| 0026918813713000 | Rp 7,200,888,000 | |
| 0024551343713000 | - | |
| 0028094464711000 | - | |
| 0625933395704000 | - | |
CV Sinar Grup | 0815477526713000 | - |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - |
| 0926257130711000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat
SKPD : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Kotawaringin Barat
Nama KPA/PPK : SURYADI, ST.,MT
Program : Penataan Bangunan Gedung
Kegiatan : Penyelenggaraan Bangunan Gedung Di Wilayah
Daerah Kabupaten/Kota, Pemberian Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan Gedung
Sub Kegiatan : Pengubahsuaian Bangunan Gedung Untuk
Kepentingan Strategis Daerah Kabupaten/Kota
Pekerjaan : Penataan Lingkungan Sport Center
Lokasi : Kabupaten Kotawaringin Barat
Nilai Pagu : Rp. 7.347.372.000,00
Nilai HPS : Rp. 7.310.635.140,00
Tahun Anggaran
2024
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
PROGRAM : PENATAAN BANGUNAN GEDUNG
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DIWILAYAH DAERAH
KABUPATEN/KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
(IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
SUB KEGIATAN : PENGUBAHSUAIAN BANGUNAN GEDUNG UNTUK
KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/ KOTA
PEKERJAAN : PENATAAN LINGKUNGAN SPORT CENTER
LOKASI : KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN
ANGGARAN : 2024
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek konstruksi jalan sebagai Penyedia Jasa
diharuskan memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan
proyek yang akan dilaksanakan. Di mana setiap proyek memiliki kondisi dan
kesulitan yang berbeda-beda sehingga perlu tata cara pelaksanaan yang berbeda
pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan batas waktu tertentu
untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Di samping itu biaya pelaksanaan
dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang
optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan
pekerjaan perlu memahami tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan
berkesinambungan dengan mempelajari rincian volume yang terdapat di Daftar
Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Bangunan Gedung Diwilayah Daerah
Kabupaten/ Kota, Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Dan Sertifikat Laik
Fungsi Bangunan
Gedung ini merupakan kegiatan yang berada di Lingkup SKPD-DINAS PEKERJAAN
UMUM DAN PENATAAN RUANG Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran
2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan
Pekerjaan pada Sub Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item
pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Mobilisasi
2. Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama Pekerjaan
3. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
A. Alat Pelindung Diri
▪ Helm Pelindung (Safety Helmet)
▪ Sarung Tangan (Safety Gloves)
▪ Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes)
▪ Rompi Keselamatan (Safety Vest)
B. Fasilitas Sarana Kesehatan dan penanggulangan bencana
▪ Peralatan P3K (Minimal: Kotak P3K, Obat Luka, Perban)
C. Personil K3 Konstruksi
▪ Petugas K3
D. Rambu – rambu
▪ Rambu Peringatan
▪ Rambu Informasi
II. PEKERJAAN DINDING & KACA (Belakang Area Tribun VIP)
1. Pek. Pasang Dinding 1/2 Bata Camp. 1SP : 4PP
2. Pek. Plesteran Dinding 1SP : 4PP Tebal 15 mm
3. Pek. Acian Dinding
4. Pek. Pemasangan Kuzen Aluminium
5. Pek. Pemasangan Kaca Mati 5mm
6. Pek. Daun Pintu Aluminium Kaca Tempared 8mm (Uk. 0,8 X 2,1)
7. Pek. Daun Jendela Aluminium Kaca 5mm
8. Pek. Pengecatan Dinding
III. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI AREA OLAHRAGA
1. Pek. Penutup Lantai Vinyl Lapangan Utama Multisport Tebal 4,5mm, Setara
