| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0027003490821000 | Rp 1,433,084,000 | 74.64 | 94.64 | - | |
| 0015835002429000 | Rp 1,444,069,800 | 69.07 | 88.92 | - | |
PT Rencana Cipta Mandiri | 00*7**0****29**0 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas minimal |
| 0015483894441000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Minimal | |
| 0015483902445000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Minimal | |
| 0011186749441000 | - | - | - | - | |
| 0312759459429000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Minimal | |
| 0025640111445000 | - | - | - | - | |
| 0020679288215000 | - | - | - | - | |
| 0415608280541000 | - | - | - | - | |
| 0015315864441000 | - | - | - | - | |
| 0027790963423000 | - | - | - | - | |
| 0316649987216000 | - | - | - | - | |
| 0729105304031000 | - | - | - | - | |
| 0022465082217000 | - | - | - | - |
Uraian Singkat Kegiatan Inspeksi Bendungan Rempang
Ruang lingkup kegiatan terdiri dari:
1. Pemeriksaan Menyeluruh Dalam Rangka Inspeksi Besar
Yang dimaksud pemeriksaan menyeluruh pada studi ini adalah pemeriksaan yang dilakukan
secara menyeluruh terhadap aspek teknis maupun non teknis, dalam rangka inspeksi besar dan
evaluasi keamanan bendungan bagi suatu bendungan yang telah ada (Safety Evaluation of
Existing Dams/SEED).
Cakupan pemeriksaan menyeluruh antara lain meliputi pemeriksaan komponen-komponen
bendungan di atas air dan bawah air termasuk peralatan mekanik-listrik, fondasi, tumpuan
waduk dan daerah sekitarnya; pemeriksaan dan uji peralatan hidromekanik-elektrik dan gawar
banjir; pemeriksaan instrumen dan evaluasi data pembacaannya; tinjauan terhadap sistim O&P,
serta evaluasi keamanan bendungan tahap pertama dan tahap kedua/lanjutan.
a. Pekerjaan persiapan
Sebelum pelaksanaan pemeriksaan, Konsultan harus melakukan pekerjaan persiapan yang
mencakup antara lain :
Pengumpulan data, yang mencakup antara lain data hidrologi terbaru, dokumen
desain, dokumen pelaksanaan konstruksi, dokumen O&P termasuk data pemantauan,
laporan inspeksi/ pemeriksaan sebelumnya, sitim O&P, dan lain-lain. Dokumen atau
data desain dan konstruksi yang ada di proyek kemungkinan sangat terbatas, dalam
kondisi seperti ini Konsultan harus mengumpulkan data dari berbagai sumber lain yang
dapat dipercaya.
Kajian data: setiap pemeriksaan harus didahului dengan mempelari data yang ada,
laporan-laporan inspeksi/kajian sebelumnya. Bila belum pernah dilakukan inspeksi,
pelajari dokumen desain, konstruksi dan riwayat O&P.
Daftar simak pemeriksaan: harus disiapkan secara rinci sesuai bendungan yang
diperiksa dan dipahami setiap anggota tim.
Perlengkapan pemeriksaan yang harus dibawa saat pemeriksaan antara lain:
ringkasan data bendungan, ringkasan laporan inspeksi/ pemeriksaan sebelumnya,
gambar-gambar, daftar simak, kamera, alat bantu pemeriksaan seperti pita ukur,
teropong, lampu senter, waterpas kecil, palu geologi, kompas, alat baca instrumen, dan
lain-lain.
b. Pemeriksaan bendungan, mencakup :
1) Pemeriksaan visual pada obyek yang berada di atas permukaan tanah dan air seperti:
permukaan tubuh bendungan, bangunan pelengkap, tebing tumpuan, tebing waduk,
peralatan hidromekanik, dll. di atas dan di bawah air, bangunan pelengkap, bukit
tumpuan, waduk dan sekitarnya, dan lain-lain.
2) Pemeriksaan bawah air terhadap obyek dibawah air antara lain:
• Permukaan lereng hulu bendungan; memeriksa kemungkinan adanya lubang
benam, longsoran, kemerosotan mutu lapis lindung lereng, dan lain-lain.
