| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0026526988331000 | Rp 357,198,000 | 72.3 | 77.84 | - | |
| 0317066785331000 | - | - | - | Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi | |
| 0018870006331000 | - | - | - | Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi | |
| 0734105372331000 | - | - | - | - | |
| 0025374497331000 | - | - | - | Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi | |
| 0656924990331000 | - | - | - | - | |
| 0031893753331000 | - | - | - | - | |
| 0017825191331000 | - | - | - | - | |
| 0026530071331000 | - | - | - | - | |
Bukit Harapan Konsultan | 06*2**6****31**0 | - | - | - | - |
CV Archigraha Design Center | 00*0**9****31**0 | - | - | - | Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi |
| 0015148877331000 | - | - | - | Skor Kualifikasi Tidak Memenuhi Nilai Ambang Batas | |
| 0945342319331000 | - | - | - | - | |
| 0026526244331000 | - | - | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK
)
(TERM OF REFERNCE)
PERENCANAAN JEMBATAN KABUPATEN PAKET I
KAB. TANJUNG JABUNG BARAT
TAHUN ANGGARAN 2025
1. PENGERTIAN
Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Konsultan perencanaan
Teknis Perencanaan Pembangunan Jembatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
2. LATAR BELAKANG
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang
jalan dan jembatan sebagai salah satu prasarana transportasi yang mempunyai
peranan penting dalam hal distribusi ekonomi mulai dari berskala lokal, regional
maupun nasional. Sektor prasarana jalan dan Jembatan merupakan salah satu urat
nadi dalam pertumbuhan ekonomi wilayah, sehingga ketepatan penyedianya melalui
besarnya infestasi adalah suatu hal yang sangat penting. Berkaitan dengan
perkembangan ekonomi investasi jalan dan jembatan memiliki pengaruh yang luas
baik bagi penggunanya maupun bagi wilayah secara keseluruhan. Untuk itu
diperlukan kebijakan yang tepat dalam penyelenggaraan pembangunan jalan dan
jembatan sehingga dapat mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan
ekonominya. Issu strategis yang dihadapi dalam penyelenggaraan pembangunan
jalan dan jembatan provinsi diantaranya adalah kurang memadai sistem jaringan jalan
dan jembatan primer dan atau kolektor dalam melayani arus lalu lintas menerus. Hal
ini telah menyebabkan terhambatnya arus barang/jasa dan manusia tinggkat regional,
nasional bahkan internasional yang menyebabkan biaya ekonomi dan sosial yang
tinggi. Salah satu keberhasilan pembangunan wilayah adalah tersedianya sarana dan
prasarana transportasi yang baik di daerah tersebut. Selain berperan menunjang
perkembangan fisik di daerah yang bersangkutan.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan kabupaten yang sedang mengalami
perkembangan, membutuhkan infrastruktur transportasi yang baik. Untuk lebih
mengoptimalkan kegiatan baik pembangunan, peningkatan serta pemeliharaan jalan
dan jembatan maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Tanjung Jabung Barat memandang perlu adanya perencanaan yang sistematis dan
tepat guna pada kegiatan tersebut di atas, dengan harapan agar didapat hasil
perencanaan yang matang dan memenuhi persyaratan dan kaidah – kaidah teknis
dan dapat diaplikasikan di lapangan sebagai bagian dari kegiatan pembangunan
transportasi yang berkualitas.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
3. MAKSUD DAN TUJUAN DAN SASARAN
1. Maksud
Sebagai Kerangka Acuan Kerja bagi Konsultan Perencana yang memuat azas,
kriteria dan proses yang harus dipenuhi atau diperhatikan dan diinterprestasikan
dalam pelaksanaan tugas yang hasilnya berbentuk dokumen perencanaan yang
akan dipergunakan sebagai pedoman bagi kontraktor pelaksana dalam
melaksanakan pekerjaan fisik pembangunan jembatan, serta dengan penugasan
ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang dimaksud.
2. Tujuan
Tujuan dari pekerjaan perencanaan adalah didapatkan hasil perencanaan yang
dapat diaplikasikan dengan baik di lapangan sehingga pekerjaan teknis dapat
diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan
serta tercapainya umur rencana jembatan sesuai yang diharapkan.
3. Sasaran
Sasaran pekerjaan perencanaan adalah adanya hasil perencanaan teknis yang
baik agar dapat diaplikasikan dengan baik dan tepat guna sehingga mendukung
tercapainya pelaksanaan fisik yang tepat waktu, konstruksi yang baik dan dapat
dipertanggungjawabkan serta dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Artinya konstruksi tersebut dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan standar
yang ditetapkan oleh dtjen Bina marga Kementrian Pekerjaan Umum antara lain :
- Tersedianya dokumen perencanaan tekhnis jembatan untuk penanganan/
pelaksanaan fisik jembatan Kabupaten.
