| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0022860191941000 | Rp 631,904,000 | - | |
| 0808219323941000 | Rp 636,000,000 | Tidak menyampaikan Sertifikat standar Bidang Usaha/Sub Bidang Usaha/Klasifikasi/Sub Klasifikasi: KBLI 41016 | |
CV Zhafran Gemilang | 06*0**5****41**0 | - | - |
| 0024247637941000 | - | - | |
CV Maluku Jaya | 06*6**1****41**0 | - | - |
| 0015284987941000 | - | - | |
| 0920959731941000 | - | - | |
CV Ilweru Teknik | 07*6**0****41**0 | - | - |
CV Caligula Konstruksi | 06*6**3****41**0 | - | - |
| 0015574544941000 | - | - | |
CV Trivena Jaya | 02*4**9****41**0 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN REHABILITASI RUANG KELAS SMP
NEGERI 2 DOBO
PEMBANGUNAN REHABILITASI RUANG KELAS
SMP NEGERI 2 DOBO
Dalam suatu tahapan pekerjaan diperlukan adanya sebuah metode
pelaksanaan. Metode Pelaksanaan pekerjaan merupakan metode yang
menggambarkan penguasaan penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari awal
sampai akhir meliputi tahapan/urutan pekerjaan utama dan uraian/cara kerja dari
masing-masing jenis kegiatan pekerjaan utama yang dapat dipertanggungjawabkan
secara teknis.
Metode pelaksanaan menjadi penting guna memudahkan tahapan
pelaksanaan pekerjaan. Gambar Kerja, RAB, Spesifikasi Teknis dan Metode
Pelaksanaan dalam pekerjaan ini merupakan satu hal yang berkaitan dan tidak
terpisahkan, oleh karena itu jika ada hal yang kurang jelas maka bisa ditanyakan
kepada konsultan pengawas.
Secara garis besar metode pelaksanaan dalam pekerjaan ini meliputi:
1. Mobilisasi dan demobilisasi alat, bahan dan material dilakukan dengan
menggunakan kendaraan darat dan kendaraan laut sesuai kebutuhan.
Mobilisasi dan demobilisasi dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat
terlaksana secara efektif dan efisien.
2. Siapkan P3K Kit di lapangan.
3. Pastikan lokasi pekerjaan aman dari pihak-pihak yang tidak bersangkutan.
Karena lokasi pekerjaan berada di lingkungan sekolah, maka penyedia dan
pihak-pihak terkait harus berkoordinasi agar lingkungan sekolah aman untuk
dilakukan proses pekerjaan guna meminimalisir kecelakaan kerja. Minimal
dipasang Police Line pada area pekerjaan.
4. Gunakan alat pelindung diri setiap sebelum memulai pekerjaan.
5. Sediakan air dan listrik kerja. Air dan Listrik kerja bisa diperoleh dari
lingkungan sekolah dengan sistem sewa/beli.
6. Siapkan alatnya.
7. Lakukan pelepasan dan pengamanan instalasi listrik pada lokasi yang akan
dikerjakan.
8. Lakukan pembongkaran atap keseluruhan.
9. Lakukan pembongkaran plafon dan rangka plafon keseluruhan.
10. Lakukan pembongkaran pada kolom teras .
11. Lakukan pembongkaran pada lantai (keseluruhan).
12. Lakukan pembongkaran pada pasangan dinding guna melepaskan kusen pintu
dan jendela (bagian sesuai gambar/RAB/petunjuk pengawas).
13. Buanglah/amankan sisa hasil bongkaran pada tempat yang tepat yang telah
disetujui pengawas.
14. Semua ragam pekerjaan bongkaran harus dilakukan secara cermat dan hati-hati
guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.
15. Lakukan pekerjaan bowplank.
16. Siapkan alat dan material yang akan diperlukan untuk pekerjaan.
17. Buatlah pembesian footplat dan kolom.
18. Lakukan pekerjaan galian tanah pondasi.
19. Buatlah campuran, kemudian buatlah lantai kerja bawah pondasi.
20. Letakkan pembesian footplat dan kolom pada galian tanah pondasi yang sudah
telah ada lantai kerja.
