| Reason | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0316258540429000 | Rp 778,874,715 | 86.73 | - | |
| 0027771005609000 | Rp 995,550,786 | 91.25 | - | |
| 0700955768643000 | Rp 999,222,000 | 86.48 | - | |
| 0965293905741000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0024301657655000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0538115007646000 | - | - | - | |
| 0805282688622000 | - | - | - | |
PT Konindo Panorama Konsultan | 0825181944615001 | - | - | GUGUR : Nilai Total evaluasi kualifikasi dibawah ambang batas |
| 0720795699429000 | - | - | - | |
| 0031259435609000 | - | - | - | |
| 0019763697615000 | - | - | - | |
| 0922490198642000 | - | - | - | |
CV Mutiara Timur Konsultan | 09*7**3****53**1 | - | - | - |
| 0016128183626000 | - | - | - | |
| 0722074796626000 | - | - | - | |
| 0019260538655000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0016899395608000 | - | - | - | |
| 0017016379629000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0032360463009000 | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | GUGUR : Nilai Total evaluasi kualifikasi dibawah ambang batas |
| 0660888587614000 | - | - | - | |
| 0840542179609000 | - | - | - | |
| 0314763400602000 | - | - | - | |
| 0868621426627000 | - | - | - | |
| 0744675075541000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
CV Pandu Adhigraha | 09*8**7****15**0 | - | - | - |
| 0211101548619000 | - | - | - | |
| 0947045878517000 | - | - | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
| 0740192729618000 | - | - | - | |
CV Aka Cipta Konsultan | 03*7**4****01**0 | - | - | - |
| 0746281310615000 | - | - | - | |
| 0029913118701000 | - | - | - | |
CV Agra Kriya | 08*9**1****19**0 | - | - | - |
CV Dwi Karya Desain | 00*3**0****53**0 | - | - | - |
| 0031950884801000 | - | - | - | |
| 0025860206647000 | - | - | - | |
CV Tata Duta Asri | 09*1**4****29**0 | - | - | - |
| 0025544578422000 | - | - | - | |
| 0318242575429000 | - | - | - | |
CV Nusantara Engineering | 04*0**4****09**0 | - | - | - |
| 0033353780429000 | - | - | - | |
| 0849661129609000 | - | - | - | |
PT Perencana Jaya Indonesia | 07*9**1****42**0 | - | - | - |
| 0011400629526000 | - | - | - | |
| 0016731168643000 | - | - | - | |
| 0023419070035000 | - | - | - | |
CV Gita Karya | 00*5**6****15**0 | - | - | - |
CV Bop Barokah | 09*6**0****15**0 | - | - | - |
| 0020493367606000 | - | - | - | |
PT Brawijaya Nusantara Mandiri | 06*1**9****02**0 | - | - | - |
PEKERJAAN KONSTRUKSI
PENGAWASAN Retrofitting Gedung Kantor Dinas PRKPCK Provinsi Jawa Timur
menjadi Bangunan Gedung Hijau
TAHUN ANGGARAN 2024
Uraian Pendahuluan1
1. Latar Belakang Perubahan Iklim dan Pemanasan Global telah menjadi isu
utama di dunia. Proses perubahan iklim secara alami
berlangsung dalam jangka panjang, yaitu mengacu pada
perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca, seperti
melalui variasi siklus matahari. Namun sejak tahun 1800-an,
aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama perubahan
iklim. Badan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan
bahwa pemanasan bumi yang sangat cepat dalam kurun waktu
satu abad ini bukan dikarenakan sesuatu yang alamiah. Menurut
IPCC, perubahan iklim jangka panjang ini disebabkan oleh
aktivitas manusia, terutama karena meluasnya penggunaan
bahan bakar fosil, berupa batu bara, minyak, dan gas di rumah-
rumah, pabrik-pabrik, dan transportasi. Pembakaran bahan bakar
fosil ini menghasilkan emisi gas rumah kaca yang bekerja seperti
selimut yang melilit bumi, menghasilkan panas matahari dan
menaikkan suhu.
