| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0029612447541000 | Rp 4,473,746,553 | 87.96 | 90.37 | - | |
| 0021813993301000 | Rp 4,658,324,235 | 81.92 | 84.74 | - | |
| 0013640131062000 | Rp 4,659,968,700 | 94.88 | 95.1 | - | |
| 0019998343013000 | Rp 4,695,651,870 | 82.12 | 84.75 | - | |
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) | 00*0**4****93**0 | Rp 4,883,415,585 | 84.91 | 86.25 | - |
| 0013933346013000 | Rp 5,179,371,000 | 89.81 | 89.12 | - | |
| 0961174240526000 | - | 47.42 | - | 1. Surat Pernyataan Kesediaan untuk tenaga ahli yang dipersyaratkan hanya 3 (tiga) personil yang ditandatangani dan 9 (sembilan) personil tidak ditandatangani maka penilaian tenaga ahli yang bersangkutan diberi nilai 0 (nol). Mengacu IKP 25.6 f. 3); 2. Tidak memenuhi ambang batas (passing grade) 35% untuk Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli; 3. Nilai total unsur di bawah ambang batas nilai total unsur yang dipersyaratkan yaitu 80 (delapan puluh). | |
| 0016754079518000 | - | - | - | Tidak Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha BESAR serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/ layanan Jasa Rekayasa Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi (RK003) atau Jasa Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi (RE202) | |
| 0014556161441000 | - | - | - | - | |
| 0015883549821000 | - | - | - | - | |
PT Wijoksono Jaya Sakti | 03*5**6****45**0 | - | - | - | - |
PT Hizwell Sejahtera Indonesia | 08*6**4****28**0 | - | - | - | - |
CV Rajawali | 00*4**7****14**0 | - | - | - | - |
| 0016535015542000 | - | - | - | - | |
| 0012162715441000 | - | - | - | - | |
| 0016286619008000 | - | - | - | - | |
| 0667782221532000 | - | - | - | - | |
| 0013587670009000 | - | - | - | - | |
PT Jaya Engineering | 03*2**8****17**0 | - | - | - | - |
| 0025874439429000 | - | - | - | - | |
| 0704907443013000 | - | - | - | - | |
| 0015586076013000 | - | - | - | - | |
| 0723393229444000 | - | - | - | - | |
PT Skynet Infotech Solution | 00*4**7****08**0 | - | - | - | - |
| 0904093366416000 | - | - | - | - | |
| 0012246260423000 | - | - | - | - | |
| 0905263539301000 | - | - | - | - | |
Rekadaya Restu Cipta | 08*0**7****16**0 | - | - | - | - |
PT Wahana Mandiri Prima | 07*1**8****45**0 | - | - | - | - |
PT Citra Diecona | 0015011851067001 | - | - | - | - |
PT Tritama Brata Karsa | 02*8**5****16**0 | - | - | - | - |
| 0011395159517000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pengawasan Peningkatan Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi Segmen
Tegal - Pekalongan (Multiyears 2023 - 2025)
Perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi memiliki karakteristik
dan keunggulan khusus, terutama dalam kemampuannya untuk mengangkut,
baik orang maupun barang secara massal, menghemat energi, menghemat
penggunaan ruang, mempunyai faktor keamanan yang tinggi, memiliki tingkat
pencemaran yang rendah, serta lebih efisien dibandingkan dengan moda
transportasi jalan untuk angkutan jarak jauh dan untuk daerah yang padat lalu
lintasnya, seperti angkutan perkotaan.
Dengan keunggulan dan karakteristik perkeretaapian tersebut, peran
perkeretaapian perlu lebih ditingkatkan dalam upaya pengembangan sistem
transportasi nasional secara terpadu. Untuk itu, penyelenggaraan
perkeretaapian perlu diatur dengan sebaik-baiknya sehingga dapat
terselenggara angkutan kereta api yang menjamin keselamatan, aman,
nyaman, cepat, tepat, tertib, efisien, serta terpadu dengan moda transportasi
lain. Dengan demikian, terdapat keserasian dan keseimbangan beban
antarmoda transportasi yang mampu meningkatkan penyediaan jasa angkutan
bagi mobilitas angkutan orang dan barang. Penyelenggaraan transportasi
perkeretaapian nasional yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya
dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan perekonomian nasional.
