| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0024551228713000 | Rp 1,227,690,000 | - | |
| 0029345816713000 | - | - | |
| 0033080631701000 | Rp 1,108,158,371 | Tidak melampirkan Bukti Memiliki penilaian kinerja minimal baik, berdasarkan penilaian kinerja penyedia yang tercantum dalam SIKaP atau berdasarkan surat keterangan penilaian kinerja penyedia dari Pejabat Penandatangan Kontrak secara manual. | |
| 0840197503704000 | - | - | |
CV Angkasa Raya Lamandau | 0941182412713000 | - | - |
| 0439046939713000 | - | - | |
PT Garuda Bagus Raya | 05*9**5****43**0 | - | - |
Tiga Muda Bersaudara | 06*5**1****01**0 | - | - |
| 0628548059713000 | - | - | |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - | - |
CV Kenzo | 06*5**7****13**0 | - | - |
| 0031669955701000 | - | - | |
| 0942578535711000 | - | - | |
| 0315694687701000 | - | - | |
Pandega Jaya | 06*0**1****13**0 | - | - |
| 0014060107705000 | - | - | |
Attaya Karya | 07*4**4****04**0 | - | - |
CV Kubu Raya Sejahtera | 00*7**5****01**0 | - | - |
| 0909986820713000 | - | - | |
Setya Mandiri | 0846856464711000 | - | - |
| 0942178070713000 | - | - |
URAIAN TEKNIK DAN METODE PELAKSANAAN
A. KETENTUAN UMUM
1. Semua pekerjaan yang terdapat dalam gambar bestek tapi tidak dinyatakan dalam
RKS ini atau sebaliknya, akan tetapi menyangkut pekerjaan bangunan ini, maka
penyedia wajib menyelesaikan sesuai petunjuk Pengawas Lapangan / Pihak Direksi.
2. Selain Bestek ringkas ini, semua ketentuan-ketentuan administrasi pemeriksaan
bahan dan mutu pekerjaan serta ketentuan-ketentuan lain dari pemerintah yang
menyangkut pelaksanaan pekerjaan pembangunan termasuk pula sebagai
pedoman penyelenggara pekerjaan yang harus ditaati oleh penyedia. Satu dan lain-
lain menurut petunjuk Unsur Teknis yang tidak bertentangan dengan uraian dan
syarat-syarat ini.
B. SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
1. Identitas
a. Unit Organisasi/SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Kotawaringin Barat
b. Program : Program Pengelolaan Pendidikan.
c. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar.
d. Sub Kegiatan : Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah.
2. Nama Paket Pekerjaan : Konstruksi Revitalisasi Ruang Kelas SD Negeri 1
Kebun Agung.
a. Nama KPA : DIEN FAHRIYANDY, ST,M.P.Sc, M.Eng
b. Nama PPTK : MUHAMMAD DIYANTO, S. KOM
3. Lokasi
Lokasi pelaksanaan pekerjaan bertempat di Kecamatan Pangkalan Banteng
4. Waktu Kegiatan
Jangka waktu pelaksanaan : 120 (Seratus Dua puluh) hari kalender
Jangka Waktu Pemeliharaan : 180 (seratus delapan puluh) hari kelender
5. Anggaran
a. Sumber Dana : APBD
b. Jumlah HPS : Rp. 1.228.800.000,-
6. Kriteria Kinerja Produk
a. Volume terpenuhi
b. Kualitas terpenuhi
7. Tata Cara Pembayaran
Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan ketentuan:
a. Pembayaran dilakukan dengan mengacu ketentuan dalam Kontrak dan tidak
boleh melebihi kemajuan hasil pekerjaan yang telah dicapai dan diterima oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak.
b. Pembayaran dilakukan terhadap pekerjaan yang sudah terpasang, tidak
termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan.
c. Pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan atau sistem termin atau
pembayaran secara sekaligus setelah kemajuan hasil pekerjaan dinyatakan
diterima esuai ketentuan dalam Kontrak.
d. Pembayaran bulanan/termin dipotong angsuran uang muka, uang retensi (untuk
pekerjaan yang mensyaratkan masa pemeliharaan) dan pajak. Untuk
pembayaran akhir, dapat ditambahkan potongan denda apabila ada.
8. Serah Terima Pekerjan
Serah terima dilakukan setelah hasil pekerjaan beserta dokumen telah sesuai
terhadap kriteria/spesifikasi yang tercantum dalam Kontrak.
9. K3
Identifikasi bahaya :
No. Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya dan Resiko K3 Tingkat Resiko
1. Pek. Persiapan ✓ Kecelakaan terkena alat pemukul – ✓ Sedang (2)
a. Pek. Papan Nama Luka Sedang
Kegiatan ✓ Terpeleset karena kegiatan
b. Pek. Pembersihan pembersihan –Luka Sedang
Lokasi
2. Pekerjaan Tanah ✓ Cedera punggung karena ✓ Sedang (2)
a. Galian Tanah Manual melakukan pekerjaan secara
b. Urugan Tanah manual-Luka sedang
Kembali ✓ Terluka akibat debu pasir dan
c. Urugan Tanah bawah tanah-sesak napas
lantai ✓ Terkena alat pertukangan-Luka
d. Urugan Pasir bawah Sedang
lantai dan Pondasi
3. Pekerjaan Beton dan
Pasangan
a. Pek. Pondasi Batu
Belah ✓ Terluka akibat serpihan keramik- ✓ Sedang (2)
b. Pek. Pondasi Footplat Luka sedang
c. Pek. Kolom 25/25 ✓ Terluka akibat menginjak kawat
d. Pek. Balok 25/50 beton-luka berat
e. Pek. Sloof 15/20 ✓ Terkena alat pemukul/kontak
f. Pek. Pasangan dengan alat pertukangan-Luka
Dinding Bata berat
g. Pek. Kolom Praktis ✓ Tertimpa kayu perancah dan
11/11 papan bekisting-luka berat
h. Pek. Kolom Teras ✓ Terluka akibat serpihan batu
15/20 pecah
i. Pek. Ring Balk 10/15 ✓ Terluka akibat debu pasir-sesak
j. Pek. Rabat Beton nafas
1:3:5 ✓ Terluka/terpeleset saat
k. Pek. Plesteran + Acian pencampuran beton-Luka sedang
l. Pek. Keramik 40x40
m. Pek. Keramik Lantai
Toilet 25x25
n. Pek. Keramik Dinding
Toilet 25x40
o. Pas. Washtafel
p. Pas. Guiding Block
4. Pekerjaan ✓ Terkena Alat pertukangan karena ✓ Sedang (2)
Aluminium/Besi kelalaian-Luka berat
a. Pas. Pintu Harmonika ✓ Gangguan pendengaran karena
alat listrik-Luka Sedang
✓ Risiko kejutan listrik-Luka Berat
5. Pekerjaan Kayu
a. Pek. Kusen Ulin 5/11
b. Pek. Kuda-kuda Ulin
✓ Tertimpa material kusen – Luka
c. Pek. Gording Ky. Ulin ✓ Sedang (2)
berat
d. Pek. Rangka Atap
✓ Terjatuh dari ketinggian– luka
berat
e. Pek. Penutup Atap ✓ Terkena Alat pertukangan karena
metal classic 0,25 mm kelalaian-Luka berat
✓ Terkena debu compound, serbuk
f. Pek. Bubungan atap
plafond-sesak napas
g. Pek. Lisplank Ulin
✓ Tertimpa Material plafond-Luka
h. Pek. Rangka Plafond
sedang
i. Pek. Plafond PVC+List
j. Pek. Daun Pintu Ulin ✓ Tergores dalam pemasangan atap–
k. Pek. Daun Pintu Ulin Luka sedang
(Double)
✓ Gangguan pendengaran karena
l. Pasang Daun Jendela
alat listrik-Luka Sedang
Ulin
m. Pek. Jalusi Ky. Klas II
n. Pasang Kaca bening 5
mm
o. Pek. Papan Lap 2/10
6. Pekerjaan Kunci dan
Penggantung ✓ Terkena Alat pertukangan karena ✓ Sedang (2)
a. Pek. Kunci Tanam kelalaian-Luka berat
b. Pek. Grendel 2” ✓ Gangguan pendengaran karena
c. Pek. Engsel Pintu 5” alat listrik-Luka Sedang
d. Pek. Engsel Jendela ✓ Risiko kejutan listrik-Luka Berat
✓ Terjatuh dari ketinggian– luka
3”
berat
e. Pek. Hak Angin
f. Pek. Tarikan Jendela
7. Pek. Instalasi Listrik
a. Pek. Inst Titik Lampu ✓ Risiko kejutan listrik-Luka Berat
b. Pek. Inst. Stop Kontak ✓ Terjatuh dari ketinggian– luka ✓ Berat (3)
c. Pek. MCB Tanam berat
d. Pek. Saklar Ganda
e. Pek. Saklar Tunggal
f. Pek. Stop Kontak
g. Pek. Lampu LED 12 W
h. Pek. Lampu LED 3 W
8. Pekerjaan Sanitasi
a. Pek. Pas. Closed ✓ Tergores dalam pemasangan ✓ Sedang (2)
Jongkok
Instalasi pipa – Luka sedang
b. Pek. Pas. Kran Air
✓ Terluka/terpeleset saat
c. Pek. Pas. Floordrain
pemasangan closed - Luka sedang
d. Pek. Pas Instalasi pipa
3/4"
e. Pek. Pas. Pipa 4 “ AW
f. Pek. Pas Pipa 2 “ AW
g. Pek. Septictank
9. Pekerjaan Pengecatan
a. Cat Plafond ✓ Terjatuh saat pengecatan bagian ✓ Sedang (2)
b. Cat Tembok atas-Luka Berat
c. Cat Kilap Kayu ✓ Terkena cairan cat pada mata-
Luka Berat
✓ Tercium cairan keras cat-Luka
berat
B. SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. Kayu
Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai dengan persyaratan dalam NI – 5 (PPKI
tahun 1961). Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan
rata, bebas dari cacat seperti retak-retak, mata kayu dan cacat lainnya.