- Tersedianya dokumen pengadaan termasuk dokumen analisa harga satuan,
spsifikasi teknis dan gambar rencana sebelum jadwal penanganan fisik.
4. METODE PELAKSANAAN
a. Konsultan diwajibkan untuk melakukan seluruh persiapan dan mobilisasi
semberdaya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas seperti tercantum pada
lingkup Pekerjaan.
b. Dalam pelaksanaan pekerjaanya konsultan agar selalu berkonsultansi dengan
Tim Teknis, yang susunannya akan disampaikan kemudian.
c. Melakukan koordinasi dengan Pihak Pengguna Anggaran dalam hal ini Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk
menjaring masukan kebutuhan yang diperlukan.
d. Menyiapkan perangkat survey yang dibutuhkan untuk kegiatan serta berkoordinasi
dengan pihak Tim Teknis
e. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap masukan dari Pihak Pengguna Jasa
f. Membuat Album Gambar, Laporan.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
5. LOKASI
Lokasi Pekerjaan Perencanaan Jembatan Kabupaten Paket I secara administratif
dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
6. PEMBERI TUGAS (PENGGUNA JASA)
Pemberi tugas (Pengguna Jasa) adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pengguna Anggaran Kegiatan
Perencanaan Jembatan Kabupaten Paket I Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun
Anggaran 2025.
7. LINGKUP PEKERJAAN
1. Persiapan
a. Tujuan
Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan informasi awal
mengenai kondisi topografi, geologi, tata guna lahan, lalu lintas serta
lingkungan.
b. Lingkup
1). Peta toppografi berupa peta kontur, dengan skala minimum 1 : 50.000
2). Peta Jaringan Jalan dan jembatan, dokumen leger jalan, data base
jaringan jalan daerah rawan kecelakaan.
3).Peta kondisi jalandan jembatan, geologi dengan skala minimum 1 :
250.0000, daerah rawan bencana, dokumen tanah terdahulu, dan
koridor trase.
4). Peta Wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah.
5). Peta Tata Guna Lahan.
6). Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di sekitar lokasi proyek.
c. Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dalam persiapan meliputi :
1). Laporan studi Koridor ( jika bisa diterapkan ).
2). Laporan study rancang bangun Pendahuluan.
3).Rencana Pendahuluan dan Alternatif desaign ( yaitu profil atau lembar
rencana, bagian – bagian yang umum, materi pekerjaan utama yang dikenali
dan dialokasikan ).
4). Perkiraan biaya konstruksi pendahuluan untuk alternatif design.
2. Survey Lapangan
1. Mengelola data dari hasil dilapangan dalam bentuk Laporan sesuai dengan
ketentuan
2. Menentukan dan menghitung struktur konstruksi yang akan digunakan sesuai
dengan kondisi lapangan.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
3. Perencanaan Detail
1. Survey Pendahuluan.
Penyedia jasa diwajibkan mengumpulkan sebanyak mungkin data-tata yang
diperlukan untuk untuk langkah – langkah design.
Data – Data yang diperlukan sebagai berikut :
- Data mengenai kondisi Jembatan dan bagian –bagian yang rusak.
- Data banjir dan erosi
- Bahan yang tersedia dilokasi pekerjaan yang dapat menentukan jenis
konstruksi yang menguntungkan
- Data lain yang diperlukan dan dianggap penting.
2. Lingkup Pekerjaan
Survey Pendahuluan merupakan lanjutan dari hasil persiapan design yang
sudah disetujui sebagai panduan pelaksanaan survey recon dilapangan yang
meliputi kegiatan :
a. Study Literatur
Pada tahapan ini tim harus mengumpulkan data pendukung.
b. Koordinasi dengan instansi terkait
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi/ unsur-unsur
terkait di daerah sehubungan dengan akan dilaksanakannya survey
pendahuluan.
3. Pengukuran Topografi
Pengukuran topografi dilakukan sepanjang lokasi as jembatan baru dengan
mengadakan tambahan pengukuran detail pada tempat yang memerlukannya
atau pemindahan lokasi jembatan sehingga memungkinkan didapat realinyement
as jalan jembatan yang sesuai dengan standar yang dikehendaki.
