| 0859021644119000 | Rp 775,870,000 | |
| 0022952774121000 | - | |
| 0869405357119000 | - | |
CV Js Group | 08*3**6****19**0 | - |
| 0608439808119000 | - | |
CV Calanda Java Energy | 00*5**9****25**0 | - |
| 0020717054101000 | - | |
| 0702785866113000 | - | |
| 0425702024119000 | - | |
PT Indo Limas Konstruksi | 01*7**8****07**0 | - |
Rehab Berat Jembatan Titi Panjang Kec. Padang Tualang
PENDAHULUAN
Maksud dari pendahuluan adalah pekerjaan awal dari semua pekerjaan. Metode
Pelaksanaan adalah suatu metode yang dibuat agar pelaksanaan sesuai dengan
spesifikasi teknis, gambar rencana kerja serta kuantitas yang diberikan sehingga bisa
terlaksana dengan optimal. Pada pekerjaan Rehab Jembatan tersebut dan. setelah
melihat kondisi yang ada di Bill of Quantity.
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi base camp, pembuatan Kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi
proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan
sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas.
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai
disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi
isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan.
Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan struktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada
dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang
terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
Material dan Penyimpanan
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan
standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai
petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan untuk proses
pembuatan Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat.
Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk
dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
Alat-alat yang digunakan adalah: Dump Truck 8 ton, Excavator, Dump truck 3-
4m3,6 ton, Motor Greader, Tandem Roller, Water Tanker Truck, Vibrator Roller,
Concrete Mixer, Wheel Loader, Alat Bantu.
Papan Nama Proyek
a. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
pekerjaan.
c. Bahan yang dipakai : kayu kaso, baliho dan lain-lain.
d. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
e. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai
kontrak proyek dengan bobot pekerjaan.Pekerjaan Dokumentasi ini dilaksanakan
dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek Pekerjaan
dokumentasi harus bisa menunjukkan foto 0%, 50%, 100%, dan back up data
harus sesuai dengan kondisi lapangan.
URAIAN METODE
Metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada Peningkatan
Struktur Jalan Provinsi diuraikan sebagai berikut : Pelaksanaan pekerjaan dilapangan
dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang telah ditunjuk dan
diawasi langsung oleh konsultan, pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan
spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen
kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk
dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan
keinginan pemilik proyek.
Sebelum sesuatu pekerjaan dilaksanakan, perlu disusun dulu langkah – langkah atau
tahapan pelaksanaan pekerjaan. Namun juga dipersiapkan metode – metode dan
beberapa peralatan kerja yang digunakan. Adapun langkah – langkah pelaksanaan
pekerjaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ini :
URAIAN/ PENJELASAN
Uraian atau penjelasan dari item-item pekerjaan serta Jadwal Pelaksanaan
Pekerjaan tersebut diatas dapat di lihat di Kurva S.dan untuk uraian dan
penjelasanya adalah sebagai berikut
DIVISI 1
U M U M
U r a i a n
Dalam item pekerjaan umum ini menjelaskan pekerjaan seperti : Mobilisasi
dan Manajemen Keselamatan Lalu Lintas, meliputi pekerjaan pendahuluan untuk
mendukung pekerjaan awal, dalam pekerjaan awal tahapan yang dilakukan seperti
1.2. MOBILISASI.
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam kontrak ini akan
tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana
disyaratkan di bagian-bagian lain dari Dokumen Kontrak, dan secara umum harus
memenuhi berikut:
o Mobilisasi dan Demobilisasi Personil dan Peralatan.
Mobilisasi dan Demobilisasi. Mobilisasi mencakup mobilisasi personil teknik
dan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. semua Personil Penyedia Jasa
sesuai dengan struktur organisasi pelaksana yang telah disetujui
oleh Direksi pekerjaan termasuk para pekerja yang diperlukan dalam
pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam Kontrak termasuk, tetapi tidak
terbatas. Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) sesuai
dengan ketentuan yang disyaratkan dalam Personil Ahli K3 atau Petugas K3
sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dari Spesifikasi ini dan Manajer
Kendali Mutu (Quality Control Manager, QCM) sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan dari Spesifikasi ini. Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan namun ketentuan ini hanya
berlaku untuk pentahapan mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya,
dan harus sudah diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap pengadaan jasa
pemborongannya. Pengaturan mobilisasi secara bertahap ini tidak menghapuskan
denda sesuai Pasal akibat keterlambatan mobilisasi setiap tahapannya sesuai
jadwal yang disepakati dan merupakan bagian yang tidak terpisah dari Kontrak.
Setiap tahapan Mobilisasi peralatan Utama harus terlebih dulu diajukan
permohonan mobilisasinya oleh Penyedia jasa. kepada Direksi pekerjaan paling
sedikit 30 hari sebelum tanggal rencana awal mobilisasi setiap peralatan utama
tersebut.
Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
tercantum dalam suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan tersebut
akan digunakan menurut Kontrak ini. Direksi pekerjaan perlu melakukan
monitoring/ harian atas rencana mobilisasi hingga terlaksananya mobilisasi
peralatan utama beserta personil operator terkait dengan lengkap dan baik.
Dalam segala hal.
Mobilisasi personil dan peralatan utama yang dilakukan secara bertahap dan
terjadwal tidak boleh melampaui dua pertiga periode pelaksanaan konstruksinya.
Demobilisasi (Pengembalian untuk Semua) seperti semula Pembongkaran tempat
kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir kontrak, termasuk pemindahan semua
instalasi, personil, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula atau seperti
awal sebelum Pekerjaan dimulai.
o Pemeriksaan lapangan.
Pengukuran dan Pematokan dilakukan sesuai dengan bestek yang telah
disetujui dan disaksikan oleh PPK, Asisten Teknis, Pengawas dan Konsultan, atau
wakilnya di lapangan. Menyediakan personil ahli teknik untuk memperlancar
pelaksanaan pekerjaan sehingga diperoleh
mutu, dan dimensi sesuai yang disyaratkan dalam ketentuan.
