| 0027646611701000 | Rp 374,600,685 | |
| 0927953489704000 | - | |
CV Andi Mandiri | 05*5**3****03**0 | - |
| 0029428752701000 | - | |
| 0014054266703000 | - | |
CV Berkah Benua | 06*4**8****03**0 | - |
| 0820544724703000 | - | |
Menara Gading | 00*9**5****01**0 | - |
CV Citra Bangun Bersama | 00*5**5****03**0 | - |
CV Ranum Desya Perkasa | 00*0**7****03**0 | - |
| 0030273643701000 | - | |
CV Adhipramana Dimitra Surya | 06*5**2****06**0 | - |
| 0629604513707000 | - | |
| 0020748414702000 | - |
SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/METODE
PELAKSANAAN/METODE KERJA
Paket Pekerjaan : (Lanjutan) Rehab Puskesmas Tuan-Tuan Untuk Rawat Jalan Jiwa
PPK : FLORENSIUS Y.M. TAPUN, S.T, M.A.P
Uraian Spesifikasi Teknis
1. Spesifikasi Peralatan Konstruksi
Peralatan Utama Konstruksi yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
Kapasitas JUMLAH
NO NAMA PERALATAN KEPEMILIKAN / STATUS
( Minimal )
1. Concrete Mixer Minimal 0,3 m3 1 unit Sewa/Sewa beli/ Milik sendiri
2. Pick up kapasitas min 1,3 m³ 1 Unit Sewa/Sewa beli/ Milik Sendiri
2. Spesifikasi Proses / Kegiatan
a. Detail Pekerjaan ini adalah (Lanjutan) Rehab Puskesmas Tuan-Tuan Untuk Rawat
Jalan Jiwa.
b. Ruang Lingkup Pekerjaan ini sudah memperhitungkan Laporan Keselamatan
Konstruksi.
c. Setiap proses / kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja ,system
perlindungan terhadap pekerja, perlengkapan pengaman dan rambu – rambu
peringatan, pekerja menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) yang sesuai dengan
potensi bahaya pada proses tersebut.
• Pekerjaan Pondasi : APD yang digunakan adalah sepatu keselamatan
(Safety Shoes), Sarung Tangan.
• Pekerjaan Pemasangan Struktur Rangka Badan, Atap, Lantai : APD yang
digunakan adalah sepatu keselamatan (Safety Shoes), sarung tangan dan topi
pelindung (Safety Helmet).
• Pekerjaan Pengecatan Listrik,Dinding dan Plafond : APD yang digunakan sepatu
keselamatan (Safety Shoes), masker, topi pelindung ( Safety Helmet ) dan sarung
tangan.
d. Setiap jenis proses/kegiatan yang beresiko tinggi, atau pekerjaanya yang beresiko
tinggi pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis keselamatan
kerja (Job Safety Analysis)
e. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja dan
operator yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk melakukan
pekerjaan.
3. Spesifikasi dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan
A. REHAB LANJUTAN GEDUNG RAWAT JALAN JIWA
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
Spesifikasi Teknis
1. Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan.
Papan Nama Proyek ini dibuat banner dengan ukuran 100 x 120 cm, ditopang kayu
kaso (5/7) kelas 2 (borneo) dengan tinggi 250 cm dari permukaan tanah dan dicat
dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi
mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :
• Nama Kegiatan
• Pekerjaan yang harus dilaksanakan Biaya pekerjaan/ nilai kontrak
• Sumber dana
• Jangka waktu
• Nama penyedia jasa
Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat.
2. Pengadaan Alat K3
A. Sosialisasi dan Promosi K3
❖ Spanduk Banner (0,75 x 3.0) m
Spanduk Banner dengan ukuran 0,75 x 3,00 m bertuliskan “
UTAMAKAN KESELAMATAN KERJA “
B. Alat Pelindung Diri (APD) :
❖ Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker)
Salah satu alat pelindung pernafasan yang bisa digunakan oleh
pekerja adalah masker. Sebagai pelindung organ pernafasan alat ini
berfungsi untuk menyaring polusi udara yang membahayakan seperti
debu, bahan kimia, mikro-organisme, uap, asap, maupun gas beracun.
Ada banyak jenis masker yang dapat digunakan. Hal ini tergantung
kebutuhan dan seberapa bahaya udara yang tercemar dalam tempat
kerja.
❖ Topi Pelindung (Safety Helmet)
Salah satu APD yang digunakan untuk melindungi kepala dari
benturan, pukulan, maupun benda keras yang jatuh adalah Helm
keselamatan atau safety helmet. Helm yang baik untuk digunakan
adalah yang tahan terhadap panas, tidak mudah terbakar, tahan
terhadap percikan bahan kimia, tidak menyerap air, dan kuat terhadap
suhu yang ekstrim.
Ada banyak jenis helm yang bisa digunakan sebagai alat pelindung
diri. Kualitas helm yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan
dan resiko pekerjaan yang dilakukan. Untuk pekerjaan dengan risiko
yang tinggu tentu akan membutuhkan kualitas helm terbaik. Jika resiko
pekerjaan relatif lebih rendah, pekerja bisa memakai topi ataupun
penutup kepala untuk pelindung.
❖ SarungTangan (Safety Gloves)
Sarung tangan juga menjadi salah satu alat perlindungan diri yang penting
untuk digunakan saat bekerja. Alat ini berfungsi sebagai pelindung jari-jari
maupun bagian tangan dari resiko cidera yang disebabkan oleh banyak
hal, misalnya terbakar api, suhu panas/dingin, arus listrik, bahan kimia,
goresan benda tajam, zat kimia, maupun bakteri.
Ada banyak jenis sarung tangan yang bisa digunakan untuk keamanan
kerja. Dari setiap jenis yang ada terbuat dari material yang berbeda juga,
penggunaanya pun juga menyesuaikan kebutuhan.
Beberapa sarung tangan keselaman kerja yang dijual di pasaran ada yang
terbuat dari logam, kain, kulit, kanvas, plastik, karet dan bahan lain yang
aman dari bahan kimia.
❖ Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
Spesifikasi Teknis
Sepatu boot menjadi salah satu alat perlindungan diri yang dibuat khusus
untuk melindungi kaki dari timpaan benda berat maupun cairan panas,
tusukan benda tajam, bahan kimia berbahaya dan juga terhindar dari
permukaan licin.
Sepatu ini memang dirancang berbeda dengan sepatu biasa. Bentuknya
yang lebih tinggi untuk mengamankan kaki, sepatu ini mampu memberi
perlindungan yang lebih maksimal jika dibanding dengan sepatu biasa.
❖ Rompi
Rompi kerja merupakan APD yang biasanya terbuat dari kain bahan
polyester dan dilengkapi dengan reflector atau pemantul cahaya. Adapun
fungsi rompi kerja adalah sebagai identitas pekerja, mengurangi resiko
kecelakaan, dan dapat terlihat jelas saat bekerja di malam hari.
C. Personil K3 dan Konstruksi
Petugas K3 Konstruksi
Petugas K3 Konstruksi wajib mempunyai sertifikat pelatihan keselamatan
konstruksi.
D. Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kesehatan
Peralatan P3K (Kotak P3K, Obat Luka, Perban dll)
Yang diperlukan untuk Kotak P3K berupa : Kapas, perban, obat luka, alkohol 70%
dll) harus disediakan oleh Kontraktor Pelaksana.
E. Rambu – rambu yang diperlukan :
a. Rambu Informasi
Rambu K3 untuk informasi biasanya dikelompokan menjadi 4 warna utama
yang masing-masing warna mewakili instruksi yang berbeda. Warna-warna
tersebut adalah:
• Kuning (Caution/Waspada)
• Biru (Notice/Perhatian)
• Merah (Danger/Bahaya)
• Hijau (Emergency/Safety)
II. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI
Penutup Lantai keramik 60 x 60
Metode Pelaksanaan :
a. Persiapkan granitnya, pastikan jumlahnya sesuai dengan luas ruangan yang
ingin dilapisi granit. Disini anda dapat mencari supplier yang menjual granit
murah untuk menghemat pengeluaran anda.
b. Selanjutnya persipakan lantainya terlebih dahulu, pastikan dasar lantai sudah
terplaster semen dengan baik dan rata. Kondisi lantai mempengaruhi hasil akhir
pemasangan, jika lantai rata maka hasil pemasangan akan terlihat rapi.
c. Setelah lantainya siap, maka proses pemasangan granit dapat segera dimulai.
Proses pemasangan granit dimulai dari arah dalam ke luar atau dari arah
tengah ke samping ruangan, bukan sebaliknya.
d. Selanjutnya yang penting untuk diperhatikan adalah adonan semen sebagai
perekat granit. Bila anda menggunakan campuran semen dan pasir maka
perbandingannya yaitu 1 : 3, adonan dibuat sedikit kering tidak basah atau
lembek. Pada permukaan bawah granit boleh diberikan campuran semen dan
air yang kental.
e. Jika anda menggunakan lem semen, maka cara mengolahnya lihat aturan
pakai yang sudah ditentukan. Karena setiap pabrik semen tersebut memiliki
prosedur pemakaian tertentu.
f. Lalu ratakan campuran semen pasir atau lem semen ke dasar lantai, anda
dapat menggunakan bantuan trawl saat meratakannya
Spesifikasi Teknis
g. Buanglah campuran semen pasir sekitar 1.5 cm sepanjang keliling dari granit.
Karena begitu granit dipasang akan ada tekanan yang membuat campuran
semen pasir meluber ke samping sekitar granit.
h. Hal yang penting dalam proses pemasangan ini adalah menjaga agar granit
terpasang dengan rata. Gunakanlah waterpass agar letaknya selalu rata.
i. Setelah pemasangannya selesai, sebaiknya lantai dibiarkan beberapa hari.
Tidak langsung diinjak begitu selesai dipasang.
III. PEKERJAAN PASAD BANGUNAN
Pasad depan
Metode Pelaksanaan :
a. Jika Konstruksi Rangka Dudukan ACP dipasang pada Dinding yang terbuat dari
pasangan Batubata, maka Dinding Batubata tersebut harus diplester terlebih
dahulu. Minimal diplester tanpa Aci, atau sanggup juga di-aci. Supaya
Konstruksi Rangka ini tetap Kuat Mengikat ketika menahan Beban Rangka itu
sendiri dan Beban ACP nantinya, serta Tahan Lama.
b. Jika Konstruksi Rangka Dudukan ACP dipasang pada Dinding Beton atau
Beton Bertulang, maka dinding tersebut tidak perlu diplester lagi, silahkan
eksklusif dipasang.
c. Rangka Dudukan ACP, sebaiknya memakai material Metal atau Logam yang
berkualitas baik, sehingga tidak gampang Korosi (berkarat) dan tidak gampang
rusak akhir korosi tersebut
IV. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Talang Air 1/2 Lingkaran
Metode Pelaksanaan :
a. Melakukan Perencanaan
Sebelum memulai pemasangan talang air, lakukan perencanaan yang matang.
Langkah ini melibatkan pengukuran secara teliti untuk menentukan tata letak
yang tepat. Pastikan untuk mengukur panjang yang diperlukan dan menentukan
lokasi downspout dengan bijak. Perencanaan yang baik akan memudahkan
proses pemasangan dan meningkatkan kinerja sistem pengaliran air.
b. Mempersiapkan Alat dan Bahan
Pastikan Anda memiliki semua alat dan bahan yang diperlukan sebelum
memulai pemasangan talang air. Persiapkan tangga, cutter untuk memotong
talang sesuai kebutuhan, palu, alat ukur, dan paku. Bukan hanya itu saja,
siapkan juga perlengkapan keamanan, sarung tangan berkulit tebal. Persiapan
ini akan membuat proses pemasangan lebih efisien.
c. Melakukan Pemasangan Talang Air
Setelah melakukan perencanaan dan mempersiapkan alat dan bahan,
selanjutnya Anda dapat segera melakukan pemasangan talang air. Proses
pemasangan talang air melibatkan beberapa langkah penting. Pertama, pasang
braket fasia untuk mendukung talang.
Langkah selanjutnya adalah memotong talang sesuai kebutuhan. Setelah itu,
pasang downsput di tempat yang telah ditentukan untuk mengalirkan air hujan
secara efisien. Terakhir, pasang tutup ujung talang untuk menghindari
kerusakan dan memastikan aliran air yang lancar, serta terhindar dari kotoran.
Spesifikasi Teknis
d. Menguji Coba
Setelah pemasangan selesai, lakukan uji coba untuk memastikan bahwa talang
air berfungsi dengan baik. Gunakan selang air atau ember untuk
menyimulasikan aliran air hujan dan periksa apakah talang air mengarahkan air
dengan baik ke downspout. Perbaiki jika ditemukan masalah untuk memastikan
sistem pembuangan air berjalan optimal.
2. Pipa Air Hujan 4 inch + Aksesoris Penggantung
Persiapan
▪ Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan
instalasi air hujan.
▪ Approval material yang akan digunakan.