Daerah yang diukur minimal:
- 200 m pada kiri atau kanan sungai disepanjang jalan atau sampai ke rencana
pertemuan alinyement lama dan alinyement baru.
- 100 m pada kiri atau kanan as jalan pada daerah sungai
- 50 m pada kiri dan kanan jalan.
Jenis pengukuran ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:
a. Pengukuran Titik Kontrol
Pengukuran kontrol disini dapat berupa jaringan polygon atau rangkaian
segitiga, pemilihan jenis titik kontrol tersebut tergantung pada lebar sungai.
Untuk sungai dengan lebar lebih dari 100 m dipakai rangkaian segitiga
Titik kontrol tersebut diletakkan antara 50 m – 100 m.
1. Pengukuran situasi jembatan
a. Pengukuran situasi daerah sepanjang jembatan harus mencakup
semua keterangan yang ada didaerah sepangajang jalan jembatan,
misalnya rumah, pohon, pohon pelindung jalan, pinggir selokan, letak
gorong-gorong, tiang listrik, tiang telephone, jembatan, batas bawah,
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
batas kebun, arah aliran air dan lain sebagainya. Untuk itu pengukuran
dapat dilakukan dengan cara tachymetry.
b. Patok km dan hm yang ada pada tepi jalan harus diambil dan dihitung
koordinatnya. Dimaksudkan untuk memperbanyak titik referensi pada
penemuan kembali sumbu jalan yang direncanakan.
2. Pengukuran penampang memanjang dan melintang
a. Didaerah sungai dibuat penampang untuk setiap 25 meter sampai jarak
100 meter kiri kanan sumbu jalan.
b. Lebar penampang memanjang dan melintang pada jalan pendekat
jembatan (oprit);
- Pengukuran penampang memanjang
Pengukuran penampang memanjang adalah memanjang sumbu jalan
yang ada, kecuali pada tempat dimana kemungkinan diadakannya
realinyement harus diadakan tambahan. Untuk pengukuran
penampang memanjang ini peralatan yang dipergunakan sama yang
dipakai untuk kontrol tinggi.
- Pengukuran Penampang Melintang
Pengukuran penampang melintang diambil setiap jarak 50 meter pada
bagian jalan lurus dan lantai dan setiap jarak 25 meter untuk daerah-
daerah tikungan dan berbukit. Lebar pengukuran harus mengikuti
daerah sejauh 50 meter sebelah kiri kanan sumbu jalan pada bagian
yang lurus dan 25 meter disisi lular dan 75 meter ke sisi dalam pada
bagian jalan yang menikung. Titik yang perlu diperhatikan adalah tepi
perkerasan, dasar atas gorong-gorong, tepi bahu jalan, dasar
permukaan selokan, saluran irigasi, lantai kendaraan jembatan tebing
sungai. Peralatan yang digunakan untuk pengukuran situasi dapat
digunakan untuk pengukuran penampang ini.
- Patok-patok
Patok beton dengan ukuran 20 x 20 x 75 cm harus ditanam sedemikian
rupa sehingga bagian patok yang ada diatas tanah adalah kurang
lebih 20 cm. patok polygon dan profil dibuat dari kayu dengan ukuran
5 x 7 x 60 cm. patok dan kayu harus diberi tanda BM dan nomor Urut.
Untuk memperbanyak titik tinggi yang tetap, perlu ditempelkan titik
tinggi referensi pada pokok pohon atau tempat lain yang permanen
dan mudah diketemukan kembali. Baik patok polygon maupun patok
profil diberi tanda cat kuning dengan tulisan merah yang diletakkan
disebelah kiri kea rah jalannya pengukuran. Khusus untuk profil
memanjang titik yang terletak disumbu jalan diberi paku dengan
dilingkari cat kuning sebagai tanda,
3. Perhitungan dan penggambaran peta
Titik polygon utama harus dihitung koordinatnya berdasarkan titik ikat yang
dipergunakan. Perhitungan harus berdasarkan pada metode kwadrad
terkecil.
Penggambaran titik polygon harus berdasarkan pada hasil perhitungan
koordinat. Penggambaran titik polygon tersebut tidak diperkenankan secara
grafis. Ukuran gambar yang berupa gambar situasi harus digambar pada
kertas millimeter dengan skala 1 ; 500 dan garis tinggi
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
dengan interval 0,50 m. ketinggian titik detail harus tercantum dalam
gambar ukur, begitu pula semua keterangan yang penting. Titik ikat atau
titik mati serta titik ikat baru harus dimasukkan dalam gambar dengan diberi
tanda khusus.ketinggian titik tersebut perlu juga dicantumkan. Daftar
koordinat beserta ketinggian titik polygon utama harus dilampirkan.
