| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0030756621101000 | Rp 195,193,500 | 100 | 100 | - | |
| 0723560918101000 | - | - | - | - | |
CV Zafi Engineering Consultant | 00*0**3****04**0 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian Kualifikasi Teknis |
| 0021015805101000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian Kualifikasi Teknis | |
| 0947392361101000 | - | - | - | - | |
CV Gradian Energi | 09*7**5****01**0 | - | - | - | Tidak Lulus Nilai Ambang Batas Teknis |
| 0029710670101000 | - | - | - | - | |
CV Ara Engineering | 08*5**4****01**0 | - | - | - | Tidak Lulus Nilai Ambang Batas Teknis |
| 0953699204101000 | - | - | - | - | |
| 0032585176104000 | - | - | - | - | |
| 0029763828103000 | - | - | - | - | |
| 0026891002101000 | - | - | - | - | |
| 0622736601108000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1. Pekerjaan Persiapan
1.1. Mobilisasi – Demobilisasi
Pekerjaan persiapan mencakup pekerjaan administrasi, perizinan dan
pembuatan rencana kerja yang menguraikan perihal metode dan volume
pelaksanaan jadwal kegiatan, persiapan personil, pengumpulan data sekunder,
dan alat yang akan digunakan. Pada tahapan pekerjaan persiapan ini juga
termasuk kegiatan menyiapkan fasilitas dan akomodasi yang akan digunakan
dilapangan, antara lain : Jalan masuk, direksi keet dan gudang peralatan dan
material. Setelah semua persiapan berjalan dengan baik, dilanjutkan dengan
mobilisasi peralatan pekerjaan lapangan setelah selesai.
1.2. Reconnaissance Survey (Survei Pendahuluan)
Tujuan dari pekerjaan reconnaissance survey ini adalah untuk
mengidentifikasikan situasi dan kondisi lapangan, termasuk menentukan titik
referensi yang akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran selanjutnya.
Peninjauan ini sangat bermanfaat terutama untuk merencanakan pelaksanaan
survey topografi dan investigasi geologi dan memperoleh informasi
permasalahan yang ada di daerah proyek khususnya yang berkaitan dengan
pembangunan konstruksi bangunan irigasi. Dari hasil identifikasi lapangan ini
juga akan dihasilkan lay out definitif area pengukuran. Penentuan area
pengukuran harus disetujui oleh Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Sumber
Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Aceh Jaya.
2. Survey Topografi dan Pemetaan
2.1. Survey Topografi
Pelaksanaan pekerjaan pengukuran Topografi dalam pelaksanaannya melalui
proses pengukuran pengambilan data dengan mempergunakan alat geodetik,
antara lain : Theodolite Total Station, digunakan untuk pembuatan kerangka
horisontal utama dan pemetaan situasi rincikan untuk pemetaan situasi dan
waterpass ( WP ) digunakan untuk kegiatan pembuatan kerangka Vertical.
Peralatan yang akan di pakai telah memenuhi persyaratan ketelitian (kalibrasi)
dan harus mendapatkan pemerikasaan dan persetujuan dari Direksi pekerjaan.
Melakukan pengolahan data lapangan, perhitungan, penggambaran dan
penyajian data pada laporan yang harus memenuhi ketentuan standar baku.
2.2. Pemasangan Patok Bench Mark
Dalam pelaksanaan pengukuran situasi detail, pelaksana pekerjaan akan
menggunakan titik tetap yang sudah ada sebagai titik acuan (referensi) dan
untuk menunjang hasil kegiatan proyek, dilakukan penambahan BM dibeberapa
lokasi. Dimensi patok BM berukuran 20 cm x 20 cm x 120 cm terbuat dari beton
yang dilengkapi paku yang terbuat dari bahan kuningan / logam campuran
yang memuat identitas BM dan dipasang menonjol setinggi 1 cm pada bagiatan
atas BM. Penempatan BM pada posisi yang memudahkan kontrol pengukuran,
aman dari gangguan manusia dan hewan, tetapi cukup mudah dicari dan berada
di cakupan lokasi kerja. Patok BM dilengkapi dengan kode proyek, nama, nomor
dan huruf yang akan dikonsultasikan dengan Direksi Pekerjaan.
