| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024045668214000 | Rp 1,443,999,562 | - | |
| 0437812209224000 | Rp 1,407,900,000 | Jabatan pada Daftar Personil atas nama ADIOS KURNIAWAN tidak sesuai dengan Jabatan yang dipersyaratkan | |
| 0763186251214000 | Rp 1,390,929,188 | Pada Tabel Daftar Isian Peralatan peserta tidak menawarkan Peralatan Stamper | |
| 0021572854224000 | Rp 1,363,400,412 | Peserta tidak melampirkan Bukti Kepemilikan alat Concrete Vibrator merk MIKASA. Pada Tabel Daftar Isian Peralatan peserta menawarkan Concrete Vibrator merk MIKASA tetapi Bukti Kepemilikan yang disampaikan Concrete Vibrator merk Honda. | |
CV Sinar Desha | 05*8**5****14**0 | - | - |
| 0021576970214000 | - | - | |
| 0020424768214000 | - | - | |
| 0903452373225000 | - | - | |
| 0924514961214000 | - | - | |
| 0756882478214000 | - | - | |
| 0719024796223000 | - | - | |
CV Muda Berjaya | 00*2**4****14**0 | - | - |
| 0017688391214000 | - | - | |
| 0927413278214000 | - | - | |
| 0627876451214000 | - | - | |
| 0031649395214000 | - | - | |
| 0865408132211000 | - | - | |
| 0016637076214000 | - | - | |
| 0729558858216000 | - | - | |
| 0661864025214000 | - | - | |
| 0838403509214000 | - | - | |
| 0631220068214000 | - | - | |
| 0850042714214000 | - | - |
SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN
PROGRAM : PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
KEGIATAN : PENYEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN UNTUK UKM DAN
UKP KEWENANGAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN : PENGADAAN PRASARNA DAN PENDUKUNG FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG PSC 119 (DAK)
LOKASI : TANJUNGPINANG
TAHUN ANGGARAN : 2024
A. PENDAHULUAN
Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang
ditempuh. Sehubungan dengan upaya pekerjaan pembangunan, Metode merupakan
serangkaian cara yang ditempuh untuk menyelesaikan proses pekerjaan
pembangunan. Ketepatan metode yang diambil dalam suatu pekerjaan menjadi
jaminan berhasil atau gagalnya suatu pekerjaan tersebut.
Dalam melaksanakan pekerjaan, metode digunakan sebagai acuan/step-by-
step penyelesaian pekerjaan. Jenis-jenis metode yang diambil berdasarkan
beberapa pendekatan yang dinilai sangat memungkinkan untuk dilaksanakan di
lapangan. Penguasaan terhadap metode pekerjaan merupakan gambaran bagi calon
pelaksana yang benar-benar memahami tentang pekerjaan tersebut.
Metode pelaksanaan pekerjaan harus bisa menjelaskan aspek-aspek per item
pekerjaan yang akan dilaksanakan. Metode pekerjaan yang diambil juga harus bisa
menciptakan hasil pekerjaan dengan ketentuan tepat mutu, tepat waktu dan
tepat biaya. Diharapkan dengan adanya metode pelaksanaan pekerjaan yang
berkualitas, menjadi jaminan kelancaran pekerjaan di lapangan.
Metode pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada Daftar Kuantitas dan Harga dan
Rancangan Kerja Syarat serta ketentuan yang lain sebagaimana tercantum
pada Dokumen Pengadaan pekerjaan ini.
B. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan yang akan dijelaskan dalam metode pelaksanaan pekerjaan ini
adalah pekerjaan-pekerjaan sebagaimana yang tercantum pada Lampiran Daftar
Kuantitas Pekerjaan dan Rancangan Kerja Syarat yang merupakan suatu kesatuan
dalam Dokumen Lelang Pekerjaan ini.
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Papan nama proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai papan informasi mengenai
pekerjaan yang akan kami laksanakan. Papan nama proyek ini akan
kami buat dalam bentuk baliho cetak dengan ukuran 1m panjang x 1m
lebar dan akan kami pasang pada lokasi proyek yang mudah
dilihat/dibaca oleh masyarakat umum. Papan nama proyek ini berisi
informasi tentang :
Nama pekerjaan
Nama kegiatan
Instansi pengelola kegiatan (Dinas)
Tahun anggaran
Sumber anggaran
Jumlah anggaran
Pelaksana kegiatan
Konsultan pengawas kegiatan
PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
………………………………………….
KEGIATAN : …………………………………………
PEKERJAAN : …………………………………………
LOKASI : …………………………………………
2. Pek. Bouplank
Bouwplank terbuat dari kayu kaso dengan panjang +- 80 cm dan papan kayu +-
60 cm, dengan jumlah disesuaikan kebutuhan.
Mematok kayu kaso pada lokasi yang telah ditentukan, hingga benar-benar kuat
dan tegak.
Memasang papan kayu pada kayu kaso tadi dengan posisi berdiri melebar
sejauh 200 cm dari as pondasi terluar. Pada lokasi sudut bangunan di perlukan
2 buah papan kayu dan 3 buah pasak kayu yang dipasang menyudut.
Ketegakan dan kekuatan bouwplank dicek.
Bouwplank diberi tanda dengan menggunakan cat untuk mengaitkan dan
membentangkan benang pada antar bouwplank.
3. Pembongkaran Bangunan Eksisting, Pembongkaran Pohon dan Pembersihan
Lokasi.
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembonngkaran bangunan eksisting,
pembongkaran pohon dan tanaman diseluruh lokasi pekerjaan dan
pembersihan seluruh material bongkaran.
Pelaksanaan pekerjaan
o Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
o Pembongkaran bangunan eksisting dan pohon menggunakan
backhoe loader.
o Pembongkaran pohon dilakukan sampai dengan pembongkaran
akar pohon.
o Material bekas bongkaran dikumpulkan dan dibuang keluar
lokakasi pekerjaan menggunakan dump truck.
3 Pek. Pasangan Bouplank
Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengadaan bahan dan pekerjaan
pengukuran dan pemasangan papan duga/bouwplank.
Pelaksanaan pekerjaan
o Menyiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan
o Melakukan pengukuran terhadap patok penanda yang sudah ada
o Memasang papan duga dengan bentuk 4 sisi.
o Papa duga dipasang pada area yang dibutuhkan tidak
mengganggu pekerjaan lain
o Papan duga baru akan dibongkar ketika pekerjaan bersangkutan
selesai.
II BIAYA PENYELENGGARAAN SMK3
1 Topi Pelindung ( Safety Helmet )
2 Sarung Tangan
3 Rompi
4 Sepatu Kerja
5 Full Body Harness
6 Kotak P3K
7 Rambu peringatan
III PEKERJAAN TANAH
1 Galian Tanah Pondasi
Lingkup pekerjaan
Galian tanah untuk pondasi disesuaikan menurut petunjuk gambar,
dan tanah bekas galian diatur untuk memudahkan pengangkutan
bahan yang akan dipasang. Pekerjaan ini dikerjakan setelah
pemasangan acuan sebagai dasar ukuran dan dimensi agar
pekerjaan galian tersebut sesuai dengan ukuran yang telah
ditentukan dalam gambar pelaksanaan.
