| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024361750063000 | Rp 1 | - | |
| 0701167199435000 | Rp 1 | Tidak mampu menyediakan minimal 15 peralatan/mesin mobile chest x-ray yang beroperasi secara serentak/parallel sesuai dengan wilayah kerja pada lampiran 2 KAK dibuktikan dengan surat pernyataan kepemilikan/sewa yang bersertifikat/surat ijin “BAPETEN” dan kalibrasi aktif serta mampu menghasilkan pembacaan pemeriksaan chest x-ray oleh Dokter Spesialis Radiologi secara online/telereading dan real time serta pembacaan pemeriksaan chest x-ray secara Artificial Intelegence. | |
| 0010611846051000 | - | - | |
| 0027906346428000 | - | - | |
| 0628045247002000 | - | - | |
| 0318168341518000 | - | - | |
| 0010612281051000 | - | - | |
| 0313930687404000 | - | - | |
| 0754341543002000 | - | - | |
PT Famalira Medika Mandiri | 05*7**1****09**0 | - | - |
| 0414865550405000 | - | - | |
Hasea Benedict | 06*9**5****47**0 | - | - |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
CV Sentani Jaya | 04*1**0****55**0 | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN : PELAKSANAAN KEGIATAN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS
DENGAN METODE SKRINING CHEST X-RAY DI LAPAS, RUTAN, DAN LPKA DI 33
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM TAHUN 2023
1. Latar belakang Berdasarkan data dari WHO pada Global TB Report tahun
2022, Indonesia merupakan peringkat ke-dua, negara dengan
beban tuberkulosis tertinggi di dunia setelah India. Diperkirakan
jumlah kasus baru TBC mencapai 969.000 atau terdapat sekitar
354 kasus baru TBC per 100.000 penduduk. Situasi pandemi
Covid-19 dalam kurun waktu 3 tahun terakhir menurunkan
angka temuan kasus TBC dan berkontribusi terhadap
peningkatan under-reported dan under-diagnosed kasus TBC.
Dengan notifikasi kasus TBC sebesar 443.235 kasus maka
masih ada sekitar 525.765 kasus (54%) yang belum
ternotifikasi, belum terjangkau, belum terdeteksi, maupun
belum terlaporkan. Jumlah kasus TBC yang belum ditemukan
tersebut akan menjadi sumber penularan TBC di masyarakat.
Tahanan, Narapidana, dan Anak menjadi salah satu populasi
berisiko TBC, dimana Lapas, Rutan, dan LPKA merupakan
setting tertutup yang memungkinkan kontak erat secara
berkepanjangan. Terlebih, jumlah yang tidak sebanding antara
penghuni dan kapasitas hunian di sebagian besar Lapas,
Rutan, dan LPKA di Indonesia. Kondisi ini diperberat dengan
minimnya jumlah petugas kesehatan di UPT Pemasyarakatan
dan tidak merata penyebarannya. Tingginya kejadian TBC pada
populasi umum, kondisi overkapasitas di UPT pemasyarakatan,
keterbatasan SDM dan keterbatasan sarana prasana terkait
akses pelayanan kesehatan, menjadi beberapa faktor tingginya
potensi risiko penularan TBC di kalangan Tahanan,
Narapidana, dan Anak.
Dalam laporan JEMM 2022, disebutkan penemuan kasus
secara aktif merupakan mekanisme untuk mencari kasus-kasus
yang tidak dilaporkan dalam rangka mempercepat diagnosis
dan pengobatan sebelum terjadinya penularan. Mekanisme ini
dapat menjadi alat bantu yang berguna untuk memobilisasi
masyarakat, melibatkan pemerintah daerah, dan menjangkau
elemen sektor kesehatan lainnya dalam penanggulangan TBC.
Namun demikian, kegiatan penemuan kasus aktif perlu
direncanakan dengan seksama untuk memprioritaskan
populasi yang berisiko paling tinggi dan diterapkan secara
sistematik menggunakan alat skrining dan alat bantu diagnostik
yang paling sensitif seperti chest x-ray (ronsen dada) dan tes
cepat molekuler.
Menanggapi hal tersebut, terdapat perubahan strategi
penemuan pasien TBC tidak hanya “secara pasif dengan aktif
promotif” tetapi juga melalui “penemuan aktif secara intensif dan
masif berbasis keluarga dan masyarakat“ dengan tetap
memperhatikan dan mempertahankan layanan TBC yang
bermutu sesuai standar. Guna mempercepat penemuan kasus
TBC tersebut, maka diperlukan upaya khusus penemuan kasus
secara aktif pada kelompok khusus untuk deteksi dini TBC di
lokasi - lokasi tertentu termasuk Lapas, Rutan, dan LPKA. Salah
satu upaya yang akan dilakukan adalah skrining TBC dengan
metode pemeriksaan chest x-ray (ronsen dada).
Berdasarkan hal tersebut, maka Tim Kerja TBC dan ISPA
Kemenkes RI akan melakukan kegiatan penemuan kasus TBC
secara aktif pada Lapas, Rutan, dan LPKA dengan metode
skrining chest x-ray yang berlokasi di 374 Lapas, Rutan, dan
LPKA pada 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM
sebagai upaya penemuan kasus TBC secara aktif.
2. Maksud dan Tujuan a. Maksud
Melakukan skrining TBC, diagnosis TBC, dan pengobatan
TBC pada tahanan/WBP di Lapas, Rutan, dan LPKA.
b. Tujuan
1) Meningkatkan penemuan kasus TBC pada
tahanan/WBP.
2) Mengobati kasus TBC di Lapas, Rutan dan LPKA.
3. Sasaran/Target a. Sasaran kegiatan ini adalah penghuni yang tinggal di Lapas,
Rutan, dan LPKA di lokasi terpilih (Lampiran 1)
b. Target kegiatan ini sebagai berikut:
Pemeriksaan chest x-ray di 374 Lapas, Rutan, dan LPKA
yang tersebar di 294 Kab/Kota/Kotamadya dengan jumlah
peserta sebanyak 206.330 Tahanan/warga binaan
pemasyarakatan (WBP)
4. Nama Organisasi Nama organisasi yang menyelenggarakan /melaksanakan:
Pengadaan Kegiatan Penemuan Kasus Tuberkulosis dengan Metode
Skrining Chest X-Ray di Lapas, Rutan, dan LPKA.
Barang/Jasa
Kementerian Kesehatan RI
Satker: Sekretariat Ditjen P2P
PPK Hibah Langsung Unit Kerja Direktorat P2PM
5. Sumber Dana dan a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai Pengadaan
Perkiraan Biaya Jasa Lainnya GF ATM Komponen TB; dan
b. Total perkiraan biaya yang diperlukan (dana hibah tidak
untuk dipublikasi).
6. Ruang Lingkup a. Ruang lingkup pekerjaan/pengadaan jasa kegiatan
Pengadaan/Lokasi penemuan kasus tuberkulosis dengan metode skrining chest
dan Fasilitas x-ray pada Tahanan/WBP di Lapas, Rutan, dan LPKA
Penunjang sebagai berikut:
1) Menyusun rencana dan jadwal kegiatan;
2) Koordinasi dengan stakeholder (Dinkes, Kanwil
Kemenkumham, Puskesmas, Lapas/Rutan/LPKA
setempat;
3) Melakukan sosialisasi kegiatan;
4) Skrining chest x-ray;
5) Pembacaan hasil pemeriksaan chest x-ray; dan
6) Pelaporan hasil kegiatan.
b. Lokasi pekerjaan/pengadaan jasa kegiatan penemuan kasus
tuberkulosis dengan metode skrining chest x-ray pada
Tahanan/WBP di di 374 Lapas, Rutan, dan LPKA pada 33
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Lampiran 1);
dan
c. Fasilitas yang dapat disediakan oleh PA/KPA/PPK, TIDAK
ADA maka harus disediakan oleh Penyedia Jasa Lainnya,
seperti listrik, genset, tenda dan kursi menyesuaikan dengan
target harian dan kondisi di Lapas, Rutan, dan LPKA.
