| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0027790963423000 | Rp 493,113,500 | 58.22 | 88.22 | - | |
| 0964317960429000 | Rp 501,713,500 | 67.62 | 97.11 | - | |
| 0018487918503000 | - | 40.04 | - | Tidak lulus Ambang Batas sub unsur Tenaga Ahli dan Nilai Total Ambang Batas | |
| 0012243556508000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0016426231017000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0018274555429000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0022652663541000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0031764137701000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0318039377424000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0315528190423000 | - | - | - | - | |
| 0025212473211000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0023905375429000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas | |
| 0021083787429000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas | |
| 0210783676424000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0313270324424000 | - | - | - | Lulus Ambang Batas, tidak masuk Daftar Pendek | |
| 0401941398542000 | - | - | - | Tidak lulus Ambang Batas | |
| 0016916140429000 | - | - | - | Tidak mengikuti pembuktian kualifikasi | |
Trigatra Maju Bersama | 09*2**5****02**0 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas dan Kualifikasi Non Kecil |
PT Tjipta Artha Wiratama | 06*6**8****29**0 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas |
| 0023894991061000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas dan Kualifikasi Non Kecil | |
| 0018435537214000 | - | - | - | - | |
| 0019517127216000 | - | - | - | - | |
| 0032145021216000 | - | - | - | - | |
PT Armudi Pradana Konsultan Cab. Bandung | 0731144473423001 | - | - | - | - |
PT Dgi Levner Consulting | 04*3**7****19**0 | - | - | - | - |
| 0751212028101000 | - | - | - | - | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | - | - |
| 0022988877517000 | - | - | - | - | |
| 0029579075048000 | - | - | - | - | |
| 0729105304031000 | - | - | - | - | |
| 0315392357542000 | - | - | - | - | |
| 0019703230424000 | - | - | - | - | |
| 0702831264429000 | - | - | - | - | |
PT Wira Surya Mandiri | 00*1**4****86**0 | - | - | - | - |
| 0805022373541000 | - | - | - | - | |
| 0312945199424000 | - | - | - | - |
ANALISIS KEUNGGULAN GEOEKONOMI DAN GEOSTRATEGIS DI BARELANG
SEBAGAI POTENSI PERENCANAAN KEK BATAM
A. LATAR BELAKANG
1. Gambaran Umum
Pulau Batam, Rempang, dan Galang yang menjadi satu kesatuan administrasi
Kota Batam, ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
(KPBPB) yang sejak awal mulai dikembangkan dan telah menjadi primadona tujuan
investasi. Skema Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang terjadi di Kota
Batam merupakan simbiosis yang saling menguntungkan antara investor dan
pemerintah beserta masyarakat dan wilayah sekitarnya dikarenakan berbagai macam
insentif untuk investor yang dapat dirasakan hanya di Kota Batam sebagai kawasan
khusus serta menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baik skala regional, nasional,
maupun internasonal.
Arah pengembangan Batam tidak terlepas dari dokumen rencana tata ruang,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis K/L, dan
dokumen perencanaan lainnya. Berbagai inovasi diperlukan dalam pengembangan
beberapa klaster wilayah yang disesuaikan dengan sektor potensial seperti sektor
transportasi untuk mewujudkan Batam sebagai hub logistik internasional dan
kedirgantaraan, sektor industi pengolahan, industri digital dan kreatif, jasa keuangan,
pariwisata, kesehatan maupun sektor lainnya.
Pengembangan klaster wilayah yang disesuaikan dengan sektor potensial
utamanya ini diselaraskan dengan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh
pemerintah pusat. Kawasan ini merupakan kawasan yang memiliki batasan yang jelas
di dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ditetapkan untuk
menyelenggarakan fungsi perekonomian serta memperoleh fasilitas tertentu yang
diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 serta Peraturan Pemerintah No.
40 Tahun 2021. Sebagaimana amanat Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor
40 Tahun 2021, seluruh atau sebagian wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan
Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dapat ditetapkan menjadi KEK. Peraturan Presiden
Repbulik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pengembangan
Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.
Penetapan seluruh atau sebagian wilayah KPBPB menjadi KEK merupakan salah satu
langkah sinergi yang dilakukan untuk mendorong optimalisasi pengembangan
ekonomi melalui sumber daya yang tersedia sehingga mendukung adanya nilai
tambah atau dampak perekonomian yang maksimal.
2. Maksud Dan Tujuan
Pekerjaan Analisis Keunggulan Geoekonomi dan Geostrategis di Barelang
sebagai Potensi Perencanaan KEK di Batam dimaksudkan untuk menentukan rencana
aksi bagi BP Batam dalam melakukan perencanan dan pengembangan KEK pada
zona-zona yang diprioritaskan dengan tetap memperhatikan suppy-demand serta
daya dukung dan daya tampung lingkungan agar KEK dapat menjadi penggerak utama
ekonomi Batam baik secara lokal, global, maupun internasional.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah:
1. Mengidentifikasi potensi perencanaan KEK di Batam dari aspek ruang, manfaat
ekonomi, dan sumber daya strategis guna mendapatkan strategi pengembangan
dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan;
2. Menyusun rekomendasi dari sisi rencana bisnis dan pengembangan ruang pada
potensi perencanaan KEK di Batam.
B. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat adalah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas
dan Pelabuhan Bebas Batam (BPKPBPB-Batam), Khususnya Pusat Pengembangan
KPBPB Batam dan KEK untuk dapat menghasilkan rekomendasi perencanaan dan
pembangunan kawasan yang ideal, komprehensif dan inklusif melalui analisa
geoekonomi dan geostrategis sehingga dapat menjadi rujukan dalam melakukan
analisa proyeksi supply-demand sumber daya strategis dan menjadi bahan rujukan
dalam pengembangan KEK di Kawasan Barelang.