LG Rexcourt Vinyl Sports
2. Pek. Penutup Lantai Vinyl Sekitar Lapangan Utama Tebal 4,5mm, Setara
Purva Duraflex
3. Pek. Pemasangan Penutup Lantai Vinyl
4. Pek. Lem Karet Vinyl
5. Pek. Perataan Lantai / Self Leveling (Matrial Setara Sica)
IV. PEKERJAAN PEMBATAS AREA LAPANGAN UTAMA & RAILLING TRIBUN
1. Pintu Besi (Folding Gate Tanpa Plat Penutup)
2. Railling Atas Pengaman Tribun Pipa Galvanis 3"
3. Tiang Railling Atas Pengaman Tribun Pipa Galvanis 2"
4. Biaya Pasang & Pengelasan Railling Atas Tribun
V. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI RUANGAN
1. Pek. Pasang Penutup Lantai Granite Tile 60/60 (Polished)
2. Pek. Pasang Penutup Lantai Granite Tile 60/60 (Unpolished)
VI. PEKERJAAN FINISHING KOLOM, BALOK DAN PLAT
1. Pek. Acian Kolom
2. Pek. Acian Balok
3. Pek. Acian Bagian Bawah Plat Tribun
4. Pek. Pengecatan Dinding
5. Pek. Pengecatan Kolom
6. Pek. Pengecatan Balok
7. Pek. Pengecatan Plat Bawah Tribun
8. Pek. Railling Pengaman Tribun
9. Pek. Pengecatan Plafound Ruang Loket
VII. PEKERJAAN PLAFOUND
1. Pek. Pek. Rangka Plafound besi hollow 40/40
2. Pek. Penutup Plafound Kalsiboard 3.5 mm
3. Pek. Pengecatan Plafound
VIII. PEKERJAAN LISTRIK
1. Pek. Lampu High Bay 500 Watt (Lengkap Aksesories)
2. Pek. Instalasi Lampu High Bay 500 Watt
IX. PEKERJAAN SELASAR KELILING BANGUNAN
1. Pek. Galian Tanah Pondasi Trasram 1/2 Bata
2. Pek. Urugan Tanah Kembali
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi Trasram 1/2 Bata
4. Pek. Pas. Trasram 1/2 Bata Camp. 1 SP : 2 PP
5. Pek. Urugan Tanah Bawah Lantai
6. Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai
7. Pek. Cor Rabat Beton Fc' 15 Mpa
8. Pek. Pasang Penutup Lantai Batu Andesit Uk. 40/60
X. PEKERJAAN JALAN LINGKUNGAN
1. Pek. Penyiapan Badan jalan
2. Pek. Urugan Pasir
3. Pek. Urugan Tanah
4. Pek. Lantai Kerja Beton Fc' 10 Mpa
5. Pek. Wiremesh M6
6. Pek. Beton Fc'20 Mpa
7. Plastik Filter
8. Pek. Lapis Perekat - Aspal Cair/Emulsi
9. Pek. Lataston Lapis Pondasi (HRS-WC)
XI. PEKERJAAN FINISHING ACV (Allumunium Composite Panel)
1. Pek. Pemasangan Covering ACP (Allumunium Composite Panel)
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
S P M K P E R S I A P A N
1. Job Mix Formula
2. Material dan Penyimpanan
3. Jadwal Pelaksanaan
4. Pengukuran Lapangan (MC-0)
5. Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
6. Mobilisasi Peralatan
7. Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Pengecekan Kuantitas dan Gambar
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E L A K S A N A A N
P E K E R J A A N
1. Pekerjaan Tanah
2. Pekerjaan Perkerasan Berbutir
3. Pekerjaan Perkerasan Aspal
4. Pekerjaan Struktur
5. Pekerjaan Harian & Pekerjaan
Lain-Lain
6. Pekerjaan Pemeliharaan
Kinerja
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
1. Back Up Data Quantity
2. Back Up Data Quality
3. Asbuild Drawing
4. Foto Dokumentasi
5. Laporan Harian, Mingguan,
dan Bulanan
6. Dan Dokumen lain yang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara
lain:
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quarry yang berdekatan dengan lokasi
pekerjaan dan telah disetujui bersama pihak direksi teknis dan konsultan
pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu, pasir, semen dan aspal dibawa ke
laboratorium Job Mix Formula/Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai
acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor
lapangan dan fasilitasnya di lokasi proyek dan kemudian dilanjutkan
dengan mobilisasi perlatan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat
pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa
lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
pekerjaan dan fasilitas yang ada di lokasi pekerjaan, sehingga
dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan
kerja yang telah diberikan system dan tata cara survey dikordinasikan
dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas. Semua
material yang akan digunakan untuk proses Tanah Timbunan, Semen,
Asphalt, Pasir dan bahan material beton lainnya yang terdapat dalam
spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan
rapat pendahuluan (Pre construction Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
a) Alat Bantu
b) Truck Mixer
c) Asphalt Mixing Plant
d) Asphalt Finisher
e) Tandem Roller
f) P. Tyre Roller
g) Motor Greader
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi
mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan
Direksi Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan
tenaga ahli maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam
melaksanakan pekerjaan tersebut baik di lokasi sesuai kebutuhan yang
disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN TANAH
A. PEKERJAAN GALIAN TANAH
Alat-alat yang perlu dipersiapkan :
1. Cangkul
2. Meteran
3. Waterpass
4. Theodolit
5. Belincong
6. Pengki
7. Benang
8. Selang air
9. Patok kayu
10. Cat putih
11. Mesin pompa air
Langkah-langkah yang harus dikerjakan :
1. Buatlah gambar shop drawing terlebih dahulu untuk pekerjaan galian
tanah kemudian ajukan gambar tersebut untuk direalisasikan.
2. Lakukan persiapan kerja termasuk penyiapan alat-alat pembantu
pelaksanaan pekerjaan.
3. Tentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran terhadap
ukuran dan elevasi galian tanah.
4. Berikan tanda pada hasil pengukuran memakai patok kayu yang dicat putih.
5. Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
6. Pasanglah patok kayu dan benang sebagai acuan untuk mendukung
proses penggalian tanah.
7. Galilah tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah
dipasang sebelumnya.
8. Buang sisa galian tanah ke tempat yang tidak mengganggu kelancaran
pekerjaan.
9. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan
kedalaman sesuai perencanaan.
10. Periksa kedalaman galian tanah setiap ukuran tertentu menggunakan
theodolit.
11. Keluarkan air yang muncul di dalam galian tanah memakai mesin pompa
khusus supaya tidak menghambat pekerjaan.
12. Singkirkan benda-benda yang ditemukan selama penggalian seperti
sampah, potongan kayu, dan bebatuan.
B. URUGAN PASIR & TIMBUNAN TANAH
Tahapan Persiapan:
1. Dalam tahapan persiapan ini, pastinya Anda harus meninjau langsung area
yang hendak diurug. Peninjauan ini sangat diperlukan untuk melihat
spesifikasi tanah dan luas area yang hendak diurug. Berdasarkan spesifikasi
tanah yang sudah diidentifikasi, selanjutnya bisa ditentukan jenis tanah yang
akan dipakai sebagai urug. Dari peninjauan ini pula dapat diketahui
perkiraan volume tanah urug yang dibutuhkan. Volume kebutuhan tanah
urug memang tidak bisa dipastikan dengan tepat sebab ada faktor
penyusutan tanah yang harus dipertimbangkan. Meskipun begitu, perkiraan
kebutuhan volume tanah urug bisa ditentukan kurang lebih 120% dari
volume gambar dengan memasukkan faktor susut sekitar 20%.
2. Tahapan berikutnya adalah tahapan pengurugan yang diawali dengan
membersihkan area yang hendak diurug dari berbagai sampah. Setelah itu,
pasanglah batasan-batasan dan patok. Kemudian tarik benang dari patok ke
patok. Tujuan pemasangan benang ini adalah untuk mendapatkan
permukaan tanah yang rata sesuai dengan ketinggian yang diharapkan. Jika
sudah, barulah pengurugan tanah bisa dimulai. Sebaiknya lakukan
pengurugan tanah lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan. Misalnya saja
masing-masing lapis setinggi 40cm. Pada setiap lapisan tersebut, lakukan
pemadatan sebelum ditambahkan dengan material urug untuk lapisan
berikutnya.