7. Produk yang Hasil/produk yang dihasilkan dari pekerjaan/pengadaan jasa ini
dihasilkan sebagai berikut:
a. Hasil pemeriksaan chest x-ray yang dibuktikan dengan
lembar hasil pembacaan oleh dokter spesialis radiologi dan
softfile foto ronsen;
b. Hasil pembacaan chest x-ray dengan Artificial Intellegence
yang dibuktikan dengan lembar hasil bacaan berupa skor
dan intepretasinya;
c. Rekap hasil pemeriksaan kasus TBC
d. Rekapitulasi laporan individu dan laporan mingguan dalam
bentuk excel format terlampir (Lampiran 4 dan Lampiran 5);
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
e. Laporan akhir pelaksanaan rangkaian kegiatan (penilaian
kuantitatif dan kualitatif) skrining TBC dalam bentuk hard
copy yang dijilid rapi seperti buku dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris (Lampiran 6) dalam bentuk buku,
rangkap 5 (lima);
f. Semua laporan dalam bentuk softfile dan dokumentasi
kegiatan dikumpulkan dalam 1 hardisk yang dapat
menampung dokumen hasil kegiatan; dan
g. Laporan akhir ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
Hibah Langsung Unit Kerja Direktorat P2PM.
8. Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan 180 hari kalender.
yang Diperlukan
9. Tenaga yang Tenaga yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan ini
Dibutuhkan sebanyak 15 tim (Lampiran 2) per masing-masing tim terdiri dari
sebagai berikut:
Jumlah
Tenaga yang tenaga
No Spesifikasi
dibutuhkan (per masing-
masing tim)
1. Dokter Spesialis 1 orang Memiliki STR dan
Radiologi SIP yang masih
berlaku
2. Dokter Umum 1 orang Memiliki STR dan
SIP yang masih
berlaku
3. Radiografer/Tenaga 2 orang Memiliki STR dan
Penata Ronsen SIP yang masih
berlaku
4. Tenaga Pencatatan 2 orang Mampu
dan Pelaporan mengoperasikan
komputer dan
memiliki
pengalaman atau
bergerak
dibidang
kesehatan dalam
3 tahun terakhir
10. Metode Kerja Metode kerja yang dilakukan dengan langkah-langkah berikut :
a. Penyedia jasa melakukan koordinasi dengan stakeholder
(Kanwil Kemenkumham, Dinkes, Lapas, Rutan, LPKA, dan
Puskesmas) setempat terkait kegiatan skrining TBC;
b. Penyedia jasa melakukan koordinasi rutin dengan pihak
Lapas, Rutan, dan LPKA untuk melakukan pengambilan
data hasil skrining gejala TBC yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan atau tahanan pendamping terlatih di Lapas,
Rutan, dan LPKA;
c. Penyedia jasa melakukan pemeriksaan chest x-ray
(dilakukan oleh radiografer) kepada semua peserta
skrining;
d. Penyedia jasa melakukan pembacaan hasil pemeriksaan
chest x-ray oleh dokter spesialis radiologi dan Artificial
Intellegence;
e. Penyedia jasa mengarahkan peserta skrining dengan hasil
terduga TBC (hasil pemeriksaan chest x-ray dan skrining
gejala TBC) untuk dilakukan pengambilan sputum oleh
petugas kesehatan fasilitas kesehatan untuk dilakukan
pemeriksaan TCM;
f. Penyedia jasa melakukan koordinasi rutin dengan pihak
fasilitas kesehatan jejaring pemeriksaan TCM untuk
melakukan pengambilan data hasil pemeriksaan TCM;
g. Rincian metode kerja terdapat pada Lampiran 3.
11. Spesifikasi Teknis Persyaratan administrasi:
• Peserta dari organisasi profesi kesehatan/organisasi
kemasyarakatan bidang kesehatan/ yayasan badan bidang
kesehatan/ badan usaha/ koperasi/ perorangan;
• Memiliki pengalaman atau bergerak dibidang kesehatan
dalam 3 tahun terakhir dan atau untuk badan usaha ijin
berusaha jasa klinik dan/atau laboratorium dan/atau
pelayanan kesehatan dan/atau Rumah Sakit dibuktikan
dengan surat bukti yang berlaku; dan
• Memiliki NPWP dan SPT yang masih berlaku.
Persyaratan teknis
• Mampu menyediakan minimal 15 peralatan/mesin mobile
chest x-ray yang beroperasi secara serentak/paralel sesuai
dengan wilayah kerja pada Lampiran 2 dan dibuktikan
dengan surat pernyataan kepemilikan/sewa yang
bersertifikat/surat ijin “BAPETEN” dan kalibrasi aktif, serta
mampu menghasilkan pembacaan pemeriksaan chest x-ray
oleh Dokter Spesialis Radiologi secara online/telereading
dan real time serta pembacaan pemeriksaan chest x-ray
secara Artificial Intelegence
• Mampu menyediakan peralatan/mesin portable chest x-ray
di lokasi skrining yang tidak dapat dijangkau oleh mobile
chest x-ray.
• Surat pernyataan penyedia mampu melaksanakan kegiatan
skrining TBC sesuai kerangka acuan kerja yang ditentukan;
dan
• Surat pernyataan hasil pemeriksaan merupakan rahasia
medis.
12. Laporan Kemajuan Laporan kemajuan pekerjaan yang harus dibuat oleh penyedia
Pekerjaan jasa adalah laporan individu hasil kegiatan dan secara
mingguan (Lampiran 4 dan Lampiran 5) dan hasil akhir kegiatan
sesuai hasil produk yang dihasilkan (Lampiran 6).