Pada awal pelaksanaan pekerjaan, personil tersebut disertakan dalam
pelaksanaan suatu survei lapangan yang lengkap dan menyiapkan laporan hasil
survei lapangan untuk menentukan kondisi fisik struktur jembatan. Laporan survey
diserahkan ke Direksi Pekerjaan untuk direvisi minor jika ada perubahan dari
perencanaan awal dan menyelesaikan serta menerbitkan detail pelaksanaan
sebelum kegiatan pelaksanaan dimulai.
Selanjutnya personil tersebut disertakan dalam pematokan (staking out) dan
survei seluruh proyek. Survei dilaksanakan di bawah pengawasan Asisten Teknis,
Pengawas dan Konsultan atau wakilnya dilapangan, yang menjamin bahwa semua
kondisi yang ada telah dicatat dengan baik dan teliti. Formulir pelaporan kondisi
tersebut dalam format yang dapat diterima Direksi Pekerjaan.
o Pengukuran dan Pematokan kembali.
Pengukuran dan pematokan kembali dilakukan setelah pihak penyedia jasa
menerima Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan (SPMK) dari pihak pengguna
jasa (Pejabat Pembuat Komitmen). Dari pihak penyedia
jasa terdiri dari tim teknis yang akan melakukan pengukuran ulang di lokasi
kegiatan dengan melakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar jalan/
jembatan, melakukan pengukuran ulang kondisi eksisting jalan. Pada tiap – tiap
lokasi pembangunan jalan / jembatan dibuat patok pengenal. Setelah dilakukan
pengukuran dan pematokan pihak penyedia jasa meminta persetujuan pihak
pengguna jasa terhadap hasil pematokan yang telah dilakukan untuk dibuat shop
drawing pekerjaan tersebut.
o Pembersihan lokasi pekerjaan.
Setelah shop drawing pekerjaan digambarkan dan mendapat persetujuan dari
pihak Direksi Teknis maka pihak penyedia jasa melakukan pembersihan lokasi
pekerjaan. Lokasi pekerjaan dibersihkan dari sampah-sampah atau bahan lainnya
yang dapat menggangu pelaksanaan pekerjaan.
o Pembuatan direksi keet.
Pembuatan direksi keet ditujukan agar alat – alat pertukangan dapat
disimpan dengan aman di lokasi ruang penyimpanan pada direksi keet, sebagai
tempat kerja dari tim teknis kontraktor agar dapat mengkoordinir pelaksanaan
pekerjaan.
o Material dan Penyimpanan.
Bahan / Matrial yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui
spesifikasi dan standard yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan
lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material yang akan digunakan
untuk proses pembuatan Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di
lokasi setempat.
Penyimpanan bahan harus sedemikian rupa sehingga mutunya terjamin dan
terpelihara.dan jika bahan kita di tumpuk ( stockpiles ) terutama berbagai jenis
Agregrat yang akan di pergunakan juga harus dijaga dari Segredasi dan Kadar
Air yang berlebihan
o Kantor dan Laboratorium Lapangan serta Fasilitasnya.
Tahap berikut ini penentuan lokasi kantor lapangan dan fasilitasnya
(basecamp), pembuatan Kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek dan
kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai dengan
tahapan pelaksaan pekerjaan.
Laboratorium Lapangan, yaitu tempat meletakkan peralatan laboratorium
yang setiap saat diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand
Cone, timbangan dan alat lainnya.
Kantor Lapangan harus sesuai dengan Speksipikasi serta mempertimbangkan
aspek gender. Kantor lapangan juga harus menyediakan ruangan yang
dipergunakan untuk rapat kemajuan Pekerjaan.
o Administrasi dan Dokumentasi.
Pekerjaan administrasi dan dokumen ini seperti Pemasangan Papan Nama
Proyek, Pembuatan Laporan dan Buck Up Data dilaksanakan dari awal kontrak
proyek berjalan sampai selesai kontrak proyek dengan bobot pekerjaan. Pekerjaan
Dokumentasi ini dilaksanakan dari awal kontrak proyek berjalan sampai selesai
kontrak proyek Pekerjaan dokumentasi harus bisa menunjukkan foto 0%, 50%,
100%, dan back up data harus sesuai dengan kondisi lapangan.
1.8.(1 ). MANAJEMEN KESELAMATAN LALU LINTAS.
Pelaksanaan pekerjaan jalan dan Jembatan harus memperhatikan keselamatan
pengguna jalan dengan penempatan perlengkapan jalan secara jelas sesuai dengan
peraturan. Rambu dan perangkat yang digunakan pada lokasi pekerjaan sangat
penting sebagai alat komunikasi kepada pengguna jalan. Tanda peringatan dipasang
di tempat yang seharusnya, pekerjaan jalan harus dilakukan sesuai dengan Rencana
Manajemen Keselamatan Lalu Lintas ( RMKL ) yang mana pelaksanaa RMKL harus
berdasarkan analisa arus lalu lintas tingkat Makro dan juga Mikro dan tidak hanya
terfokus di daerah konstruksi.
RMKL harus di susun oleh Tenaga Ahli Keselamatan Jalan. Suatu segmen jalan
harus diberi tanda peringatan menyebabkan pengemudi/pengendara waktu malam
tidak terkejut saat jatuh kembali ke permukaan jalan lama dengan kecepatan
tinggi.Langkah-langkah menyediakan rambu yang jelas, dengan delineasi yang tepat
dan pembatasan kecepatan yang jelas, tidak sulit dan dapat dilakukan dengan biaya
kecil. Rencana Manajemen dan Keselamatan Lalu-lintas (RMKL). Bahan dan
peralatan
Rambu panah berkedip
Rambu suar berkedip portable
Rambu konstruksi dan pengalihan
Rambu tetap
Penghalang lalu-lintas
Marka sementara
Warning tape
Dalam pekerjaan jalan dan Jembatan Pelaksana/Kontraktor memenuhi ketentuan
keselamatan, menjaga keselamatan semua orang yang berhak ada di lapangan
pekerjaan. menyediakan pagar, penerangan, penjagaan dan pengawasan pekerjan
sampai selesai dan sampai penyerahan, menyediakan fasilitas sementara (jalan, lajur
pejalan kaki, penjaga dan pagar) apabila diperlukan, dalam melaksanakan
pekerjaan.Kegiatan malam hari harus menggunakan penerangan dan/atau sistem
reflektif yang disetujui oleh direksi teknis.