2. Penutup Atap
Material penutup atap adalah bahan-bahan bangunan yang digunakan sebagai
lapisan penutup terakhir pada atap bangunan, material ini yang akan menahan
panas dan hujan yang terjadi pada atap bangunan
Material yang digunakan, Atap Metal/Metal Roof dengan ketebalan 0,25 mm
3. Instalasi Listrik
Pada umumnya kabel instalasi kotak-kontak dan penerangan harus kabel inti
tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYY dan NYM). Kabel harus
mempunyai penampang minimum 1,5-2,5 mm2
Peruntukan Kabel NYY digunakan untuk instalasi listrik tetap seperti di bawah
tanah ataupun tempat outdoor lain namun tetap harus diberikan perlindungan
khusus seperti pipa, Peruntukan Kabel NYM digunakan khusus untuk pada
instalasi tetap bangunan, dimana penempatannya biasanya di luar/di dalam
tembok.
4. Cat
Material cat yang digunakan Cat setara NODROP bermutu tinggi khusus untuk
eksterior dengan lapisan film yang sangat tebal dan kuat, serta memiliki sifat elastis
yang unik yang dapat melindungi dinding dan menjaga objek dalam waktu yang
sangat lama
5. Penutup Plafond
Penutup Plafond yang digunakan Plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari
polivinil klorida, sebuah bahan plastik yang populer karena ringan dan mudah
dipasang mempunyai beragam Panjang (2 mtr, 3 mtr, 4 mtr, 5 mtr & 6 mtr), lebar
20 cm ketebalan 6-8 mm. Di antara kedua lapisannya terdapat struktur berongga
sehingga plafon PVC mempunyai bobot yang ringan, namun masih padat dan kokoh.
6. Semen Portland/PC
Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merk dagang
atau persetujuan Konsultan Pengawas. Semen yang telah mengeras
sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan.
7. Pasir
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahan-bahan
organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya.
8. Agregat
Kualitas aggregates harus memenuhi syarat-syarat SK.SNI – 1991. Aggregates kasar
harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai susunan gradasi yang baik, cukup
syarat kekerasannya dan padat (tidak porous). Kadar lumpur dari pasir beton tidak
boleh melebihi dari 5% berat kering. Dimensi maksimum dari aggregates kasar tidak
lebih dari 3,0 cm dan tidak lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari
bagian konstruksi yang bersangkutan.
9. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,
asam, alkali dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu pekerjaan.
Apabila dipandang perlu, Konsultan Pengawas dapat minta kepada Rekanan sebagai
Penyedia jasa supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan yang
resmi dan sah atas biaya Rekanan sebagai Penyedia jasa.
10. Bata Merah
Batu bata merah yang digunakan batu bata merah dengan kualitas terbaik yang
disetujui Konsultan Pengawas, siku, dan sama ukurannya 4 x 10 x 20 cm atau
ukuran lain yang disetujui direksi.
11. Besi Beton
Besi beton harus bebas dari karat, sisik, dan lain-lain lapisan yang dapat
mengurangi lekatnya pada beton. Kecuali ditentukan lain dalam gambar, digunakan
besi mutu TP30 dia. =< 12 mm dan TD 40 dia. > 12 mm.
Diameter, ukuran sisi (atau jarak
Variasi dalam berat Toleransi
antara dua permukaan yang
yang diperbolehkan diameter
berlawanan)
Dibawah 10 mm +/-7 % +/-0,4 mm
10 mm sampai 16 mm (tapi tidak
+/-5 % +/-0,4 mm
termasuk diameter 16 mm)
10 mm sampai 28 mm (tapi tidak
+/-4 % +/-0,5 mm
termasuik diameter 28 mm)
C. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI DAN PERALATAN BANGUNAN
Peralatan disediakan oleh penyedia jasa, dengan jumlah dan jenis disesuaikan dengan
kebutuhan yang tercantum dalam analisa pekerjaan yaitu :
1. Peralatan K3
2. Peralatan Tukang Beton
3. Peralatan tukang Kayu
4. Peralatan tukang Cat
5. Peralatan tukang Listrik
6. Gerobak dorong
7. Genset (bila diperlukan)
D. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
a. Pekerjaan Persiapan
1) Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan palaksanaan harus
telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2) Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai
pekerjaan.
3) Demi kelancaran kegiatan sebelumnya penyedia harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4) Situasi dan Ukuran
a. Penyedia wajib meneliti situasi lapangan, terutama keadaan tanah, sifat
dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang dapat mempengaruhi
pekerjaan penawaran kontraktor.
b. Kelalaian atau kekurangan telitian kontraktor dalam hal ini tidak dijadikan
alasan untuk mengajukan tuntutan.
c. Penyedia bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan
menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana
kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
d. Penyedia berkewajiban mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan
segera melaporkan kepada Direksi bilamana terdapat ketidak cocokan
ukuran-ukuran didalam gambar-gambar RKS ini, dan tidak
diperkenangkan membetulkan kesalahan-kesalahan ukuran / gambar-
gambar sebelum berkonsultasian dari Direksi.
e. Apabila terdapat ketidaksesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran
bersama dijadikan patokan.
f. Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau
sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
g. Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang
selama dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
h. Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi
setiap ukuran dan kedalaman.
i. Atas persetujuan Direksi, penentuan titik lainnya dilakukan oleh
pemborong dilapangan dengan alat ukur optic yang sudah diTera
kebenarannya dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok (peil
nol).
j. Untuk Bangunan rehabilitasi sebelum kontraktor memulai pekerjaan
terlebih dahulu mengambil Foto kondisi 0% nol.
2. PEKERJAAN PEMBERSIHAN
Spesifikasi teknis yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa
pembongkaran dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses
pembongkaran mematuhi semua peraturan dan peraturan yang berlaku untuk
menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan, Berikut adalah spesifikasi teknik
untuk pekerjaan pembongkaran :
1) Persiapkan area kerja dengan membersihkan area sekitarnya dan memasang
pembatas untuk memastikan keselamatan pengunjung dan pekerja.
