| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0026454926322000 | Rp 228,905,976 | 97.6 | 98.08 | - | |
| 0947484424323000 | Rp 229,187,250 | 92 | 93.58 | - | |
| 0830934162003000 | - | - | - | tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0032664674323000 | - | - | - | tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0022326797322000 | - | - | - | tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
PT Sumber Daya Teksindo | 0015978414323000 | - | - | - | - |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | - | tidak menghadiri pembuktian kualifikasi |
| 0031022569321000 | - | - | - | - | |
| 0412584963321000 | - | - | - | - | |
| 0738028299322000 | - | - | - | - | |
| 0015508914322000 | - | - | - | - |
PENGAWASAN REHABILITASI
JARINGAN IRIGASI
PERMUKAAN WILAYAH BARAT
DINAS SUMBER DAYA AIR
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Pendahuluan
1
Kerangka Umum
Pekerjaan Kendali Mutu
2
Rencana Pelaksanaan
Kendali Mutu
Kendali Mutu Beton
3 Pada Jaringan Irigasi,
Pengetahuan Dasar
Pekerjaan Pasangan Batu
Pekerjaan Pasangan
4
Pada Bangunan
Pengairan
Kerangka Umum Pekerjaan Kendali Mutu
Kegiatan utama pengawasan pekerjaan adalah Pekerjaan-pekerjaan kendali mutu terdiri dari
pengendalian mutu pekerjaan yang secara pekerjaan-pekerjaan pokok, seperti berikut:
umum memiliki 2 sasaran utama, yaitu agar
(1) Tes-tes laboratorium;
hasil pekerjaan:
(2) Pengawasan lapangan dan
- sesuai spesifikasi
(3) Pemeriksaan dimensi.
- berfungsi sesuai rencana.
Pemeriksaan dimensi dapat dilaksanakan dengan
Pengertian material atau bahan adalah
2 cara:
Bahan dasar untuk konstruksi, seperti
(1) Pemeriksaan dengan pengukuran
agregate halus, agregat kasar, semen dsb.
langsung (controlled by the Direct
Material-material ini sekurang-kurangnya harus
Measurement)
memenuhi syarat yang ditetapkan dalam
spesifikasi teknik. Kontrol material ini sangat
(2) Pemeriksaan dengan foto (Controlled
penting untuk menjamin keawetan bangunan
by the Photograph).
setelah konstruksi selesai dilaksanakan.
IDEA
Pemeriksaan Mutu Bangunan dan Saluran setelah selesai dikonstruksi
Untuk memeriksa mutu final dari masing-masing bangunan dan saluran yang sudah
selesai dibangun, dan memeriksa fungsi sebagaimana direncanakan, dilakukan dengan
pemeriksaan :
• Pemeriksaan dimensi dan
• Pemeriksaan mutu final
Pemeriksaan dimensi dilaksanakan dengan pengecekan ukuran masing-masing bangunan
dan saluran untuk mengetahui bahwa ukuran sudah sesuai dengan ukuran-ukuran
rencana. Karena setiap ukuran konstruksi/saluran direncanakan dengan memperhatikan
stabilitas, daya tahan dan fungsi, maka pengendalian yang ketat terhadap ukuran-ukuran
adalah mutlak untuk menjamjn dapat berfungsinya bangunan sesuai yang direncanakan
dan aman.
Pada pelaksanaan konstruksi bangunan irigasi, kadang-kadang beberapa kesalahan tidak
dapat ditemukan pada saat pelaksanaan pekerjaan, karena pengawasan mutu harus
dilakukan terhadap saluran dan bangunan irigasi yang begitu banyak dan terpencar-
pencar dalam daerah yang luas. Kesalahan-kesalahan ini dapat ditemukan melalui uji
coba pengoperasian pada masa pemeliharaan/masa jaminan (garansi). Ini adalah
IDEA
pengecekan mutu final terhadap fasilitas yang telah dibangun; oleh karena itu
pengecekan pada periode ini harus sangat teliti.
Rencana Pelaksanaan Kendali Mutu
Susunan Staf
Dengan terbatasnya jumlah anggota staf pengawas, maka pengaturan yang baik dalam
penyebaran staf untuk masing-masing pekerjaan pengawasan harus banyak
menyumbang kepada realisasi pekerjaan kendali mutu yang baik dilapangan.
Pekerjaan Tanah
- Untuk lokasi pekerjaan tanggul: 1 orang pengawas untuk 1 atau 2 lokasi pekerjaan yang
berdekatan;
- Pek. ditempat pengambilan : 1 pengawas untuk 1 atau 2 lokasi tempat pengambilan yang
berdekatan.