SKh-1.22. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
Penyediaan Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri:
1. Penyusunan pelaporan penerapan SMKK
2. Spanduk (Banner)
3. Papan Informasi Keselamatan konstruksi
4. Tali Keselamatan (Life Net)
5. Topi pelindung (Safety Helmet)
6. Sarung tangan (Safety Gloves)
7. Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
8. Rompi keselamatan (Safety Vest)
9. Rambu informasi
DIVISI 3.
PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK.
3.1( 4 ) Galian Struktur dengan kedaoaman 0 -2 m
Sebelum kita melaksanakan suatu pekerjaan terlebih dahulu kita harus
mengajukan Request for working kepada Asisten Teknis dan Pengawas Lapangan .
Selanjutnya setelah kita mendapatkan persetujuan dari Asisten Teknis dan
Pengawas Lapangan baru kita lanjutkan pada pekerjaan Tanah dan Geosintetik
yang mencakup Galian Biasa pada pekerjaan Galian Struktur segala jenis tanah
dalam batas pekerjaan yang disebut atau ditunjukkan dalam Gambar untuk
Struktur. Setiap galian yang didefinisikan sebagai Galian Biasa atau Galian Batu
atau Galian Perkerasan Beton tidak dapat dimasukkan dalam Galian Struktur.
Galian Struktur terbatas untuk galian lantai beton pondasi jembatan,
tembok penahan tanah beton, dan Struktur beton perniktil beban lainnya selain yang
disebut dalam spesifikasi ini. Pekerjaan galian Struktur juga meliputi: penimbunan
kembali dengan bahan yang disetujui oleh Asisten Teknis, pembuangan bahan
galian yang tidak terpakai; semua keperluan drainase, pemompaan, penimbaan,
penurapan, penyokong; pembuatan tempat kerja atau cofferdam beserta
pembongkarannya.
Tahapan Pekerjaan :
1. Sebelum melaksanakan pekerjaan galian type ini terlebih dahulu Penyedia
Jasa memberitahu Direksi Pekerjaan bahwa pekerjaan galian segera
dimulai.
2. Semua peralatan dan perlengkapan untuk menggali dan mengangkut
tanah hasil galian disediakan terlebih dulu. Gambar kerja, alat-alat yang
sesuai bestek,
3. Untuk pengangkutan kami membuat jalur kendaraan sendiri dengan
mempertimbangkan keadaan tanah yang ada.
4. Pelaksana membawa gambar kerja untuk mengarahkan pada mandor
yang selanjutnya diteruskan kepada para pekerja supaya dalam
pelaksanaan tidak melenceng dari gambar.
5. Pekerja menggali menggunakan cangkul, gancu bila ada akar atau batu
besar harus diambil, agar dalam pekerjaan pasangan tidak mengganggu.
6. Tanah hasil galian dengan Excavator langsung dibawa/diangkut
menggunakan Bulldozer ke tempat pembuangan yang telah disetujui oleh
Direksi pekerjaan.
7. Galian tanah dibuat dengan kemiringan sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk dari Direksi pekerjaan.
8. Galian dikerjakan dengan hati-hati agar tidak merusak konstruksi/
struktur tanah di bawah tanah yang digali. Apabila dalam pelaksanaan
9. galian terlalu dalam, maka kami akan mengurug kembali bagian yang
terlalu dalam dan dipadatkan sehingga struktur tanah tidak mudah
longsor.
10. Pekerja dilengkapi dengan perlengkapan keamanan, seperti : helm
proyek, sepatu boot, sarung tangan dan safety bel untuk mencegah hal-
hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).
11. Jadwal pekerjaan efektif 7 jam kerja dalam 1 hari, dimulai dari pukul
07.00 s/d 16.00 dan bila dipandang perlu karena pekerjaan tidak
memenuhi target pada jadwal pelaksanaan, maka diadakan jam
tambahan/ lembur.
12, .Pelaksana selalu mengawasi pekerjaan yang sedang berlangsung,
sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan cepat dan efisien.
13. .Setelah pekerjaan galian selesai kami memberitahukan kepada Direksi
pekerjaan untuk diadakan pengukuran pekerjaan galian apakah sesuai
dengan rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
3.2.(4). PENIMBUNAN KEMBALI BERBUTIR (Granular Backfill)
Pekerjaan Penimbunan
Pekerjaan penimbunan baik dengan tanah hasil galian ataupun dengan bahan
yang didatangkan dari luar harus dikerjakan lapis demi lapis dan tiap lapis
harus didapatkan baik-baik. Tebal maksimum tiap lapis harus disesuaikan
dengan kemampuan peralatan yang digunakan, secara umum tebal tiap lapis
tidak boleh lebih dari 30 Cm.
Pekerjaan Pemadatan
Cara-cara dan peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pemadatan harus
disesuaikan dengan jenis dan letak dari tanah yang akan dipadatkan. Untuk
pemadatan ringan dapat digunakan portable soil compactor. Penggunaan alat-alat
penumbuk konvensional dengan berat 15-20 kg hanya dapat digunakan dalam hal-
hal tertentu dengan persetujuan Direksi. Pemadatan tanah/pasir selalu disertai
dengan penyiraman secukupnya untuk mencapai kepadatan optimal. Tempat-
tempat yang berair harus dikeringkan dahulu sebelum dilakukan pemadatan.
