URAIAN SINGKAT PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Pengadaan Pipa Dan Asesoris
Kelas pipa Galvanized Iron Pipe (GIP) yang diadakan harus mampu memikul
tekanan kerja minimal sebesar 25 kg/cm² baik dalam SNI, SII ataupun
standar lainnya. Panjang efektif tiap pipa adalah 6 meter dengan ketebalan
dinding pipa baja sesuai dengan Standar SII atau jenis pipa SNI.
Jenis pipa yang akan di adakan yaitu pipa HDPE dengan ukuran yang
ditawarkan pada dokumen. Jenis – jenis pipa yang digunakan adalah
yang mempunyai standard PE SNI 06-4829-2005, ISO 4065, ISO, 4436,
ISO 4437, SNI 4829.2 2012 dengan standar PE 100 (S-8 SDR 17 PN
10) atau standar SNI lainnya yang berlaku atau digunakan standar lain
yang sama atau lebih baik mutunya, panjang efektif tiap pipa adalah 6
meter sampai dengan 200 meter.
Untuk jenis pipa PVC yang akan diadakan dengan ukuran sesuai yang
ditawarkan dalam dokumen kontrak. Pipa yang digunakan adalah yang
mempunyai syarat SII 06161-81, SNI 06-0084-1987, ISO 4065-1978, SII
0344-1982 atau SNI 06-4829-2005/ISO 4427.96 atau standar SNI lainnya
yang berlaku atau digunakan standar lain yang sama atau lebih baik mutunya.
Panjang efektif tiap pipa adalah 6 meter dengan kelas pipa S-12,5 tekanan 10
Bar (1.0 Mpa). Setiap pipa harus menunjukan standar yang digunakan,
diameter nominal dan kelas pipa. Pipa khusus pada sambungan rumah
menggunakan pipa ½" PE.
Untuk asesoris pipa GIP yang akan digunakan sesuai dengan persyaratan SNI
07-1813-1990, SNI 07-3025-1992, SNI 07-3026-1992, SNI 07-3080-1992 atau
standar lain yang berlaku. Kelas asesoris pipa PVC dan Pipa HDPE
disesuaikan dengan kelas dan jenis pipa yang digunakan dengan mengacu pada
dokumen lelang. Seluruh asesoris yang akan diadakan harus disesuaikan
dengan dokumen yang diminta atau disesuaikan dengan keadan lapangan dan
sudah mendapat persetujuan Direksi.
2. Pekerjaan Galian Tanah Dan Pemasangan Pipa
Pekerjaan Galian Tanah
Galian harus dibuat sesuai dengan kedalaman yang dikehendaki dan
gambar kerja. Ukuran galian sesuai dimensi pipa yaitu :
Diameter pipa Lebar Galian (cm) Tinggi galian (cm)
Pipa HDPE/PVC Ø 6” 0,30 0,40 – 0,50
Pipa HDPE/PVC Ø 4” 0,25 0,30 - 0,40
Pipa HDPE/PVC Ø 3” 0,20 0,30
Pipa HDPE/PVC Ø 2” 0,20 0,25
Untuk membuat dasar pipa yang rata pada permukaan galian, permukaan
galian harus betul – betul rata. Bila diperlukan menggunakan bahan pasir
urug untuk mendapatkan permukaan yang rata.
Jika galian tanah ternyata tidak stabil atau mengandung bahan – bahan
sampah dan kotoran lainnya, harus disingkirkan dari lubang galian.
Jika diperlukan, galian dapat diberi penguatan agar tidak runtuh.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan kerusakan harus diadakan
berikade, papan – papan penunjuk, lampu – lampu penanda selama
pekerjaan berlangsung.
Pekerjaan galian dilakukan sesuai teknis dan cara - cara penggalian yang
baik, aman dan tepat.
Galian tanah dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah
pipa yang akan dipasang.
Penggalian tanah harus segera diikuti dengan pekerjaan pemasangan pipa
dan asesoris dan langsung dilaksanakan dengan penimbunan kembali.
Pada pekerjaan galian tanah yang melintas jalan, setelah selesai pelaksaan
pemasangan pipa, bekas galian tersebut ditimbun sepadat mungkin dan
bagian atas galian harus di tutup dengan bahan sesuai bahan penutup
semula.
Pedoman yang dipakai untuk kedalaman galian adalah diukur dari atas
pipa sampai permukaan tanah dasar ditambah dengan diameter luar pipa.
Kedalaman galian hendaknya selalu diperiksa atau mendapatkan
kedalaman jalur pipa yang tepat.
Pekerjaan galian dinyatakan selesai setelah mendapatkan persetujuan dari
Direksi Teknis.
Pengurugan Kembali
Urugan tanah kembali dilaksanakan setelah pemasangan pipa dinyatakan
selesai dan sesuai dengan peraturan yang berlaku atau telah disetujui oleh
direksi teknis.
Urugan tanah kembali menggunakan material bekas galian tanah.
Urugan tanah diisi pada bagian - bagian galian dan pada bagian pipa yang
sudah terpasang.
Urugan tanah kembali harus padat agar menjadi penahan gerakan dari
pipa.
Urugan tanah kembali dinyatakan selesai apabila sudah mendapatkan
persetujuan dari direksi teknis.
Pemasangan Pipa
Pekerjaan ini meliputi pemasangan pipa PVC, HPDE dan GIP beserta
asesoris masing - masing jenis pipa.
Pipa diletakkan sedekat mungkin dengan rencana jalur pipa/galian
pipa.
Penyedia harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan
pemasangan pipa dan asesoris sesuai dengan yang diisyaratkan
dalam Spesifikasi ini.