Koordinasi dengan pihak pengelola untuk memastikan minimnya dampak
pada aktivitas masyarakat
2) Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya
sehingga tidak merusak struktur tanah
3) Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area secara menyeluruh dari sisa-
sisa bata dan limbah. Buang limbah sesuai dengan pedoman dan peraturan
yang berlaku
4) Lakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan bahwa area kerja telah
dibersihkan dengan benar dan tidak ada sisa material yang tersisa
5) Pastikan bahwa area sudah siap untuk tahap konstruksi atau penggunaan
selanjutnya
3. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3)
1) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
– Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi
– Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
– Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
– Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
– Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
– Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
– Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
2) Penyedia Jasa harus menyiapkan peralatan keselamatan kerja yang berguna
meminimalisir resiko kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan
pekerjaan. Peralatan keselamatan kerja yang digunakan harus sesuai
dengan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena Peralatan kerja merupakan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak Penyedia Jasa maka dari itu
Penyedia Jasa wajib membuat Rancangan Ketentuan keselamatan Kerja (K3)
dalam pelaksanaannya.
3) Penyediaan sarana pendukung K3, seperti :
– Rambu – rambu K3.
– Papan waktu pelaksanaan pekerjaan.
– Pengurusan Jamsostek.
– Koordinasi pelaksanaan sistem manejemen K3 dengan instansi
terkait.
– Penyediaan Satuan Pengaman Proyek.
– Penetapan Pengendalian Risiko K3 dengan memakai APD (helm,
sepatu safety, sarung tangan,masker,dan Rompi Keselamatan)
4) Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa
pemeliharaan, Penyedia Jasa bertanggung jawab atas keselamatan dan
keamanan pekerja, material dan peralatan teknis serta konstruksi.
5) Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan
pekerjaan dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan
dan ketentuan kesehatan dan keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
6) Menyediakan obat – obatan menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di
lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua
petugas dari pekerja lapangan.
7) Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja
dan di lokasi harus disediakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety
belt, safety helmet, masker/kedok las terutama untuk dipakai pada
pekerjaan yang beresiko tertimpa benda keras.
8) Bilamana terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
perawatan serius, Penyedia Jasa harus segera membawa korban ke Rumah
Sakit terdekat dan melaporkan kejadian tersebut pada Pemberi Tugas.
9) Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian Perencanaan keselamatan
konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi. Peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,
pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta
dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai pada tahap
pelaksanaan serta penyelesaian proyek
4. PEKERJAAN TANAH
Meliputi pekerjaan penggalian (Cut) dan penimbungan (Fill) antara lain penimbunan
kembali galian pondasi, penimbunan tanah manual, pemadatan lapis demi lapis,
sehingga titik peil sesuai dengan gambar rencana.
a. Galian Tanah dan Urugan Pasir
Pelaksanaan galian tanah sebagai berikut :
1) Sebelum melaksanakan penggalian, posisi galian dan ukuran seperti
tertera dalam gambar sudah dipastikan benar dan harus mendapat
persetujuan Direksi / Pengawas lapangan.
2) Penggalian tanah dapat dimulai setelah pemasangan bouwplank dan
patok-patok disetujui Direksi / Pengawas lapangan.
3) Dasar galian 30 cm, dan jika pada galian terdapat akar-akar kayu,
kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat),
maka bagian ini harus dikeluarkan seluruhnya kemudian lubang yang
terjadi diisi dengan pasir urug.
4) Jika terdapat air menggenang dalam parit/galian pondasi harus
dipompa keluar, sehingga pada waktu pemasangan pondasi
parit/galian pondasi dalam keadaan kering
5) Apabila terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi
sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam
gambar, maka kelebihan dari pada galian harus diurug kembali dengan
material yang disetujui oleh Direksi/Direksi Teknik. Biaya akibat
pekerjaan tersebut menjadi beban penyedia.
6) Pastikan area galian sudah siap untuk dimulai pekerjaan urugan pasir.
Ini termasuk membersihkan area dari vegetasi, menghapus material
tambahan seperti batu atau akar pohon.
7) Tentukan tinggi urugan pasir yang diperlukan untuk mengisi galian
pondasi dengan benar, dalam hal ini tinggi urugan pasir 5 cm Ini dapat
dilakukan dengan mengukur kedalaman galian dan menyesuaikan
tingkat pasir sesuai dengan desain kanstin yang ditentukan
5. PEKERJAAN BETON DAN PASANGAN
Pekerjaan beton dan pasangan merujuk pada proses konstruksi yang melibatkan
penggunaan beton (Pondasi, Kolom, Sloof dan balok), Pas. Keramik dan material lain
untuk membangun struktur bangunan yang melibatkan penggunaan mortar atau
semen sebagai bahan pengikat . Berikut adalah penjelasan singkat tentang kedua
jenis pekerjaan ini:
a. Pondasi Batu Belah 1pc:4ps
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan dan tandai lokasi pondasi menggunakan benang dan
patok sesuai dengan gambar kerja
– Bersihkan area dari tanaman, batu-batu besar, dan material
lain yang mengganggu
2) Bahan dan Alat
– Batu Belah
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Kayu Bekisting
– Alat Pertukangan (Sekop, cangkul, ember dan waterpass)
3) Metode Pelaksanaan
– Lakukan penggalian tanah sesuai dengan ukuran dan
kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar kerja
– Pastikan dasar galian rata dan padat. Gunakan waterpass
untuk memastikan dasar galian berada pada level yang sama
– Siapkan campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian
semen dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Pasang batu belah pertama di sudut-sudut dan sepanjang garis
pondasi, pastikan batu terpasang kuat dan stabil. Gunakan
waterpass untuk memastikan batu berada dalam posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada batu dan susun batu berikutnya dengan
posisi berseling (tidak segaris) untuk meningkatkan kekuatan
– Setiap lapisan batu harus dilapisi dengan mortar. Pastikan
semua rongga terisi penuh dengan mortar untuk menghindari
kekosongan yang dapat melemahkan pondasi
b. Pek. Dinding Bata Merah
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material yang
tidak diperlukan
– Pastikan pondasi atau sloof yang akan menjadi dasar dinding
bata merah sudah kering dan kuat
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Bata Merah
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Rendam bata merah dalam air selama beberapa menit sebelum
digunakan. Ini bertujuan untuk meningkatkan daya lekat
mortar pada bata
– Buat campuran mortar dengan perbandingan 1 bagian semen
dan 4 bagian pasir. Tambahkan air secukupnya untuk
mendapatkan konsistensi yang tepat
– Mulailah pemasangan bata dari sudut-sudut dinding. Letakkan
bata pertama di atas sloof atau pondasi dengan posisi yang
tepat
– Oleskan mortar pada bata dan letakkan bata berikutnya.