4. Pengukuran ditempat realinyement jembatan (Jika diperlukan)
4. Penyelidikan Tanah dan Material
Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
- Mengadakan peninjauan kembali terhadap semua data tanah dan material
yang ada dan selanjutnya mengadakan penyelidikan tanah dan material
sepanjang kegiatan jembatan tersebut, yang akan dilakukan berdasarkan
survey langsung dilapangan maupun dilaboratorium.
- Pada lokasi rencana pondasi jembatan dan bangunan lalin yang besar
diadakan penyelidikan kondisi sub surfacenya.
- Menyelidiki lokasi sumber material yang ada disekitar kegiatan beserta
perkiraan jumlahnya untuk pekerjaan struktur jembatan dan bangunan
pelengkap lainnya termasuk pembuatan jalan pendekat jembatan, semua ini
harus dibuat petanya.
- Investarisasi sumber material disekitar lokasi kegiatan memerlukan
pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium adalah pemeriksaan
material (quarry) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pembentuk badan
jalan maupun perkerasannya.
- Perhitungan dan penggambaran peta
1. Umum
a. Penyedia jasa harus melengkapi teamnya yang akan ditugaskan ke
lapangan dengan alat-alat yang menurut keperluannya agar pekerjaan
dapat dilaksanakan dengan sempurna.
b. Team tersebut harus dipimpin olah seseorang yang terpercaya dan ahli
dalam bidannya dan bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk
memungkinkan didapatnya hasil yang optimal.
c. Cara melaksanakan pemboran dan pengambilan contoh tanah
hendaknya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dengan
ketelitian yang tinggi agar insterperasi atau percobaan yang akan
dilakukan nanti tidak akan menjumpai kesulitan.
d. Cara klasifikasi jenis tanah hendaknya dilakukan menurut
ASTM/AASTHO. Penamaan jenis tanah, apabila digunakan bahasa
Indonesia hendaknya diberi penjelasan istilah dalam bahasa inggris
dengan ditulis dalam kurung. Dalam hal ini dimaksudkan untuk
keseragaman penggunaan istilah.
5. Penyelidikan Hidrologi
Penyedia Jasa harus memberikan perhatian khusus dalam pengumpulan dan
pengujian data-data yang didapat untuk digunakan analisa persoalan drainase
jalan (misalnya : gejala arah dan kecepatan aliran, jenis / sifat erosi maupun
pengendapan, daerah pengaruh banjir, tinggi air banjir / air rendah / air normal dan
lain-lain).
Daerah aliran (catchment area) dari setiap gejala aliran air harus dipelajari dengan
cermat dari peta topografi / geologis maupun pemeriksaan langsung ditempat.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
Untuk analisa hidrologi ditetapkan retum periode 50 tahun.
6. Perhitungan Rencana
Dalam phase perencanaan ini, Penyedia Jasa wajib melaksanakan proses
sebagai berikut :
1. Penyusunan konsep detail perencanaan untuk selanjutnya dimintakan
persetujuan pemberi tugas.
2. Pembuatan perencanaan akhir, dilakukan setelah konsep tersebut dalam
butir (1) mendapat persetujuan pemberi tugas dengan mencantumkan
koreksi-koreksi dan saran yang diberikan oleh pemberi tugas.
3. Semua perencanaan harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku.
7. Konsep Detail Perencanaan
1. Dalam proses ini Penyedia Jasa menentukan semua kesimpulan hasil
survey lapangan dari semua bagian kegiatan, antara lain menyangkut :
- Penetapan lokasi jembatan baru harus berdasarkan peta topografi dan evaluasi
hasil survey pendahuluan pada jembatan yang direlokasikan dengan
memperhatikan Standard perencanaan yang telah ditetapkan. Untuk
realinyemet harus dicantumkan sepanjang as jalan baru, tangen point, titik-titik
pada jarak tiap 50 meter sc, sc dan beberapa titik lainnya yang perlu, rencana
bangunan- bangunan drainase harus ditetapkan Penyedia Jasa berdasarkan
pertimbangan yang sesuai dengan keadaan setempat.
- Untuk perhitungan konstruksi pondasi serta bangunan bawah harus
disesuaikan dengan hasil-hasil penyelidikan tanah maupun keadaan bahan
bangunan.
- Untuk jumlah serta panjang bentang, harus sesuai dengan keadaan topografi
setempat dengan memperhatikan Standard bangunan atau yang akan
ditentukan oleh pemberi tugas. Untuk konstruksi bangunan atas harus
digunakan Standard Bina Marga yang akan ditentukan oleh Project Offiser
kecuali ditentukan lain.