▪ Persiapan lahan kerja.
▪ Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat
bantu kerja disiapkan.
Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
▪ Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta fitting
dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
▪ Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
B. REHAB GEDUNG HALL
I. PEKERJAAN PLAFOND DAN LISTRIK
1. Penutup Plafond Triplek
Metode Pelasanaan :
❖ Persiapkan bahan-bahan yang akan digunakan seperti triplek, kayu rangka
plafon, paku dan lain-lain.
❖ Persiapkan juga peralatan kerja seperti benang ukur, palu, gergaji, dan lain-
lain.
❖ Pertama, cek dahulu apakah dinding yang akan dipasang triplek sudah
benar-benar rapi dan siap untuk dipasang plafon triplek. Pastikan atap
rumah dalam kondisi aman dari kebocoran air hujan yang dapat merusak
plafon nantinya.
❖ Gunakan benang dan selang air untuk mengukur kedataran lokasi
pemasangan plafon serta penentu batasan titik-titik yang akan dipasang
rangka plafon.
❖ Atur pemasangan rangka plafon agar sesuai dengan ukuran triplek yang
ada, dengan posisi rapi dan datar tidak bergelombang.
❖ Pemasangan triplek bisa dimulai setelah rangka plafon selesai dan benar-
benar kuat.
2. Pekerjaan Instalasi Listrik Kabel NY 3 x 2.5 mm, Kabel NY 2 x 1.5 mm,Saklar dan
Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Persiapan. Pelaksana harus menutup dan merapikan kembali setiap
bobokan yang dilakukan pada Konstruksi bangunan, yang disebabkan
pekerjaan instalasi penerangan/ stop kontak. Untuk menghindari sejauh
mungkin pekerjaan pembobokan maka semua inserts, sleeves, receways
Spesifikasi Teknis
atau openings harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap
pekerjaan kontruksi atau finishing.
❖ Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak
penyambungan yang khusus untuk itu (misalnya junction box dan lain-lain).
❖ Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama
masing-masing, dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum
dan sesudah penyambungan dilakukan.
❖ Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Pengawas/Konsultan
MK.
❖ Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk menjaga
nilai isolasi tertentu. Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang
terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal maksimal
2,5 mm.
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan ceiling saluran
penghantar (conduit) di-klem di beton.
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan ceiling gantung
saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable ladder dengan tidak
membebani ceiling atau di-klem pada beton.
❖ Seluruh kabel penerangan, lebih dari empat jalur harus diletakkan pada
cable ladder. d. Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa
conduit minimum 5/8" diameternya.
❖ Setiap pencabangan ataupun pengambilan keluar harus menggunakan
junction box yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus
menggunakan terminal strip di dalam junction box.
❖ Ujung pipa yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi
dengan socket/lock nut, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel.
Bila tidak ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada ketinggian
muka lantai sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam pipa logam dan
pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm serta ditanahkan.
Pekerjaan Instalasi Saklar dan Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Tentukan posisi di mana stop kontak akan dipasang di dinding. Jarak
minimal stop kontak dari lantai yang kondusif yaitu 30 cm. Tandai posisi
tersebut menggunakan pensil. Kemudian tandai pula jalur pemasangan
kabel dari sumber listrik ke lokasi stop kontak. Jalur ini nantinya berkhasiat
sebagai daerah penanaman pipa di dalam dinding.
❖ Kini saatnya melaksanakan pembobokan dinding. Proses ini tidak
mengecewakan membutuhkan tenaga ekstra alasannya yaitu Anda harus
menciptakan lubang di dalam tembok yang kedalamannya sesuai dengan
pipa dan tedus.
❖ Setelah dinding berhasil dibobok sesuai dimensi pipa dan tedus, kini
waktunya untuk memasang kedua komponen ini. Pastikan sumber listrik
sudah dalam keadaan off. Ambil kabel kemudian sambungkan dengan
sumber listrik dari kabel terdekat. Jangan lupa tutup sambungan kabelnya
menggunakan isolasi.
❖ Pipa sebaiknya dirangkai terlebih dahulu sampai panjang dan bentuknya
sudah pas. Kemudian kabel yang sudah tersambung dengan sumber listrik
tadi dimasukkan ke dalam pipa. Pastikan masih ada ujung kabel di ujung
pipa. Ujung kabel ini nantinya akan dihubungkan ke stop kontak.
Selanjutnya letakkan pipa tersebut ke dalam lubang dinding. Tahan
posisinya menggunakan beberapa paku.
Spesifikasi Teknis
❖ Setelah itu, masukkan pula tedus ke dalam lubang posisinya di dinding.
Sumpal tedus tersebut menggunakan kertas yang diremas-remas biar tidak
kotor oleh gabungan plesteran beton.
❖ Buatlah gabungan plesteran beton. Tambal kembali seluruh lubang dinding
yang sebelumnya dibentuk untuk jalur instalasi listrik. Pastikan semua pipa
tertutup penuh oleh plesteran. Adonan plesteran cukup diaplikasikan di
sepanjang pipa terlebih dahulu. Tunggu selama beberapa dikala biar
plesteran tersebut mengering.
❖ Setelah plesteran dinding sudah kering, Anda dapat membuka kertas yang
menutupi tedus. Ambil stop kontak, kemudian buka baut yang ada di
belakangnya. Sambungkan kutub nyata pada kontak dengan kabel nyata
serta kutub negatif dengan kabel negatif. Ambil seutas kabel lagi untuk
menghubungkan titik ground ke dalam tembok. Lindungi sambungan kabel
ini menggunakan isolasi.
❖ Lakukan pengetesan apakah listrik sudah mengalir ke stop kontak dengan
cara menyalakan sumber listrik. Lalu tempelkan ujung tespen ke kutub
nyata atau kutub negatif pada stop kontak. Jika lampu di tespen menyala
artinya listrik sudah tersambung dengan baik. Jangan lupa matikan kembali
sumber listrik tersebut sebelum berlanjut ke proses instalasi berikutnya.
❖ Setelah semua kabel sudah terpasang pada posisinya, Anda dapat
memasukkan bab belakang stop kontak ke dalam tedus. Tahan posisi stop
kontak ini dengan mengencangkan kedua sekrup yang melengkapinya.
❖ Tutupi stop kontak menggunakan selembar kertas yang ditahan oleh
isolasi. Terapkan gabungan plester di sekitar stop kontak sampai menutupi
semua lubang yang ada di sekelilingnya. Pastikan gabungan tersebut
mempunyai permukaan yang rata. Biarkan gabungan plester mengering
tepat selama 6-8 jam. Barulah kemudian Anda dapat menggunakan stop
kontak ini.
II. PEKERJAAN PINTU, VENTILASI DAN PENGUNCI PENGGANTUNG
1. Teralis Besi Pintu Jendela dan Ventilasi
Metode Pelasanaan :
❖ Buat desain teralis jendela dan ventilasi sesuai dengan gambar teknis
❖ Perhatikan jarak jeruji pada teralis jendela. Atur agar jarak jeruji besi tidak
terlalu longgar. Jika terlalu longgar, jarak antara satu besi dengan besi lainnya
tak melebihi 30×30 cm. Jarak antara jeruji juga harus rapat, antara 10cm-20cm,
tergantung dari ukuran kusen jendela. Hal ini wajib diperhatikan dengan
seksama.
❖ Pasang baut didalam dan tersembunyi
❖ Pastikan keberadaan teralis dapat berfungsi
2. Kunci Tanam
Metode Pelasanaan :
❖ Setelah Daun pintu siap untuk dipasangkan pada dudukannya dalam kondisi
belum dilapisi cat ataupun plitur dipasangkan engsel pintu 3 (tiga) pasang
dengan ketinggian dan jarak sedemikian rupa kemudian dipasangkan kunci
sesuai dengan peruntukannya pada posisi yang ditunjukkan pada gambar
ketinggian pemasangan lubang kunci.
Spesifikasi Teknis
❖ Pemasangan kunci menggunakan sekrup dengan ukuran sesuai dengan
lubang sekrup tidak menggunakan paku untuk memperkuat dudukan
kuncinya.
❖ Untuk daun pintu yang terpasang double atau dua buah daun dipasangkan
espagnolet di salah satu sisi.
III. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan dinding
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
❖ Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
❖ Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
❖ Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
❖ Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
❖ Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
2. Pengecatan Plafond
Metode Pelaksanaa :
❖ Pastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam keadaan rata.
❖ Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
❖ Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
❖ Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat
cat).
❖ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
❖ Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
3. Pekerjaan Pengecatan Besi
Metode Pelaksanaa :
❖ Haluskan permukaan besi yang mau di cat,dengan cara di sikat kawat dan
ampelas ,perhatikan bagian bekas las/welding supaya permukaan nya
setelah di dempul menjadi rata/rapih dan halus.
❖ Lap permukaan yang mau di cat pastikan tidak ada debu dan tidak kotor.
❖ Mulai dengan membuka kaleng pastikan aduk cat hingga warnanya
merata,tambahkan thiner secukupnya dan mulai semprot, kalau pakai kuas
celup 1/3 kuas ke dalam cat mulai pengecatan cat dasar secara
keseluruhan di mulai di area yang sulit di jangkau contoh: bagian tepi,
sudut, tepian yang berbentuk ornamen dan area yang tinggi.
❖ Pastikan sapuan cat di lakukan merata dan pengecatan searah dari atas ke
bawah atau kiri kanan dan lanjutkan arah pengecatan yang sama seluruh
area, pengecatan di lakukan dua lapis atau lebih, pastikan lapisan pertama
telah kering.
Spesifikasi Teknis
4. Pekerjaan Pengecatan Kayu
❖ Persiapkan alat-alat seperti kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, bahan pelarut
bisa solvent atau air, amplas, kain katun bersih dan kering, gelas plastic.
❖ Siapkan material yang akan dilakukan finishing, jika permukaan masih
kasar maka amplaslah menggunakan kertas amplas. Bersihkan debu
amplas dengan kain lap, dan pastikan kembali kayu sudah kering benar,
kayu yang tidak kering akan mempercepat pertumbuhan jamur di kemudian
hari.
❖ Siapkan cat kayu perhatikan jumlah bahan pelarut yang digunakan. Bahan
campuran cat kayu adalah air atau thinner tergantung dengan jenisnya.
Campurkan cat kayu dan bahan pelarutnya. Aduk hingga benar-benar
merata.
❖ Aplikasikan cat kayu dengan kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang luas,
untuk bidang yang sempit Anda bisa menggunakan kuas berukuran 2 inci.
Aplikasikan searah serat kayu jangan berlawanan. Pengecatan yang
berlawanan serat akan menutup serat kayu sehingga tidak terlihat atau
terlihat pengecatan yang tidak rata nantinya. Pengecatan dilakukan 2x
untuk mendapatkan hasil yang sempurna
C. REHAB GEDUNG DETOK DAN DAPUR (KOPEL)
I. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan dinding
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
❖ Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
❖ Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
❖ Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
❖ Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
❖ Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
2. Pengecatan Plafond
Metode Pelaksanaa :
❖ Pastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam keadaan rata.
❖ Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
❖ Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
❖ Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat
cat).
❖ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
❖ Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
3. Pekerjaan Pengecatan Besi
Metode Pelaksanaa :
Haluskan permukaan besi yang mau di cat,dengan cara di sikat kawat dan
ampelas ,perhatikan bagian bekas las/welding supaya permukaan nya
Spesifikasi Teknis
setelah di dempul menjadi rata/rapih dan halus.
❖ Lap permukaan yang mau di cat pastikan tidak ada debu dan tidak kotor.
❖ Mulai dengan membuka kaleng pastikan aduk cat hingga warnanya
merata,tambahkan thiner secukupnya dan mulai semprot, kalau pakai kuas
celup 1/3 kuas ke dalam cat mulai pengecatan cat dasar secara
keseluruhan di mulai di area yang sulit di jangkau contoh: bagian tepi,
sudut, tepian yang berbentuk ornamen dan area yang tinggi.
❖ Pastikan sapuan cat di lakukan merata dan pengecatan searah dari atas ke
bawah atau kiri kanan dan lanjutkan arah pengecatan yang sama seluruh
area, pengecatan di lakukan dua lapis atau lebih, pastikan lapisan pertama
telah kering.
4. Pekerjaan Pengecatan Kayu
❖ Persiapkan alat-alat seperti kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, bahan pelarut
bisa solvent atau air, amplas, kain katun bersih dan kering, gelas plastic.
❖ Siapkan material yang akan dilakukan finishing, jika permukaan masih
kasar maka amplaslah menggunakan kertas amplas. Bersihkan debu
amplas dengan kain lap, dan pastikan kembali kayu sudah kering benar,
kayu yang tidak kering akan mempercepat pertumbuhan jamur di kemudian
hari.
❖ Siapkan cat kayu perhatikan jumlah bahan pelarut yang digunakan. Bahan
campuran cat kayu adalah air atau thinner tergantung dengan jenisnya.
Campurkan cat kayu dan bahan pelarutnya. Aduk hingga benar-benar
merata.
