| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0315392357542000 | Rp 814,973,100 | 78.48 | 82.79 | - | |
| 0700955768643000 | Rp 859,473,000 | 81.65 | 84.28 | - | |
| 0731144473401000 | Rp 887,667,000 | 70.35 | 74.64 | - | |
| 0017634601121000 | Rp 900,598,500 | 70.66 | 74.63 | - | |
| 0027771005609000 | Rp 919,832,025 | 90.82 | 90.37 | - | |
| 0840542179609000 | Rp 937,758,525 | 71.72 | 74.76 | - | |
| 0013753256061000 | Rp 944,554,500 | 70.53 | 73.68 | - | |
| 0728302829428000 | - | - | - | - | |
| 0867914285543000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan klarifkasi | |
| 0019181288643000 | - | - | - | - | |
| 0015148877331000 | - | - | - | Tidak menghadiri 2 kali undangan klarifikasi | |
| 0924536931532000 | - | - | - | Tidak mempunyai SBU PR103 | |
| 0019922160541000 | - | - | - | Tidak mempunyai SBU PR 103 | |
| 0026236869013000 | - | - | - | Kualifikasi SBU PR103 Non Kecil | |
| 0840448211643000 | - | - | - | - | |
| 0910218965542000 | - | - | - | - | |
| 0031929227322000 | - | - | - | - | |
| 0744675075541000 | - | - | - | Tidak menghadiri undangan klarifikasi selama dua kali | |
| 0314455320907000 | - | - | - | Tidak menghadiri 2 kali undangan klarifikasi dan tidak mempunyai SBU PR 103 | |
| 0030280275517000 | - | - | - | tidak punya SBU PR 103, dan TIDAK HADIR DALAM KLARIFIKASI | |
| 0750640534542000 | - | - | - | - | |
| 0022074629615000 | - | - | - | - | |
| 0705497428541000 | - | - | - | - | |
| 0741663934541000 | - | - | - | - | |
PT Nawakarya Griya Konsultan | 09*7**6****52**0 | - | - | - | - |
| 0315185652015000 | - | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0032170243805000 | - | - | - | - | |
| 0032606972061000 | - | - | - | - | |
| 0021834023002000 | - | - | - | - | |
| 0722837234013000 | - | - | - | - | |
| 0720031285822000 | - | - | - | - | |
| 0032006702015000 | - | - | - | - | |
PT Sinar Inti Persada | 00*6**5****19**0 | - | - | - | - |
| 0016128183626000 | - | - | - | - | |
| 0965293905741000 | - | - | - | - | |
Berdikari Abadi | 00*0**6****14**0 | - | - | - | - |
| 0732742333951000 | - | - | - | - | |
| 0868621426627000 | - | - | - | - | |
| 0022819189952000 | - | - | - | - | |
| 0018885178061000 | - | - | - | - | |
| 0316560481955000 | - | - | - | - | |
| 0911737872643000 | - | - | - | - | |
| 0019389527315001 | - | - | - | - | |
| 0856741509822000 | - | - | - | - | |
| 0020493367606000 | - | - | - | - | |
| 0019260538655000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
LATAR BELAKANG
Tantangan pengembangan pendidikan tinggi dimasa mendatang semakin ketat
sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi. Tuntutan terhadap
kualitas sumberdaya manusia menjadi lebih kompetitif mengharuskan tenaga yang
dihasilkan oleh perguruan tinggi menjadi lebih berkualitas. Sebagai penghasil tenaga
berkualitas dan memiliki kompetensi penyelenggaraan pendidikan tinggi harus
mampu menjadi pendorong dan bahkan sebagai motivator pembangunan kawasan
dan regional. Dari sisi kawasan penyediaan tenaga dengan kompetensi tinggi masih
belum dapat secara optimal mendukung pengembangan kawasan. Jumlah dan sebaran
secara kualitas maupun kuantitas perguruan tinggi masih belum dapat menyediakan
tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan daerah potensi pembangunan maupun
percepatan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan trend peningkatan jumlah mahasiswa Politeknik Perkapalan
Negeri Surabaya, yang terus meningkat dari tahun ke tahun, ini menunjukan tingkat
partisipasi masyarakat terhadap pendidikan jenjang vokasi semakin meningkat.
