Perencanaan Teknik Pembangunan Jembatan Dusun Selaba

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10323954000
Date: 13 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Landak
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Dan Perumahan Rakyat
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Pengadaan Langsung
Contract Type: Waktu Penugasan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 100,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 99,951,000
Winner (Pemenang): Bangun Inti Rekayasa
NPWP: 951450915701000
RUP Code: 59079521
Work Location: Kec. Ngabang - Landak (Kab.)
Participants: 1
Attachment
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)                           
                                                                              
                                                                              
                             Uraian Pendahuluan                               
                                                                              
1.  Latar Belakang S e k t o r prasarana merupakan salah satu urat nadi dalam pertumbuhan ekonomi
                wilayah, sehingga ketepatan penyediaannya melalui besarnya investasi adalah suatu
                hal yang sangat penting. Investasi jalan dan atau jembatan memiliki pengaruh yang
                luas baik bagi pengguna jalan dan/atau jembatan maupun bagi wilayah secara
                keseluruhan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat dalam penyelenggaraan
                jalan sehingga dapat mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan
                ekonominya.                                                   
                                                                              
                Kabupaten Landak dengan visi Terwujudnya Kabupaten Landak mandiri, Maju dan
                Sejahtera. Untuk mendukung visi tersebut maka Pemerintah Kabupaten Landak
                melalui salah satu Misi yaitu mewujudkan pembangunan infrastruktur untuk
                pemerataan kesejahteraan.                                     
                Untuk lebih mengoptimalkan kegiatan baik pembangunan, peningkatan serta
                pemeliharaan jembatan maka Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas
                Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Landak
                memandang perlu adanya perencanaan yang sistematis dan tepat guna pada
                kegiatan tersebut di atas, dengan harapan agar didapat hasil perencanaan matang
                yang memenuhi persyaratan dan kaidah-kaidah teknis dan dapat diaplikasikan di
                lapangan sebagai bagian dari kegiatan pembangunan transportasi yang berkualitas
                untuk mendukung geliat dan mobiliasi perekonomian masyarakat Landak.
                                                                              
2.  Maksud &    Maksud dari pekerjaan Perencanaan Teknik Pembangunan Jembatan Dusun Selaba
    Tujuan      ini adalah melaksanakan pekerjaan perencanaan teknis Jalan/jembatan sehingga
                didapat hasil perencanaan Jalan dan jembatan yang mencakup perencanaan teknik
                konstruksi, rincian dan rencana anggaran biaya,serta waktu pelaksanaan yang
                sesuai dengan persyaratan teknis maupun peraturan lainnya yang telah ditetapkan.
                                                                              
                Tujuan utamanya adalah didapatkan hasil perencanaan yang dapat diaplikasikan
                dengan baik di lapangan sehingga pekerjaan teknis dapat diselesaikan tepat waktu
                dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan serta tercapainya umur
                rencana sesuai yang diharapkan.                               
3.  Sasaran     Dengan adanya perencanaan ini diharapkan adanya hasil perencanaan teknis
                Perencanaan Teknik Pembangunan Jembatan Dusun Selaba yang baik agar dapat
                diaplikasikan dengan baik dan tepat guna sehingga mendukung tercapainya
                pelaksanaan fisik yang tepat waktu, konstruksi yang baik dan dapat
                dipertanggungjawabkan serta dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat
                khususnya masyarakat Kabupaten Landak                         
                                                                              
4.  Lokasi      KecamatanNgabang Kabupaten Landak Provinsi Kalbar             
    Pekerjaan                                                                 
                                                                              
5.  Sumber      Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:                 
    Pendanaan   DAU T.A 2025                                                  
                                                                              
6.  Nama &      Nama Pejabat Pembuat Komitmen :                               
    Organisasi  JAMELIUS, S.T, M.T (NIP. 1971 12 18 199903 1 006)             
    Pejabat                                                                   
    Pengguna     Satuan Kerja:                                                
    Anggaran    -  Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten
                   Landak                                                     
                               Data Penunjang                                 
                                                                              
7.  Data Dasar  -  SK Tentang Penetapan Ruas Jalan                            
                 - Lokasi dan Pagu Anggaran Pekerjaan                         
                -  Data Dasar Sarana dan Prasarana Jalan Kabupaten Landak     
                                                                              
8.  Standar Teknis Standar Teknis/Pedoman/Peraturan yang dipergunakan dalam Desain Perencanaan
                adalah sebagai berikut :                                      
                -  Bridge Management System (BMS) 1992 bagian BDC (Bridge Design Code)deng
                   an revisi pada :                                           
                   a)    Bagian 2 dengan Pembebanan Untuk Jembatan (SK.SNI T-02-
                         2005),sesuai dengan Kepmen PU No.498/KPTS/M/2005     
                   b)    Bagian 6 dengan Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SK.SNIT-
                         12-2004), sesuai Kepmen PU No. 260/KPTS/M/2004       
                   c)    Bagian 7 dengan Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan (SK.SNIT-
                         03-2005),     sesuai     Kepmen      PU       No.    
                         498/KPTS/M/2005b. Bridge Management System (BMS) 1992 bagian
                         BDM (Bridge Design Manual)                           
                -  Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung untuk Jembatan (SNI 03 –
                   3446 – 1994)                                               
                                                                              
                -  Tata Cara Perencana Teknis Pondasi Sumuran Untuk Jembatan (SNI 03 – 3447
                   – 19943 )                                                  
                -  Tata cara Perencanaan Teknis Pondasi Tiang Untuk Jembatan (SNI 03 – 6747 –
                   2002 )                                                     
                                                                              
                -  SNI 03-1725-1989, Pedoman perencanaan pembebanan jembatan jalan raya
                -  SNI 2838:2008, Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan
                                                                              
                -  SNI 03-2850-1992, Tata cara pemasangan utilitas di jalan   
                -  RSNI T-02-2005, Standar pembebanan untuk jembatan          
                -  RSNI T-03-2005, Standar perencanaan struktur baja untuk jembatan
                                                                              
                -  RSNI T-12-2004, Standar perencanaan struktur beton untuk jembatan
                -  Pd-T-13-2004-B, Pedoman penempatan utilitas pada daerah milik jalan
                                                                              
                -  Tata Cara Perencanaan Pembuatan Jalan diatas tanah Gambut dengan
                   Menggunakan Pondasi Galar Kayu ( 008/T/BM/1999)            
                -  Tata Cara Perencanaan Pembuatan Jalan di atas Tanah Gambut dengan
                   Menggunakan Pondasi Galar Kayu ( 008/T/BM/1999)            
                                                                              
                -  Tata Cara pelaksanaan Pembuatan Jalan di atas Tanah Gambut denggan
                   menggunakan Pondasi Galar Kayu ( 009/T/BM/1999)            
                -  Petunjuk Teknis Perencanaan jembatan kabupaten (016/t/Bt/1995)
                -  Pedoman Analisa Harga Satuan ( PAHS ) Dirjen Bina Marga Tahun 2010 Revisi
                   3                                                          
                                                                              
                -  Perencanaan Struktur Bertulang Untuk Jembatan Nomor : 009/BM/2008
                -  Petunjuk Teknis Rehabilitasi Jembatan Nomor : 020/BM/2009  
                                                                              
                -  Panduan Analisa Harga Satuan Binamarga Permen PU No. 1 Tahun 2022
                -  Piranti Lunak (Software) PAHS versi 5/update terakhir bidang Bina Marga
                                                                              
                -  Analisa/Pedoman terkait yang Terupdate dan diakui oleh pemerintah
9.  Studi-Studi Studi – studi terdahulu berupa salinan dokumen dan piranti lunak yang pernah
    Terdahulu   dihasilkan dari pekerjaan Jasa Konsultansi yang pernah dilaksanakan, seperti :
                rancangan, gambar-gambar, spesifikasi, disain, laporan dan dokumen-dokumen lain
                serta software, dapat dipergunakan sebagai studi Literatur untuk menunjang
                pelaksanaan pekerjaan ini, (setelah mendapatkan persetujuan/ Ijin tertulis PPK).
10. Referensi   -  Undang-Undang No 55 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak
    Hukum          yang telah diubah dengan Undang-Undang No 15 Tahun 2000.   
                                                                              