❖ Aplikasikan cat kayu dengan kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang luas,
untuk bidang yang sempit Anda bisa menggunakan kuas berukuran 2 inci.
Aplikasikan searah serat kayu jangan berlawanan. Pengecatan yang
berlawanan serat akan menutup serat kayu sehingga tidak terlihat atau
terlihat pengecatan yang tidak rata nantinya. Pengecatan dilakukan 2x
untuk mendapatkan hasil yang sempurna
D. PEMBANGUNAN MCK
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lokasi
Metode Pelaksanaan :
Membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara
membersihkan lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
II. PEKERJAAN PERSIAPAN
Metode Pelaksanaan :
1. Tongkat Kayu Belian 9/9 cm - 150 cm
Pekerjaan Pondasi Tiang Tongkat merupakan pondasi untuk penahan gaya
geser dan deposisi pada struktur dan pondasi yang meliputi pekerjaan
pemancangan tiang kayu ulin (penentuan titik posisi tiang pancang dilokasi)
sesuai gambar kerja dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
❖ Mengadakan kayu ulin dengan ukuran sesuai yang dipersyaratkan dalam
dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
Spesifikasi Teknis
2. Laci dan Alas Kayu Belian Uk. 2 x 3/7-60 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan kayu ulin untuk Laci dan Alas dengan ukuran sesuai yang
dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
3. Melancip Tiang Pondasi
Metode Pelaksanaan :
❖ Siapkan peralatan dan bahan yang digunakan
❖ Melancip tiang pondasi.
4. Membuat Pen dan Lubang Pondasi
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan kayu ulin untuk Laci dan Alas dengan ukuran sesuai yang
dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.
❖ Untuk mendapatkan kekuatan maksimal dari sambungan, pen diharuskan
memenuhi minimal syarat sebagai berikut:
❖ Ukuran panjang minimal 1/2 lebar kayu dan maksimal panjang sama
dengan lebar kayu.
❖ Ketebalan pen 1/3 - 1/2 ketebalan kayu. Bisa lebih tebal tergantung
komponen lawan sebagai lubang.
❖ Lebar pen sama dengan lebar kayu. Jika harus dikurangi karena posisi
sambungan, maksimal pengurangan adalah 1/2 dari ketebalan kayu.
❖ Buatlah chamfered (bevel) pada ujung pen sebesar 2mm untuk
memudahkan pen masuk ke lubang pada waktu proses memasukkan baut.
5. Galian Tanah Pondasi
Metode Pelaksanaan :
❖ Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok dan bowplank
pada area tanah asli yang akan digali dan diberi tanda berwarna / dicat
❖ Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali yang
mengacu pada bowplank
❖ Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada bowplank untuk
kerapian dan kelurusan galian tanah agar dimensi pondasi terpenuhi
❖ Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang dilakukan dengan
menggunakan tenaga manusia (Man Power)
❖ Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai kebutuhan pas.
pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur memanjang dan melintang
bangunan Ex. Galian ditempatkan sementara disisi lubang galian dan
kemudian diangkut keluar proyek.
6. Pengurugan Kembali Tanah Pondasi
Metode Pelaksanaan :
Pek. Urugan Tanah kembali bekas galian pada lokasi yang ditentukan sesuai
dengan yang tercantum dalam Gambar. Pekerjaan ini sepenuhnya akan
dilaksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor
dengan menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, bentuk dan mutu pekerjaan harus betul-betul tepat dan baik
Spesifikasi Teknis
7. Memancang Tiang Tongkat
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengidentifikasi titik-titik tiang pancang pada lokasi setelah itu membuat
urutan titik-titikpemancangan yang dituangkan dalam gambar kemudian
meminta persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK).
❖ Mempersiapkan tiang pancang tiang ulin (9/9) termasuk tenaga kerja
pemancangan.
❖ Persiapan peralatan tiang pancang/tongkat di lokasi pelaksanaan
pekerjaan kemudian mengaturperalatan yang disesuaikan dengan gambar
urut-urutan titik pemancangan yang telah disetujui Pejabat Penandatangan
Kontrak (PPK).
❖ Proses pemancangan terus dilakukan sampai tiang pancang mencapai
batas tanah keras dankekuatan tekan yang diiginkan dan atau telah
disyaratkan sesuai data spesifikasi teknis serta telah mendapat persetujuan
Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK).
7. Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm dengan kualitas yang baik.
❖ Membuat sambungan-sambungan dengan menyesuaikan kebutuhan kayu
❖ Membuat lubang-lubang yang disesuaikan dengan titik-titik perletakan
pondasi tongkat.
8. Gelegar 3/7 Kayu Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan Gelegar 3/7 Kayu Belian dengan kualitas yang baik.
❖ Meletakkan gelegar posisi berdiri dan dengan jarak-jarak sesuai dengan
gambar Teknik
❖ Mengunci gelegar dengan paku beton antara pertemuan gelegar dan balok
keep.
III. PEKERJAAN LANTAI
Metode Pelaksanaan :
1. Pekerjaan Bekisting Lantai
Pekerjaan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan
persiapan bekisting dan persiapan tulangan dan dilakukan pabrikasi, kemudian
hasil pengukuran dilapangan di cek dengan gambar apakah sudah sesuai,
apabila tidak sesuai dilakukan pengukuran kembali dan apabila telah sesuai
dilakukan pemasang bekisting dan kembali di cek apakah bekisiting tersebut
telah sesuai atau belum, apabila belum sesuai dilakukan perbaikan pada
bekisting.
2. Pekerjaan Plastik Cor Beton
Apabila telah sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pemasangan Plastik
cor.
3. Pekerjaan Besi Tulangan Lantai Ø8 mm - 15 cm
Setelah selesai pemasangan bekesting dan plastik cor selanjutnya
pemasangan besi besi tulangan dan setelah di pasang pembesian di lakukan
pengecekan pada tulangan apakah sudah sesuai dengan rencana atau tidak,
Spesifikasi Teknis
apabila tidak sesuai, tulangan/besi dilakukan perbaikan dan apabila sudah
sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pekerjaan pembersihan, dan
setelah bersih dilakukan pengecoran, dan dilanjutkan.
4. Pekerjaan Cor Lantai
Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan
mendapatkan persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton
sesuai dengan jenis beton yang diinginkan
5. Pekerjaan Penutup Lantai keramik 30 x 30
❖ Sebelum dimulai pekerjaan Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing
mengenai pola keramik.
❖ Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan
bernoda.
❖ Alas dari lantai keramik di atas plat beton struktur adalah lantai beton
tumbuk dengan ketebalan minimal 2 cm atau lebih sesuai dengan gambar
❖ Adukan pasangan/pengikat menggunakan bahan perekat seperti yang
disyaratkan.
❖ Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak
mengandung asam alkali) sampai jenuh.
❖ Hasil pemasangan lantai keramik harus merupakan bidang permukaan
yang benar-benar rata, tidak bergelombang, dengan memperhatikan
kemiringan di daerah basah dan teras/balkon.
❖ Jarak antara unit-unit pemasangan keramik satu sama lain (siar-siar),
harus sama lebarnya, maksimum 3 mm, yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar
yang berpotongan harus membentuk sudut siku yang saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Kecuali pemasangan keramik cutting tanpa nat.
❖ Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik.
❖ Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3
x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain.
❖ Keramik hospital plint terpasang siku terhadap lantai, dengan
memperhatikan siar-siarnya bertemu siku, lengkung dengan siar lantai dan
dengan ketebalan siar yang sama pula.
❖ Lantai yang akan dipasangi terlebih dahulu harus dipadatkan dan diratakan
agar pasangan tidak turun/retak sewaktu menerima beban diatasnya.
❖ Permukaan lantai yang akan dipasangi keramik harus dibersihkan dari
debu, cat dan kotoran lainnya, kemudian dikasarkan agar adukan perekat
melekat lebih sempurna.
❖ Sewaktu keramik dipasang, permukaan keramik bagian belakang harus
terisi padat dengan bahan perekat.
❖ Pola pemasangan keramik disesuaikan dengan gambar, demikian juga
pengambilan as pemasangan.
❖ Naad keramik diisi dengan mortar tertentu yang tahan asam, basa serta
kedap air. Warna perekat naad ini disesuaikan dengan warna keramik.
❖ Pengisian/Pengecoran naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang.
❖ Sewaktu pengisian naad ini, keramik harus sudah benar-benar melekat
dengan kuat pada lantai. Sebelum diisi, celah-celah naad ini harus
dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran lain.
Spesifikasi Teknis
❖ Usahakan agar permukaan keramik yang sudah terpasang tidak terkena
adukan/air semen.
❖ Kotoran mortar dan lain-lain yang menempel dipermukaan keramik pada
waktu pengecoran naad, harus segera dibersihkan sebelum
mengering/mengeras.
❖ Bila pemasangan telah selesai seluruhnya, maka lantai harus dilap/disapu
hingga bersih.
❖ Permukaan lantai yang sudah terpasang, hasilnya harus rapi, baik, tidak
miring, tidak bergelombang dan terpasang dengan kuat.
❖ Bila masih diperlukan, keramik harus dibersihkan dengan lap basah atau
bahan-bahan pembersih lunak yang ada di pasaran.
❖ Untuk menghilangkan kotoran yang sukar terlepas, dapat digunakan sikat
baja atau bahan pembersih khusus, disesuaikan dengan jenis kotorannya.
❖ Untuk mencegah terjadinya keretakan akibat pengembangan, maka pada
beberapa bagian harus disediakan alur-alur expansion (expansion joint).
Alur-alur expansion ini harus diisi dengan bahan yang elastis/sealant dan
mendapat persetujuan PPK.
IV. PEKERJAAN RANGKA BADAN
1. Pekerjaan Tiang 7/7 - 300 cm Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada
keempat sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
❖ Pemasangan tiang dilakukan pada titik-titik yang direncanakan.
2. Pekerjaan Sengkang (Pak Gandeng) 7/7 Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada
keempat sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
❖ Setelah dilaksanakannya pemasangan tiang kayu selanjutnya
pemasangan pak gandeng yang diperkuat dengan pasak kayu atau
paku.
3. Pekerjaan Pekerjaan Alang Penutup 7/7 Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada
keempat sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
Setelah dilaksanakannya pemasangan tiang kayu dan pak gandeng
selanjutnya pemasangan alang penutup yang diperkuat dengan paku.
V. PEKERJAAN DINDING, PLAFOND DAN LISTRIK
1. Pekerjaan Pasangan Batako
Metode Pelaksanaan :
❖ Batako yang dipasang harus utuh, kecuali bagian-bagian yang
memerlukan pemotongan.
❖ Pasangan Batako harus dipasang dengan hubungan (verband) yang
baik tegak lurus siku dan rata. Tinggi pasangan bata merah hanya
diperbolehkan maxsimum tinggi 1 meter untuk setiap hari kerja.
❖ Semua voeg / siar diantara pasangan bata pada hari pemasangan harus
dikeruk yang rapi.
Spesifikasi Teknis
❖ Pemasangan perancah (andang - andang ) tidak boleh dipasang
menembus dinding.
❖ Sebelum dipasang, Batako harus dibasahi dengan air secukupnya
sehingga dapat melekat dengan sempurna.
2. Pekerjaan Plesteran
Metode Pelaksanaan :
Semua pekerjaan plesteran pada tembok harus rata, halus merupakan satu
bidang tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus
bebas dari retak-retak/noda-noda dan cacat lainnya
3. Pekerjaan Keramik 30 x 60 Dinding Dalam
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum pekerjaan pasangan keramik dikerjakan, pastikan sparing ME
sudah terpasang.
❖ Pasangan dinding bata diplester terlebih dahulu dan didiamkan selama
± 24 jam.
❖ Cek kerataan permukaan dan kesikuan plesteran dinding bata.
❖ Pasang benang untuk sumbangan supaya pasangan permukaan
keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
❖ Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum
dipasang.
❖ Pasangan dinding keramik untuk kepalaan pada tanda star awal
pemasangan dengan perekat memakai acian. Kemudian dilanjutkan
pemasangan dinding keramik lainnya dengan contoh kepalaan
pasangan keramik yang telah dibuat.
❖ Saat pemasangan, keramik ditekan atau pukul dengan palu karet
supaya mendapat permukaan yang rata.
❖ Acian perekat keramik harus rata dan tidak berongga untuk
menghindarkan pasangan keramik gampang pecah.
❖ Cek kerataan permukaan pasangan dinding keramik dengan alat
waterpass.
❖ Setelah pemasangan dinding keramik selesai, biarkan beberapa ketika
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan keramik.
Setelah itu gres dilanjutkan pekerjaan grouting/ finish garis siar/nat
4. Pekerjaan Pemasangan Plint (List) Keramik Dinding 10 x 30
Metode Pelaksanaan :
❖ Dinding yang akan dipasang plint keramik pada bagian bawah jangan
diplester + aci dahulu agar tidak ada pekerjaan bobokan.
❖ Rendam plint keramik dalam air.
