dilakukan pemadatan yang cukup di sekeliling bronjong
Pencegahan Akhir :
Pastikan bronjong diisi dengan cukup, timbunan kembali yang
dibuat dipadatkan dengan baik sehingga tidak ada lagi yang masih
lembek;
Periksa semua sambungan yang terlihat apakah sudah terikat
dengan baik
URUTAN PEKERJAAN DRAINASE
Pekerjaan drainase mencakup pemasangan produk pipa gorong-gorong, produk
saluran beton berbentuk “U” dan fasilitas drainase lainnya sesuai dengan
spesifikasi yang disyaratkan pada desain, dan harus sesuai dengan garis,
ketinggian dan ukuran yang tercantum dalam gambar dan atau diinstruksikan oleh
konsultan pengawas
Konsultan pengawas berkewajiban melakukan pemeriksaan dan pengujian
terhadap semua jenis beton pracetak, sebelum dikrim ke lokasi pekerjaan dan
pada setiap waktu sebelum atau sedang pelaksanaan pekerjaan.
Urutan Pekerjaan Saluran dari pihak kontraktor dimulai dengan membuat jadwal
pelaksanaan drainse sedemikian rupa sehingga pembuangan air permukaan dan
air hujan atau sumber lainnya, selama dan setelah pelaksanaan dapat terjamin
dengan baik.
Untuk menghindari kerusakan hasil pekerjaannya selama masa pelaksanaan,
kontraktor mempersiapkan alat-alat perlindungan yang memadai, termasuk
selokan pembuangan sementara, pembendung sementara atau saluran pengalih
sementara.
Gorong-gorong atau pekerjaan drainase lainnya, untuk membuang air permukaan
selama dan setelah masa pelaksanaan tidak boleh dilaksanakan dulu sebelum
diselesaikan permbuatan saluran pemasuk dan pembuangnya dan saluran
tersebut harus dibersihkan dan segala macam rintangan agar tidak menghalangi
aliran air.
Semua gorong-gorong, selokan dan pekerjaan drainase lainnya harus sudah
beroperasi penuh sebelum pekerjaan pelaksanaan persiapan tanah dasar
(subgrade), basecoarse dan perkerasan.
Bagian dari saluran yaitu dinding saluran umumnya berada dibawah level
permukaan perkerasan, berfungsi sebagai pondasi perkerasan dan sekaligus
retraining wall (dinding penahan tanah), menahan strukur pondasi badan jalan
subgrade, sub base dan base coarse.
Apabila dinding saluran terbuat dari pasangan batu kali, maka pekerjaan yang
terlebih dahulu di persiapkan adalah profilan atau bowplank menggunakan bahan
dari kayu dan papan, profilan ini dipasang setiap interval 2 meter atau maksimal 3
meter
Demikian juga untuk saluran terbuat dari beton dan dinding bata, harus di ukur, di
marking dan di buat bowplank untuk menentukan kelurusan dan level elevasi dari
dinding saluran dan dasar saluran.
Tahapan pekerjaan saluran dari batu kali adalah dengan mengerjakan dinding
saluran dari pasangan batu kali terlebih dahulu (bagian sisi kiri dan kanan dinding)
dan dilanjutkan sesudahnya mengerjakan dasar saluran yang terbuat
dari pasangan batu kali.
Berbeda dengan tahapan yang dibuat untuk saluran yang terbuat dari pasangan
bata merah sebagai dinding saluran dan di kombinasi dengan buis beton belah
sebagai dasar saluran, pekerjaan saluran dimulai dari galian dan dilanjutkan
dengan pemasangan buis beton belah, dan tahapan selanjutnya dengan
pemasangan dinding dari pasangan bata merah.
Hendaknya material atau produk saluran yang diadakan, pada waktu pengiriman
ke lokasi pekerjaan di tempatkan sedekat mungkin, karena sangat membantu
meningkatkan produktifitas pekerjaan pemasangan saluran dan mengurangi
tingkat kesulitan pekerjaan.
ada waktu menentukan level dasar saluran dan level atas dinding saluran, perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. menggunakan titik benchmark atau acuan awal
2. melakukan pengukuran dengan memperhatikan gambar layout elevasi
permukaan rencana dan gambar potongan profil saluran dari gambar For
Construction.
3. Umumnya level dasar saluran ditentukan setelah level perkerasan jalan
ditentukan (sesuai gambar forcon), dan level permukaan jalan di desain
berdasarkan terhadap tinggi elevasi jalan utama.
Selama pekerjaan konstruksi hendaknya merencanakan, melaksanakan dan
memperhatikan hal-hal seperti berikut:
1. kebersihan lingkungan (lingkungan yang bersih mengurangi tingkat
kesulitan pekerjaan)
2. keselamatan kerja (alat-alat kerja, safety shoes, helmet, safety body
hardness dan sebagainya)
3. metoda kerja yang aman (kecil resik| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 3 April 2018 | Pembangunan Saluran Sekunder D.I Lamunga (Dak) | Kab. Sumbawa Barat | Rp 985,000,000 |
| 4 June 2024 | Pembangunan Bronjong Bage Acung Desa Sapugara Bree (Lanjutan) | Kab. Sumbawa Barat | Rp 371,763,000 |