                -  Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan            
                -  Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan
                                                                              
                -  Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi    
                -  Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 Tentang
                   Penyelenggaraan Jasa Konstruksi                            
                                                                              
                -  Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2010 Tentang
                   Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 Tentang
                   Penyelenggaraan Jasa Konstruksi                            
                -  Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas
                   peraturan presiden No. 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang /jasa
                   pemerintah beserta petunjuk teknisnya                      
                -  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2012 Tentang Pedoman
                   Penetapan Fungsi Jalan dan Status Jalan                    
                                                                              
                -  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011 Tentang Tata
                   Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan                      
                -  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor :
                   19/PRT/M/2011 tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan
                   Teknis Jalan.                                              
                                                                              
                -  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor :
                   01/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum
                   dan Penataan Ruang                                         
                -  Permen PUPR No 33/PRT/M/2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK
                   Bidang Infrastruktur                                       
                -  Permen PUPR No 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan
                   Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum                            
                                                                              
                -  Referensi hukum lain yang berkaitan dan Update - nya       
                                                                              
                               Ruang Lingkup                                  
                                                                              
11. Lingkup     Lingkup Pekerjaan ini bertujuan membatasi kegiatan yang harus dilakukan penyedia
    Pekerjaan   jasa agar supaya sasaran yang akan dicapai dari pelaksanaan pekerjaan tersebut
                dapat terpenuhi.                                              
                                                                              
12. Keluaran3   Keluaran/Output yang dibuat oleh konsultan adalah :           
                Pengumpulan Data Lapangan, Survei Pendahuluan Untuk Jembatan  
                Survei pendahuluan disini dilakukan sebagai tahap awal untuk mendapatkan data-
                data lapangan yang diperlukan dalam proses perencanaan jembatan untuk
                pembangunan baru maupun penggantian jembatan, dengan kegiatannya
                diantaranya mencatat semua data padalokasi jembatan lama yang sudah ada
                maupun yang belum ada, guna menentukan perkiraan, saran yang diusulkan,
                meliputi:                                                     
                -  Survei Geometrik                                           
                   a)    Kegiatan yang dilakukan pada survei pendahuluan adalah
                         Mengidentifikasi/memperkirakan secara tepat penerapan desain
                         geometrik (alinyemen horizontal dan vertikal) berdasarkan
                         pengalaman dan keahlian yang harus dikuasai sepenuhnya oleh
                         Highway Engineer yang melaksanakan pekerjaan ini dengan
                         melakukan pengukuran-pengukuran secara sederhana dan benar
                         (jarak, azimut dan kemiringan dengan helling meter) dan membuat
                         sketsa desain alinyemen horizontal maupun vertikal secara khusus
                         untuk lokasi-lokasi yang dianggap sulit, untuk memastikan trase yang
                         dipilihakan dapat memenuhi persyaratan geometrikyang dibuktikan
                         dengan sketsa horizontal dan penampang memanjang rencana trase
                         jalan.                                               
                   b)    Didalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal dan vertikal
                         harus sudah diperhitungkan dengan cermat sesuai dengan kebutuhan
                         perencanaan untuk lokasi-lokasi: galian dan timbunan.
                   c)    Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu
                         mengambil keputusan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan
                         anggota team yang saling terkait dalam pekerjaan ini.
                                                                              
                   d)    Di lapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda berupa patok dan tanda
                         banjir, dengan diberi tanda bendera sepanjang daerah rencana dengan
                         interval 50 m untuk memudahkan tim pengukuran, serta pembuatan
                         foto-foto penting untuk pelaporan dan panduan dalam melakukan
                         survai detail selanjutnya.                           
                   e)    Dari hasil survei reconini, secara kasar harus sudah bisa dihitung
                         perkirakan volume pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan
                         perkiraan rencana biaya secara sederhana dan diharapkan dapat
                         mendekati desain final.                              
                -  Survei Topografi                                           
                   Kegiatan yang dilakukan pada survai topografi adalah :     
                   a)    Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan patok
                         beton Bench Mark diawal dan akhir Pelaksanaan.       
                                                                              
                   b)    Mengamati kondisi topografi.                         
                   d)    Mencatat daerah - daerah yang akan dilakukan pengukuran khusus
                         serta morfologi dan lokasi yang perlu dilakukan perpanjangan koridor.
                                                                              
                   e)    Membuat rencana kerja untuk survei detail pengukuran.
                   f)    Menyarankan posisi patok Benchmark pada lokasi/titik yang akan
                         dijadikan referensi.                                 
                                                                              
                -  Survei Rencana Jembatan                                    
                   Kegiatan yang dilakukan pada survei rencana jembatan adalah :
                   a)    Menentukan dan memperkirakan total panjang, lebar, kelas
                         pembebanan jembatan, tipe konstruksi, dengan pertimbangan terkait
                         dengan LHR, estetika, lebar sungai, kedalaman dasar sungai, profil
                         sungai/ada tidaknya palung, kondisi arus dan arah aliran, sifat-sifat
                         sungai, scouring vertikal/horisontal, jenis material bangunan atas yang
                         tersedia dan paling efisien.                         
                   b)    Menentukan dan memperkirakan ukuran dan bahan tipe abutmen,
                         pilar, fondasi, bangunan pengaman (bila diperlukan) dengan
                         mempertimbangkan lebar dan kedalaman sungai, sifat tebing, sifat
                         aliran, endapan/ sedimentasi material, benda hanyutan, scouring yang
                         pernah terjadi.                                      
                   c)    Memperkirakan elevasi muka jembatan dengan mempertimbangkan
                         MAB (banjir), MAN (normal), MAR (rendah) dan banjir terbesar yang
                         pernah terjadi.                                      
                                                                              
                   d)    Menentukan dan memperkirakan posisi/letak lokasi jembatan dengan
                         mempertimbangan situasi dan kondisi sekitar lokasi, profil sungai, arah
                         arus/aliran sungai, scouring, segi ekonomi, sosial, estetika yang terkait
                         dengan alinyemen jalan, kecepatan lalu lintas rencana, jembatan
                         darurat, pembebanan tanah timbunan dan quarry.       
                   e)    Dari hasil survei recon ini secara kasar harus sudah bisa dihitung
                         perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan
                         perkiraan rencana biaya secara sederhana dan diharapkan dapat
                         mendekati desain final.                              
                                                                              
                -  Survei Geologi dan Geoteknik                               
                   Kegiatan yang dilakukan pada survei pendahuluan geologi dan geoteknik adalah
                   :                                                          
                   a)    Mengamati secara visual kondisi lapangan yang berkaitan dengan
                         karakteristik tanah dan batuan.                      
                   b)    Mengamati perkiraan lokasi sum bermaterial (quarry) sepanjang lokasi
                         pekerjaan.                                           
                   c)    Memberikan rekomendasi pada Highway Engineerdan Bridge Engineer
                         berkaitan dengan rencana trase jalan dan rencana jembatan yang akan
                         dipilih.                                             
                                                                              
                   d)    Melakukan pemotretan pada lokasi lokasi khusus (rawan longsor,dll).
                   e)    Mencatat lokasi yang akan dilakukan pengeboran maupun lokasi untuk
                         test pit                                             
                                                                              
                   f)    Membuat rencana kerja untuk tim survei detail        
                -  Survei Hidrologi/ Hidrolika                                
                   Kegiatan yang dilakukan pada survai Hidrologi/Hidrolik adalah
                   a)    Mengumpulkan data curah hujan                        
                   b)    Menganalisa luas daerah tangkapan (catchment area).  
                                                                              
                   c)    Mengamati kondisi terain pada daerah tangkapan sehubungan dengan
                         dengan bentuk dan kemiringan yang akan mempengaruhi pola aliran
                   d)    Mengamati tata guna lahan                            
                                                                              
                   e)    Menginventarisasi bangunan drainase existing         
                   f)    Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting      
                                                                              
                   g)    Membuat rencana kerja untuk survei detail            
                   h)    Mengamati karakter aliran sungai/ morfologi yang mungkin
                         berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang diperlukan
                         untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan berikutnya.
                -  Survei Lingkungan                                          
                   Kegiatan yang dilakukan pada survei dampak lingkungan adalah:
                   a)    Inventarisasi terhadap zona lingkungan awal yang bertujuan untuk
                         mengidentifikasi komponen lingkungan yang sensitif, yang meliputi:
                                                                              
                   b)    Aspek Fisik,kimia dan biologi.                       
                   c)    Aspek social ekonomi dan budaya masyarakat.          
                                                                              
                   d)    Pencatatan lokasi bangunan bersejarah, kuburan, fasilitas umum dsb
                   e)    Pengambilan contoh air.                              
                                                                              
                   f)    Foto dokumentasi yang diperlukan sehubungan dengan analisa.
                   g)    Membuat rencana kerja untuk survei detail.           
                                                                              