2. Laporan konsep detail perencanaan
Penyedia Jasa wajib membuat dan menyampaikan kepada pemberi tugas
laporan yang berisi kesimpulan dan saran atas semua bagian perencanaan
untuk setiap jembatan, terutama yang menyangkut hal-hal sebagai berikut:
a. Plan di atas peta situasi dengan letak jembatan lama dan baru (jika ada)
pada daerah cukup lebar sehingga jelas kedudukan jembatan tersebut.
Digambar pada skala 1 : 500, yang berisi antara lain :
- Lokasi dan nomor titik kontrol horisorttal dan vertikal
- Lokasi dan nomor potongan melintang
- Elemen-elemen lengkung horisontal
- Batas daerah penguasaan (ROW) dan penggunaannya
Semua data-data topografi yang penting (rumah, jalan lama, jenis-jenis
tanaman utama dan lain-lain)
- Patok-patok pengukuran
b. Potongan memanjang
Digambar di bawah plan tersebut pada butir 1 di atas, dengan
skala horizontal 1 : 500 dan vertikal 1 : 100 yang berisi hal-hal
sebagai berikut:
i. Tinggi muka tanah asli, muka air normal, muka air banjir serta
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
ii. elevasi jembatan
iii. Nomor potongan melintang
iv. Jarak partial progresif
v. Elemen - elemen / data - data lengkung vertikal dan horisontal
vi. Elemen-elemen data jalan terdekat.
c. Potongan melintang (cross section)
Gambar potongan melintang dibuat menurut letak topografis sesuai dengan
keadaan lokasi yang ditentukan di atas kertas dengan skala horisontal
1: 100 dan vertikal 1 : 100, dan seterusnya dari kepala jembatan
d. Bangunan Jembatan
Untuk tiap jembatan dibuat gambar-gambar :
Plan serta potongan-potongan seperti pada butir 1, 2, 3 di atas Denah,
potongan memenjang dan melintang jembatan (padapotongan memanjang
harus dibuat grafik SPPT, grafik sondir,bor log untuk pondasi yang diselidiki
struktur tanahnya).Detail-detail bangunan bawah dan bangunan
tas.Keterangan-keterangan mengenai kelas pembenanan, mutu bahan harus
dicantumkan pada tiap gambar jembatan.
e. Kelengkapan-kelengkapan lainnya berupa :
- Title sheet, lengkap dengan lokasi kegiatan.
- Gambar lokasi jembatan, lengkap dengan nama jembatan danlokasinya.
- Simbol dan singkatan.
- Jadwal pelaksanaan dan perkiraan kuantitas.
- Tipikal potongan melintang.
- Dan lain-lain.
f. Standard-standard dari bangunan pengaman lainnya (bangunan penahan
erosi dan lain-lain).
g. Spesifikasi dokumen lelang.
3. Perhitungan volume
Program penggantian, perbaikan/peningkatan jembatan ini akan dibagi dalam
satu atau beberapa paket pelaksanaan sesuai dengan lokasi dan kemampuan
pelaksanaan pembangunan.
Untuk tiap jembatan harus dihiting jumlah pekerjaan untuk tiap bagian dengan
masing-masing kontrak pelaksanaannya dan diringkas dalam beberapa
pekerjaan sebagai berikut :
- Mobilisasi
- Pekerjaan tanah
- Pekerjaan beton
- Pekerjaan jalan/Jembatan dan pendekat
- Pekerjaan bangunan atas
- Lain-lain.
4. Perkiraan biaya
Supaya didapat perkiraan biaya yang tetap dan sesuai, maka Penyedia Jasa
harus menyiapkan analisa harga satuan dari setiap jenis pekerjaan
berdasarkan faktor-faktor : material, peralatan, sosial, pajak, over head,
keuntungan dan pengawasan yang didapat dari keterangan-keterangan
daerah setempat. Perkiraan yang didapat dari analisa ini dibandingkan
dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya atau pekerjaan-pekerjaan sejenis di
daerah itu, bila terjadi perbedaan maka harus dicari penyebabnya dan
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
diadakan penelitian kembali sehingga didapatkan harga yang sesuai
untuk pekerjaan tersebut. Perkiraan biaya pembebasan. tanah (ROW) harus
dibuat berdasarkan harga satuan yang ditentukan oleh pemerintah untuk setiap
jenis penggunaan tanah. Penyedia Jasa harus mengumpulkan data dari
kontraktor dalam negeri sehingga dapat memperkirakan kemampuannya dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut dan selanjutnya memberikan saran
bagaimana cara melaksanakan pekerjaan phisik tersebut. Dokumen - dokumen
yang harus disiapkan adalah sebagai berikut
- Analisa harga satuan
- Perkiraan biaya untuk masing-masing cara pelaksanaan.