❖ Pasang plint keramik pada dinding yang sudah di marking dengan
perekat menggunakan acian.
❖ Pada saat pemasangan, tekan plint keramik atau pukul dengan palu
karet untuk mendapatkan permukaan keramik yang rata.
❖ Cek kerataan pasangan plint keramik dengan waterpass.
❖ Grouting/isi nat antara plint keramik dengan semen khusus grouting nat
5. Pekerjaan Tutup Kolong
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Pasangan Batako
Metode Pelaksanaan :
❖ Batako yang dipasang harus utuh, kecuali bagian-bagian yang
memerlukan pemotongan.
❖ Pasangan Batako harus dipasang dengan hubungan (verband) yang
baik tegak lurus siku dan rata. Tinggi pasangan bata merah hanya
diperbolehkan maxsimum tinggi 1 meter untuk setiap hari kerja.
❖ Semua voeg / siar diantara pasangan bata pada hari pemasangan harus
dikeruk yang rapi.
❖ Pemasangan perancah (andang - andang ) tidak boleh dipasang
menembus dinding.
❖ Sebelum dipasang, Batako harus dibasahi dengan air secukupnya
sehingga dapat melekat dengan sempurna.
Pekerjaan Plesteran
Metode Pelaksanaan :
Semua pekerjaan plesteran pada tembok harus rata, halus merupakan satu
bidang tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus
bebas dari retak-retak/noda-noda dan cacat lainnya
6. Pekerjaan Pekerjaan Tebing Layar
Pekerjaan Pekerjaan Simpai
Metode Pelaksanaan :
❖ Mempersiapkan bahan dan alat kerja.
❖ Setelah rangka badan terpasang dengan rapi, pemasangan kawat
simpai dipasang dengan cara dipaku pada tiang atas ke bawah dengan
bentuk horisontal maupun vertical.
❖ Jarak antara kawat simpai antara 10-15 cm horizontal maupun vertikal
Pekerjaan Kawat Waring
Metode Pelaksanaan :
❖ Mempersiapkan bahan dan alat kerja.
❖ Pemasangan kawat waring dipasang menutupi kawat simpai yang
diperkuat dengan paku.
❖ Pemasangan kawat waring harus di Tarik dengan kuat sehingga tadak
ada lembaran kawat waring yang mnggelembung.
Pekerjaan Plesteran
Metode Pelaksanaan :
Semua pekerjaan plesteran pada tembok harus rata, halus merupakan satu
bidang tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus
bebas dari retak-retak/noda-noda dan cacat lainnya
7. Pekerjaan Rangka Plafond 4/6 Ky. Kelas II
Metode Pelaksanaan :
❖ Material plafond yang didatangkan kelokasi pekerjaan tidak boleh dalam
keadaan cacat dan rusak.
❖ Untuk material Rangka plafond adalah kayu kls II ukuran 4/6 dan 5/7
dari jenis kayu keras seperti nyatoh, perpat atau pun punak.
Spesifikasi Teknis
❖ Ukuran dan dimensi rangka plafond adalah sesuai dengan gambar
rencana.
❖ Kontraktor Pelaksana harus mengajukan contoh material untuk
disetujui oleh direksi lapangan atau pemilik proyek.
❖ Pemasangan rangka plafond harus sesuai dengan Gambar Pola
pemasangan rangka plafond dalam Gambar Bestek.
❖ Rangka plafond harus dijangkarkan dengan baik pada dinding, balok
tarik dan konstruksi kuda-kuda.
❖ Hasil pemasangan rangka plafond harus benar-benar rata dan
elevasi dengan permukaan lantai.
❖ Harus ada koordinasi yang baik antara pekerja pemasangan rangka
plafond dengan pekerja Instalasi Listrik.
8. Penutup Plafond Triplek
Metode Pelasanaan :
❖ Persiapkan bahan-bahan yang akan digunakan seperti triplek, kayu
rangka plafon, paku dan lain-lain.
❖ Persiapkan juga peralatan kerja seperti benang ukur, palu, gergaji, dan
lain-lain.
❖ Pertama, cek dahulu apakah dinding yang akan dipasang triplek sudah
benar-benar rapi dan siap untuk dipasang plafon triplek. Pastikan atap
rumah dalam kondisi aman dari kebocoran air hujan yang dapat merusak
plafon nantinya.
❖ Gunakan benang dan selang air untuk mengukur kedataran lokasi
pemasangan plafon serta penentu batasan titik-titik yang akan dipasang
rangka plafon.
❖ Atur pemasangan rangka plafon agar sesuai dengan ukuran triplek yang
ada, dengan posisi rapi dan datar tidak bergelombang.
❖ Pemasangan triplek bisa dimulai setelah rangka plafon selesai dan
benar-benar kuat
9. Pekerjaan Instalasi Listrik Kabel NY 3 x 2.5 mm, Kabel NY 2 x 1.5
mm,Saklar dan Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Persiapan. Pelaksana harus menutup dan merapikan kembali setiap
bobokan yang dilakukan pada Konstruksi bangunan, yang disebabkan
pekerjaan instalasi penerangan/ stop kontak. Untuk menghindari sejauh
mungkin pekerjaan pembobokan maka semua inserts, sleeves,
receways atau openings harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam
tahap pekerjaan kontruksi atau finishing.
❖ Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak
penyambungan yang khusus untuk itu (misalnya junction box dan lain-
lain).
❖ Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama
masing-masing, dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi
sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.
❖ Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh
Pengawas/Konsultan MK.
❖ Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk
menjaga nilai isolasi tertentu. Bila kabel dipasang tegak lurus
dipermukaan yang terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja
dengan tebal maksimal 2,5 mm.
Spesifikasi Teknis
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan ceiling
saluran penghantar (conduit) di-klem di beton.
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan ceiling
gantung saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable ladder
dengan tidak membebani ceiling atau di-klem pada beton.
❖ Seluruh kabel penerangan, lebih dari empat jalur harus diletakkan pada
cable ladder. d. Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan
pipa conduit minimum 5/8" diameternya.
❖ Setiap pencabangan ataupun pengambilan keluar harus menggunakan
junction box yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus
menggunakan terminal strip di dalam junction box.
❖ Ujung pipa yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi
dengan socket/lock nut, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel.
Bila tidak ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada
ketinggian muka lantai sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam
pipa logam dan pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm
serta ditanahkan.
Pekerjaan Instalasi Saklar dan Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Tentukan posisi di mana stop kontak akan dipasang di dinding. Jarak
minimal stop kontak dari lantai yang kondusif yaitu 30 cm. Tandai posisi
tersebut menggunakan pensil. Kemudian tandai pula jalur pemasangan
kabel dari sumber listrik ke lokasi stop kontak. Jalur ini nantinya
berkhasiat sebagai daerah penanaman pipa di dalam dinding.
❖ Kini saatnya melaksanakan pembobokan dinding. Proses ini tidak
mengecewakan membutuhkan tenaga ekstra alasannya yaitu Anda
harus menciptakan lubang di dalam tembok yang kedalamannya sesuai
dengan pipa dan tedus.
❖ Setelah dinding berhasil dibobok sesuai dimensi pipa dan tedus, kini
waktunya untuk memasang kedua komponen ini. Pastikan sumber listrik
sudah dalam keadaan off. Ambil kabel kemudian sambungkan dengan
sumber listrik dari kabel terdekat. Jangan lupa tutup sambungan
kabelnya menggunakan isolasi.
❖ Pipa sebaiknya dirangkai terlebih dahulu sampai panjang dan bentuknya
sudah pas. Kemudian kabel yang sudah tersambung dengan sumber
listrik tadi dimasukkan ke dalam pipa. Pastikan masih ada ujung kabel di
ujung pipa. Ujung kabel ini nantinya akan dihubungkan ke stop kontak.
Selanjutnya letakkan pipa tersebut ke dalam lubang dinding. Tahan
posisinya menggunakan beberapa paku.
❖ Setelah itu, masukkan pula tedus ke dalam lubang posisinya di dinding.
Sumpal tedus tersebut menggunakan kertas yang diremas-remas biar
tidak kotor oleh gabungan plesteran beton.
❖ Buatlah gabungan plesteran beton. Tambal kembali seluruh lubang
dinding yang sebelumnya dibentuk untuk jalur instalasi listrik. Pastikan
semua pipa tertutup penuh oleh plesteran. Adonan plesteran cukup
diaplikasikan di sepanjang pipa terlebih dahulu. Tunggu selama
beberapa dikala biar plesteran tersebut mengering.
❖ Setelah plesteran dinding sudah kering, Anda dapat membuka kertas
yang menutupi tedus. Ambil stop kontak, kemudian buka baut yang ada
di belakangnya. Sambungkan kutub nyata pada kontak dengan kabel
nyata serta kutub negatif dengan kabel negatif. Ambil seutas kabel lagi
Spesifikasi Teknis
untuk menghubungkan titik ground ke dalam tembok. Lindungi
sambungan kabel ini menggunakan isolasi.
❖ Lakukan pengetesan apakah listrik sudah mengalir ke stop kontak
dengan cara menyalakan sumber listrik. Lalu tempelkan ujung tespen ke
kutub nyata atau kutub negatif pada stop kontak. Jika lampu di tespen
menyala artinya listrik sudah tersambung dengan baik. Jangan lupa
matikan kembali sumber listrik tersebut sebelum berlanjut ke proses
instalasi berikutnya.
❖ Setelah semua kabel sudah terpasang pada posisinya, Anda dapat
memasukkan bab belakang stop kontak ke dalam tedus. Tahan posisi
stop kontak ini dengan mengencangkan kedua sekrup yang
melengkapinya.
❖ Tutupi stop kontak menggunakan selembar kertas yang ditahan oleh
isolasi. Terapkan gabungan plester di sekitar stop kontak sampai
menutupi semua lubang yang ada di sekelilingnya. Pastikan gabungan
tersebut mempunyai permukaan yang rata. Biarkan gabungan plester
mengering tepat selama 6-8 jam. Barulah kemudian Anda dapat
menggunakan stop kontak ini.
VI. PEKERJAAN PINTU, VENTILASI DAN PENGUNCI PENGGANTUNG
1. Pekerjaan Pintu Panel Belian P1
Metode Pelasanaan :
❖ Semua kayu harus dikerjakan dengan rapi, semua bagian harus diserut
dan diamplas halus.
❖ Sebelum pemasangan pintu pastikan cek elevasi dan kesikuan tiang
dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apaliga belum lurus maka
harus diperbaiki terlebih dulu.
❖ Apabila tiang sudah dapat dipastikan benar dan lurus baru bisa
dilanjutkan dengan pemasangan pintu
❖ Pekerjaan daun pintu dan jendela harus diketam rapi dan diprofil. −
Bentuk dan posisi pemangan pintu dan jendela harus disesuaikan
dengan gambar
❖ Pastikan keberadaan pintu dapat berfungsi
2. Engsel Pintu
Metode Pelasanaan :
❖ Memasang Engsel Pintu tiap pasang pintu terdiri dari 4 (empat) buah
engsel.
❖ Semua pemasangan harus rapi, sehingga pintu -pintu dapat ditutup
dan dibuka dengan mudah, lancar dan ringan
3. Handle Pintu
Metode Pelasanaan :
❖ Lakukan Pengeboran Pada Kedua Sisi Pintu
Lakukan pengeboran pada kedua sisi pintu dengan penuh kehati-hatian.
Bor pada bagian yang sudah anda tandai sebelumnya. Pengeboran yang
kurang tepat dapat berakibat fatal pada pintu yang akan menimbulkan
kerusakan sehingga pintu tidak dapat digunakan lagi.
❖ Tandai Menggunakan Pensil atau Spidol
Spesifikasi Teknis
Setelah melakukan pengeboran pada bagian yang ditandai. Kemudian
buat poros agar lubang sebelumnya semakin lebar. Usahakan jangan
ada gumpalan kecil sehingga pintu tampak tidak rapi. Kemudian, lakukan
polesan menggunakan pisau. Tidak perlu tergesa-gesa untuk cepat
selesai. Hasil akhir sangat penting saat melakukan pemasangan handle
pintu tanpa bantuan tukang.
❖ Pasang Barel pada Pintu
Tempatkan barel pada bagian pintu yang telah dilubangi. Pastikan
kedalaman sudah sesuai. Bersihkan serbuk yang masih menempel agar
dapat memasang pengait dengan baik. Gunakan pahat yang tajam untuk
membuat lubang pengait. Pahat sesuai sketsa yang telah anda buat
sebelumnya. Gunakan pisau untuk merapikan pahatan. Apabila lubang
telah rapi, memasang pengait pada sisi pintu. Pasang baut dengan
kencang.
❖ Lakukan Finishing
Setelah itu, buat plat pintu. Pastikan handle terpasang dengan tepat agar
tidak mudah lepas. Masukkan baut pada lubang kecil pintu, dan
masukkan baut satu lagi pada lubang yang berukuran besar. Kemudian,
pasang handle pintu pada lubang. Masukkan sekrup dan kencangkan.