                -  Foto Dokumentasi                                           
                   a)    Foto asli, perlu dilakukan sebagai bukti nyata kondisi lokasi jembatan
                   b)    Pengambilan medan yang difoto disarankan minimal 4 arah(dua
                         memanjang dan dua melintang)                         
                                                                              
                                                                              
                Saran dan catatan–catatan lain :                              
                Setiap masing masing kelompok kegiatan dan saran-saran diatas agar dibuatkan
                sketsa/denah serta catatan yang terkait dengan rencana item pekerjaan (misalnya
                lokasi jembatan, lokasi titik sondir dan bor, profil sungai serta data yang terkait
                dengan hidrologi secara visual dll) yang semuanya dilengkapi ukuran-ukuran
                (perkiraan) yang penting                                      
                -  Survei Topografi untuk jembatan                            
                   Survei topografi dilakukan sepanjang lokasi as jalan pada jembatan yang sesuai
                   dengan rencana lokasi jembatan yang dikehendaki. Pertimbangan lokasi
                   jembatan didasarkan rekomendasi dari Studi Kelayakan.      
                   Daerah sekitar sungai yang perlu diukur meliputi:          
                   a)    200 m pada kiri dan kanan sungai sepanjang jalan.    
                   b)    100 m pada kiri dan kanan as jalan pada daerah sungai
                   d)    50 m dari kiri dan kanan tepi sungai.                
                   Pekerjaan Topografi meliputi pekerjaan :                   
                   1.    Pekerjaan Perintisan                                 
                         a)   Pekerjaan perintisan berupa merintis atau membuka sebagian
                              daerah yang akan diukur sehingga pengukuran dapat berjalan
                              lancar.                                         
                                                                              
                         b)   Peralatan yang dipakai untuk perintisan adalah parang, kampak
                              dan sebagainya.                                 
                         c)   Perintisan diusahakan mengikuti koridor yang telah diplot diatas
                              peta topografi atau atas petunjuk Kepala Satker/Project officer.
                                                                              
                   2.    Pekerjaan pengukuran                                 
                         a)   Sebelum melakukan pengukuran harus diadakan pemeriksaan
                              alat yang baik yang sesuai dengan ketelitian alat dan dibuatkan
                              daftar hasil pemeriksaan alat tersebut.         
                         b)   Awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal
                              dan aman, dibuat titik tetap (BM) yang diambil dari titik
                              triangulasi atau lokal.                         
                         c)   Awal dan akhir kegiatan hendaknya diikatkan pada titik-titik tetap
                              (BM).                                           
                                                                              
                         d)   Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan
                              disepanjang rencana as jalan(mengikuti koridor rintisan) dengan
                              mengadakan pengukuran-pengukuran tambahan pada daerah
                              persilangan dengan sungai dan jalan lain sehingga
                              memungkinkan diperoleh as jalan sesuai dengan standar yang
                              ditentukan                                      
                              1)  Pengukuran Titik Kontrol Horizontal         
                                  - Pengukuran titik control dilakukan dalam bentuk
                                    poligon tertutup                          
                                  - Sisi poligon atau jarak antaratitik poligon maksimal 100
                                    meter diukur dengan peges ukur (meteran). 
                                  - Patok-patok untuk titik-titik poligon adalah patok kayu,
                                    sedang patok-patok untuk titik ikat adalah dari beton.
                                  - Sudut-sudut polygon diukur dengan alat ukur Theodolit
                                    jenisWild- T2.                            
                              2)  Titik-titik ikat (BM) harus diukur sudutnya dengan alat
                                  yang sama dengan alat pengukuran poligon, jaraknya
                                  diukur dengan pegas (meteran)/jarak langsung,ketelitian
                                  polygon adalah sebagai berikut              
                                  - Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”kali
                                    akar jumlah titik poligon.                
                                  - Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari5”.
                                  - Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal
                                    kegiatan, dan pada setiapjarak 5km (kurang lebih 60
                                    titik poligon) pada titik akhir pengukuran.
                                  - Pengamatan matahari pada tiap titik dilakukan dalam 4
                                    seri (4 biasa dan 4 luar biasa).          
                              3)  Pengukuran Titik Vertikal                   
                                  - Jenis alat yang digunakan untuk pengukuran
                                    ketinggian adalah cukup dengan alat water pass jenis
                                    NAK-2 atau yang setingkat.                
                                  - Untuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan
                                    double stand dengan perbedaan pembacaan maksimum
                                    2mm.                                      
                                  - Rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
                                    dalam arti pembagian skala jelas dan sama.
                                  - Setiapkali pengukuran dilakukan 3(tiga) pembacaan,
                                    benang atas, tengah dan bawah.            
                                  - Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT) dan Benang
                                    Bawah (BB), mempunyai control pembacaan :2BT=BA+
                                    BB.                                       
                                  - Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT) dan Benang
                                    Bawah(BB), mempunyai control pembacaan :2BT=BA+
                                    BB.                                       
                                  - Ketelitian pengukuran tidak boleh melampaui10 kali
                                    akar D.                                   
                                  - Referensi leveling menggunakan referensi koordinat
                                    geografis                                 
                                                                              
                              4)  Pengukkuran situasi (jika diperlukan)       
                                  - Pengukuran situasi dilakukan dengan alat Tachimetri
                                    (To).                                     
                                  - Ketelitian alat yang dipakai adalah10“.   
                                  - Pengukuran situasi daerah sepanjang rencana
                                    jalan harus mencakup semua keterangan yang ada
                                    didaerah tersebut.                        
                                  - Untuk tempat–tempat jembatan atau perpotongan
                                    dengan jalan lain, pengukuran harus diperluas (lihat
                                    pengukuran khusus).                       
                                  - Tempat-tempat sumber material jalan yang terdapat
                                    disekitar jalur jalan perlu diberi tanda diatas peta dan
                                    di photo (jenis dan lokasi material).     
                              5)  Pengukuran penampang melintang              
                                  - Pengukuran Penampang memanjang dilakukan di
                                    sepanjang sumbu rencana jalan.            
                                  - Alat yang digunakan adalah jenis Theodolit atau alat
                                    ukur lain yang mempunyai ketelitian yang sama.
                              6)  Pengukuran penampang melintang              
                                  - Pengukuran penampang melintang pada daerah yang
                                    datar dan landai dibuat setiap 50 m dan pada daerah-
                                    daerah tikungan/ pegunungan setiap 25m.   
                                  - Pada daerah yang menikung, dari as jalan kearah luar
                                    25m  dan kearah dalam75m. Lebar pengukuran
                                    penampang melintang 50 m ke kiri dan ke kanan as
                                    jalan.                                    
                                  - Khusus untuk perpotongan dengan sungai/ jalan
                                    dilakukan dengan ketentuan khusus (lihat pengukuran
                                    khusus).                                  
                                  - Alat yang digunakan adalah sejenis Wild–To.
                              7)  Pengukuran Khusus Jembatan                  
                                  - Pengukuran situasi daerah sepanjang jembatan harus
                                    mencakup semua keterangan yang ada disepanjang
                                    jalan dan jembatan, misalnya: rumah, pohon, pohon
                                    pelindung jalan, pinggir jalan, pinggir selokan, letak
                                    gorong-gorong serta dimensinya, tiang listrik, tiang
                                    telepon, batas-batas bangunan jembatan, sawah,
                                    kebun, arah aliran air dan lain sebagainya.
                                  - Patok Km dan Hm yang ada pada tepi jalan harus
                                    diambil dan dihitung koordinatnya. Ini dimaksudkan
                                    untuk memperbanyak titik referensi pada penemuan
                                    kembali sumbu jalan yang direncanakan.    
                                  - Daerah yang diukur 200 meter panjang masing-masing
                                    oprit jembatan, 100meter pada kiri dan kanan as jalan
                                    pada daerah sungai, 50 meter kiri dan kanan as jalan
                                    yang mencakup patok DMJ.                  
                                                                              