- Jumlah pekerjaan dari setiap pelaksanaan yang bersangkutan.
Dalam menganalisa periode-periode pelaksanaan dan pembiayaan, maka
Penyedia Jasa harus menyiapkan jadwal untuk setiap kegiatan dengan jumlah
biaya tahunan yang diperlukan.
5. Penyerahan konsep detail perencanaan
Semua dokumen detail perencanaan sementara meliputi antara lain: Laporan,
Gambar rencana harus sudah diserahkan dalam rangkap 1 kepada pemberi
tugas sesuai dengan jadwal waktu.
8. Perencanaan Akhir
1. Setiap revisi/variasi atas detail perencanaan sementara yang dilakukan
pemberi tugas harus dimasukkan ke dalam Final Design melalui penelitian
Penyedia Jasa.
2. Cetakan perencanaan akhir pada kertas A3 harus diserahkan oleh Penyedia
Jasa kepada pemberi tugas dalam waktu yang telah ditetapkan.
Semua catatan dan perhitungan pada survey lapangan dan semua kalkir
perencanaan kegiatan ini harus diserahkan kepada pemberi tugas bersamaan
dengan penyerahan perencanaan akhir.
3. Tahapan Pelaporan
Seluruh rangkaian kegiatan pekerjaan detail desain akan dituangkan dalam
bentuk pelaporan yaitu :
- Laporan Pendahuluan
- Laporan Akhir Pekerjaan meliputi antara lain :
Laporan Perencanaan
Gambar Detail Desain
Spesifikasi Teknis
Rencana Anggaran Biaya.
Soft copy dalam bentuk Flasdist yang meliputi
o Gambar Rencana
o Rencana Anggaran Biaya
o Spesifikasi Teknis
o Rencana Anggaran Biaya
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
8). WAKTU PELAKSANAAN
Pekerjaan Perencanaan Jembatan Kabupaten Paket I Kabupaten Tanjung Jabung
Barat, Tahun Anggaran 2025 ini akan dilaksanakan dalam waktu 2,5 (dua koma lima)
Bulan atau 75 (tujuh puluh lima) Hari Kalender terhitung sejak penandatanganan
SPMK. Hasil pekerjaan ini harus disetujui oleh Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat
Komitmen Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun Anggaran 2025.
9) TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWAB NYA
Semua Aktivitas dan metode kerja Pelayanan Jasa Konsultan hanya dapat dicapai
dengan Team Kerja yang baik serta mutu kerja dan kualitas yang baik. staff tenaga
ahli. Selama semua staff tenaga ahli berpartisipasi dalam Proyek menjelaskan fungsi
dan tugas dan setiap anggota tenaga ahli.
Fungsi dan tanggung jawab khusus dan semua staf yang ditunjuk akan diringkas
dalam bentuk Fungsi matriks. Berikut uraian Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga
Ahli.
A. Professional Staff
Adapun Kriteria tenaga ahli yang diperlukan pada pekerjaan ini adalah sebagai
berikut :
1. Team Leader ( Ahli Jembatan )
Adalah lulusan Sarjana Sipil (S1) dengan pengalaman dalam bidangnya,
khususnya dalam bidang Jembatan berpengalaman 5 - 6 tahun yang
mempunyai SKA ahli Jembatan/ Jalan Madya, Team leader harus mampu
mengkoordinir anggota team sekaligus menyusun konsepsi pelaksanaan
pekerjaan di team sekaligus menyusun konsepsi pelaksanaan pekerjaan di
lapangan yang dapat diterjemaahkan oleh anggota team lain, bertanggung
jawab atas pelaksanaan kerja keseluruhan, membantu penanggung jawab/
Pengendali Kegiatan terutama dalam hal teknis pekerjaan dan lain- lain.