Lumpur-lumpur yang terjadi akibat genangan air harus dikeluarkan dan
diganti dengan tanah/bahan lain yang disetujui. Utuk mendapatkan hasil
pekerjaan timbunan dari tanah galian yang baik yang memnuhi syarat standar
mutu
o Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan
nilai kepadatan yang sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)
o Bahan timbunan (hasi galian) memenuhi syarat, bebas dari material
organic kotoran, akar, rumpu top soil.
o Bahan timbunan yang kami pergunakan telah disetujui Direksi
Pekerjaan. Pemadatan dilakukan dengan manual.
DIVISI 5
PERKERASAN BERBUTIR
5.1.(2). LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS B
Setelah pekerjaan Divisi 3 selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan
pekerjaan lapis pondasi agregat kelas B, kami juga harus melampirkan request
kepada Asisten Teknis dan Pengawas untuk mendapat persetujuan. Setelah
mendapatkan persetujuan maka pekerjaan Lapis Pondasi Agregrat Kls. B segera
dilaksanakan. adapun Pelaksanaan pekerjaan Lapis Pondasi Agergrat Kls. B sebagai
berikut Dump Truck mengangkut agregat ke lokasi pekerjaan.
Material ditumpuk-tumpuk dan disusun sepanjang lokasi pekerjaan
diarahkan oleh mandor dan pekerja. Motor Grader menghampar tumpukan
material LPA klas B menurut elevasi dan garis kemiringan melintang dan
memanjang (sesuai patok per 25 meter sepanjang pekerjaan).
Menghampar lapis pondasi agregat kelas B adalah mutu lapis pondasi atas
untuk suatu lapisan di bawah lapisan beraspal. Persiapan yang dilakukan dalam
pekerjaan ini adalah kontraktor harus menyiapkan dalam penggunaan setiap
bahan untuk pertama kalinya sebagai lapis pondasi agregat, dua contoh masing-
masing 50 kg bahan untuk dilakukan uji laboratorium terhadap persyaratan bahan,
pernyataan perihal asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk lapis
pondasi agregat, dan hasil pengujian laboratorium yang membuktikan bahwa sifat-
sifat bahan yang ditentukan terpenuhi. Kontraktor harus mengirim berikut di
bawah ini dalam bentuk tertulis segera setelah selesainya setiap segment
pekerjaan dan sebelum persetujuan diberikan untuk penghamparan bahan lain di
atas Lapis Pondasi Agregat, hasil pengujian kepadatan dan kadar air seperti yang
disyaratkan dan hasil pengujian pengukuran permukaan dan data hasil survey
pemeriksaan yang menyatakan bahwa toleransi yang disyaratkan dipenuhi.
Lapis pondasi agregat tidak boleh ditempatkan, dihampar, atau
dipadatkan sewaktu turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah
hujan atau bila kadar air bahan jadi tidak berada dalam rentang yang ditentukan.
Perbaikan terhadap lapis pondasi agregat yang tidak memenuhi ketentuan,
dilakukan sebagai berikut ini : lokasi hamparan dengan tebal atau kerataan
permukaan yang tidak memenuhi ketentuan toleransi yang disyaratkan, atau yang
permukaannya menjadi tidak rata baik selama pelaksanaan atau setelah
pelaksanaan, harus diperbaiki dengan membongkar lapis permukaan tersebut dan
membuang atau menambahkan bahan sebagaimana diperlukan, kemudian
dilanjutkan dengan pembentukan dan pemadatan kembali.
Lapis pondasi agregat yang terlalu kering untuk pemadatan, dalam hal
rentang kadar air seperti yang disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru
bahan tersebut yang dilanjutkan dengan penyemprotan air dalam kuantitas yang
cukup serta mencampurnya sampai rata, lapis pondasi agregat yang terlalu basah
untuk pemadatan seperti yang ditentukan dalam rentang kadar air yang
disyaratkan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut secara berulang-
ulang pada cuaca kering dengan peralatan yang disetujui disertai waktu jeda
dalam pelaksanaannya.
Alternatif lain, bilamana pengeringan yang memadai tidak dapat
diperoleh dengan cara tersebut di atas, maka bahan tersebut dibuang dan diganti
dengan bahan kering yang memenuhi ketentuan, perbaikan atas lapis pondasi
agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat-sifat bahan yang disyaratkan,
dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan disertai penyesuaian kadar air
dan pemadatan kembali, pembuangan dan penggantian bahan, atau menambah
suatu ketebalan dengan bahan tersebut. Pencampuran bahan untuk memenuhi
ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi crushing plant atau
pencampur yang disetujui, dengan menggunakan cara mekanis yang telah
dikalibrasi untuk memperoleh campuran dengan proporsi yang benar. Tidak
dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.
Bilamana lapis pondasi agregat akan dihampar pada perkerasan jalan
lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan lama harus diperbaiki
terlebih dahulu. Lokasi yang telah disediakan untuk pekerjaan lapisan pondasi
agregat, harus disiapkan dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu. Bilamana
lapis pondasi agregat akan dihampar langsung di atas permukaan perkerasan
aspal lama.
Maka harus diperlukan penggaruan atau pengaluran pada permukaan
perkerasan aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih baik. Lapis pondasi
agregat harus dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang merata dan harus
dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan. Setiap lapis harus
dihampar pada suatu operasi dengan takaran yang merata agar menghasilkan
tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bilamana akan
dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut harus diusahakan
sama tebalnya, lapis pondasi agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah
satu metode yang disetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel
agregat kasar dan halus. Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang
dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.
Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus
dipadatkan menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan
disetujui, hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimum
seperti yang ditentukan. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari
bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas
kadar air optimum, dimana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh
kepadatan kering maksimum yang ditentukan. Operasi penggilasan harus dimulai
dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan, dalam
arah memanjang. Operasi penggilasan harus dilanjutkan sampai seluruh bekas
roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Bahan
sepanjang kerb, tembok, dan tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas harus
dipadatkan dengan timbris mekanis atau alat pemadat lainnya yang disetujui.