                              8)  Pemasangan patok-patok                      
                                  - Patok beton dibuat dengan ukuran 15x15x60 cm dan
                                    harus dipasang 2(dua) buah, masing-masing pada
                                    awal/akhir, dan pada patok antara, dipasang dengan
                                    interval 1km dan berpotongan antara rencana jalan
                                    dengan sungai 2 buah seberang – menyeberang.
                                  - Patok beton tersebut harus tertanam kedalam tanah
                                    45cm(yang terlihat diatas tanah ±15cm).   
                                  - Untuk  memudahkan pencarian patok kembali,
                                    sebaiknya pada pohon-pohon di sekitar patok diberi
                                    cat atau pita atau tanda- tanda tertentu misalnya….
                                    (nomor urut/ 2008).                       
                                  - Patok poligon maupun patok station diberi tanda cat
                                    kuning dengan tulisan hitam yang diletakan di sebelah
                                    kiri ke arah jalannya pengukuran.         
                                  - Khusus untuk profil memanjang titik-titiknya yang
                                    terletak di sumbu jalan diberi paku yang dilingkari cat
                                    kuning sebagai tanda.                     
                                                                              
                              9)  Perhitungan dan penggambaran peta           
                                  - Perhitungan koordinat polygon utama didasarkan pada
                                    titik–titik ikat yang dipergunakan.       
                                  - Penggambaran titik–titik poligon harus didasarkan
                                    pada hasil perhitungan koordinat, tidak boleh secara
                                    grafis                                    
                                  - Gambar ukur yang berupa gambar situasi dalam kertas
                                    millimeter dengan skala 1:1000 untuk situasi jalan dan
                                    skala1:500 untuk situasi jembatan.        
                                  - Ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar
                                    ukur begitu pula semua keterangan–keterangan
                                    penting. Ketinggian titik tersebut perlu dicantumkan.
                -  Survei Geoteknik Jembatan                                  
                   Penyelidikan geoteknik disini merupakan bagian dari penyelidikan tanah yang
                   mencakup seluruh penyelidikan lokasi kegiatan berdasarkan klasifikasi jenis
                   tanah yang didapat dari hasil tes dengan mengadakan peninjauan kembali
                   terhadap semua data tanah dan material guna menentukan jenis/ tipe pondasi
                   yang tepat dan sesuai tahapan kegiatannya, sebagai berikut:
                   1     Mengadakan penyelidikan tanah dan material di lokasi pelaksanaan
                         jembatan yang akan dibangun dengan menetapkan lokasi titik-titik bor
                         yang diperlukan langsung dilapangan                  
                                                                              
                   2     Melakukan penyelidikan kondisi permukaan air (sub-   
                         surface)sehubungan dengan pondasi jembatan yang akan dibangun.
                   3     Menyelidiki lokasi sumber material yang ada disekitar lokasi
                         pelaksanaan, kemudian dituangkan dalam bentuk penggambaran peta
                         termasuk sarana lain yang ada seperti jalan pendekat/oprit, bangunan
                         pelengkap/pengaman dan lain sebagainya.              
                   4     Pekerjaan pengambilan contoh dengan pengeboran (umumnya
                         terhadap undisturbed sampling) dimaksudkan untuk tujuan
                         penyelidikan lebih lanjut di laboratoryum untuk mendapatkan
                         informasi yang lebih teliti tentang parameter-parameter tanah dari
                         pengetesan Index Properties (Besaran Indeks) dan Engineering
                         Properties (Besaran Struktural Indeks).              
                                                                              
                   5     Penyelidikan tanah untuk desain jembatan yang umum dilaksanakan di
                         lingkungan Bina Marga dengan bentang >60m (relative dari 25m s/d
                         60m tergantung kondisi) digunakan bor-mesin (alat bor yang
                         digerakkan dengan mesin) dimana kapasitas kedalaman bor dapat
                         mencapai 40m disertai alat split spoon sampler untuk Standar
                         Penetration Test(SPT) menurut AASHTO T206–74. Sedangkan untuk
                         bentang<60m (relative dari 25m s/d 60m tergantung kondisi)
                         digunakan peralatan utama lapangan yang terdiri atas:
                         -    Alat sondir dengan bor tangan (digerakkan dengan tangan).
                              Pengeboran harus dilakukan sampai kedalaman yangditentukan
                              (bila tidak ditentukan lain) untuk mendapatkan letak lapisan
                              tanah dan jenis batuan beserta ukurannya dan harus mencapai
                              tanah keras/batu dan menembus sedalam kurang lebih3.00m.
                         -    Boring dan sampling harus dikerjakan dengan memakai ”Manual
                              Operated Auger” dengan kapasitas hingga kedalaman10m.
                         -    Alattes sondir type “Gouda” atau sejenisnya, antara lain “Dutch
                              ConePenetrometer” yang memakai sistem metrik dan harus
                              dilengkapi dengan “Friction Jacket Cone”, kapasitas tegangan
                              konus                                           
                                       2                                      
                         minimum250kg/cm dan kedalamannya dapat mencapai 25m. 
                   6     Pada setiap jembatan, penyelidikan tanah yang dibutuhkan pada masing
                         masing lokasi rencana pondasi harus sudah menetapkan penggunaan
                         jenis bor dan posisi lubang bor yang direncanakan serta jumlah titik bor
                         minimal satu titik boring, yaitu satu titik bor mesin atau satu set bor
                         tangan dan sondir, tergantung bentang rencana jembatannya. Hal ini
                         tergantung pada kondisi area (alam dan lokasi), kepentingan stuktur
                         dan tersedianya peralatan pengujian beserta teknisinya.
                                                                              
                   7     SPT dilakukan pada interval kedalaman 1,50m s/d 2,00m untuk
                         diambil                                              
                   8     Mata bor harus mempunyai diameter yang cukup untuk mendapatkan
                         undisturbed sample yang diinginkan dengan baik, dapat digunakan
                         mata bor steelbit untuk tanah clay,silt dan mata bor jenis corebarrel.
                   9     Digunakan casing (segera) bilamana tanah yang dibor cenderung
                         mudah runtuh.                                        
                                                                              
                   10    Untuk menentukan besaran index dan structural properties dari
                         contoh-contoh tanah, baik yang terganggu (disturbed) maupun yang
                         asli (undisturbed) tersebut diatas dan contoh material (quarry), maka
                         pengujian di laboratorium dikerjakan berdasarkan spesifikasi SNI, SK
                         SNI, AASHTO, ASTM, BS dengan urutan terdepan sebagai prioritas
                         pertamanya                                           
                   11    Laporan penyelidikan tanah dan material harus pula berisi ‘analisa dan
                         hasil’ daya dukung tanah serta rekomendasi jenis pondasi yang sesuai
                         dengan daya dukung tanah tersebut dan hasil bor log dituangkan dalam
                         bentuk tabel/formulir borlog dan form drilling log yang dilengkapi
                         dengan keterangan/data diantaranya tentang tipe bor yang digunakan,
                         kedalaman lapisan tanah, tinggi muka air tanah, grafik log, uraian
                         lithologi, jenis sample, nilai SPT, tekanan kekuatan (kg/cm2), liquid/
                         plastis limit, perhitungan pukulan (SPT)dan lain sebagainya. Hasil
                         pelaksanaan survai berdasarkan data yang didapat, dilakukan
                         pengujian laboratorium yang telah memenuhi persyaratan, untukjenis
                         pengujian tanah sampel ditunjukkan pada Tabel berikut :
                                                                              