Tanah bekas galian ditempatkan pada lokasi yang aman sehingga
tidak mengganggu aktifitas disekitarnya.
Pelaksanaan pekerjaan
Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti
tertera dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat
persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
Penggalian tanah pondasi dapat dimulai setelah pemasangan
bouwplank dan patok-patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
Dasar galian harus mencapai tanah keras, dan jika pada galian
terdapat akar-akar kayu, kotoran- kotoran dan bagian-bagian tanah
yang longgar (tidak padat), maka bagian ini harus dikeluarkan
seluruhnya kemudian lubang yang terjadi diisi dengan pasir urug.
Untuk mempertahankan kepadatan muka tanah galian, maka
lubang yang sudah siap segera dilanjutkan dengan urugan pasir dan
lantai kerja
2 Urugan Tanah Kembali
Lingkup pekerjaan
Urugan tanah kembali meliputi pekerjaan pengurugan tanah bekas galian
pondasi.
Pelaksanaan pekerjaan
Urugan tanah kembali bekas galian dapat dilakukan setelah pekerjaan
stamp selesai
Urugan tanah kembali bekas galian harus dipadatkan agar tidak ada
penurunan lantai dikemudian hari.
3 Urugan Pasir Bawah Pondasi
Lingkup pekerjaan
Urugan pasir meliputi pekerjaan pengurugan pasir pada dasar galian
pondasi.
Pelaksanaan pekerjaan
Urugan pasir dilakukan pada dasar permukaan galian tanah sebelum
pemasangan lantai kerja.
4 Urugan Tanah Bawah Lantai
Lingkup pekerjaan
Urugan tanah dibawah lantaimeliputi pekerjaan pengurugan tanah
sebelum melalukan pengurugan pasir agar didapat elevasi lantai yang
diinginkan.
Pelaksanaan pekerjaan
Urugan tanah dihampar dan diratakan dengan tenaga manual hinggan
membentuk ukuran yang sudah ditentukan, sesuai mal kemudian disiram dan
dipadatkan dengan stamper, Sistem pemadatan dilakukan perlapis min per
10-20cm urugan.Timbunan menggunakan material tanah timbun yang
disetujui oleh pengawas/direksi.
IV PEKERJAAN STRUKTUR
1 Pek. Lantai Kerja Bawah Pondasi K100
Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan beton pada dasar galian pondasi setelah urugan
pasir.
Pelaksanaan pekerjaan
Pada dasar pondasi yang berhubungan dengan tanah perlu diberi lantai
kerja setebal 5 cm setelah urugan pasir.
Mutu beton untuk lantai kerja adalah K 100.
Sebelum melakukan pengadukan, terlebih dahulu mempersiapkan job
mix formula untuk mutu beton K100.
Pengadukan material beton menggunakan concrete mixer.
Beton dituang pada dasar galian pondasi denganmenggunakan gerobak,
kemudian diratakan.
2 Pek. Pondasi Tapak
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan besi.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Untuk pondasi, perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung
dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih
cepat.
Cara perakitan tulangan :
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang
dapat diketahui dari ukuran pondasi.
Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi
setempat, dengan memperhitungkan bentuk-bentuk tipe
tulangan yang ada pada pondasi setempat tersebut.
Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan
kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
Pemasangan Tulangan:
Setelah merakit tulangan pondasi maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi ini
tidak terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu
dalam.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
Sebelum penempatan tulangan, terlebih dahulu pada dasar
galian dilapisi dengan pasir urug, kemudian lantai kerja agar
ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton)
dan tulangan tidak menjadi karat.
Tulangan Stek untuk stump juga dipasang sebelum pelaksanaan
pengecoran pondasi.
Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka
dapat langsung melakukan pengecoran.
b. Beton
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton campuran K-175.
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan juga dilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
3 Pek. Stump
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan besi.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Untuk stump, perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung
dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan :
- Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan.
- Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan stump, dengan
memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada
gambar.
- Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan pondasi maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi ini
tidak terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu
dalam.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
- Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan
diletakkan tegak turus permukaan tanah dengan bantuan
waterpass.
- Tulangan stump dipasang sebelum pelaksanaan pengecoran
pondasi.
- PEngcoran dapat dilakukan setelah selesai pengecoran pondasi
tapak.
b. Bekisting
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan bekisting.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Hal yang harus diperhatikan dalam pekerjaan bekisting:
Bekisting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah
meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat
mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari
beton itu sendiri.
Bekisting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah
kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
Kayu yang dipakai untuk bekisting/cetakan beton harus terdiri
dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan.
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan:
Fabrikasi Bekisting
Fabrikasi adalah pembuatan bekisting sebelum dirakit di
lapangan. Sebelum fabrikasi dimulai, harus disiapkan terlebih
dahulu bahan-bahan yang akan yang akan digunakan.
Pemasangan bekisting
Sebelumnya beton decking atau tahu beton sudah dipasang.
Tujuan beton decking ini untuk menjaga jarak selimut beton
agar tidak berubah selama proses pengecoran.
Memasang pipa support atau skor untuk menjaga vertikaliti dari
stump. Untuk mendapatkan stump yang sempurna, bekisting
tidak boleh miring ataupun goyang saat pengecoran. Oleh
karena itu pemasangan pipa support atau skor dinilai sangat
penting.
c. Beton
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton Ready Mix K 250
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan jug adilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
4 Pek. Sloof
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan besi.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan:
Pek. Penulangan
Persiapan yang harus dilakukan adalah membersihkan besi
tulangan dari karat atau kotoran yang melekat dengan
menggunakan sikat atau penggosok atau menggunakan
larutan kimia, hal ini dilakukan agar kekakuan besi tidak
berkurang.
Pengukuran panjang besi yang akan dibuat tulangan
berdasarkan ukuran gambar yang telah ditetapkan.
Besi tulangan yang akan dipotong dikelompokan setelah
diberi tanda pada bagian yang akan dipasang,
pengelompokan berdasarkan dengan ukuran dan
penggunaannya masing-masing.
Pekerjaan penulangan ini meliputi menggunting
/memotong, membengkokan dan merangkai besi tulangan
sesuai dengan bentuk gambar yang telah direncanakan.
Pek. Penyetelan / Pemasangan Tulangan
sebelum tulangan dipasang harus dibersihkan dari kotoran
serta bahan-bahan lain yang mengurangi gaya lekat beton.
Tulangan harus dipasang dengan baik hingga sebelum dan
selama pengecoran tidak berubah tempat dan bentuknya.
Batang tulangan harus dipasang pada tempatnya
sesuai dengan yang ditentukan dalam rencana / bestek.
Apabila pipa-pipa atau benda-benda lain direncanakan
menembus beton atau ditanam didalam beton, maka
tulangan tidak boleh dipotong/ digeser.
b. Bekisting
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan bekisting.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Persiapan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Bekisting.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja.
Persiapan alat bantu kerja.
Persiapan Tenaga Kerja.
Pengukuran
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran untuk menentukan
leveling pemasangan bekisting.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu
yang diberi warna cat.
Pelaksanaan pekerjaan Bekisting:
Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran
berdasarkan Shop Drawing pekerjaan Bekisting.