3. Saat pekerjaan pengurugan sudah selesai dikerjakan, jangan abaikan
tahapan yang terakhir yakni tahapan pemeriksaan. Tahapan ini penting
dilakukan supaya
pekerjaan pengurugan tanah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan
standar kelayakan. Tahapan pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan batas
urugan, kemiringan tanah urugan, jenis tanah urugan, kepadatan urugan,
sistem proteksi dan dewatering.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PASANGAN
A. PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Memebersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah
2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan tanda posisi
kolom praktis
3. Bata merah direndam dulu sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air
4. Memasang bata merah pada jalur marking serta benang acuanyang
telah dipasang
5. Adukan semen pasir diaplikasikan secara merata kepermukaan bata merah
6. Bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut terus diperiksa
kerekatan pasangannya
7. Tinggi pasangan bata merah mencapai 1m kemudian lanjutkan dengan
cor beton kolom praktis
8. Periksa selalu kelurusan serta vertikal pasangan bata merah
B. PLASTERAN DAN ACIAN
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran
dan acian.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-
unting, jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4 PP dan plesteran
trasram menggunakan adukan 1PC : 2 PP.
b. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta
tegak lurus terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata
tidak bergelombang.
c. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan
elektrikal.
d. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
e. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
f. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm,
dengan alat bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar
alumunium.
g. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding
sekityarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
h. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
i. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering
(cukup umur).
j. Permukaan plesteran sebelum di aci terlebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi
lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan menggunakan kertas gosok.
C. PASANGAN KERAMIK
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan
lantai keramik.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja : Granite tile 60x60 cm Unpolished, Granite
tile 60x60 cm polished, Batu Andesit Uk. 40/60, semen PC, pasir, semen
grouting nat, air, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran,
waterpass, benang, selang dan air
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PASANGAN KERAMIK
a. Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan
disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
b. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh
sebelum dipasang.
c. Buat adukan untuk pasang keramik.
d. Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan
permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
e. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang
ditebar permukaannya yang rata/flat.
f. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
g. Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian
dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan contoh
kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
h. Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet
untuk mendapat permukaan lantai keramik yang rata.
i. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
j. Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai
keramik. Setelah itu gres dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat.
k. Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari
kotoran.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN KUZEN DAN PINTU KACA
A. PEKERJAAN KUZEN ALUMUNIUM DAN KACA
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu,
kusen dan jendela aluminium.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium
frame, hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang
air, cutter, dll.
2. FABRIKASI KUZEN ALUMUNIUM
a. Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk
memudahkan apabila ada perbaikan.
b. Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan
sekrup galvanis.
c. Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan
waktu pemasangan.
3. PEMASANGAN KUZEN ALUMUNIUM DAN FRAME
a. Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi
lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
b. Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-
unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari
hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
c. Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium
dengan dinding di isi silicone sealant.
d. Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
frame untuk pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela
dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang
disekrup ke kusen.
e. Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-
benar aman dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen
dan alumunium dan daunnya.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PLAFOUND
A. PEKERJAAN PLAFOUND
1. PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafound.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : Kalsiboard, list gypsum, rangka
hollow galvanis, sekrup, textile tape, compound, air, dll.
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang
air, cutter, dll.
f. Material yang dikirim ke proyek terlebih dahulu diperiksa secara
khusus, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik jumlah dan
kondisinya harus sesuai dan baik. Tempatkan gypsum board di
tempat yang kering dan jauh dari percikan air hujan atau instalasi
plumbing (pipa air).
