URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
SEMINAR LAPORAN AKHIR DANA KEMITRAAN PENINGKATAN TEKNOLOGI INDUSTRI (DAPATI)
Pusat Optimalisasi Pemanafaatan Teknologi Industri dan
Kebijakan Jasa Industri
TAHUN 2025
Lembaga : Kementerian Perindustrian
Unit Organisasi Eselon II : Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan
Kebijakan Jasa Industri
Detail Akun : 522191 – Jasa Lainnya
Program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri atau DAPATI
merupakan salah satu program strategis unggulan dari Kementerian
Perindustrian, yang dilaksanakan oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa
Industri (BSKJI). Program ini dirancang sebagai manifestasi nyata komitmen
Pemerintah untuk mendorong kemajuan dan daya saing sektor Industri di seluruh
Indonesia.
DAPATI adalah program pemberian bantuan pendanaan parsial kepada IKM
untuk mendapatkan jasa konsultansi dan bimbingan teknis dari Balai-Balai di
lingkungan BSKJI. Program ini bertujuan untuk membantu Industri dalam
menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang mereka hadapi dalam proses
produksi.
Fokus utama dari DAPATI adalah mendorong IKM untuk Mengadopsi dan
mengoptimalisasi teknologi yang lebih modern dan efisien. Meningkatkan efisiensi
proses produksi dan produktivitas secara keseluruhan.
Tujuan utama pelaksanaan Program DAPATI secara garis besar adalah:
Peningkatan Kapasitas Teknologi: Meningkatkan kemampuan teknologi IKM
dengan bantuan konsultan/tenaga ahli teknologi, sehingga IKM dapat mengatasi
kendala teknis yang menghambat produksi. Peningkatan Daya Saing dan Mutu
Produk: Dengan penerapan teknologi dan bimbingan teknis yang tepat, IKM dapat
menghasilkan produk yang berkualitas lebih tinggi, memiliki nilai tambah, dan lebih
berdaya saing di pasar domestik maupun global, sejalan dengan peningkatan nilai
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Mendukung Hilirisasi dan Industri Hijau:
Program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya hilirisasi komoditas unggulan
daerah, serta memfasilitasi IKM dalam penerapan konsep Industri Hijau, seperti
peningkatan efisiensi penggunaan air dan energi.
Program DAPATI menggunakan skema pendanaan bersama atau cost
sharing, yaitu: Sebagian besar, sekitar 75% dari biaya jasa konsultansi, didanai
melalui APBN oleh BSKJI Kementerian Perindustrian. Sisanya, minimal 25% dari
biaya, merupakan pembiayaan oleh IKM itu sendiri. Skema ini menunjukkan
adanya kemitraan dan komitmen dari IKM untuk serius dalam mengembangkan
usahanya melalui adopsi teknologi.
A. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Seminar Laporan Akhir Dapati ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari
proses tahapan kegiatan DAPATI. sekaligus menjadi momen penting untuk
mengevaluasi hasil, mengukur dampak nyata peningkatan teknologi pada IKM,
dan merumuskan langkah strategis ke depan dalam upaya berkelanjutan
memajukan industri nasional.
2. Tujuan
a. Menyajikan dan mendiskusikan secara mendalam hasil dan capaian dari setiap
proyek konsultansi teknologi yang telah dilaksanakan di IKM mitra.
b. Memastikan bahwa pendampingan yang diberikan melalui Balai-Balai di bawah
BSKJI telah berhasil menciptakan dampak ekonomi dan teknis yang terukur,
seperti terwujudnya hilirisasi komoditas unggulan.
c. Mengumpulkan seluruh temuan, metodologi yang berhasil, dan pelajaran
berharga (lesson learned) dari berbagai sektor industri.
B. Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup kegiatan Seminar Akhir DAPATI adalah sebagai berikut:
1) Melakukan penyediaan kebutuhan bahan kegiatan Seminar Akhir DAPATI;
2) Melakukan penyediaan akomodasi kegiatan Seminar Akhir DAPATIuntuk peserta
kegiatan Seminar Akhir DAPATI;
3) Melakukan dokumentasi kegiatan Seminar Akhir DAPATI;
4) Melaksanakan administrasi kegiatan Seminar Akhir DAPATI; dan
5) Memberikan output berupa laporan kegiatan Bimbingan Teknis Auditor
Teknologi.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 28 October 2019 | Pengadaan Jasa Eo Kegiatan Hari Disabilitas Internasional (Hdi) | Kementerian Sosial | Rp 4,446,000,000 |
| 24 July 2024 | Penguatan Tata Kelola Sertifikasi Industri Hijau | Kementerian Perindustrian | Rp 1,500,000,000 |
| 9 November 2025 | Pameran Industri Obat Dan Kosmetik Berbahan Alam | Kementerian Perindustrian | Rp 200,000,000 |
| 4 December 2025 | Pameran Industri Tableware Keramik Dan Glassware Nasional | Kementerian Perindustrian | Rp 195,072,000 |
| 10 October 2025 | Kajian Komponen Utama Produk Industri Aneka | Kementerian Perindustrian | Rp 50,000,000 |