• Kolam peredam energi dan kolam loncat air; memeriksa kemungkinan adanya
erosi dan gerusan.
• Muka hulu bendungan beton; memeriksa kemungkinan adanya: retakan,
kemerosotan mutu, bukaan sambungan yang berakibat peningkatan rembesan/
bocoran, dan lain-lain.
Pemeriksaan bawah air dilakukan dengan cara:
• Pemeruman.
• Penyelaman dan atau dengan kamera televisi bawah air bila kejernihan air
memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan dengan cara tersebut.
• Pemeriksaan secara langsung saat air surut.
3) Identifikasi dan pencatatan masalah
Semua informasi, laporan dan catatan yang berkaitan dengan masalah yang timbul
harus dikumpulkan dan dipelajari, dan bendungan perlu diperiksa atas:
Unjuk kerja/ performance yang tidak sesuai dengan yang direncanakan.
Terjadinya kerusakan konstruksi.
Penyimpangan yang terkait dengan deformasi, tekanan pori, rembesan.
Timbulnya bahaya dari kondisi geologi.
Tidak berfungsinya peralatan hidromekanik-elektrik.
Indikasi terjadinya kemerosotan mutu, melemahnya bangunan dan atau fondasi.
Penyimpangan terhadap NSPM (norma, standar, pedoman, dan manual).
Dan lain sebagainya yang dampaknya berpotensi mengganggu fungsi dan
keamanan bendungan.
c. Pemeriksaan dan uji operasi terhadap peralatan yang terkait dengan keamanan bendungan.
Melakukan pemeriksaan dan uji operasi terhadap peralatan yang terkait dengan keamanan
bendungan seperti : peralatan hidromekanik, tenaga listrik utama dan cadangan untuk
operasi pintu dan katup, sistem dan prosedur peringatan banjir termasuk kehandalan
peralatan yang digunakan, dan lain-lain.
d. Instrumentasi
Memeriksa kondisi dan fungsi instrumentasi dengan melakukan pembacaan secara
langsung dan/ atau lakukan kajian/ evaluasi terhadap seri data pemantauan yang ada.
Memeriksa dan memastikan alat-alat hidrologi, system pemantau jarak jauh serta peralatan
komunikasinya semua berfungsi baik. Mendokumentasikan dan mengevaluasi data hasil
pemantauan.
e. Hidrologi dan Banjir Rencana
Mengkaji laporan analisis hujan dan banjir desain yang ada dan kriteria desain yang
digunakan, melakukan analisis hujan dan banjir desain dan penelusuran banjir berdasarkan
data mutakhir, memeriksa kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, pola operasi, potensi
bencana didaerah hilir bila terjadi keruntuhan bendungan, dan lain-lain.
f. Sistem OP
Sistem O&P mencakup: memeriksa ketersediaan panduan O&P dilapangan; waktu
penyusunan; kecukupan instruksi/ petunjuk dalam panduan; ketersediaan doukumen
penting, gambar-gambar, grafik, format laporan; dipahamikah panduan oleh petugas;
kecukupan tenaga dari aspek jumlah dan kemampuan, perlukah penyempurnaan, dan lain-
lain.
g. Evaluasi Keamanan Bendungan
i. Evaluasi tahap pertama
Kaji semua data yang ada yang terkait dengan desain, konstruksi, OP bendungan
dan bangunan pelengkapnya, sehingga tim pemeriksaan benar-benar memahami
penuh bendungan dan riwayat operasi serta pemeliharaannya.
Identifikasi semua potensi masalah yang dampaknya merugikan terhadap
keamanan hulu dan hilir bendungan serta periksa kecukupan bendungan dan
bangunan pelengkapnya untuk memenuhi fungsinya, dengan didukung data yang
relevan, pertimbangan dan analisis teknis diantaranya dengan membandingkan
perilaku bendungan denga perilaku yang direncanakan dalam desain.
ii. Evaluasi tahap kedua
Melakukan analisis teknik untuk menilai status/ tingkat keamanan bendungan ditinjau
dari :
Aspek struktur; periksa stabilitas tubuh bendungan termasuk stabilitas terhadap
gempa pada kondisi normal dan luar biasa, minimal pada potongan: bagian
tertinggi, bagian yang perilakunya menyimpang dan bagian yang geometrinya
berubah cukup besar, dan bagian kritis lainnya.