Pastikan setiap bata berada pada posisi yang benar dengan
menggunakan waterpass
– Pasang bata berikutnya dengan pola berseling (tidak segaris)
untuk meningkatkan kekuatan dinding
– Oleskan mortar pada setiap permukaan bata yang akan
bersentuhan dengan bata lainnya (atas dan samping). Pastikan
mortar terdistribusi merata
– Lanjutkan pemasangan bata hingga mencapai ketinggian yang
diinginkan
– Basahi dinding secara berkala selama beberapa hari untuk
memastikan mortar mengering dan mengeras dengan baik. Ini
juga membantu mencegah retakan akibat pengeringan yang
terlalu cepat
c. Pek. Beton 1pc:2ps:3kr
Pekerjaan ini meliputi pengecoran beton dengan perbandingan
campuran 1pc:2ps:3kr yang meliputi Pekerjaan Footplat, Sloof 15/20,
Kolom Praktis, Kolom Teras 15/20, Kolom 25/25, Balok 25/50 dan Ring
Balk 11/15 dengan spesifikasi teknis sebagai berikut ini :
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari kotoran, puing, dan material lain yang
tidak diperlukan
– Pastikan area kerja siap dan sesuai dengan spesifikasi teknis
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– Baja Tulangan
– Kawat Beton
– Bekisting
– Cetok, cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Pemasangan Bekisting
– Pasang bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran beton yang
akan dicor. Pastikan bekisting kokoh dan tidak bocor
– Gunakan penguat atau penahan bekisting agar tidak bergeser
selama pengecoran
– Lapisi bekisting dengan minyak bekisting atau plastik untuk
memudahkan pelepasan setelah beton mengeras
4) Pekerjaan Pembesian
– Ukur dan potong baja tulangan sesuai dengan panjang yang
dibutuhkan berdasarkan gambar kerja
– Pastikan semua potongan besi beton memiliki ukuran yang tepat
dan sesuai spesifikasi
– Bengkokkan baja tulangan sesuai dengan bentuk dan ukuran
yang diperlukan. Gunakan mesin bending atau tang pembengkok
untuk menghasilkan bengkokan yang tepat
– Susun baja tulangan di tempat yang telah ditentukan dalam
bekisting
– Pastikan jarak antar tulangan (spacing) sesuai dengan spesifikasi
teknis dan gambar kerja
– Ikat setiap pertemuan antar tulangan dengan kawat pengikat.
Gunakan tang pengikat untuk memastikan ikatan kuat dan tidak
mudah lepas
5) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:2ps:3kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Campurkan bahan di tempat yang bersih atau di mixer beton
– Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk
hingga mencapai konsistensi yang diinginkan. Perbandingan air
biasanya sekitar 0.5 bagian dari berat semen, tetapi dapat
disesuaikan tergantung kondisi lapangan dan kebutuhan
– Tuangkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Pastikan
beton menyebar merata
– Gunakan vibrator beton untuk memadatkan beton dan
menghilangkan udara yang terperangkap. Pastikan tidak ada
rongga udara dalam beton
– Ratakan permukaan beton dengan cetok atau alat perata lainnya
dan haluskan permukaan beton sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan
– Lindungi beton dari pengeringan yang terlalu cepat dengan
menutupi permukaan beton menggunakan plastik atau bahan
pelapis lainnya
– Basahi beton secara berkala selama periode curing (biasanya 7
hari) untuk memastikan proses hidrasi berjalan optimal dan
beton mencapai kekuatan yang diinginkan
– Lepaskan bekisting setelah beton mencapai kekuatan awal yang
cukup. Waktu pelepasan bekisting biasanya 1-2 hari, tetapi bisa
lebih lama tergantung pada kondisi cuaca dan jenis beton
d. Pek. Rabat Beton 1pc:3ps:5kr
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi rabat beton yang akan dibangun sesuai dengan
rencana konstruksi yang meliputi keliling bangunan dan parit
keliling bangunan
– Bersihkan area yang akan dibangun parit dari material-material
yang tidak diinginkan, seperti rumput, batu, atau sampah
2) Bahan dan Alat
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Agregat 10-20 mm
– cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
3) Metode Pelaksanaan
– Campurkan semen, pasir, dan air dalam perbandingan yang
tepat sesuai dengan spesifikasi teknis 1pc:3ps:5kr, Pastikan
campuran memiliki konsistensi yang baik dan homogeny
– Buat fondasi atau alas yang padat dan rata untuk menopang
struktur rabat
– Lanjutkan proses pembuatan barisan semen, pasir, dan kerikil
hingga mencapai ketinggian yang diinginkan
– Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, lakukan finishing
pada bagian atas struktur rabat dengan meratakan atau
memotong rabat jika diperlukan
– Biarkan struktur rabat mengering dan mengeras selama
beberapa hari sebelum diberi beban atau digunakan
e. Pek. Plesteran dan Acian
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area sekitar dari tanaman, puing-puing, atau benda
lain yang mengganggu
– Tentukan batas-batas area yang akan direhabilitasi dan
pastikan akses mudah ke lokasi
– Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, atau lapisan
sebelumnya yang masih menempel. Pastikan permukaan kering
dan bebas dari kontaminan sebelum proses plesteran dimulai
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Semen Portland
– Pasir Pasang / Pasir Halus
– Air
– Alat pencampur (pengaduk, atau alat lainnya)
– Trovel (sejenis alat untuk meratakan)
3) Metode pelaksanaan
– Siapkan adukan plester yang konsistensinya mudah dikerjakan
dan dapat menempel kuat pada permukaan ornament 1pc:4ps.
Gunakan campuran yang tepat sesuai dengan petunjuk direksi
– Aplikasikan plester secara merata ke permukaan menggunakan
trowel atau alat aplikator yang sesuai. Pastikan plester meresap
dengan baik dan tidak ada celah kosong
– Bentuk dan rapihkan plester sesuai dengan desain dan ukuran
yang ditentukan. Gunakan alat spatula atau alat pemahat kecil
untuk menyempurnakan detail dan pola
– Biarkan plester mengering secara alami sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan. Pastikan lingkungan
sekitar tetap kering dan terlindungi dari hujan atau
kelembaban berlebihan
– Setelah plester benar-benar kering, siapkan campuran acian
sesuai dengan petunjuk direksi. Pastikan campuran acian
memiliki konsistensi yang tepat untuk aplikasi yang mudah
– Oleskan acian ke permukaan plester dengan gerakan yang
seragam menggunakan kuas atau alat aplikator yang sesuai.
Pastikan lapisan acian merata dan tidak ada bagian yang
kosong
– Setelah acian diterapkan, rapihkan permukaan dengan alat
finishing seperti spons atau kain lembut untuk mencapai
tekstur yang diinginkan. Pastikan juga tepian ornament terlihat
rapi dan bersih
– Biarkan acian mengering sepenuhnya sesuai dengan petunjuk
waktu kering yang direkomendasikan sebelum melakukan
langkah-langkah selanjutnya
– Setelah plesteran dan acian selesai, bersihkan area dari sisa-
sisa material dan debu menggunakan alat pembersih yang
sesuai
f. Pasang Keramik 40x40
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan
plester semen
2) Bahan dan Alat
– Keramik 40x40
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1
bagian semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air
secukupnya hingga adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan.
Tekan keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu
karet untuk memastikan keramik menempel dengan baik dan
rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik
terpasang rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang
tidak rata dengan cara menekan atau mengangkat dan
menambahkan adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau
perekat keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan
pengisian nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
g. Pasang Keramik Dinding 25x40
4) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan
plester semen
5) Bahan dan Alat
– Keramik 25x40
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
6) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1
bagian semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air
secukupnya hingga adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan.
Tekan keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu
karet untuk memastikan keramik menempel dengan baik dan
rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik
terpasang rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang
tidak rata dengan cara menekan atau mengangkat dan
menambahkan adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau
perekat keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan
pengisian nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
h. Pasang Keramik lantai 25x25
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, minyak, atau
material lainnya
– Pastikan permukaan lantai rata. Jika perlu, ratakan dengan
plester semen
2) Bahan dan Alat
– Keramik 25x25
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Air
– Alat Pemotong Keramik
– Waterpass
– Palu karet
– Nat Keramik
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan titik awal pemasangan keramik, biasanya dari tengah
ruangan atau salah satu sudut yang paling terlihat
– Gunakan penggaris dan meteran untuk menarik garis panduan
pada lantai agar pemasangan keramik tetap lurus dan rapi
– Campurkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 (1
bagian semen dan 3 bagian pasir) dan tambahkan air
secukupnya hingga adukan homogen
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik ke area yang akan
dipasang keramik dengan ketebalan sekitar 5-10 mm
– Tempelkan keramik pertama sesuai dengan garis panduan.