2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PLAFOUND
a. Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith
dan dibantu menggunakan selang air.
b. Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran
dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
c. Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah
pemasangan rangka metal furing pada bagian tepi untuk memperoleh
titik tetap plafond.
d. Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke
plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka hollow galvanis dengan menggunakan
sekrup.
e. Penempatan jarak rangka hollow galvanis maksimum berjarak 60 cm.
f. Setalah semua rangka hollow galvanis terpasang, lakukan perataan
(leveling) dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu
penggantung bisa dimatikan.
g. Setelah rangka hollow galvanis terpasang dengan benar, rata dan kuat
serta instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran Kalsiboard
dapat mulai dipasang.
h. Untuk Kalsiboard, pertemuan diatur secara menyilang.
i. Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar,
sehingga kepala sekrup hanya masuk sedikit ke dalam permukaan
lembaran kalsiboard.
j. Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran
kalsiboard sebelum menjalankan mesin bor untuk memasukkan
sekrup.
k. Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak
maksimal 30 cm.
l. Untuk Kalsiboard, sambungan antara pertemuan diberi textile tape
dan di compound kemudian digosok dengan ampelas untuk
mendapatkan permukaan yang rata/flat.
m. Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan
ampelas halus.
n. Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
list gypsum. Untuk list gypsum dipasang pada pertemuan antara
dinding dan plafond.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PENGECATAN
A. PENGECATAN DINDING
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja,
schedule, peralatan, personil kerja pekerjaan dimulai.
b. Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam
sebelum tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c. Menyediakan tangga pijakan untuk pengecatan
d. Menyediakan alat-alat keselamatan K3 dan rambu-rambu peringatan
2. URAIAN PEKERJAAN
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecatan permukaan bidang
harus rata dan dibersihkan terlebih dahulu.
b. Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan memakai amplas kasar.
c. Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
d. Permukaan dihaluskan dengan memakai amplas halus.
e. Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
f. Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan
B. COATING BATU ALAM
1. CARA MENGGUNAKAN COATING PERNIS BATU ALAM
a. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran
lainnya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna
pada permukaan batu alam.
b. Pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa
pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
c. Lapis kan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas
atau bisa juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih
sempurna.
d. Setelah lapisan pertama telah mengering (15-20 menit) dapat
dilakukan pelapisan berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga
sudah bagus, penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang
lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya
tidak terlihat belang hasilnya.
e. Daya sebar 1 kaleng/1 liter coating bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung
jenis batu dan porositas batu, biasanya untuk batu candi penggunaan
lebih boros karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang
banyak dan lebar.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)
A. PEKRJAAN PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafound.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : panel aluminium komposit,
aluminium frame, baut dynabolt, sekrup, sealent, dll..
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,
benang, selang karet, alat bor, sealent gun, steiger, dll.
f. Material yang dikirim ke proyek telebih dahulu diperiksa secara
khusus, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik jumlah dan
kondisinya harus sesuai dan baik. Tempatkan vinyl di tempat yang
kering dan jauh dari percikan air hujan atau instalasi plumbing (pipa
air).
B. PELAKSANAAN PEMASANGAN PEKRJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)
a. Lakukan pengecekan dan pengukuran di lapangan (marking area)
untuk area yang akan dipasang alumunium composite panel.
b. Fabrikasi rangka dan alumunium composite panel sesuai ukuran
gambar kerja.
c. Pasang benang untuk acuan pemasangan rangka dan alumunium
composite panel.
d. Pasang dudukan rangka pada area dengan perkuatan baut dynabolt.
e. Pasang rangka alumunium pada dudukan rangka.
f. Cerk kerataan dan kesikuan rangka alumunium terpasang.
g. Pasang alumunium composite panel pada rangka alumunium dengan
perkuatan sekrup.
h. Cek kerataan dan kesikuan pemasangan alumunium composite panel.
i. Perapihan nat antara alumunium composite panel dengan sealant.
j. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan pelindung blue sheet pada
alumunium composite panel.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PENUTUP LANTAI VINYL
A. PEKRJAAN PERSIAPAN
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafound.
b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja, antara lain : Penutup Lantai Vinyl Lapangan
Utama Multisport Tebal 4,5mm, Setara LG Rexcourt Vinyl Sports
Specification (ASTM F2772), Penutup Lantai Vinyl Sekitar Lapangan
Utama Tebal 4,5mm, Setara Purva Duraflex Specification (ASTM
F2772), Lem Karet Vinyl, Perataan Lantai / Self Leveling (Matrial
Setara Sica), dll..