Aspek hidrolik (kecukupan pelimpah, tinggi jagaan, erosi eksternal, dan lain-lain).
Aspek rembesan (erosi internal, piping, boiling, uplift, pelarutan materil bendungan
dan pondasi, dll), berdasar data-data yang tersedia, kemudian membuat
kesimpulan dan saran.
2. Survei Topografi
Survei topografi di sini ditujukan untuk melengkapi hasil survei topografi dari inspeksi besar yang
telah dilakukan. Sebagai hasil dari survei pendahuluan rencana pengukuran terlebih dahulu
dikonsultasikan kepada Direksi dan Pengawas Pekerjaan survei topografi dilaksanakan selama 1
bulan.
Dalam dokumentasi pekerjaan nantinya perlu disediakan pengambilan gambar dan video
menggunakan drone, biaya sewa dimasukan dalam item pemetaan.
Survei topografi bendungan dapat meliputi lokasi bendungan, bangunan pelengkap (bangunan
pelimpah/spillway, bangunan pengelak/diversion channel/tunnel, dan daerah keliling waduk),
yang terdiri dari :
Pengukuran topografi situasi bendungan
o
Update pengukuran daerah keliling waduk sampai dengan elevasi Muka Air Banjir
o
ditambah 100 m ke arah hulu.
Pengukuran penampang memanjang as bendungan
o
Pengukuran penampang melintang pada as bendungan dengan jarak (20 - 25) m dengan
o
lebar penampang bervariasi dari 50 m sampai 500 m sesuai dengan kebutuhan.
Pemasangan patok tanda (Bench Mark/BM) sebanyak 5 buah dan patok sempadan
o
waduk (Control Point/CP) sebanyak 10 buah.
Hasil pengukuran harus menggambarkan keadaan topografi yang akan digunakan untuk
o
analisa stabilitas bendungan, analisa hidrologi dan hidrolika.
Output :
Peta Situasi Bendungan dan daerah sempadan waduk
o
Gambar cross dan long section bendungan dan bangunan pelimpah
o
Laporan Lapangan Survei Topografi dan Deskripsi BM
o
3. Survey Hidrometri dan Kualitas Air
Survey penyelidikan ini berupa pengambilan sampel hidrometri sebanyak 6 sampel dan kualitas
air sebanyak 6 sampel.
4. Penyelidikan Geologi
Penyelidikan Geologi dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui lapisan tanah, kondisi
geologi, aspek geoteknik rencana lokasi site bendungan dan bangunan pelengkap lainnya.
Adapun tujuan penyelidikan tersebut adalah untuk memperoleh data-data mengenai sifat-sifat
fisik dan teknis dari lapisan tanah/batuan dasar yang terdapat di lokasi penyelidikan untuk
menunjang perencanaan.
Secara umum pekerjaan penyelidikan geologi ini terbagi atas 3 bagian yaitu :
1) Pekerjaan Lapangan
Mobilisasi, Demobilisasi Tenaga dan Peralatan
Pekerjaan Bor Inti, Pelaksanaan bor inti dilakukan untuk mendapat deskripsi lapisan
tanah di lokasi bendungan. Total kedalaman pengeboran ± 45 meter. Mesin bor yang
digunakan untuk pelaksanaan bor inti ini diisyaratkan dengan kapasitas mesin di atas
50 PK.
Tes Permeabilitas Lapangan dilakukan setiap interval 5 meter.
Standard Penetration Test (SPT), pengujian yang digunakan untuk menentukan
kepadatan dan konsistensi tanah/ batuan secara dinamis di tempat (insitu) atau untuk
mendapatkan gambaran keadaan kekuatan geser jenis tanah langsung di lapangan. SPT
dilakukan setiap interval 2 meter atau setiap perbedaan tanah/batuan.
Pengambilan Sampel Tanah Tidak Terganggu (UDS) sebanyak 5 tes dan Sampel Batuan
(DS) sebanyak 5 tes.