Pertambahan program studi baru, dan peningkatan jenjang strata juga semakin
ditambah dan ditingkatkan. Maka dalam hal ini, disamping program-program
pendidikan yang terus ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pasar
tenaga kerja, hal lain yang harus dipenuhi adalah kebutuhan sarana/prasarana sebagai
bagian dari kebutuhan ruang (gedung) untuk interaksi belajar-mengajar yang mutlak
harus diadakan.
Mengingat kawasan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya yang memiliki
kawasan yang cukup luas, dengan luas sekitar 71.858 m2 (7,1 Hektar), perlu penataaan
ulang yang komprehensif, karena pola perpetakan yang ada terlihat mengalami
ketidakteraturan (sprawl), yang mengakibatkan ketidakefisienan penggunaan lahan.
Secara fisik berdasarkan perkembangan di lapangan, dengan penambahan fasilitas
gedung perkuliahan maupun pendukungnya, tentunya memerlukan penataan yang
terencana dengan baik. Sehingga dapat menghasilkan tataguna lahan efisien, efektif,
dan berdayaguna.
Maka dengan melihat fakta tersebut, dibutuhkan suatu evaluasi untuk
mengetahui arah pengembangan fisik Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
diperlukan suatu. master plan yang menyeluruh dan terintegrasi, dan dapat ditinjau
secara berkala, agar perkembangan fisik yang terjadi memiliki arah yang jelas dan
memiliki konsep yang baik untuk jangka waktu yang panjang. Dengan konsep master
plan yang menyeluruh, dalam hal ini perlu dilakukan dengan tindakan, Rencana
Induk Pengembangan Kampus. Pedoman ini merupakan acuan bagi pelaksanaan
pengembangan dan peningkatan fisik yang efisien, efektif, dan fungsional di masa
mendatang. Hal itu merupakan panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan
untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta
memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan, rencana umum
dan panduan rancangan, rencana investasi, dan pedoman pengendalian pelaksanaan
pengembangan lingkungan/kawasan.
Isu strategis yang melandasi kegiatan ini adalah :
a. Evaluasi efektifitas pemanfaatan lahan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
menginventarisai aset fisik dalam rencana strategis untuk rencana induk
pengembangan kampus 2021 - 2030, untuk mentargetkan evaluasi Pengembangan
Kampus sPoliteknik dengan core perkapalan yang harus menjadi pendorong
kedaulatan perkapalan dalam menghadapi persaingan di tingkat global.
b. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dengan jenjang pendidikan vokasi yang
berbasis perkapalan, karenanya harus bisa menjadi pusat pertumbuhan yang
mampu melakukan pengoptimalan pengembangan potensi daerah dan dapat
bersinergi dengan pengembangan sektoral lainnya, serta menjadi pendorong
pembangunan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan daerahnya.
MAKSUD DAN TUJUAN :
Agar dalam menyusun rencana secara keseluruhan yang berkesinambungan dan terpadu
untuk melaksanakan fungsi sepenuhnya sebagai Perguruan Tinggi yang terus
berkembang dalam peningkatan layanannya secara terinci dalam tahapan-tahapan
pengadaan sumber daya manusia, pembiayaan, maupun prasarana dan sarana fisik
bangunannya, yang tersusun dalam suatu Rencana Induk/ Master Plan.
Pedoman Master Plan ini nantinya akan dijadikan dasar acuan dalam mewujudkan
Rencana Pembangunan dan Pengembangan suatu Perguruan Tinggi bagi pengelola agar
menjadi acuan yang baik dan benar.
Tujuan dari pembuatan master plan ini, adalah untuk mengevaluasi (Review) master plan
yang ada, yang selanjutnya dilakukan adaptasi terhadap rancangan master plan baru
dengan zona-zona ( cluster ) dan tema kegiatan kampus, sebagai bagian dari Rencana
Induk Pengembangan Kampus 2021- 2030.