Jumlah data pendukung pengujian bahan yang diperlukan untuk
persetujuan awal harus mencakup seluruh jenis pengujian yang disyaratkan
minimum 3 contoh yang mewakili sumber bahan yang diusulkan. Setelah
persetujuan mutu bahan lapis pondasi agregat yang diusulkan, seluruh jenis
pengujian bahan akan diulangi lagi, bila terdapat perubahan mutu bahan atau
metode produksinya.
Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan harus
dilaksanakan untuk mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke
lokasi pekerjaan. Pengujian lebih lanjut harus dilakukan untuk setiap 1.000 m3
bahan yang diproduksi paling sedikit harus meliputi tidak kurang dari 5 pengujian
indeks plastisitas, 5 pengujian gradasi partikel, dan 1 penentuan kepadatan kering
maksimum. Pengujian CBR harus dilakukan dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan.
Kepadatan dan kadar air bahan yang dipadatkan harus secara rutin diperiksa.
Pengujian harus dilakukan sampai seluruh kedalaman lapis tersebut pada lokasi
yang ditetapkan, tetapi tidak boleh berselang lebih dari 200 m.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada
direksi untuk disetujui
- Sebelum gmelaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dibuatkan pengujian
material (job mix design) agregat kelas B yang akan digunakan pada saat
pelaksanaan sesuai spesifikasi teknik yang disyaratkan.
- Material agregat kelas B dicampur di base camp dengan menggunakan wheel
loader dengan komposisi sesuai job mix design yang telah disetujui kemudian
material agregat kelas B dibawa kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck.
- Material agregat kelas B dihampar dengan alat motor grader dan denagn
ketebalan padat sesuai gambar.
- Hamparan pondasi agregat disiram dengan air dengan menggunakan water tank
truck dan dipadatkan dengan menggunakan vibratory roller dan pemadatan
teraknir dengan alat pneumatic tire roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
- Setelah pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan pengetesan kepadatan lapangan
dengan test SAND CONE untuk mengetahui kepadatan yang disyaratkan dalam
spesifikasi teknik.
DIVISI 7.
S T R U K T U R
'7.1 (6a). Beton struktur, fc’25
Setelah pekerjaan Divis 7 ('7.4 (2) dan '7.3 (1)) selesai. Selanjut nya Jembatan dengan
Beton mutu sedang (25 MPa) merupakan beton mutu sedang yang bersifat structural
yang digunakan untuk beton bertulang seperti bangunan jembatan, lantai, dan
perkerasan beton semen. Dalam kegiatan ini beton mutu sedang diperuntukkan untuk
struktur bangunan Atas jembatan (Lantai Jembatan). Pekerjaan ini juga sudah
termasuk papan perancah untuk bakesting acuan pengecoran.
Pengecoran tidak boleh dimulai sebelum pekerjaan acuan dan pekerjaan persiapan
seperti yang dirinci dibuat dan disetujui oleh Asisten Teknik. Dan Pengawas
Lapangan Seluruh pemasangan tulangan harus disetujui oleh Asisten Teknik dan
diperlengkapi dengan cukup jumlah tulangan beton sehingga pengecoran dan
pemadatan beton tidak menyebabkan penggeseran tulangan atau menyebabkan
tulangan terIalu dekat dengan permukaan luar beton.
Persiapan-Persiapan
Sebelum mulai pengecoran, semua peralatan, material dan tenaga kerja harus ada
pada pos-pos yang tepat dan peralatan harus dalam kondisi yang bersih dan siap untuk
digunakan. Permukaan dalam acuan harus dibersihkan dari material lepas, debu serta
potongan-potongan kawat/baja. Acuan yang dibuat dari kayu dan yang mungkin
menyerap air harus dibasahi sampai kenyang dengan air.
Pemakaian bahan pembantu untuk memudahkan pembongkaran acuan sesudah beton
mengeras harus dilaksanakan dengan hati-hati sedemikian sehingga tidak akan
mengganggu ikatan antara tulangan baja dan beton. Permukaan beton yang sudah
mengeras didekatnya akan dicor dengan beton yang masih segar harus dibuat kasar,
dan dibersihkan dahulu darl material lepas dan material yang mudah pecah dan telah
disiram dengan air sampai kenyang air.
Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, baja tulangan dan benda lain yang
harus dimasukkan kedalam beton (seperti pipa atau selongsong)) harus sudah
dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. Acuan yang
dibuat dapat dari kayu atau baja dengan sambungan dari adukan yang kedap dan kaku
untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecoran.
Pemadatan dan perawatan, dan acuan dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar
tanpa merusak beton. Segera sebelum beton dimulai, acuan harus dibasahi dengan air
atau diolesi minyak disisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.
Bahan dan material yang telah disetujui dicampur dan diaduk menggunakan Concrete
Mixer dilokasi pekerjaan, kemudian campuran beton dituang kedalam acuan.
Pelaksanaan Proses Pengecoran
Kecuali bila disetujui oleh Asisten Teknik, maka pengecoran harus dilakukan
pada waktu siang hari. Seandainya diperlukan pengecoran pada waktu malam, semua
penerangan dan peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan harus dipersiapkan
dengan baik. Pengecoran harus dilakukan segera sesudah proses pengadukan telah
selesai dan sebelum beton telah mengeras. Keterlambatan pada pengecoran akan
diijiinkan dalam batas-batas yang ditetapkan sebelumnya (hal yang darurat), beton
masih dapat dikerjakan tanpa penambahan air.
Pengecoran dan pengerjaan beton harus diakhiri dalam periode 20 menit sesudah
beton telah meninggakan mesin
pengaduk, kecuali apabila digunakan bahan tambahan untuk memperlambat proses
pengerasan beton. Pelaksanaan pengecoran beton harus dilaksanakan sehingga tidak
terjadi pemisahan material. Adukan beton tidak diizinkan untuk ditumpuk dalam
jumlah besar dalam satu tempat yang harus diratakan pada seluruh Acuan kemudian.
