| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0017645896062000 | Rp 15,079,172,400 | - | |
| 0032720674063000 | Rp 16,150,500,000 | - | |
| 0018285221062000 | - | - | |
| 0016921314073000 | Rp 18,729,363,000 | Tidak menyampaikan persyaratan, untuk 1 (satu) orang yang memiliki sertifikasi yang masih berlaku terkait produk Lisensi Infrastruktur Sistem TIK Openshift | |
| 0736556945451000 | - | - | |
| 0314553769451000 | - | - | |
| 0603509225402000 | - | - | |
| 0413300641402000 | - | - | |
| 0821010295447000 | - | - | |
| 0704511484063000 | - | - | |
| 0903107605517000 | - | - | |
| 0313826547008000 | - | - | |
PT Adyatama Bhakti Perkasa | 00*4**9****01**0 | - | - |
| 0315491431501000 | - | - | |
| 0729539742063000 | - | - | |
| 0026279646015000 | - | - | |
| 0010005023092000 | - | - | |
| 0020405221022000 | - | - | |
| 0013537790062000 | - | - | |
| 0031250954044000 | - | - | |
PT Aneka Sinergi Mandiri | 04*8**3****36**0 | - | - |
| 0210094488028000 | - | - | |
| 0312392830432000 | - | - | |
PT Informatika Media Pratama | 09*7**7****05**0 | - | - |
CV Artomoro Barokah | 05*0**7****31**0 | - | - |
| 0027916089005000 | - | - | |
| 0312701535614000 | - | - | |
CV Lestari Karya Utama | 05*8**2****14**0 | - | - |
PT Global Transformasi Teknologi | 09*3**0****15**0 | - | - |
PT Sokka Global Mandiri | 00*1**6****63**0 | - | - |
PT Bima Sakti Alterra | 09*8**6****01**0 | - | - |
CV Shufrun Indonesia | 06*7**1****42**0 | - | - |
| 0019799725005000 | - | - | |
| 0814916540005000 | - | - | |
| 0854283876432000 | - | - | |
| 0801013798028000 | - | - |
Uraian Singkat Pekerjaan Pengembangan Lisensi Infrastruktur Sistem TIK
Untuk mendukung tercapainya visi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan
(Kemenkeu) RI yakni Menjadi penggerak utama dan katalisator tata kelola yang baik
menuju terwujudnya Visi Kementerian Keuangan, maka Pusat Sistem Informasi dan
Teknologi Keuangan (Pusintek) memiliki tugas dan fungsi yang tertuang dalam Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.01/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Keuangan, yakni mengoordinasikan, menyusun dan melaksanakan
kebijakan dan layanan teknologi informasi dan komunikasi, dan mengelola infrastruktur
dan fasilitas pusat data, jaringan komunikasi data, aplikasi, basis data, keamanan
informasi, dan jabatan fungsional pranata komputer.
Saat ini Pusintek selaku Unit TIK Pusat mengelola Data Center (DC) dan Data
Recovery Center (DRC) yang mendukung sistem TIK utama Kemenkeu a.l. aplikasi
Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), aplikasi Modul Penerimaan
Negara Generasi Kedua (MPN-G2), serta aplikasi corporate services e-Prime Kemenkeu.
Sebagai unit TIK pusat yang fungsi utamanya memberikan layanan TIK di Lingkungan
Kemenkeu, Pusintek menyadari pentingnya kehandalan dan menjaga ketersediaan
layanan TIK. Hal ini tercermin dari keikutsertaan Pusintek dalam standarisasi internasional
TIK, antara lain ISO 20000 tentang standar Pengelolaan Layanan TI dan ISO 27001
tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Selain itu, dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi, Pusintek juga terus menerus melakukan perbaikan dan inovasi
untuk meningkatkan layanan, serta pengembangan perangkat infrastruktur TIK dengan
mengantisipasi tren pengembangan aplikasi ke depan.
Cloud computing merupakan teknologi yang memiliki kelebihan dalam hal efisiensi
dan kemudahan dalam pengaturan resource. Pengelompokan model layanan TIK saat ini
berdasarkan pola pengelolaan, terbagi menjadi 4 (empat) model layanan, dimana 3 (tiga)
diantaranya sudah berbasis layanan Cloud computing, yaitu Traditional IT, Infrastructure
as a Services (IaaS), Platform as a Services (PaaS), dan Software as a Services (SaaS).
Saat ini Pusintek mengadopsi teknologi IaaS dalam bentuk layanan private cloud server
yang terpasang pada Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC) Kemenkeu,
yaitu layanan yang menyediakan layanan infrastruktur TIK (server, storage, dan network)
dengan menggunakan teknologi virtualisasi, sebagai fungsi shared services (layanan
berbagi pakai) Kemenkeu.
PaaS merupakan model layanan selanjutnya yang dapat dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan bisnis dalam hal kemudahan proses pembangunan aplikasi dan
memudahkan pengelolaan dari sisi penyedia layanan platform. Dengan platform yang
seragam, maka pengembangan sistem di lingkungan Kemenkeu akan lebih mudah untuk
dilakukan. Selain itu juga akan mempermudah untuk dilakukan integrasi dengan aplikasi
lain pada platform yang sama, serta dapat dikelola dengan lebih efektif. PaaS merupakan
salah satu model layanan cloud computing yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan bisnis dengan model bisnis platform.