Bekisting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah
meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga
dapat mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan
kerusakan dari beton itu sendiri.
Bekisting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat
dicegah kebocoran adukan-adukan yang dituangkan
kedalamnya.
Kayu yang dipakai untuk bekisting beton harus terdiri dari
kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan.
c. Beton
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton ready mix k 250
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan jug adilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
5 Pek. Kolom
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan besi.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
- Proses Pekerjaan Pemasangan Besi Kolom Tiang Beton dilakukan
bersamaan dengan saat Proses Pekerjaan Pemasangan Besi Sloof
supaya ketika sloof sudah di cor dengan adukan beton sambungan
stek dari konstruksi kerangka pondasi tapak bisa menyatu dengan
sambungan besi tulangan kolom beton.
- Pada saat Proses Pekerjaan Pemasangan Besi Kolom Beton, harus
menyiapkan besi stek ke sisi kiri dan kanan guna pengait dinding
bata ketika dipasang.
- Besi stek yang saya maksud adalah besi ukuran 6 mm yang kita
gunakan sebagai besi begel dimasukan kedalam kerangka besi
tulangan kolom tiang beton dengan sisa kekanan dan kiri minimal
40 cm dengan kedua ujungnya sepanjang 2 cm dibengkokan.
- Setelah Proses Pekerjaan Pemasangan Besi Kolom Beton selesai
maka jagan biarkan kerangka besi tulangan dalam jangka waktu
yang lama, karena material besi bangunan cepat berkarat jika
terkena air hujan dan panas.
b. Bekisting
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan bekisting.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Persiapan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Begesting.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja,
Persiapan alat bantu kerja,
Tenaga Kerja
Pengukuran
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran dengan untuk
menentukan leveling pemasangan begisting.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu
yang diberi warna cat.
Pelaksanaan pekerjaan Begesting
Pasang begisting sesuai dengan bentuk dan ukuran
berdasarkan Shop Drawing pekerjaan Begesting.
Begesting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah
meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat
mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan
dari beton itu sendiri.
Begesting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah
kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
Kayu yang dipakai untuk begisting/cetakan beton harus terdiri
dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan
kekuatan.
Buat garis sipatan batas beton kolom pada sloof.
Pastikan semua pembesian berada di dalam garis sipatan dan
memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta sudah
terpasang “beton decking” yang memadai.
Semua bidang dalam kolom harus diolesi minyak bekisting
sebelum didirikan.
Pemeriksaan kembali instalasi M & E yang tertanam pada
kolom seperti Conduit, sparing, “T” dus sebelum begesting
ditutup.
Setelah begesting kolom ditutup, semua sarana perkuatan
bekisting dipasang.
Pastikan kelurusan bidang bekisting kolom dengan bantuan
unting-unting, waterpas dan alat ukur.
Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (tanda dari
paku) untuk batas/level pengecoran di sisi atas bekisting
kolom.
c. Beton
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton Ready Mix K 250
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan jug adilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
5 Pek. Kolom Praktis
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Memasang kolom praktis setelah dinding bata telah selesai
dipasang. Barulah kemudian dipasang bekisting pada kedua sisi
yang menempel ke dinding. Setelah itu, dilanjutkan dengan
pekerjaan pengecoran.
Pasanglah rangkaian tulangan secara vertikal terlebih dulu.
Anda bisa menggunakan tulangan 4D10 dengan sengkangan P6-
150.
Pasang bekisting di masaing-masing sisi rangkaian tulangan, di
mana jarak tulangan terluar dan bekisting minimal 2 cm.
Buatlah adukan beton sebagai bahan pengisi dari kolom praktis
ini. Adukan beton terbuat dari campuran agregat kasar,
agregat halus, dan bahan pengikat.
Masukkan adukan beton sedikit demi sedikit. Bila perlu, Anda
bisa menggunakan tongkat untuk mendorong adukan beton ini
agar dapat mengisi dengan padat.
Pekerjaan pembuatan kolom praktis ini bisa dilakukan setiap
tinggi 90-120 cm supaya hasilnya lebih padat dan tidak ada
bagian yang keropos.
6 Pek. Balok
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian adalah sebagi berikut :
Persiapan.
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Pembesian.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja.
Persiapan alat bantu kerja.
Tenaga Kerja.
Pelaksanaan pekerjaan Pembesian.
Pek. Penulangan
Persiapan yang harus dilakukan adalah membersihkan besi
tulangan dari karat atau kotoran yang melekat dengan
menggunakan sikat atau penggosok atau menggunakan larutan
kimia, hal ini dilakukan agar kekakuan besi tidak berkurang.
Pengukuran panjang besi yang akan dibuat tulangan
berdasarkan ukuran gambar yang telah ditetapkan.
Besi tulangan yang akan dipotong dikelompokan setelah
diberi tanda pada bagian yang akan dipasang, pengelompokan
berdasarkan dengan ukuran dan penggunaannya masing-
masing.
Pekerjaan penulangan ini meliputi menggunting/memotong,
membengkokan dan merangkai besi tulangan sesuai dengan
bentuk gambar yang telah direncanakan.
Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan
diproteksi dari tanah dan hujan.
Pek. Penyetelan / Pemasangan Tulangan
Sebelum tulangan dipasang harus dibersihkan dari kotoran
serta bahan-bahan lain yang mengurangi gaya lekat beton.
Tulangan harus dipasang dengan baik hingga sebelum dan
selama pengecoran tidak berubah tempat dan bentuknya.
Batang tulangan harus dipasang pada tempatnya
sesuai dengan yang ditentukan dalam rencana / bestek dan
diikat dengan menggunakan kawat beton.
Pengikatan besi dengan kawat beton dan beton decking harus
aman terhadap getaran vibrator saat pengecoran.
Periksa jarak/ruang antar besi yang cukup untuk dilewati
oleh agregat beton dan vibrator.
Periksa selimut beton/beton decking, ukur jarak bersih besi
terhadap bekisting dengan meteran.
b. Bekisting
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Begesting adalah sebagai berikut :
Persiapan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Begesting.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja.
Persiapan alat bantu kerja.
Tenaga Kerja.
Pengukuran
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran dengan untuk
menentukan leveling pemasangan begisting.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu
yang diberi warna cat.
Pelaksanaan pekerjaan Begesting
Pasang begisting sesuai dengan bentuk dan ukuran berdasarkan
Shop Drawing pekerjaan Begesting.
Begesting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah
meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat
mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari
beton itu sendiri.
Begesting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah
kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
Kayu yang dipakai untuk begisting/cetakan beton harus terdiri
dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan.
Material dari bekisting balok harus dilapisi Minyak Begesting.
Jarak scaffolding harus sesuai dengan shop drawing.
Periksa posisi sparing kebutuhan M&E sesuaidengan shop drawing.
Pastikan ukuran dimensi bekisting balok dengan meteran.
Periksa elevasi balok dengan alat ukur, apakah telah sesuai
dengan gambar kerja dan apakah ada perbedaan elevasi antara
balok satu dengan lainnya.
Periksa ketegakan sisinya dengan siku logam/unting-unting.