Jika handle pintu sudah terpasang dengan tepat, lakukan proses
finishing dengan membersihkan area sekitar handle pintu. Nah, handle
pintu telah terpasang. Lakukan pengecekan ulang untuk mencegah
pemasangan yang tidak sempurna.
VII. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan dinding
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
❖ Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
❖ Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
❖ Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
❖ Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
❖ Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
2. Pengecatan Plafond
Metode Pelaksanaa :
❖ Pastikan permukaan Plafond Triplek sudah dalam keadaan rata.
❖ Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
❖ Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
❖ Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk
pengikat cat).
❖ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaan plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis
cat emultion.
❖ Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
3. Pekerjaan Pengecatan Besi
Metode Pelaksanaa :
Spesifikasi Teknis
❖ Haluskan permukaan besi yang mau di cat,dengan cara di sikat kawat
dan ampelas ,perhatikan bagian bekas las/welding supaya permukaan
nya setelah di dempul menjadi rata/rapih dan halus.
❖ Lap permukaan yang mau di cat pastikan tidak ada debu dan tidak
kotor.
❖ Mulai dengan membuka kaleng pastikan aduk cat hingga warnanya
merata,tambahkan thiner secukupnya dan mulai semprot, kalau pakai
kuas celup 1/3 kuas ke dalam cat mulai pengecatan cat dasar secara
keseluruhan di mulai di area yang sulit di jangkau contoh: bagian tepi,
sudut, tepian yang berbentuk ornamen dan area yang tinggi.
❖ Pastikan sapuan cat di lakukan merata dan pengecatan searah dari atas
ke bawah atau kiri kanan dan lanjutkan arah pengecatan yang sama
seluruh area, pengecatan di lakukan dua lapis atau lebih, pastikan
lapisan pertama telah kering.
4. Pekerjaan Pengecatan Kayu
❖ Persiapkan alat-alat seperti kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, bahan
pelarut bisa solvent atau air, amplas, kain katun bersih dan kering, gelas
plastic.
❖ Siapkan material yang akan dilakukan finishing, jika permukaan masih
kasar maka amplaslah menggunakan kertas amplas. Bersihkan debu
amplas dengan kain lap, dan pastikan kembali kayu sudah kering benar,
kayu yang tidak kering akan mempercepat pertumbuhan jamur di
kemudian hari.
❖ Siapkan cat kayu perhatikan jumlah bahan pelarut yang digunakan.
Bahan campuran cat kayu adalah air atau thinner tergantung dengan
jenisnya. Campurkan cat kayu dan bahan pelarutnya. Aduk hingga
benar-benar merata.
❖ Aplikasikan cat kayu dengan kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang
luas, untuk bidang yang sempit Anda bisa menggunakan kuas
berukuran 2 inci. Aplikasikan searah serat kayu jangan berlawanan.
Pengecatan yang berlawanan serat akan menutup serat kayu sehingga
tidak terlihat atau terlihat pengecatan yang tidak rata nantinya.
Pengecatan dilakukan 2x untuk mendapatkan hasil yang sempurna
VIII. PEKERJAAN PEKERJAAN ATAP
1. Pekerjaan Kuda-kuda 5/10 Kayu Kelas II, Gording 5/10 Ky. Kelas II, Ikat
Angin 5/10 Ky. Kelas II, Nok dan Gording 5/10 Kayu Kelas II dan Lisplank
Papan Belian 2/15
Metode Pelaksanaan :
❖ Kuda-kuda mengunakan kayu kelas II. Ukuran kuda-kuda diambil
kemiringan di sesuaikan gambar . sebagai pengikat antarkuda-kuda
digunakan silang angin dan ikatan gempa.
Spesifikasi Teknis
❖ Untuk pekerjaan rangka atap dibuat dari kayu kelas II yang kering dan
berkualitas baik, pada setiap sambungan atau pen harus dicat dengan meni
kayu.
❖ Ukuran kayu untuk kuda-kuda, gording, balok nok, papan ruiter di sesuaikan
dengangambar kerja.
❖ Untuk pekerjaan papan listplank kayu belian dipergunakan kayu kelas I yang
kering dan berkualitas baik dengan ukuran yang di sesuaikan dengan
gambar .
❖ Kontraktor harus memberikan contoh terlebih dahulu sebelum
mendatangkan material tersebut untuk mendapatkan persetujuan terlebih
dahulu dari PPK.
❖ Dalam pemasangannya harus diperhatikan benar -benar dan dipasang
sedemikian rupa agar jangan sampai terlihat bergelombang dan alurnya
tidak lurus , yang mengakibatkan kelihatan tidak estetika
❖ Hubungan agar dibersihkan terlebih dahulu dan dimal dengan di tarik
benang antaraujung dengan ujungnya agar permukaan menjadi lurus .
❖ Pekerjaan pemasangan bubungan genteng metal , dipasang dengan cara
dipaku,sebelumnya bagian yang akan dipasang
2. Penutup Atap Seng BJLS Warna
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengukur Panjang Atap.
❖ Menggunakan Benang Sebagai Acuan.
❖ Memasang atap dengan Jarak yang Tepat.
❖ Ratakan Ujung atap.
❖ Pasang paku Roofing Pertama.
IX. PEKERJAAN SANITASI DAN LAIN-LAIN
1. Pekerjaan Kloset Jongkok
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebagai langkah awal adalah mempersiapkan lubang pengeluaran atau
saluran feset ke arah septic tank (sekarang banyak digunakan sebagai
alat penampungan dan peresapan kotoran, Gunakan pipa PVC atau
sejenisnya dengan ukuran 3 – 4 Inchi,
❖ Menentukan posisi kloset yang telah di tetapkan dalam gambar denah.
❖ Hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi pipa pada bagian
kloset harus lebih tinggi dari septic tank, sehingga kotoran cepat mengalir
ke tempat peresapannya. Untuk kloset jongkok posisinya harus lebih
tinggi dari lantai kamar mandi atau keramik.
❖ Letakkan kloset pada sebelah kiri bak penampungan air, sehingga mudah
ketika istinja’. Sediakan ruangan sebesar 80 cm persegi untuk menaruh
kloset jongkok.
2. Pekerjaan kran air
Metode Pelaksanaan :
❖ Aplikasikan seal tape pada bagian drat kran air yang akan pasang.
❖ Pastikan volume seal tape yang dipasang cukup.
❖ Mulai Pasang Kran Ke Pipa
❖ Ketika seal tape terpasang, segera mulai pasang kran air ke pipa.
❖ Putar dengan searah jarum jam dan pastikan itu maksimal atau
Spesifikasi Teknis
setidaknya sampai ujung agar kran air terpasang kokoh.
❖ JIka air tidak mengalir, mulai periksa paralon menuju sumber air maupun
cek kembali jika ada kebocoran pada paralon.
❖ Jangan lupa untuk membersihkan sisa sisa kotoran pemasangan supaya
nantinya air mengalir dengan bersih.
3. Pekerjaan Floor Drain
Metode Pelaksanaan :
Floor Drain adalah saringan pada tempat masuknya air bekas di kamar
mandi / toilet ke dalam pipa saluran pembuangan. Umumnya floor drain
terbuat dari bahan stainless steel tetapi ada juga yang terbuat dari bahan
cast iron / besi cor dan bahan plastik / PVC. Adapun langkah-langkah
masangan floor drain adalah sebagai berikut :
❖ Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk itu.
❖ Floor drain yang dipasang telah diseleksi dengan baik, tanpa cacat dan
telah disetujui oleh Pemilik Pekerjaan.
❖ Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus
dilubangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan
ukuran sesuai dengan ukuran floor drain tersebut.
❖ Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat
beton kedap air.
❖ Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass,
dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.
4. Pipa 4 inch dari Kloset Ke septictank
Metode Pelaksanaan :
Instalasi air kotor disini adalah Instalasi air bekas atau air buangan yaitu
semua jenis air buangan yang berasal dari WC.
❖ Air kotor,WC,Urinoir disalurkan ke septictank.
❖ Jaringan pembuangan air di dalam gedung dilengkapi dengan pipa udara
(vent).
❖ Pipa air kotor dan perlengkapan sanitair harus dipasang penggantung
yang kuat.
❖ Pipa – pipa sebelum disambung harus ditest dahulu terhadap kebocoran
hal ini dilakukan sebelum pekerjaan finishing dilaksanakan
5. Pipa Air Bersih 3/4 inch
Metode Pelaksanaan :
❖ Instalasi saluran air bersih merupakan perencanaan pembangunan alur
air bersih dari sumber air melalui komponen penyalur dan
penyambungnya ke bak-bak penampungan air maupun kran-kran yang
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari.
❖ Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta
Diagram Isometri dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi pipa itu
diletakkan.
❖ Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum
pekerjaan plesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang
menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
❖ harus dipasang sparing atau pemipaan terlebih dahulu sebelum
Spesifikasi Teknis
dilaksanakan pengecoran.
❖ Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop
yang tidak mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga
terjadi penyumbatan). Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan
pembakaran.
❖ Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
❖ Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik / as
keramik, simetris dengan luas keramik.
❖ Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa
E. REHAB MCK
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lokasi
Metode Pelaksanaan :
Membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara
membersihkan lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
2. Pekerjaan Instalasi Listrik Kabel NY 3 x 2.5 mm, Kabel NY 2 x 1.5 mm,Saklar
dan Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Persiapan. Pelaksana harus menutup dan merapikan kembali setiap
bobokan yang dilakukan pada Konstruksi bangunan, yang disebabkan
pekerjaan instalasi penerangan/ stop kontak. Untuk menghindari sejauh
mungkin pekerjaan pembobokan maka semua inserts, sleeves, receways
atau openings harus telah dipersiapkan dan dipasang dalam tahap
pekerjaan kontruksi atau finishing.
❖ Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak
penyambungan yang khusus untuk itu (misalnya junction box dan lain-lain).
❖ Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama
masing-masing, dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum
dan sesudah penyambungan dilakukan.
❖ Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Pengawas/Konsultan
MK.
❖ Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk menjaga
nilai isolasi tertentu. Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang
terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal maksimal 2,5
mm.
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan ceiling saluran
penghantar (conduit) di-klem di beton.
❖ Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan ceiling gantung
saluran penghantar (conduit) dipasang di atas cable ladder dengan tidak
membebani ceiling atau di-klem pada beton.
❖ Seluruh kabel penerangan, lebih dari empat jalur harus diletakkan pada
cable ladder. d. Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa
conduit minimum 5/8" diameternya.
❖ Setiap pencabangan ataupun pengambilan keluar harus menggunakan
junction box yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus
menggunakan terminal strip di dalam junction box.
❖ Ujung pipa yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi
dengan socket/lock nut, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila
tidak ditentukan lain, maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka
Spesifikasi Teknis
lantai sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam pipa logam dan pipa
harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm serta ditanahkan.
Pekerjaan Instalasi Saklar dan Kontak-kontak
Metode Pelaksanaan :
❖ Tentukan posisi di mana stop kontak akan dipasang di dinding. Jarak
minimal stop kontak dari lantai yang kondusif yaitu 30 cm. Tandai posisi
tersebut menggunakan pensil. Kemudian tandai pula jalur pemasangan
kabel dari sumber listrik ke lokasi stop kontak. Jalur ini nantinya berkhasiat
sebagai daerah penanaman pipa di dalam dinding.
❖ Kini saatnya melaksanakan pembobokan dinding. Proses ini tidak
mengecewakan membutuhkan tenaga ekstra alasannya yaitu Anda harus
menciptakan lubang di dalam tembok yang kedalamannya sesuai dengan
pipa dan tedus.
❖ Setelah dinding berhasil dibobok sesuai dimensi pipa dan tedus, kini
waktunya untuk memasang kedua komponen ini. Pastikan sumber listrik
sudah dalam keadaan off. Ambil kabel kemudian sambungkan dengan
sumber listrik dari kabel terdekat. Jangan lupa tutup sambungan kabelnya
menggunakan isolasi.
❖ Pipa sebaiknya dirangkai terlebih dahulu sampai panjang dan bentuknya
sudah pas. Kemudian kabel yang sudah tersambung dengan sumber listrik
tadi dimasukkan ke dalam pipa. Pastikan masih ada ujung kabel di ujung
pipa. Ujung kabel ini nantinya akan dihubungkan ke stop kontak. Selanjutnya
letakkan pipa tersebut ke dalam lubang dinding. Tahan posisinya
menggunakan beberapa paku.
❖ Setelah itu, masukkan pula tedus ke dalam lubang posisinya di dinding.
Sumpal tedus tersebut menggunakan kertas yang diremas-remas biar tidak
kotor oleh gabungan plesteran beton.
❖ Buatlah gabungan plesteran beton. Tambal kembali seluruh lubang dinding
yang sebelumnya dibentuk untuk jalur instalasi listrik. Pastikan semua pipa
tertutup penuh oleh plesteran. Adonan plesteran cukup diaplikasikan di
sepanjang pipa terlebih dahulu. Tunggu selama beberapa dikala biar
plesteran tersebut mengering.