2. Brigde Engineer
Ahli Brigde adalah seorang yang berpengalaman dalam bidangnya 5 - 6 tahun
yang mempunyai SKA ahli jalan Madya Jembatan,di bidangnya, pendidikan
minimal S1 Teknik Sipil. Tugas Ahli Bridge Engineer adalah :
Survey pendahuluan bertujuan mengumpulkan data-data pendukung dalam
mengadakan survey detail dan mengumpulkan data-data lainnya
Melakukan Analisis terhadap potensi dan permasalahan yang terkait dengan
bidang struktur
Menghitung dan menganalisis hasil data lapangan
Merumuskan jenis dan strategi perencanaan desing konstruksi yang sesuai
Menganalisa metode pengerjaan dan desingn konstruksi Jembatan yang
sesuai kebutuhan dan kondisi.
Bertanggung jawab atas desing dan perhitungan perencanaan Jembatan.
Mengadakan analisa dan perhitungan harga satuan, mengumpulkan data
harga bahan/material serta peralatan untuk proyek yang sedang berjalan
sebagai pembanding.
Bertanggung jawab dalam semua perhitungan atas harga biaya sesuai
dengan design.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
3. Soil dan Material Engineer
Soil dan Material Engineer adalah seorang sarjana Tehnik Sipil ( S1 ) yang
berpengalaman dibidangnya minimal pengalaman 5 - 6 tahun yang
mempunyai SKA ahli jalan Madya, Soil dan Material Engineer membantu Team
Leader dengan uraian tugas sebagai berikut :
- Mengarahkan teknis lapangan dalam pengambilan data dengan
menggunakan alat Sondir
- Menetapkan titik-titik pengambilan sampel material pada penampang jalan
dan jembatan yang perlu penangganan khusus.
- Menganalisa hasil sondir guna mengetahui kondisi tanah, sebagai acuan
daya dukung pondasi.
- Memberikan laporan hasil kerja kepada team leader.
B. Tenaga Pendukung ( Sub Profesional Staff )
1. Surveyor
berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan penyelidikan lapangan untuk
pekerjaan sipil khususnya teknik jalan dan jembatan termasuk pelaksanaan
pengukuran dengan memakai alat Theodolith maupun Watterpass
pengukuran Geodesi, survey material. Surveyor Mempunyai pengalaman 1
– 4 tahun.
Tugas dan tanggung jawab Surveyor adalah mengumpulkan semua data
yang dibutuhkan dari lapangan dan bertanggung jawab atas ketelitian hasil
yang didapat.
2. Lab. Teknisi
berpengalaman dalam pelaksanaan hasil pekerjaan penyelidikan lapangan
untuk pekerjaan sipil khususnya teknik jalan dan jembatan. Surveyor
Mempunyai pengalaman 1 – 4 tahun.
Tugas dan tanggung jawab Surveyor adalah mengumpulkan semua data
yang dibutuhkan dari lapangan dan bertanggung jawab atas ketelitian hasil
yang didapat.
3. Tenaga Lokal
Tenaga Lokal membantu Team Leader dan Surveyor pada saat
pengukuran dan survey lokasi kegiatan tersebut.
C. Supporting Staff/ Staff Pendukung
1. Administrasi/ Sekretaris.
1 (Satu) orang Lulusan lembaga pendidikan/Akademi/ SLTA yang sudah
berpengalaman dibidang administrasi.
Tugas dan tanggung jawab Administrasi/ Sekretaris adalah menyiapkan
administrasi serta keuangan kegiatan/Konsultan khususnya yang
berkaitan dengan laporan dan pengeluaran Biaya.
2. CAD Operator (Juru Gambar).
1 (Satu) orang Lulusan lembaga pendidikan Akademi/ Sarjana Muda
yang sudah berpengalaman dibidang Gambar.
Tugas dan tanggung jawab Juru Gambar adalah menyiapkan Gambar
Rencana (Sub Drawing) kegiatan Pereencanaan Konsultan khususnya
yang berkaitan dengan tehnis Gambar.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
10) PRODUK YANG DIHASILKAN ( OUTPUT )
Hasil yang diharapkan dari perencanaan teknis ini adalah :
Shop Drawing/ Gambar Desain :
Gambar kerja yang disajikan dengan skala yang cukup dan mudah terbaca
serta digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Perhitungan struktur Jembatan
Perhitungan struktur ini sangat penting karena untuk mengetahui kontruksi
aman, nyaman dan ekonomis dari hasil perhitungan struktur ini, dari mulai
pondasi ( bangunan bawah ) dan sampai lantai dan hand reel nya ( Bangunan
atas )
Site Plan
Dengan mengacu pada peta situasi serta hasil perhitungan dimensi sarana dan
prasarana yang direncanakan, selanjutnya dibuat peta detail lay out yang
merupakan gambar rencana konstruksi, penataan atau pembangunan sarana
dan prasarana, Peta situasi dengan dilengkapi schemanya yang dapat
memberikan informasi tentang tata letak serta alur .