Periksa kelurusan bekisting dengan tarikan benang pada balok,
terutama pada balok tepi, sisi bekisting harus sejajar tarikan
benang.
periksa kerapatan sambungan/pertemuan ditutup dengan
sealtape/busa atau sejenisnya.
c. Beton Ready Mix K 250
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton Ready Mix K 250.
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan jug adilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
Pengecoran Bolok B1, B2, B3, B4, B5 dan plat lantai harus
dilaksanakan bersamaan agar tidak ada sambungan antar beton
yang menyebabkan peluang untuk terjadinya kebocoran.
12 Pek. Plat Talang Beton
a. Pembesian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian adalah sebagi berikut :
Persiapan.
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Pembesian.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja.
Persiapan alat bantu kerja.
Tenaga Kerja.
Pelaksanaan pekerjaan Pembesian.
Pek. Penulangan
Persiapan yang harus dilakukan adalah membersihkan besi
tulangan dari karat atau kotoran yang melekat dengan
menggunakan sikat atau penggosok atau menggunakan larutan
kimia, hal ini dilakukan agar kekakuan besi tidak berkurang.
Pengukuran panjang besi yang akan dibuat tulangan
berdasarkan ukuran gambar yang telah ditetapkan.
Besi tulangan yang akan dipotong dikelompokan setelah
diberi tanda pada bagian yang akan dipasang, pengelompokan
berdasarkan dengan ukuran dan penggunaannya masing-
masing.
Pekerjaan penulangan ini meliputi menggunting/memotong,
membengkokan dan merangkai besi tulangan sesuai dengan
bentuk gambar yang telah direncanakan.
Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan
diproteksi dari tanah dan hujan.
Pek. Penyetelan / Pemasangan Tulangan
Sebelum tulangan dipasang harus dibersihkan dari kotoran
serta bahan-bahan lain yang mengurangi gaya lekat beton.
Tulangan harus dipasang dengan baik hingga sebelum dan
selama pengecoran tidak berubah tempat dan bentuknya.
Batang tulangan harus dipasang pada tempatnya
sesuai dengan yang ditentukan dalam rencana / bestek dan
diikat dengan menggunakan kawat beton.
Pengikatan besi dengan kawat beton dan beton decking harus
aman terhadap getaran vibrator saat pengecoran.
Periksa jarak/ruang antar besi yang cukup untuk dilewati
oleh agregat beton dan vibrator.
Periksa selimut beton/beton decking, ukur jarak bersih besi
terhadap bekisting dengan meteran.
b. Bekisting
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Begesting adalah sebagai berikut :
Persiapan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dibuat dan
diajukan Shop Drawing Pekerjaan Begesting.
Menyiapkan material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja.
Persiapan alat bantu kerja.
Tenaga Kerja.
Pengukuran
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran dengan untuk
menentukan leveling pemasangan begisting.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu
yang diberi warna cat.
Pelaksanaan pekerjaan Begesting
Pasang begisting sesuai dengan bentuk dan ukuran berdasarkan
Shop Drawing pekerjaan Begesting.
Begesting harus terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah
meresap air dan direncanakan sedemikian rupa hingga dapat
mudah dilepaskan pada beton tanpa menyebabkan kerusakan dari
beton itu sendiri.
Begesting harus kokoh dan cukup rapat sehingga dapat dicegah
kebocoran adukan-adukan yang dituangkan kedalamnya.
Kayu yang dipakai untuk begisting/cetakan beton harus terdiri
dari kayu yang bermutu tinggi dan memberi jaminan kekuatan.
Material dari bekisting balok harus dilapisi Minyak Begesting.
Jarak scaffolding harus sesuai dengan shop drawing.
Periksa posisi sparing kebutuhan M&E sesuaidengan shop drawing.
Pastikan ukuran dimensi bekisting balok dengan meteran.
Periksa elevasi balok dengan alat ukur, apakah telah sesuai
dengan gambar kerja dan apakah ada perbedaan elevasi antara
balok satu dengan lainnya.
Periksa ketegakan sisinya dengan siku logam/unting-unting.
Periksa kelurusan bekisting dengan tarikan benang pada balok,
terutama pada balok tepi, sisi bekisting harus sejajar tarikan
benang.
periksa kerapatan sambungan/pertemuan ditutup dengan
sealtape/busa atau sejenisnya.
c. Beton Ready Mix K 250
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan Beton dapat dilaksankan setelah pekerjaan
pembesian selesai dan tulangan telah terpasang dengan baik.
Beton menggunakan beton Ready Mix K 250.
Sebelum beton di cor, semua ruang- ruang yang akan di isi
dengan beton harus di bersihkan dari kotoran.
Air harus di buang dari semua ruang yang akan di isi dengan
beton, kecuali apabila menurut persetujuan pengawas itu tidak
perlu di lakukan.
Beton dituang dengan menggunakan talang cor/gerobak/ember
Untuk Mencegah timbulmya rongga-rongga kosong dan sarang-
sarang krikil, adukan beton harus di padatkan selama
pengecoran, pemasatan ini dapat di lakukan dengan cara
menumbuk –numbuk adukan.
Pemadatan jug adilakukan dengan menggunakan alat mekanis
(Concrete Vibrator), Tujuannya adalah untuk memadatkan
beton sehingga beton menjadi rapat, padat, kuat dan kokoh
dan senyawa.
Pengecoran Bolok B1, B2, B3, B4, B5 dan plat lanati harus
dilaksanakan bersamaan agar tidak ada sambungan antar beton
yang menyebabkan peluang untuk terjadinya kebocoran.
V PEKERJAAN DINDING DAN PASANGAN
1 Pasangan Batu bata Merah 1 : 4
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan bata.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pada pasangan bata, satu sama lain harus terdapat pengikat yang
sempurna. Pengikat disini merupakan campuran semen dengan
pasir dengan komposisi 1:4. Tidak di benarkan menggunakan
bata pecahan separuh panjang kecuali sesuai dengan kebutuhan
( sudut ), Lapisan satu dengan yang lainnya harus di selang –
seling.
Semua pasangan harus rata (Horizontal ).
Tebalnya siar tidak boleh kurang dari 1 cm ( 10 mm ) dan sisanya
harus benar – benar padat adukannya.
2 Pek. Plesteran dinding 1 : 4
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan plester.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Untuk menutup permukaan Dinding pasangan bata dilakukan
Finishing dengan cara diplaster.
Sebelum diplester, lakukan penyiraman terlebihdahulu pada
permukaan dinding bata untuk menghindari keretakan.
Buat adukan plesteran menggunakan campuran 1Pc: 4Ps
Bahan yang digunakan adalah berupa semen, pasir pasang dan air
Buat kepala plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm
dengan alat bantu unting-unting, water pass dan jidar aluminium
untuk loting.
Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding, kemudian
ratakan dengan raskam dan jidar.
Perataan plesteran dengan acuan kepalan yang telah dibuat.
Pekerjaan plester harus tepat pada sudut sikunya dan tegak lurus
terhadap lantai yang ada disekitarnya
Pada pekerjaan plesteran dinding harus sesuai dengan yang telah
direncanakan dan harus betul-betul kelihatan halus, rata dan tidak
bergelombang.
3 Pek. Acian
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang berhubungan
dengan pekerjaan acian.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi
lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan menggunakan kertas gosok.