PPK Hibah Langsung
Unit Kerja Direktorat P2PM
Utama Pranata, SE, M.KM
NIP. 198302252006041001
Lampiran 1. Target Skrining Gejala dan Chest X-Ray
No Nama Kanwil No UPT Pemasyarakatan Target
1 Lapas Kelas II B Bireun 342
2 Lapas Kelas II B Blangkejeren 163
3 Lapas Kelas III Calang 133
4 Lapas Kelas II B Kota Bakti 115
5 Lapas Kelas II B Idi 403
6 Lapas Kelas III Lhok Nga 239
7 Lapas Kelas II B Lhoksukon 360
8 Rutan Kelas II B Singkel 152
9 Lapas Kelas II A Banda Aceh 531
10 Lapas Kelas II A Lhok Seumawe 483
11 Lapas Kelas II B Kuala Simpang 459
1 Aceh 12 Lapas Kelas II B Kutacane 382
13 Lapas Kelas II B Langsa 360
14 Lapas Kelas II B Meulaboh 533
15 Lapas Kelas II B Blangpidie 218
16 Lapas Narkotika Kelas II B Langsa 569
17 Lapas Perempuan Kelas II B Sigli 143
18 Rutan Kelas II B Banda Aceh 439
19 Rutan Kelas II B Bener Meriah 230
20 Rutan Kelas II B Jantho 333
21 Rutan Kelas II B Sigli 358
22 Rutan Kelas II B Takengon 254
23 Rutan Kelas II B Tapaktuan 180
24 Lapas Kelas III Barus 158
25 Lapas Kelas III Gunung Tua 138
26 Lapas Kelas III Kota Pinang 282
27 Lapas Kelas III Labuhan Bilik 101
28 Lapas Kelas II A Pancur Batu 862
29 Lapas Kelas III Pangururan 98
30 Rutan Kelas II B Sibuhuan 134
31 Rutan Kelas II B Sipirok 131
32 Lapas Kelas I Medan 1.841
2 Sumatera Utara
33 Lapas Kelas II A Binjai 647
34 Lapas Kelas II A Labuhan Ruku 2.037
35 Lapas Kelas II A Pematang Siantar 1.708
36 Lapas Kelas II A Rantau Prapat 1.159
37 Lapas Kelas II A Sibolga 1.036
38 Lapas Kelas II B Lubuk Pakam 1.569
39 Lapas Kelas II B Padang Sidempuan 901
40 Lapas Kelas II B Panyabungan 487
41 Lapas Kelas II B Siborong-Borong 718
42 Lapas Kelas II B Tanjung Balai Asahan 1.191
43 Lapas Kelas II B Tebing Tinggi Deli 1.627
44 Lapas Narkotika Kelas II A Pematang Siantar 875
45 Lapas Narkotika Kelas II A Langkat 1.985
46 Lapas Pemuda Kelas III Langkat 871
47 Lapas Perempuan Kelas II A Medan 84
48 Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan 130
49 Rutan Kelas I Medan 2.340
50 Rutan Kelas II B Balige 316
51 Rutan Kelas II B Humbang Hasundutan 440
52 Rutan Kelas II B Kabanjahe 637
53 Rutan Kelas I Labuhan Deli 1.284
54 Rutan Kelas II B Pangkalan Brandan 364
55 Rutan Kelas II B Sidikalang 387
56 Rutan Kelas II B Tanjung Pura 580
57 Rutan Kelas II B Tarutung 111
58 Rutan Perempuan Kelas II A Medan 191
59 Lapas Kelas III Talu 134
60 Lapas Kelas II A Bukittinggi 587
61 Lapas Kelas II A Padang 960
62 Lapas Kelas II B Lubuk Basung 304
63 Lapas Kelas II B Muara Sijunjung 255
64 Lapas Kelas II B Pariaman 600
65 Lapas Kelas II B Payakumbuh 264
3 Sumatera Barat 66 Lapas Kelas II B Solok 502
67 Lapas Kelas III Dharmasraya 245
68 Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto 355
69 Lapas Perempuan Kelas II B Padang 228
70 Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping 97
71 Rutan Kelas II B Padang 827
72 Rutan Kelas II B Padang Panjang 192
73 Rutan Kelas II B Painan 138
74 Lapas Kelas II A Bagan Siapi-Api 909
75 Lapas Kelas II B Teluk Kuantan 324
76 Lapas Kelas II A Bengkalis 1.505
77 Lapas Kelas II A Pekanbaru 1.362
78 Lapas Kelas II A Tembilahan 903
4 Riau 79 Lapas Kelas II A Bangkinang 1.744
80 Lapas Kelas II B Pasir Pangarayan 762
81 Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru 412
82 Lapas Narkotika Kelas II B Rumbai 466
83 Rutan Kelas II B Dumai 1.093
84 Rutan Kelas I Pekanbaru 1.882
85 Rutan Kelas II B Rengat 721
86 Rutan Kelas II B Siak Sri Indrapura 559
87 Lapas Kelas II A Jambi 1.330
88 Lapas Kelas II B Bangko 349
89 Lapas Kelas II B Kuala Tungkal 383
90 Lapas Kelas II B Muara Bulian 260
91 Lapas Kelas II B Muara Bungo 450
5 Jambi
92 Lapas Kelas II B Muara Tebo 369
93 Lapas Kelas II B Sarolangun 369
94 Lapas Narkotika Kelas II B Muara Sabak 774
95 Lapas Perempuan Kelas II B Jambi 198
96 Rutan Kelas II B Sungai Penuh 192
97 Lapas Kelas II B Martapura 560
98 Lapas Kelas II B Muara Dua 300
99 Lapas Kelas III Pagar Alam 155
100 Lapas Kelas III Sarolangun Rawas 304
101 Lapas Kelas II B Empat Lawang 245
102 Lapas Kelas I Palembang 1.607
103 Lapas Kelas II A Lahat 634
104 Lapas Kelas II A Lubuk Linggau 1.206
105 Lapas Kelas II A Tanjung Raja 839
106 Lapas Kelas II B Muara Enim 1.159
6 Sumatera Selatan
107 Lapas Kelas II B Sekayu 1.007
108 Lapas Kelas II A Banyuasin 1.170
109 Lapas Kelas II B Kayu Agung 1.015
110 Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti 881
111 Lapas Narkotika Kelas II B Banyuasin 953
112 Lapas Perempuan Kelas II A Palembang 520
113 Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang 271
114 Rutan Kelas I Palembang 1.461
115 Rutan Kelas II B Baturaja 421
116 Rutan Kelas II B Prabumulih 516
117 Lapas Kelas II A Bengkulu 765
118 Lapas Kelas II A Curup 692
119 Lapas Kelas II B Argamakmur 430
7 Bengkulu
120 Lapas Perempuan Kelas II B Bengkulu 95
121 Rutan Kelas II B Bengkulu 634
122 Rutan Kelas II B Manna 175
123 Lapas Kelas I Bandar Lampung 1.072
124 Lapas Kelas II A Kalianda 783
8 Lampung 125 Lapas Kelas II A Kotabumi 545
126 Lapas Kelas II A Metro 552
127 Lapas Kelas II B Kota Agung 409
128 Lapas Kelas II B Waykanan 552
129 Lapas Kelas II B Gunung Sugih 645
130 Lapas Narkotika Kelas II A Bandar Lampung 939
131 Lapas Perempuan Kelas II A Bandar Lampung 227
132 Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung 117
133 Rutan Kelas I Bandar Lampung 1.195
134 Rutan Kelas II B Kota Agung 313
135 Rutan Kelas II B Kotabumi 297
136 Rutan Kelas II B Krui 202
137 Rutan Kelas II B Menggala 379
138 Rutan Kelas II B Sukadana 495
139 Rutan Kelas II B Muntok 179
140 Lapas Kelas II A Pangkal Pinang 467
9 Bangka Belitung 141 Lapas Kelas II B Sungai Liat 382
142 Lapas Narkotika Kelas II A Pangkal Pinang 892
143 Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang 89
144 Lapas Kelas II A Batam 1.067
145 Lapas Kelas II A Tanjung Pinang 451
146 Lapas Narkotika Kelas II A Tanjung Pinang 751