21. Buatlah bakesting, potong dan rakit sedemikian rupa hingga berbentuk
bakesting sesuai ukuran yang disyaratkan.
22. Dengan menggunakan mesin molen, buatlah adonan beton mutu F'c = 14,5
Mpa untuk pondasi telapak, lalu tuang perlahan pada tempat yang telah
disediakan
23. Pastikan tidak ada rongga udara dalam adonan beton dengan menggunakan alat
pemadat beton (concrete vibrator)
24. Biarkan hingga adonan mengering, kemudian lepaslah bakesting secara hati-
hati.
25. Buatlah pembesian sesuai kebutuhan kolom (gambar dan RAB)
26. Buatlah bakesting sesuai ukuran yang telah disyaratkan dalam gambar dan
RAB
27. Dengan menggunakan mesin molen, buatlah adonan beton mutu sesuai RAB
lalu tuang perlahan pada tempat yang telah disediakan
28. Pastikan tidak ada rongga udara dalam adonan beton dengan menggunakan alat
pemadat beton (concrete vibrator)
29. Lakukan pengurugan kembali hasil galian jika bakesting footplat dan kolom
pedestal telah dilepas.
30. Buatlah pembesian sesuai kebutuhan balok ring (gambar dan RAB)
31. Buatlah bakesting sesuai ukuran yang telah disyaratkan dalam gambar dan
RAB
32. Dengan menggunakan mesin molen, buatlah adonan untuk balok ring beton
mutu sesuai RAB, lalu tuang perlahan pada tempat yang telah disediakan
33. Pastikan tidak ada rongga udara dalam adonan beton dengan menggunakan alat
pemadat beton (concrete vibrator).
34. Setelah umur beton sudah keras/mencapai umur yang disyaratkan sesuai
spesifikasi, bakesting sudah bisa dilepaskan.
35. Pekerjaan kuda-kuda atap
a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dekat lokasi pekerjaan
b. Konsentrasilah pada saat bekerja
c. Ketika memanjat, yakinlah bahwa tempat yang dipijak kuat mendukung
beban
d. Lakukan pengukuran dan pemotongan pada tiap kayu sesuai ukuran yang
telah disyaratkan
e. Rangkailah dan pasanglah kuda-kuda sedemikian rupa sesuai gambar
f. Pemasangan Struktur Utama: mulailah dengan memasang struktur utama
kuda kuda, yaitu balok-balok horizontal dan/atau vertikal yang akan
menopang seluruh rangka. Pastikan semua sambungan kuat dan stabil
dengan menggunakan paku atau sekrup yang cukup kuat. Periksa kembali
semua sambungan untuk memastikan tidak ada bagian yang longgar atau
tidak stabill.
g. Penguatan dan Penyetelan: Setelah struktur utama terpasang, lakukan
penguatan pada titik-titik sambungan menggunakan penguat tambahan
seperti plat besi atau baut khusus. Penyetelan juga perlu dilakukan untuk
memastikan semua bagian kuda kuda sejajar dan stabil. Penyetelan yang
baik akan memastikan kuda kuda mampu menahan beban atap dengan
optimal.
h. Pastikan kuda-kuda telah terpasang secara kokoh.
36. Pekerjaan Gording Atap
a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dekat lokasi pekerjaan
b. Konsentrasilah pada saat bekerja
c. Ketika memanjat, yakinlah bahwa tempat yang dipijak kuat mendukung
beban
d. Lakukan pengukuran dan pemotongan pada tiap kayu sesuai ukuran yang
telah disyaratkan
e. Rangkailah dan pasanglah gording sedemikian rupa sesuai gambar
37. Pemeriksaan dan Finishing: Setelah semua bagian kuda kuda dan gording
terpasang, lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada
kesalahan atau kekurangan.
38. Pekerjaan Lisplank
a. Siapkan alat dan bahannya.
b. Tentukan lay outnya.
c. Kayu papan yang akan digunakan untuk lisplank hendaknya dihaluskan
terlebih dahulu menggunakan mesing penghalus (sekap).
d. Kemudian pasanglah lisplank pada seluruh ujung akhir kuda-kuda secara
hati-hati.
e. Kuatkan dengan menggunakan paku yang sesuai ukuran.