4 Pek. Pintu dan jendela
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang berhubungan
dengan pekerjaan pintu kaca tempret, pintu aluminium, pintu HPL,
dan jendela aluminium dan pemasangan sesuai lokasi yang dijelaskan
pada gambar.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Kusen pintu dan jendela dipasang setelah semua dinding diplaster dengan
rapi.
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan (ukuran dan lubang-
lubang bukaan), termasuk mempelajari bentuk, pola, layout/penempatan,
cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka aluminium dan
penguat lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan
memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tampak
tidak boleh ada cacat berkas penyetelan.
Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.
Persiapkan lubang untuk kusen jendela pada posisi yang telah ditentukan
pada gambar sesuai ukuran kusen yang akan di pasang dengan melebihkan
ukuran 1 cm lebih lebar daripada kusen yang akan dipasang, karena
kelebihan 1cm akan dipakai sebagai tempat untuk sealant.
Coba pasang kusen pada lubang yang telah dibuat, lalu dengan sedikit
setting lakukan pada kusen alumunium agar diperoleh kusen yang tegak
lurus terhadap dinding.
Ketika sudah dicapai posisi yang sudah tegak lurus, kemudian buat lubang
fischer pada dinding sesuai dengan lubang yang telah tersedia pada kusen
alumunium. Pastikan telah mempersiapkan fischer (paku skrup) dan mesin
bor tangan.
Jika lubang fischer sudah dibuat, maka segera pasangkan paku fischer
untuk mengikat kusen agar bisa berdiri dan menempel pada dinding.
Pastikan telah mempersiapkan daun Jendela aluminium.
Pasangkan daun jendela dengan tepat.
Finishing dilakukan dengan menggunakan mortar, sealant, mortar untuk
menutup celah pada dinding bata.
5 Pek. Skoning 5/10
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan list profil beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Buat adukan plesteran skoning menggunakan campuran 1Pc:
3Ps atau berdasarkan petunjuk direksi.
Bahan yang digunakan adalah berupa semen, pasir pasang
dan air.
Tancapkan paku pada dinding yang akan dipasang list profil
beton agar kokoh menempel pada dinding.
Bentuk dan ukuran skoning yang akan dibuat sesuai dengan
gambar atau berdasarkan petunjuk direksi.
Posisi pemasangan skoning sesuai dengan gambar kerja.
Lekatkan adukan plesteran skoning pada lokasi yang telah
ditentukan, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
Pekerjaan skoning harus tepat pada sudut sikunya.
Pada pekerjaan skoning harus sesuai dengan yang telah
direncanakan dan harus betul-betul kelihatan halus, rata
dan tidak bergelombang.
6 Back Drop Lapis HPL
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan pembuatan back drop lapis
HPL sesuai gambar.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Siapkan rangka dinding back drop menggunakan multyplek 12
mm.
Pasang instalasi titik lampu untuk lampu sorot pada back drop.
Pastikan permukaan rangka rata.
Jika kurang rata, gunakanlah ampelas untuk meratakannya
sampai halus.
Kemudian, potonglah HPL yang telah kamu siapkan sesuai
ukuran bidang back drop.
Tuang lem pada permukaan back drop.
Sebelum menuangkan lem, pastikanlah permukaan back drop
dan HPL bersih dari debu.
Kemudian pasang lapisan HPL pada bidang yang sudah
diratakan dengan lem.
Pasang kelengkapan asosoris back drop lainnya, seperti
tulisan, loga dan lampu.
7. Pek. Tulisan dan Logo Acrilic
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan pembuatan tulisan dan logo
acrylic.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pembuatan tulisan dan logo dilakukan oleh
tenaga/suplayer/vendor yang berkompeten dalam
pembuatan pekerjaan ini.
Pemasangan harus rapi dan kokoh.
Ukuran dan bentuk sesuai gambar.
Untuk bagian exterior dilengkapi dengan penerangan lampu
led.
Buat mal untuk realisasi desain dalam skala 1:1. Mal ini
digunakan sebagai alat dasar untuk memotong dan
menyesuaikan jumlah bahan yang akan digunakan.
Pemotongan, huruf timbul terdiri dari 3 komponen yaitu
bagian depan, bagian samping atau ketebalan dan bagian
perekat. Ketiga komponen ini dibuat melalui proses
pemotongan.
Satukan komponen-komponen huruf timbul yang telah
dipotong tadi. proses perekatan ini dapat menggunakan las,
lem atau perekat khusus. Setelah tahap ini selesai, huruf
timbul sudah berbentuk dan siap dipasang.
Pasang huruf timbul yang telah jadi dipasang pada tempat
atau panel yang ditentukan dalam gambar.
8. Pek. Dinding Cowood
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan dinding conwood.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Sebelum memasang Conwood, pastikan dinding yang akan
tutupi dalam kondisi baik. Bersihkan dinding dari debu,
kotoran, atau cat yang mengelupas. Jika dinding memiliki
lubang atau kerusakan lainnya, perbaikilah terlebih dahulu.
Gunakan gergaji kayu untuk memotong Conwood sesuai dengan
ukuran yang dibutuhkan. Pastikan untuk mengukur dengan tepat
dan memotong dengan hati-hati agar hasilnya rapi.
Panel Conwood dipasang dengan menggunakan paku atau sekrup.
Pastikan panel dipasang dengan rapi dan sejajar. Gunakan level
untuk memastikan panel berada dalam posisi yang lurus.
Setelah semua Conwood terpasang, kemudian dapat melakukan
finishing.
Pastikan bahwa Conwood terpasang dengan rapi dan sejajar. Ini
akan memberikan tampilan yang lebih profesional dan estetis.
VI PEKERJAAN LANTAI DAN KERAMIK
1 Lantai dalam bangunan
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan lantai beton.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pekerjaan lantai beton yang dilaksanakan adalah menggunakan
beton mutu K-175. Untuk mendapatkan mutu beton K-175, terlebih
dahulu dibuatkan Job Mix Formula untuk Beton K-175. Campuran
yang akan digunakan harus berdasarkan Job Mix Formula tersebut.
Pengadukan material Semen, Koral, Pasir dan Air dengan
menggunakan Concrete Mixer diaduk secara merata selama 15 s/d
20 menit, kemudian dihampar diatas bidang yang diinginkan lalu
diratakan dengan menggunakan acuan benang yang telah ditimbang.
2 Keramik Lantai 60 x 60 cm
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan keramik.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Tentukan warna dan motif keramik berdasarkan petunjuk Direksi /
Konsultan Pengawas.
Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cacat berupa : retak-
retak, gelombang-gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung
atau cekung. Sisi keramik harus siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak
boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm ke kanan dan ke kiri.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah
jenuh.
Pemasangan keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar
ahli dan harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang
lurus.
Naad harus didisi dengan semen warna yang warnanya disesuiakan
dengan warna keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling
cepat 24 jam setelah keramik dipasang serta celah-celah keramik atau
satu sama lain harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang
menghambat masuknya cairan bahan pengisi.
Segera setelah pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus
segera dibersihkan agar tidak terdapat noda bekas semen.
Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus
dan sebagainya akibat dari pemasangan yang tidak baik harus
dibongkar/diganti sehingga memuaskan Direksi.