10 Kepulauan Riau
147 Rutan Kelas I Tanjung Pinang 361
148 Rutan Kelas II A Batam 1.043
149 Rutan Kelas II B Tanjung Balai Karimun 518
150 Lapas Kelas I Cipinang 2.333
151 Lapas Kelas II A Salemba 767
152 Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta 1.837
11 DKI Jakarta
153 Rutan Kelas I Cipinang 2.500
154 Rutan Kelas I Jakarta Pusat 1.989
155 Rutan Kelas I Pondok Bambu 514
156 Lapas Kelas I Sukamiskin 314
157 Lapas Kelas II A Bekasi 575
158 Lapas Kelas II A Cibinong 205
159 Lapas Kelas II A Kuningan 418
160 Lapas Kelas II A Subang 693
161 Lapas Kelas II B Ciamis 282
162 Lapas Kelas II B Garut 456
12 Jawa Barat 163 Lapas Kelas II B Indramayu 586
164 Lapas Kelas II B Majalengka 292
165 Lapas Kelas II B Purwakarta 459
166 Lapas Kelas II B Sumedang 282
167 Lapas Kelas II B Tasikmalaya 374
168 Lapas Kelas II B Banjar 542
169 Lapas Kelas II A Cikarang 397
170 Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur 849
171 Lapas Kelas II B Warung Kiara 1.063
172 Lapas Narkotika Kelas II A Bandung 515
173 Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon 99
174 Rutan Kelas I Bandung 624
175 Rutan Kelas II B Garut 253
176 Lapas Narkotika Kelas II A Gunung Sindur 694
177 Lapas Kelas II A Besi Nusakambangan 464
178 Lapas Kelas II A Kembang Kuning Nusakambangan 424
179 Lapas Kelas II A Pekalongan 108
180 Lapas Kelas II A Permisan Nusakambangan 403
181 Lapas Kelas II B Cilacap 475
182 Lapas Kelas II B Klaten 330
183 Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar 328
184 Lapas Narkotika Kelas II A Nusakambangan 420
185 Lapas Narkotika Kelas II B Purwokerto 158
186 Rutan Kelas II B Banjarnegara 107
187 Rutan Kelas II B Banyumas 162
13 Jawa Tengah 188 Rutan Kelas II B Batang 366
189 Rutan Kelas II B Blora 145
190 Rutan Kelas II B Kebumen 175
191 Rutan Kelas II B Kudus 146
192 Rutan Kelas II B Purbalingga 172
193 Rutan Kelas II B Purwodadi 275
194 Rutan Kelas II B Purworejo 185
195 Rutan Kelas II B Rembang 125
196 Rutan Kelas II B Salatiga 189
197 Rutan Kelas II B Temanggung 144
198 Rutan Kelas II B Wonogiri 305
199 Rutan Kelas II B Wonosobo 147
200 Lapas Kelas II A Yogyakarta 445
201 Lapas Kelas II B Sleman 294
202 Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta 509
14 D.I. Yogyakarta
203 Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta 154
204 Rutan Kelas II A Yogyakarta 233
205 Rutan Kelas II B Wonosari 136
206 Lapas Kelas I Madiun 138
207 Lapas Kelas I Malang 1.777
208 Lapas Kelas I Surabaya 403
209 Lapas Kelas II A Bojonegoro 505
15 Jawa Timur
210 Lapas Kelas II A Jember 179
211 Lapas Kelas II A Kediri 893
212 Lapas Kelas II A Pamekasan 1.118
213 Lapas Kelas II A Sidoarjo 1.162
214 Lapas Kelas II A Banyuwangi 998
215 Lapas Kelas II B Blitar 559
216 Lapas Kelas II B Jombang 826
217 Lapas Kelas II B Lamongan 596
218 Lapas Kelas II B Lumajang 717
219 Lapas Kelas II B Ngawi 397
220 Lapas Kelas II B Probolinggo 609
221 Lapas Kelas II B Tuban 453
222 Lapas Kelas II B Tulungagung 688
223 Lapas Pemuda Kelas II A Madiun 73
224 Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan 1.204
225 Lapas Perempuan Kelas II A Malang 492
226 Rutan Kelas I Surabaya 1.584
227 Rutan Kelas II B Bangil 567
228 Rutan Kelas II B Bangkalan 326
229 Rutan Kelas II B Gresik 738
230 Rutan Kelas II B Kraksaan 427
231 Rutan Kelas II B Magetan 206
232 Rutan Kelas II B Nganjuk 355
233 Rutan Kelas II B Ponorogo 307
234 Rutan Kelas II B Sampang 378
235 Rutan Kelas II B Situbondo 367
236 Rutan Kelas II B Sumenep 370
237 Rutan Kelas II B Trenggalek 630
238 Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya 156
239 Lapas Kelas II A Cilegon 599
240 Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang 1.767
16 Banten
241 Rutan Kelas I Tangerang 294
242 Rutan Kelas II B Serang 115
243 Lapas Kelas II A Kerobokan 940
244 Lapas Kelas II B Karangasem 221
245 Lapas Kelas II B Singaraja 276
246 Lapas Kelas II B Tabanan 183
247 Lapas Narkotika Kelas II A Bangli 1.036
17 Bali
248 Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar 216
249 Rutan Kelas II B Bangli 373
250 Rutan Kelas II B Gianyar 165
251 Rutan Kelas II B Klungkung 117
252 Rutan Kelas II B Negara 146
253 Lapas Kelas II A Mataram 1.251
254 Lapas Kelas II A Sumbawa Besar 588
18 Nusa Tenggara Barat
255 Lapas Kelas II B Dompu 378
256 Lapas Perempuan Kelas III Mataram 158
257 Rutan Kelas II B Praya 285
258 Rutan Kelas II B Raba Bima 292
259 Lapas Kelas II B Selong 375
260 Lapas Kelas II A Kupang 486
261 Lapas Kelas II B Atambua 176
19 Nusa Tenggara Timur 262 Rutan Kelas II B Kefamenanu 126
263 Rutan Kelas II B Kupang 260
264 Rutan Kelas II B Soe 241
265 Lapas Kelas II A Pontianak 1.001
266 Lapas Kelas II B Singkawang 621
267 Lapas Kelas II B Sintang 468
268 Lapas Perempuan Kelas II A Pontianak 243
269 Rutan Kelas II A Pontianak 931
20 Kalimantan Barat
270 Rutan Kelas II B Bengkayang 234
271 Rutan Kelas II B Landak 280
272 Rutan Kelas II B Mempawah 566
273 Rutan Kelas II B Sambas 381
274 Rutan Kelas II B Sanggau 372
275 Lapas Kelas II A Palangkaraya 639
276 Lapas Kelas II B Muara Teweh 340
277 Lapas Kelas II B Pangkalan Bun 665
278 Lapas Kelas II B Sampit 854
279 Lapas Kelas III Sukamara 113
21 Kalimantan Tengah 280 Lapas Narkotika Kelas II A Kasongan 682
281 Lapas Perempuan Kelas II A Palangkaraya 191
282 Rutan Kelas II A Palangkaraya 406
283 Rutan Kelas II B Buntok 170
284 Rutan Kelas II B Kuala Kapuas 283
285 Rutan Kelas II B Tamiang Layang 161
286 Lapas Kelas II A Banjarmasin 2.182
287 Lapas Kelas II B Amuntai 495
288 Lapas Kelas II A Kotabaru 731
289 Lapas Kelas II B Banjar Baru 1.901
290 Lapas Kelas II B Tanjung 360
291 Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan 1.688
292 Lapas Perempuan Kelas II A Martapura 562
22 Kalimantan Selatan
293 Rutan Kelas II B Barabai 241
294 Rutan Kelas II B Kandangan 299
295 Rutan Kelas II B Marabahan 314