Dinding beton harus dituang/dicor dalam lapis horizontal, lapis demi lapis, setiap lapis
pada seluruh panjang.Lantai Jembatan
Peralatan yang digunakan adalah :
Mixer.
Truk Mixer.
Water Tank.
7.3.( 1). Baja Tulangan Polos BjTP 280
Sebenarnya Pekerjaan Penulangan Baja Polos dilaksanakan sebulum Pengecoran
Beton untuk Fc, 25 Mpa dilaksanakan dan seterusnya dan seperti biasa sebelum kita
masuk pada pekerjaan selanjutnya terlebih dahulu kita mengajukan Request For
Working kepada Asisten Teknik dan Pengawas Lapangan dan setelah mendapatkan
izin kita melanjutkan pada Pekerjaan ini mencangkup pengadaan dan pemasangan
baja tulangan untuk (Lantai Jembatan).
Tahapan Pekerjaan :
1. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
2. Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai gambar
rencana.
3. Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi
bagian luar baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air tanah
atau yang lainnya.
Penulangan
Setelah acuan selesai, maka harus diolesi dengan minyak bekisting atau oli bekas.
Setelah itu mulai dipasang baja tulangan dalam acuan tersebut, dengan
memperhatikan selimut tebal selimut beton dengan menahan baja tulangan dengan
beton decking. Mutu beton decking harus lebih tinggi dari beton yang akan dicor.
Prosedur Pekerjaan pekerjaan penulangan yaitu:
1. Menyiapkan material baja tulangan sesuai dengan ukuran dan gambar yang
sudah direncanakan.
2. Menyiapkan lokasi untuk pemotongan dan perakitan tulangan.
3. Menyiapkan peralatan dan tenaga penulangan sesuai dengan yang
dibutuhkan.
4. Pastikan perakitan tulangan dengan bendrat bersilang tumpang tindih.
5. Potong dan rakit pembesian dengan sesuai ukuran gambar rencana.
6. Menyiapkan lokasi pemasangan panel rakitan pembesian di lapangan bersih
dari segala kotoran.
7. Pastikan posisi ikatan antar besi tulangan sudah cukup kuat dan pada
tempatnya.
7.3.( 4). Baja Tulangan Sirip BjTS 420B
Sebenarnya Pekerjaan Penulangan Baja Polos dilaksanakan sebulum Pengecoran
Beton untuk Fc, 30 Mpa dan fc 20 Mpa dilaksanakan dan seterusnya dan seperti
biasa sebelum kita masuk pada pekerjaan selanjutnya terlebih dahulu kita
mengajukan Request For Working kepada Asisten Teknik dan Pengawas Lapangan
dan setelah mendapatkan izin kita melanjutkan pada Pekerjaan ini mencangkup
pengadaan dan pemasangan baja tulangan untuk (Lantai Jembatan).
Tahapan Pekerjaan :
4. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan
kepada direksi untuk disetujui.
5. Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai gambar
rencana.
6. Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi
bagian luar baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air tanah
atau yang lainnya.
Penulangan
Setelah acuan selesai, maka harus diolesi dengan minyak bekisting atau oli bekas.
Setelah itu mulai dipasang baja tulangan dalam acuan tersebut, dengan
memperhatikan selimut tebal selimut beton dengan menahan baja tulangan dengan
beton decking. Mutu beton decking harus lebih tinggi dari beton yang akan dicor.
Prosedur Pekerjaan pekerjaan penulangan yaitu:
8. Menyiapkan material baja tulangan sesuai dengan ukuran dan gambar yang
sudah direncanakan.
9. Menyiapkan lokasi untuk pemotongan dan perakitan tulangan.
10. Menyiapkan peralatan dan tenaga penulangan sesuai dengan yang
dibutuhkan.
11. Pastikan perakitan tulangan dengan bendrat bersilang tumpang tindih.
12. Potong dan rakit pembesian dengan sesuai ukuran gambar rencana.
13. Menyiapkan lokasi pemasangan panel rakitan pembesian di lapangan bersih
dari segala kotoran.
14. Pastikan posisi ikatan antar besi tulangan sudah cukup kuat dan pada
tempatnya.
'7.4 (1a) Penyediaan Baja Struktur Grade 250 (Kuat Leleh 250 MPa)
Penyediaan Baja Struktur Grade 250 (Kuat Leleh 250 MPa) disediakan melalui
develover atau dibeli langsung di pabrik baja, material dimuat beserta bahan lain nya
kedalan truk dan diangkut kelapangan, material dibongkar ditempatkan pada tempat
yang aman dekat lokasi pekerjaan atau barak pekerja.
7.4.(2) Pemasangan Baja Struktur
Untuk pelaksanaan pekerjaan pemasangan girder baja jembatan, perlu direncanakan
penyiapan peralatan pengangkat dengan kondisi baik dan kapasitasnya harus
disesuaikan. Jenis Peralatan ini diperlukan untuk mengangkat komponen ke posisi
kedudukannya, pada waktu pelaksanaan pemasangan (erection). Komponen rangka
baja jembatan ada yang beratnya sampai kurang lebih 1 ton yaitu berupa Cross
Girder. Maka untuk dapat mengangkat komponen tersebut, harus direncanakan
penyiapan / pengadaan peralatan pengangkat dengan kapasitas kurang lebih dari 1
ton. Peralatan ini harus diadakan sendiri oleh kontraktor pelaksana, dapat berupa :
Alat berat (Crane on Wheel, Crane on Track)
Tiang / Portal crane, yang menggunakan mesin atau tenaga manusia (manual)
Rangka pengangkat sederhana, yang dilengkapi katrol rantai atau katrol tangan
(light lifting frame) Penggunaan alat berat (Crane on Wheel, Crane on Track),
dipertimbangkan dengan kondisi lokasi pekerjaan.