3 Keramik Lantai 30 x 30 cm
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan keramik.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Tentukan warna dan motif keramik berdasarkan petunjuk Direksi /
Konsultan Pengawas.
Lantai keramik yang dipasang tidak boleh ada cacat berupa : retak-
retak, gelombang-gelombang, berlubang, noda, permukaan cembung
atau cekung. Sisi keramik harus siku, penyimpangan kesikuan ubin tidak
boleh lebih besar dari 0,5 cm setiap jarak 10 cm ke kanan dan ke kiri.
Sebelum pemasangan keramik lantai, harus direndam dalam air sampah
jenuh.
Pemasangan keramik harus dikerjakan oleh tukang yang benar-benar
ahli dan harus menghasilkan penyelesaian yang rapih dan naad yang
lurus.
Naad harus didisi dengan semen warna yang warnanya disesuiakan
dengan warna keramik yang dipakai. Pengisian naad dilakukan paling
cepat 24 jam setelah keramik dipasang serta celah-celah keramik atau
satu sama lain harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang
menghambat masuknya cairan bahan pengisi.
Segera setelah pengisian naad dengan semen, permukaan lantai harus
segera dibersihkan agar tidak terdapat noda bekas semen.
Pemasangan keramik yang tidak rapih, bergelombang, naad tidak lurus
dan sebagainya akibat dari pemasangan yang tidak baik harus
dibongkar/diganti sehingga memuaskan Direksi.
VII PEKERJAAN PLAFON
1 Rangka Plafon
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang berhubungan
dengan pekerjaan rangka plafon.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding & as
sumbu ruangan
Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angle profil L/ moulding
profil W sebagai list tepi tepat pada sipatan
Tentukan jarak penempatan kait penggantung
Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung
untuk menjamin kelurusan
Pasang paku kait dan rod/penggantung
Pasang rangka utama
Pasang rangka pembagi
Pasang dan kencangkan klip / rod.
2 Plafon PVC
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang berhubungan
dengan pekerjaan plafon PVC.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Setelah pemasangan rangka plafon, pasang plafon mulai dari
pinggir. Jika memang harus dipotong, gunakan cutter untuk
memotongnya dan gunakan siku agar hasil potongan bersudut 90
derajat.
Tempelkan plafon menggunakan sekrup pada bagian pinggir.
VIII PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pek. Pengecatan dinding
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan pengecatan.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Dalam semua pekerjaan pengecatan, disamping kualitas catnya
sendiri, hal lain yang perlu diperhatikan adalah keadaan permukaan
yang akan dicat dan cara mengecatanya. Baik pekerjaan pengecatan
mengalami kegagalan pada hasil akhirnya karena permukaan yang
akan dicat tidak disiapkan lebih dulu atau tukang cat yang kurang
mahir.
Alat yang dibutuhkan dalam pengecatan adalah amplas, plat baja
tipis yang digunakan untuk plamur, serta kuas untuk mengecat
bidang-bidang sempit dan rol untuk bidang-bidang yang luas.
Pengecatan pada permukaan tembok/dinding semen baru, harus
dipastikan bahwa tembok tersebut telah benar-benar kering (minimal
3 hari), apabila dipandang dengan kasat mata ciri permukaan
tembok yang sudah kering adalah memutih dan bila dipegang tangan
telah terasa mengering dan tidak ada kelembaan.
Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini harus
diperlihatkan dahulu kepada Direksi Pekerjaan /konsultan
Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Jika contoh bahan
tersebut telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan/Konsultan
Pengawas, barulah kontraktor melanjutkan dengan pembuatan
mock-up. Mock up merupakan pengecatan pada satu bidang untuk
tiap warna dan jenis cat. Bidang- bidang tersebut akan dijadikan
contoh pilihan warna, texture, material dan cara pengerjaan
Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Direksi
Pekerjaan/Konsultan Pengawas, bidang-bidang ini akan dipakai
sebagai standard minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan dinding.
Permukaan dinding yang sudah betul-betul kering tidak ada retak-
retak dilapisi dengan plamur dengan menggunakan plat baja tipis
dan lapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk
bidang yang rata.
Sebelum dicat dinding tembok yang telah diplamur tersebut harus
diamplas sehingga diperoleh permukaan yang rata dan halus.
Sesudah 3 (tiga) hari plamur terpasang, kemudian dibersihkan
dengan bulu ayam sampai bersih betul. Selanjutnya dinding di
cat dengan menggunakan roller, untuk permukaan dimana
pemakaian roller tidak memungkinkan, dipakai kuas yang baik/halus.
Dinding yang telah diaplikasikan lapisat cat, harus terjaga dari hal-hal
yang akan merusak hasil pekerjaan cat tersebut.
Lapisan pengecatan dinding terdiri dari 1 (satu) lapis sealer yang
dilanjutkan dengan 2 (dua) lapis cat penutup.
Hasil akhir pekerjaan pengecatan dinding harus rata, halus dan tidak
ada bagian yang belang serta bersih dari kotoran.
IX PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL
1 Pekerjaan Elektrikal
a Panel MCB Komplit + Box
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan MCB.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
- Siapkan MCB sesuai dengan kebutuhan.
- Sebelum dipasang, longgarkan kutup Phase MCB dengan
menggunakan obeng.
- Naikkan sedikit pengat MCB, lalu bawahnya ditarik dan kaitkan
dengan rel MCB.
- Kencangkan baut MCB sekuat mungkin.
- Cek lagi bagian MCB di kutub Phase, setelah benar-benar kuat baru
ON kan MCBnya.
- Siapkan Box MCB sesuai kebutuhan.
- Beri tanda tempat pemasangan Box MCB.
- Pasang Box MCB pada tempat yang telah ditentukan
b Lampu Downlight LED Panel.
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan lampu downlight panel
LED Square 17 watt dan 9 watt
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Matikan aliran listrik yang menuju lampu, jika kita kurang merasa
aman gunakan tes-pen.
Lubangi plafon seukuran sarang Downlight yang akan dipasang,
pastikan pada sarang Downlight jangan sampai longgar ataupun
kekecilan untuk lubang pada plafon.
Potong kabel yang terhubung dengan alat pemotong (gunting atau
cutter).
Pastikan Downlight sudah terinstal dengan kabel lampu saklar,
isolasi pada kabel yang terhubung antara kabel saklar dengan
kabel Downlight bawaan, pastikan kabel terisolasi rapat, bila
perlu lapisi kabel dengan pipa paralon kecil mencegah kabel di
gerogoti binatang pengerat.
Tata rapih kabel di atas plafon mencegah terjadinya konsleting
listrik dan agar tidak berantakan apabila salah satu kabel rusak,
mudah untuk diperbaiki.
Pasang Downlight, jangan lupa mengkaitkan kait bawaan
Downlight agar pas dan tidak goyah, jangan lupa untuk mengunci
bagian-bagian dengan baut.
Apabila lampu sudah terpasang,test dengan menyalakan lampu
lewat saklar.
d Saklar
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan sakelar.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pasang pipa conduit PCV.
Pasang pipa conduit PCV untuk line (jalur group).
Setiap joint pasang t doos.