39. Pekerjaan atap bitumen
a. Lakukan pengukuran, Tentukan lay outnya
b. Pemasangan atap bitumen dimulai dari pemasangan tripleks terlebih dahulu.
c. Pasanglah triplek dasar di atas reng dimulai dari bagian bawah menuju ke
atas. Gunakan paku sebagai penguat.
d. Triplek dipasang dari bawah ke atas dan sedikit maju 10 cm dari lisplang
(atau sesuai gambar kerja).
e. Pasanglah underlayer (geotextile woven) secara menyamping perhatikan
kerapiannya, dimulai dari bagian bawah hingga atas. Pastikan tidak ada
gelembung udara di dalamnya.
f. Pasanglah flashing “U”, gunakan lem adhestic
g. Pemasangan flashing pada bagian ujung gording diberi space +- 5-10 cm
guna penyambungan pada flashing selanjutnya. Jadi, jarak antara lisplank
dengan ujung flasing +- 5-10 cm, guna mencegah kebocoran.
h. Untuk bagian bawah triplek atau pertemuan dengan lisplang, dipasang
flashing berbentuk U. Untuk bagian lebar pada flashing U diletakkan
dibawah tripleks.
i. Fungsinya, untuk melindungi triplek dari air hujan.
j. Sementara itu, untuk triplek yang bertemu dengan dinding sopi-sopi maka
dipasang flashing dinding berbentuk Z.
k. Jika pemasangan triplek, underlayer, dan starter atau list (flashing) sudah
dilakukan maka saatnya pasang genteng bitumen.
l. Buat lay outnya terlebih dahulu dengan menggunakan benang bandul atau
sejenisnya.
m. Perhatikan cara pasang atap bitumen agar rapi dan presisi.
n. Sebelumnya, potong terlebih dahulu setiap daun genteng bitumen sesuai
ukuran.
o. Pemasangan atap bitumen dengan kemiringan atap lebih dari 15 derajat
biasanya dengan cara dipaku.
p. Paku tersebut harus berada tepat pada atas nat dari tiap-tiang genteng
bitumen.
q. Pastikan pemasangan genteng lurus dan rapi dengan mengikuti nat pada
benang.
40. Berikut adalah contoh pemasangannya atap bitumen
41. Jika pemasangan atap bitumen sudah selesai hingga bagian atas maka cek
kembali hasilnya.
42. Pastikan tidak ada genteng bitumen yang rusak saat pemasangan.
43. Pastikan juga paku pada genteng bitumen sudah kuat dan sempurna.
44. Untuk tutorial lengkap terkait pemasangan atap bitumen bisa dilihat di chanel
www.youtube.com/ teknikpemasanganatapbitumenCTI.
45. Lakukan pemasangan talang air “U” dan pipa PVC 4” saluran talang air sesuai
gambar
46. Pekerjaan Plesteran
a. Siapkan alat dan bahannya
b. Buatlah bahan adukan plester
c. Buatlah kepala plester dinding
d. Lakukan plesteran
47. Pekerjaan Acian
a. Bersihkan bidang yang sudah diplester
b. Buatlah adukan acian
c. Aplikasikan adonan acian pada dinding dengan menggunakan Roskam
secara rapi
d. Amplaslah jika perlu, untuk hasil yang lebih halus maksimal.
48. Pekerjaan pemasangan kusen pintu dan jendela
a. Siapkan alat dan bahannya
b. Tentukan kedudukan kusen
c. Pasang angker pada kusen secukupnya
d. Dirikan kusen (lihat gambar)
e. Setel kedudukan kusen hingga berdiri tegak bisa menggunakan unting-
unting
f. Pasang patok untuk untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan
menjadi kokoh.
g. Pasang bata dan pengecoran beton di sekeliling kusen
h. Bersihkan tempat sekelilingnya
49. Selanjutnya adalah pemasangan rangka plafon,
a. Siapkan alat dan bahan
b. Tentukan lay outnya
c. Pasanglah rangka plafon sesuai lay out yang telah ditentukan
d. Potong triplek sesuai ukuran dan sesuai dengan posisi rangka, pasang
dengan menggunakan paku atau skrup.
e. Pastikan tidak ada celah dan jarak antar tripleks, tutup nat tripleks.
f. Lakukan pengecatan.