                                               TABEL                          
                               SPESIFIKASI PENGUJIAN TANAH DI LABORATORIUM    
                                                                              
                         NO   PENGUJIAN        ACUAN             KET          
                                                                              
                         SIFAT INDEKS                                         
                                                                              
                         1    Kadar air  ASTMD2216-92                         
                         2    Batas susut ASTMD427-93                         
                         3    Batas plastis ASTMD4318-93     Fresh Condition  
                         4    Batas cair SK-SNIM-07-1989-F            o       
                                                             ovendried100 C   
                         5    Analisa    SNI-03-3423-1994                     
                              saringan                                        
                         6    Berat Jenis ASTMD854-92        Gunakan'         
                                                             Wetmethod'       
                         7    Berat isi  SNI-1742-1989                        
                         8    Chloride   K.H.Head,Vol.1,1984                  
                              Content                                         
                         9    Carbonate  K.H.Head,VolI, 1984                  
                              Content                                         
                         10   Sulphate   K.H.Head,Vol.1,1984 K.H.Head,Vol.1,  
                              Content                        1984             
                         SIFAT KUAT GESER TANAH                               
                         11   Direct Shear SNI03-2813-1992   Fresh  sample    
                                                             dengan           
                                                             Penjenuhan       
                                         ASTMD3080-90        Fresh  sample    
                                                             tanpa            
                                                             Penjenuhan       
                                                             Fresh  sample    
                                                                   o          
                                                             dioven70 C       
                                                             selama satu hari 
                         SIFAT PEMAMPATAN TANAH                               
                                                                              
                         12   Swelling   ASTMD4546-90        Fresh Condition- 
                                                                    o         
                                                             Dioven40 C dan   
                                                               o              
                                                             70 C   selama    
                                                             satu hari        
                         KEPADATAN                                            
                         13   Pemadatan                                       
                         SIFAT KELULUSAN                                      
                         14   Permeabilitas KH Head Vol.21984 Manual of Soil  
                                                             Laboratory       
                                                             Testing. Gunakan 
                                                             metode           
                                                                              
                                                             Falling Head     
                                                                              
                -  Survei hidrologi jembatan                                  
                   Survai hidrologi lengkap digunakan untuk melengkapi parameter-parameter
                   desain jembatan yang dalam hal ini jembatan yang dimaksud adalah jembatan
                   diatas lalu lintas sungai atau saluran air, untuk ini pengumpulan data untuk
                   analisa hihrologi perlu diperhatikan sebagai berikut:      
                   1     Karakteristik daerah aliran (CatchmentArea) dari setiap gejala aliran
                         yang harus dipelajari dengan cermat dari peta topografi maupun
                         pemeriksaan langsung di tempat yang meliputi data curah hujan,
                         tataguna lahan,jenis permukaan tanah, kemiringan dan lain-lain.
                   2     Karakteristik sungai yangmeliputi:                   
                         -    Kecepatan aliran dan gejala arah;               
                         -    Debit dan daerah pengaruh banjir                
                         -    Tinggi air banjir, air rendah dan air normal;   
                         -    Lokasi pengerusan (scouring) serta jenis/ sifat erosi maupun
                              pengendapan                                     
                         -    Kondisi aliran permukaan pada saat banjir.      
                   3     Analisa hidrologi yang diperlukan untuk jembatan yang melintas
                         sungai, sebelum tahap perhitungan/perencanaan hidrolika dari alur
                         sungai, adalah untuk menentukan:                     
                         -    Debit banjir dalam alur sungai jembatan atau debit maksimum
                              sungai selama periode ulang banjir rencana yang sesuai.
                         -    Perkiraan tinggi maksimum muka air banjir yang mungkin
                              terjadi dan semua karakteristiknya.             
                                                                              
                         -    Kedalaman air (air banjir, air rendah dan air normal)
                   4     Untuk menentukan elevasi tinggi muka jembatan diperlukan suatu
                         perkiraan tinggi maksimum banjir yang mungkin terjadi, ditetapkan
                         dan diperhitungkan dengan periode ulang banjir rencana atau dalam
                         kurun waktu rencana sebagai berikut:                 
                         -    Untuk jembatan panjang/besar (konstruksi khusus)
                              diperhitungkan dengan periode ulang100 tahunan. 
                                                                              
                         -    Untuk jembatan biasa/tetap termasuk gorong-gorong
                              diperhitungkan dengan periode ulang 50 tahunan. 
                         -    Untuk jembatan sementara, perlintasan saluran air dan
                              jembatan yang melintas diatasnya diperhitungkan dengan
                              periode ulang 25 tahunan.                       
                         -    Untuk keperluan analisa hidrologi ditetapkan dengan periode
                              ulang 50 tahunan.                               
                                                                              
                         -    Untuk perhitungan scouring berdasarkan jenis tanah dasar
                              sungai dan debit serta kecepatan aliran arus sungai.
                         -    Dalam menentukan besar debit banjir maksimum dalam kurun
                              waktu rencana tersebut, dipakai pendekatan berdasarkan
                              analisa frekwensi dari suatu data curah hujan lebat. Di sini
                              perlu ditinjau hubungan/korelasi antara curah hujan dan aliran
                              sungai.                                         
                                                                              
                         -    Metode untuk menentukan besar debit banjir tersebut
                              diklasifikasikan 3 cara yaitu :                 
                              1) Cara statistik/kemungkinan-kemungkinan;      
                                 -   Bersifat teoritis dan dalam peramalan debit
                                     banjir berdasarkan data – data banjir – banjir masa
                                     lalu                                     
                                 -   Memerlukan waktu yang agak lama karena   
                                     pengamatan didasarkan dari suatu aliran sungai
                                                                              
                              2) Cara hidrograf/sintetik;                     
                                 -   Cocok digunakan untuk daerah dengan aliran sungai
                                                   2                          
                                     s/d luas 5000km    sedang untuk ukuran   
                                              2                               
                                     s/d20000km bisa digunakan dengan membuat unit
                                     hidrograf untuk masing- masing anak sungai yang
                                     kemudian diambil rata-ratanya.           
                                 -   Cara ini dianggap paling baik untuk perhitungan
                                     debit                                    
                              3) Rumus empiris/metode rasional;               
                                 -   Metode perhitungannya sangat sederhana dan
                                     praktis.                                 
                                 -   Digunakan jika tidak terdapat data yang cukup.
                                 -   Umumnya dipakai didaerah dengan luas     
                                               2                              
                                     alirans/d25km (di perkotaan)             
                                 Catatan :                                    
                                 Dari ketiga metode tersebut, disarankan menggunakan cara
                                 pertama sebelum cara ke dua dan ke tiga, namun
                                 sangat tergantung pada ketersediaan data lapangan
                   5     Analisa drainase ditetapkan dengan kala ulang (return period) 25 tahun
                         dan 50 tahun yang pemilihannya terlebih dulu dikonsultasikan dengan
                         pihak Pemberi Tugas                                  
                   6     Dari hasil survai dan analisa yang dilakukan, antara lain dapat
                         ditentukan elevasi jembatan dan bangunan pengaman terhadap
                         gerusan, tumbukan air dan debris                     
                                                                              
                Perencanaan Teknis :                                          
                -  Perencanaan geometris (seperti perencanaan teknis pekerjaan jalan)
                -  Perencanaan perkerasan pada jembatan ( seperti perencanaan teknis pekerjaa
                   jalan)                                                     
                                                                              