Penyedia harus mempelajari brosur–brosur teknis atau pedoman
teknis yang dikeluarkan oleh pabrik dari pipa, fitting dan
perlengkapan yang digunakan pada pekerjaan ini, atau mengikuti
petunjuk teknis dari Pengawas/Direksi bila diperlukan.
Pipa – pipa dan asesoris lainnya harus terpasang secara benar pada
jalur yang ditentukan, baik kelurusannya, kedalaman maupun
kemiringannya.
Bila ada rintangan yang tidak terlihat didalam rencana dan ternyata
menghalangi pekerjaan dan mengakibatkan perubahan pelaksanaan,
maka penyedia harus mengadakan perubahan tersebut sesuai dengan
petunjuk Direksi/Pengawas.
Bila terjadi kerusakan pada pipa dan asesoris akibat kelalaian
penyedia, maka penyedia harus mengganti segera pipa ataupun
asesoris tersebut.
Selama pemasangan pipa baik pipa PVC, HDPE maupun pipa GIP
harus dihindari terbantingnya atau terbenturnya pipa yang dapat
mengakibatkan pecah atau retak pada pipa atau kerusakan pada
ujung pipa (Ulir untuk pipa GIP) yang akan menyulitkan
pemasangan pipa.
Pipa yang akan dipasang harus bebas dari segala kotoran. Bagian
luar pipa, kopling, ulir dan semau sambungan yang ada terlebih
dahulu harus dicuci sehingga diperoleh sambungan yang stabil dan
baik.
Pada pipa–pipa yang sudah terpasang harus dicegah jangan sampai
kemasukan segala macam kotoran, batu, tanah maupun alat–alat
kerja yang dapat menyumbat aliran air.
Untuk belokan yang tidak menggunakan bend harus dilaksanakan
sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara pipa dua pipa
tidak boleh lebih besar dari yang diizinkan oleh pabrik.
Pada tikungan/belokan maupun pelintas pipa di sunngai dan
jembatan harus dipasangkan Bend. Begitupun pada simpangan harus
digunakan Tee.
Untuk sambungan pipa GIP menggunakan Flange yang dilas pada
pipa GIP dan menggunakan mur dan bout dengan ukuran yang
disesuaikan pada besaran pipa yang akan dipasang.
Mur dan bout terbuat dari Low Carbon Steel yang ukuran sesuai
untuk pemasangan tiap flange dan kepala baut berbentuk hexagonal.
Jumlah dan ukuran mur, baut dan ring disesuaikan dengan
spesifikasi yang ada atau sesuai dengan petunjuk gambar bestek.
Untuk pipa HDPE menggunakan sambungan pemanasan dengan
menggunakan alat But Function Joint atau peralatan lainnya yang
berfungsi sama dalam penyambungan pipa HDPE.
Untuk sambungan pipa PVC menggunakan sambungan Ring Karet
(Rubber Ring) atau Sambungan Move Solven Cement.
Untuk pemasangan pipa GIP, HDPE dan PVC menggunakan alat
perpipaan yang biasanya digunakan pada pemasangan pipa. adapun
alat bantu kerja lainnya akan menjadi tanggung jawab dari penyedia.
Seluruh hasil pemasangan pipa dan asesoris yang di dilaksanakan
yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan standar, akan
ditolak, dan harus di dibongkar untuk dilakukan pemasangan
kembali.
Pengetesan Pipa
Pipa yang telah dipasang harus dites/diuji pada setiap sambungannya
untuk diketahui apakah penyambungan pipa sudah dilakukan dengan
sempurna.
Pengetesan pipa harus sepengetahuan Direksi/Pengawas dan mendapat
persetujuan dari Direksi/Pengawas.
Pengetasan pipa dilaksanakan setiap pipa terpasang 6 batang pipa atau
tidak lebih dari 50 meter.
Pengetesan untuk jenis pipa PVC dan HDPE dengan sambungan Rubber
Ring, Sambugan Moff ataupun pemanasan, boleh dilakukan paling cepat
24 jam setelah penyambungan dilakukan. Bila masih terdapat sambungan
yang bocor maka pipa dan sambungan tersebut harus segera diganti atau
diperbaiki kembali.
Pengurasan dilaksanakan mulai dari ujung pipa pertama sampai dengan
ujung pipa terakhir dengan menggunakan air yang bersih untuk
mengeluarkan segala kotoran yang masih ada didalam pipa.
Pengurasan dilaksanakan mulai dari ujung pipa pertama sampai dengan
ujung pipa terakhir dengan menggunakan air yang bersih untuk
mengeluarkan segala kotoran yang masih ada didalam pipa.
3. Pekerjaan Sambungan Rumah
Sambungan Rumah (SR) dilaksanakan apabila pemasangan pipa distribusi telah
selesai. Sambungan rumah menggunakan pipa Ø ½ PE dan asesoris lainnya sesuai
dengan gambar kerja dan petunjuk direksi. Penyambungan dilakukan hingga
halaman rumah.
4. Pembuatan Box Valve
Box valve terbuat dari beton tumbuk dengan campuran 1 PC : 3 PS : 5 KRL
diplester dan di aci. Box valve dibuat pada bagian depan, belakang dan
samping bak SPL sebagai pelindung gate valve. Bagian atas box valve
diberi penutup plat manhole yang terbuat dari besi. Ukuran dan dimensi
box valve disesuaikan dengan gambar kerja.
5. Pelintasan Sungai Dan Jembatan
Pelintasan pipa pada sungai dan jembatan menggunakan pipa GIP dan
asesoris yang telah ditentukan dalam gambar kerja. Pemasangan harus
dilaksanakan dengan baik agar tidak terjadi kerusakan pada pipa. Dimensi
pipa yang digunakan disesuaikan dengan dimensi pada jalur pipa yang ada.