Layanan PaaS dapat memberi kemudahan dalam proses pembangunan aplikasi dan
memudahkan pengelolaan dari sisi penyedia layanan platform. Dengan menggunakan
model layanan PaaS, maka institusi pemilik bisnis hanya perlu memikirkan proses
pembangunan aplikasi, mengoperasikan, serta mengelola aplikasinya. Seluruh
pengelolaan infrastruktur TIK serta penyediaan lingkungan pengembangan aplikasi
dilakukan oleh penyelenggara layanan cloud.
Pengadaan ini merupakan kelanjutan dari pengadaan Pengembangan Sistem
Virtualisasi yang dimulai sejak tahun 2021. Berikut daftar perangkat yang telah diadakan
dan diimplementasi, yaitu:
a. Tahun 2021: Pengembangan lisensi virtualiasi (Vmware);
b. Tahun 2022: Pengembangan lisensi virtualisasi (VMware);
c. Tahun 2022: Pengembangan sistem operasi (Lisensi Microsoft Windows Server dan
Red Hat Enterprise Linux).
d. Tahun 2023: Pengembangan sistem virtualisasi dan sistem operasi
Selanjutnya pada tahun 2024 akan dikembangkan lisensi infrastruktur sistem TIK
baik berupa sistem virtualisasi, sistem operasi maupun lisensi infrastruktur lainnya pada
DC/DRC sesuai dengan kebutuhan.
Pengembangan lisensi infrastruktur sistem TIK yang diadakan pada paket ini,
nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan sistem yang
diletakan pada DC/DRC Kementerian Keuangan guna mendukung layanan TIK
Kemenkeu yang dituntut untuk memiliki tingkat ketersediaan layanan yang tinggi. Selain
itu, secara spesifik ada beberapa yang akan digunakan untuk pengembangan Sistem
Informasi National Single Window (SINSW) yang dikelola oleh LNSW yang berada pada
DC dan DRC Kementerian Keuangan. Sehingga, untuk menjamin dukungan terhadap
operasional sistem TIK Kemenkeu maka spesifikasi perangkat lunak tersebut merujuk dan
harus sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan perangkat yang akan disampaikan
selanjutnya.
Kebutuhan Lisensi sesuai tabel berikut:
No Spesifikasi Jumlah
Lisensi infrastruktur yang terdiri dari:
a. Lisensi VMware vCloud foundation 5 sebanyak 1460 core
b. Lisensi VMware Tanzu Platorm sebanyak 64 unit
c. Lisensi Red Hat Openshift Platform Plus With RedhatOpenshift
Data Foundation Advanced Premium (1-2 socket up to 64 core),
1 6 lisensi 1 sistem
d. Lisensi Red Hat Enterprise Linux Server with Satellite, Standar
(physical or Virtual Nodes), 1 lisensi
e. Lisensi Redhat Enterprise Linux Standar, 2 lisensi
f. Lisensi Red Hat Enterprise Linux High Availability for limited
guests and server, 2 lisensi
Kegiatan ini akan dilaksanakan di Gedung Smart DC Pusat Sistem Informasi dan
Teknologi Keuangan di Jakarta. Kegiatan Pengembangan Lisensi Infrastruktur Sistem TIK
Kemenkeu TA 2024 adalah selama 45 (empat puluh lima) hari kalender atau hingga
tanggal 31 Desember 2024 yang berlaku efektif sejak penandatanganan surat
perjanjian/kontrak. Kegiatan Pengembangan Lisensi Infrastruktur Sistem TIK Kemenkeu
TA 2024 dilakukan melalui mekanisme tender/lelang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 11 September 2023 | Package 3 - Laptops/Notebookfor Data Science/Analytic Role | Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan | Rp 44,965,000,000 |
| 12 August 2016 | Pengadaan Perangkat Storage Ojk | Rp 35,000,000,000 | |
| 11 October 2016 | Pengadaan Penambahan Lisensi Dan Perpanjangan Software Assurance Microsoft Enterprise Agreement Ojk Tahun 2016 | Rp 34,500,000,000 | |
| 27 May 2021 | Pengadaan Infrastruktur Hyperconvereged | Badan Pemeriksa Keuangan | Rp 20,000,000,000 |
| 20 June 2022 | Pengadaan Renewal Software Assurance (Sa) Lisensi Microsoft | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 19,586,178,000 |
| 22 June 2023 | Pembelian Ats Linux Rhel | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 18,651,893,000 |
| 14 June 2023 | Pengadaan Annual Technical Support (Ats) Aplikasi Webmethods, Bpms, Dan Aris | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 18,651,893,000 |
| 5 December 2022 | Pengadaan Maintenance Monitoring Tools | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 18,651,893,000 |
| 16 May 2023 | Pengadaan Maintenance Virtualization Software (Vmware) | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 18,651,893,000 |
| 6 December 2022 | Pengadaan Renewal Subscription Dan Maintenance Bmc Remedy | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi | Rp 18,651,893,000 |