| 0941125445713000 | Rp 460,000,000 | |
| 0022607345703000 | - | |
Attaya Karya | 07*4**4****04**0 | - |
Angkasa Mulia Karya | 00*7**8****13**0 | - |
| 0025498627713000 | - | |
CV Kembar Betuah | 08*6**4****03**0 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat
SKPD : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Kotawaringin Barat
Nama KPA/PPK : SURYADI, ST., MT
Program : Penataan Bangunan Gedung
Kegiatan : Penyelenggaraan Bangunan Gedung Di Wilayah
Daerah Kabupaten/Kota, Pemberian Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan Gedung
Sub Kegiatan : Pengubahsuaian Bangunan Gedung Untuk
Kepentingan Strategis Daerah Kabupaten/Kota
Pekerjaan : Lanjutan Pembangunan Lapangan Tembak
Lokasi : Kabupaten Kotawaringin Barat
Nilai Pagu : Rp. 467.291.000,00
Nilai HPS : Rp. 467.291.000,00
Tahun Anggaran
2025
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
PROGRAM : PENATAAN BANGUNAN GEDUNG
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DIWILAYAH DAERAH
KABUPATEN/KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
(IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
SUB KEGIATAN : PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN GEDUNG UNTUK
KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/ KOTA
PEKERJAAN : LANJUTAN PEMBANGUNAN LAPANGAN TEMBAK
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
TAHUN ANGGARAN : 2025
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek konstruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Di mana setiap proyek memiliki kondisi dan
kesulitan yang berbeda-beda sehingga perlu tata cara pelaksanaan yang berbeda
pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu
untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Di samping itu biaya pelaksanaan
dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang
optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan
pekerjaan perlu memahami tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan
berkesinambungan dengan mempelajari rincian volume yang terdapat di Daftar
Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah
Kabupaten/ Kota, Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Dan Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan Gedung ini merupakan kegiatan yang berada di Lingkup SKPD-
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat
Tahun Anggaran 2025.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item
pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Mobilisasi
2. Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Pekerjaan
3. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Sarung Tangan (Safety Gloves)
▪ Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes)
▪ Rompi Keselamatan (Safety Vest)
B. Fasilitas Sarana Kesehatan dan penanggulangan bencana
▪ Peralatan P3K (Minimal: Kotak P3K, Obat Luka,
Perban)
C. Personil K3 Konstruksi
▪ Petugas K3
D. Rambu – rambu
▪ Rambu Peringatan
▪ Rambu Informasi
II. PEKERJAAN DRAINASE LAPANGAN TEMBAK OUTDOOR
1. Pek. Galian Biasa
2. Pek. Urugan Tanah Kembali
3. Pek. Urugan Pasir
4. Pek. Pas. Trasram 1/2 Bata Camp. 1SP : 2PP
5. Pek. Cor Beton Fc' 15 Mpa
6. Pek. Plesteran Dinding 1/2 Bata 1 SP : 4 PP Tebal 15 mm
7. Pek. Acian
8. Pipa Resapan Ø 2" + Ijuk
9. Penyiapan dan Perataan Lahan Lapangan Tembak Outdoor
10. Pengadaan & Pemasangan Selimut Pengendali Erosi Tipe II (CCX-M - 10 mm Thick,
Jpeg Galv dia. 12 mm L : 40 cm)
11. Screw 30 mm stainless steel
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S P M K P E R S I A P A N
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E L A K S A N A A N
P E K E R J A A N
1. Pekerjaan Pendahuluan
2. Pekerjaan Drainase Lapangan
Tembak
3. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
4. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain:
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quarry yang berdekatan dengan lokasi
pekerjaan dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan
pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke
laboratorium Job Mix Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai
acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor
lapangan dan fasilitasnya di lokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi perlatan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat
pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada di lokasi pekerjaan, sehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan
kerja yang telah diberikan system dan tata cara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua
material yang akan digunakan untuk proses Tanah Timbunan, Semen,
Asphalt, Pasir dan bahan material beton lainnya yang terdapat dalam
spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan
rapat pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Vibratory Roller
b) Motor Grader
c) Concrete Mixer
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi
mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan
Direksi Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut baik di lokasi sesuai kebutuhan yang
disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Waterpass
4. Belincong
5. Pengki
6. Benang
7. Selang air
8. Patok kayu
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian
tanah kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu
pelaksanaan pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap
ukuran dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung
proses penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah
dipasang sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran
pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan
kedalaman sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu
11. Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa
khusus supaya tidak menghambat pekerjaan.
12. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti
sampah, potongan kayu, dan bebatuan.