❖ Setelah plesteran dinding sudah kering, Anda dapat membuka kertas yang
menutupi tedus. Ambil stop kontak, kemudian buka baut yang ada di
belakangnya. Sambungkan kutub nyata pada kontak dengan kabel nyata
serta kutub negatif dengan kabel negatif. Ambil seutas kabel lagi untuk
menghubungkan titik ground ke dalam tembok. Lindungi sambungan kabel
ini menggunakan isolasi.
❖ Lakukan pengetesan apakah listrik sudah mengalir ke stop kontak dengan
cara menyalakan sumber listrik. Lalu tempelkan ujung tespen ke kutub nyata
atau kutub negatif pada stop kontak. Jika lampu di tespen menyala artinya
listrik sudah tersambung dengan baik. Jangan lupa matikan kembali sumber
listrik tersebut sebelum berlanjut ke proses instalasi berikutnya.
❖ Setelah semua kabel sudah terpasang pada posisinya, Anda dapat
memasukkan bab belakang stop kontak ke dalam tedus. Tahan posisi stop
kontak ini dengan mengencangkan kedua sekrup yang melengkapinya.
❖ Tutupi stop kontak menggunakan selembar kertas yang ditahan oleh isolasi.
Terapkan gabungan plester di sekitar stop kontak sampai menutupi semua
lubang yang ada di sekelilingnya. Pastikan gabungan tersebut mempunyai
permukaan yang rata. Biarkan gabungan plester mengering tepat selama 6-8
jam. Barulah kemudian Anda dapat menggunakan stop kontak ini.
Spesifikasi Teknis
II. PEKERJAAN PENGUNCI PENGGANTUNG
1. Kunci Tanam
Metode Pelasanaan :
❖ Setelah Daun pintu siap untuk dipasangkan pada dudukannya dalam kondisi
belum dilapisi cat ataupun plitur dipasangkan engsel pintu 3 (tiga) pasang
dengan ketinggian dan jarak sedemikian rupa kemudian dipasangkan kunci
sesuai dengan peruntukannya pada posisi yang ditunjukkan pada gambar
ketinggian pemasangan lubang kunci.
❖ Pemasangan kunci menggunakan sekrup dengan ukuran sesuai dengan
lubang sekrup tidak menggunakan paku untuk memperkuat dudukan
kuncinya.
❖ Untuk daun pintu yang terpasang double atau dua buah daun
dipasangkan espagnolet di salah satu sisi.
III. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan dinding
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
❖ Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
❖ Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
❖ Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
❖ Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
❖ Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
2. Pengecatan Plafond
Metode Pelaksanaa :
❖ Pastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam keadaan rata.
❖ Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
❖ Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
❖ Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat
cat).
❖ Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan
plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
❖ Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
3. Pekerjaan Pengecatan Besi
Metode Pelaksanaa :
Haluskan permukaan besi yang mau di cat,dengan cara di sikat kawat dan
ampelas ,perhatikan bagian bekas las/welding supaya permukaan nya setelah
di dempul menjadi rata/rapih dan halus.
❖ Lap permukaan yang mau di cat pastikan tidak ada debu dan tidak kotor.
❖ Mulai dengan membuka kaleng pastikan aduk cat hingga warnanya
merata,tambahkan thiner secukupnya dan mulai semprot, kalau pakai kuas
celup 1/3 kuas ke dalam cat mulai pengecatan cat dasar secara keseluruhan
di mulai di area yang sulit di jangkau contoh: bagian tepi, sudut, tepian yang
Spesifikasi Teknis
berbentuk ornamen dan area yang tinggi.
❖ Pastikan sapuan cat di lakukan merata dan pengecatan searah dari atas ke
bawah atau kiri kanan dan lanjutkan arah pengecatan yang sama seluruh
area, pengecatan di lakukan dua lapis atau lebih, pastikan lapisan pertama
telah kering.
4. Pekerjaan Pengecatan Kayu
❖ Persiapkan alat-alat seperti kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, bahan pelarut
bisa solvent atau air, amplas, kain katun bersih dan kering, gelas plastic.
❖ Siapkan material yang akan dilakukan finishing, jika permukaan masih kasar
maka amplaslah menggunakan kertas amplas. Bersihkan debu amplas
dengan kain lap, dan pastikan kembali kayu sudah kering benar, kayu yang
tidak kering akan mempercepat pertumbuhan jamur di kemudian hari.
❖ Siapkan cat kayu perhatikan jumlah bahan pelarut yang digunakan. Bahan
campuran cat kayu adalah air atau thinner tergantung dengan jenisnya.
Campurkan cat kayu dan bahan pelarutnya. Aduk hingga benar-benar
merata.
❖ Aplikasikan cat kayu dengan kuas berukuran 3 inci untuk bidang yang luas,
untuk bidang yang sempit Anda bisa menggunakan kuas berukuran 2 inci.
Aplikasikan searah serat kayu jangan berlawanan. Pengecatan yang
berlawanan serat akan menutup serat kayu sehingga tidak terlihat atau
terlihat pengecatan yang tidak rata nantinya. Pengecatan dilakukan 2x untuk
mendapatkan hasil yang sempurna
IV. PEKERJAAN SANITASI DAN LAIN-LAIN
1. Pekerjaan kran air
Metode Pelaksanaan :
❖ Aplikasikan seal tape pada bagian drat kran air yang akan pasang.
❖ Pastikan volume seal tape yang dipasang cukup.
❖ Mulai Pasang Kran Ke Pipa
❖ Ketika seal tape terpasang, segera mulai pasang kran air ke pipa.
❖ Putar dengan searah jarum jam dan pastikan itu maksimal atau setidaknya
sampai ujung agar kran air terpasang kokoh.
❖ JIka air tidak mengalir, mulai periksa paralon menuju sumber air maupun cek
kembali jika ada kebocoran pada paralon.
❖ Jangan lupa untuk membersihkan sisa sisa kotoran pemasangan supaya
nantinya air mengalir dengan bersih.
2. Pipa Air Bersih 3/4 inch
Metode Pelaksanaan :
❖ Instalasi saluran air bersih merupakan perencanaan pembangunan alur air
bersih dari sumber air melalui komponen penyalur dan penyambungnya ke
bak-bak penampungan air maupun kran-kran yang berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari.
❖ Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta
Diagram Isometri dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi pipa itu
diletakkan.
❖ Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum
Spesifikasi Teknis
pekerjaan plesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang
menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
❖ harus dipasang sparing atau pemipaan terlebih dahulu sebelum
dilaksanakan pengecoran.
❖ Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop yang
tidak mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga terjadi
penyumbatan). Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.
❖ Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
❖ Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik / as
keramik, simetris dengan luas keramik.
❖ Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa
F. PEMBANGUNAN STELLING AIR
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lokasi
Metode Pelaksanaan :
Membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara
membersihkan lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
2. Tongkat Kayu Belian 9/9 cm - 300 cm
Metode Pelaksanaan :
Pekerjaan Pondasi Tiang Tongkat merupakan pondasi untuk penahan gaya
geser dan deposisi pada struktur dan pondasi yang meliputi pekerjaan
pemancangan tiang kayu ulin (penentuan titik posisi tiang pancang dilokasi)
sesuai gambar kerja dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
❖ Mengadakan kayu ulin dengan ukuran sesuai yang dipersyaratkan dalam
dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
2. Laci dan Alas Kayu Belian Uk. 2 x 6/12-60 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan kayu ulin untuk Laci dan Alas dengan ukuran sesuai yang
dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
3. Galian Tanah Pondasi
Metode Pelaksanaan :
❖ Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok dan bowplank
pada area tanah asli yang akan digali dan diberi tanda berwarna / dicat
❖ Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali yang
mengacu pada bowplank
❖ Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada bowplank untuk
kerapian dan kelurusan galian tanah agar dimensi pondasi terpenuhi
❖ Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang dilakukan dengan
menggunakan tenaga manusia (Man Power)
❖ Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai kebutuhan pas.
pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur memanjang dan melintang
bangunan Ex. Galian ditempatkan sementara disisi lubang galian dan
kemudian diangkut keluar proyek.
Spesifikasi Teknis
4. Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm dengan kualitas yang baik.
❖ Membuat sambungan-sambungan dengan menyesuaikan kebutuhan kayu
❖ Membuat lubang-lubang yang disesuaikan dengan titik-titik perletakan
pondasi tongkat.
5. Gelegar 3/7 Kayu Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan Gelegar 3/7 Kayu Belian dengan kualitas yang baik.
❖ Meletakkan gelegar posisi berdiri dan dengan jarak-jarak sesuai dengan
gambar Teknik
❖ Mengunci gelegar dengan paku beton antara pertemuan gelegar dan balok
keep.
II. PEKERJAAN LANTAI
Metode Pelaksanaan :
1. Pekerjaan Bekisting Lantai
Pekerjaan plat lantai dilakukan pengukuran di lapangan bersamaan dengan
persiapan bekisting dan persiapan tulangan dan dilakukan pabrikasi, kemudian
hasil pengukuran dilapangan di cek dengan gambar apakah sudah sesuai,
apabila tidak sesuai dilakukan pengukuran kembali dan apabila telah sesuai
dilakukan pemasang bekisting dan kembali di cek apakah bekisiting tersebut
telah sesuai atau belum, apabila belum sesuai dilakukan perbaikan pada
bekisting.
2. Pekerjaan Plastik Cor Beton
Apabila telah sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pemasangan Plastik
cor.
3. Pekerjaan Besi Tulangan Lantai Ø8 mm - 15 cm
Setelah selesai pemasangan bekesting dan plastik cor selanjutnya
pemasangan besi besi tulangan dan setelah di pasang pembesian di lakukan
pengecekan pada tulangan apakah sudah sesuai dengan rencana atau tidak,
apabila tidak sesuai, tulangan/besi dilakukan perbaikan dan apabila sudah
sesuai dengan rencana dilanjutkan dengan pekerjaan pembersihan, dan
setelah bersih dilakukan pengecoran, dan dilanjutkan.
4. Pekerjaan Cor Lantai
Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan
mendapatkan persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton
sesuai dengan jenis beton yang diinginkan
5. Pekerjaan Penutup Lantai keramik 30 x 30
❖ Sebelum dimulai pekerjaan Kontraktor diwajibkan membuat shop drawing
mengenai pola keramik.
❖ Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan
bernoda.
❖ Alas dari lantai keramik di atas plat beton struktur adalah lantai beton
tumbuk dengan ketebalan minimal 2 cm atau lebih sesuai dengan gambar
❖ Adukan pasangan/pengikat menggunakan bahan perekat seperti yang
disyaratkan.
Spesifikasi Teknis
❖ Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak
mengandung asam alkali) sampai jenuh.
❖ Hasil pemasangan lantai keramik harus merupakan bidang permukaan
yang benar-benar rata, tidak bergelombang, dengan memperhatikan
kemiringan di daerah basah dan teras/balkon.
❖ Jarak antara unit-unit pemasangan keramik satu sama lain (siar-siar),
harus sama lebarnya, maksimum 3 mm, yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar
yang berpotongan harus membentuk sudut siku yang saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Kecuali pemasangan keramik cutting tanpa nat.
❖ Pemotongan unit-unit keramik tiles harus menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan dari pabrik.
❖ Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3
x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain.
❖ Keramik hospital plint terpasang siku terhadap lantai, dengan
memperhatikan siar-siarnya bertemu siku, lengkung dengan siar lantai dan
dengan ketebalan siar yang sama pula.
❖ Lantai yang akan dipasangi terlebih dahulu harus dipadatkan dan diratakan
agar pasangan tidak turun/retak sewaktu menerima beban diatasnya.
❖ Permukaan lantai yang akan dipasangi keramik harus dibersihkan dari
debu, cat dan kotoran lainnya, kemudian dikasarkan agar adukan perekat
melekat lebih sempurna.
❖ Sewaktu keramik dipasang, permukaan keramik bagian belakang harus
terisi padat dengan bahan perekat.
❖ Pola pemasangan keramik disesuaikan dengan gambar, demikian juga
pengambilan as pemasangan.
❖ Naad keramik diisi dengan mortar tertentu yang tahan asam, basa serta
kedap air. Warna perekat naad ini disesuaikan dengan warna keramik.
❖ Pengisian/Pengecoran naad dilakukan paling cepat 24 jam setelah keramik
dipasang.
❖ Sewaktu pengisian naad ini, keramik harus sudah benar-benar melekat
dengan kuat pada lantai. Sebelum diisi, celah-celah naad ini harus
dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran lain.
❖ Usahakan agar permukaan keramik yang sudah terpasang tidak terkena
adukan/air semen.
❖ Kotoran mortar dan lain-lain yang menempel dipermukaan keramik pada
waktu pengecoran naad, harus segera dibersihkan sebelum
mengering/mengeras.
❖ Bila pemasangan telah selesai seluruhnya, maka lantai harus dilap/disapu
hingga bersih.