Dalam perjanjian penting yang ditandatangani di Paris
pada Tahun 2015, hampir 200 negara berjanji untuk menjaga
pemanasan global di tingkat 1,50C. Dan untuk dapat meraih
target ini, maka target bebas emisi karbon (CO2¬) harus dicapai
pada Tahun 2050. Bebas emisi karbon berarti mengurangi emisi
gas rumah kaca sebanyak mungkin, dan menghilangkan emisi
yang tersisa dari atmosfer. Sebagian besar negara telah, atau
sedang mempertimbangkan, target bebas emisi karbon. Namun
menurut IPCC, tingkat gas rumah kaca masih meningkat dengan
1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
cepat, dan dunia "kemungkinan besar" akan memanas melebihi
1,50C.
Bangunan, sebagaimana halnya sektor industri dan
transportasi, menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah
kaca. Hal ini disebabkan karena alih fungsi lahan pertanian
hingga hutan yang menyebabkan kerusakan alam dan
lingkungan, penggunaan desain dan bahan bangunan yang tidak
ramah lingkungan, dan boros energi. Menurut penelitian,
bangunan menggunakan 1/3 dari sumber daya alam dunia,
menghabiskan 12% air dunia, bertanggung jawab atas 40% emisi
gas rumah kaca dunia dan 40% dari totalitas timbulan limbah
padat secara global.
Isu perubahan iklim ini pada akhirnya melahirkan target
pembangunan berkelanjutan, sehingga muncul penilaian kinerja
terhadap sektor konstruksi dan bangunan di berbagai negara
pada Tahun 1990-an. Di Indonesia, pengaturan mengenai
bangunan gedung hijau mulai muncul pada Tahun 2015 melalui
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan
Gedung Hijau, yang kemudian dicabut dan diperbarui dengan
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penilaian
Kinerja Bangunan Gedung Hijau dan Surat Edaran Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/SE/M/2022
Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Bangunan Gedung
Hijau. Selain itu di dalam Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang
Bangunan Gedung dijelaskan pada Pasal 107 Ayat 3 dan Pasal
124 Ayat 11 bahwa Bangunan Gedung Negara (BGN) dengan
luas di atas 5.000 m2 (lima ribu meter persegi) wajib menerapkan
prinsip-prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH).
Dengan mempertimbangkan isu perubahan iklim dan
amanat dalam peraturan-peraturan yang mengatur mengenai
BGH, maka walaupun luas Bangunan Gedung Kantor Dinas
Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya
(PRKPCK) Provinsi Jawa Timur tidak sampai 5.000 m2 (lima ribu
meter persegi), namun dalam rangka mendukung target capaian
penurunan emisi gas rumah kaca dan emisi karbon pada Tahun
2050, serta menjadi pilot project atau percontohan gedung
pemerintah yang menerapkan prinsip BGH, maka Dinas PRKPCK
Provinsi Jawa Timur bermaksud melakukan retrofitting (ubah
suai) terhadap bangunan gedung kantor eksisting menjadi BGH.
Oleh karena itu perlu adanya penerapan adaptasi BGH
pada Gedung Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman
dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur sesuai dengan persyaratan
bangunan gedung hijau melalui pengubahsuaian (retrofitting)
berdasarkan standar teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri
PUPR Nomor 21 Tahun 2021 dan SE Menteri PUPR Nomor 1
Tahun 2022 tersebut. Dan untuk dapat merencanakan retrofitting
(ubah suai) menjadi BGH, diperlukan penyedia jasa konsultansi
perencanaan yang kompeten untuk menyusun dokumen
perencanaan teknis penilaian kinerja BGH. Kerangka Acuan
Kerja ini disusun untuk menjadi pedoman bagi penyedia jasa
konsultansi pengawasan dalam melaksanakan pekerjaan
Pengawasan Retrofitting Gedung Kantor Dinas PRKPCK Provinsi
Jawa Timur menjadi Bangunan Gedung Hijau.