Rencana Anggaran Biaya :
Rencana Anggaran Biaya (RAB) disusun/dibuat berdasarkan standar biaya
yang berlaku diwilayah setempat serta dipisahkan menurut tahap, jenis, paket
pekerjaan konstruksi serta sesuai dengan item / urutan pekerjaan, sehingga
memudahkan dalam menentukan urutan prioritas pelaksanaan pembangunan
sesuai dengan dana, biaya yang tersedia.
Dokumen Tender / Lelang :
Sebagai pedoman pada tahapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan
maka sebagai produk perencanaan teknis adalah dokumen tender yang
memuat hal – hal sebagai berikut :
Rencana Kerja dan Syarat – syarat
Spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaanSpesifikasi teknis / Rencana Kerja dan
syarat-syarat yang memuat penjelasan tentang jenis bangunan, volume pekerjaan
dan persyaratan teknis (jenis bahan, konstruksi yang akan digunakan, tata
cara/prosedur pelaksanaannya, peralatan serta alat Bantu yang akan digunakan),
dimana spesifikasi ini adalah digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan
dilapangan
Bill Of Quantity (BQ)
11) SUMBER DANA
Biaya yang dibutuhkan untuk Pekerjaan Perencanaan Jembatan Kabupaten Paket
I yaitu sebesar Rp. 360.000.000,- (Tiga ratus enam Puluh juta Rupiah) berasal dari
APBDP Tahun Anggaran 2025 sebagaimana tercantum dalam Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD )
12) KRITERIA
Dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan teknik seperti yang dimaksudkan
pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini, Konsultan Perencana perlu memperhatikan
persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Persyaratan Umum
Setiap bagian pekerjaan perencanaan harus dilaksanakan secara benar dan
tuntas sampai dengan memberi hasil/keluaran sebagaimana yang telah
ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pejabat Pengguna Anggaran.
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan
b. Persyaratan Profesional
Pekerjaan harus dilaksanakan secara profesional oleh tenaga-tenaga ahli
konsultan dibidangnya.
c. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan perencanaan harus
dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
13) BAHAN MASUKAN
Setelah menerima pedoman pengarahan (KAK) ini, Konsultan perencana
hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima, dan mencari bahan
masukan lain yang diperlukan demi kesempurnaan hasil kerja perencanaan.
14) PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja ini masih bersifat umum, sehingga pihak Konsultan
diharapkan dapat mengembangkan secara inovatif dengan tetap berkonsultansi
dengan Tim Teknis dan Pemberi Tugas.
Kuala Tungkal, 2025
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
BIDANG BINA MARGA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KAB. TANJAB BARAT
DTO
APRI DASMAN, S. ST, MT
NIP. 19730405 199303 1 004
KAK Jasa Konsultansi Perencanaan Jembatan| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 25 November 2024 | Pengawasan Peningkatan Jalan Teluk Serdang Kec. Betara (Dak) Tahap II | Kab. Tanjung Jabung Barat | Rp 700,000,000 |
| 17 March 2017 | Sid D.I.R Senaung Kab. Muaro Jambi | Pemerintah Daerah Provinsi Jambi | Rp 601,900,000 |
| 25 February 2016 | Pengawasan Peningkatan Ruas Jalan Sp. Kuala Dasal - Bts Pelabuhan Dagang | Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat | Rp 589,000,000 |
| 13 April 2022 | Konsultan Perencana Pembuatan Jembatan Kedaton Dan Jembatan Kanal Sungai Jambi Di Kcbn Muarajambi | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 517,000,000 |
| 31 January 2023 | Pengawasan Peningkatan Jalan Desa Mekar Jati - Seberang Kota (Lanjutan) | Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat | Rp 500,000,000 |
| 3 January 2025 | Pengawasan Peningkatan Jalan Senangin Kel. Kampung Nelayan Kec. Tungkal Ilir | Kab. Tanjung Jabung Barat | Rp 498,750,000 |
| 26 May 2014 | Perencanaan Jalan Kabupaten Paket 5 | Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat | Rp 400,000,000 |
| 23 February 2015 | Pengawasan Peningkatan Jalan Paket 1 | Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat | Rp 400,000,000 |
| 17 June 2015 | Perencanaan Jalan Kabupaten Paket 1 | Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat | Rp 400,000,000 |
| 15 January 2025 | Perencanaan Overlay Jaringan Jalan Paket I | Kab. Tanjung Jabung Barat | Rp 360,000,000 |