Hubungkan Instalasi dengan isolasi Las Dop.
Tandai jalur setiap down pipa kearah stop kontakr.
Jalur pipa ke sakelar diarea dinding bata dicutter dahulu sebelum
dibobok untuk jalur conduit.
Clem pipa conduit setiap 60 cm, pertemuan antara conduit dengan
sparing pakai flexibel conduit.
Pasang MK (Inbow Dus) di dalam dinding.
Pasang kabel instalasi antara titik lampu sesuai grouping (line).
Uji ketahanan jalur instalasi.
Test nyala.
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata
menggunakan cutter
Pasang conduit dan inbow dos.
Tunggu sampai plester dinding akhir.
Pasang sakelar, gunakan waterpass agar rata
f Stop Kontak
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan stop kontak.
Pemborong harus memberikan contoh material yang
akan dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pasang pipa conduit PCV.
Pasang pipa conduit PCV untuk line (jalur group).
Setiap joint pasang t doos.
Hubungkan Instalasi dengan isolasi Las Dop.
Tandai jalur setiap down pipa kearah stop kontakr.
Jalur pipa ke sakelar diarea dinding bata dicutter dahulu
sebelum dibobok untuk jalur conduit.
Clem pipa conduit setiap 60 cm, pertemuan antara conduit
dengan sparing pakai flexibel conduit.
Pasang MK (Inbow Dus) di dalam dinding.
Pasang kabel instalasi antara titik lampu sesuai grouping (line).
Uji ketahanan jalur instalasi.
Test nyala.
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata
menggunakan cutter
Pasang conduit dan inbow dos.
Tunggu sampai plester dinding akhir.
Pasang stop kontak, gunakan waterpass agar rata
h Instalasi Titik Lampu
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan instalasi peenerangan.
Pemborong harus memberikan contoh material yang
akan dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pasang pipa conduit PCV.
Pasang pipa conduit PCV untuk line (jalur group).
Setiap joint pasang t doos.
Hubungkan Instalasi dengan isolasi Las Dop.
Tandai jalur setiap down pipa kearah stop kontakr.
Jalur pipa ke sakelar diarea dinding bata dicutter dahulu
sebelum dibobok untuk jalur conduit.
Clem pipa conduit setiap 60 cm, pertemuan antara conduit
dengan sparing pakai flexibel conduit.
Pasang MK (Inbow Dus) di dalam dinding.
Pasang kabel instalasi antara titik lampu sesuai grouping (line).
Uji ketahanan jalur instalasi.
Test nyala.
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata
menggunakan cutter
Pasang conduit dan inbow dos.
Tunggu sampai plester dinding akhir.
Pasang sakelar, gunakan waterpass agar rata
i Instalasi stop kontak
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan instalasi stop kontak.
Pemborong harus memberikan contoh material yang
akan dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Pasang pipa conduit PCV.
Pasang pipa conduit PCV untuk line (jalur group).
Setiap joint pasang t doos.
Hubungkan Instalasi dengan isolasi Las Dop.
Tandai jalur setiap down pipa kearah stop kontakr.
Jalur pipa ke sakelar diarea dinding bata dicutter dahulu
sebelum dibobok untuk jalur conduit.
Clem pipa conduit setiap 60 cm, pertemuan antara conduit
dengan sparing pakai flexibel conduit.
Pasang MK (Inbow Dus) di dalam dinding.
Pasang kabel instalasi antara titik lampu sesuai grouping (line).
Uji ketahanan jalur instalasi.
Test nyala.
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata
menggunakan cutter
Pasang conduit dan inbow dos.
Tunggu sampai plester dinding akhir.
Pasang stop kontak, gunakan waterpass agar rata
j. Pek. AC
1. Persiapan sebelum Pemasangan
Siapkan peralatan yang dibutuhkan. Beberapa alat dan perlengkapan
yang butuhkan termasuk:
AC Split Unit (Indoor-Outdoor).
Bracket atau dudukan AC.
Kabel listrik yang sesuai.
Alat-alat seperti obeng, bor, dan tang.
Pipa refrigerant dan isolasi pipa.
Klem dan baut.
2. Pemilihan posisi pemasangan AC
Posisi pemasangan sesuai dengan gambar.
Perhatikan ketentuan sebagai berikut:
- Jarak ketinggian dengan lantai: sekitar 2,1 - 2,5 meter
- Jarak dengan dinding: kira-kira 15-20 cm
- Jarak dengan langit-langit: 15-20 cm
3. Pemasangan Bracket dan Unit Indoor
Pasang bracket pada dinding dengan menggunakan bor dan
baut. Pastikan bracket terpasang kokoh dan sejajar.
Tempatkan unit indoor pada bracket dengan hati-hati. Pastikan
unit dalam posisi yang stabil dan aman.
4. Penempatan Unit Outdoor
Lokasi Penempatan outdoor sesuai gambar. Lokasi ini harus
memiliki sirkulasi udara yang baik dan minim paparan debu atau
kotoran.
Pasang unit outdoor pada dudukannya, biasanya menggunakan
karet penahan getaran untuk mengurangi suara dan vibrasi.
5. Penyambungan Kabel dan Pipa
Sambungkan kabel listrik dari unit indoor ke unit outdoor sesuai
dengan panduan yang tertera dalam manual.
Pasang pipa refrigerant dengan hati-hati. Pastikan pipa terisolasi
dengan baik untuk mencegah kebocoran panas.
6. Pengisian Refrigerant
Pengisian refrigerant adalah tahap yang paling baik dilakukan oleh
tenaga profesional yang memiliki lisensi. Refrigerant harus diisi sesuai
dengan spesifikasi pabrikan dan aturan keselamatan yang berlaku.
7. Pengujian dan Pemeliharaan
Setelah pemasangan selesai, lakukan pengujian untuk memastikan AC
berfungsi dengan baik. Periksa apakah suhu udara keluaran sesuai
dengan pengaturan yang diinginkan. Selain itu, pastikan semua
komponen terhubung dengan baik dan tidak ada kebocoran refrigerant.
Pemasangan AC split, meskipun terlihat cukup sederhana, tetap
memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Jika tidak yakin atau
tidak memiliki pengalaman dalam pemasangan AC, lebih baik untuk
memanggil tenaga profesional. Pemasangan yang tidak benar dapat
mengakibatkan masalah kinerja, efisiensi, dan bahkan keamanan.
X PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1 Pek. Rangka Atap Baja Ringan
Lingkup pekerjaan
Meliputi tenaga kerja, peralatan, bahan-bahan yang
berhubungan dengan pekerjaan rangka atap baja ringan.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Persiapan kerja
Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda.
Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan
kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan
melakukan pekerjaan di atas ketinggian.
Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda,
antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air
(waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan
sebagainya
Leveling dan marking
Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata
dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku
sebagai alat bantu
Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua
bagian bangunan dan tersambung secara benar dengan kolom yang
ada di bawahnya.
Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda sesuai dengan gambar
rencana atap.
Mengukur jarak antar kuda-kuda
Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda
Siapkan scafolding untuk pijakan saat mengkat rangka plafon dan
memasang pada posisi yang telah ditentukan.
Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan
kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
Memastikan posisi kiri dan kanan kuda-kuda tidak terbalik. Sisi
kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi
saat pekerja melihat kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat
oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan
ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting)
Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L, dengan menggunakan
screw.
Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt,
dan menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-
kuda tidak berubah.
Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-5 untuk mendirikan semua
kuda-kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as sesuai gambar
kerja.
Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar).
Memasang balok nok.
Memasang pengikat sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin.
Pengikat dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
Memasang reng dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap
yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat
memakai screw.
Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor,
kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang
terpasang dengan benar .
Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang
digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng dengan
screw.
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-
serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan
bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti: pengikatan
dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar,
atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu
logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran
korosi sangat besar. Oleh karenaitu harus dilakukan inspeksi akhir
untuk memastikan tidak ada kotoran maupunlogam-logam lain
yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur
bajaringan.
2 Pek. Atap Onduline Tile
Lingkup pekerjaan
Meliputi pengadaan material, perakitan dan pemasangan atap
onduline tile.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Sebelum dikerjakan, semua bahan harus ditunjukkan kepada
Pengawas/ Direksi mendapatkan persetujuan. Material yang tidak
disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.
Jika dipandang perlu diadakan penukaran/penggantian maka
bahan-bahan pengganti harus disetujui Direksi.yang didasarkan
contoh yang diajukan Kontraktor.
Kecuali peralatan/bahan yang tampak pada gambar, Kontraktor
tidak diperkenankan untuk memasang bahan lain tanpa
persetujuan Direksi.
Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan
lainnya, maka Kontraktor harus segera melaporkan kepada
Direksi.
Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat
bila ada kelainan/perbedaan ditempat itu, sebelum
kelainan/perbedaan tersebut terselesaikan.
Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada
kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa
garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan tersebut bukan
disebabkan oleh tindakan Pemilik.
Kecuali dengan ijin tertulis dari Direksi, Kontraktor tidak
diperkenankan melakukan pemasangan Onduline Tile sebelum
dilakukan pengecekan.
Pemasangan atap Onduline Tile, baik urut-urutan maupun jarak
over lapping dan toleransi-toleransi yang diperkenankan, harus
sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan pabrik.
Setelah Onduline Tileterpasang, susunannya harus rapi sehingga
jika pada susunan tersebut ditarik garis horizontal maupun
diagonal, garis tersebut harus lurus.
Overlapping atap harus tepat, sehingga tidak terjadi kebocoran
karena tampias.
3 Pek. Rabung Onduline
Lingkup pekerjaan
Meliputi pengadaan material, perakitan dan pemasangan
rabung onduline.
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Konstruksi rangka atap menggunakan konstruksi eksisting.
Jarak minimum overlap sayap nok dan lembaran ialah 13 cm
Jarak overlap nok samping minimalnya adalah 12,5 cm
Dibutuhkan sebanyak 8 buah sekrup untuk tiap nok.
4 Pek. Listplank GRC
Lingkup pekerjaan
Meliputi pengadaan material, perakitan dan pemasangan
listplank GRC
Pemborong harus memberikan contoh material yang akan
dikerjakan.
Pelaksanaan pekerjaan
Cara Memasang Lisplang Diagonal atau Tegak Lurus Pada Rangka Atap
pemasangan diagonal atau tegak lurus pada rangka atap. Lisplang
didudukan pada profil C baha ringan yang mana sebelumnya harus
dipasang terlebih dahulu.
Walaupun demikian, cara ini memang cukup kuat dibandingkan
dengan cara yang pertama, karena lisplang dapat di skrup 2 buah
atau 2 baris di setiap profil yang melintang. Lisplang jenis GRC ini
dapat dipasang memanjang sesuai kebutuhan dan sesuai gambar kerja
yang ada.
Dalam hal pemasangan Lisplang juga ada beberapa yang perlu
diperhatikan, yakni jarak antara skrup yang dipasang dengan di
Lisplang sebaiknya jangan terlalu jauh. Kalian dapat mengukur
dengan meter ukur, contoh 20 cm hingga 40 cm sepanjang profil
menjangkau Lisplang tersebut. Hal ini juga bertujuan agar Lipslang
dapat terkunci kuat dan baik.
XI PEKERJAAN AKHIR
1 Pembersihan akhir
Sekeliling bangunan yang telah selesai dilaksanakan harus dibersihkan dari
semua kotoran-kotoran, bahan-bahan bangunan dan begitu juga termasuk
jalan dan lapangan parker.
Setiap pekerjaan harus sudah dalam keadaan siap sesuai dengan gambar
bestek, baru penyerahan pertama dapat dilakukan.
2 Penggandaan & Penjilidan Dokumen
Gambar Kerja (SHOP DRAWING)
Jika terdapat kekurangan-kekurangan penjelasan-penjelasan dan
gambar kerja, atau diperlukan gambar tambahan/ gambar detail,
atau memungkinkan pemborong melaksanakan dan menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan ketentuan, maka pemborong harus
membuat gambar tersebut dan dibuat rangkap 3 (tiga) gambar
tersebut atas biaya pemborong dan dapat dilaksanakan setelah
mendapat persetujuan dari pengawas.
Gambar kerja hanya berubah apabila diperintahkan secara tertulis
oleh Pemberi Tugas, dan mengikuti penjelasan-penjelasan dan
pertimbangan-pertimbangan.
Gambar tersebut harus diserahkan kepada pengawas untuk
disetujui sebelum dilaksanakan.
Gambar Sesuai Pelaksanaan Teknis ( AS BUILT DRAWING ).
Semua yang belum terdapat dalam gambar kerja baik karena
penyimpangan, perubahan atas perintah direksi, maka pemborong
harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang telah
dilaksanakan, yang jelas memperlihatkan perbedaan diantara
gambar kerja.
Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) yang
biaya pembuatannya ditanggung oleh pemborong.
Dokumentasi Dan Pelaporan
Foto – foto
Sewaktu – waktu yang dianggap perlu pada setiap satuan pekerjaan
dibuat foto – foto, untuk memberikan gambaran sampai dimana
pekerjaan yang sedang dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang telah ditentukan.
File pembuatan foto – foto dilakukan sebagai berikut :
a. Sewaktu lokasi belum dikerjakan ( 0 ) %
b. Sewaktu lokasi sedang dikerjakan setiap satua pekerjaan.
c. Sewaktu lokasi selesai dikerjakan ( 100 ) %
d. Photo dokumentasi, pengambilan photo dokumentasi dengan
satu arah sesuai dengan lapangannya mulai dari 0% sampai 100%
pekerjaan dalam album.
Pengambilan dilakukan dengan lokasi yang tepat. Satu buah album
diserahkan kepada Pimpinan/Bagian proyek.
Pelaksana wajib membuat laporan kemajuan pekerjaan secara
priodik dan menyerahkan kepada direksi antara lain :
a. Laporan harian, mingguan, bulanan
b. Asbuilt Drawing
c. Back up data
d. Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan
Walaupun dalam Rencana Kerja dan syarat – syarat ini tidak terinci secara lengkap,
baik cara pengujian dan pemeriksaan bahan bangunan yang dipergunakan dan lain –
lain, namun Kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan ini dengan sebaik – baiknya
dapat dipertanggung jawabkan secara teknis.