Menjadi arahan bagi pengendalian dan pemanfaatan tata guna lahan yang tertib, teratur
dan efisien serta efektif.
Membuat dokumen perencanaan sebagai acuan dan arahan dalam pembangunan
berjangka, agar dapat dilakukan rencana investasi.
RUANG LINGKUP :
Lingkup kegiatan Perencanaan Masterplan ini adalah Pembuatan Master Plan Kampus II
Politeknik Perkapalan beserta sarana pendukungnya di Lamongan pada lahan seluas
kurang lebih 10.000 m2 (1 Ha) dan 3.000 m2 dengan rincian uraian kegiatan sebagai
berikut :
a. Kegiatan Persiapan
Kegiatan persiapan yaitu kegiatan yang meliputi seluruh pekerjaan awal sebelum
pekerjaan dimulai, meliputi: penyusunan jadual, mobilisasi dan pengerahan tenaga
ahli dan tenaga pendukung, rencana dan metode pengumpulan data ( mapping
kondisi exsting ).
b. Perencanaan Master Plan
Melakukan review pada produk master plan kampus Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya sebelumnya. Review dilakukan guna menganalisa besaran penyimpangan/
ketidaksesuaian pelaksanaan di lapangan pada saat ini terhadap master plan yang
diacu sebelumnya, pengaruh perkembangan lingkungan sekitarnya, pertumbuhan
jumlah populasi kampus selama kurun waktu 5 tahun sebelumnya, hingga
diproyeksikan kebutuhan pengembangan kampus sampai 20 tahun mendatang.
c. Penyusunan Konsep
Penyusunan konsep Master plan Kawasan Kampus, termasuk program bangunan
dan lingkungan serta didetailkan ke dalam program penataan yang terintegrasi
dengan kondisi existing.
d. Tahap Pra Rencana
Mendetailkan secara terukur terhadap hal-hal yang sudah dikonsepkan, meliputi:
1) Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dwi dan trimatra bila
diperlukan;
2) Rencana Perpetakan (Perencanaan Tapak) beserta uraian konsep;
3) Rencana Teknis Jaringan Utilitas.
4) Rencana Teknis Jaringan Jalan (sirkulasi )
5) Rencana teknis Tata Bangunan dan Lingkungan
6) Garis besar spesifikasi teknis (Outline Specifications);
7) Perkiraan biaya.
e. Tahap Rencana Detail
Penyusunan rencana detail berupa uraian lebih terinci meliputi:
1) Membuat gambar-gambar detail berupa gambar detail Master plan, gambar
rencana utilitas, tata hijau dan gambar detail tata lingkungan;
2) Detail Rencana pemanfaatan ruang dalam blok-blok peruntukan
3) Detail Rencana teknis Jaringan Utilitas
4) Detail Rencana teknis Jaringan jalan dan selasar penghubung antar Gedung.
5) Detail Rencana tata bangunan dan lingkungan
6) Menyusun laporan perencanaan akhir, yang memuat :
- Laporan Konsep master plan ;
- Laporan Pengembangan utilitas dan tata bangunan dan lingkungan.
- Laporan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Kampus 2021 -2030.
LUARAN PEKERJAAN :
Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Masterplan berdasarkan Kerangka Acuan Kerja
ini selanjutnya akan diatur dalam surat perjanjian tersendiri, yang minimal meliputi :
a. Laporan Pendahuluan (3 Eks)
b. Laporan Antara (3 Eks)
c. Laporan Akhir (3 Eks)
d. Album Gambar Master Plan A3 (3 Eks)
e. Perspektif Gambar 3D Uk. A2 + Frame (3 View)
f. Video Animasi (5 menit)
g. Maket Master Plan Kampus II Lamongan, skala 1 : 200 (1 buah)
h. Hardisk SSD 1 TB ( 1 Buah) berisi laporan, gambar dan video animasi.