JENIS ALAT BANTU
Pekerjaan pemasangan girder baja jembatan pabrikasi, adalah jenis pekerjaan
teknik sipil yang mempunyai spesipik khusus yang berbeda dengan pekerjaan teknik
sipil lainnya. Jenis Peralatan dan Bahan Lain Hal ini karena jembatan sistem rangka
baja pabrikan yang disuplai, terdiri dari komponen-komponen standar yang dibuat
dengan ketelitian tinggi dan dirakit dengan Baut, sehingga membentuk jembatan
dengan perbedaan bentang 5 meter dari bentang 40 meter s/d 60 meter. Untuk
pekerjaan pemasangan rangka baja jembatan tersebut di atas, perlu direncanakan
pengadaan/penyiapan alat bantu yang diperlukan. Rencana alat bantu yang
diperlukan, adalah :
Yang bisa dipinjam/disuplai Alat bantu untuk perakitan komponen, pengencangan
Baut dan penurunan jembatan, berupa :
1) Perkakas (Tool Kit) dan Kunci Torsi, ukuran kunci-kunci sesuai dengan ukuran
diameter Baut, untuk bahan rangka baja jembatan yang disuplai.
2) Hydraulic Jack, dengan kapasitas 1 ton (semua bentang standar).
3) Rangka penghubung (Link Set) yang sesuai, (hanya sistem kantilever).
7.9.(1) Pasangan Batu
Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti
dinding penahan tanah, talud, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk menahan
beban luar yang cukup besar.
Bahan :
Batu
o Batu harus bersih, keras, tanpa bagian yang tipis atau retak
dan harus dari jenis yang diketahui awet. Bila perlu, batu
harus dibentuk untuk menghilangkan bagian yang tipis atau
lemah. Batu yang terdiri dari bahan yang porous atau batu
kulit harus ditolak.
o Batu harus lancip atau lonjong bentuknya dan dapat
ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama-sama.
o Ukuran batu dalam arah manapun tidak boleh kurang dari 15
cm.Beton Fast Track
Adukan Mortar Semen
Adukan mortar semen haruslah adukan mortar semen yang memenuhi
kebutuhan dari Seksi 7.8 dari Spesifikasi ini.
Drainase Porous
Bahan untuk membentuk landasan, lubang sulingan atau kantung
penyaring untuk pekerjaan pasangan batu harus memenuhi kebutuhan
dari Seksi 2.4 dari Spesifikasi ini.
Alat :
Asphalt Cutter
Jack Hammer + Compression
Generator Set
Urutan Kerja :
Buat tanda dan potong perkerasan 20 cm ke kanan dan kiri celah
Pasang sambungan siar muai, beserta dengan karet pengisi celah
sambungan
Cor sambungan dengan menggunakan beton fast track
Lakukan perawatan beton
1. Pemasangan Batu
i. Landasan dari adukan mortar semen barn paling sedikit 3 cm
tebalnya harus dipasang pada fondasi yang disiapkan sesaat
sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama.
Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapis dasar dan pada
sudut-sudut. Perhatian harus diberikan untuk menghindarkan
pengelompokkan batu yang berukuran sama.
ii. Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar
dan muka yang tampak harus dipasang sejajar dengan muka
dinding dari batu yang terpasang.
iii. Batu harus ditangani sedemikian hingga tidak menggeser atau
memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan yang cocok
harus disediakan untuk mema-sang batu yang lebih besar dari
ukuran yang dapat ditangani oleh dua orang. Menggelindingkan
atau menggulingkan batu pada pekejaan yang baru dipasang
tidak diperkenankan.
2. Penempatan Adukan Mortar Semen
i. Sebelum pemasangan, batu harus dibersihkan dan dibasahi
sampai merata dan dalam waktu yang cukup untuk
memungkinkan penyerapan air mendekati titik jenuh. Landasan
yang akan menerima setiap batu juga harus dibasahi dan
selanjutnya landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu
yang bersebelahan dengan batu yang akan dipasang.
ii. Tebal dari landasan adukan mortar semen harus pada rentang
antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan minimum
untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang
dipasang terisi penuh.
iii. Banyaknya adukan mortar semen untuk landasan yang
ditempatkan pada suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu
hanya dipasang pada adukan mortar semen baru yang belum
mengeras. Bilamana batu menjadi longgar atau lepas setelah
adukan mortar semen mencapai pengerasan awal, maka batu
tersebut harus dibongkar, dan adukannya dibersihkan dan batu
tersebut dipasang lagi dengan adukan mortar semen yang baru.
3. Ketentuan Lubang Sulingan dan Delatasi
i. Dinding dari pasangan batu harus dilengkapi dengan lubang
sulingan. Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau
diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan, lubang sulingan harus
ditempatkan dengan jarak antara tidak lebih dari 2 m dari
sumbu satu ke sumbu lainnya dan harus berdiameter 50 mm.
ii. Pada struktur panjang yang menerus seperti dinding penahan
tanah, maka delatasi harus dibentuk untuk panjang struktur tidak
lebih dari 20 m. Delatasi harus 30 mm lebarnya dan harus
diteruskan sampai seluruh tinggi dinding. Batu yang digunakan
untuk pembentukan sambungan harus dipilih sedemikian rupa
sehingga membentuk sambungan tegak yang bersih dengan
dimensi yang disyaratkan di atas.
iii. Timbunan di belakang delatasi haruslah dari bahan Drainase
Porous berbutir kasar dengan gradasi menerus yang dipilih
sedemikian hingga tanah yang ditahan tidak dapat hanyut jika
melewatinya, juga bahan Drainase Porous tidak hanyut melewati
sambungan.
4. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu
i. Sambungan antar batu pada permukaan harus dikerjakan
hampir rata dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak sampai
menutup batu, sebagaimana pekerjaan dilaksanakan.
ii. Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari seluruh
pasangan batu harus dikerjakan dengan tambahan adukan
mortar semen tahan cuaca setebal 2 cm, dan dikerjakan sampai
permukaan tersebut rata, mempunyai lereng melintang yang
dapat menjamin pengaliran air hujan, dan sudut yang
dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut harus dimasukkan ke
dalam dimensi struktur yang disyaratkan.
iii. Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan mortar
semen masih baru, seluruh permukaan batu harus dibersihkan
dari bekas adukan.
