| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0210691812017000 | Rp 323,565,000 | 85.2 | 88.16 | - | |
| 0019998343013000 | Rp 329,803,200 | 94.25 | 95.02 | - | |
| 0011188893423000 | Rp 340,215,000 | 95.5 | 95.42 | - | |
| 0960844595411000 | Rp 360,306,000 | 98.75 | 96.96 | - | |
| 0823343348435000 | Rp 372,294,000 | 94.75 | 93.18 | - | |
| 0013943766017000 | Rp 384,226,500 | 93.3 | 91.48 | - | |
| 0705497428541000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0027023449017000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0015491558061000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
PT Kandis Mahardika Konsultan | 08*6**8****17**0 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis |
| 0013280938061000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0858799125018000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0025344086017000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0020530283011000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0805022373541000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0025951781404000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0027559095411000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
PT Populix Informasi Teknologi | 08*1**3****72**0 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis |
| 0027002369609000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0031783004015000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0017430976411000 | - | - | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas evaluasi kualifikasi teknis | |
| 0013719786061000 | - | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0312981533542000 | - | - | - | - | |
PT Mitra Skala Utama | 09*7**3****13**0 | - | - | - | - |
| 0754732980432000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
PT Angkasa Rabbani Panen | 09*8**6****15**0 | - | - | - | - |
| 0317929826404000 | - | - | - | - | |
| 0016884959017000 | - | - | - | - | |
| 0814965190429000 | - | - | - | - | |
| 0720361682444000 | - | - | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN JASA KONSULTANSI SURVEI ATP WTP
PENGENDALIAN LALU LINTAS SECARA ELEKTRONIK
Dalam upaya mengatasi kemacetan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan
menerapkan Kebijakan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE) yaitu
suatu metode pembatasan lalu lintas kendaraan bermotor secara elektronik baik
kendaraan perseorangan, kendaraan barang, termasuk sepeda motor, yang
diterapkan pada jaringan atau ruas jalan tertentu dan/atau kawasan tertentu
dan/atau waktu tertentu melalui pengenaan tarif tertentu. Beberapa kota besar di
dunia telah menerapkan kebijakan ini antara lain Singapura, London, Stockholm
dan Gothenburg. Penerapan kebijakan tersebut telah memberikan dampak positif
pada kota-kota tersebut seperti meningkatnya jumlah penumpang angkutan umum,
berkurangnya kemacetan, berkurangnya total waktu perjalanan, serta menurunnya
tingkat polusi udara.
Penyelenggaraan Kebijakan PL2SE akan menjadi yang pertama di Provinsi DKI
Jakarta, dan juga di Indonesia. Sebagai sebuah kebijakan publik yang relatif baru,
diperlukan suatu kajian Ability to Pay /ATP (kemampuan membayar) dan
Wilingness to Pay (kemauan membayar) atau yang lebih dikenal dengan Kajian
ATP WTP.
Pengertian Willingness To Pay (WTP) adalah kesediaan pengguna untuk
mengeluarkan imbalan atas jasa yang diperolehnya. Pendekatan yang digunakan
dalam analisis WTP didasarkan pada persepsi pengguna terhadap tarif dari jasa
pelayanan PL2SE tersebut. Sedangkan Ability To Pay (ATP) adalah kemampuan
seseorang untuk membayar jasa pelayanan yang diterimanya berdasarkan
penghasilan yang dianggap ideal. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ATP
didasarkan pada alokasi biaya untuk transportasi dari pendapatan rutin yang
diterimanya. Dengan kata lain ability to pay adalah kemampuan masyarakat dalam
membayar ongkos perjalanan yang dilakukannya.
Dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun
2014 tentang Transportasi pasal 81 disebutkan bahwa:
1) Dalam penetapan tarif pengendalian Lalu Lintas Jalan berbayar harus memenuhi
prinsip dan sasaran yang meliputi:
a. efektivitas pengendalian kemacetan; dan
b. dapat menutup biaya penyelenggaraan.
2) Efektivitas pengendalian Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
a diukur berdasarkan peningkatan kecepatan rata-rata perjalanan.
3) Biaya penyelenggaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi
biaya modal, biaya operasional, biaya pemeliharaan dan biaya bunga.
4) Sistem tarif pengendalian Lalu Lintas Jalan berbayar berdasarkan pada prinsip
keadilan dengan memperhitungkan jarak perjalanan dan kondisi arus Lalu
Lintas.
5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tarif pengendalian Lalu Lintas Jalan berbayar
diatur dengan Peraturan Daerah.
6) Selain memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (1),
pemberlakuan pengendalian Lalu Lintas Jalan berbayar harus memperhatikan
kualitas lingkungan.
7) Pemungutan tarif pengendalian Lalu Lintas Jalan berbayar dilakukan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan operasional PL2SE,
Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui UP Sistem Jalan Berbayar Elektronik akan
mengadakan kajian Jasa Konsultansi Survei ATP WTP Pengendalian Lalu Lintas
Secara Elektronik yang dapat mengakomodir sebagaimana diatur dalam pasal 81
Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014
tentang Transportasi sebagaimana dimaksud di atas.