Tekan keramik dengan lembut dan ketok menggunakan palu
karet untuk memastikan keramik menempel dengan baik dan
rata
– Pasang nier (tile spacer) di antara keramik untuk menjaga jarak
antar keramik yang konsisten
– Gunakan waterpass untuk memastikan semua keramik
terpasang rata, Lakukan penyesuaian jika ada keramik yang
tidak rata dengan cara menekan atau mengangkat dan
menambahkan adukan semen di bawahnya
– Setelah semua keramik terpasang dan adukan semen atau
perekat keramik mengering (biasanya setelah 24 jam), lakukan
pengisian nat
– Setelah nat mengering, bersihkan seluruh permukaan keramik
dengan kain basah untuk menghilangkan sisa-sisa debu dan
kotoran
i. Pasang Washtafel
1) Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan wastafel dan pastikan area
tersebut bersih dan rata
– Pastikan saluran air bersih (inlet) dan saluran pembuangan
(outlet) sudah tersedia di lokasi yang sesuai
2) Bahan dan Alat
– Washtafel
– Bracket atau penyangga wastafel (jika diperlukan)
– Sealant
– Baut dan Mur
– Meteran, Bor Listrik
– Waterpass
– Pipa Pembuangan
– Gergaji Pipa
3) Metode Pelaksanaan
– Gunakan meteran untuk menentukan tinggi wastafel dari
lantai, biasanya sekitar 80-85 cm untuk kenyamanan
penggunaan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut
lurus dan rata, Tandai titik pemasangan bracket atau
penyangga wastafel di dinding dengan pensil atau spidol
– Bor lubang di titik-titik yang sudah ditandai untuk memasang
bracket atau penyangga wastafel
– Pasang bracket atau penyangga menggunakan baut dan mur
yang sesuai. Pastikan penyangga terpasang kuat dan rata
– Letakkan wastafel di atas bracket atau penyangga yang sudah
terpasang
– Gunakan sealant atau silikon di sepanjang tepi wastafel yang
bersentuhan dengan dinding untuk mencegah kebocoran
– Pasang fitting dan selang fleksibel ke keran wastafel dan Pasang
pipa pembuangan pada bagian bawah wastafel
– Buka stop kran dan periksa aliran air melalui wastafel. Pastikan
tidak ada kebocoran pada sambungan selang fleksibel dan pipa
pembuangan
– Bersihkan sisa-sisa sealant atau silikon yang berlebihan
dengan kain basah
j. Pasang Guiding Block/Jalur Disabilitas
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area yang akan dipasang guiding block dari debu,
kotoran, dan material yang mengganggu
– Pastikan permukaan lantai rata dan kuat. Jika diperlukan,
lakukan perataan menggunakan plesteran semen
2) Bahan dan Alat
– Meteran
– Waterpass
– Cetok
– Palu Karet
– Sikat Kawat
– Waterpass
– Alat Pemotongan Ubin
– Benang Ukur
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan jalur guiding block berdasarkan rencana desain
– Gunakan benang ukur untuk memastikan pemasangan lurus
dan sejajar dengan jalur yang telah dirancang
– Guiding block memiliki dua jenis, Tipe Line (garis lurus):
Untuk jalur arah perjalanan, Tipe Dot (titik bulat): Sebagai
penanda berhenti atau perubahan arah
– Oleskan adukan semen atau perekat keramik secara merata
pada permukaan lantai
– Pasang guiding block sesuai pola yang telah ditentukan,
pastikan posisi dan arah motifnya benar
– Gunakan palu karet untuk meratakan dan memastikan ubin
menempel dengan baik
– Cek dengan waterpass untuk memastikan guiding block
terpasang rata dan sejajar
– Bersihkan sisa adukan yang menempel pada guiding block
sebelum mengering
– Biarkan pemasangan mengering selama 24 jam sebelum
digunakan
6. PEKERJAAN ALUMINIUM / BESI
Meliputi Pemasangan Pintu Harmonika dengan spesifikasi teknik dan metode
pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
1) Persiapan Lokasi
– Pastikan bukaan pintu bersih dari segala rintangan dan permukaannya
rata
– Periksa keselarasan vertikal dan horizontal bukaan pintu menggunakan
waterpass
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Pintu harmonica
– Rel (track) atas dan bawah
– Skrup, paku, dan fisher (dowel) jika diperlukan
– Bor listrik, obeng, meteran, pensil, dan alat pengukur lainnya
– Waterpass
3) Metode Pelaksanaan
– Pasang rel atas (track atas) pada bagian atas bukaan pintu. Gunakan
pensil untuk menandai posisi lubang skrup
– Pasang rel bawah pada bagian bawah bukaan pintu. Sesuaikan dengan
posisi rel atas agar sejajar
– Pasang rel atas dan rel bawah menggunakan skrup yang sesuai.
Pastikan rel terpasang dengan kuat dan lurus
– Pasang bagian atas pintu harmonika ke dalam rel atas. Biasanya, pintu
harmonika memiliki roda atau mekanisme geser di bagian atas yang
harus masuk ke dalam rel
– Setelah bagian atas terpasang, angkat pintu dan pasang bagian bawah
ke dalam rel bawah. Pastikan pintu dapat bergerak dengan lancar pada
kedua rel
– Pastikan seluruh bagian pintu terpasang dengan benar dan dapat dilipat
serta dibuka dengan mudah.
7. PEKERJAAN KAYU
Meliputi pekerjaan Kusen Ulin 5/11, Pek. Kuda-kuda ulin 5/10, Gording Ulin 5/10,
Rangka Atap Kayu Klas II, Penutup Atap, Rangka Plafond kayu klas II, Plafond
Nusaboard 3,5 mm, Daun Pintu dan Daun Jendela dengan spesifikasi teknik dan
metode pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut :
a. Pek. Kusen Ulin 5/11
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area di mana kusen akan dipasang dari debu, kotoran, dan
material lainnya
– Pastikan dinding atau tembok yang akan dipasangi kusen dalam
keadaan rata dan kokoh
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kusen kayu ulin ukuran 5/11 cm
– Paku, sekrup, atau baut (sesuai kebutuhan)
– Meteran, waterpss, Bor listrik
– Palu, Pahat Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur dimensi bukaan pintu atau jendela di mana kusen akan dipasang
– Letakkan bagian bawah kusen (ambang) terlebih dahulu pada posisi
yang tepat di bukaan pintu atau jendela
– Pastikan ambang kusen rata menggunakan waterpass. Sesuaikan
dengan menambahkan atau mengurangi material di bawah ambang
kusen jika diperlukan
– Pasang bagian samping kusen (tiang kusen) pada posisi yang tepat,
memastikan bahwa sudut antara ambang dan tiang kusen adalah 90
derajat. Gunakan waterpass untuk memastikan tegak lurus
– Pasang bagian atas kusen (palang kusen) setelah kedua tiang kusen
dipasang dengan benar. Pastikan semua sudut rata dan tegak lurus
– Gunakan paku, sekrup, atau baut untuk mengencangkan kusen pada
dinding atau tembok. Pastikan kusen terpasang kokoh dan tidak
bergeser
b. Pek. Kuda-kuda Ulin 5/10 dan 10/10 dan Gording Kayu Ulin 5/10
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan area kerja dari debu, kotoran, dan material lainnya
– Pastikan lokasi pemasangan kuda-kuda dalam keadaan rata dan kokoh
2) Bahan baku dan Peralatan
– kayu ulin ukuran 5/10 cm dan 10 cm
– Paku, sekrup, atau baut (sesuai kebutuhan)
– Meteran, waterpss, Bor listrik
– Palu, Pahat Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ulin sesuai dengan dimensi dan desain kuda-kuda yang
telah direncanakan
– Susun bagian-bagian kuda-kuda di tanah terlebih dahulu untuk
memastikan semua bagian sesuai dengan desain
– Mulailah dengan pemasangan tiang utama (king post) dan batang miring
(rafter) pada kuda-kuda
– Sambungkan setiap bagian menggunakan paku, sekrup, atau baut
panjang. Pastikan setiap sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan plat besi dan baut untuk memperkuat sambungan
– Angkat kuda-kuda yang sudah dirakit ke posisi yang diinginkan
menggunakan tangga atau scaffolding. Ini memerlukan beberapa orang
untuk memastikan keamanan dan kestabilan selama pengangkatan
– Tempatkan kuda-kuda pada posisi yang benar dan pastikan tegak lurus
serta sejajar dengan bantuan waterpass
– Kencangkan kuda-kuda pada balok pengikat atau rangka menggunakan
paku, sekrup, atau baut panjang. Pastikan kuda-kuda terpasang dengan
kokoh dan tidak bergeser
– Gunakan penguat tambahan seperti balok silang (cross brace) jika
diperlukan untuk meningkatkan stabilitas struktur
– Tentukan dan tandai posisi gording pada kuda-kuda atau balok utama
sesuai dengan jarak yang telah direncanakan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut lurus dan
rata
– Letakkan gording pada posisi yang telah ditandai di atas kuda-kuda atau
balok utama
– Pasang gording dengan paku, sekrup, atau baut. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan plat besi dan baut untuk memperkuat sambungan pada titik
pertemuan antara gording dan kuda-kuda atau balok utama
– Jika gording memerlukan sambungan karena panjangnya melebihi satu
batang kayu, buat sambungan yang kuat dan pastikan sambungan
tersebut berada di atas kuda-kuda atau balok utama untuk memberikan
dukungan tambaha
c. Rangka Atap dan Penutup Atap metal
1) Persiapan Lokasi
– Pastikan area kerja aman untuk pekerjaan. Identifikasi dan hilangkan
bahaya potensial seperti kabel listrik terbuka, struktur yang goyah, atau
benda-benda tajam
– Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kuda-kuda dan gording.