2.3. Pengukuran Kerangka Horizontal
1. Pengukuran polygon adalah untuk menentukan koordinat titik titik polygon
yang digunakan sebagai kontrol horizontal. Pengukuran kerangka dasar
pemetaan ini harus terkait dengan BM referensi dan dibagi kedalam
beberapa loop/kring sesuai dengan kebutuhan.
2. Sudut polygon di usahakan tidak ada sudut lancip, alat ukur yang di pakai
adalah Theodelite Total Station.
3. Pengukuran polygon dikatakan pada titik tetap bokosurtanal atau titik
konstruksi proyek yang terdekat dilapangan dan titik tersebut harus masih
dalam keadaan baik, serta mendapatkan persetujuaan dari Direksi
Pekerjaan.
4. Pengukuran sudut dilakukan dua seri ( biasa & luar biasa ) dengan selisih
sudut antara dua pembacaan < 2” ( dua titik ).
5. Persyaratan pengukuran polygon utama mempunyai kesalahan sudut
(toleransi) adalah 10”√ n detik pada loop tertutup dimana n adalah jumlah
titik poligon. Pada poligon cabang toleransi kesalahan sudut adah 20”√ n
detik dengan n adalah jumlah titik poligon.
6. Salah satu penutup utama jarak fd < 1 : 10.000, dimana fd adalah jumlah
penutup jarak.
2.4. Pengukuran Kerangka Vertikal
1. Maksud pengukuran waterpass adalah untuk menentukan ketinggian titik-
titik (BM. CP dan patok-patok) terhadap bidang referensi tertentu yang akan
digunakan sebagai kerangka dasar vertikal.
2. Alat ukur yang dipakai adalah Automatik Level Nak-2 atau yang sederajat
dan rambu ukur alumunium 3,00 meter.
3. Jalur pengukuran dibagi menjadi beberapa seksi dengan tiap seksi dibagi
menjadi slag yang genap.
4. Setiap pindah slag rambu muka menjadi belakang dan rambu belakang
menjadi rambu muka.
5. Pengukuran waterpass dilakukan dengan cara double stand. Pergi-pulang
yang hasrus dilakukan dalam satu hari.
6. Toleransi kesalahan pembacaan stand 1 dengan stand 2 adalah kuran dari 2
mm.
7. Jalur pengukuran waterpass harus merupakan jalur yang tertutup dengan
toleransi kesalahan beda tinggi 10”√ D ( mm ) dimana D = jarak (km).
8. Pengukuran waterpass diikatkan pada titik tetap ketinggian yang ada
didekat daerah pengukuran atau titik referensi lain yang ditetapkan oleh
Direksi Pekerjaan.
2.5. Pengukuran Situasi Rinci dan Pemetaan
Penentuan posisi (x . y . z) titik detail dilakukan pengukuran situasi dengan
metode pengukuran tachimetri. Adapun spesifikasi teknis pengukuran situasi.
Detail sebagai berikut :
- Alat yang digunakan Theodelite.
- Titik detail terikat terhadap BM atau patok yang sudah` punya nilai
koordinat dan elevasi.
- Pengambilan data menyebar dan merata ke seluruh areal dipetakan dengan
kerapatan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
2.6. Pengolahan Data
1. Seluruh data hasil pengukuran harus di assistensikan dan disetujui
pengawas lapangan/Direksi Pekerjaan sebelum dilakukan pengolahan final
atau definitive.
2. Perhitungan dilakukan 1 (satu) kali, yaitu perhitungan sementara dan
perhitungan definitive. Perhitungan data lapangan merupakan perhitungan
sementara untuk mengetahui ketelitian pengukuran.
3. Seluruh data ukur dan data hitungan dilampirkan dalam bentuk soft copy
harus mendapatkan pemeriksaan serta persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
4. Sebelum penggambaran dilaksanakan, semua data ukur dan data hitungan
harus diperiksa oleh Direksi Pekerjaan, selanjutnya penggambaran
dilakukan setelah semua data tersebut mendapat persetujuan dari Direksi
Pekerjaan.