- Untuk lokasi pekerjaan galian: 1 orang pengawas untuk 3-4 lokasi yang berdekatan;
Pekerjaan – Pekerjaan Bangunan
- Untuk Pekerjaan2 biasa : 1 orang pengawas untuk 3-4 lokasi
pekerjaan yang berdekatan kecuali untuk
pekerjaan yang memerlukan kendali mutu secara
intensif, seperti pekerjaan pengecoran beton,
pekerjaan pemancangan tiang pancang dll.
IDEA
- Untuk pekerjaan dengan pengawasan intensif : 1 orang pengawas untuk 1 lokasi
pekerjaan;
Jenis Kendali Mutu TT
Kewajiban Team
Cek Material Tim tes Laboratorium
Cek Pekerjaan
Konstruksi
Tim tes Laboratorium
Cek laboratorium Cek Kualitas
Tim Pengawas
Cek lapangan
(supervise Pekerjaan)
Cek Dimensi
Tim Survey (cek elevasi
dan dimensi )
Cek dengan
pengukuran langsung
Tim Pengawas
Cek dengan Potret
Tim Pengawas
Cek mutu konstruksi
Tim Survey (cek elevasi
yang telah dibangun
dan Dimensi
Cek Dimensi
Tim Pengawas
Cek mutu final
Tim Pengawas
IDEA
Cek Operasi Team Pengukuran (cek
percobaan elevasi dan dimensi
Tim Pengawas
• Agar pengawas dapat menjalankan tugas pengawasan dengan
baik khususnya dalam pengawasan pekerjaan beton,
pengawas harus memahamai dasar¬dasar teknologi beton.
Pada uraian dibawah akan dibahas secara garis besar dasar-
dasar teknologi beton yang sangat diperlukan sebagai bekal
bag para pengawas lapangan. Cakupan bahasan akan meliputi:
bahan beton, sifat penting beton, desain campuran beton,
pengenadlian mutu beton secara umum, pengadukan dan
pengangkutan, pengecoran dan perawatan, bekesting dan
finishing serta pengenalan beberapa beton khusus.
DASAR TEKNOLOGI BETON
Sifat Umum Beton
Kelebihan dan kekurangan beton ditinjau dari penggunaan dan tujuan
konstruksi pada umumnya adalah sebagai berikut :
Kelebihan :
(1). Mempunyai daya tahan tinggi
(2). Mempunyai kekuatan tekan tinggi
(3). Melindungi tulangan baja dari karat
(4). Mudah dibentuk
(5). Relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan yang lain
Kekurangan :
(1). Kekuatan tarik rendah
(2). Mempunyai kemungkinan terjadi retak
(3). Bobotnya besar.
IDEA
Ada 5 macam material untuk beton yaitu semen, agregat kasar, agregat halus.air dan
kadang-kadang campuran tambahan. Apabila hal dipergunakan Portland Semen biasa
untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi, tes khusus untuk semen tidak disyaratkan.
Mutu beton akan banyak tergantung dari karakteristik dan mutu dari agregat kasar
dan halus, maka dituntut dilakukan tes-tes laboratorium terhadap agregat-agregat
tersebut.
Persyaratan Minimum
a) Air
- bersih dari kotoran-kotoran seperti minyak, garam-garam bahan-bahan organik,
dsb.
b) Agregat halus dan kasar
- bergradasi baik (well graded);
- bebas dari kotoran-kotoran seperti tanah liat, lanau (silt),bahan-bahan organik,
sampah, dan sebagainya.;
- mempunyai berat jenis yang cukup, dan mempunyai sifat awet (durability) yang
cukup.
KENDALI MUTU BETON PADA JARINGAN IRIGASI
Material Beton
Gudang Material
Penempatan Semen
Agregat Kasar Agregat Halus Agregat Kasar Agregat Halus
IDEA
Eskalasi/De-Eskalasi Harga
E = (UPN – UPO x EO)/ET
UPN = UPO x EO x K
E = (UPO x EO x K/ET) – (UPO x EO/ET)
= UPO x (K-1) x EO / ET
Dima na :
UPO = Nilai Harga Satuan Kontrak Semula
UPN = Nilai Harga Satuan Kontrak Tereskalasi
EO = Kurs pada saat 30 hari sebelum pembukaan penawaran
ET = Kurs pada saat bulan perhitungan eskalasi untuk bagian mata uang
asing.
IDEA
Pekerjaan pasangan batu adalah salah satu komponen penting dalam pekerjaan
konstruksi Sumber Daya Air khususnya untuk fasilitas irigasi. Kendali mutu pekerjaan
ini, agak sulit dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan tanah dan beton.