296 Rutan Kelas II B Pelaihari 371
297 Rutan Kelas II B Rantau 320
298 Rutan Kelas II B Tanjung 216
299 Lapas Kelas III Batulicin 368
300 Lapas Kelas II A Balikpapan 989
301 Lapas Kelas II A Samarinda 683
302 Lapas Kelas II A Tenggarong 1.240
303 Lapas Kelas II A Bontang 1.514
304 Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda 1.115
305 Lapas Perempuan Kelas II A Samarinda 271
23 Kalimantan Timur
306 Rutan Kelas II A Samarinda 1.266
307 Rutan Kelas II B Balikpapan 1.105
308 Rutan Kelas II B Tanah Grogot 658
309 Rutan Kelas II B Tanjung Redeb 671
310 Lapas Kelas II A Tarakan 1.548
311 Lapas Kelas II B Nunukan 1.130
312 Lapas Kelas III Amurang 242
313 Lapas Kelas II A Manado 343
314 Lapas Kelas II B Bitung 380
24 Sulawesi Utara
315 Lapas Kelas II B Tondano 465
316 Rutan Kelas II A Manado 542
317 Rutan Kelas II B Kotamobagu 517
318 Lapas Kelas III Kolonedale 380
319 Lapas Kelas III Leok 167
320 Lapas Kelas III Parigi 305
321 Lapas Kelas II A Palu 654
322 Lapas Kelas II B Ampana 316
25 Sulawesi Tengah 323 Lapas Kelas II B Luwuk 445
324 Lapas Kelas II B Toli-Toli 224
325 Lapas Perempuan Kelas III Palu 164
326 Rutan Kelas II A Palu 445
327 Rutan Kelas II B Donggala 311
328 Rutan Kelas II B Poso 202
329 Lapas Kelas I Makassar 1.075
330 Lapas Kelas II A Bulukumba 522
331 Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros 354
332 Lapas Kelas II A Palopo 762
333 Lapas Kelas II A Watampone 531
334 Lapas Kelas II B Takalar 440
335 Lapas Narkotika Kelas II A Sungguminasa 591
26 Sulawesi Selatan
336 Lapas Perempuan Kelas II A Sungguminasa 360
337 Lapas Kelas II A Pare-Pare 611
338 Rutan Kelas I Makassar 1.657
339 Rutan Kelas II B Bantaeng 180
340 Rutan Kelas II B Barru 238
341 Rutan Kelas II B Enrekang 173
342 Rutan Kelas II B Jeneponto 380
343 Rutan Kelas II B Makale 154
344 Rutan Kelas II B Masamba 310
345 Rutan Kelas II B Pangkajene 330
346 Rutan Kelas II B Pinrang 392
347 Rutan Kelas II B Sengkang 355
348 Rutan Kelas II B Sidenreng Rapang 393
349 Rutan Kelas II B Sinjai 300
350 Rutan Kelas II B Watansoppeng 107
351 Lapas Kelas II A Baubau 463
352 Lapas Kelas II A Kendari 834
353 Rutan Kelas II A Kendari 687
27 Sulawesi Tenggara
354 Rutan Kelas II B Kolaka 502
355 Rutan Kelas II B Raha 271
356 Rutan Kelas II B Unaaha 303
357 Lapas Kelas II A Gorontalo 551
28 Gorontalo 358 Lapas Kelas II B Boalemo 124
359 Lapas Kelas II B Pahuwato 161
360 Lapas Kelas II B Polewali 456
361 Rutan Kelas II B Majene 109
29 Sulawesi Barat
362 Rutan Kelas II B Mamuju 342
363 Rutan Kelas II B Pasangkayu 219
364 Lapas Kelas II A Ambon 421
30 Maluku 365 Lapas Kelas II B Piru 117
366 Rutan Kelas II A Ambon 277
367 Lapas Kelas II A Ternate 277
31 Maluku Utara
368 Rutan Kelas II B Ternate 210
369 Lapas Kelas II B Fakfak 110
370 Lapas Kelas II B Manokwari 362
32 Papua Barat
371 Lapas Kelas II B Sorong 467
372 Rutan Kelas II B Bintuni 105
373 Lapas Kelas II A Abepura 808
33 Papua
374 Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura 560
TOTAL 206.330
Lampiran 2. Tabel Jumlah Target, Kebutuhan Tim, dan Distribusi Alat Mobile CXR
Waktu Jumlah
Kanwil Jumlah Jumlah
No Pelaksanaan Alat
Kemenkumham Target Tim
(Hari) CXR
1 Aceh 7.379 46
1 1
2 Sumatera Barat 5.688 35
3 Sumatera Utara 27.420 153 2 2
4 Sumatera Selatan 15.224 85 1 1
5 Riau 12.642 69
1 1
6 Bengkulu 2.791 17
7 Jambi 4.674 26
8 Lampung 8.722 49 1 1
9 Bangka Belitung 2.009 12
10 Kepulauan Riau 4.191 24
1 1
11 DKI Jakarta 9.940 52
12 Jawa Tengah 5.753 37
13 D.I. Yogyakarta 1.771 12 2 2
14 Jawa Timur 20.198 111
15 Jawa Barat 9.972 60
1 1
16 Banten 2.775 15
17 Bali 3.673 23
18 Nusa Tenggara Barat 3.327 19
19 Nusa Tenggara Timur 1.289 9
20 Maluku 815 6 1 1
21 Maluku Utara 487 3
22 Papua Barat 1.044 7
23 Papua 1.368 7
24 Kalimantan Barat 5.097 30
25 Kalimantan Tengah 4.504 27
2 2
26 Kalimantan Selatan 10.048 56
27 Kalimantan Timur 12.190 67
28 Sulawesi Utara 2.489 15 2 2
29 Sulawesi Tengah 3.613 23
30 Sulawesi Selatan 10.215 59
31 Sulawesi Tenggara 3.060 19
32 Gorontalo 836 5
33 Sulawesi Barat 1.126 8
Total 206.330 1.186 15 15
Lampiran 3. Detail Pelaksanaan Kegiatan Skrining
Uraian Kegiatan Pelaksana Keterangan
Koordinasi tingkat pusat. Kementerian Dilaksanakan setelah ditentukan pihak
Kesehatan, Ditjen penyedia jasa yang terpilih.
Pemasyarakatan, dan Kementerian Kesehatan, Ditjen
Pihak Penyedia Jasa Pemasyarakatan Kemenkumham, dan
penyedia jasa melakukan koordinasi
persiapan pelaksanaan skrining dan
penyampaikan terknis yang harus
disiapkan oleh penyedia jasa.
Koordinasi pelaksanaan Kementerian Koordinasi dilakukan antara
kegiatan dengan Dinas Kesehatan Kementerian Kesehatan dengan Dinas
Kesehatan Provinsi dan Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota untuk
Kab/Kota identifikasi fasyankes rujukan
pemeriksaaan TCM dan kebutuhan
logistik.
Koordinasi pelaksanaan Ditjen Pemasyarakatan Koordinasi dilakukan antara Ditjen
kegiatan dengan Kanwil Kemenkumham Pemasyarakatan Kemenkumham
Kemenkumham. dengan Kanwil Kemenkumham untuk
menyampaikan rencana pelaksanaan
kegiatan skrining dan persiapan
petugas pelaksana skrining dari Lapas,
Rutan, dan LPKA.
Sosialisasi kepada Kementerian Sosialisasi dilakukan oleh Kementerian
pelaksana, yaitu Lapas, Kesehatan, Ditjen Kesehatan, Ditjen Pemasyarakatan
Rutan, LPKA, Kanwil Pemasyarakatan Kemenkumham, dan penyedia jasa
Kemenkumham, Dinas Kemenkumham, dan kepada Kanwil Kemenkumham, Lapas,
Kesehatan, dan Pihak Penyedia Jasa Rutan, LPKA, Dinas Kesehatan
Fasyankes. Provinsi/Kab/Kota, dan fasyankes
mengenai teknis pelaksanaan kegiatan
skrining.
Koordinasi pelaksanaan Pihak Penyedia Jasa Dilaksanakan minimal 2 minggu
kegiatan dengan Kantor sebelum proses skrining dilaksanakan.
Wilayah Kemenkumham,
Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota, Rumah
Sakit, Puskesmas serta
Lapas, Rutan, dan LPKA
setempat sebelum
pelaksanaan kegiatan.