Kotak contoh batuan/tanah dan photo berwarna contoh bantuan (core box and colour
photo). Kotak contoh batuan pada prinsipnya bertujuan untuk penyimpanan contoh
batuan/ tanah agar tidak terganggu, rusak dan hancur hingga sewaktu-waktu diadakan
penelitian ulang contoh batuan/ tanah tersebut masih bisa didiskripsi dan
dipergunakan semestinya.
Pengambilan sampel rip-rap sebanyak 4 sampel.
2) Pekerjaan Laboratorium
Pada contoh-contoh tanah yang terambil, baik tanah asli maupun contoh tanah terganggu
akan dilakukan beberapa macam percobaan di laboratorium, sehingga data parameter dan
sifat-sifat tanahnya dapat diketahui jenis dan macam-macam percobaan yang dilakukan
adalah sebagai berikut :
A. Undisturbed Sampel
a) Soil Proper�es : (SKSNI - M-22 -1990-F)
- Unit weight
- Specific grafity (SNI-1742-1989-F)
- Moisture content
b) Grain Size Analysis (SNI-1968-1999-F)
c) Aterberg Limit
- Liquit limit (W1) (SNI-1967-1990-F)
- Plas�c limit (Wp) (SNI-1966-1990-F)
- Plac�city Index (PI)
- Shrinkage limit (SNI-M-18-1991-03)
d) Trixial CU-BP Test (SNI 03-2455-1991)
e) Consolida�on Test (SKSNI-M-108-1990-F)
f) Permeability Test
g) Compac�on Test (SNI-1743-1989-F)
Kegiatan pengujian laboratorium masing-masing dilaksanakan sebanyak 5 (lima) sampel.
B. Disturbed Sampel
a) Sifat Fisik (SNI 03-2437-1991)
b) Kuat Tekan Uniaksial + E (Modulus Elas�sitas) (SNI 03-2825-1992)
c) Direct Shear (SNI 03-2824-1992)
d) Triaksial (SNI 03-1815-2011)
C. Sampel Rip-Rap
a) Sifat Fisik (SNI 03-2437-1991)
b) Abrassion (SNI 03-2417-1991)
c) Absorb�on
d) Soundness (SNI 03-3407-1994)
e) Kuat Tekan Batuan (SNI 03-2825-1992)
3) Pemetaan Geologi
- Pemetaan geologi pada lokasi tubuh bendungan dilakukan pada peta dasar hasil
pengukuran situasi dengan skala 1 : 2000 atau 1 : 1000.
- Pemetaan geologi harus mencakup aspek-aspek geomorfologi, litologi, stra�grafi
dan struktur geologi dengan penekanan terhadap informasi geologiteknik untuk
bendungan, seper� keterkaitannya data tentang ketebalan tanah penutup,
kemungkinan adanya bocoran, daya dukung pondasi, kemungkinan terjadinya
longsoran, data geohidrologi seper� rembesan, mata air, muka air tanah, dsb
5. Desain rinci untuk pekerjaan rehabilitasi ringan
Apabila dari hasil rekomendasi dari Konsultan/Diskusi Teknis disimpulkan sebagai kerusakan
ringan dimana tidak ada bagian dari bendungan yang mengalami kerusakan yang menganggu
kegiatan operasional serta tidak membahayakan dari segi keamanan bendungan, untuk itu
Penyedia Jasa menyiapkan :
a. Desain Rinci
Konsultan harus membuat desain rinci lengkap dengan gambar detail, spesifikasi teknis,
perhitungan volume dan biaya lain-lain. Konsep dari desain rinci ini didiskusikan terlebih
dahulu dengan Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan, sebelum dibuat desain
rinci final.
b. Dokumen Pelelangan
Setelah ada persetujuan dari Direksi Pekerjaan, Konsultan menyusun dokumen pelelangan
lengkap untuk pelaksanaan konstruksi sesuai standar yang berlaku di BP Batam.
Dan apabila dari hasil rekomendasi dari Konsultan/Diskusi Teknis disimpulkan sebagai
kerusakan berat dimana ada bagian dari bendungan yang mengalami kerusakan yang
menganggu kegiatan operasional serta dikhawatirkan membahayakan dari segi keamanan
bendungan, untuk itu perlu ditindaklanjuti dengan Spesial Studi.