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, benang,
pisau cutter, kuas lem, palu karet dll.
f. Material yang dikirim ke proyek telebih dahulu diperiksa secara
khusus, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik jumlah dan
kondisinya harus sesuai dan baik.
B. PELAKSANAAN PEMASANGAN PEKRJAAN PENUTUP LANTAI VYNIL
a. Lakukan pengecekan dan pengukuran di lapangan (marking area)
untuk area yang akan dipasang vynyl.
b. Screeding (perataan permukaan) harus benar kuat dan rata.
c. Leveling dilaksanakan sebanyak 1 s/d 2 kali (lapis) minimal tebal
lapisan 3 mm atau sampai didapatkan kerataan maksimal sesuai
arahan Pengawas Lapangan, antara tap 1 dan berikutnya dilakukan
dengan arah yang menyilang, dan biarkan hingga kering. Bahan
levelling menggunakan material setara Sica .
d. Pengamplasan dilakukan setelah lapisan terakhir kering, kemudian
dibersihkan dengan cara di vacum atau dipel.
e. Vinyl dipasang dengan menggunakan bahan lem vinyl.
f. Untuk menjaga hyginitas setiap ada celah/sambungan vinyl harus
dilas dengan bahan yang sama.
g. Setelah vynil benar-benar bersih dari semua kotoran langkah terakhir
adalah melakukan pemolesan.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN JALAN LINGKUNGAN
PEKERJAAN TANAH
A. PENYIAPAN BADAN JALAN
Pekerjaan ini mencakup penggarukan, penyiapan dan pemadatan permukaan tanah
dasar atau permukaan jalan kerikil lama. Pelaksanaan pekerjaan penyiapan badan
jalan ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
▪ Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
▪ Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
▪ Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ Metode Kerja :
▪ Tanah yang sudah digali dan ditimbun dipadatkan lalu dibentuk
penampang jalan sesuai dengan elevasi jalan yang direncanakan
▪ Tanah eksisting sepanjang jalan lokasi pekerjaan diratakan
menggunakan alat motor grader dan dipadatkan menggunakan
vibratory roller dibentuk penampang jalan sesuai dengan elevasi
jalan yang direncanakan
▪ Pekerjaan ini dilakukan berulang dengan beberapa lintasan dan
overlay blade diikuti pengecekan elevasi kemiringan dan kerataan
badan jalan
▪ Pekerjaan ini dilakukan menggunakan motor grader dan vibro roller.
Dilakukan pemadatan dengan vibro terlebih dahulu kemudian motor
grader membentuk penampang jalan. Setelah itu dipadatkan kembali
dengan vibro roller. Begitu seterusnya hingga terbentuk kemiringan
penampang yang direncanakan atau yang disyaratkan berdsarkan
spesifikasi teknis.
Gambar. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN JALAN BETON
A. BETON FC’20MPA & FC’10MPA
1. TAHAPAN PEMBUATAN JALAN BETON
a. Padatkan permukaan tanah urugan yang akan dibuat jalan raya.
Kemudian atur ketinggiannya sedemikian rupa agar permukaan
tanah tersebut benar-benar rata.
b. Lapisan di atas tanah urugan adalah lapisan batu makadam yang
memiliki ketebalan sekitar 30 cm. Lapisan ini terbuat dari pecahan
batu belah yang berukuran lebih kecil daripada batu untuk pondasi.
c. Selanjutnya lapisan di atas makadam yaitu lapisan sirdam yang juga
dibuat dengan ketebalan sekitar 30 cm. Lapisan ini terdiri atas batu
kerikil dan pasir, di mana pasir digunakan pula untuk mengisi celah-
celah batu di lapisan makadam sehingga tertutup rapat.