– Pastikan peralatan dan material diturunkan atau dibawa ke area kerja
dengan aman, karena berada di lokasi yang tinggi
2) Bahan baku dan Peralatan
– Kasau Kayu Klas II 5/7
– Reng Kayu Klas II 3/5
– Penutup Atap metal classic 0,25 mm
– Lisplank Ulin 2/18
– Bubungan atap metal
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor listrik dan mata bor, meteran)
– Screw
3) Metode Pelaksanaan
– Tentukan dan tandai posisi kasau 5/7 pada gording sesuai dengan jarak
yang telah direncanakan
– Gunakan waterpass untuk memastikan tanda-tanda tersebut lurus dan
rata.
– Letakkan kasau pada posisi yang telah ditandai di atas balok utama atau
gording
– Pasang kasau dengan paku, sekrup, atau baut panjang. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Tentukan dan tandai posisi reng pada kasau sesuai dengan jarak yang
telah direncanakan untuk penutup atap
– Biasanya jarak antar reng adalah sekitar 30-40 cm, tergantung pada
jenis dan ukuran penutup atap yang akan digunakan
– Letakkan reng secara horizontal di atas kasau pada posisi yang telah
ditandai, Pasang reng dengan paku atau sekrup. Pastikan setiap
sambungan kuat dan kokoh
– Gunakan waterpass untuk memastikan reng terpasang lurus dan rata
– Letakkan lisplank Ulin 2/20 pada posisi yang telah ditandai, gunakan
paku, sekrup, atau baut untuk mengencangkan lisplank pada struktur
bangunan. Pastikan setiap sambungan kuat dan kokoh
– Mulai pemasangan atap dari sisi bawah atap, biasanya dari ujung bawah
ke atas. Tempatkan lembaran atap metal dengan tumpang tindih sekitar
15-20 cm untuk mencegah kebocoran
– Kencangkan lembaran atap metal menggunakan baut atau sekrup
khusus untuk atap metal. Pastikan setiap sambungan rapat dan kokoh
– Pasang bubungan atap metal dengan mengamankannya menggunakan
sekrup atau paku khusus untuk atap metal. Pastikan sekrup atau paku
dipasang dengan jarak yang konsisten, sekitar 30-40 cm antar
sekrup/paku
– Mulailah pemasangan dari satu sisi atap dan bergerak ke arah yang
berlawanan, menumpuk tiap potongan bubungan sekitar 10 cm di atas
yang sebelumnya untuk memastikan perlindungan terhadap air
– Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
berakibat bocor. Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya,
maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang baru
d. Rangka Plafond Kayu Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Bersihkan ruangan dari furnitur dan barang-barang lainnya untuk
memberikan ruang yang cukup untuk bekerja dan mencegah kerusakan
pada barang-barang tersebut
– Tutup lantai dengan kain penutup atau perlindungan plastik untuk
melindunginya dari debu, kotoran, atau kerusakan selama proses
instalasi
– Gunakan pena atau krayon untuk menandai lokasi titik-titik instalasi di
dinding dan langit-langit sesuai dengan rencana desain
2) Bahan Baku dan Peralatan
– Kayu Klas II 5/5
– Paku Kayu
– Alat Pertukangan (Gergaji, Palu, Bor dan mata bor, meteran)
– Level Air
3) Metode Pelaksanaan
– Potong kayu ukuran 5x5 cm sesuai dengan panjang yang dibutuhkan
untuk balok utama, pastikan setiap potongan rata dan sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan
– Pasang bagian kayu 5/5 ke dalam posisi yang tepat menggunakan baut,
paku, atau sistem pengikat lainnya. Pastikan bagian baru terpasang
dengan kuat dan kokoh
– Gunakan baut tambahan atau pengikat lainnya untuk memperkuat
sambungan antara bagian lama dan baru rangka plafon
– Gunakan level air untuk memeriksa kesejajaran dan tingkat rangka
plafon setelah perbaikan selesai dilakukan. Pastikan rangka plafon
dalam posisi yang lurus dan rata
– Setelah semua rangka plafond selesai dilakukan, periksa kembali
seluruh rangka plafon untuk memastikan tidak ada bagian yang
terlewatkan
e. Plafond PVC dan List
1) Persiapan Lokasi
– Siapkan alat dan bahan seperti plafon PVC, rangka kayu, paku, sekrup,
palu, dan meteran
– Tutup lantai dengan perlindungan seperti kain penutup atau plastik
untuk melindungi permukaan dari kerusakan atau kotoran selama
proses kerja
2) Bahan baku dan Peralatan
– Plafon PVC (sesuai desain)
– Lis plafon PVC
– Sekrup gypsum atau paku untuk kayu
– Lem PVC (opsional)
– Kayu Klas II 5/5 cm (kering dan lurus) untuk rangka
– Meteran
– Paku, sekrup
– Waterpass atau selang air
3) Metode Pelaksanaan
– Ukur dan tandai ketinggian plafon menggunakan waterpass atau selang
air agar hasil rata
– Pasang balok kayu 5/5 cm di sepanjang tepi ruangan (di dinding)
– Pasang balok kayu melintang dengan jarak antar rangka 60 cm x 60 cm
– Potong lembaran PVC sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
– Pasang lis/plafon starter terlebih dahulu di bagian tepi untuk
memudahkan pemasangan
– Masukkan lembaran plafon PVC satu per satu ke dalam lis dan rangka,
sambil dikunci menggunakan sekrup atau lem PVC
– Pastikan setiap sambungan rapat dan rapi
– Tutup celah atau sambungan dengan sealant jika diperlukan
f. Pintu Ulin dan Jendela Ulin
1) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi pintu dan bingkai pintu sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Compound
– Waterpass
– Pintu dan Jendela Ulin
– Sekrup dan Paku
– Aksesoris Pintu dan Jendela ( Engsel, Grendel, Hak Angin, handle, Kunci
Tanam dll)
3) Metode Pelaksanaan
– Angkat pintu dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang pintu agar tidak jatuh
– Cek apakah pintu dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan pintu
sejajar dan tidak bergesekan dengan lantai atau rangka
– Pasang kunci dan handle pintu sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Angkat jendela dan pasangkan ke rangka dengan mengaitkan engsel.
Gunakan bantuan untuk memegang jendela agar tidak jatuh
– Cek apakah jendela dapat dibuka dan ditutup dengan baik. Pastikan
jendela sejajar dan tidak bergesekan dengan rangka
– Pasang kunci jendela dan handle sesuai dengan petunjuk pemasangan.