Pasangan batu terdiri dari 4 macam material:
(a) Air;
(b) Semen;
(c) Pasir dan
(d) Batu.
Persyaratan minimum untuk air, semen dan pasir , secara umum sama dengan persyaratan
untuk material beton.
Untuk bahan batu, harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:
-tahan terhadap udara dan air
- tahan terhadap asam dari airtanah
- tahan terhadap tekanan atau memiliki kuat tekan yang cukup
- tidak higroskopis /menyerap air
- bersih dari oksida besi dan mangan,
- tidak ada retak-retak, celah-celah, lobang-lobang.
Dan ukuran batu tidak boleh terlalu besar, maksimum sebesar 40 cm atau 2/3 tebal tembok
bagi konstruksi tembok atau lining.
PENGETAHUAN DASAR PEKERJAAN PASANGAN BATU
Material untuk pekerjaan pasangan batu
Pengadukan dengan mesin
Pemeriksaan langsung secara visual terhadap kwalitas dan kwantitas, bila perlu lakukan
pemeriksaan di tempat penggalian (quarry).
Pemeriksaan kwalitas, mencakup antara lain: adanya cacat-cacat, lapukan, retakan-retakan halus,
alur-alur/paritan, ukuran, bentuk dan volume.
- Pemeriksaan laboratorium mencakup antara lain:
1). Tingkat serap air (water absorption)
2). Berat jenis
3). Keawetan (durability)
4). Kuat tekan
5). Permeabilitas
6). Kekerasan
7). Pelapukan
8). Susunan mineral
9). Ketahanan terhadap api
10). Pengeringan (seasoning)
Jenis-jenis mortar:
- Mortar kapur : kapur + pasir
- Mortar tras : tras + kapur + pasir
IDEA
- Mortar semen (PC) : semen + pasir
- Mortar kapur semen: semen + kapur + pasir
- mortar tras semen : semen + tras + pasir
Pekerjaan Pasangan
Pasangan batu banyak digunakan pada bangunan-bangunan irigasi, baik dalam bentuk
pasangan batu secara utuh atau dikombinasikan dengan beton. Dalam pelaksanaannya
pekerjaan ini dilaksanakan setahap demi setahap, sesuai dengan kondisi dan tatacara
kerja yang berlaku. Sebagai contoh pekerjaan lining atau transisi yang duduk diatas tanah
timbunan, pelaksanaannya harus menunggu 1 sampai 2 bulan setelah penyelesaian
timbunan, untuk menghindarkan pecahnya pasangan akibat penurunan timbunan.
Disamping itu kadang-kadang adukan mortar yang digunakan untuk masing-masing
bagian bangunan berbeda satu sama lain sesuai dengan kondisi dan fungsi bangunan.
Untuk meningkatkan mutu pekerjaan, pekerjaan pasangan perlu didukung dengan
peralatan yang memadai, diantaranya penggunaan mesin pengaduk untuk mendaptkan
hasil adukan yang baik. Disamping itu pengawasan yang baik juga sangat diperlukan
untuk menjaga agar kwalitas sesuai dengan spesifikasi didalam kontrak.
Proses pengadukan dengan mesin akan menghasilkan campuran yang lebih baik dan
homogen akan tetapi memerlukan peralatan yang lebih mahal.
IDEA
Pemilihan campuran adukan ( jenis material dan porsi campuran ) dilakukan dengan dengan
memperhatikan:
1). Kemudahan pengerjaan/Workability, adukan harus memiliki Workability yang baik.
2). Sifat kuat,
3). Sifat kedap air
4). Sifat pengisapan air dari permukaan bahan pasangan.
5). Jenis bangunan/bagian bangunan.
Tehnik Pasangan
Untuk mendapatkan pasangan batu yang baik perlu didukung oleh :
- Peralatan yang memadai
- Tehnik pemasangan yang baik
- Penyesuaian kecepatan pengisapan air pemukaan dari batu
- Pemeliharaan/perawatan pasangan
- Tata cara kerja (organisasi tempat kerja)
Pekerjaan pasangan harus dikerjakan sesuai dengan gambar desain dan dapat memenuhi fungsinya,
hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Ukuran bangunan ( tinggi, tebal, panjang , lebar, kedalaman, dll)
- Elevasi bangunan (untuk bangunan air, harus akurat)
- Sudut kermiringan dan tegaknya
- Kwalitas bangunan (bahan, adukan, pemasangankerapian, dll)
IDEA
- Fungsi sebagian atau keseluruhan (pemeriksaan setelah selesai)
- Pemenuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang ada, dan lain-lain.