Penyusunan jadwal Pihak Penyedia Jasa Dilakukan melalui koordinasi dengan
perencanaan kegiatan. stakeholder terkait untuk menyusun
jadwal pelaksanaan skrining TBC.
Sosialisasi pencegahan Petugas Lapas, Rutan, Dilaksanakan sebelum pelaksanaan
TBC dan kegiatan skrining dan LPKA skrining gejala TBC.
di setiap lokasi.
Skrining gejala TBC. Petugas Lapas, Rutan, Petugas Lapas, Rutan, dan LPKA
dan LPKA melakukan wawancara langsung satu
persatu pada tahanan/WBP mengacu
pada Formulir Skrining Penyakit
Menular TB, HIV, Hepatitis Ditjen PAS
maksimal 7 hari sebelum pelaksanaan
pemeriksaan chest x-ray.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Rekapitulasi hasil skrining Petugas Lapas, Rutan, Petugas Lapas, Rutan, LPKA
gejala dan LPKA memasukan rekapitulasi hasil skrining
gejala pada form yang telah ditentukan
(Lampiran 4). Rekapitulasi hasil skrining
gejala disampaikan kepada pihak
penyedia jasa maksimal H-3 sebelum
pelaksanaan skrining chest x-ray.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Pendaftaran peserta Pihak Penyedia Jasa Penyedia jasa melakukan pendaftaran
skrining. dan pendataan peserta skrining.
Pelaksanaan skrining Pihak Penyedia Jasa Pihak penyedia jasa melakukan skrining
TBC dengan metode TBC dengan metode chest x-ray pada
chest x-ray. seluruh peserta skrining dengan target
pemeriksaan chest x-ray yaitu 200
tahanan/WBP per hari dan per lokasi
skrining. Pemeriksaan chest x-ray
dilakukan secara serentak dan paralel
oleh 15 tim berikut dengan 15 alat
mobile chest x-ray yang beroperasi
sesuai dengan ketentuan wilayah pada
Lampiran 2.
Pemeriksaan chest x-ray dilakukan
pada lokasi yang sama dengan
pelaksanaan skrining gejala TBC.
Pembacaan hasil Pihak Penyedia Jasa Pembacaan hasil pemeriksaan chest x-
pemeriksaan chest x-ray. ray dilakukan oleh dokter spesialis
radiologi secara online/telereading dan
real time serta pembacaan pemeriksaan
chest x-ray secara Artificial Intelegence
(AI) dengan cut off abnormalitas TBC
sebesar 40. Pembacaan hasil chest x-
ray baik oleh AI maupun dokter spesialis
radiologi dilakukan pada hari yang sama
dengan pengambilan chest x-ray.
Penentuan kriteria terduga TBC
dilakukan berdasarkan hasil
pembacaan skor AI yang menyatakan
abnormalitas TBC. Pembacaan hasil
chest x-ray oleh dokter spesialis
radiologi hanya dilakukan pada peserta
skrining dengan hasil pembacaan AI
yaitu abnormalitas TBC.
Rekapitulasi hasil skrining Pihak Penyedia Jasa Pihak penyedia jasa melakukan
chest x-ray koordinasi dengan petugas Lapas,
Rutan, LPKA untuk mendapatkan
rekapitulasi hasil skrining gejala dan
melengkapi hasil skrining chest x-ray
pada form yang telah ditentukan
(Lampiran 4). Rekapitulasi hasil
disampaikan ke petugas Lapas, Rutan,
LPKA dan petugas fasyankes.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Rekomendasi Pihak Penyedia Jasa Terduga yang ditemukan dari skrining
pengambilan sputum dan Lapas, Rutan, gejala dan/atau skrining chest x-ray
untuk pemeriksaaan LPKA direkomendasikan untuk pengambilan
TCM. sputum.
Pengambilan sputum Petugas Fasyankes Petugas Fasyankes di hari yang sama
seluruh peserta skrining rujukan TCM dengan pemeriksaan chest x-ray
dengan hasil terduga (Puskesmas, Rumah melakukan pengambilan sputum,
TBC. Sakit). pengemasan, dan pengiriman sesuai
prosedur.
Rekapitulasi pemeriksaan Petugas Fasyankes Petugas fasyankes memasukan
TCM dan diagnosis rujukan TCM rekapitulasi pemeriksaan TCM dan hasil
(Puskesmas, Rumah penegakkan diagnosis. Hasil
Sakit) pendamping. pemeriksaan TCM dan penegakkan
diagnosis disampaikan ke pihak
penyedia jasa untuk dilengkapi pada
form (Lampiran 4) dan petugas Lapas,
Rutan, dan LPKA untuk ditindaklanjuti.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Pemberian kudapan Pihak Lapas, Rutan, Pihak Lapas, Rutan, LPKA melakukan
kepada peserta skrining. LPKA pembelian dan pemberian kudapan
untuk para peserta yang sudah
dilakukan skrining TBC sampai selesai
pengambilan sputum untuk
pemeriksaan TCM.
Pemberian kudapan dilakukan pada hari
yang sama saat kegiatan skrining TBC
dilaksanakan.
Pendampingan Petugas dari Kantor Petugas dari Kanwil Kemenkumham
pelaksanaan kegiatan Wilayah dan Dinas Kesehatan Kab/Kota
Kemenkumham, melakukan pendampingan terhadap
Lapas, Rutan, LPKA, pelaksanaan kegiatan selama
Dinas Kesehatan berlangsung dan hadir dalam 1 hari
Kabupaten/Kota serta pelaksanaan kegiatan di Lapas, Rutan,
Fasyankes terkait LPKA.
Petugas dari Fasyankes melakukan
pendampingan terhadap pelaksanaan
dan hadir selama kegiatan berlangsung
di Lapas, Rutan, LPKA.
Pengelolaan Konsumsi Petugas Lapas, Rutan, Pihak UPT Pemasyarakatan melakukan
LPKA pembelian dan pemberian konsumsi
untuk:
- 10 orang petugas UPT
Pemasyarakatan dan 2 orang
fasyankes setiap hari pelaksanaan
kegiatan skrining Chest X-Ray.
- 2 orang petugas Kantor Wilayah
dan 1 orang petugas Dinas
Kesehatan pada satu hari
pelaksanaan kegiatan skrining
Chest X-Ray.
Laporan hasil kegiatan Petugas Lapas, Rutan, Untuk keperluan pelaporan hasil
oleh Lapas, Rutan, LPKA. LPKA kegiatan, petugas Lapas, Rutan, LPKA
berkoordinasi dengan pihak penyedia
jasa untuk melengkapi rekapitulasi hasil
kegiatan (Lampiran 4) dan melengkapi
variabel tindak lanjut kasus.
Pelaporan hasil kegiatan dan
kelengkapan administrasi disampaikan
pada Ditjenpas.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Laporan hasil kegiatan Pihak Penyedia Jasa Untuk keperluan pelaporan hasil
oleh Pihak Penyedia kegiatan mingguan, pihak penyedia jasa
Jasa. juga berkoordinasi dengan Fasyankes
untuk melengkapi hasil pemeriksaan
TCM dan diagnosis serta Petugas
Lapas, Rutan, dan LPKA untuk
melengkapi variabel tindaklanjut kasus.
Rekapitulasi hasil kegiatan (laporan
individu) dan soft copy hasil lembaran
film dan bacaan chest x-ray
disampaikan kepada Dinas Kesehatan,
Fasyankes, dan Lapas, Rutan, LPKA
setiap kegiatan berakhir di hari yang
sama (maksimal 1 hari kerja) melalui
email yang disepakati.