                -  Pokok-pokok perencanaan                                    
                   Perencanaan jembatan dapat dilakukan menggunakan dua pendekatan dasar
                   untuk menjamin keamanan strukturalyang diijinkan, yaitu Rencana Tegangan
                   Kerja(WSD)dan Rencana Keadaan Batas (LimitState). Struktur jembatan yang
                   berfungsi paling tepat untuk suatu lokasi tertentu adalah yang paling baik
                   memenuhi pokok-pokok perencanaan berikut ini:              
                   1     Kekuatan dan stabilitas struktur                     
                   2     Kenyamanan bagi pengguna jembatan                    
                   3     Ekonomis                                             
                   4     Keawetan dan kelayakan jangka panjang                
                   5     Kemudahan pemeliharaan                               
                   6     Estetika                                             
                   7     Dampak lingkungan pada tingkat yang wajar dan cenderung minimal,
                         Untuk memenuhi pokok-pokok perencanaan tersebut, persyaratan
                         dalam perencanaan harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan Peraturan
                         perencanaan Jembatan BMS’92sebagai berikut:          
                         -    Persyaratan umum perencanaan                    
                         -    Persyaratan Analisa Struktur                    
                         -    Persyaratan Perencanaan Pondasi                 
                         -    Persyaratan Perencanaan Elemen Struktur Jembatan
                                                                              
                   Agar tingkat standar kualitas perencanaan tertentu sesuai persyaratan dapat
                   dicapai, maka panduan atau Manual Perencanaan Jembatan (Bridge Design
                   Manual) BMS’92 harus menjadi pegangan dalam menetapkan     
                   1     Metodologi Perencanaan                               
                   2     Pemilihan dan Perencanaan Struktur Jembatan          
                   3     Perencanaan Elemen Struktur Jembatan                 
                   4     Perencanaan Pondasi, Dinding Penahan Tanah dan Slope Protection
                   5     Dan lain sebagainya                                  
                -  Kriteria perencanaan                                       
                   1     Peraturan-peraturan yang dipergunakan                
                   2     Mutu material yang dipergunakan                      
                   3     Metode dan asumsi pada perhitungan                   
                   4     Metode dan asumsi dalam penentuan pemilihan type struktur atas,
                         struktur bawah dan pondasi                           
                   5     Metode pengumpulan datalapangan                      
                   6     Program computer yang dipergunakan dan validasi kehandalan yang
                         dinyatakan dalam bentuk bench mark terhadap contoh studi
                   7     Metode pengujian pondasi                             
                -  Pembebanan jembatan                                        
                   Beban-beban harus direncanakan berdasarkan aturan-aturan yang ada dalam
                   Peraturan Perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS’92, dan harus
                   merupakan kombinasi dari                                   
                   1     Beban berat sendiri                                  
                   2     Beban mati                                           
                   3     Beban pelaksanaan                                    
                   4     Beban lalu lintas                                    
                   5     Beban hidup                                          
                   6     Beban sementara                                      
                   7     Beban-beban sekunder dan primer                      
                -  Analisa struktur                                           
                   1     Perencanaan struktur jembatan harus didasarkan pada Peraturan
                         Perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS’92. Prinsip-prinsip
                         dasar untuk perencanaan struktur jembatan adalah Limit States atau
                         Rencana Keadaan Batas.                               
                                                                              
                   2     Analisis mencakup idealisasi struktur dan pondasi pada aksi beban
                         rencana sebagai suatu model numerik. Dari model tersebut gaya dalam
                         dan deformasi serta stabilitas keseluruhan struktur dapat dihitung.
                         Pendekatan analisis dapat menggunakan paket software struktur
                         komersil yang mana terlebih dahulu dilakukan validasi dengan
                         menggunakan contoh-contoh yang diketahui (dapat menggunakan
                         contoh dari text book) dan dilakukan pengecekan secara manual untuk
                         menyakinkan keakuratan hasil analisis.               
                         Untuk analisis struktur jembatan dapat dilakukan dengan
                         pendekatan:(1)Linear                                 
                   3     (1)Elastik, (2)Linear Dinamik, (3)Non-linear elastic, (4)Response
                         Spectrum, (5)Time History Analysis atau(6) pendekatan Plastisitas.
                         Penggunaan pendekatan analisis plastis harus mendapat persetujuan
                         dari pemberi tugas. Khusus untuk jembatan bersifat fleksibel seperti
                         jembatan gantung pejalan kaki, analisis terhadap aeroelastik perlu
                         dilakukan                                            
                   4     Penentuan kapasitas penampang dari elemen struktur jembatan
                         dapat menggunakan paket software komersil yang memiliki
                         kemampuan pengecekan terhadap parameter design sesuai dengan
                         peraturan perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS ’92.
                         Penggunaan paket software dengan standard selain Peraturan
                         Perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS’92 harus mendapat
                         persetujuan dari pemberi tugas.                      
                                                                              
                -  Tahapan perencanaan teknis jembatan                        
                   1     Pengumpulan dan Analisa Data Lapangan                
                         -    Survai pendahuluan (mengacu kepada POS Survei   
                              Pendahuluan)                                    
                         -    Survai lalu lintas(mengacu kepada POS Survei Lalu Lintas)
                         -    Pengukuran Geodesi (mengacu kepada POS Survei Geodesi)
                         -    Penyelidikan geoteknik/geologi (mengacu kepada POS Survei
                              Geoteknik)                                      
                         -    Survei hidrologi (mengacu kepada POS Survei Hidrologi)
                   2     Perencanaan Geometri dana linyemen jembatan          
                         -    Kendala alinyemen horizontal dan vertical       
                         -    Kendala geoteknik                               
                         -    Profil topografi                                
                         -    Kendala dibawah lintasan atau sungai/laut       
                         -    Tinggi permukaan air laut                       
                         -    Kebutuhan tinggi bebas vertical                 
                   3     Penentuan bentang dan lebar jembatan                 
                         -    Profil topografi                                
                         -    Kendala banjir tertinggi 50tahun terakhir       
                         -    Teknolgi konstruksi ( kemudahan pelaksanaan)    
                         -    Faktor ekonomis                                 
                         -    Kebutuhan lalu lintas berdasarkan hasil survei  
                         -    Prediksi lalu lintas masa depan                 
                         -    Kemungkinan dan kemudahan pelebaran jembatan pada
                              masaakan datang                                 
                   4     Pemilihan bentuk struktur jembatan                   
                         -    Kendala geometri                                
                         -    Kendala material dan ketersediaannya            
                         -    Kecepatan pelaksanaan                           
                         -    Kesulitan perencanaan dan pelaksanaa            
                         -    Pemeliharaan jembatan                           
                         -    Biaya konstruksi                                
                                                                              
                   5     Perencanaan struktur atas jembatan                   
                         Perencanaan struktur atas jembatan harus direncanakan sesuai
                         dengan aturan- aturan yang ditentukan dalam Peraturan Perencanaan
                         Jembatan (Bridge Design Code) BMS’92 atau peraturan lain yang
                         relevan yang disetujui oleh pemberi tugas. Prinsip prinsip dasar untuk
                         perencanaan struktur jembatan adalah Limit States atau Rencana
                         Keadaan Batas, dengan memperhatikan beberapa faktor berikut ini:
                         -    Pembebanan pada struktur atas jembatan harus dihitung
                              berdasarkan kombinasi dari semua jenis beban yang secara
                              fisika kan bekerja pada komponen struktur jembatan.
                              a) Kekuatan struktur atas jembatan harus direncanakan
                                 berdasarkan analisis struktur dan cara perhitungan gaya-
                                 gaya dalam yang ditetapkan di dalam standar/peraturan
                                 yang disebut diatas dan khususnya berhubungan dengan
                                 material yang dipilih.                       
                              b) Deformability, lawan lendut dan lendutan dari struktur
                                 atas jembatan harus dihitung dengan cermat, baik untuk
                                 jangka pendek maupun jangka panjang agar tidak
                                 melampau  inilah batas yang diijinkan oleh   
                                 standar/peraturan yang digunakan.            
                              c) Umur layan jembatan harus direncanakan berdasakan
                                 perilaku jangka panjang material dan kondisi lingkungan
                                 dilokasi jembatan yang diaplikasikan pada rencana
                                 komponen struktur jembatan khususnya selimut beton,
                                 permeabilitas beton, atau tebal elemenbaja, terhadap resiko
                                 korosi ataupun potensi degradasi meterial    
                                                                              