d. Lapisan sirdam yang sudah diratakan kemudian ditutup dengan
hamparan plastik sebagai landasan cor beton. Hal ini dimaksudkan
supaya air dari cor beton tidak cepat meresap habis ke dalam tanah
sehingga pengeringan beton bisa berjalan sempurna.
e. Di atas plastik ini selanjutnya dipasangi dengan beton decking
sebagai penyangga wiremesh alias besi tulangan beton. Sebagai
alternatif bisa juga menggunakan besi beton 8 mm yang dibentuk S
lalu diikatkan pada wiremesh atau tulangan cor.
f. Tulangan S tersebut lantas dipasang sebagai pengikat sekaligus
pembatas antara wiremesh pada lapisan bawah dan lapisan atas,
kemudian diikatkan lagi ke kawat beton/bendrat. Hal yang sama juga
berlaku jikalau Anda memakai besi beton anyaman manual.
g. Proses berikutnya ialah pengecoran menggunakan adukan beton
dengan kualitas yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Sebagai
contoh, beton K- 450 berketebalan 20 cm mampu menopang beban
dengan bobot hingga mencapai 40 ton.
h. Segera tutup kembali hasil pengecoran ini memakai hamparan plastik
atau sarung goni secara merata. Tujuannya agar proses pengerasan
cor beton dapat berjalan sempurna sehingga kualitasnya tidak
menurun.
i. Sebelum jalan beton tersebut dapat digunakan atau dilintasi
kendaraan, diperlukan perawatan terlebih dahulu sampai jalan benar-
benar mengeras dengan maksimal. Adapun caranya adalah siram
jalan beton mentah tersebut memakai air selama 23 hari berturut-
turut sehingga tidak mengalami dehidrasi alias kekurangan air. Beton
yang mengeras secara
lambat hingga normal terbukti memiliki kualitas dan kekuatan yang
lebih bagus dibandingkan beton yang mengeras terlalu cepat.
M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
PEKERJAAN PERKERASAN ASPAL
A. LAPIS PEREKAT - ASPAL CAIR/EMULSI & LAPIS RESAP PENGIKAT - ASPAL CAIR
Pekerjaan ini digunakan sebagai Lapis Perekat antara perkerasan beton fc’ 20 Mpa
dan diatas Lantai Kerja dengan konstruksi diatasnya, sebelum dilakukan
penyemprotan aspal dipanaskan pada tangki Aspal Sprayer dan dicampur dengan
Karosin setelah aspal mencapai suhu yang telah ditetapkan sesuai spesifikasi
setelah itu aspal Lapis Pengikat Aspal disemprotkan ke perkerasan beton 0,35 liter
/ meter persegi.
Dikerjakan secara mekanik dengan urutan kerja sebagai berikut Aspal dan minyak
Flux dicampur dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair Permukaan
yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran dengan Air Compresor. Di
semprotkan dengan merata dengan asphal sprayer pada badan jalan yang akan
dipasang Lapisan Lataston Lapis Aus (HRS-WC) 3,5 cm (gradasi senjang/semi
senjang).
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada
permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan
beraspal berikutnya. Dan dihampar diatas permukaan yang beraspal.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PEMBERSIHAN LOKASI
PENCAMPURAN ASPAL & KEROSIN
MENGGUNAKAN AIR
COMPRESOR
PENYEMPROTAN CAMPURAN ASPAL
CAIR/ SPRAYER
SELESAI
Gambar. Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Perekat – Aspal Cair/ Emulsi
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang digunakan
▪ Asphalt Sprayer
▪ Air Compresor
▪ Asphalt Distributor
▪ Dump Truck
▪ Alat bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Kerosin/Minyak Tanah
▪ Bahan Lainnya
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Mutu yang diharapkan :
Lapisan yang telah terhampar sesuai dengan rencana
b) Pengendalian Mutu:
Tiap 200 m ada 5 penampang, masing 1 penampang ada 3 kertas uji
B. LATASTON LAPIS AUS (HRS-WC)
Pencampuran dilakukan dengan Asphal Mixing Plant, diangkut dengan dump truck
dan dihampar dengan asphal finisher, dipadatkan dengan tandem Roller dan
Pneumatic Tyre Roller. serta dirapikan oleh pekerja dengan alat bantu.