Rekapitulasi hasil kegiatan (laporan
individu) dan laporan mingguan
disampaikan secara rutin pada hari
Senin kepada Kementerian Kesehatan
dengan cc Ditjen Pemasyarakatan
Kemenkumham dengan format
terlampir (Lampiran 4; Lampiran 5)
melalui email yang disepakati.
Link Form:
https://bit.ly/LAMPIRANDOKUMENACFUPTPAS
Evaluasi pelaksanaan Penyedia Jasa Pihak Penyedia Jasa melakukan
skrining secara berkala pertemuan evaluasi hasil pelaksanaan
setiap 1 bulan sekali skrining chest x-ray dengan Direktorat
P2PM, Direktorat Perawatan Kesehatan
dan Rehabilitasi, Kemenkuham, Dinas
Kesehatan Provinsi, dan Kanwil
Kemenkumham secara berkala setiap 1
bulan sekali.
Laporan hasil akhir Pihak Penyedia Jasa • Penyedia jasa membuat laporan akhir
skrining (Lampiran 6) yang ditulis dalam
Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris serta dijilid dalam bentuk
buku, rangkap 5 (lima)
• Soft file laporan akhir serta
dokumentasi kegiatan disimpan
dalam hard disk yang mampu
menampung dokumen hasil kegiatan.
• Laporan akhir ditujukan kepada
Pejabat Pembuat Komitmen GF ATM
Komponen TB Kementerian
Kesehatan RI
Lampiran 4. Rekapitulasi Hasil Kegiatan (Laporan Individu)
D
u
s
i i
r u
k r
s i k
t p
i n i
N o .
( 1 )
a n n
e s e r
n g
o
t
m
a
o r D
r
s
i i
e g
k r
N
s i
i s
i n
o m
k a n
t r a s
i n g
o r
n o
i p
R
( 2
m
e
e g is
)
o r
s e r t
t
a
r a s i
D
s
i
k
i
r
s
i
i
n
k
i
a
n
n
g
n a
N
m
a m
( 3 )
a p
a
e s e r t a
In f o r m a s i P e s e
J e n is K
(
D i i s i k a n je n
p e s e r t a s k r i
l a k i a t a u p e
r t a
e la
4 )
i s k
n i n
r e m
S k r in
m in
e l a m
g ; l a k
p u a n
in
i n
i -
g
D
p
i
e
i s
s
i
e
(
k
r
T
D
a
t a
a n g g a
D / M M
( 5
n t a n g
s k r i n
l L a h ir
/ Y Y Y Y
)
g a l l a h
i n g
)
i r
D
p
d
i
e
a
i s
s
n
T a n g g a l M
( D D / M M /
( 6 )
i k a n t a n g g
e r t a k e L a p
L P K A
Y
a
a
a s u k
Y Y Y )
l m a s u
s , R u t a
k
n ,
P
D
p
e
i
e
r n a h
S e
i s i k a
r n a h
M
b
n
e
p
e n d
lu m
( 7 )
e r n
a p a t
n y a
a h / t
O
i d
A
a
T
k
D
b
p
d
R iw
J ik a P e
T a h u n B
( 8
i i s i k a n
e r a p a
e n g o b a
i l a k u k a
a y a
r n a
e r a
)
t a h
t a n
n
t
h
p
u
P
,
a
n
e n
D
l
d
g o b a t a n T B C
J ik a P e r n a h , B e r a
L a m a ( B u la n )
( 9 )
i i s i k a n b e r a p a
a m a p e n g o b a t a n
i l a k u k a n
p a
D
p
s
P
T
M
P
P
H a s il P e n g o b a t a n
T B C S e b e lu m n y a
( 1 0 )
i i s i k a n h a s i l
e n g o b a t a n T B C
e b e l u m n y a ; T i d a k
e r n a h O A T , T i d a k
u n t a s , M a s i h
e n ja l a n i
e n g o b a t a n , S e l e s a
e n g o b a t a n
i
Skrining Gejala TBC
Penurunan BB
Tanggal Skrining Gejala Batuk Berdahak Batuk Nyeri Sesak Keringat Malam Pembesaran Kelenjar Hasil Skrining
tanpa Sebab Demam BB (kg) TB (cm)
(DD/MM/YYYY) ≥2-3 minggu Darah Dada Napas tanpa Aktifitas Limfe (> 2 cm) Gejala
yang Jelas
(11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22)
Diisikan Diisikan Diisikan Diisikan Diisikan Diisikan Diisikan hasil
Diisikan ya/tidak ya/tidak ya/tidak Diisikan ya/tidak Diisikan Diisikan ya/tidak berat tinggi skrining gejala;
Diisikan tanggal skrining
ya/tidak sesuai sesuai sesuai sesuai ya/tidak sesuai sesuai ya/tidak sesuai sesuai kondisi badan badan terduga TBC atau
gejala
kondisi peserta kondisi kondisi kondisi kondisi peserta kondisi kondisi peserta peserta peserta peserta bukan terduga
peserta peserta peserta peserta (kg) (cm) TBC
D
l
p
c
a
D ila k u k a n
p e m e r ik s a a n
C h e s t X - r a y
( Y a / T id a k )
( 2 3 )
i i s i k a n t i n d a k
a n ju t
e m e r i k s a a n
h e s t x - r a y : y a
t a u t i d a k
D
p
r
(
i i s
e m
a y
T a n
D D / M M
( 2
i k a n t a
e r i k s a
g
4
n
a
g a l
/ Y Y
)
g g a
n c h
Y Y
l
e s
)
t x -
D
h
p
c
i
a
e
h
S k o r A I
( 2 5 )
i s i k a n s k o
s i l
m e r i k s a a
e s t x - r a y
r
n
A I
D
A
i i s
I : n
H a
( N
i k a
o r m
S k r
s il P e m b a c a a
o r m a l/ A b n o
( 2 6 )
n h a s i l p e m b
a l a t a u a b n
in in g C h
n S k o r A
r m a lit a s
a c a a n s
o r m a l i t a
e s
I
)
k o
s
t X
r
- r a y
D
h
i
a
i s
s
P
i k a
i l p
e
n
e
m
k
m
b
(
e
b
a
T
s
a
c
u
a
c
a a
lis
( 2
n /
a a
n
k
7
k
n
R a d
a n ! )
)
e t e r
c h e
io
a
s
lo
n g
t x
g
a
-
n
r a y
D
p
n
i
a
i
i s
e m
o r
n d
b n
n d
H a s il P e m b
R a d io lo
( 2 8 )
i i k a n h a s i l
b a c a a n r a d
m a l , a b n o r m
i k a s i T B C ,
o r m a l i t a s b
i k a s i T B C
a c a a n
g
i o l o g
a l i t a
u k a n
;
s
S im p u la n H a s il
P e m e r ik s a a n C X R
( 2 9 )
D i i s i k a n
s i m p u l a n h a s i l
p e m e r i k s a a n C X R
t e r d u g a T B C ,
b u k a n t e r d u g a
T B C
;
K
d
t
b
s
s
o
i
e
e
k
k
T e r d u g a T B C
( 3 0 )
l o m t i d a k u n t u k
i s i , k a r e n a a k a n
r i s i o t o m a t i s
r d a s a r k a n h a s i l
r i n i n g g e ja l a d a n
r i n i n g c h e s t X - r a y
Pemeriksaan TCM Hasil Penegakan Diagnosis
Kasus TBC
Tanggal Spesimen Dikirim ke Tanggal Hasil Pemeriksaan (TBC RO/TBC SO/Bukan
Dilakukan Pemeriksaan TCM Terkonfirmasi
Keterangan Nama Fasyankes TCM Laboratorium Keluar Hasil Pemeriksaaan TCM Terdiagnosis Klinis TBC)
(Ya/Tidak) Bakteriologis
(DD/MM/YYYY) (DD/MM/YYYY)
(31) (32) (33) (34) (35) (36) (37) (38) (39)
Diiskan hasil
pemeriksaan TCM; tes
Diisikan keterangan jika Diisikan hasil diagnosis Diisikan hasil
Diisikan tanggal spesimen Diisikan tanggal hasil gagal/invalid/error, Kolom tidak untuk diisi,
Diisikan dilakukan tidak dilakukan Diisikan nama fasyankes TBC terkonfirmasil diagnosis TBC
dahak dikirimkan ke pemeriksaan TCM rimfampisin resistance, karena akan terisi
pemeriksaan TCM; ya/tidak pemeriksaan TCM pada pemeriksa TCM bakteriologis; bukan TBC, terdiagnosis klinis;
laboratorium fasyankes didapatkan rimfampisin sensitif, otomatis
terduga TBC TBC SO, TBC RO ya/tidak
indeterminate, MTB
negatif
D
T
D
a
i
B
i
t
i
C
r
a
s
;
u
u
i k
M
j u
B
a
u
k
e
n
,
l
l
T
a
P
u
i n
t i
i
e
m
d a k
( 4
n d a
P e n
m e r
D i
L a
0 )
k l a
g o
i k s
o b
n
n
b
a
a
T i n
j u t
j u t k
a t a n
a n U
t i
d
a
,
l
a
s
a
k
u
n
L
s
g
a
,
n j u
D
d
l
d
a
t
i
i
i
K
i s
l a
i n
o b
a s
i k
k u
n y
a
u
a
k
a
t i
s
n
a
k
n
a t
e
a
t
t
i
u
K
(
e
n
e t
4 1
r a
d a
j i k
.