                   6     Perencanaan struktur bawah jembatan                  
                         Struktur bangunan bawah harus direncanakan secara benar terhadap
                         aspek kekuatan dukung dan stabilitas, sebagai akibat beban struktur
                         atas dan tekanan tanah vertikal ataupun horisontal dan harus
                         mengikuti aturan-aturan yang ditentukan dalam Peraturan
                         Perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS’92, faktor-faktor
                         yang perlu diperhatikan adalah                       
                         -    Struktur bawah jembatan harus direncanakan untuk
                              menanggung beban struktur atas melalui komponen tumpuan,
                              yang sudah merupakan kombinasi terbesar dari semua beban
                              struktur atas, beserta beban-beban yang bekerja pada struktur
                              bawah yaitu: tekanan tanah lateral, gaya-gaya akibat aliran air,
                              tekananair, gerusan, tumbukan serta beban-beban sementara
                              lainnya yang dapa bekerja pada komponen struktur bawah.
                         -    Kekuatan struktur bawah harus ditentukan berdasarkan analisis
                              struktur dan cara perencanaan kekuatan yang ditetapkan di
                              dalam peraturan yang berhubungan dengan material yang
                              digunakan.                                      
                         -    Perletakan jembatan harus direncanakan berdasarkan asumsi
                              yang diambil di dalam modelisasi struktur dengan
                              memperhatikan kekuatan dan kemampuan deformasi  
                              komponen perletakan seperti karet elastomer yang mengacu
                              kepada SNI03-4816-1998“ Spesifikasi bantalan karet untuk
                              perletakan jembatan”.                           
                                                                              
                         -    Deformasi yang potensial terjadi khususnya penurunan harus
                              diperhatikan di dalam perencanaan struktur bawah.
                              Penurunan harus diantisipasi dan dihitung dengan cara
                              analisis yang benar berdasarkan data geoteknik yang akurat,
                              dimana pengaruh dari potensial penurunan diferensial dari
                              struktur bawah, bila ada harus diperhitungkan dalam
                              perencanaan struktur atas.                      
                         -    Jika gerusan dapat mengakibatkan terkikisnya sebagian tanah
                              timbunan di atas atau di samping suatu bagian struktur bawah
                              jembatan maka pengaruh stabilitas dari massa tanah harus
                              diperhitungkan secara teliti                    
                         -    Umur layan rencana struktur bawah harus direncanakan
                              berdasarkan perilaku jangka panjang material dan kondisi
                              lingkungan khususnya bila berada di bawah air yang
                              diaplikasikan pada rancangan komponen struktur bawah
                              khususnya selimut beton, permeabiitas beton atau tebal elemen
                              baja terhadap resiko korosi ataupun potensi degradasi material.
                                                                              
                   7     Perencanaan pondasi jembatan                         
                         Struktur bangunan bawah harus direncanakan secara benar terhadap
                         aspek kekuatan dukung dan stabilitas, sebagai akibat beban struktur
                         atas dan beban struktur atas dan harus mengikuti aturan-aturan yang
                         ditentukan dalam Peraturan Perencanaan Jembatan (Bridge Design
                         Code) BMS’92, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah
                         -    Analisis dapat dilakukan terpisah atau terintegrasi dengan
                              analisis struktur jembatan. Penggunaan paket software
                              komersil, harus dilakukan validasi terlebih dahulu dengan
                              menggunakan contoh dari text book dan dicek secara manual
                              untuk mendapatkan keyakinan.                    
                         -    Pondasi jembatan pada umumnya dapat dipilih dari jenis:
                              a) Pondasi dangkal/pondasi telapak              
                              b) Pondasi caisson                              
                              c) Pondasi tiang pancang (jenis end bearing atau friction)
                              d) Pondasi Tiang Bor                            
                              e) Pondasi jenis lain yang dianggap sesuai      
                         -    Penentuan jenis dan kedalaman pondasi dilakukan berdasarkan
                              kondisi lapisan tanah dan kebutuhan daya dukung untuk
                              struktur bawah serta batasan penurunan pondasi. Secara
                              umum  kondisi  dan kendala lapangan yang harus  
                              dipertimbangkan adalah                          
                              a) Pembebanan dari struktur jembatan            
                              b) Daya dukung pondasi yang dibutuhkan          
                              c) Daya dukung dan sifat kompresibilitas tanah atau batuan
                              d) Penurunan yang diijinkan dari strukturatas/bawah
                                 jembatan                                     
                              e) Tersedianya alat berat dan material pondasi  
                              f) Stabilitas tanah yang mendukung pondasi      
                              g) Kedalaman permukaan air tanah                
                              h) Perilaku aliran air tanah                    
                              i) Perilaku aliran air sungai serta potensi gerusan dan
                                 sedimentasi                                  
                              j) Potensi penggalian atau pengerukan dikemudian hari yang
                                 berdekatan dengan pondasi                    
                         -    Khususnya untuk penggunaan pondasi tiang, penentuan jenis
                              dan panjang tiang harus dilakukan berdasarkan kondisi
                              lapangan dilokasi rencana jembatan, khususnya kondisi
                              planimetri serta berdasarkan atas evaluasi yang cermat dari
                              berbaga informasi karakteristik tanah yang tersedia,
                              perhitungan kapasitas static vertikal dan lateral, dan/atau
                              berdasarkan riwayat/pengalaman sebelumnya.      
                                                                              
                   8     Perencanaan jalan pendekat                           
                         -    Perencanaan jalan pendekat jembatan termasuk komponen
                              pelatinjak harus memperhatikan kesinambungan ukuran dan
                              ketinggian jembatan. Apabila jalan pendekat dibuat dari tanah
                              urugan maka harus diperhatikan potensi penurunan jangka
                              panjang dari lapisan tanah pendukung/atau urugan tanah yang
                              menjadi tumpuan perkerasan jalan pendekat.      
                         -    Potensi penurunan tanah harus dihitung secara cermat
                              berdasarkan hasil penyelidikan tanah.           
                   9     Perencanaan bangunan pelengkap dan pengaman          
                                                                              
13. Peralatan,  Fasilitas yang diberikan Pejabat Pembuat Komitmen terkait :   
    Material,   - Data- data awal perencanaan (Basic Price, Lokasi, Biaya)    
    Personel dan                                                              
                - Hasil Kajian/Studi-studi Terdahulu yang berkaitan (Jika ada)
    Fasilitas dari                                                            
    Pejabat     - Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan)           
    Pembuat                                                                   
                - PPK akan menunjuk petugas lapangan atau wakilnya yang bertindak sebagai
    Komitmen                                                                  
                  pengawas atau pendamping (countepart) dalam rangka pelaksanaan jasa
                  konsultansi                                                 
                - Peralatan dan Material tidak disediakan oleh PPK.           
14. Peralatan dan Penyedia Jasa Konsultansi wajib menyediakan Peralatan Teknik (survey/tes) yang
    Material dari menunjang kegiatannya :GPS, Theodolite, Uji Sondir (Boring) serta alat penunjang
    Penyedia Jasa kegiatan lainnya yang diperlukan.                           
    Konsultansi                                                               
15. Lingkup     Kewenangan dan Tanggung Jawab Konsultan (Penyedia Jasa):      
    Kewenangan  -   Perencana harus profesional dan beritikad baik            
    Penyedia Jasa                                                             
                -   Perencana harus mengikuti peraturan – peraturan dan kaidah kaidah teknik
                    yang berlaku dalam proses pelaksanaan tugasnya            
                -   Konsultan harus berpengalaman dan kompeten di bidang perencanaan
                    jembatan, dibuktikan dengan disediakannya Tenaga Ahli yang bersertifikasi
                    keahlian yang sesuai yang diterbitkan oleh organisasi atau lembaga yang
                    berwenang dan terakredetasi (sesuai Personil yg diminta dalam KAK ini)
                -   Produk dari Kegiatan Perencanaan yang dilakukan oleh Konsultan merupakan
                    hak milik PPK terkait (Owner) dan wajib diserahkan sesuai jangka waktu yang
                    ditetapkan dalam KAK ini                                  
                                                                              