❖ Permukaan lantai yang sudah terpasang, hasilnya harus rapi, baik, tidak
miring, tidak bergelombang dan terpasang dengan kuat.
❖ Bila masih diperlukan, keramik harus dibersihkan dengan lap basah atau
bahan-bahan pembersih lunak yang ada di pasaran.
❖ Untuk menghilangkan kotoran yang sukar terlepas, dapat digunakan sikat
baja atau bahan pembersih khusus, disesuaikan dengan jenis kotorannya.
❖ Untuk mencegah terjadinya keretakan akibat pengembangan, maka pada
beberapa bagian harus disediakan alur-alur expansion (expansion joint).
Alur-alur expansion ini harus diisi dengan bahan yang elastis/sealant dan
Spesifikasi Teknis
mendapat persetujuan PPK.
G. PEMBANGUNAN PAGAR
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lokasi
Metode Pelaksanaan :
Membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara
membersihkan lokasi sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
2. Pembongkaran Pagar dan Parkiran Lama
Metode Pelaksanaan :
Untuk Pelaksanaan Rehab Gedung Untuk Pembangunan pagar bekas
bongkaran dibuang keluar Lokasi dengan menggunakan pick up sehingga tidak
akan mengganggu kegiatan yang ada.
II. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH
1. Tongkat Kayu Belian 9/9 cm - 150 cm
Metode Pelaksanaan :
Pekerjaan Pondasi Tiang Tongkat merupakan pondasi untuk penahan gaya
geser dan deposisi pada struktur dan pondasi yang meliputi pekerjaan
pemancangan tiang kayu ulin (penentuan titik posisi tiang pancang dilokasi)
sesuai gambar kerja dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
❖ Mengadakan kayu ulin dengan ukuran sesuai yang dipersyaratkan dalam
dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
2. Laci dan Alas Kayu Belian Uk. 2 x 3/7-50 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan kayu ulin untuk Laci dan Alas dengan ukuran sesuai yang
dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.
❖ Memilih kayu yang lurus dan tidak cacat.
3. Galian Tanah Pondasi
Metode Pelaksanaan :
❖ Menyiapkan lahan yang akan digali dengan memberi patok dan bowplank
pada area tanah asli yang akan digali dan diberi tanda berwarna / dicat
❖ Menentukan lebar & kedalaman galian tanah yang akan digali yang
mengacu pada bowplank
❖ Membuat garis bantu dengan tali yang diikatkan pada bowplank untuk
kerapian dan kelurusan galian tanah agar dimensi pondasi terpenuhi
❖ Bagian tanah yang digali adalah Pondasi beton yang dilakukan dengan
menggunakan tenaga manusia (Man Power)
❖ Galian pondasi digali dengan ketentuan ukuran sesuai kebutuhan pas.
pondasi kearah memenjang /sejajar arah lajur memanjang dan melintang
bangunan Ex. Galian ditempatkan sementara disisi lubang galian dan
kemudian diangkut keluar proyek.
4. Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm
Metode Pelaksanaan :
❖ Mengadakan Keep Kayu Belian Uk. 9/9 cm dengan kualitas yang baik.
Spesifikasi Teknis
❖ Membuat sambungan-sambungan dengan menyesuaikan kebutuhan kayu
❖ Membuat lubang-lubang yang disesuaikan dengan titik-titik perletakan
pondasi tongkat.
III. PEKERJAAN RANGKA BADAN
1. Pekerjaan Tiang 7/7 - 300 cm Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada keempat
sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
❖ Pemasangan tiang dilakukan pada titik-titik yang direncanakan.
2. Pekerjaan Sengkang (Pak Gandeng) 7/7 Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada keempat
sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
❖ Setelah dilaksanakannya pemasangan tiang kayu selanjutnya pemasangan
pak gandeng yang diperkuat dengan pasak kayu atau paku.
3. Pekerjaan Pekerjaan Alang Penutup 7/7 Ky. Belian
Metode Pelaksanaan :
❖ Mendatangkan kayu jenis belian/ulin yang telah diketam halus pada keempat
sisinya dengan ukuran bersih sesuai dengan gambar rencana.
❖ Setelah dilaksanakannya pemasangan tiang kayu dan pak gandeng
selanjutnya pemasangan alang penutup yang diperkuat dengan paku.
IV. PEKERJAAN DINDING
Pekerjaan Dinding Tebing Layar
Pekerjaan Pekerjaan Simpai
Metode Pelaksanaan :
❖ Mempersiapkan bahan dan alat kerja.
❖ Setelah rangka badan terpasang dengan rapi, pemasangan kawat simpai
dipasang dengan cara dipaku pada tiang atas ke bawah dengan bentuk
horisontal maupun vertical.
❖ Jarak antara kawat simpai antara 10-15 cm horizontal maupun vertikal
Pekerjaan Kawat Waring
Metode Pelaksanaan :
❖ Mempersiapkan bahan dan alat kerja.
❖ Pemasangan kawat waring dipasang menutupi kawat simpai yang diperkuat
dengan paku.
❖ Pemasangan kawat waring harus di Tarik dengan kuat sehingga tadak ada
lembaran kawat waring yang mnggelembung.
Pekerjaan Plesteran
Metode Pelaksanaan :
Semua pekerjaan plesteran pada tembok harus rata, halus merupakan satu
bidang tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus bebas
dari retak-retak/noda-noda dan cacat lainnya
V. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan dinding
Spesifikasi Teknis
Metode Pelaksanaan :
❖ Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus
rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
❖ Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
❖ Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
❖ Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
❖ Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
❖ Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
V. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Pemasangan Pintu Gerbang (Plat Besi) - 2.25 m x 2.25 m
Metode Pelaksanaan :
❖ Daun pintu dari pelat baja yang disesuaikan dengan gambar rencana.
❖ Jika pada gambar ditunjukkan ada cover di bagian atas pintu, maka cover
tersebut harus dibuat dari bahan dan ketebalan yang sama dengan daun
pintu.
❖ Pelat daun pintu harus diperkuat/dengan diperkaku besi kanal.
❖ Daun pintu harus terpasang rata dan menyiku (plumb and square), dengan
distorsi diagonal maksimal 2 mm.
4. Spesifikasi dan Metode Pelaksanaan Pekerjaan
a. Semen = Kemasan 50 Zak : Tiga Roda Semen (SNI) TKDN
80,79
b. Batako = Dimensi 30 cm x 15 cm x 7 cm, TKDN 0%
c. Beton = Beton f'c = 14,5 Mpa (K 175) TKDN 50,69%
d. Tulangan = Besi beton Ø 8 polos ukuran pas sesuai gambar kerja
(BjTP 280), TKDN 0%
e. Plasteran = Campuran 1PC : 4PP, tebal 15 mm TKDN 89,21 %
f. Plafond =
Spesifikasi Teknis
− Pola = Sesuai kondisi eksisting (kecuali adanya persetujuan
perubahan pola) 0%
Rangka Plafond = Kayu 4/6 Ky. Kelas TKDN II 0%
Penutup Plafond = Triplek T 2,5 mm TKDN 0%
g. Keramik = Keramik Roman 30 x 30, Keramik Roman 30 x 60
Dinding, Keramik 60 x 60 Roman TKDN 69,92%.
h. Daun Pintu dan Jendela = Kayu belian ketam tebal minimal 3 mm TKDN 0%
i. Kaca = Ketebalan 5 mm, TKDN 0%
j. Cat Emulsi (tembok) =
❖ Tembok dasar = Merk Avitek water based ( warna ditentukan
kemudian ), TKDN : 27,39%
❖ Tembok tembok = merk Mowilex Cendana Interior Paint (warna
ditentukan kemudian), nilai TKDN : 55,78%
l. Kunci Tanam = Merk Solid, Dekson, Bellucci, Kend, DOWS Merek
Dealbolt/Mortise dan Solid TKDN 0%
m. Engsel = Merk Solid, Onasis, Dekson, Bellucci, Kend, DOWS
TKDN 0%
n. Kloset Jongkok = Merk INA dan KIA TKDN 0%
o. Pipa = Merk AW, Maspion, Rucika dan Setara TKDN
60,15%
p. Atap = Galvalume, Seng Gelombang BJLS, Gajah dan
Setara TKDN 0%
q. Kayu Kls I Tidak Ketam = Belian Uk.9/9 cm 7/7 cm dan 3/7 cm TKDN 0%
r. Kayu Kls II Tidak Ketam = 5/10 Ky. Kelas II dan 4/6 Ky. Kelas II TKDN 0%
s. Kayu Kls I Ketam = Belian 2/15 TKDN 0%
t. Kabel = NY 3 x 2.5 mm dan 2 x 1.5 mm merk Externa,
Suprame. TKDN 0%
u. Lampu = Merk Philip, Hannoch, lumiled, krisbow,luby,inled,
Panasonic,nova, Visalux dan Osram TKDN 0%
v. Saklar = Philip, Brocco, Architech, Panasonik dan setara
TKDN 0%
w. Stop Kontak = Brocco, Panasonic, Architech dan setara TKDN 0%
Spesifikasi Teknis
Identifikasi Bahaya dan Penetapan PengendalianRisiko
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO
DESKRIPSI RESIKO PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RESIKO
PERSYA
RATAN PENGEN
JENIS
PENGEN KETE
NILAI TINGKA KEMU TINGKA
MENUR DALIAN
BAHAYA KEPAR KEPA NILAI
NO URAIAN DALIAN KEMU RESIK T NGKI T RAN
UT LANJUT
(Tipe AHAN RAHA RESIKO
PEKERJAAN IDENTIFIKASI AWAL NGKI O (F X RESIKO NAN RESIKO GAN
PERATU AN
Kecelak (A) N (A) (F X A)
BAHAYA (Skenario NAN A) (TR) (F) (TR)
RAN
aan)
Bahaya) (F)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1. Pekerjaan 1. Terkena Kerangka
Struktur atap roboh, dan
Rangka Atap resiko luka ringan
/ berat / kematian
4 2 4
Spesifikasi Teknis
SYARAT – SYARAT UMUM PEKERJAAN.
DIREKSI KEET, LOODS KERJA DAN GUDANG BAHAN
1 Pemborong harus membuat loods direksi secukupnya menggunakan bahan –
bahan sederhana, yang dapat dikunci dengan baik, dilengkapi dengan peralatan
sederhana dan disediakan juga dokumen pelaksanaan yang terdiri atas :
❖ Gambar – gambar Kerja.
❖ Rencana kerja yang masing – masing sudah disetujui oleh pemilik proyek.
❖ Data keadaan cuaca
❖ Detail pelaksanaan pekerjaan.
❖ Buku harian, buku intruksi dan buku tamu.
❖ Arsip – arsip laporan harian dan laporan mingguan.
2. Perlengkapan yang terdiri dari :
Alat – alat kerja lain yang diperlukan.
3. Pemborong diharuskan membuat Loods Kerja dan Gudang yang memenuhi syarat
kesehatan, keamanan baik untuk tempat tinggal pekerja selama pelaksanaan
pekerjaan maupun untuk menyimpan barang–barang atau alat–alat lainya dan untuk
kantor pelaksana.
4. Cara–cara menimbun bahan–bahan bangunan dilapangan maupun digudang harus
memenuhi syarat teknis dan dapat dipertanggung jawabkan.
Pasal 2
JALAN MASUK DAN JALAN SEMENTARA
1. Pemakaian jalan masuk ke tempat pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak
pemborong dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek tersebut.
2. Pemborong diwajibkan untuk membersihkan kembali jalan masuk pada waktu
penyelesaian, dan memperbaiki segala kerusakan yang diakibatkannya dan
menjadi beban pemborong.
Pasal 3
SYARAT – SYARAT DAN PEMERIKSAAN BAHAN / MATERIAL
1. Semua material yang didatangkan harus memenuhi syarat – syarat yang
ditentukan dalam kontrak dan harus diperiksa dulu oleh pengawas untuk
mendapatkan persetujuan, cara – cara pemeriksaan bahan – bahan tersebut akan
ditentukan kemudian oleh dereksi.
2. Pengawas berwenang untuk meminta keterangan asal dari bahan - bahan
bangunan, dan kontraktor wajib memberitahukanya.
3. Material yang telah didatangkan oleh kontraktor dilapangan pekerjaan, tetapi ditolak
pemakaiannya oleh pengawas, harus segera dikeluarkan dari lapangan pekerjaan,
selambat-lambatnya dalam waktu 2 ( dua ) kali 24 jam terhitung dari jam penolakan.
4. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontraktor tertapi ternyata
ditolak pengawas harus segera dihentikan, dan selanjutnya dibongkar atas biaya
kontraktor dalam waktu yang ditetapkan oleh dereksi.
Spesifikasi Teknis
5. Kontraktor atau pelaksana harus mengerjakan kembali pekerjaan yang dibongkar
sebagai akibat penggunaan bahan – bahan yang cacat.
6. Bahan – bahan yang digunakan harus diutamakan produksi dalam negeri
dengan memperhatikan kemampuan / potensi nasional.