)
n
k
a
g a
l a
b
n
n
e
j
j u
l u
i k
t
m
a
Lampiran 5. Laporan Mingguan Hasil Skrining TBC
Hasil Skrining Gejala Hasil Skrining Chest X-ray
Jumlah
Jumlh
Peserta
Kantor Wilayah Tanggal Lapas, Rutan, Peserta Jumlah
No Skrining
Kemenkumham Pelaksanaan dan LPKA Skrining Terduga TBC
Bukan Abnormalitas
Chest X-
Suspek Abnormalitas
Gejala
Suspek Normal Bukan Indikasi
ray
TBC Indikasi TBC
TBC TBC
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
Jumlah Jumlah Jumlah peserta Jumlah Jumlah
Jumlah
peserta peserta skrining chest x- peserta seluruh
peserta
skrining skrining ray dengan skrining terduga TBC,
Nama Kantor Jumlah skrining Jumlah
Tanggal gejala chest x-ray hasil chest x-ray baik dari
Nomor Wilayah Nama Lapas, peserta gejala peserta
Pelaksanaan yang dengan pembacaan dengan hasil skrining
urut Kementerian Rutan, dan LPKA skrining yang skrining
Kegiatan bukan hasil ronsen terdapat pembacaan gejala
Hukum dan HAM gejala merupaka chest x-ray
merupaka pembacaa abnormalitas ronsen dan/atau
n terduga
n terduga n ronsen bukan indikasi merupakan skrining chest
TBC
TBC normal TBC suspek TBC x-ray
Hasil Pemeriksaan TCM Hasil Penegakkan Diagnosis TBC
Jumlah
Pemeriksaan Jumlah Kasus
MTB Positif Terkonfirmasi Bakteriologis
TCM
Tes Gagal Terdiagnosis
MTB Negatif Bukan TBC
(Error/Invalid/No Result) Sensitif klinis
Resisten Indeterminet TBC SO TBC RO
Rifampisin/SR
Rifampisin/RR
(13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23)
Jumlah peserta Jumlah peserta Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Jumlah peserta yang Jumlah peserta yang yang diperiksa yang diperiksa peserta yang peserta peserta Jumlah
peserta peserta peserta
diperiksa TCM dengan diperiksa TCM dengan TCM dengan TCM dengan diperiksa TCM skrining yang skrining yang seluruh
skrining yang skrining yang skrining yang
hasil tes gagal hasil tes MTB Negatif atau hasil positif hasil positif dengan hasil terkonfirmasi terkonfirmasi kasus TBC
diperiksa bukan kasus terdiagnosis
(error/invalid/no result) Bukan TBC TBC Rifampisin TBC Rifampisin positif TBC bakteriologis bakteriologis ditemukan
TCM TBC TBC klinis
Sensitif Resisten Indeterminet TBC SO TBC RO
J
y
m
p
P
u
a
e
e
m
n
e
n
M
n
l
g
m
g
g
(
a
u
o
u l a i
o b a t
2 4 )
h k a
s u d a
l a i
b a t a
a
s
h
n
n
u s J
k
y
d
u
a
a
i
D
m
s
n
r
T
i r u
( 2 5
l a
u s
g
u j u
i n
j u
)
h
k
d
k
a k L a
P
J u
y a
d i
p e
u l
n
e
m
n
l a
m
a
j u t
m e r i k s
U l a n g
( 2 6 )
l a h k a
g
k u k a n
e r i k s a
n g
a
s
a
a
u
n
n
s J
k
y
b
d
u
a
a
e
i
B
D
m
s
n
l
o
e l u
i o b
( 2 7
l a
u s
g
u m
b a
m
a
)
h
t i
t i
D
k
t
p
k
i i s
e t e
e r k
e l a
e g i
K e t .
( 2 8 )
i k a n
r a n g a
a i t
k s a n
a t a n
a
n
a n
Lampiran 6. Format Laporan Akhir Kegiatan Skrining TBC (Gejala dan Chest X-ray)
LAPORAN KEGIATAN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS
DENGAN METODE SKRINING CHEST X-RAY DI LAPAS, RUTAN, DAN LPKA
DI 33 KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM TAHUN 2023
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
C. Waktu Pelaksanaan
D. Tempat Pelaksanaan
E. Sasaran dan Target
BAB II
PELAKSANAAN
A. Peralatan
B. Sumber Daya Manusia
C. Alur Implementasi Skrining TBC
D. Pelaksanaan Kegiatan
1. Skrining Gejala
2. Pemeriksaan Chest X-Ray
3. Penentuan Terduga
4. Pemeriksaan Sputum dengan Tes Cepat Molekuler (TCM)
5. Pemberian OAT
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
B. Skrining Gejala
C. Pemeriksaan Chest X-Ray
D. Terduga TBC
E. Pemeriksaan TCM
F. Pemberian OAT
BAB V
HAMBATAN DAN TANTANGAN
A. Hambatan dan Tantangan
B. Upaya yang Dilakukan untuk Mengatasi Hambatan
BAB VI
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
B. Rekomendasi
LAMPIRAN
Dokumentasi Kegiatan Skrining TBC
Formulir Kuesioner Skrining TBC
Lampiran 7. Algoritma Skrining Paralel (Gejala dan Chest X-ray)
Keterangan:
1. Sosialisasi pencegahan TBC dan pelaksanaan skrining kepada WBP dilakukan oleh
petugas di Lapas, Rutan, dan LPKA
2. Skrining gejala dilakukan oleh petugas kesehatan di Lapas, Rutan, dan LPKA
3. Skrining chest x-ray dilakukan oleh pihak penyedia jasa
4. Pemeriksaaan TCM dilakukan oleh fasyankes rujukan TCM