                Konsultan dilarang untuk menyebarluaskan /mendistribusikan Produk dari hasil
                kegiatan Konsultansi ini kepada Pihak Lain tanpa izin dari PPK.
                                                                              
16. Jangka Waktu Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah 30 ( Tiga Puluh ) hari kalender sejak
    Penyelesaian diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)             
    Pekerjaan                                                                 
17. Personel dan Non Personil :                                               
                                                                              
                                                                              
                                   PERSONIL                                   
     No               Personil dan Kualifikasi              Volume            
    (I)  Tenaga Ahli                                                          
                                                                              
         1  Team Leader (TL)                        1 Orang  x  1   Bulan     
            Pendidikan     : S1/ Setara                                       
                                                                              
            Jurusan        : Teknik Sipil                                     
                                                                              
            Keahlian       : SKA Ahli Muda Teknik                             
                           Jembatan                                           
            Pengalaman                                                        
                           : Minimal 3 Tahun                                  
            Status Tenaga Ahli                                                
                           : Tetap/Tidak Tetap                                
         2  Ahli Geoteknik                          1 Orang  x  15  Hari      
                                                                              
                                                                              
            Pendidikan                                                        
                           : S1/ Setara                                       
            Jurusan                                                           
                           : Teknik Sipil/ Teknik                             
            Keahlian        Geologi/Geoteknik                                 
            Pengalaman     : SKA Ahli Muda Teknik                             
                            Geoteknik                                         
            Status Tenaga Ahli                                                
                           : Minimal 1 Tahun                                  
                           : Tetap/Tidak Tetap                                
                                                                              
                                                                              
                                                                              
                                                                              
    (II) Tenaga SubProfesional                                                
         1  Surveyor                                3 Orang  x  10  Hari      
                                                                              
            Pendidikan     : D3/S1                                            
            Jurusan        : Teknik Sipil                                     
                                                                              
            Pengalaman     : D3/S0 (>3 Thn)/S1 (0-3 Thn)                      
                                                                              
            Status Tenaga Sub : Tetap/Tidak Tetap                             
            Profesional                                                       
                                                                              
         2  CAD Operator                            1 Orang  x  15  Hari      
            Pendidikan     : D3/S1                                            
            Jurusan        : Teknik Sipil                                     
                                                                              
            Pengalaman     : D3/S0 (5-10 Thn)/S1 (0-3 Thn)                    
                                                                              
            Status Tenaga Sub : Tetap/Tidak Tetap                             
            Profesional                                                       
                                 NON PERSONIL                                 
                                                                              
     (I) Sewa Kendaraan                                                       
         1  Roda 2                                  3 Unit   x   1  Bulan     
     (II) Sewa Peralatan Kantor/Penunjang                                     
         1  Printer Laser Jet A-3                   1 Unit   x  15  Hari      
         2  GPS                                     1 Unit   x  10  Hari      
         3  Uji Sondir (Boring)                     2 Titik  x   1  Laporan   
         4  Theodolite                              1 Unit   x  10  Hari      
    (III) Biaya Pelaporan                                                     
         1  Laporan Pendahuluan                                  1  Buku      
         2  Laporan Antara                                       1  Buku      
         3  Laporan Akhir                                        1  Buku      
         4  Laporan Digital (Flash Disk 16 Gb)                   1  Buah      
                                                                              
                                                                              
18  Jadwal Tahapan Jadwal Pelaksanaan kegiatan diatur berdasarkan waktu dan penugasan personil
    Pelaksanaan menurut Tahapan Perencanaan Teknis Jadwal Tahapan Pelaksanaan Tersebut diatas
    Pekerjaan   harus diselesaikan dalam jangka waktu penyelesaian kegiatan selama 30 ( Tiga
                Puluh ) hari kalender                                         
19  Laporan     Laporan Pendahuluan memuat :                                  
    Pendahuluan I   GAMBARAN UMUM                                             
                    a)      latar belakang                                    
                    b)      maksud dan tujuan                                 
                    c)      data kontrak                                      
                    d)      lingkup dan tahapan pekerjaan                     
                            Kondisi Geografis, Keadaan Sosial Budaya, Kondisi Iklim, Kondisi
                            Hidrologi                                         
                    e)      peta lokasi pekerjaan                             
                    f)      sistematika laporan pendahuluan                   
                II  METODOLOGI                                                
                    a)      umum                                              
                    b)      tahapan pelaksanaan pekerjaan                     
                    c)      pekerjaan persiapan                               
                    d)      studi pendahuluan                                 
                            inventarisasi data dan studi terdahulu, penyusunan rencana
                            kerja, penyusunan laporan pendahuluan             
                    e)      survai dan penyelidikan lapangan                  
                    f)      analisis data                                     
                    g)      desain perencanaan                                
                III RENCANA KERJA                                             
                    a)      tugas dan tanggung jawab personil                 
                    b)      struktur organisasi tim perencana                 
                    c)      program kerja                                     
                    d)      jadwal rencana kerja                              
                    e)      jadwal rencana penugasan personil                 
                Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 ( Tiga Puluh ) hari kalender
                sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan           
                                                                              
20. Laporan Antara Laporan Antara memuat :                                    
                Hasil Pengumpulan Data lapangan, meliputi Hasil kegiatan pelaksanaan Survey
                Pendahuluan, Survey Topografi, Survey Geoteknik Jalan, Survey Ruas Jalan
                berdasarkan Koordinat GPS disertai pemasangan Patok-patok Pengukuran, Foto
                Dokumentasi Eksisting Lapangan, Dokumentasi Pekerjaan dan hasil Perekaman
                kondisi lapangan (dalam bentuk Video yang dikumpulkan jadi satu kesatuan dalam
                laporan digital/flashdisk), semua hasil data survey yang autentik turut dilampirkan
                dalam laporan.                                                
                                                                              
21. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat:                                       
                Laporan Final dari seluruh kegiatan yang berisi seluruh muatan dari awal pekerjaan
                hingga akhir pekerjaan setelah dilakukan revisi dan penyempurnaan laporan
                sebelumnya dalam bentuk : Perencanaan Teknis, meliputi: Perencanaan Teknis
                Geometrik, Perencanaan Perkerasan, Perencanaan Struktur Bangunan Pelengkap
                (apabila ada), Penggambaran, Perhitungan Kuantitas Pekerjaan dan Perhitungan
                Biaya Pelaksanaan                                             
                                                                              
22  Laporan Digital Laporan Digital memuat :                                  
                Semua dokumen yang tertuang dalam setiap laporan. Disimpan dengan rapi dalam
                folder sesuai urutan permintaan dalam flasdisk                
                                                                              
                                                                              
                                                                              
                               Hal – Hal Lain                                 
                                                                              
23. Produksi dalam Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
    Negeri      wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
                dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.     
                                                                              
24. Persyaratan Jika kerja sama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan
    Kerja       kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi:
    sama                                                                      
                                                                              
25. Pedoman     Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut: 
    Pengumpulan                                                               
    Data Lapangan                                                             
                                                                              
26. Alih        Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan
    Pengetahuan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personel
                satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen berikut:                
                                                                              
                                                                              
                                                                              
                                 PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN                     
                          DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN            
                            PERUMAHAN RAKYAT KABUPATEN LANDAK                 
                                    TAHUN ANGGARAN 2025                       
                                                                              
                                                                              
                                                                              
                                                                              
                                      JAMELIUS, S.T, M.T                      
                                  NIP. 1971 12 18 199903 1 006
Tenders also won by Bangun Inti Rekayasa