Kegiatan Peningkatan Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi Segmen
Tegal-Pekalongan (Multiyears 2023-2025) ini sesuai dengan Keputusan
Menteri Perhubungan KM 296 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Keputusan
Menteri Perhubungan Nomor KP 2128 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk
Perkeretaapian Nasional, bahwa sasaran pengembangan jaringan jalur kereta
api di Pulau Jawa adalah mengoptimalkan jaringan eksisting melalui program
peningkatan, rehabilitasi, reaktivasi lintas non-operasi serta peningkatan
kapasitas lintas melalui pembangunan jalur ganda dan shortcut. Kegiatan ini
mendukung Rencana Tata Ruang Wilayah dari 4 (empat) kabupaten yaitu
Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Pekalongan dalam hal
pengembangan jaringan prasarana dan utilitas kereta api sesuai dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 10 Tahun 2012 Tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tegal Tahun 2012-2032, Peraturan Daerah
Kabupaten Pemalang Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Pemalang Tahun 2018-2038, dan Peraturan Daerah
Kabupaten Pekalongan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 - 2040.
Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi yang
meningkat, mengakibatkan kebutuhan akan angkutan kereta api sebagai sarana
transportasi masyarakat serta angkutan barang juga meningkat, khususnya pada
Lintas Tegal - Pekalongan. Saat ini sistem persinyalan Lintas Tegal – Pekalongan
masih menggunakan sistem persinyalan Vital Processor Interlocking (VPI) yang
telah digunakan sejak tahun 1993 dimana umur teknisnya sudah lebih dari 25
tahun. Telah banyak permasalahan pada sistem persinyalan Lintas Tegal –
Pekalongan yang menyebabkan terjadinya gangguan pada perjalanan kereta api
Lintas Tegal – Pekalongan, dan berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasi
permasalahan gangguan sistem persinyalan tersebut, tetapi belum dapat
mengatasi permasalahan gangguan secara optimal. Salah satu penyebabnya
dikarenakan sudah tidak diproduksinya komponen dan suku cadang peralatan
sinyal tersebut sehingga penggantian komponen yang rusak menggunakan
produk refurbis / rekondisi dari suku cadang yang ada. Kondisi demikian
dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api dan
pelayanan perjalanan kereta api menjadi tidak optimal.
Dengan permasalahan tersebut di atas, Direktorat Jenderal Perkeretaapian
melalui Direktorat Prasarana Perkeretaapian melakukan Detail Engineering
Design (DED) Peningkatan Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi Jalur Ganda
Kereta Api Lintas Tegal – Pekalongan dan Tegal – Purwokerto pada Tahun 2022.
Hasil dari DED tersebut diperlukan adanya penggantian peralatan dan sistem
persinyalan untuk lintas Cirebon – Semarang segmen Tegal-Pekalongan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan pekerjaan Peningkatan
Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi Lintas Cirebon – Semarang Segmen
Tegal – Pekalongan guna meningkatkan keselamatan operasional kereta api,
peningkatan pelayanan kereta api dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan
kereta api pada segmen Tegal – Pekalongan.
Menindaklanjuti hal tersebut, maka Kementerian Perhubungan melalui Ditjen
Perkeretaapian c.q. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang akan
melaksanakan Pekerjaan Peningkatan Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi
Segmen Tegal-Pekalongan. Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang
membutuhkan konsultan supervisi untuk membantu dalam pengawasan serta
pengendalian kegiatan agar efektif dan efisien. Konsultan Supervisi akan
membantu Balai Teknik Perkeretaapian dalam tugasnya melakukan monitoring
dan pengendalian pelaksanaan kegiatan serta secara terus menerus melakukan
koordinasi dengan pihak–pihak yang berkepentingan sehingga implementasi
kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pelaksanaan supervisi meliputi mutu fisik
konstruksi, biaya dan waktu.
Lokasi Pengawasan Pekerjaan Peningkatan Sistem Persinyalan dan
Telekomunikasi Segmen Tegal — Pekalongan dapat dilihat di bawah ini:
Gambar 1. Lokasi Peningkatan Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi
Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Maksud diadakannya Konsultan Supervisi adalah dalam rangka pengawasan dan
pengendalian pelaksanaan Pekerjaan Peningkatan Sistem Persinyalan dan
Telekomunikasi Lintas Cirebon - Semarang Segmen Tegal - Pekalongan agar
mendapatkan kinerja pelaksanaan yang maksimal dan menghasilkan hasil
kegiatan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
b. Tujuan
Tujuan diadakannya Konsultan Supervisi adalah:
1) Melakukan pengawasan di lapangan atas perencanaan yang ditetapkan;
2) Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan
mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksanaan; dan
3) Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi pemecahan masalah yang
timbul di lapangan.