B. URUGAN PASIR & TIMBUNAN TANAH
Tahapan Persiapan:
1. Dalam tahapan persiapan ini, pastinya Anda harus meninjau langsung area
yang hendak diurug. Peninjauan ini sangat diperlukan untuk melihat
spesifikasi tanah dan luas area yang hendak diurug. Berdasarkan spesifikasi
tanah yang sudah diidentifikasi, selanjutnya bisa ditentukan jenis tanah yang
akan dipakai sebagai urug. Dari peninjauan ini pula dapat diketahui
perkiraan volume tanah urug yang dibutuhkan. Volume kebutuhan tanah
urug memang tidak bisa dipastikan dengan tepat sebab ada faktor
penyusutan tanah yang harus dipertimbangkan. Meskipun begitu, perkiraan
kebutuhan volume tanah urug bisa ditentukan kurang lebih 120% dari
volume gambar dengan memasukkan faktor susut sekitar 20%.
2. Tahapan berikutnya adalah tahapan pengurugan yang diawali dengan
membersihkan area yang hendak diurug dari berbagai sampah. Setelah itu,
pasanglah batasan-batasan dan patok. Kemudian tarik benang dari patok ke
patok. Tujuan pemasangan benang ini adalah untuk mendapatkan
permukaan tanah yang rata sesuai dengan ketinggian yang diharapkan. Jika
sudah, barulah pengurugan tanah bisa dimulai. Sebaiknya lakukan
pengurugan tanah lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan. Misalnya saja
masing-masing lapis setinggi 40cm. Pada setiap lapisan tersebut, lakukan
pemadatan sebelum ditambahkan dengan material urug untuk lapisan
berikutnya.
3. Saat pekerjaan pengurugan sudah selesai dikerjakan, jangan abaikan
tahapan yang terakhir yakni tahapan pemeriksaan. Tahapan ini penting
dilakukan supaya
pekerjaan pengurugan tanah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan
standar kelayakan. Tahapan pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan batas
urugan, kemiringan tanah urugan, jenis tanah urugan, kepadatan urugan,
sistem proteksi dan dewatering.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PONDASI BATU BELAH
A. PENGECATAN DINDING
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pelaksanaan pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank.
b. Pembersihan lokasi pekerjaan
c. Pengadaan bahan material pekerjaan pasangan batu seperti batu,
pasir, semen dan besi ke lokasi pekerjaan. Bahan yang digunakan
harus sesuai dengan yang disyaratkan.
d. Bahan material ditempatkan tidak jauh dan mudah dijangkau dari
lokasi pekerjaan.
e. Jika diperlukan perlu disiapkan tempat penyimpanan khusus untuk
bahan atau material terutama untuk bahan semen agar penyimpanan
semen dapat dilakukan dengan benar
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Pembuatan galian untuk pondasi telapak dan pasangan batu sesuai
dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana. Pekerjaan dapat
dilakukan secara manual.
b. Dasar galian dibuat rata dan diberi landasan dari pasir setebal
minimal sebelum meletakkan batu pada lapisan yang pertama.
c. Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar atau
lapisan yang pertama dan pada sudut sudut dari pasangan batu
tersebut.
d. Batu dipasang dengan muka terpanjang secara mendatar dan untuk
muka batu yang tampak atau berada paling luar dipasang sejajar
dengan muka dinding batu yang terpasang.
e. Setiap rongga atau celah antar batu diisi dengan bahan adukan dari
semen dan pasir sesuai dengan komposisi campuran yang ditentukan.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PASANGAN
A. PLASTERAN DAN ACIAN
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran
dan acian.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-
unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4 PP dan plesteran
trasram menggunakan adukan 1PC : 2 PP.
b. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta
tegak lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata
tidak bergelombang.
c. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan
elektrikal.
d. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
e. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
f. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm,
dengan alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar
alumunium.
g. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding
sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
h. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
i. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
j. Permukaan plesteran sebelum di aci terlebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi
lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan menggunakan kertas gosok.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PENYIAPAN LAHAN
PEKERJAAN TANAH
A. PENYIAPAN DAN PERATAAN LAHAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama. Pelaksanaan pekerjaan penyiapan badan
jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
▪ Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
▪ Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
▪ Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
▪ Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
▪ Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan
menggunakan alat motor grader dan dipadatkan menggunakan
vibratory roller dibentuk penampang jalan sesuai dengan elevasi
jalan yang direncanakan
▪ Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan
overlay blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan
badan jalan
▪ Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor
grader membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali
dengan vibro roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan
penampang yang direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan
spesifikasi teknis.
Gambar. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
▪ Pencampuran agregat tanpa penutup aspal dicampur di Base Camp
dengan menggunakan alat Wheel Loader. Pengisian agregat ke Dump
Truck dilaksanakan dengan memakai alat Wheel Loader. Pengangkutan
material agregat kelas A dilaksanakan dengan Dump Truck.
▪ Penghamparan material agregat kelas A dengan menggunakan alat
Motor Grader. Hamparan agregat dibasahi dengan wcter Tank Truck
sebelum dipadatkan dengan Tandem Roller. Operasi penggilasan harus
dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah
sumbu jalan dalam arah memanjang. Pada bagian yang
ber”superelevasi”, penggilas harus dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi.
Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin
gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Selama
pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan
level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
A. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat
pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.