Siar, Batu Candi dan Batu muka
Siar (voeg) adalah selapis spesi setebal 1~3 cm yang melekatkan batu atau bata satu
dengan yang lain. Pada pasangan bata bentuk siar teratur berarah tegak dan horizontal,
sementara pada pasangan batu tidak teratur.
Apabila suatu pasangan direncanakan untuk difinishing dengan batu muka, sejak awal
sudah harus diperhitungkan ketebalan yang diperlukan untuk pemasanagn batu muka,
agar hasil akhir pasangan ukurannya sesuai dengan rencana. Pada bangunan irigasi atau
pengairan, umumnya batu muka yang dipakai ukurannya sebesar tempurung kelapa
sekitar 10 ~ 15 cm, dengan bentuk limas atau persegi.
Batu candi biasa dipasang pada
bangunan pengairan yang
dibangun dipalung sungai seperti
bendung. Tujuan pemasangan
adalah untuk melindungi
permukaan bangunan dari gerusan
aliran sungai yang membawa
angkutan sediment berupa kerikil
dan batu.
IDEA
Untuk bangunan pengairan umumnya dipakai pasangan batu
kali. Batu bata tidak dipakai karena: lunak, ringan, berpori,
kwalitas kurang baik.
Adukan yang dipakai umumnya dari campuran semen dan pasir,
dengan perbandingan sesuai dengan kebutuhan.
Untuk pasangan biasa, digunakan campuran 1 PC : 4 pasir;
Untuk pasangan dalam air digunakan campuran 1 PC : 2 pasir;
Untuk pasangan dalam air laut digunakan campuran 1 PC : 11/2
pasir.
PEKERJAAN PASANGAN PADA BANGUNAN PENGAIRAN
Umum
Maximum
ukuran batu
IDEA
Campuran
Adukan
Membasahi
Batu
Pengisian
adukandan
memasang
batu
IDEA
Siaran
IDEA
Pekerjaan Lining Pasangan Batu
Dalam hal saluran dengan lining pasangan batu, agak sukar untuk melakukan kendali
mutu selama pekerrjaan konstruksi, karena umumnya test mutu seperti
"compression test" untuk beton tidak dilaksanakan, dan hat ini menyebabkan sukar
untuk mengadakan "quantitative standard" dalam kendali mutu. Maka dari itu
diperlukan pemeriksaan "post-construction" yang seksama terhadap pekerjaan-
pekerjaan lining dari pasangan batu.
IDEA
Pekerjaan Konstruksi lain
Pekerjaan Saluran
Sesudah kontruksi saluran selesa,i masing-masing saluran harus diperiksa melalui inspeksi
lapangan dan pengukuran tampang lintang. Hal-hal yang perlu diperiksa saat inspeksi lapangan
adalah sebagai berikut:
- keadaan pemadatan tanggul
- keadaan tebing saluran
- keadaan tanaman rumput pada tebing saluran
- keadaan pekerjaan penyelesaian saluran (tidak ada sisa buangan tanah, tidak ada sisa galian,
perkuatan tebing saluran cukup baik, penggalian saluran gendong, dsb.)
- keadaan jalan inspeksi dan lapisan kerikil
- kebutuhan-kebutuhan bangunan tambahan seperti drainase silang, inlet drainasi, jembatan
pejalan kaki, dsb.
Items Timbunan/Tanggul Galian Keterangan
Elevasi + 10~20cm - 5 cm toleransi tambahan untuk timbunan/ tanggul
adalah tergantung pada tambahan tinggi
timbunan/tanggul (timbunan ekstra)
Dimensi + 10~30cm -5 cm toleransi tambahan untuk timbunan tanggul
IDEA
tergantung pada tambahan tinggi
timbunan/tanggul (timbunan ekstra)
Pekerjaan Konstruksi lain
a) Pemeriksaan pekerjaaan bangunan
Hal-hal penting dalam pengecekan mutu pekerjaan bangunan adalah sebagai berikut:
i) elevasi bangunan ;
ii) dimensi bangunan dan
iii) kwalitas bangunan untuk menjamin keawetan (durability) dan
berfungsi seperti rencana.
Items Toleransi Keterangan
Elevasi ± 1.0 cm
IDEA
Dimensi ± 5.0 cm dalam hal pintu dan bangunan ukur ± 1.0
cm
Bangunan Transisi
Timbunan kembali bangunan transisi harus ditebar dan dipadatkan dalam lapisan-
lapisan yang tipis dengan ketebalan 7 ~ 10 cm. Pemadatan material timbunan kembali
(backfilled) harus dilaksanakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada
tembok transisi, terutama didekat tembok transisi harus dilaksanakan dengan alat
tangan.
IDEA