2.7. Penggambaran
1. Penggambaran peta situasi definitif dilakukan setelah hasil perhitungan
definitive selesai dilaksanakan sehingga koordinat sebagai kerangka
horizontal dan titik-titik ketinggian sebagai kerangka vertikal telah
dilakukan hitungan perataannya.
2. Penggambaran peta situasi dibuat dengan skala 1 : 1.000 dan 1 : 10.000,
dengan interval kontur sbesar 0,50 meter.
3. Penggambaran profil memanjang dan profil melintang dibuat dengan skala
1 : 200 (V/H).
4. Sebelum gambar-gambar definitive / final, maka gambar-gambar sementara
terlebih dahulu harus mendapat pemeriksaan dan persetujuan dari Direksi
Pekerjaan.
5. Gambar-gambar dibuat dengan menggunakan software (Auto Cad) dan atau
pemrogaman lainnya yang memadai (Surfer – Map Source).
2.8. Data yang Harus Disampaikan
Dari hasil sub pekerjaan studi/survei DED ini maka data lengkap harus
disampaikan sebagai berikut pada Kerangka Acuan Kerja (KAK), meliputi :
- Survey dan kajian tapak (topografi, geoteknik, drainase, dsb).
- Desain arsitektur dan struktur venue panjat tebing:
- Wall Lead
- Wall Speed
- Wall Boulder
- Area penonton, fasilitas pendukung (toilet, ruang atlet, dll)
- Desain utilitas (penerangan, listrik, air bersih, drainase)
- Gambar teknis lengkap (format CAD dan PDF)
- RAB dan spesifikasi teknis
- Dokumen pendukung lainnya (time schedule, metode pelaksanaan, analisis
teknis).
2.9. Lingkup Pekerjaan
❖ Survey dan Investigasi Lapangan
• Pengumpulan data eksisting tapak (topografi, kondisi tanah, vegetasi,
aksesibilitas, dll)
• Kajian kebutuhan utilitas (air bersih, listrik, drainase)
• Dokumentasi awal (foto, koordinat, dan layout tapak)
❖ Perencanaan Arsitektur
• Desain bentuk dan layout venue panjat tebing (wall lead, wall speed, wall
boulder)
• Fasilitas penunjang: ruang atlet, ruang juri, toilet, tribun penonton, dan area
servis
• Sirkulasi dan zonasi pengguna
❖ Perencanaan Struktur
• Perhitungan struktur utama (rangka baja/beton) untuk dinding panjat dan
bangunan pendukung
• Perencanaan pondasi sesuai hasil investigasi tanah
• Rencana detail sambungan, penulangan, dan elemen struktural lainnya
❖ Perencanaan Sistem Utilitas (MEP)
• Sistem pencahayaan (lampu area, dinding panjat, emergency)
• Sstem kelistrikan (panel, stop kontak, jalur kabel)
• Sistem air bersih, sanitasi, dan drainase
❖ Gambar Teknis Lengkap
• Gambar kerja arsitektur, struktur, dan MEP dalam format AutoCAD dan PDF
• Gambar siteplan dan potongan penting
• Rencana Anggaran Biaya (RAB)
• Perhitungan volume pekerjaan
• Analisa harga satuan dan total biaya pekerjaan
• Daftar kuantitas dan rekapitulasi anggaran
❖ Spesifikasi Teknis
• Uraian material dan metode pelaksanaan tiap pekerjaan
• Standar mutu dan acuan teknis pelaksanaan konstruksi
❖ Laporan Perencanaan
• Laporan pendahuluan, bulanan dan laporan akhir
• Justifikasi desain, pendekatan teknis, dan rekomendasi konstruksi
Calang, 29 April 2025
Ditetapkan Oleh:
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif,
Kepemudaan dan Olahraga
Kabupaten Aceh Jaya
Ali Harmen, ST
Nip. 19790312 200904 1 004