Pastikan kunci berfungsi dengan baik
– Gunakan sealant atau dempul kayu untuk menutup celah antara rangka
dan dinding jika ada
g. Pek. Jalusi Klas II
1) Persiapan Lokasi
– Ukur dan pastikan dimensi jalusi dan bingkai jalusi sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dan pastikan lantai rata untuk memudahkan
pemasangan
– Tentukan desain jalusi yang diinginkan, termasuk dimensi dan jarak
antar jalusi
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Gergaji Tangan
– Pahat, Palu dan Obeng
– Bor Listrik
– Waterpass
– Jalusi Kayu Klas II
– Sekrup dan Paku
– Lem Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Gunakan pensil atau spidol untuk menandai posisi jalusi pada dinding
atau frame tempat jalusi akan dipasang
– Pasang frame atau struktur penyangga jalusi sesuai dengan tanda yang
telah dibuat
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara
frame dengan kusen atau struktur penyangga lainnya
– Pasang jalusi satu per satu pada frame yang telah dipasang, Letakkan
setiap jalusi dengan jarak yang seragam antara satu dengan yang lain
– Gunakan paku atau sekrup untuk memperkuat sambungan antara
jalusi dengan frame, Pastikan setiap jalusi terpasang dengan kokoh dan
sejajar
h. Pek. Kaca Bening 5 mm
1) Persiapan Lokasi
– Ukur area pemasangan kaca dengan meteran. Pastikan ukuran presisi
agar kaca pas di tempatnya
– Haluskan tepi kaca dengan amplas khusus atau mesin gerinda kaca
untuk menghindari cedera
– Potong kaca sesuai ukuran dengan glass cutter, jika belum dipotong di
tempat pembelian
2) Bahan baku dan Peralatan
– Meteran dan Pensil
– Kaca bening 5 mm
– Pemotong kaca (glass cutter)
– Bor Listrik
– Waterpass
– Karet kaca atau sealant silikon
– Sekrup dan Paku
– Lem Kayu
3) Metode Pelaksanaan
– Bersihkan area pemasangan agar tidak ada debu atau kotoran yang
mengganggu perekat
– Gunakan sealant silikon atau karet kaca untuk meredam getaran dan
mencegah kaca retak
– Gunakan klem atau fitting kaca jika tanpa rangka untuk menahan kaca
tetap di tempatnya
– Bersihkan sisa sealant atau noda kaca dengan cairan pembersih kaca
8. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG
Pekerjaan aksesoris pintu dan jendela melibatkan instalasi dan penyelesaian
aksesori seperti gagang pintu, kunci, engsel, dan kaca. Berikut adalah spesifikasi
teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut :
a. Bahan Baku dan Peralatan
– Kunci Tanam setara GERBER
– Grendel Lokal 2”
– Engsel Pintu setara GERBER 5”
– Engsel Jendela setara GERBER 3”
– Hak Angin
– Tarikan Jendela
– Alat-alat dasar seperti obeng, palu, gergaji, pengukur, dan pemutar baut
– Alat khusus seperti alat pemotong kaca (jika diperlukan), dan alat
pemasangan aksesoris pintu/jendela
b. Metode Pelaksanaan
– Lakukan pengukuran yang akurat untuk memastikan semua aksesoris
pintu dan jendela sesuai dengan dimensi yang tepat
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan handle pintu
– Gunakan alat yang tepat untuk melubangi pintu dan memasang gagang
dengan baut yang sesuai
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan kunci pintu
– Pastikan kunci terpasang dengan aman dan berfungsi dengan baik
– Tentukan lokasi yang tepat untuk pemasangan engsel pada pintu/jendela
– Ukur dengan teliti jarak antara titik pemasangan hak angin dengan
sambungan atau titik referensi lain pada jendela
– Pasang hak angin pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang
sesuai dengan lubang yang telah dibor. Pastikan hak angin terpasang
dengan kokoh dan sejajar
– Gunakan bor atau alat yang sesuai untuk membuat lubang di dinding
atau bingkai jendela sesuai dengan ukuran dan posisi tarikan, Pasang
tarikan pada jendela menggunakan baut atau sekrup yang sesuai dengan
lubang yang telah dibor. Pastikan tarikan terpasang dengan kokoh dan
sejajar
– Lakukan pengukuran yang tepat untuk memastikan kaca sesuai dengan
ukuran jendela atau pintu
– Gunakan alat pemotong kaca untuk memotong kaca sesuai dengan
ukuran yang diinginkan
– Bersihkan area kerja dari debu, sisa-sisa material, dan bekas tumpahan
cat atau sealant
– Pastikan untuk mematuhi petunjuk penggunaan dan instalasi yang
diberikan oleh produsen untuk setiap aksesoris pintu dan jendela yang
digunakan
– Pastikan pekerjaan dilakukan oleh tenaga terlatih dan berpengalaman
untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dan untuk
memastikan keamanan serta keandalan instalasi
9. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pekerjaan Instalasi Listrik melibatkan instalasi dan penyelesaian aksesori seperti
Kabel NYM (3x2,5), NYM (2x1,5), Saklar, stop kontak dan Lampu LED. Berikut
adalah spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut
a. Persiapan Lokasi
– Tentukan di mana lampu LED dan stop kontak akan dipasang.
Pertimbangkan ketinggian dan sudut instalasi untuk mendapatkan
pencahayaan yang optimal
b. Bahan Baku dan Peralatan
– Lampu LED 12 Watt
– Lampu LED 3 Watt
– Stop Kontak
– Fixture dan Perangkat Penyangga
– Kabel Listrik NYM 2x1,5
– Kabel Listrik NYM 3x2,5
– Pipa Conduit
– Tang Potong Kabel
– Obeng
– Pelindung diri
c. Metode Pelaksanaan
– Pilih fixture atau perangkat penyangga yang sesuai dengan lampu LED
yang akan diinstal. Pastikan fixture tersebut cocok dengan lingkungan
instalasi (misalnya, tahan air untuk pemasangan di luar ruangan)
– Pastikan pasokan listrik dimatikan sebelum memulai instalasi. Lakukan
pemotongan daya untuk sirkuit yang akan digunakan
– Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik lampu dan saklar,
Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel
– Sambungkan kabel listrik dari lampu LED 12 Watt ke pasokan listrik yang
tersedia di lokasi pemasangan. Pastikan untuk mengikuti instruksi yang
disediakan oleh produsen lampu LED dan perangkat penyangganya
– Setelah instalasi selesai, aktifkan kembali pasokan listrik dan uji lampu
LED untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik
– Jika diperlukan, sesuaikan posisi atau sudut pencahayaan lampu LED
untuk mendapatkan hasil yang diinginkan
– Setelah lampu LED terpasang dan diuji dengan baik, pastikan untuk
menutup kembali segala perangkat penyangga atau fixture dengan benar.
Jika ada pipa penyembunyi kabel yang digunakan, pastikan kabel
dirapihkan dan dipasang dengan aman
– Pastikan semua koneksi listrik diamankan dengan baik dan tidak ada kabel
yang terpapar atau terjepit. Pastikan juga bahwa fixture dan lampu LED
terpasang dengan kuat dan aman.