Bahan :
Batu
Semen Portland
Pasir
Alat :
Concrete Mixer
Water Tank Truck
Alat Bantu
Urutan Kerja :
Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan
menggunakan Concrete Mixer (Beton Molen)
Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum
dipasang
Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
'7.12.(2) Landasan Elastomerik Karet Alam Berlapis Baja
Ukuran 350 Mm x 400 Mm x 45 Mm
Material dan peralatan disiapkan, Perletakan Elastomerik Bearing Pad ukuran
35 x 40 x 4,5 cm dipasang dengan seksama. Penyelesaian dan perapihan setelah
pemasangan. Pekerjaan dilakukan secara mekanik dengan urutan perletakan harus
ditandai dengan jelas tentang jenis dan tempat pemasangan pada saat tiba ditempat
kerja. Alat – alat pengamanan yang cocok harus disediakan sebagaimana diperlukan.
Alat – alat penjepit sementara harus digunakan untuk menjaga orientasi bagian-
bagian dengan tepat
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalamperletakan elastometrik adalah
sebagai berikut:
Bahan harus cukup keras yaitu mempunyai hardness 55 ± 5 duro
Untuk bantalan karet dengan ketebalan > 1”, menggunakan laminasi antara
pelat baja dengan karet
Perlu uji kelekatan (geser) antara pelat baja dengankaret
Perlu aging test bahan karet sesuai ASTM 573, dimana pemuluran sampai
putus 50%, perubahan kuat tarik max 15%, kekerasan max 10 Hs.
Bahan polymer dalam campuran karet tidak boleh lebih dari 60% terhadap
volume total bantalan
Tebal pelat baja minimum adalah 1/16”
Ujung-ujung pelat baja tertanam tidak tajam.
A. Bahan / Material:
1. Elastomer Bearing Pad
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Peker
'7.13.(1) . Sandaran (Railing)
Sebenarnya pekerjaan pemasangan pipa sandaran dilaksanakan pada saat pekerjaan
pengecoran beton Tiang sandaran jembatan dan Trotoar. Tetapi seperti bias akita
juga membuat request for working untuk pekerjaan pipa sandaran setelah
mendapatkan izin kita lanjut pekertejaan tersebut. Pekerjaan pipa sandaran dan
pipa penyaluran harus diukur meter Panjang pipa seperti yang ditunjukan didalam
gambar. Pipa sandaran yang terpasang sesuai gambar dan speksipikasi yang
ditentukan.
'7.16.(2a) Pipa Drainase Baja diameter 150 mm
Sebenarnya pekerjaan pemasangan pipa drainase dilaksanakan pada saat pekerjaan
pengecoran beton Lantai jembatan dan Trotoar. Tetapi seperti bias akita juga
membuat request for working untuk pekerjaan pipa drainase setelah mendapatkan
izin kita lanjut pekertejaan tersebut. Pekerjaan pipa drainase dan pipa penyaluran
harus diukur meter Panjang pipa seperti yang ditunjukan didalam gambar. Pipa
drainase yang terpasang sesuai gambar dan speksipikasi yang ditentukan. Pipa
penyalur dan Deck Drain harus dipandang sebagai kompensasi penuh untuk
penyediaan, pengiriman, penyambungan, pemasangan dan pengelasan,
grounting,braket,drain hopper dan penyedian semua pekerja, peralatan dan
perkakas sudah ditentukan dalam speksipikasinya.
Pekerjaan Lain - lain
Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kami Pelaksana akan melakukan
pembersihan akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan dibongkar
dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada
semua lini yang terjadi akibat efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana
bersama-sama konsultan pengawas/ Direksi, PPK dan KPA melakukan serah terima
pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu .......hari segala
sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana
dan harus dilakukan perawatan.serta pelaksana juga harus melengkapi berkas-berkas
antara lain :
1. Foto Dokumentasi, Laporan dan Beck Up Data
Foto dokumentasi dibuat dalam rangkap 7 (tujuh) pada pekerja awal, 0 %, 50 % dan
pekerjaan selesai 100 %. Foto dokumentasi harus mendapat persetujuan dari Direksi
pekerjaan. Foto dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan proyek dan untuk mengetahui
tingkat kemejuan proyek. Laporan pekerjaan berupa laporan harian, mingguan dan
bulanan serta gambar kerja dan gambar terpasang. Back up data dibuat agar
memudahkan untuk perhitungan dan pemeriksaan pekerjaan sebagai referensi dalam
peninjauan ulang terhadap pekerjaan yang dilakukan pengawas lapangan, konsultan
pengawas dan direksi pekerjaan. Back up data memuat perhitungan dan gambar
terpasang dilapangan.
2. Pekerjaan Finishing.
Pekerjaan finishing ialah akhir dari semua kegiatan penyempurnaan pekerjaan yang
ada dilapangan.Semua pekerjaan yang dkerjakan apabila belum sempurna atau rusak
terlebih dahulu diperbaiki sebelum penyerahan pertama kepada Pengguna Jasa
Semua sisa – sisa bahan atau material yang ada dilapangan yang tidak dipergunakan
lagi, disingkirkan dibersihkan dan dibuang ketempat yang aman dari lokasi pekerjaan.
3. Berita Acara Penyelesaian Akhir.
Sesuai syarat-syarat kontrak, maka pada batas waktu pemeliharaan penyedia jasa
mengajukan permohonan untuk penyerahan akhir, setelah terlebih dahulu
menyelesaikan semua kewajiban perbaikan (Remedial Work) yang diminta oleh Panitia
Serah Terima.
4. Penutup.
Demikian Metode Pelaksanaan ini secara garis besar yang dapat kami sampaikan
sebagai usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam rincian pekerjaan.
Methode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat pada saat pelaksanaan. Tentu saja
didalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan
dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal-hal yang lebih terinci lagi akan
dibuat lebih lanjut sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.Mudah-mudahan
uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-langkah
yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.