7. Apabila pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan lebih lanjut, pengawas berhak
mengirimkan bahan tersebut kepada balai penelitian bahan–bahan ( Laboratorium )
yang terdekat untuk diteliti. Biaya pengiriman dan penelitian menjadi tanggungan
kontraktor, apapun hasil penelitian bahan tsb.
Pasal 4
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DAN SUMBER AIR
1. Setiap pembangkit tenaga sementara untuk penerangan pekerjaan, harus diadakan
oleh pemborong termasuk pemasangan sementara kabel–kabel meteran, upah dan
tagihan serta pembersihannya kembali pada waktu pekerjaan selesai, adalah beban
pemborong.
2. Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan bila memungkinkan di dapat dari
sumber air yang sudah ada dilokasi pekerjaan. Pemborong harus memasang pipa –
pipa untuk mengalirkan air dan membongkar kembali bila pekerjaan sudah selesai.
Biaya untuk mengadakan air kerja tersebut adalah beban pemborong.
3. Pemborong tidak diperbolehkan menyambung dan mengisap air dari saluran induk
lubang penyedot, reservoir dan sebagainya, tanpa terlebih dahulu mendapat ijin tertulis
dari pemilik proyek / direksi.
Pasal 5
PERLINDUNGAN TERHADAP BANGUNAN LAMA DAN MILIK UMUM
1. Selama masa pelaksanaan pekerjaan, pemborong bertanggung jawab penuh atas
segala kerusakan akibat operasi pelaksanaan pekerjaan terhadap bangunan yang
ada, utilitas, jalan, saluran dan lain – lain yang ada dilingkungan pekerjaan.
2. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan yang terjadi atas
gangguan dan pemindahan yang terjadi atas perlengkapan umum seperti saluran air,
telepon, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh operasi pemborong. Segala
biaya
untuk pemasangan kembali beserta perbaikan–perbaikannya adalah menjadi
beban pemborong .
Pasal 6
PENGAMANAN LOKASI PEKERJAAN
Setelah pemborong mengetahui batas–batas daerah kerja dan lain–lainya, sebagaimana
diuraikan dalam pasal–pasal dimuka, maka pemborong bertanggung jawab penuh
atas segala sesuatu yang ada didaerahnya ialah mengenai :
1. Kerusakan–kerusakan yang timbul akibat kelalaian / kecerobohan yang sengaja
ataupun tidak.
2. Penggunaan sesuatu yang keliru / salah.
3. Kehilangan–kehilangan bagian alat – alat / bahan – bahan yang ada didaerahnya.
4. Terhadap semua kejadian sebagaimana disebut diatas, pemborong harus melaporkan
kepada pemilik proyek/direksi lapangan dalam waktu paling lambat 1 x 24 jam untuk
Spesifikasi Teknis
diusut dan diselesaikan persoalanya lebih lanjut.
5. Untuk mencegah kejadian-kejadian tersebut diatas, pemborong diharuskan
mengadakan pengamanan, antara lain : penjagaan , penerangan malam,
pemagaran sementara dan sebagainya.
Pasal 7
PEIL DAN PENGUKURAN
1. Pemborong wajib memberitahukan kepada pengawas setiap kali suatu bagian
pekerjaan akan dimulai untuk dicek terlebih dahulu ketepatan peil – peil dan ukuran –
ukurannya.
2. Pemborong diwajibkan senantiasa mencocokan ukuran² satu sama lain dalam
tiap pekerjaan, dan segera melaporkan secara tertulis kepada pengawas setiap
terdapat selisih atau perbedaan, tidak dibenarkan pemborong membetulkan sendiri
kekeliruan tersebut, tanpa persetujuan pengawas.
3. Pemborong bertanggung jawab penuh atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut peil – peil dan ukuran – ukuran yang ditetapkan dala Gambar kerja dan syarat
– syarat ini.
4. Mengingat setiap kesalahan selalu akan mempengaruhi bagian – bagian
pekerjaan selanjutnya, maka ketetapan peil dan ukuran tersebut mutlak perlu
diperhatikan sungguh – sungguh.
5. Kelalaian pemborong dalam hal ini tidak akan ditolelir direksi lapangan, dan direksi
lapangan berhak untuk membongkar pekerjaan yang telah dilakukan tanpa
pemeriksaan terlebih dahulu.
Pasal 8
PEMBERSIHAN / PEMBONGKARAN
1. Dalam rangka persiapan pelaksanaan pekerjaan kontraktor harus membersihkan
lapangan pekerjaan dari segala macam benda atau tumbuh – tumbuhan / pepohonan
yang dapat mengganggu kelancaran kerja serta dapat melemahkan, merusak kualitas
konstruksi bangunan.
2. Apabila terdapat timbunan sampah / humus tersebut harus segera dibuang dan
diadakan perbaikan tanah sesuai dengan petunjuk direksi.
3. Kontraktor harus berusaha bahwa tempat bekerja selalu bersih dari sampah–sampah.
Pada waktu-waktu tertentu dan pada waktu pekerjaan selesai, kontraktor harus
membuang sampah – sampah sebagai akibat hasil pekerjaan ketempat diluar
proyek atau tempat yang telah ditunjuk oleh direksi lapangan.
4. Dalam pelaksanaan pekerjaan apabila ada pekerjaan pembongkaran, disarankan agar
dilakukan dengan hati – hati supaya tidak merusak / mengganggu terhadap bangunan
lain, kontraktor agar selalu memperhatikan instalasi – instalasi yang terpasang disekitar
lokasi pekerjaan dan disarankan agar tidak merusak instalasi yang ada.
5. Bila kerusakan bagian bangunan tidak bisa dihindari maka kontraktor yang
bersangkutan diwajibkan memperbaiki bagian yang rusak tersebut seperti
keadaan semula.
Spesifikasi Teknis
Pasal 9
P E N G A W A S A N
Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh direksi lapangan. Setiap
saat direksi lapangan harus dapat dengan mudah mengawasi, memeriksa dan
menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pemborong harus
mengadakan fasilitas² yang diperlukan antara lain :
1. Pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan direksi, menjadi
tanggung jawab pemborong . Pekerjaan tersebut jika diperlukan harus segera
dibongkar sebagian atau seluruhnya.
2. Jika pemborong perlu melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja, atau melampui jangka
waktu yang ditetapkan dalam kontrak, yang memerlukan pengawasan pekerjaan oleh
direksi menjadi beban pengguna jasa.
3. Wewenang petugas direksi dalam memberikan keputusan adalah terbatas pada hal -
hal yang jelas tercantum didalam gambar dan Syarat-syarat kerja dan Risalah
pekerjaan. Penyimpangan harus seizin pemilik.
Pasal 10
L A P O R A N
Pelaksana diharuskan membuat laporan yang diserahkan kepada direksi lapangan, PPTK
dan KPA, masing – masing 1 ( satu ) rangkap laporan– aporan sebagai berikut :
a. Laporan Mingguan yaitu catatan yang berisi garis² besar hal – hal yang terjadi dan
tercantum dalam ketikan yang rapi dimana merupakan resume dari laporan harian yg
memperlihatkan bobot prestasi.
b. Koreksi Rencana Prestasi Pekerjaan.
Tiap akhir bulan harus disampaikan kepada direksi dan pemilik proyek Bar Chart (“S”
Curva) keadaan pekerjaan diatas yang didasarkan bar chart induk untuk diketahui
posisi keadaan pekerjaan tiap bulannya sebanyak 3 ( tiga ) rangkap.
Pasal 11
D O K U M E N T A S I
1. Pemborong harus membuat dokumentasi pekerjaan berupa foto – foto berukuran 3 R
pada bagian² pekerjaan yang penting, sedapat mungkin diusahakan dengan photo
berwarna dalam rangkap 2 (dua) dan diserahkan langsung kepada pemilik proyek.
2. Foto –foto tersebut diambil dari satu titik bidik tetap pada saat :
a. Sebelum pekerjaan dimulai (prestasi 0 %).
b. Saat pekerjaan dalam / mencapai prestasi pekerjaan sebesar ; 35 %, 55 %, 75
%,100 % dan permintaan pembayaran angsuran.
c. Setelah masa pemeliharaan atau pada waktu pekerjaan diserah terimakan.
d. Setelah pekerjaan berakhir, penyedia jasa harus menyerahkan album
photo sebanyak 3 (tiga) set untuk arsip proyek kepada pengguna jasa.
e. Untuk setiap termin pemborong harus melampirkan photo kemajuan pekerjaan
sesuai kontrak.
Spesifikasi Teknis
Pasal 12
PERUBAHAN-PERUBAHAN/PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG
1. Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) dengan persetujuan Dinas Kesehatan
Kabupaten Ketapang dapat mengeluarkan instruksi tertulis yang menghendaki
perubahan pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang yang layak yang tidak merusak
isi Kontrak ini.
Yang dimaksud dengan pekerjaan tambah dan atau pekerjaan kurang adalah yang
terjadi karena ada perubahan atau penggantian atas rencana, kualitas atau kuantitas
dari dan terurai dalam spesifikasi, serta termasuk penambahan, pembatalan atau
penggantian dari macam maupun standar tiap bahan atau barang yang dipergunakan
dalam pekerjaan dan dilaksanakan dengan perintah tertulis dari Pejabat
Penandatangan Kontrak (PPK).
2. Sebelum membuat suatu perubahan dari gambar-gambar kontrak atau spesifikasi
pekerjaan yang diperlukan untuk penyesuaian yang telah disebutkan diatas,
Kontraktor harus memberitahukan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK)
dengan menerangkan dan memberikan alasan atas perubahan tersebut dan Pejabat
Penandatangan Kontrak (PPK) mengeluarkan petunjuk/instruksi mengenai hal ini.
3. Nilai dari perubahan pekerjaan jika tidak ada persetujuan lain harus diikuti ketentuan-
ketentuan sebagai berikut:
a. Harga-harga dan Daftar Perincian Harga Penawaran harus dipakai sebagai dasar
dalam menentukan penilaian dari pekerjaan yang bersifat sama yang
dilaksanakan dengan syarat-syarat serupa.
b. Harga-harga dalam Daftar Perincian Harga Penawaran dimana pekerjaan tidak
serupa atau dikerjakan dengan syarat-syarat yang serupa, merupakan dasar
harga untuk pekerjaan yang sifatnya sejauh bisa dianggap layak.
c. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak terdapat didalam Daftar Perincian Harga
Penawaran, maka Harga Satuan dapat ditentukan bersama antara Kontraktor
dengan Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) dan harus mendapat persetujuan
dari Dinas Kesehatan.
Spesifikasi Teknis
5. Spesifikasi Jabatan Konstruksi
Spesifikasi jabatan konstruksi pada pekerjaan ini sebagaimana diuraikan pada tabel berikut
ini :
Personel/tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi ini adalah
sebagai berikut :
NO POSISI PENDIDIKAN JML PENGALAMAN JENIS SERTIFIKASI
JABATAN MINIMAL ORG MINIMAL
1 Pelaksana STM/SMK sederajat 1 2 Tahun Sertifikat Kompetensi
Pelaksana Lapangan
Pekerjaan Gedung
(Implementing
Building Works) atau
SKTK Pelaksana
Bangunan
Gedung/Pekerjaan
Gedung (TA022) Jika
Masih Berlaku
2 Petugas (K3) Min SMK/SMA 1 0 Tahun Sertifikat Petugas
Sederajat
6. Spesifikasi Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
90 ( Sembilan Puluh ) Hari Kalender sejak SPMK diterbitkan.
7. Spesifikasi Persyaratan Teknis Peserta Pengadaan
1) Memiliki perizinan usaha dibidang Jasa Konstruksi;
2) Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan (apabila ada
perubahan)
3) Mempunyai status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status
Wajib Pajak dan telah memenuhi kewajiban per pajakan (SPT Tahunan) dua tahun
terakhir;
4) Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil, serta
disyaratkan Sub Bidang Klasiifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Jasa Pelaksana
Untuk Konstruksi Bangunan Kesehatan (BG008) KBLI 2015 atau Konstruksi Gedung
Kesehatan (BG005) KBLI 2020
5) Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak menimbulkan pertentangan
kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit,
kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau yang bertindak untuk dan atas
nama Badan Usaha tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana, pengurus/pegawai
tidak berstatus Aparatur Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti
diluar tanggungan Negara.
6) Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan perhitungan:SKP = 5 - P, dimana
P adalah paket pekerjaan yang sedang dikerjakan (hanya untuk peserta Kualifikasi
Usaha Kecil)
Spesifikasi Teknis
7) Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk pengalaman subkontrak.
8) Mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat yang benar, tetap
dan jelas berupa milik sendiri atau sewa
Ketapang, 1 April 2024
Dibuat oleh :
KUASA PENGGUNA ANGGARAN (KPA)
BIDANG SUMBER DAYA KESEHATAN
FLORENSIUS Y.M. TAPUN, S.T, M.A.P.
NIP :19820916 201001 1 009
Spesifikasi Teknis