– Setelah Anda yakin bahwa instalasi selesai dengan benar dan aman,
hidupkan kembali pasokan listrik ke sirkuit yang relevan dan pastikan
lampu LED berfungsi dengan baik
– Tentukan jalur kabel dari panel listrik ke titik-titik stop kontak
– Pasang pipa conduit di sepanjang jalur tersebut untuk melindungi kabel,
Tarik kabel melalui pipa conduit hingga mencapai titik stop kontak
– Pasang kotak stop kontak di dinding pada lokasi yang telah direncanakan
– Sambungkan kabel ke terminal stop kontak sesuai dengan kode warna:
hitam atau merah untuk fasa (live), biru untuk netral (neutral), dan
kuning/hijau untuk ground
10. PEKERJAAN SANITASI
Pekerjaan Sanitasi meliputi Pasang Closed Jongkok, Pasang Kran Air biasa, Pasang
Floordrain, Instalasi Air bersih dan Instalasi Air Kotor. Berikut adalah spesifikasi
teknis dan metode pelaksanaan umum untuk pekerjaan tersebut :
1. Pasang Closed Jongkok
a. Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan kloset jongkok sesuai dengan desain kamar
mandi
b. Bahan Baku dan Peralatan
– Klosed Jongkok Keramik
– Pipa 4 “ AW
– Semen Portland
– Pasir Pasang
– Cangkul, sekop, mistar, meteran, ember
c. Metode Pelaksanaan
– Siapkan pipa pembuangan (ukuran 4 inci atau 100 mm)
– Pastikan pipa sudah terhubung dengan septic tank atau saluran
pembuangan yang sesuai
– Tes aliran air untuk memastikan tidak ada sumbatan pada saluran
– Letakkan kloset jongkok di atas area yang telah disiapkan, lalu buat tanda
untuk lubang pembuangan
– Letakkan kloset jongkok di atas area yang telah disiapkan, lalu buat tanda
untuk lubang pembuangan
– Letakkan kembali kloset di atas adukan semen dan tekan perlahan agar
posisinya kuat dan stabil.
– Sambungkan bagian bawah kloset ke pipa pembuangan dengan pipa karet
atau sambungan yang sesuai.
2. Pasang Kran Air Biasa
a. Persiapan Lokasi
– Tentukan lokasi pemasangan kloset jongkok sesuai dengan desain kamar
mandi
b. Bahan Baku dan Peralatan
– Kran air 3/4 inci
– Pipa 3/4 “ AW
– Sok drat dalam/drat luar, Elbow 3/4”
– Sealant atau perekat pipa PVC
c. Metode Pelaksanaan
– Pastikan jalur pipa air telah terpasang dengan baik sesuai desain plumbing
toilet
– Potong pipa dengan ukuran sesuai posisi kran
– Tes aliran air untuk memastikan tidak ada sumbatan pada saluran
– Gunakan sok drat dalam untuk menyambungkan pipa dengan kran
– Oleskan lem PVC pada sambungan agar lebih kuat.
– Bungkus ulir/drat kran dengan Isolatep (sekitar 5–10 lilitan) agar tidak
bocor.
– Masukkan kran ke sok drat dalam atau fitting yang sudah disiapkan,
pastikan posisi kran mengarah dengan benar dan mudah dioperasikan
11. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi teknik untuk pekerjaan pengecatan menguraikan prosedur dan standar
yang harus diikuti dalam proses pengecatan struktur, permukaan, atau elemen
bangunan. Berikut adalah spesifikasi umum untuk pekerjaan pengecatan meliputi
Pengecatan Tembok, Pengecatan Plafond, Pengecatan Kilap Kayu dan Coating batu
alam.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
a. Persiapan Lokasi
1) Pastikan permukaan yang akan dicat bersih dari debu, kotoran, dan
kontaminan lainnya. Gunakan alat pembersih seperti sikat, penghisap
debu, atau air bertekanan untuk membersihkan permukaan secara
menyeluru
2) Perbaiki kerusakan atau cacat pada permukaan seperti retakan,
lubang, atau kerusakan struktural lainnya sebelum pengecatan.
Gunakan bahan pengisi yang sesuai dan biarkan mengering
sepenuhnya sebelum pengecatan
3) Lindungi permukaan yang tidak ingin dicat dengan menggunakan kain
penutup atau pelindung plastik
b. Bahan baku dan Peralatan
1) Cat Tembok Setara NODROP
2) Cat Kayu setara Avian
3) Cat Plafond setara AVITEX
4) Kuas
5) Amplas
6) Air
7) Tinner
c. Metode Pelaksanaan
1) Siapkan cat sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pastikan cat tercampur
dengan baik dan konsisten
2) Gunakan alat yang tepat seperti Kuas, rol cat, atau sprayer untuk
mengaplikasikan cat
3) Pastikan untuk memilih warna cat yang diinginkan dan sesuai dengan
estetika ruangan atau area yang akan dicat
4) Aplikasikan cat dengan gerakan yang rata dan konsisten untuk hasil
pengecatan yang merata dan professional
5) Jika diperlukan, aplikasikan lapisan cat tambahan setelah lapisan
pertama kering sepenuhnya. Pastikan setiap lapisan diberikan waktu
yang cukup untuk mengering sebelum aplikasi lapisan berikutnya
6) Jika cat yang digunakan terlalu kental, Anda mungkin perlu
menambahkan pengencer cat untuk membuatnya lebih mudah
diaplikasikan
7) Ikuti petunjuk pengenceran yang disediakan oleh produsen cat untuk
mendapatkan perbandingan yang tepat antara cat dan pengencer
8) aplikasikan cat dalam 2 (dua)x lapisan untuk mendapatkan penutupan
yang sempurna dan warna yang lebih intens
9) Gunakan kuas kecil untuk menjangkau area yang sulit diakses atau
untuk mengecat tepi dan sudut dengan presisi
10) Pastikan untuk menutupi semua bagian permukaan dengan cat yang
merata, termasuk sudut dan lipatan
11) Lindungi permukaan yang baru dicat dari kontaminasi atau kerusakan
selama proses pengeringan. Gunakan tanda peringatan atau
penghalang fisik jika diperlukan
12) Bersihkan semua peralatan dan alat yang digunakan dengan air dan
sabun segera setelah selesai menggunakan mereka. Ini akan
membantu memperpanjang umur peralatan dan menjaga kualitas cat
12. LAPORAN-LAPORAN
1) Penyedia Jasa harus menyerahkan laporan - laporan tertulis sesuai petunjuk
Direksi dalam Formulir yang ditentukan.
2) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan Penyedia Jasa harus
diserahkan pada Direksi. Rencana Mingguan yang sudah disetujui oleh
Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk Minggu berikutnya. Rencana
tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah,pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan
bahan, pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia Jasa harus menyerahkan rangkap rencana kerja harian secara
tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari
maupun untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup
pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi dan kegiatan lain yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
3) Rapat Bersama Untuk membicarakan Kemajuan Pekerjaan Rapat tetap
antara Direksi dengan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada waktu
yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini
membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan,pekerjaan yang
diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang
timbul agar dapat segera diperoleh solusinya untuk diselesaikan.
4) Laporan-laporan harus berisi hal-hal sebagai berikut :
5) Laporan bulanan, mingguan dan harian yang berisi kemajuan pekerjaan fisik
setiap macam pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya dan estimasi
kemajuan kerja, inventarisasi prasarana dan sarana harian yang digunakan,
personal serta jumlah tenaga kerja, waktu kerja, persoalan – persoalan yang
timbul selama pekerjaan berlangsung, serta langkah – langkah penyelesaian
yang telah dilakukan.
6) Gambar shop drawing berisi tentang gambar pengukuran awal existing
sebelum memulai pekerjaan dari titik start project sampai dengan titik akhir
project yang dilakukan bersama dengan tim direksi teknis/supervisi dan
pihak – pihak yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.
7) Gambar asbuild drawing berisi tentang gambar pengukuran akhir pekerjaan
setelah selesai dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim
direksi teknis / supervisi.
8) Back up data volume berisi tentang volume akhir dari setiap macam
pekerjaan yang tercantum dalam Anggaran Biaya setelah pekerjaan selesai
dilaksanakan yang dilakukan dan diukur bersama dengan tim direksi
teknis/supervisi.
9) Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan ini memuat dari hasil pekerjaan yang
telah dikerjakan dan diserahkan sesuai dengan item pekerjaan pada tim
direksi teknis/supervisi..
12. MASA PEMELIHARAAN
Selama masa pemeliharaan Kontraktor Pelaksana berkewajiban untuk mengganti
material yang tidak berfungsi dengan baik, dan bertanggung jawab atas semua
kekurangan dari item pekerja yang telah dikerjakan.
Disetujui oleh :
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
DIEN FAHRIYANDY, ST,M.P.Sc, M.Eng
NIP. 19781227 200501 1 011