50. Setelah rangka plafon terpasang, bisa dilakukan pemasangan instalasi listrik
(lihat RAB dan gambar)
51. Selanjutnya adalah rangka plafon,
52. Siapkan alat dan bahannya, pasanglah plafon tripleks dan list plafon dengan
rapi, pastikan jarak antar tripleks tertutupi/tersamarkan.
53. Buatlah lubang tripleks pada bagian yang akan dipasang lampu downlight
(lihat gambar)
54. Pasanglah lampu downlight
55. Pasanglah daun jendela beserta aksesorisnya
56. Pemasangan keramik
a. Lakukan pemadatan tanah dengan menggunakan stamper, pastikan sisa-
sisa beton telah hancur dan rata, lakukan hingga kepadatan maksimum
b. Sebelum pemasangan keramik, pastikan tangga teras dan jalus disabilitas
sudah dibuat.
c. Buatlah lay outnya terlebih dahulu
d. Basahi keramik
e. Buatlah campuran semen dan pasir
f. Pasang keramik lantai dan keramik dinding
g. Aplikasikan nat keramik
h. Bersihkan nat yang mengenai bagian keramik
i. Tidak lupa, buatlah jalur disabilitas, sesuai gambar. atur sedemikian rupa
agar tidak licin.
57. Pengecatan Kayu
a. Bagian yang perlu di cat:
1) Lisplank
2) Kusen
3) Daun pintu
4) Daun Jendela
b. Pastikan cuaca mendukung untuk pekerjaan ini
c. Amankan bagian-bagian yang tidak perlu di cat, bisa ditutup dengan lakban
atau kertas atau sejenisnya.
d. Bersihkan dan ratakan permukaan kayu
e. Lapisi kayu dengan cat dasar
f. Pakailah kuas, Lakukan pengecatan kayu dengan cat yang telah disediakan.
g. Lakukan hingga 2 lapisan cat.
h. Aplikasikan clear coat atau pernis untuk ketahanan kayu.
i. Cat akan kering 2-3 hari apabila cuaca mendukung.
58. Pengecatan dinding
a. Pastikan cuaca mendukung untuk pekerjaan ini
b. Amankan bagian-bagian yang tidak diperlu di cat.
c. Bersihkan permukaan dinding
d. Sisa-sisa cat lama yang masih menempel di dinding harus di serut/di kikis
hingga bersih
e. Lakukan plamir dengan hasil akhir yang halus
f. Beri pengalas pada lantai
g. Aplikasikan cat dasar pada dinding menggunakan kuas roll (1 kali cat
dasar)
h. Gunakan kuas untuk mengoles cat pada celah
i. Tunggu hingga cat dasar mengering
j. Campur cat utama secara merata.
k. Untuk pekerjaan ini baik bagian dalam ruangan maupun luar ruangan
diharuskan menggunakan cat Eksterior/No Drop.
l. Aplikasikan pada dinding bagian celah-celah dengan menggunakan kuas.
m. Lanjutkan dengan mengoleskan cat pada bidang dinding yang tersisa
dengan menggunakan kuas rol.
n. Tunggu hingga lapisan ke-2 mengering, sekitar 3-5jam, lalu lakukan
pengecatan ulang (lapisan ke-3)
o. Biarkan cat kering dan meresap pada dinding
59. Pastikan semua ragam pekerjaan dalam penawaran harga dan gambar telah
terlaksana dilapangan.
60. Apabila berdasarkan RAB penawaran terdapat item pekerjaan yang belum
terlaksana, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia.
61. Lakukan pembersihan dan demobilisasi.
62. Buatlah laporan pekerjaan sesuai yang dijelaskan dalam spesifikasi teknis
pekerjaan ini.