Dilaksanakan sesuai dengan rencana dan atas persetujuan pihak Direksi Teknis dan
Konsultan Pengawas.
➢ Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet untuk lapis
perata, lapis pondasi atau lapis campuran aspal yang terdiri dari agregat dan
bahan aspal yang dicampur di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah
disiapkan.
➢ Tahap dan Cara Pelaksanaan
MULAI
PERSIAPAN ALAT DAN MATERIAL
PENCAMPURAN
ASPHALT+AGREGAT+FILLER+ADITIF
(PROSES DI AMP)
PENGANGKUTAN ASPAL KELOKASI
PEKERJAAN
PENGHAMPARAN
PEMADATAN
SELESAI
Gambar. Pekerjaan Lataston Lapis Aus (HRS-WC)
➢ Analisa Pengerahan Alat & Material
a) Alat yang Digunakan
▪ AMP+Laboratorium
▪ Wheel Loader
▪ Dump Truck
▪ Asphalt Finisher
▪ Tandem Roller
▪ Pneumatic Tire Roller
▪ Alat Bantu
b) Material yang digunakan
▪ Asphalt
▪ Agregat Kasar
▪ Agregat Halus
▪ Filler
▪ Kerosin/Minyak Tanah
➢ Analisa Pengerahan Personil & K3
a) Personil yang dikerahkan
▪ Pelaksana
▪ Petugas K3L
▪ Tenaga Kerja
b) Aspek K3
Memasang Rambu Peringatan
c) Menggukana alat pelindung (APD)
▪ Sarung Tangan
▪ Helm
▪ Sepatu Safety
➢ Pengendalian Mutu
a) Mutu yang diharapkan :
▪ Permukaan yang rata sesuai spesifikasi yang disyaratkan
▪ Elevasi sesuai dengan yang direncanakan
▪ Campuran aspal sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan
b) Pengendalian Mutu
C. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat
pula :
1. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh
Pemberi Tugas termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh
Kontraktor dan sudah disahkan/disetujui oleh pengawas.
2. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS ).
3. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
4. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
5. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
6. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
7. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 20 December 2021 | Rekonstruksi Jembatan Sei Liku | Kab. Lamandau | Rp 10,438,288,000 |
| 11 January 2024 | Peningkatan Jalan Bangkal - Telaga Pulang - Kuala Pembuang (Dak) | Provinsi Kalimantan Tengah | Rp 10,390,589,850 |
| 5 March 2022 | Peningkatan Jalan Sp.Kenawan - Riam Durian | Provinsi Kalimantan Tengah | Rp 9,906,600,000 |
| 20 August 2024 | Penataan Kawasan Sport Center Dan Finishing Gedung Sport Center | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 9,326,924,000 |
| 27 March 2024 | Jl. Teluk Bogam - Keraya - Sebuai Timur - Sebuai - Batas Tanjung Putri (Dak) | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 7,990,840,912 |
| 24 November 2022 | Jl. Sungai Tendang - Batas Natai Raya (Dak) | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 7,610,710,624 |
| 20 August 2024 | Rekonstruksi Jalan Bhayangkara, Jalan Stadion - Sp. Cilik Riwut 2 | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 7,500,000,000 |
| 8 November 2023 | Rekonstruksi Jalan Purbasari - Pangkalan Durin - Sungai Rangit Jaya | Kab. Kotawaringin Barat | Rp 5,791,883,600 |
| 29 September 2021 | Peningkatan Jalan Wonorejo - Mekar Mulya | Kab. Lamandau | Rp 5,200,000,000 |
| 28 February 2019 | Peningkatan Jalan Tapin Bini - Suja - Penopa | Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah | Rp 3,915,500,000 |